You are on page 1of 27

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA KLIEN “KS” DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG DARMAWANGSA RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA KLIEN “KS” DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG DARMAWANGSA RUMAH SAKIT

OLEH:

NAMA : NI KETUT AYU WIRATNI

NIM

: P07120213032

JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES DENPASAR

PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN

2015

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN POLTEKKES DENPASAR

  • I. IDENTITAS KLIEN

Ruang Rawat

: Darmawangsa

Tanggal Rawat

: 4 Februari 2015

Inisial

: “KS” (L)

No.RM

: 010308

Umur

: 28 tahun

Status

: Belum menikah

Pekerjaan

: Tukang Ukir

Pendidikan

: SLTA

II. ALASAN MASUK

Data Primer : Saat ditanya kenapa pasien ke RSJ Bangli, pasien mengatakan karena tetangganya mengancam ingin membunuh pasien dengan keris karena pasien dikatakan bisa ngeleak, pasien juga mendengar suara-suara yang mengatakakan “awas saya bunuh kamu” di perajapati pasien sudah mendengar suara-suara itu selama 2 minggu dan menetap walau sudah minum obat. Autoanamnesis : Pasien datang diantar oleh keluarganya ke IRD Bangli tanggal 4 Februari 2015. Penampilan pasien tampak tidak wajar, menggunakan pakaian atasan berwarna abu-abu, celana panjang jeans, rambut tidak tertata rapi, pada lengan kiri bawah pasien tampak luka lecet akibat digambari tato menggunakan bolpoin. Pasien dapat menyebutkan nama, usia, tempat saat ini, dan pengantarnya. Pasien dapat menyebutkan nama presiden, nama gubernur bali dengan benar. Ketika diminta menjawab pengurangan 100-7 pasien dapat menjawab dengan benar yakni 93. Kemudian dikurangi 7 lagi dijawab 87, pasien dapat melanjutkan peribahasa berakit-rakit dahulu, dan dapat mengartikan peribahasa dengan benar, pasien dapat mengartikan perbedaan dan persamaan buah jeruk dengan bola tenis. Data Sekunder : Pasien mengatakan di rumah mesiat(berkelahi) bersama tetangganya karena masalah tidak digaji bekerja menjadi tukang ukir.

III. FAKTOR PREDISPOSISI

  • 1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?

ya

tidak

  • 2. Pengobatan sebelumnya ?

berhasil

kurang berhasil

tidak berhasil

Jelaskan : Pasien masuk RSJ Bangli sebanyak 5 kali terakhir 5 tahun yang lalu, selama ini pasien rutin kontrol ke puskesmas dan diberikan obat clozafine, namun semenjak 2 minggu ini pasien mencari obat ke RSUD Klungkung namun obat diganti.

  • 3. Penolakan dari lingkungan : ya tidak Jelaskan : Pasien mengatakan hubungannya dengan orang-orang disekitarnya pernah ada masalah contoh dalam bertetangga. Pasien biasa bergaul dengan orang-orang sekitarnya baik itu di rumahnya maupun saat sekarang berada di Rumah Sakit Jiwa. Namun pasien merasa dikecewakan oleh tetangganya yang tidak membayarnya menjadi tukang ukir.

  • 4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?

ya

tidak

  • 5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan Pasien mengatakan bahwa mempunyai masa lalu yang tidak menyenangkan, namun pasien mengatakan itu sudah masa lalu dan pasien tidak mau mengungkit-ungkit masa lalunya. Masalah Keperawatan :

1)

Risiko perilaku kekerasan.

IV. FISIK

  • 1. Tanda vital

:

TD :

N :

x/menit

S :

o C

P :

x/menit

  • 2. Ukuran

:

TB :

cm BB :

kg

Turun

Naik

  • 3. Keluhan fisik Ya

Tidak

Jelaskan:

Masalah Keperawatan : -

V. PSIKOSOSIAL

  • 1. Genogram :

Jelaskan : Klien mengatakan bahwa ia tinggal dirumahnya bersama orang tua, istri, dan kedua orang anaknya. Ibu klien sudah meninggal. Masalah keperawatan : -

  • 2. Konsep Diri

    • a. Citra tubuh : Pasien mengatakan bahwa Ia merasa sehat. Ia menyukai seluruh bagian tubuhnya terutama tangan kanannya yang ditato karena terlihat keren.

