You are on page 1of 34

ANALISA STATIK EKIVALEN

Gambar 1. Portal Gedung Sekolah di Aceh Tampak 3D


A.

Data Teknis
Gaya gempa dasar dan gaya gempa di tiap tingkat pada sebuah gedung 9 lantai

dihitung berdasarkan SNI 1726-2002 dan SNI 17726:2012 dengan data sebagai berikut:
3 NIM terakhir

A = 0, B = 0, C = 1

Dimensi Bangunan
D1

: 30 + B

= 30 + 0

= 30 m

B1

: 20 + C

= 20 + 1

= 21 m

Sehingga,

Jarak portal arah X

= 30/6 = 5

Jarak portal arah Y

= 21/5 = 4,2 m

Denah bangunan diperlihatikan pada Gambar 2 dan Gambar 3, dimana untuk lantai 1
sampai dengan lantai atap mempunyai denah yang non-tipikal. Pada lantai 1-2
diperlihatkan pada Gambar 2 dan lantai 3-atap diperlihatkan pada Gambar 3.

Gambar 2. Denah Lantai 1-2 Gedung Sekolah

Gambar 3. Denah Lantai 3-atap Gedung Sekolah

Tinggi Tiap Lantai


Lantai 1-2

=6m

Lantai 3-atap = 4 m

Kota

:A+B

=0+0

<2

Banda Aceh

Jenis Tanah

:B+C

=0+1

<7

Tanah Lunak

Tipe Bangunan

:A+B+C

=0+0+1

< 15

Bangunan Baja

Tipe Struktur

: Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM)

Fungsi Bangunan

:A+C

=0+1

<2

Sekolah

Distribusi beban gempa akan dihitung untuk masing-masing arah sumbu utama dari
bangunan (arah sumbu X dan sumbu Y)

B.

Data Properties Penampang

Spesifikasi Baja
Menurut SNI 03-1729-2002, sifat mekanik material baja sebagai berikut:

Modulus Elastisitas, E

= 200.000 MPa

Modulus Geser, G

= 80.000 MPa

Angka Poisson

= 0,30

Koefisien muai panjang,

= 12.10-6 /0C

Jenis Baja

= BJ 37

Tegangan Putus Minimum, fu

= 370 MPa

Tegangan Leleh Minimum, fy

= 240 MPa

Regangan Minimum

= 20%

Spesifikasi Kolom
Seluruh kolom menggunakan HC 448.432.45.45, dengan spesifikasi sebagai berikut:
Depth

Section

Weight

Index

of
Section

Flange
Width

(A)
mm

45

(B)

Thickness
Web

Flange

(tw)

(tf)

Corner
Radius
(r)

Section
Area

Moment of

Radius of

Modulus of

Inertia

Gyration

Section

Jx

Jy

ix

Iy

Zx

Zy

mm

cm2

cm4

cm4

cm

cm

cm3

cm3

90

22

942.9

414

121

21

11.3

15.4

5.61

45

75

22

770.1

298

94.4

19.7

11.1

12

4.37

45

45

22

554.1

177

60.8

17.9

10.5

7.9

2.81

Kg/m

mm

mm

740

538

432

45

605

498

432

435

448

432

Spesifikasi Balok
Seluruh balok menggunakan WF 350.350.12.19, dengan spesifikasi sebagai berikut:
Depth

Section
Index

Weight

of
Section
(A)

mm

350 x 350

Flange
Width
(B)

Thickness
Web

Flange

(tw)

(tf)

Corner
Radius
(r)

Section
Area

Moment of

Radius of

Modulus

Inertia

Gyration

of Section

Jx

Jy

ix

Iy

Zx

Zy

mm

cm2

cm4

cm4

cm

cm

cm3

cm3

22

20

202

47.6

16

15.3

8.90

2.67

909

19

19

20

198.4

42.8

14.4

14.7

8.53

2.45

809

350

12

19

20

173.9

40.3

13.6

15.2

8.84

2.30

776

344

354

16

16

20

166.6

35.3

11.8

14.6

8.43

2.05

669

115

344

348

10

16

20

146

33.3

11.2

15.1

8.78

1.94

646

106

338

351

13

13

20

135.3

28.2

9.38

14.4

8.33

1.67

534

Kg/m

mm

mm

159

356

352

14

156

150

357

136

350

131

Spesifikasi Beton
Beton menggunakan mutu fc=20 MPa

Spesifikasi Pelat Lantai


Pelat lantai 1-8 menggunakan tebal 12 cm sedangkan pelat atap menggunakan tebal
10 cm.

C.

Pembebanan Pada Portal 3D


1. Beban gravitasi pada lantai 1-8
Beban mati :
Beban mati termasuk berat kolom, balok dan pelat lantai yang dimasukkan langsung
pada SAP2000 dengan memasukan Selfweight=1. Sedangkan pembebanan beban mati
lain diperhitungkan berdasarkan PPIUG 1983 Tabel 2.1.
= 2 x 21 kg/m2

= 42 kg/m2

Spesi lantai keramik tebal 2 cm

Penutup lantai keramik

Plafon dan penggantung

Instalasi listrik, AC, dan plumbing

= 20 kg/m2

Total beban mati per m2

= 104 kg/m2

= 24 kg/m2
= 11 kg/m2 + 7 kg/m2 = 18 kg/m2

Beban dinding juga merupakan beban mati pada portal namun penempatan beban
dilakukan langsung pada setiap balok. Berikut penempatan dinding pada gedung
sekolah di Aceh.

8.40
4.20

8.40
4.20

4.20
8.40

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

10.00
5.00

4.20

4.20

4.20

4.20

8.40

5.00

4.20

10.00

10.00

10.00

Gambar 4. Penempatan Dinding

Dinding menggunakan dinding pasangan bata merah setengah batu sehingga


berdasarkan PPIUG memiliki berat 250 kg/m 2. Direncanakan dinding tidak tertutup
penuh sehingga berat menjadi 80% dari semula (terdapat bukaan).

