You are on page 1of 6

2.

1 Proses Manajemen Strategi


Menurut Wheelen dan Hunger (1996 : 9), Konsep dasar proses manajemen strategis
meliputi 4 elemen dasar, yaitu : Pengamatan lingkungan (Environmental Scanning),
Perumusan strategi (strategy Formulation), Implementasi strategi (strategy implementation)
dan evaluasi dan pengendalian (evaluation and control).
Model dari Manajemen Strategic dapat dilihat dibawah ini. Pengamatan lingkungan
meliputi monitoring, evaluasi dan mengumpulkan informasi dari lingkungan ekternal dan
internal dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategis (strategic factors) yaitu
elemen-elemen eksternal dan internal yang akan menentukan masa depan perusahaan. Upaya
yang paling sederhana untuk melakukan pengamatan lingkungan adalah melalui Analisa
SWOT.
Formulasi Strategi adalah mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengelola
secara efektif peluang dan ancaman lingkungan ekternal, dengan mempertimbangkan
kekuatan dan kelemahan (SWOT) perusahaan. Formulasi strategi mencakup pula kegiatankegiatan : mendefinisikan misi perusahaan, menetapkan tujuan yang ingin dicapai,
mengembangkan strategi, dan pengaturan pedoman kebijakan.
Menurut Fred David, analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang
berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu perusahaan.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam
mencapai tujuan tersebut.

2.2 Analisa Lingkungan


Didalam merancang strategi, tentunya perusahaan membutuhkan suatu dukungan
analisis komprehensif seperti riset-riset, perspektif umum, dll terutama kondisi dan audit
lingkungan internal dan eksternal. Dalam analisa lingkungan, dibagi menjadi dua ruang

lingkup yaitu eksternal, mengenai penelitian dan audit faktor/pengaruh yang muncul dari
perusahaan maupun industri dan internal, mengenai faktor-faktor yang ada dalam perusahaan
sebagai pengaruh yang krusial dalam perencanaan dan implementasi kebijakan maupun
strategi.

2.2.1 Analisa Lingkungan Eksternal


David menyatakan, secara langsung, kekuatan eksternal mempengaruhi baik pemasok
maupun distributor. Mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang dan ancaman eksternal
memampukan organisasi untuk mengembangkan suatu misi yang jelas, merancang strategi
guna mencapai tujuan jangka panjang, dan mengembangjan berbagai kebijakan untuk meraih
tujuan tahunan. Dalam pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisa lingkungan
eksternal sangat krusial dalam mempengaruhi kesuksesan implementasi strategi perusahaan
nantinya. Untuk melakukan audit eksternal, perusahaan tentunya wajib untuk menyediakan
tenaga-tenaga profesional untuk menjalankan proses analisa tersebut serta mendalami
identifikasi lingkungan terkait faktor-faktor berikut :
1. Factor-faktor yang termasuk lingkungan industri adalah :
a.

Penyedia/pemasok (supplier) dengan adanya pemasok factor-faktor produksi, muncul

kegiatan produksi, di samping itu pemasok juga menunjang kelangsungan hidup dunia usaha
b.
Perantara adalah pihak-pihak yang berperan dalam penyebaran hasil-hasil produksi dari
produsen ke tangan konsumen hingga siap dikonsumsi, misalnya distributor, pengecer dan
sebagainya
c.
Teknologi berkaitan secara langsung dengan perkembangan proses pengoilahan yang
berupoa penemuan baru baik peralatan maupun metode kerjanya. Lembaga yang
d.

berkecimpung dalam bidang ini misalnya lembaga ristek, Litbang dan sebagainya
Pasar dalam arti luas. Meskipun letaknya berada di luar kegiatan produksi, tetapi karena
seluruh hasil produksi adalah untuk melayani (dijual ke) pasar, maka semua pihak yang
terlibat dan berada di dalam pasar termasuk unsure lingkungan eksternal mikro
2. faktor lingkungan sosial adalah sebagai berikut :

a.
b.

Keadaan alam
Politik dan hankam, keadaan politik dan pertahanan keamanan secara umum menciptakan

c.

iklim ketenangan usaha


Hokum peraturan perundangan-undanagan yang berlaku misalnya undang-undang
perpajakan, perburuhan dan sebagainya

d.