    • b. Identitas diri : Pasien mengatakan/ mampu menyebutkan nama panjangnya, nama panggilannya, alamat, umur, serta pendidikannya. Pasien juga mengatakan ia kerja sebagai tukang ukir juga sebagai petani. Klien biasanya hobby memancing dan sangat senang melukis.

    • c. Peran Pasien mengatakan bahwa dirumah ia berperan sebagai seorang anak.

:

  • d. Ideal Diri : Pasien mengatakan merasa kecewa karena gagal atau tidak mampu mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang PNS/ Pegawai Bank BRI.

  • e. Harga Diri : Pasien mengatakan bahwa Ia tidak memiliki pekerjaan tetap (tidak bekerja). Pasien mengatakan merasa kecewa karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

Masalah keperawatan

: Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah.

  • 3. Hubungan Sosial

    • a. Orang yang berarti : Pasien mengatakan bahwa Ia dekat dengan orang tuanya. Jika ada masalah biasanya ia akan menceritakan pada orang tuanya

    • b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat: Pasien mengatakan di lingkungan rumahnya (Banjar), Ia sering ikut kegiatan di Banjarnya seperti jika ada piodalan di Pura atau jika ada kegiatan-kegiatan di Banjarnya.

    • c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :

Pasien mengatakan tidak ada masalah jika berkomunikasi atau bergaul dengan

orang lain, baik di rumah ataupun dengan orang-orang di Rumah Sakit Jiwa tempatnya dirawat saat ini.

Masalah Keperawatan: -

  • 4. Spiritual

    • a. Nilai dan keyakinan : Klien mengatakan bahwa dirinya beragama Hindu. Ia yakin dengan adanya Tuhan yang dalam agama Hindu disebut Ida Shang Hyang Widhi.

    • b. Kegiatan ibadah :

Klien mengatakan bahwa Ia tetap bersembahyang walaupun tidak langsung ke Pura di wilayah RSJ sama seperti saat Ia berada dirumah. Ia bersembahyang hanya saat-saat tertentu seperti jika ingin bersembahyang. Pasien mengatakan biasa berdoa dalam hati. Masalah keperawatan : -

VI. STATUS MENTAL

  • 1. Penampilan Tidak Rapi

Penggunaan pakaian tidak sesuai

Cara pakaian tidak seperti biasanya Jelaskan: Penampilan pasien tampak cukup rapi. Pasien memakai pakaian sewajarnya dengan celana berwarna hitam(jeans) dan baju berwarna putih. Masalah keperawatan : -

  • 2. Pembicaraan

Cepat

Apatis

Kasar

Lambat

Gagap

Membisu

Inkoherensi

Tidak mampu memulai pembicaraan

Jelaskan: Pasien berbicara dengan normal dalam bercerita dan mampu menjawab pertanyaan perawat (koherensi) namun cepat. Masalah keperawatan : -

Lesu

Gelisah

Tik

Tremor

Tegang

Agitasi

Grimasem Kompulsif

Jelaskan: Saat pengkajian pasien tidak mengalami masalah aktivitas motorik baik saat

bercerita dengan perawat atau saat melakukan aktivitasnya. Masalah keperawatan : -

  • 4. Alam perasaan

Sedih

Putus Asa

Gembira berlebihan

Ketakutan Kuatir Jelaskan: Saat pengkajian, pasien tidak menunjukkan perasaan sedih, putus asa, ketakutan, kuatir , namun memiliki perasaan gembira berlebihan. Masalah keperawatan : -

  • 5. Afek/ emosi Datar Tumpul Labil Tidak sesuai Jelaskan: Saat pengkajian pasien tidak menunjukkan emosi yang berubah-ubah. Pasien terlihat tenang saat bercerita. Pasien mau menjawab pertanyaan perawat dengan baik. Pasien juga tampak labil. Masalah keperawatan : -

  • 6. Interaksi selama wawancara Bermusuhan Mudah tersinggung Defensif Tidak kooperatif Kontak mata kurang Curiga Jelaskan : Saat pengkajian pasien menunjukkan interaksi yang baik saat bercerita (wawancara) dengan perawat. Pasien kooperatif. Masalah keperawatan : -

7.

Persepsi

Pendengaran

Pengelihatan

Perabaan

Pengecapan

Penghidu

Jelaskan : Saat pengkajian pasien tidak mengalami gangguan persepsi.

Masalah keperawatan : -

Sirkumstansial

Tangensial

Kehilangan asosiasi

Flight of ideas

Blocking

Pengulangan pembicaraan/ preservarasi

Jelaskan : Saat pengkajian, pasien tidak mengalami masalah terhadap proses pikir

Masalah keperawatan : -

9.

Isi pikir

Obsesi

Hipokondria

Ide yang terkait

Phobia Depersonalisasi Pikiran magis

Waham Agama Somatik Kebesaran

Curiga

Nihilistik

Sisip piker

Siar piker

Kontrol piker

Jelaskan :

Isi pikiran pasien adalah obsesi dengan kehidupan yang kaya, banyak

mobil, rumah, dan tanah. Pasien mengatakan dirinya adalah orang kaya yang memiliki

banyak mobil, tanah, dan rumah. Pembicaraan pasien cenderung berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan. Saat bercerta pandangannya biasanya mengarah lurus kedepan dan menatap perawat saat ditanya kembali. Masalah keperawatan : Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.

  • 10. Tingkat kesadaran Bingung Disorientasi:

Sedasi

Stupor

Waktu

Tempat

Orang

Jelaskan : Tingkat kesadaran pasien yaitu compos mentis. Pasien dalam keadaan sadar dan tenang. Masalah keperawatan : -

  • 11. Memori Gangguan daya ingat jangka panjang Gangguan daya ingat jangka pendek Gangguan daya ingat saat ini Konfabulasi Jelaskan : Pasien mengalami konfabulasi yaitu memasukkan cerita yang tidak benar(tidak sesuai kenyataan). Contoh saat pengkajian pasien mengatakan berkelahi dengan tetangga karena tidak digajih menjadi tukang ukir, namun pernyataan tersebut berbeda dengan yang dikatakan pasien ketika pertama masuk RSJ Bangli

Masalah keperawatan : -

  • 12. Tingkat konsentrasi dan berhitung Mudah beralih

Tidak mampu berkonsentrasi

Tidak mampu berhitung sederhana Jelaskan : Pasien mampu menghitung dari 1-10 sesuai anjuran perawat dan dan dapat fokus dalam menceritakan pengalamannya. Masalah keperawatan : -

  • 13. Kemampuan penilaian Gangguan ringan Gangguan bermakna Jelaskan : Pasien mampu menilai mana hal yang benar atau salah. Pasien mampu menilai mana lingkungan yang membuat ia menjadi marah, contoh: pasien mengatakan bahwa lingkungan yang tidak baik yang membuat ia marah. Masalah keperawatan : -

  • 14. Daya tilik diri Mengingkari penyakit yang diderita

Menyalahkan hal-hal di luar dirinya

Jelaskan : Pasien mengatakan sadar akan keadaan/ kondisinya saat ini.

Masalah keperawatan : -

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG

  • 1. Kemampuan klien memenuhi/menyediakan kebutuhan :

    • a. Makan : Bantuan minimal Bantuan total

    • b. Keamanan : Bantuan minimal Bantuan total

    • c. Tempat tinggal : Bantuan minimal Bantuan total

    • d. Perawatan kesehatan : Bantuan minimal Bantuan total

    • e. Berpakian / berhias: Bantuan minimal

Bantuan total

  • f. Transportasi : Bantuan minimal Bantuan total

  • g. Uang : Bantuan minimal Bantuan total

  • 2. Kegiatan hidup sehari-hari

    • a. Perawatan diri : Bantuan minimal Bantuan total

    • b. Nutrisi :

  • - Apakah anda puas dengan pola makan : ya tidak

  • - Apakah anda memisahkan diri : ya tidak

  • - Frekwensi makan perhari : 3x sehari

  • - Frekwensi kudapan perhari : 2 x sehari

  • - Nafsu makan : Baik

  • - BB : 60 kg

  • - Diet khusus : -

c.

Tidur

  • - apakah ada masalah ? : ya tidak

  • - apakah anda merasa seger setelah bangun tidur ? : ya tidak

  • - apakah ada kebiasaan tidur siang ? : ya tidak

  • - apa yang menolong anda untuk tidur ? ya tidak

  • - Waktu tidur malam : ya tidak

  • 3. Kemampuan klien dalam

    • - Mengantisipasi kebutuhan sendiri ? : ya tidak

    • - Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : ya tidak

    • - Mengatur penggunaan obat ? : ya tidak

    • - Melakukan pemeriksaan kesehatan (Follow up) : ya tidak

  • 4. Klien memiliki sistem pendukung Keluarga : ya tidak Teman Sejawat : ya tidak Profesional/terapis : ya tidak

  • Kelompok social : ya tidak

    • 5. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan yang menghasilkan atau hobi :

    ya tidak Masalah keperawatan: -

    VIII.

    MEKANISME KOPING

    Adaptif Bicara dengan orang lain Mampu menyelesaikan masalah Teknik relokasi Aktivitas konstruktif

    Maladaptif Minum alcohol Relaksaksi lambat berlebih Berkerja berlebihan Menghindar

    Olahraga

    Mencederai diri

    Lainnya

    Lainnya ( Mengamuk)

    Alasan : Pasien mengatakan ia mengontrol kemarahan dengan curhat(bicara) bersama temannya di RSJ Bangli yang sehobby dengannya yaitu melukis.

    Masalah keperawatan : -

    IX.

    MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

    • 1. Masalah dengan dukungan Kelompok: Pasien mengatakan tidak mengalami masalah dari dukungan kelompoknya baik itu keluarga ataupun teman-temannya.

    • 2. Masalah dengan Lingkungan: Pasien mengatakan Ia bisa diterima dalam lingkungannya. Tetapi Ia memiliki konflik masalah tanah dengan tetangganya.

    • 3. Masalah dengan pendidikan :

    Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan pendidikannya. Pasien mengatakan pendidikan terakhirnya SLTA dan mampu berbicara Bahasa Inggris.

    • 4. Masalah dengan Pekerjaan : Pasien mengatakan bekerja sebagai petani/tukang ukir, klien di pekerjakan sebagai tukang ukir oleh tetangganya akan tetapi klien tidak di gajih oleh tetangganya.

    • 5. Masalah dengan perumahan : Pasien mengatakan tidak ada masalah dirumahnya. Pasien tinggal dengan Ibu yang paling dekat dengannya.

    • 6. Masalah dengan ekonomi: Pasien mengatakan sejak ayahnya meninggal, Ia memiliki masalah dalam ekonomi keluarganya.

    • 7. Masalah dengan pelayanan kesehatan : Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan dirinya. Pasien memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas.

    • 8. Masalah lainnya : -

    • X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG :

      • 1. Penyakit jiwa

      • 2. Faktor presipitasi

    4.

    Lainnya

    • 5. Sistem pendukung

    • 6. Penyakit fisik

    • 7. Obat-obatan

    Masalah keperawatan :.-

    XI.

    ASPEK MEDIK

    • - Diagnosa medik : Skizofrenia Paranoid Skizoafektif tipe manik

    • - Diagnosis multiaxial :

    Aksis I

    : Skizofrenia paranoid

    Aksis II

    : Ciri kepribadian tertutup

    Aksis III

    : belum ada diagnosis

    Aksis IV

    : Stresor belum jelas

    Aksis V

    : 60-51

    XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN

    Data

    Masalah Keperawatan

    Subyektif :

    Risisko Perilaku Kekerasan

    • a) Pasien mengatakan di rumah mengamuk sambil marah-marah dan berkelahi dengan sepupunya.

    • b) Pasien mengatakan sempat mengamuk ke rumah tetangganya dan membawa pisau kemana-mana seperti ketempat suci (pura).

    Obyektif :

    Tatapan pasien tampak lurus kedepan.

    Subyektif :

    Regimen terapeutik yang tidak tercapai

    Pasien mengatakan sempat putus obat sekitar 8 bulan yang lalu. Obyektif :

    • a) Pengobatan sebelumnya kurang berhasil.

    • b) Pasien kembali masuk RSJ tanggal 1 Mei

    2015.

    Subyektif : Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah a) Pasien mengatakan merasa kecewa karena gagal
    Subyektif :
    Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
    a)
    Pasien mengatakan merasa kecewa
    karena gagal atau tidak mampu
    mewujudkan cita-citanya untuk menjadi
    seorang PNS/ Pegawai Bank BRI.
    b)
    Pasien mengatakan merasa kecewa
    karena tidak memiliki pekerjaan tetap.
    Obyektif :
    Pasien
    tampak
    sedikit
    kecewa
    dan
    ekspresi
    wajah datar.
    Subyektif :
    Gangguan
    proses
    berpikir
    :
    waham
    Pasien mengatakan dirinya adalah orang
    kaya yang memiliki banyak mobil, tanah,
    dan rumah.
    kebesaran
    Obyektif :
    a)
    Pasien terus bercerita tentang kekayaan yang
    dimilikinya seperti mobil, rumah dan tanah.
    b)
    Pembicaraan cenderung berulang-ulang
    c)
    Isi pembicaraan tidak sesuai dengan
    kenyataan.
    Subyektif :
    Koping individu tidak efektif
    Pasien mengatakan sebelum masuk RSJ saat
    mengalami masalah Ia melampiaskannya dengan
    mengamuk.
    Obyektif :
    Tatapan pasien tampak lurus kedepan

    POHON MASALAH

    Effect Risiko Perilaku Kekerasan Regimen terapeutik yang tidak tercapai Gangguan Proses Berpikir : Code problem Waham
    Effect
    Risiko Perilaku Kekerasan
    Regimen terapeutik yang
    tidak tercapai
    Gangguan Proses Berpikir :
    Code problem
    Waham Kebesaran
    Problem
    Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
    Koping individu tidak efektif

    XII.

    DIAGNOSA KEPERAWATAN

    Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.

    Bangli, 8 Mei 2015 Mahasiswa

    (Ida Ayu Ari Adnyani)

    RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

    Dx. Kep

     

    Rencana Tindakan Keperawatan

     

    Rasional

     

    Tujuan

    Kriteria Evaluasi

    Tindakan Keperawatan

    Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.

    1.

    Klien dapat membina hubungan saling percaya

    1.

    Ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak

    1.

    Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik:

    Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan interaksi selanjtnya ..

     

    mata, mau berjabat tangan, mau

    • a. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun nonverbal

    menyebutkan tangan, mau menyebutkan

    • b. Perkenalkan diri dengan sopan

    nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan

    • c. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien

    dengan perawat, mau

    • d. Jelaskan tujuan

    pertemuan

    mengutarakan

    • e. Jujur dan menepati

    masalah yang

    janji

    dihadapi.

    • f. Tunjukkan sikap

     

    empati dan

    menerima klien apa adanya g. Beri perhatian pada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. 2. Jangan
    menerima klien apa
    adanya
    g.
    Beri perhatian pada
    klien dan perhatikan
    kebutuhan dasar
    klien.
    2.
    Jangan membantah dan
    mendukung waham klien
    :
    a)
    Katakan perawat
    menerima keyakinan
    klien: “Saya
    menerima keyakinan
    anda” disertai
    ekspresi menerima.
    b)
    Katakan perawat
    tidak
    mendukung :”Sukar
    bagi saya untuk
    mempercayainya”
    disertai ekspresi ragu
    tapi empati.
    c)
    Tidak membicarakan
         

    isi waham klien.

     
    • 3. Yakinkan klien berada

    dalam keadaan aman dan terlindung:

    • a) Anda berada ditempat aman, kami akan menemani anda.

    • b) Gunakan keterbukaan dan kejujuran

    • c) Jangan tinggalkan klien sendirian.

    • 4. Observasi apakah waham klien mengganggu aktivitas sehari-hari dan

    perawatan diri

    Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.

    2.

    Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki

    2.

    Klien mampu mendiskusikan kemampuan yang dimiliki pada masa

    sesuai realita.

    • 1. Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.

    Diskusikan tingkat kemampuan klien seperti menilai realitas, control diri/integritas ego sebagai

     

    lalu dan saat ini

    • 2. Diskusikan dengan klien kemampuan yang

    dasar asuhan keperawatan.

         

    dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis (hati-hati terlibat diskusi tentang waham).

     
    • 3. Tanyakan apa yang biasa klien lakukan (kaitkan dengan aktivitas sehari- hari dan perawatan diri) kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini.

    • 4. Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Perawat perlu memperlihatkan bahwa

    klien penting.

    Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.

    3.

    Klien dapat mengidentifikasi stressor/pencetus waham

    3.

    Klien dapat menyebutkan kejadian-kejadian sesuai dengan urutan

    • 1. Bantu klien mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi serta kejadian

    Diketahuinya fator pencetus dari waham yang dialami klien.

     

    waktu serta harapan/

    yang menjadi fator

         

    pencetus wahamnya.

     
     

    kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi, seperti : harga diri,

    • 2. Diskusikan dengan klien tentang kejadian- kejadian traumatic yang menimbulkan rasa takut, cemas, maupun perasaan tidak dihargai.

    rasa aman, dsb. Dapat menyebutkan hubungan antara

    • 3. Diskusikan kebutuhan/harapan yang belum terpenuhi.

    kejadian traumatis/ kebutuhan tidak terpenuhi dengan wahamnya.

    • 4. Diskusikan dengan klien cara-cara mengatasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kejadian traumatic.

     
    • 5. Diskusikan dengan klien antara kejadian traumatic

    dengan wahamnya.

    Gangguan proses berpikir : waham kebesaran.

    4.

    Klien dapat mengidentifikasi wahamnya

    4.

    Klien dapat menyebutkan perbedaan pengalaman nyata

    • 1. Bantu klien mengidentifikasi keyakinan yang salah tentang situasi yang

    Klien dapat mengenali wahamnya.

     

    dengan pengalaman

    nyata (bila klien sudah

           

    siap) :

     
    • a. Diskusikan dengan klien pengalaman wahamnya tanpa beragumentasi.

     

    wahamnya.

    • b. Katakana kepada klien akan keraguan perawat terhadap pernyataan klien.

     
    • c. Diskusikan dengan klien respon perasaan terhadap wahamnya.

    • d. Bantu klien membedakan situasi yang dipersepsikan

    salah oleh klien.

    Gangguan proses berpikir : waham

    5.

    Klien mendapat dukungan keluarga

    5.

    Klien dapat menjelaskan tentang

    1.

    Diskusikan dengan keluarga tentang:

    Keterlibatan keluarga sangat mendukung terhadap proses

    kebesaran.

     

    pengertian waham,

    • d) Gejala waham

    perubahan kondisi klien.

    • e) Cara merawatnya

     

    tanda dan gejala

    • f) Lingkungan

     

    waham, penyebab dan

    keluarganya

    akibat waham, cara

    • g) Follow-up obat

    2.

    Anjurkan keluarga

    merawat klien waham

    melaksanakan 3 dengan

         

    dan dapat mempraktikkan cara merawat klien

    bantuan perawat.

     

    waham.

       

    6.

