You are on page 1of 9

Makalah Stroke Epidemiologi Penyakit

Tidak Menular
5:26 AM Irma Haeruddin Labels: epidemiologi stroke, faktor resiko stroke, gambaran
klinik dan diagnosis stroke, mekanisme stroke, penanggulangan stroke, pencegahan stroke,
pengertian stroke

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis akut yang disebabkan oleh
gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan
gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.Stroke
merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius karena ditandai dengan
tingginya morbiditas dan mortalitasnya. Selain itu, tampak adanya kecenderungan
peningkatan insidennya (Bustan, 2007)
Batasan yang dikemukakan oleh WHO Task Force in Stroke and Other
Cerebrovascular Disease tahun 1989, stroke secara klinis adalah disfungsi
neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dan timbul secara
mendadak (dalam beberapa detik) atau cepat (dalam beberapa jam) dengan gejalagejala dan tanda-tanda yang sesuai dengan daerah fokal otak yang terganggu.
Pada umumnya disfungsi itu berupa hemiparalisis atau hemiparesis yang
disertai dengan defisit sensorik dengan atau tanpa gangguan fungsi luhur.Di dalam
praktik, stroke (bahasa Inggris) umum digunakan sebagai sinonim Cerebro Vascular
Disease (CVD) dan Kurikulum Inti Pendidikan Dokter di Indonesia (KIPD),
mengistilahkan stroke sebagai penyakit akibat gangguan peredaran darah otak
(GPDO).
Mengenai klasfikasi stroke, telah banyak institusi yang mengemukakan
berbagai klasifikasi stroke.Seperti yang dibuat oleh Stroke Data Bank, World Health
Organization (WHO, 1989) dan National Institute of Neurological Disease and Stroke
(NINDS, 1990).Pada dasarnya klasifikasi tersebut dikelompokkan atas dasar
manifestasi klinik, proses patologi yang terjadi di otak dan tempat lesinya.Hal ini

berkaitan dengan pendekatan diagnosis neurologis yang melakukan diagnosis klinis,


diagnosis kausal, dan diagnosis topis (Bustan, 2007).
1.

Klasifikasi yang dipakai saat ini (Bustan, 2007) adalah sebagai berikut:
Berdasarkan manifestasi klinik

a. Transient Ischemic Attack (TIA), serangan kurang dari 24 jam.


b. Stroke in Evolution (SIE), hilang dalam 2 minggu.
c. Reversible Ischemic Neurological Deficit (RIND).
d. Completed Stroke
2. Berdasarkan proses patologik (kausal)
a. Infark
b. Perdarahan Intra Serebral
c. Perdarahan subarachnoidal
3. Berdasarkan tempat lesi
a. Sistem karotis
b. Sistem vertebrobasiler
B. Rumusan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian stroke?
2. Untuk mengetahui epidemiologi mengenai penyakit stroke?
3. Untuk mengetahui Faktor Resiko stroke?
4. Untuk mengetahui Gambaran Klinik dan Diagnosis stroke?
5. Untuk mengetahui Mekanisme stroke?
6. Untuk mengetahui Pencegahan stroke?
7. Untuk mengetahui Penanggulangan stroke?

C. Tujuan
Makalah ini di susun untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca
tentang penyakit stroke agar dapat mengenalinya dan cara menangani penyakit
stroke.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Stroke, cerebrovascular accident, CVA) adalah suatu kondisi yang terjadi
ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu.Dalam jaringan otak,
kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat
merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak.Kematian jaringan otak dapat
menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu.Stroke adalah
penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di
Eropa (Jauch, 2005).
Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis akut yang disebabkan oleh
gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan
gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.Stroke
merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius karena ditandai dengan
tingginya morbiditas dan mortalitasnya. Selain itu, tampak adanya kecenderungan
peningkatan insidennya (Bustan, 2007)
B. Epidemiologi
Stroke ditemukan pada semua golongan usia, namun sebagian besar akan
dijumpai pada usia di atas 55 tahun. Ditemukan kesan bahwa insiden stroke
meningkat secara eksponensial dengan bertambahnya usia, dimana akan terjadi
peningkatan 100 kali lipat pada mereka yang berusia 80-90 tahun. Insiden usia 8090 tahun adalah 300/10.000 dibandingkan dengan 3/10.000 pada golongan usia 3040 tahun. Stroke banyak ditemukan pada pria dibandingkan pada wanita. Variasi
gender ini bertahan tanpa pengaruh umur (Bustan, 2007). Tetapi perempuan,
khususnya perempuan yang pada menopause (usia 40-55 tahun) lebih beresiko
terserang stroke dibandingkan laki-laki (Utama, 2008).
Kasus stroke meningkat di Negara maju seperti Amerika, dimana kegemukan
dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun
terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika.Dari data tersebut menunjukkan bahwa
setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke (anonym,
2007).
Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena
serangan stroke, sekitar 2,5% atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat

ringan maupun berat (anonym, 2008). Stroke merupakan penyakit nomor tiga yang
mematikan setelah jantung dan kanker.Bahkan menurut survey tahun 2004, stroke
merupakan pembunuh nomor satu di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia
(anonym,

2007).

