You are on page 1of 3

Pada proses pembentukan ATP melalui proses aerobic terjadi pada organel

sel yang disebut Mitokondria. Untuk menambah kedalaman pembahasan, selain


proses pembentukan ATP intra-mitokondria, dalam subbab ini akan dibahas juga
tentang struktur motokondria. Pada proses dalam mitokondria dihasilkan 36
ATP. Begitu besarnya ATP yang dihasilkan dibandingan dengan kedua system
energi sebelumnya, maka mitokondria dikenal juga sebagai pabrik energi.
Berikut ini akan dijelaskan tentang struktur mitokondria dan pembentukan ATP
didalam mitokondria.
Mitokondria terbentuk dari membrana luar dan membrane dalam yang terlipat
berbentuk Krista. Ruang diantara 2 membran tersebut disebut ruang intrakrista
dan ruang disisi dalam membrana dalam disebut ruang matriks. Secara umum
mitochondria mengambil tempat dilokasi yang membutuhkan banyak energi.
Mitokondria adalah satuan unit sel yang paling banyak ditemukan didalam sel dan
mempunyai peranan sebagai penghasil tenaga, serta memiliki bentuk yang paling
sempurna pada bagian-bagian sel yang memerlukan proses penyediaan energi
(Ganong, 1999).
Pada dasarnya mitokondria itu merupakan struktur yang dapat memperbanyak
dirinya sendiri, yang berarti bahwa satu mitokondria dapat membentuk mitokondria
kedua, ketiga dan seterusnya, hal ini diperlukan oleh sel untuk meningkatkan jumlah
ATP-nya (Guyton, 1996). Ukuran dan bentuk mitokondria ternyata berbeda-beda,
beberapa diantaranya hanya berdiameter sebesar beberapa ratus milimikron, dan
bentuknya globular, sedangkan yang lain diameternya dapat mencapai 1 mikron hingga 7
mikron dan berbentuk filamen (Guyton, 1996). Meskipun morfologi mitokondria dari sel
ke sel bervariasi, namun tiap mitokondria pada dasarnya mempunyai struktur yang

menyerupai sosis, yang mempunyai membran luar (outer membrane) dan membran dalam
(inner membrane) dan yang terliapt-lipat membentuk rak disebut cristae. Ruang yang
terdapat diantara dua membran dinamakan ruang intra cista atau inter membrane dan
ruang yang terdapat disisi dalam pada inner membrane disebut ruang matriks. Membran
luar mitokondria terdapat enzim yang berkaitan dengan oksidasi biologi, menyediakan
bahan mentah untuk terjadinya reaksi didalam mitokondria. Sedangkan enzim yang
mengkonversi hasil-hasil karbohidrat terdapat pada siklus Krebs (Tricarboxylat acyd
Cycle, atau TCA cycle) serta gula dan air (Sheeler & Bianchi, 1996).
Ukuran Mitokondria kira-kira sama dengan bakteri. Pada hepar agak memanjang
0,5-1,0 um x 3 um. Mitokondria seperti juga sel-sel yang lain (benda bebas di sitosol)
seperti pada ginjal, pancreas. Bila mitochondria terdapat pada tempat yang terbatas,
bentuknya lebih bervariasi. Mitokondria memiliki dua dinding yaitu outer dan inner
membran. Dalam memasukkan protein kedalam matrik mitokondria terjadi mekanisme
khusus. Pada mitokondria menurut Jutta, B. Mathias, F. Bauer Hans, G.S. Cristian, C.D.
Walter, N and Bruner, M (1995) membran bagian luar mitokondria mengandung sebuah
protein komplek (MOM Complex) dan membrane dalam (Mim Complex) memiliki
fungsi sebagai bagian mesin pengimport protein. Secara lebih jelas lagi, oleh Guyton,
(1999), Sherwood, (2001) struktur mitokondria dijelaskan sebagai berikut: Membran luar,
Membran luar mengandung protein transport yang disebut porin. Porin membentuk
saluran yang berukuran relatif lebih besar di lapisan ganda lipid membran luar; sehingga
membran luar dapat dianggap sebagai saringan yang memungkinkan lolosnya ion
maupun molekul kecil berukuran 5 kDa atau kurang, termasuk protein berukuran kecil.
Molekul-molekul tersebut bebas memasuki ruang antar membran, namun sebagian besar
tidak melewati membran dalam yang bersifat impermeabel. Ini berarti bahwa dalam hal
kandungan molekul kecil, di ruang antar membran bersifat ekuivalen dengan sitosol
sedangkan di ruang matriks berbeda. Protein yang terletak pada membran luar meliputi

berbagai enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid mitokondria dan enzim-enzim yang
mengubah substrat lipid menjadi bentuk lain untuk selanjutnya dimetabolisme di matriks
mitokondria. Membran dalam dan Krista, Membran dalam dan matriks mitokondria
terkait erat dengan aktivitas utama mitokondria yaitu terlibat dalam siklus asam
trikarboksilat, oksidasi asam lemak dan pembentukan energi. Rantai respirasi terdapat
dalam membran dalam ini. Ruang antar membrane, Ruang antar membran adalah ruang
yang berada di antara membran luar dan membran dalam mitokondria. Ruang ini
mengandung sekitar 6% dari total protein mitokondria dan beberapa enzim yang bekerja
menggunakan ATP (adenosine triphosphate) yang tengah melewati ruang tersebut untuk
memfosforilasi nukleotida lain. Matriks, Sebagian besar (sekitar 67%) protein
mitokondria dijumpai pada bagian matriks. Enzim-enzim yang dibutuhkan untuk proses
oksidasi piruvat, asam lemak dan untuk menjalankan siklus asam trikarboksilat terdapat
pada matriks ini. Rantai respirasi, Rantai respirasi dan inhibitornya dapat dilihat pada
Tabel 3 yang juga merupakan ringkasan jalur metabolik mitokondria. Semua kompleks
ini berada di membran dalam dan mereka dapat dicapai oleh substrat baik yang berada
pada membran maupun pada matriks. Telah diketahui pula berbagai inhibitor rantai
respirasi dan efek kliniknya yang dapat dianggap sebagai pengetahuan awal dari
mitochondrial medicine.