    Klien dapat mengetahui obat, dosis, frekuensi dan

    • 1. Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang obat, dosis, frekuensi

    • 2. Diskusikan perasaan

    Dengan menyebutkan dosis, frekuensi, dan manfaat

    Gangguan proses

    6.

    Klien dapat

    efek samping akibat

    dan efek samping akibat

    obat . diharapkan klirn

    berpikir : waham kebesaran.

    menggunakan obat dengan benar

    berhenti minum obat, dan mendemonstrasikan

    penghentian.

    klien setelah makan obat.

    melaksanakan program pengobatan. Menilai kemampuan klien dalam

     

    penggunaan obat

    • 3. Berikan obat dengan

    pengobatannya sendiri.

    dengan benar.

    prinsip 5 (lima) benar.

    IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI

    Evaluasi Proses :

    Hari/tgl/jam

    No dx

    Implementasi

    Respon klien

    Paraf

    Selasa, 5 Mei

    1

    TUK 1

     

    TUK 1

     

    2015

    • a) Menyapa klien dengan ramah baik verbal

    S :

    Pk. 10.00 WITA

    maupun nonverbal

    a)

    Pasien menjawab salam perawat “Selamat

    • b) Memperkenalkan diri dengan sopan

     
    • c) Menanyakan nama lengkap klien dan

     

    pagi”

    nama panggilan yang disukai klien

    b)

    Pasien berkata “ nama lengkap saya Komang

    • d) Menjelaskan tujuan pertemuan

    Gede Wirata Sindu, nama panggilannya Sindu.

    • e) Menunjukkan sikap empati dan

    menerima klien apa adanya

    c)

    Pasien mengatakan dapat beraktivitas seperti

    • f) Memberi perhatian pada klien dan

    biasa.

    memperhatikan kebutuhan dasar klien.

    d)

    Klien menceritakan pengalamannya

    • g) Tidak membantah dan mendukung

    (wahamnya).

    waham klien

    • h) Mengobservasi apakah waham klien

    O :

    mengganggu aktivitas sehari-hari dan

    a)

    Pasien ikut tersenyum

    perawatan diri

    b)

    Pasien kooperatif saat berkenalan dengan perawat.

    c)

    Pasien kooperatif dalam memperkenalkan dirinya.

    Selasa, 5 Mei

    d)

    Pasien kooperatif mendengarkan perkataan perawat.

    2015

       
    • e) Pasien terlihat tertarik dengan pembicaraan dan

     

    TUK 2

    Pk. 10.15 WITA

    • a) Memberi pujian pada penampilan dan

    mau terbuka.

    kemampuan klien yang realistis.

    • f) Pasien kooperatif.

    • b) Mendiskusikan kemampuan yang

    A: BHSP tercapai

    dimiliki klien

    P : Pertahankan SP 1

    • c) Menanyakan kebiasaan sehari-hari pasien

    • d) Mendengarkan wahamnya sampai

    kebutuhan waham tidak ada.

    TUK 2

    Rabu, 6 Mei

    S :

    2015

    • a) Pasien mengatakan merasa senang saat perawat

    • b) Klien mengatakan biasa bekerja disawah atau

    Pk.

    .00 WITA

    mengatakan pasien sudah berpakaian rapi dan

     

    mencuci piring setelah makan.

    ladang untuk hasilnya sekedar dibelikan rokok. Pasien juga mengatakan mampu berbahas inggris.

    Rabu 6 Mei 2015

    • c) Pasien mengatakan selama di RSJ, Ia biasa

    Pk.

    .00 WITA

    membagikan ma/mi untuk pasien lain. Pasien

     

    TUK 3

    qwq Rabu, 6 Mei

    • a) Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi serta kejadian yang menjadi fator pencetus waham pasien.

    menunjukkan kebiasaanya itu saat makan siang.

    • d) Pasien bercerita tentang dirinya yang memiliki banyak mobil, rumah dan tanah sampai

    2015

    • b) Mendiskusikan dengan klien tentang

    akhirnya tidak mengulangi wahamnya tersebut.

    Pk.

    .00 WITA

     

    kejadian traumatic yang menimbulkan

    O :

     
     

    rasa takut, cemas, maupun perasaan tidak

    a)

    Pasien terlihat senang dan menunjukkan

    dihargai.

    kebiasaanya membantu menyiapkan makanan untuk pasien lainnya. A : kemampuan mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki tercapai P : Pertahankan SP 2

    TUK 4

    • a) Mendiskusikan dengan klien pengalaman

    TUK 3

    wahamnya tanpa beragumentasi.

    S :

    • b) Membantu klien membedakan situasi yang dipersepsikan salah oleh klien.

    a)

    Pasien mengatakan cita-citanya tidak tercapai yaitu ingin menjadi seorang PNS/Pegawai Bank BRI.

    b)

    Pasien mengatakan ditipu masalah tanah dengan tetangganya.

    O :

    a)

    Pasien tampak menceritakan masalahnya.

    TUK 6

    b)

    Pasien tampak kecewa karena tidak bisa

    • a) Mendiskusikan dengan klien dan tentang obat, dosis dan efek samping akibat penghentian.

    menjadi menjadi PNS. A : Kemampuan identifikasi stressor/pencetus waham belum tercapai

    • b) Diskusikan perasaan klien setelah makan

    P : evaluasi dan lanjutkan SP 3

         

    obat.

       

    c)

    Berikan obat dengan prinsip 5 (lima)

     

    TUK 4

    benar

    S :

     

    a)

    Pasien mengatakan dirinya adalah orang kaya yang banyak memiliki mobil, tanah, dan rumah.

    O:

    a)

    Pasien tampak berpikir/menerima argument

    perawat saat perawat mengatakan “Saya akan percaya bapak punya banyak mobil kalau saya lihat mobil-mobil bapak.” A : Kemampuan mengidentifikasi waham tercapai sebagian. P : Lanjutkan SP 4

    TUK 6 S : Pasien mengatakan nama obatnya haloperidol dan heximer yang diberikan 2 kali setiap pagi dan sore. Pasien mengatakan biasanya merasa mengantuk sehabis minum obat.

    O :

    a) Pasien tampak kooperatif saat menjelaskan mengenai obatnya. e) Pasien kooperatif saat mendengarkan penjelasan perawat. A
    a)
    Pasien tampak kooperatif saat menjelaskan
    mengenai obatnya.
    e)
    Pasien kooperatif saat mendengarkan
    penjelasan perawat.
    A : kemampuan menggunakan obat dengan benar
    tercapai
    P : Pertahankan SP 6

    Evaluasi Hasil :

    Hari/tanggal/jam

    Diagnosa Keperawatan

    Evaluasi

    Kamis, 7 Mei 2015

    Gangguan proses berpikir :

    S :

    Pk. 11.00 WITA

    waham kebesaran

    a)

    Pasien mengatakan merasa senang dapat mengungkapkan masalahnya/ bercerita dengan perawat.

    b)

    Pasien mengatakan mampu mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan saat dirumah maupun saat di RSJ seperti mencuci piring.

    c)

    Pasien mengatakan masalah-masalah yang dialaminya.

    d)

    Pasien mengatakan banyak memiliki mobil, rumah, dan tanah

    e)

    Pasien mengatakan dan menyebutkan nama, warna dan waktu pemberian obat yang diminumnya.

    O:

    a)

    Pasien tampak kooperatif, rileks, dan tenang saat bercerita dengan perawat

    dan selalu tersenyum saat bertemu perawat.

       
    • b) Pasien melakukan pekerjaan/kemampuan yang bisa Ia lakukan seperti mencuci piring.

    • c) Pasien tampak tenang menceritakan masalah yang dialaminya.

    • d) Pandangan pasien tampak lurus kedepan dan tenang saat menceritakan wahamnya.

    • e) Pasien tampak kooperatif dalam menjawab pertanyaan perawat untuk

    menyebutkan obatnya. A : SP 1, SP 2, SP 6 tercapai P : Evaluasi dan lanjutkan SP 3 dan SP 4