Pembebanan ditempatkan pada balok dengan spesifikasi beban tiap lantai sebagai
berikut:
-

Lantai 1

= 80% x250 kg/m2 x 9= 1800 kg/m

Lantai 2 (3m)

= 80% x 250 kg/m2 x 3= 600 kg/m

Lantai 2 (2m)

= 80% x 250 kg/m2 x 2= 400 kg/m

Lantai 3-8

= 80% x 250 kg/m2 x 4= 800 kg/m

Lantai atap

= 80% x 250 kg/m2 x 2= 400 kg/m

Beban Hidup :
Berdasarkan PPIUG 1983 Tabel 3.1 beban hidup untuk sekolah adalah sebesar 250
kg/m2.
2. Beban gravitasi pada atap
Beban Mati :
= 11 kg/m2 + 7 kg/m2 = 18 kg/m2

Plafon dan penggantung

Instalasi listrik, AC, dan plumbing

= 20 kg/m2

Total beban mati per m2

= 38 kg/m2

Beban Hidup :
Beban hidup untuk atap

= 100 kg/m2

3. Beban Kombinasi
Perencanaan komponen-komponen struktur harus dirancang sedemikian hingga kuat
rencananya sama atau melebihi pengaruh beban-beban terfaktor dengan kombinasi
pembebanan oleh beban mati, beban hidup dan beban gempa.
Comb 1
D.

= 1,2 D + 1,0 E + L

Perhitungan Berat Bangunan (Wt)


Karena kemungkinan terjadinya gempa bersamaan dengan hidup yang bekerja penuh
pada bangunan adalah kecil, maka beban hidup yang bekerja dapat direduksi
besarnya. Berdasarkan standar PPIUG Tabel 3.3 beban hidup yang bekerja pada
bangunan gedung sekolah dapat direduksi sebesar 0,5.

40.00

40.00
36.00

36.00

32.00

32.00

28.00

28.00

24.00

24.00

20.00

20.00

16.00

16.00

12.00

12.00

40.00

40.00

4.00

36.00

36.00

4.00

32.00

4.00

32.00
28.00

28.00

4.00

4.00
4.00

24.00

24.00

4.00

20.00

20.00

4.00

16.00

16.00

12.00

12.00

2.00

2.00

4.00

4.00
4.00
4.00
5.00

5.00

9.00

9.00

6.00

6.00

5.00

5.00

5.00

5.00
5.00

5.00
5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

4.00

5.00

5.00

9.00

9.00

0.00

0.00

5.00

2.00

4.00

6.00

6.00

0.00

0.00

2.00

4.20

4.20

4.20

4.20

4.20 4.20
4.20 4.20

4.20

4.20

4.20

Gambar 5. Pembagian berat struktur


1. Berat Lantai 9 (Atap)
Beban Mati :
- Kolom

= 435 kg/m x 2 m x 20

= 17400 kg

- Balok

= 136 kg/m x 143 m

= 19448 kg

- Pelat Lantai

= 2400 kg/m3 x 0,1 m x 20 m x 12,6 m = 60480 kg

- Plafon& penggantung

= 18 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

- Dinding

= 80% x 250 kg/m2 x 117,8 m x 2 m

= 47120 kg

- Instalasi

listrik, AC = 20 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

4536 kg

5040 kg

dan plumbing
Total

= 154024 kg

Beban Hidup :
Koefisien reduksi
Beban Hidup

Total Berat Lantai 9

0.5

= 100 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

25200 kg

Total (Beban Hidup x koef)

12600 kg

154024 kg + 12600 kg

= 166624

kg

2. Berat Lantai 3-8


Beban Mati :
- Kolom

= 435 kg/m x 4 m x 20

= 34800 kg

- Balok

= 136 kg/m x 143 m

= 19448 kg

- Pelat Lantai

= 2400 kg/m3 x0,12m x 20 m x 12,6 m = 72576 kg

- Spesi lantai keramik

= 42 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

= 10584 kg

4.20

- Penutup lantai keramik = 24 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

6048 kg

- Plafon& penggantung

= 18 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

4536 kg

- Dinding

= 80% x 250 kg/m2 x 117,8 m x 4 m

= 94240 kg

- Instalasi

listrik, AC = 20 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

5040 kg

dan plumbing
Total

= 247272 kg

Beban Hidup :
Koefisien reduksi
Beban Hidup

0.5

= 250 kg/m2 x 20 m x 12,6 m

63000 kg

Total (Beban Hidup x koef)

31500 kg

= 278772

Total Berat Lantai 3-8

247272 kg + 31500 kg

kg

3. Berat Lantai 2
Beban Mati :
- Kolom

= 435 kg/m x (2 m x 20+3m x 42)

= 72210 kg

- Balok

= 136 kg/m x 327 m

= 44472 kg

- Pelat Lantai

= 2400 kg/m3 x0,12m x 30 m x 21 m

= 181440 kg

- Spesi lantai keramik

= 42 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 26460 kg

- Penutup lantai keramik = 24 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 15120 kg

- Plafon& penggantung

= 18 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 11340 kg

- Dinding

= 80% x 250 kg/m2 x (117,8m x 2m + = 207320 kg


267 m x 3 m)

- Instalasi

listrik, AC = 20 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 12600 kg

dan plumbing
Total

= 570962 kg

Beban Hidup :
Koefisien reduksi
Beban Hidup

0.5

= 250 kg/m2 x 20 m x 12,6 m + = 100800 kg


100kg/m2 x 21 m2 x 18

Total Berat Lantai 2

Total (Beban Hidup x koef)

50400 kg

570962 kg + 50400 kg

= 621362

kg

4. Berat Lantai 1
Beban Mati :
- Kolom

= 435 kg/m x (9m x 42)

= 164430 kg

- Balok

= 136 kg/m x 327 m

= 44472 kg

- Pelat Lantai

= 2400 kg/m3 x0,12m x 30 m x 21 m

= 181440 kg

- Spesi lantai keramik

= 42 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 26460 kg

- Penutup lantai keramik = 24 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 15120 kg

- Plafon& penggantung

= 18 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 11340 kg

- Dinding

= 80% x 250 kg/m2 x (267 m x 9 m)

= 480600 kg

- Instalasi

listrik, AC = 20 kg/m2 x 30 m x 21 m

= 12600 kg

dan plumbing
Total

= 936462 kg

Beban Hidup :
Koefisien reduksi
Beban Hidup

Total Berat Lantai 1

=
= 250 kg/m2 x 30 m x 21 m

0.5

= 157500 kg

Total (Beban Hidup x koef)

78750 kg

936462 kg + 78750 kg

= 1015212

W9 + (W8 + W7 + W6 + W5 + W4 + W3 )+ W2 + W1

166624 + (278772 x 6) + 621362 + 1015212

3475830 kg

kg

5. Berat Total Bangunan


Berat Total Bangunan

E.

Perhitungan Berdasarkan SNI 2002


1. Waktu Gempa Empiris Struktur (TE)
Karena besarnya beban gempa belum diketahui maka waktu getar dari struktur belum
dapat ditentukan secara pasti. Sebagai alternative pada pelaksanaan analisis untuk
menentukan perode gempa struktur digunakan perioda empiris struktUr dengan
periode bangunan pendekatan.
= 3/4
Berdasarkan UBC-1997-Volume 2 Section 1630.2.2 untuk jenis struktur Rangka Baja
Pemikul Momen (Steel Moment-Resisting Frame) nilai Ct = 0.0853
= 0.0853 0.75 = 0.0853(40)0.75 = .

2. Faktor Keutamaan Struktur (I)


Berdasarkan SNI 03-1726-2002 Tabel 1 untuk gedung sekolah ditetapkan I2 =I1 =I =1
3. Faktor Reduksi Gempa (R)
Berdasarkan SNI 03-1726-2002 Tabel 3 untuk Sistem Rangka Pemikul Momen
(SRPMK) dengan struktur baja didapatkan nilai sebagai berikut:
m

= 5.2 ;

Rm

= 8.5 ;

= 2,8

4. Faktor Respon Gempa (C)


Berdasarkan Peta Gempa Indonesia pada SNI 2002 Gambar 1 didapatkan bahwa kota
Aceh termasuk Wilayah Gempa 5. Jenis tanah Lunak
Dari diagram pada Gambar 6 didapakan nilai C

= 0.90 / T
= 0.90 / 1,357
= 0.663

Gambar 6. Respons Spektrum Gempa Rencana


5. Beban Gempa Dasar Nominal Akibat Gempa
Perhitungan beban gempa dasar nominal akibat gempa berdasarkan SNI 03-17262012 rumus 26.
=

= =

0,663 . 1
3475830 = 271261.45
8.5

Jadi, besar beban gempa dasar adalah sebesar 271261.45 kg

6. Distribusi Beban Gempa di Sepanjang Tinggi Bangunan


Perhitungan distribusi beban gempa berdasarkan SNI 03-1726-2012 rumus 27.

=1

1
Pembagian
nilai F dari masing-masing lantai
ditunjukkan pada Gambar 7
1
10 Fix
6 Fix
4.20

1
51 Fix
10 Fix
1
5 Fix
1
1
5 Fix
Fix
1 10
1
5 Fix
1
Fix
5
Fix
1 5
1
5 Fix
1
5 Fix
Fix
1 5
1 Fix
10
1
5 Fix
5 Fix
1
1
10 Fix
5 Fix

1
10

Fix

4.20

4.20
4.20
4.20
4.20 4.20
4.20
4.20
4.20
4.20
4.20

5.00

5.00

5.00

1
12
1
12

5.00

1
6

Fix

5.00

5.00

1
6

Fix

5.00

1
6

Fix

5.00

5.00

1
6

Fix

5.00

Fix

4.20

4.20
4.20

5.00

1
12

Fix

5.00

5.00

4.20

5.00

4.20
4.20
4.20

1
6

5.00

Fix

5.00

5.00

5.00

4.20

5.00

1
6

4.20

4.20
4.20

5.00

5.00

5.00

5.00

Fix

5.00
5.00
5.00
5.00
5.00
5.00
1
1
1
1
1
1
6 Fix 6 Fix 6 Fix 6 Fix 6 Fix 12 Fix

Fix
1
12

5.00

4.20

1
Fix
1 3
6 Fix
1
1 3 Fix
1
3 Fix 6 Fix
1
1 6 Fix
3 Fix 1 Fix
3
1
6 Fix 1 Fix
3

1
6

Fix

Fix

1
6

Fix

1
6

Fix

1
6

Fix

1
6

1 4.20
Fix
Fix 12
4.20
4.20
4.20
4.20

4.20

1
8
1
8

Fix

Fix

1
4

Fix

1
4

Fix

1
8

Fix

1
4

1
4

Fix

Fix

1
4

1
4

Fix

1
4

Fix

Fix

1
4

1
8

Fix

1
8

Fix

Fix
1
4

Fix

4.20
4.20

1
8

4.20
Fix

4.20 4.20

4.20
4.20
4.20

4.20 4.20

4.20

4.20

4.20

5.00
5.00

5.00
5.00

5.00
5.00

5.00
5.00

5.00
5.00

4.20

4.20

5.00
5.00

4.20

5.00
5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

(a)
5.00

5.00

5.00

5.00

4.20

5.00

5.00

4.20

(b)
5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

5.00

Gambar 7. Pembagian nilai Fix dan Fiy (a) Lantai 1-2 (b) Lantai 3-9 (Atap)

Gambar 8. Pembebanan Gempa SNI 2002

Lantai

Zi
(m)

Wi (kg)

Wi Z i

Fix = Fiy

Arah x (kg)

Arah y (kg)

Pojok

Tengah

Pojok

Tengah

9460.59

3547.72

7095.44

40

166624

6664960

28381.76

4730.29

36

278772

10035792

42735.96

7122.66 14245.32 5341.99 10683.99

32

278772

8920704

37987.52

6331.25 12662.51 4748.44

9496.88

28

278772

7805616

33239.08

5539.85 11079.69 4154.88

8309.77

24

278772

6690528

28490.64

4748.44

9496.88

3561.33

7122.66

20

278772

5575440

23742.20

3957.03

7914.07

2967.77

5935.55

16

278772

4460352

18993.76

3165.63

6331.25

2374.22

4748.44

12

621362

7456344

31751.75

3175.18

6350.35

2645.98

5291.96

1015212 6091272

25938.79

2593.88

5187.76

2161.57

4323.13

Jumlah

3475830 63701008

7. Simpangan Horizontal Struktur


Defleksi maksimum didapatkan dari hasil pembebanan beban Comb 1 sebesar 0.1055
m.

Gambar 9. Simpangan Akibat Beban Comb 1

(a)
(b)
Gambar 10. Simpangan Horizontal Portal (a) Arah X (b) Arah Y
Tabel Simpangan Horizontal Portal Arah X
Joint
Text
161
160
159
158
157
156
155
2
1

U1
m
0.080543
0.077744
0.073161
0.066285
0.057177
0.046304
0.034391
0.023009
0.008799

U2
m
-0.10552
-0.10245
-0.0971
-0.08878
-0.07764
-0.0643
-0.04942
-0.03502
-0.01542

U3
m
-0.0041
-0.00407
-0.00398
-0.00381
-0.00355
-0.00319
-0.00272
-0.00034
-0.00024

R1
Radians
0.000397
0.000782
0.001318
0.001912
0.00242
0.00278
0.003059
0.001095
0.001798

R2
Radians
0.000491
0.000797
0.001283
0.001817
0.002286
0.002612
0.002758
0.001688
0.002019

R3
Radians
1.27E-06
5.73E-07
1.17E-06
1.03E-06
7.46E-07
4.57E-07
8.58E-07
0.000011
8.49E-08

Tabel Simpangan Horizontal Portal Arah X


Joint
Text
161
160
159
158
157
156
155
22
21

U1
m
0.080543
0.077744
0.073161
0.066285
0.057177
0.046304
0.034391
0.023007
0.008808

U2
m
-0.10552
-0.10245
-0.0971
-0.08878
-0.07764
-0.0643
-0.04942
-0.03511
-0.01541

U3
m
-0.0041
-0.00407
-0.00398
-0.00381
-0.00355
-0.00319
-0.00272
-0.00044
-0.00032

R1
Radians
0.000397
0.000782
0.001318
0.001912
0.00242
0.00278
0.003059
0.001283
0.002412

R2
Radians
0.000491
0.000797
0.001283
0.001817
0.002286
0.002612
0.002758
0.001468
0.001784

R3
Radians
1.27E-06
5.73E-07
1.17E-06
1.03E-06
7.46E-07
4.57E-07
8.58E-07
4.68E-06
2.12E-06

8. Gaya Aksial, Gaya Geser dan Gaya Momen pada Struktur


a) Gaya Aksial

Gambar 11. Gaya Aksial (P) pada Struktur Bangunan menggunakan SNI 2002
Dari hasil Analisa menggunakan sap2000 didapatkan nilai gaya aksial terbesar
terletak pada batang 76 dengan nilai 242196.43 kgf.

b) Gaya Geser

Gambar 12. Gaya Geser (V3) pada Struktur Bangunan menggunakan SNI 2002
Dari hasil Analisa menggunakan sap2000 didapatkan nilai gaya geser terbesar terletak
pada batang 313 dengan nilai 12731.31 kgf.

c) Gaya Momen

Gambar 13. Gaya Momen (M3) pada Struktur Bangunan menggunakan SNI 2002
Dari hasil Analisa menggunakan sap2000 didapatkan nilai gaya momen terbesar
terletak pada batang 30 dengan nilai 31241.08 kgf.

9. Pemeriksaan Waktu Getar Struktur (Rayleigh)


Menurut SNI 1726:2002 Pasal 6.2.2, jika struktur gedung untuk penentuan Faktor
Respon Gempa C ditentukan dengan rumus empiric maka nilainya tidak boleh
menyimpang lebih dari 20% dari nilai yang dihitung menggunakan persamaan
berikut:

1 = 6.3

=1 2
=1

Perhitungan waktu getar alami struktur arah X


Lantai

Wi
kg
166624
278772
278772
278772
278772
278772
278772
621362
1015212

9
8
7
6
5
4
3
2
1

1 = 6.3

di
cm
8.05
7.77
7.32
6.63
5.72
4.63
3.44
2.30
0.88

di2
cm2
64.87
60.44
53.53
43.94
32.69
21.44
11.83
5.29
0.77

Fix
kg
4730.29
7122.66
6331.25
5539.85
4748.44
3957.03
3165.63
3175.18
2593.88

Widi2

Fix di

10809190.22
16849340.79
14921360.29
12248408.78
9113640.23
5977040.10
3297150.41
3289577.92
786001.51
77291710.25

38099.20
55374.40
46320.08
36720.87
27150.15
18322.65
10886.91
7305.76
2282.35
242462.38

77291710.25
981{10 (7305.76 + 2282.35) + 6(38099.2 + + 10866.91)

= 1.447
Perhitungan waktu getar alami struktur arah Y

Wi
kg
166624

di
cm
10.552

di2
cm2
111.34

Fiy
kg
3547.72

8
7
6
5
4
3
2
1

278772
278772
278772
278772
278772
278772
621362
1015212

10.2451 104.96
9.7098 94.28
8.8775 78.81
7.7639 60.28
6.4295 41.34
4.9423 24.43
3.5105 12.32
1.5414
2.38

5341.99
4748.44
4154.88
3561.33
2967.77
2374.22
2645.98
2161.57

Lantai

Widi2

Fiy di

18552699.96

37435.54

29260487.30 54729.27
26282684.39 46106.40
21970023.06 36884.99
16803858.54 27649.81
11524008.03 19081.31
6809376.67
11734.11
7657423.11
9288.71
2412056.36
3331.84
141272617.42 246241.97

1 = 6.3

141272617.42
981{8 (9288.71 + 3331.84) + 12(37435.54 + + 11734.11)

= 1.403
Dari hasil perhitungan waktu getar alami dengan rumus Rayleigh didapatkan T 1x =
1.447 detik dan T1y = 1.403 detik. Karena nilai T1x dan T1y dibandingkan dengan
rumus empiris perbedaan yang kurang dari 20% maka tidak perlu dilakukan
perhitungan ulang.
10. Pembatasan Waktu Getar Struktur
Untuk mencegah penggunaan struktur gedung yang terlalu fleksibel, nilai waktu getar
alami fundamental T1 dari struktur gedung harus dibatasi.
1 <
Dimana nilai untuk wilayah gempa 5 bernilai 0.16. sehingga waktu getar alami
fundamental pembatas adalah
T1

< 0.16 (9) = 1.44 detik

Karena waktu getar T1 = 1.357 detik < 1.44 detik maka waktu getar memenuhi
persyaratan diatas dan dapat digunakan.
11. Kinerja Struktur Gedung
Gedung akan dikontrol berdasarkan nilai simpangan horizontal tingkat dan simpangan
horizontal antar tingkat. Dari hasil analisis SAP2000 didapaatkan output berupa
simpangan horizontal seperti berikut:
Tabel Simpangan Horizontal Arah x
Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

di
cm
8.0543
7.7744
7.3161
6.6285
5.7177
4.6304
3.4391
2.3009
0.8799

m
cm
0.2799
0.4583
0.6876
0.9108
1.0873
1.1913
1.1382
1.421
0.8799

Tabel Simpangan Horizontal Arah Y


Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

di
cm
10.552
10.2451
9.7098
8.8775
7.7639
6.4295
4.9423
3.5105
1.5414

m
cm
0.3069
0.5353
0.8323
1.1136
1.3344
1.4872
1.4318
1.9691
1.5414

a) Kinerja Batas Layan


Untuk mengetahi bahwa struktur portal bidang ini aman atau tidak berdasar kinerja
batas layan, maka simpangan antar tingkat (m) dibatasi dengan perhitungan sebagai
berikut:
=

0.03
30

Tabel Kontrol Batas Layan Arah X

Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

H
m
4
4
4
4
4
4
4
6
6

di
cm
8.0543
7.7744
7.3161
6.6285
5.7177
4.6304
3.4391
2.3009
0.8799

m
cm
0.2799
0.4583
0.6876
0.9108
1.0873
1.1913
1.1382
1.421
0.8799

ijin
cm
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
2.118
2.118

Ket
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman

Tabel Kontrol Batas Layan Arah Y


Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

H
m
4
4
4
4
4
4
4
6
6

di
cm
10.552
10.2451
9.7098
8.8775
7.7639
6.4295
4.9423
3.5105
1.5414

m
cm
0.3069
0.5353
0.8323
1.1136
1.3344
1.4872
1.4318
1.9691
1.5414

ijin
cm
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
1.4118
2.118
2.118

Ket
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Aman
Aman

b) Kinerja Batas Ultimit


Untuk mengetahui bahwa struktur portal bidang ini aman atau tidak berdasar kinerja
batas ultimit, maka simpangan antar tingkat maksimum ( m X ) dibatasi dengan
persamaan sebagai berikut
< 0.02
Dengan nilai untuk struktur gedung beraturan adalah 0.7 R
Tabel Kontrol Batas Ultimit Arah X
Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

H
cm
4
4
4
4
4
4
4
6
6

m
cm
0.2799
0.4583
0.6876
0.9108
1.0873
1.1913
1.1382
1.421
0.8799

m 0.7 R
cm
1.665405
2.726885
4.09122
5.41926
6.469435
7.088235
6.77229
8.45495
5.235405

0.02 H

Ket

8
8
8
8
8
8
8
12
12

Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman

Tabel Kontrol Batas Ultimit Arah Y


Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

m
cm
0.3069
0.5353
0.8323
1.1136
1.3344
1.4872
1.4318
1.9691
1.5414

H
cm
4
4
4
4
4
4
4
6
6

m 0.7 R
cm
1.826055
3.185035
4.952185
6.62592
7.93968
8.84884
8.51921
11.716145
9.17133

0.02 H

Ket

8
8
8
8
8
8
8
12
12

Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Aman
Aman

Dari hasil kontrol batas layan maupun ultimit didapatkan hasil bahwa pada arah Y
tidak

memenuhi.

Sehingga

diperlukan

perencanaan

lebih

jauh

untuk

memperhitungkan efek gempa yang terjadi. Dalam hal ini bisa digunakan damper
pada bangunan sebagai peredam maupun menggunakan dinding geser.
F.

Perhitungan Berdasarkan SNI 2012


1. Respon Spektrum Desain
Pada SNI 1726:2012, Grafik respons spectrum tidak disediakan melainkan dirancang
sendiri

menggunakan

parameter-parameter

percepatan

yang

dapat

dihitung

berdasarkan wilayah gempa dan struktur gedung yang akan dibangun.


Dengan acuan peraturan SNI 1726:2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, didapatkan hasil sebagai
berikut:

Ss (Parameter respons spectral percepatan gempa MCER terpetakan untuk periode


pendek). Dari peta pada Gambar 9 SNI 1726:2012 hal. 134 didapatkan bahwa Banda
Aceh memiliki nilai Ss= 1.5 g

S1 (Paramater respons spectral percepatan gempa MCE R terpetakan untuk periode 1.0
detik). Dari peta pada Gambar 10 SNI 1726:2012 hal 135 didapatkan bahwa S1=0.6 g

Gambar 14. Ss pada Banda Aceh

Gambar 15. S1 pada Banda Aceh

Kelas situs tanah pada Banda Aceh sesuai soal tertera tanah lunak. Sehingga Banda
Aceh merupakan kelas situs SE (tanah lunak)

Fa adalah koefisien situs untuk periode pendek (pada periode 0.2 detik). Fa pada
Banda Aceh didapatkan dari memetakan Ss pada Tabel 4 SNI 1726:2012.
Untuk Ss 1,25 dan kelas situs SE didapatkan Fa = 0.9

Fv adalah koefisien situs untuk periode panjang (pada periode 1 detik). Fv pada Banda
Aceh didapatkan dari hasil pemetaan nilai S1 pada Tabel 5 SNI 1726:2012.
Untuk S1 0.5 dan kelas situs SE didapatkan Fv = 2.4

SMS adalah parameter percepatan respons spektral MCE pada perioda pendek yang
sudah disesuaikan terhadap pengaruh kelas situs.
SMS

= Fa x Ss
= 0.9 x 1.5

= 1.35

SM1 adalah parameter percepatan respons spektral MCE pada perioda 1 detik yang
sudah disesuaikan terhadap pengaruh kelas situs.
SM1

= Fv x S1
= 2.4 x 0.6

= 1.44

SDS adalah parameter percepatan respons spektral pada perioda pendek,redaman 5


persen.
SDS

= 2/3 SMS
= 2/3 1.35

= 0.9

SD1 adalah parameter percepatan respons spektral pada perioda 1 detik,redaman 5


persen.

SD1

= 2/3 SM1
= 2/3 1.44

= 0.96

0,96

T0

= 0,2 1 = 0,2

Ts

= 1 =

Sa

= spektrum respons percepatan desain

0,9

0,96
0,9

= 0.213

= 1.067

= (0,4 + 0,6 ) dan 1


0

Untuk perioda yang lebih kecil dari T0, spectrum respon percepatan desain, Sa
diambil dari persamaan
= (0,4 + 0,6

)
0

Untuk periode lelbih besar dati atau sama dengan T 0, spectrum respon percepatan T0
dan lebih kecil atau sama dengan Ts spectrum percepatan desain, Sa sama dengan SDS.

Untuk periode lebih besar dari Ts, spectrum respon percepatan desan Sa diambil
berdasarkan persamaan
=

Sehingga didapatkan grafik respon spectrum desain seperti pada Gambar .

Respon Spektrum
1.00
0.90
0.80

0.70
0.60
0.50
0.40
0.30
0.20
0

0.5

1.5

2.5

Gambar 16. Spektrum Respons Desain


2. Perioda Fundamental Struktur (T)
Perioda fundamental struktur tidak boleh melebihi hasil koefisien untuk batasan atas
pada perioda yang dihitung (Cu) dan periode fundamental pendekatan, Ta.
= .

Dimana berdasarkan SNI 1726:2012 Tabel 14, koefisien untuk batas atas pada periode
yang dihitung (Cu) untuk SD1 0.4 adalah sebesar 1.4 dan perioda fundamental
pendekatan dihitung dengan persamaan sebagai berikut
=
Berdasarkan SNI 1726:2012 Tabel 15 nlai parameter pendekatan C t dan x untuk
rangka baja pemikul momen adalah 0.0724 dan 0.8
= 0.07224 0.8 = 0.07224(40)0.8 = 1.385
Sehingga, nilai periode fundamental struktur adalah
= . = 1.4 (1.385) = .
3. Faktor Keutamaan Struktur (I)
Berdasarkan pasal 4.1.2 SNI 1726:2012, pengaruh gempa rencana terhadapnya harus
dikalikan dengan suatu faktor keutamaan. Untuk gedung sekolah dan fasilitas
pendidikan kategori risiko memasuki kategori IV. Dari tabel 2 SNI 1726:2012
didapatkan untuk kategori resiko IV memiliki nilai faktor keutamaan gempa (I e)
sebesar 1.50.
4. Faktor Reduksi Gempa (R)
Berdasarkan Tabel 9 SNI 1726:2012, untuk rangka baja pemikul momen khusus nilai
koefisien modifikasi respons (R) adalah sebesar 8.
5. Koefisien Respon Seismik (Cs)
Koefisien respon seismin, Cs harus ditentukan dengan persamaan
=

0.90
=
= 0.169

8
( ) ( )
1.5

Nilai Cs diatas tidak boleh melebihi persamaan berikut


=

1
0.96
=
= 0.093

8
( ) 1.939 ( )
1.5

Sehingga nilai Cs menjadi 0.093. Nilai Cs juga tidak boeleh melebihi


Cs = 0.044 SDS Ie = 0.044 x 0.9 x 1.5 = 0.059 0.001
Karena S1 0.60 g maka nilai Cs harus tidak kurang dari L
=

0.51 0.90
=
= 0.056

8
( )
(1.5)

Sehingga nilai koefisien respon seismic, Cs adalah 0.093

6. Geser Dasar Seismik (V)


Geser dasar seismic (V) dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan sesuai dengan
persamaan berikut:
=
W adalah berat struktur bangunan yang terhitung sebesar 3475830 kg = 3475.83 ton
Sehingga nilai geser dasar seismic adalah
V = 0.093 x 3475.83 kg = 322.71298 kg = 3165.8 kN.
7. Distribusi Beban Gempa di Sepanjang Tinggi Bangunan
Gaya gempa lateral (Fi) (kN) yang timbul disemua tingkat harus ditentuakan dari
persaman berikut:
=
Nilai Cvi didapatkan dari persamaan
=


=1

Desain gempa arah x dan arah y didesai sama dengan persentase 100%. Sehingga nilai
kx = ky = k. k merupakan eksponen yang terkait dengan periode struktur. Karena
struktur memiliki perioda (T=1.939 detik) antara 0.5 dan 2.5, maka k harus sebesar 2
atau harus ditentukan dengan interpolasi linear atara 1 dan 2.
= 0.5 +

(1.939 0.5)
= 1.219
(2.5 0.5)

Pembagian nilai F dari masing-masing lantai ditunjukkan pada Gambar 7

Lantai

Hi
(m)

Wi (ton)

Wi Hik

Cvx

Fix =
Fiy

Arah x (ton)
Pojok

Tengah

Arah y (ton)
Pojok

Tengah

40

166.62

14970.06

0.12 374.47 62.41 124.82 46.81 93.62

36

278.77

22026.24

0.17 550.98 91.83 183.66 68.87 137.75

32

278.77

19079.51

0.15 477.27 79.54 159.09 59.66 119.32

28

278.77

16212.66

0.13 405.55 67.59 135.18 50.69 101.39

24

278.77

13434.52

0.11 336.06 56.01 112.02 42.01 84.02

20

278.77

10756.52

0.08 269.07 44.85 89.69

33.63 67.27

16

278.77

8194.14

0.06 204.97 34.16 68.32

25.62 51.24

12

621.36

12860.38

0.10 321.70 32.17 64.34

26.81 53.62

1015.21

9024.07

0.07 225.73 22.57 45.15

18.81 37.62

Jumlah

3475.83 126558.0996

Gambar 17 Pembebanan Gempa SNI 2012

8. Simpangan Horizontal Struktur

Gambar 18. Simpangan Akibat Beban Comb 1 (SNI 2012)

(a)

(b)

Gambar 19. Simpangan Horizontal Portal (a) Arah X (b) Arah Y

Tabel Simpangan Horizontal Portal Arah X


Joint
Text
161
160
159
158
157
156
155
2
1

U1
m
0.106214
0.102085
0.095239
0.085469
0.073098
0.058694
0.043178
0.028585
0.01082

U2
m
-0.13856
-0.13408
-0.12585
-0.11393
-0.09882
-0.08115
-0.06177
-0.04329
-0.01884

U3
m
-0.00479
-0.00475
-0.00464
-0.00445
-0.00414
-0.00372
-0.00316
-0.00036
-0.00026

R1
Radians
0.000616
0.001225
0.001999
0.002686
0.003263
0.003676
0.003975
0.001369
0.002219

R2
Radians
0.00074
0.001209
0.00189
0.002531
0.003072
0.00344
0.003574
0.002124
0.002507

R3
Radians
1.81E-06
1.42E-06
1.43E-06
1.17E-06
9.4E-07
5.64E-07
9.26E-07
0.000014
1.91E-08

Tabel Simpangan Horizontal Portal Arah Y


Joint
Text
161
160
159
158
157
156
155
22
21

U1
m
0.106214
0.102085
0.095239
0.085469
0.073098
0.058694
0.043178
0.028583
0.01083

U2
m
-0.13856
-0.13408
-0.12585
-0.11393
-0.09882
-0.08115
-0.06177
-0.0434
-0.01884

U3
m
-0.00479
-0.00475
-0.00464
-0.00445
-0.00414
-0.00372
-0.00316
-0.00048
-0.00035

R1
Radians
0.000616
0.001225
0.001999
0.002686
0.003263
0.003676
0.003975
0.001628
0.003016

R2
Radians
0.00074
0.001209
0.00189
0.002531
0.003072
0.00344
0.003574
0.001841
0.002214

R3
Radians
1.81E-06
1.42E-06
1.43E-06
1.17E-06
9.4E-07
5.64E-07
9.26E-07
5.9E-06
2.57E-06

9. Gaya Aksial, Gaya Geser dan Gaya Momen pada Struktur


a) Gaya Aksial

Gambar 20. Gaya Aksial (P) pada Struktur Bangunan menggunakan SNI 2012
Dari hasil Analisa menggunakan sap2000 didapatkan nilai gaya aksial terbesar
terletak pada batang 33 dengan nilai 243134.83 kgf.

b) Gaya Geser

Gambar 21. Gaya Geser (V3) pada Struktur Bangunan menggunakan SNI 2012
Dari hasil Analisa menggunakan sap2000 didapatkan nilai gaya geser terbesar terletak
pada batang 313 dengan nilai 16454.11 kgf.

c) Gaya Momen

Gambar 22. Gaya Momen (M3) pada Struktur Bangunan menggunakan SNI 2012
Dari hasil Analisa menggunakan sap2000 didapatkan nilai gaya momen terbesar
terletak pada batang 33 dengan nilai 38276.15 kgf.

10. Pemeriksaan Waktu Getar Struktur


Karena perhitungan gaya gempa berdasarkan pada perioda fundamental strukturan
struktur yang dihitung tanpa batasan ataas (CuTa) maka waktu getar tidak perlu lagi
diperiksa.
11. Kinerja Struktur Gedung
Pengecekan simpangan antar lantai tingkat diperhatikan dengan memperhitungkan
kategori risiko dari bangunan. Simpangan antar lantai tingkat desain () tidak boleh
melebihi simpangan antar lantai tingkat ijin (a) seperti pada tabel 16 SNI 1726:2012.
Untuk bangunan dengan kategori risiko IV dan semua struktur lainnya.
Tabel Simpangan antar lantai ijin, a

Dari tabel diatas didapatkan bahwa simpangan antar lantai ijin untuk sekolah di Aceh
adalah sebesar 0.010 (h). nilai untuk perpindahan dan kualitas simpangan antar lantai
harus dikalikan dengan kuantitas (Cd/Ie)
Tabel Kontrol Simpangan Antar Lantai Arah X
Lantai

di

m Cd/Ie

Ket

9
8
7
6
5
4
3
2
1

m
4
4
4
4
4
4
4
6
6

cm
10.6214
10.2085
9.5239
8.5469
7.3098
5.8694
4.3178
2.8585
1.082

cm
0.4129
0.6846
0.977
1.2371
1.4404
1.5516
1.4593
1.7765
1.082

cm
1.514
2.510
3.582
4.536
5.281
5.689
5.351
6.514
3.967

cm
4
4
4
4
4
4
4
6
6

Aman
Aman
Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Aman

Tabel Kontrol Simpangan Antar Lantai Arah Y


Lantai

di

m Cd/Ie

Ket

9
8
7
6
5
4
3
2
1

m
4
4
4
4
4
4
4
6
6

cm
13.8562
13.4078
12.5853
11.3927
9.8817
8.1148
6.1772
4.3403
1.884

cm
0.4484
0.8225
1.1926
1.511
1.7669
1.9376
1.8369
2.4563
1.884

cm
1.644
3.016
4.373
5.540
6.479
7.105
6.735
9.006
6.908

cm
4
4
4
4
4
4
4
6
6

Aman
Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman
Tidak Aman

Dari hasil kontrol simpangan antar lantai didapatkan hasil bahwa pada arah X maupun
arah Y tidak memenuhi. Sehingga diperlukan perencanaan lebih jauh untuk
memperhitungkan efek gempa yang terjadi. Dalam hal ini bisa digunakan damper
pada bangunan sebagai peredam maupun menggunakan dinding geser.
G.

Perbedaan Spektrum Respon Gempa


Pada pembahasan kali ini membahas mengenai perbedaan static ekivalen antara SNI
2002 dan 2012. Dari pembahasan diatas perbedaan diantara keduanya dibedakan oleh
Respon Spektrum Gempa Rencana. Pada SNI 20012 respon spectrum harus dirancang
sendiri tak seperti pada SNI 2002.
Perbedaan Spektrum Respon Gempa pada SNI 2002, SNI 2012 dan Puskim.pu.go.id
terlihat pada Gambar

(a)

Respon Spektrum
1.00
0.80
0.60
0.40
0.20
0

(b)

(c)
Gambar 23. Respon Spektrum Gempa Rencana (a) SNI 2002 (b) SNI 2012
(c) Puskim.pu.go.id
H.

Kesimpulan
Pembahasan pada point G memperlihatkan perbedaan yang signifikan terhadap
grafik respon antara respon spectrum gempa rencana berdasarkan SNI 2002, SNI
2012 dan Puskim. Perbedaan ketiga respon spectrum terlihat jelas dalam nilai
parameter respons spectral percepatan desai pada periode pendek seperti pada tabel
dibawah ini
Tabel Perbedaan Respon Spektrum pada Struktur
SDS

SNI 2002
0.9

SNI 2012
0.9

Puskim
0.616

Perbedaan terlihat jelas pada simpangan yang terjadi pada struktur yang
menggunakan standar SNI 2002 dan 2012. Dapat dilihat pada tabel di bawah ini
bahwa simpangan yang terjadi pada SNI 2012 lebih besar dari SNI 2002
Tabel Perbedaan Simpangan
(m)

SNI 2002

SNI 2012

U1

0.0805

0.1062

U2

0.106

0.1386

U3

0.004

0.0048

Selain simpangan perbedaan juga terlihat pada gaya-gaya pada struktur. Terlihat
pada tabel dibawah ini bahwa nilai gaya-gaya seperti gaya aksial, gaya geser dan gaya
momen SNI 2012 lebih besar dari pada SNI 2002.
Tabel Perbedaan Nilai Gaya-Gaya pada Struktur
kgf

SNI 2002

SNI 2012

Gaya Aksial (P)

242198.43

243134.83

Gaya Geser (V3)

12731.31

16454.11

Gaya Moemen (M3)

31251.08

38276.15

Dilihat dari simpangan yang besar dan juga gaya-gaya yang besar sudah dapat
dipastikan jika pada SNI 2002 bangunan diangap aman digunakan tidak dapat
dipastikan pada SNI-2012 bangunan dianggap aman. Pada perencanaan ini saja justru
lebih banyak ketidakamanan yang terdapat pada SNI 2012 secara keseluruhan
Tabel Kinerja Struktur Gedung
Lantai
9
8
7
6
5
4
3
2
1

SNI 2002
Arah X
Arah Y
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman Tidak Aman
Aman Tidak Aman
Aman
Aman
Aman
Aman

SNI 2012
Arah X
Arah Y
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman
Tidak Aman
Tidak Aman Tidak Aman
Tidak Aman Tidak Aman
Tidak Aman Tidak Aman
Tidak Aman Tidak Aman
Tidak Aman Tidak Aman
Aman
Tidak Aman