You are on page 1of 6

Komponen Rangkaian Kontrol Motor 3 Phase Forward-Reverse

1. MCB (Miniature Circuit Breaker)


MCB merupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker (bahasa
Inggris). Biasanya MCB digunakan oleh pihak PLN untuk membatasi arus
sekaligus sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik. MCB berfungsi
sebagai pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai
pengaman beban lebih. MCB akan secara otomatis dengan segera
memutuskan arus apabila arus yang melewatinya melebihi dari arus
nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Arus nominal yang
terdapat pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dan
lain sebagainya. Nominal MCB ditentukan dari besarnya arus yang bisa ia
hantarkan, satuan dari arus adalah Ampere, untuk kedepannya hanya akan
saya tulis dengan A. Jadi jika MCB dengan arus nominal 2 Ampere maka
hanya perlu ditulis dengan MCB 2A.

Gambar MCB (Miniature Circuit Breaker)

2.

TOR (Thermal Over Load)


Fungsi dari Overload relays adalah untuk proteksi motor listrik dari beban
lebih. Seperti halnya sekring (fuse) pengaman beban lebih ada yang
bekerja cepat dan ada yang lambat. Sebab waktu motor start arus dapat
mencapai 6 kali nominal, sehingga apabila digunakan pengaman yang
bekerja cepat, maka pengamannya akan putus setiap motor dijalankan.
Overload relay yang berdasarkan pemutus bimetal akan bekerja sesuai
dengan arus yang mengalir, semakin tinggi kenaikan temperatur yang
menyebabkan terjadinya pembengkokan , maka akan terjadi pemutusan
arus, sehingga motor akan berhenti. Jenis pemutus bimetal ada jenis satu
phasa dan ada jenis tiga phasa, tiap phasa terdiri atas bimetal yang terpisah
tetapi saling terhubung, berguna untuk memutuskan semua phasa apabila
terjadi kelebihan beban. Pemutus bimetal satu phasa biasa digunakan
untuk pengaman beban lebih pada motor berdaya kecil.

Gambar TOR (Thermal Over Load)


3.

Push Button
Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar
sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran
arus listrik dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem
kerja unlock disini berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung
atau pemutus aliran arus listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak
ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi normal.
2

Gambar Push Button


3. Kontaktor
Kontaktor merupakan saklar daya yang bekerja dengan prinsip
elektromagnetik. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam,
jika koil dialirkan arus listrik akan menjadi magnet dan menarik inti
magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON.
Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan
beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO. Kerusakan yang terjadi
pada kontaktor, karena belitan koil terbakar atau kontak tipnya saling
lengket atau ujung-ujung kontaknya terbakar.

Gambar Kontaktor

Diagram Kontrol Motor 3 Phase Forward-Reverse


Pada pengendalian satu motor dengan dua fungsi putaran yaitu forward dan
reverse kita bisa mendesainnya dengan melakukan instalasi kontrol dan instalasi
daya pada motor tersebut, secara umum bisa dilakukan dengan cara sebagai
berikut :

Diagram Kontrol Motor ForwardReverse


Keterangan :
OL
SO
SF
SR
KF
KR
H1
H2
H3

= Thermal Over Load


= Push Button Stop
= Push Button Forward
= Push Button Reverse
= Coil Kontaktor Forward
= Coil Kontaktor Reverse
= Lampu Indikator Forward
= Lampu Indikator Reverse
= Lampu Indikator Overload

Penjelasan prinsip kerja dari diagram kontrol diatas adalah sebagai berikut :
SF dan SR adalah push button start yang mengendalikan motor harus berputar
forward atau reverse. Saat push button SF ataupun SR ditekan maka kontak bantu
NO 13-14 dari masing-masing kontaktor yang beroperasi yang terpasang paralel
dengan push button tersebut akan segera mengunci sehingga fungsi push button
dalam hal ini adalah sebagai pemberi tegangan sesaat sehiungga jika kontak bantu
NO 13-14 yang terpasang paralel tersebut sudah mengunci maka kondisi push
button dari close menjadi open tidak berpengaruh lagi.
Pada kondisi putaran awal forward ataupun reverse, maka merubah arah putaran
secara langsung tidak bisa dilakukan karena coil kontaktor forward ataupun
reverse ter-interlock dengan kontaktor bantu NC 21-22 putaran lawannya. Ini
dimaksudkan sebagai pengaman karena proses forward menjadi reverse akan ada
pertukaran salah satu phase supply sehingga jika kondisi forward menuju reverse
bisa dilakukan langsung tanpa interlock, maka otomatis akan ada short circuit
antara phasa yang ditukar tersebut. Oleh sebab itu digunakanlah pengaman berupa
kontaktor bantu NC 21-22 yang dipasang serial pada masing-masing coil
kontaktor putaran lawannya yang berfungsi sebagai interlock jika salah satu
putaran motor beroperasi. jadi saat motor operasi forward, kontaktor reverse tidak
akan bisa dioperasikan, pun sebaliknya.
Perpindahan operasi dari forward menuju reverse atau sebaliknya, hanya bisa
dilakukan dengan menekan push button stop S0 terlebih dahulu. jadi ketika motor
berputar forward, push button reverse SR otomatis tidak bisa difungsikan. Anda
harus menekan push button S0 terlebih dahulu, baru push button reverse SR bisa
berfungsi. Begitu juga sebaliknya.
Saat motor operasi forward ataupun reverse anda bisa mengetahuinya dengan
melihat lampu indikator H1 dan H2. Saat motor operasi forward, lampu H1 akan
menyala, sedangkan saat motor operasi reverse, lampu H2 yang menyala. Jika
motor trip karena Thermal Over Load Relay bekerja, maka aliran listrik ke semua
coil kontaktor motor akan terputus dan lampu H3 akan menyala sebagai indikasi
overload.

Diagram Daya Motor 3 Phase Forward-Reverse


Jika sebelumnya anda mengetahui banyak cara modifikasi diagram control dari
motor forward - reverse, maka pada diagram daya motor ini akan diinstalasi sama
meskipun diagram kontrolnya berbeda-beda. Adapun diagram daya pada motor 3
phasa forward - reverse ini adalah sebagai berikut :

Diagram Daya Motor 3 Phase Forward-Reverse


Terlihat pada diagram diatas bahwa cara merubah putaran motor 3 phasa sangat
sederhana sekali, yaitu hanya menukar salah satu phase sumber atau phase input
motor saja. Adapun hubungan belitan motor tidak berpengaruh antara bintang
ataupun delta. Kuncinya hanya menukar salah satu phase sumber atau phase input
motor saja, Boleh antara S dan T seperti gambar diatas, R dan S, ataupun R dan T.