Perekonomian, tingkat pendapatan, pola-pola pemenuhan kebutuhan masyarakat, tingkat

investasi dan sebagainya


e.
Pendidikan dan teknologi tingkat kecerdasan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan
penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi pada umumnya
f.
Social dan kebudayaan : pandangan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat seperti terwujud
dalam norma-norma etika dan social, kepercayaan, agama, kesenian, pola hubungan antar
g.

individu dan sitem kerja samanya, sertta strata social


Kependudukan jumlah tingkat kelahiramn-kematian, penyebaran penduduk (misalnya

h.

urbanisasi dan transmigrasi), umur dan jenis kelamin


Hubungan internasional : mencakup banyak hal seperti proteksi bahan barang dan jasa,
nialai tukar mata uang teknologi, kebudayaan, polkam dan sebagainya

2.2.2 Analisa Lingkungan Internal


Proses audit Internal tidak akan pernah terlepas dari struktur internal, kebijakan,
penentuan kekuatan-kelemahan, faktor-faktor pengorganisasian umum seperti pengendalian
sumber daya yang dimiliki perusahaan serta perpaduan dan pengembangan informasi
mengenai setiap fungsional perusahaan seperti manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi,
pemasaran/marketing, sistem informasi manajemen, produksi/operasi, penelitian dan
pengembangan (Litbang). Berikut adalah scope atau poin-poin yang akan selalu diidentifikasi
dan dinilai sebagai pertimbangan yang akan membawa pengaruh bagi audit internal
perusahaan. Kekuatan dan kelemahan, audit menyeluruh berkaitan dengan sumber daya yang
ada didalamnya yaitu :
1)

Fungsi manajemen
Adalah fungsi yang terdiri atas lima aktivitas pokok,yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pemotivasian, penempatan staff dan pengontrolan. Aktivitas-aktivitas ini bertujuan untuk
memastikan segala implementasi kebijakan dan tugas-tugas setiap fungsional dapat sinkron
dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Aktivitas tersebutpun terkait dengan tahap
proses manajemen stratefis, yaitu perumusan strategi pada aktivitas perencanaan, penerapan
strategi pada aktivitas pengorganisasian, pemotivasian dan penempatan staff, serta
pengevaluasian strategi pada aktivitas pengendalian.

2)

Fungsi Pemasaran
Dimana fungsi yang memfokuskan pada proses pendefinisian, pengantisipasian dan
pemenuhan kebutuhan konsumen akan produk dan jasa, Tujuh fungsi pemasaran yang
diterapkan sebagai analisis pokok adalah analisis konsumen, penjualan produk dan jasa,

perencanaan produk dan jasa, penetapan harga, distribusi, riset pemasaran, dan analisis
peluang.
3)

Fungsi Keuangan/Akuntansi
David (2010), fungsi akuntansi terdiri atas tiga keputusan, yaitu keputusan investasi,
pembiayaan dan keputusan dividen. Dalam penentuan kinerja keuangan terkait kekuatan dan
kelemahannya, sering digunakan perhitungan rasio yang terkait ketiga keputusan tersebut.
Rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan finansial perusahaan dibagi
menjadi lima jenis yaitu (a) Rasio likuiditas, untuk mengukur kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban jangka pendek, (b) Rasio pengungkit, Sejauh mana perusahaan didanai
oleh utang, (c) Rasio aktivitas, mengukur efektifitas pemanfaatan sumberdaya perusahaan,
(d)

Rasio

profitabilitas,

mengukur

keefektifan

manajemen

dalam

mengusahakan

pengembalian yang diharapkan, dan (e) Rasio pertumbuhan, mengindikasikan kemampuan


perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan ekonomi dan
4)

industri.
Fungsi Produksi/Operasi
Yaitu segala aktivitas perusahaan mengubah input menjadi output. Input dideskripsikan
sebagai sumber daya produksi dan output sebagai barang/jasanya. Fungsional ini mengolah
input, mentransformasikan, dan mengelola output yang beragam dari satu industri atau pasar

5)

ke industri atau pasar lainnya.


Fungsi Penelitian dan Pengembangan
Dalam fungsional ini, litbang dibagi menjadi dua bentuk dasar yaitu, litbang internal yang
mana organisasi menggunakan tenaga ahli dalam departemennya sendiri untuk menjalankan
kegiatan penelitian dan pengembangannya dan litbang eksternal atau litbang kontrak dimana
perusahaan merekrut para peneliti, aliansi/lembaga independen untuk menjalankan
tugasnya.Fokus utama litbang sangat beragam, tergantung dari objektif perusahaan dan

6)

strategi yang diimplementasikan.


Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Merupakan fungsi yang menyediakan alternatif khusus bagi fungsi yang lain sebagai
landasan yang akan mempermudah fungsi-fungsi tersebut dengan tujuan meningkatkan
kinerja dan kualitas dalam pengambilan keputusan manajerial. Bentuk operasi dan delegasi
dari fungsional ini berupa kombinasi implementasi peranti lunak terhadap perencanaan
strategi perusahaan.
2.3 Formulasi Strategi

Perumusan strategi merupakan pengembangan rencana jangka panjang untuk


manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan
kelemahan perusahaan. Misi organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi
hidup. Pernyataan misi yang disusun dengan baik mendefinisikan tujuan mendasar dan unik
yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain.
Tujuan. Tujuan adalah hasil akhir aktivitas perencanaan. Tujuan merumuskan apa yang akan
diselesaikan dan kapan akan diselesaikan, dan sebaiknya diukur jika memungkinkan.
Pencapaian tujuan perusahaan merupakan hasil dari penyelesaian misi.
Strategi. Strategi perusahaan merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang
bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Strategi akan memaksimalkan
keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing.
Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan organisasi secara
keseluruhan. Kebijakan merupakan pedoman luas yang menghubungkan perumusan strategi
dan implementasi.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
a. Visi dan Misi
Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa
dating yang diinginkan untuk terwujud tentang keadaan di masa dating yang diinginkan untuk
terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang
paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Berikutnya adalah Misi. Misi adalah penjabaran
secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf
perusahaan.
b. Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal
Realisasi misi perusahaan akan menjadi sulit dilakukan jika perusahaan tidak berinteraksi
dengan lingkungan eksternalnya. Oleh karena itu, tindakan untuk mengetahui dan
menganalisis lingkungan eksternalnya menjadi sangat penting karena pada hakikatnya
kondisi lingkungan eksternal berada di luar kendali organisasi. Selain pemahaman kondisi
lingkungan eksternal, pemahaman kondisi lingkungan internal perusahaan secara luas dan
mendalam juga perlu dilakukan. Oleh karena itu, strategi yang dibuat perlu bersifat konsisten
dan realistis sesuai dengan situasi dan kondisinya. Berdasarkan pemahaman lingkungan
internal ini, hendaknya kelemahan dan juga kekuatan yang dimiliki perusahaan dapat
diketahui. Selain mengetahui kekuatan dan kelemahan, perusahaan perlu mencermati peluang
yang ada dan memanfaatkannya agar

perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Perlu diingat bahwa bila peluang disia-siakan,
dapat saja peluang berbalik menjadi ancaman bagi perusahaan. Logikanya karena peluang
yang disia-siakan tadi dimanfaatkan oleh pesaing.
c. Analisis Pilihan Strategi
Pada dasarnya setiap perusahaan, dalam menjalankan usahanya, mempunyai strategi. Namun,
para pimpinan perusahaan kadang-kadang tidak tahu atau tidak menyadarinya. Bentuk
strategi berbeda-beda antar-industri, antarperusahaan, dan bahkan antar-situasi. Namun
adasejumlah strategi yang sudah umum diketahui, dimana strategi-strategi ini dapat
diterapkan pada berbagai bentuk industri dan ukuran perusahaan. Strategi-strategi ini
dikelompokkan sebagai strategi generic. Dari bermacam-macam strategi dalam kelompok
strategi generic ini akan dipilih salah satu atau kombinasi beberapa strategi induk (grand
strategy) dengan menggunakan cara-cara tertentu.
d. Sasaran Jangka Panjang
Upaya pencapaian tujuan perusahaan merupakan suatu proses berkesinambungan yang
memerlukan pentahapan. Untuk menentukan apakah suatu tahapan sudah dicapai atu belum
diperlukan suatu tolak ukur, misalnya kurun waktu dan hasil yang ingin dicapai dirumuskan
secara jelas, yaitu dengan angka-angka kuantitatif. Pembuatan sasaran jangka panjang ini
mengacu kepada strategi induk yang telah ditetapkan sebelumnya.
2.4 Implementasi Strategi
Implementasi Strategi adalah jumlah keseluruhan aktivitas dan pilihan yang
dibutuhkan untuk dapat menjalankan perencanaan strategis. Implementasi strategis
merupakan proses dimana beberapa strategi dan kebijakan diubah menjadi tindakan melalui
pengembangan program, anggaran dan prosedur. Walaupun implementasi biasanya baru
dipertimbangkan setelah strategi dirumuskan, akan tetapi implementasi merupakan kunci
suksesnya dari manajemen strategic. Perumusan strategi dan implementasi strategi harus
dilihat seperti dua sisi mata uang. Implementasi strategi erat kaitannya dengan pelaksanaan
isu-isu strategi seperti keuangan, pemasaran, operational dan sebagainya. Berikut isu-isu
dalam mengimplementasi strategi: