You are on page 1of 21

ABILITY TO PAY

DAN
WILLINGNESS TO PAY
Julita Hendrartini

ABILITY TO PAY

Adalah kemampuan
seseorang atau keluarga untuk
membayar (biaya pelayanan
kesehatan)
Biasanya dicerminkan oleh
tingkat pendapatan atau
pengeluaran rumah tangga
dipengaruhi oleh , a.l :
tingkat pendidikan

WILLINGNESS TO PAY

Adalah kemauan seseorang


untuk membayar (biaya
pelayanan kesehatan)
Dipengaruhi oleh :
ATP (kemampuan membayar)
Pengetahuan (tingkat pendidikan)
Pengalaman masa lalu
Persepsi

Mengapa perlu mengukur ATP


dan WTP

Menjaga keseimbangan supply


dan demand
ATP dan WTP akan mempengaruhi
efficiency dan equity

Sebagai dasar kebijakan


penetapan tarif yang rasional

CARA PENGUKURAN ATP DAN


WTP
1. Observasi mengenai pola
utilisasi, health expenditure
pelayanan kesehatan masa lalu
Informasi mengenai pengeluaran riil
biaya pelkes (sekaligus memberikan
info ttg potensial market)
Kelemahan :
Pasar pelayanan kesehatan mungkin
sudah berubah
Biaya yang dikeluarkan mungkin belum
mencerminkan biaya maksimum yang
mau dan mampu dibayarkan

CARA PENGUKURAN ATP DAN


WTP
2. Menanyakan langsung berapa mereka
MAU dan MAMPU membayar
pelayanan kesehatan tertentu
a. Menanyakan pengalaman utilisasi
pelayanan, dan pengeluaran
b. Menanyakan ttg karakteristik
pengeluaran rumah tangga
c. Menggunakan skenario tertentu
Diskripsi pelayanan, gambaran institusi
pelayanan kesehatan, mekanisme
pembayaran, persepsi terhadap resiko sakit
dan presepsi terhadap efektifitas pelayanan

WILLINGNESS TO PAY
METODE PENGUKURAN :
BERDASAR PENGELUARAN BIAYA
KESEHATAN YANG DIKELUARKAN DALAM
SETAHUN
MENANYAKAN LANGSUNG DENGAN
METODE BERTINGKAT BERAPA BIAYA
YANG MAU DIBAYARKAN

VALIDITAS SULIT DIJAGA, KARENA


SULIT MENDAPATKAN JAWABAN YANG
BENAR

ASUMSI DALAM PENGUKURAN


ATP (Depkes)
PROSENTASE PENDAPATAN
(NORMATIF), SEKITAR 3 4 %
PENGELUARAN KEBUTUHAN
SEKUNDER DAN TERTIER (5 % DARI
PENGELUARAN NON MAKANAN)
KEMAMPUAN RIIL DITAMBAH 50 %
DARI PENGELUARAN TAMBAHAN
DAN TEMBAKAU
KEMAMPUAN RIIL DITAMBAH
TEMBAKAU DIBAGI 2

CONTOH PROFIL PENGELUARAN RT


Variabel

2001

2004 Primer 2007

Pangan

405.214,3

588.808,00 1.060.000,00

Non Pangan (1)

158.667,7

330.264,80 1.266.666.67

Total Pengeluaran

563.882,0

919.072,80 2.326.666,67

Jumlah Rumah Tangga

768

576

150

CONTOH HASIL PERHIT ATP


2001
Kriteria I
Pangan (Esensial)a
Non Pangan (2)b
Disposible Income
ATP (5% disposible
Income)
Kriteria II
Rokok
Rokok + Non Pangan (1)
ATP = 10 % X (rokok +
Non pangan(1))
Kriteria III
ATP = 4% X total
Pengeluaran

2004

318.613,30
245.268,70
245.268,70
12.263,44

448.607,10
470.465,70
470.465,70
23.523,28

54.953,13
213.620,90
21.362,09

94.408,48
359.345,60
35.934,56

22.555,28

36.762,91

Primer 2007

Na.
Na.
63.333,33

193.000,00

Estimasi
2006

PERHITUNGAN ATP
MELALUI DATA PRIMER / SURVEI

Tabel rincian penggunaan rata-rata uang saku akomodasi


dan biaya makan per bulan

No

Jenis pengeluaran

Rata-rata per bulan


(Rp)

Perlengkapan mandi

5.024.56

2.06

Minyak wangi

7.496.49

3.07

Rekreasi

10.807.02

4.43

Olah raga

9.228.07

3.78

Kesehatan

8.824.56

3.62

Uang jajan

9.894.74

4.06

Sumbangan

10.052.63

4.12

Buku

14.052.63

5.76

Sabun cuci

4.968.42

2.04

10

Rokok

5.035,09

2.06

11

Lainnya

11.754,39

4.82

12

Akomodasi

35.052,63

14.37

13

Biaya makan

111.789,47

45.82

14

Total

243.980,70

100

PENGELUARAN RUMAH TANGGA


Variabel

JUML Rata-rata

SD

Minimum

Maximum

Makan
food

640

328,955

187,067

39,428

1,475,143

Minuman Beralkohol

640

1,523

19,403

428,571

Tembakau & Sirih

640

39,532

63,915

900,000

Perumahan &
Fasilitas

640

168,550

341,432

8,250

6,594,175

Aneka Barang & Jasa

640

39,511

58,065

692

1,008,333

Pendidikan

640

74,459

135,586

1,592,083

Kesehatan

640

30,628

157,065

3,289,333

Pakaian

640

25,103

27,511

432,867

Investasi

640

36,445

201,391

3,333,646

Pajak & Asuransi

640

7,484

21,844

312,500

Non-Makan

PENGELUARAN RT

Total
Pengeluaran
Jumlah

15

Pangan

Kesehatan
15

15

ATP
5%*(Exp-pangan)

Rokok
15

15

Rata-rata

2.326.666,67 1.060.000,00

62.666,67 193.000,00

63.333,33

Median

2.250.000,00 1.050.000,00

0,00 135.000,00

70.000,00

Modus

3,000,000,00 1.500.000,00

0,00

0,00

75.000,00

452.848,13 167.479,92 242.919,74

28.514,83

Range

2.300.000.00 1.500.000,00 540.000,00 750.000,00

85.000,00

Minimum

1.200.000,00

0,00

15.000,00

Maksimum

3.500.000,00 1.500.000,00 540.000,00 750.000,00

100.000,00

Std. Deviasi

787.143,72

Sumber: Data primer Natuna, 2007

0,00

0,00

The household capacity to pay is defined


non subsistence (untuk makan dan
minum utama /sekedar hidup )

BIAYA OOP UNT KESEHATAN


(data susenas)

Rawat Inap
Rawat
Jalan
Berobat
Sendiri
/Beli
Obat

640

6,841

640

17,280

640

6,508

30,628

57,802 0

1,208,333

22.34%

103,918 0

2,081,000

56.42%

37,428 0

759,000

21.25%

157,065 0

3,289,333

latihan
Hitung berapa ATP masyarakat dari data
atas ?
gunakan tiga jenis cara untuk
menetapkan ATP dan bandingkan
ketiganya

Perbandingan ATP dan WTP


WTP Jasa Medis Dokter & ATP
300,000
250,000
200,000
150,000
100,000
50,000
0
Sumatra Bengkulu
Utara

DKI

Jaw a
Tengah

WTP ke Dokter Umum

DIY

NTB

Sulut

WTP ke Dokter Spesialis

Papua

ATP

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


DALAM SURVEI ATP UNTUK TARIF RS

Responden sebaiknya yang yang


merupakan segmen pasar rumah
sakit, baik yang sudah
menggunakan maupun yang belum
Pertanyaan sebaiknya di buat
sederhana dan jelas, jika perlu
dibuat model skenario

ALAT UKUR

Open ended question


Closed question
Bidding game
Pertanyaan beringkat sampai ke level
tertentu

KESIMPULAN

Informasi ttg ATP dan WTP mutlak


diperlukan untuk meningkatkan
efisiensi biaya pelayanan kesehatan
dan tarif pelayanan yang rasional
Salah satu kendala pengukuran
ATPdan WTP yang utama adalah
masalah validitas data (terkait dengan
budaya Indonesia)