Jumlah penderita stroke di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang tercatat
sebanyak 56 orang pada Januari dan 63 orang pada Februari 2007. Jumlah ini naik
lagi pada Mei hingga mencapai 76 orang (Bintariadi, 2007).
C. Faktor Resiko
Dalam upaya pencegahannya maka diperlukan identifikasi karakteristik
epidemiologinya yang dapat merupakan sebagai faktor resiko stroke.Faktor resiko ini
menyebabkan orang menjadi lebih rentan atau mudah mengalami stroke.
Faktor-faktor resiko yang selama ini telah diidentifikasi dapat berupa
hipertensi, diabetes mellitus, riwayat stroke sebelumnya, obesitas, dan kebiasaan
merokok. Selain itu, disebutkan juga beberapa faktor yang dicurigai berkaitan
dengan stroke seperti alkohol, kontrasepsi hormonal, trauma, dan herpes zoster .
Beberapa faktor resiko stroke yang dapat disebutkan, yakni:
1. Umur: Rate meninggi sesuai dengan pertambahan umur.
2. Ras: lebih tinggi black dari white.
3. Seks: lelaki > wanita.
4. Hipertensi: faktor resiko tertinggi dari stroke.
5. Diabetes (> 120mg/100ml): kuat asosiasinya, kapiler rapuh.
6. Penyakit jantung sebelumnya: resiko meninggi sampai 3 x.
7. Atrial fibrilation/TIA: faktor resiko kuat.
8. Obesitas: inconsistent findings.
9. Rokok: tidak ditemukan efek besar, kapiler kaku.
10. Kolesterol dan trigliserida: inconsistent.
Di antara faktor resiko di atas, dapat disebutkan 4 major risk factors dari stroke:
1. Hipertensi
2. Transient ischemic attack
3. Hipercholesterolemia
4. DM
Sidharta

(1985)

memperingatkan

bahwa

Cerebrovascular

Disease

merupakan penyakit orang-orang golongan usia di atas 50 tahun, karena pada


orang-orang

golongan

tersebut

terdapat

arterioslerosis

serebri.

Proses

atherosklerosis disebabkan dan ditentukan oleh faktor keturunan, hipertensi dan


cara hidup. Semua faktor yang menentukan timbulnya manifestasi stroke dikenal
sebagai faktor resiko stroke, dikenal juga sebagai stroke profile; sehingga orangorang yang mempunyai stroke profile dinamakan stroke prone person, yaitu orangorang yang mempunyai kecenderungan untuk mengidap stroke (Bustan, 2007).
D. Gambaran Klinik dan Diagnosis
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan
menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian
stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat
bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).
Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode
stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi
beberapa perbaikan.Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak
yang terkena.
Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala
stroke berikut:
a. Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
b. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
c. Penglihatan ganda.
d. Pusing
e. Bicara tidak jelas (rero).
f. Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
g. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
h. Pergerakan yang tidak biasa.
i. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
j. Ketidakseimbangan dan terjatuh.
k. Pingsan
Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan
hasil pemeriksaan fisik.Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi
kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk
mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular
Disease/CVD), yaitu Computed Tomography Scanning (CT Scan) dan Magnetic
Resonance Imaging (MRI).

CT Scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan
relative murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT Scan kurang
sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT Scan atau
MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari
stroke, apakah perdarahan atau tumor otak.Kadang dilakukan angiografi yaitu
penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau
fluoroskopi (anonym, 2007).
E. Mekanisme
Stroke

dibagi

menjadi

dua

jenis

yaitu

stroke

iskemik

dan

stroke

hemorragik.Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena atherosklerosis


(penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang
telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.Penyumbatan bisa terjadi di
sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju otak.Darah ke otak disuplai oleh
dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis.Arteri-arteri ini merupakan
cabang dari lengkung aorta jantung.Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk
di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran
darah.Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam
keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak.Endapan lemak juga
bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat
arteri yang lebih kecil.
Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran
darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan
merusaknya.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan
penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain
dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan
stroke (anonym, 2007).
F. Pencegahan
Di antara sekian banyak faktor resiko stroke, hipertensi dianggap yang paling
berperan.Intervensi

terhadap

hipertensi

dibuktikan

mampu

mempengaruhi

penurunan stroke dalam komuniti.Namun demikian, upaya pencegahan stroke tidak


semata ditujukan kepada hipertensi stroke. Ada pendekatan yang menggabungkan

ketiga bentuk upaya pencegahan dengan empat faktor utama yang mempengaruhi
penyakit (gaya hidup, lingkungan, biologis, dan pelayanan kesehatan), (Bustan,
2007).
1. Pencegahan Primer
a. Gaya hidup: Reduksi stress, makan rendah garam, lemak dan kalori, exercise, no
smoking, dan vitamin.
b. Lingkungan: Kesadaran atas stres kerja.
c. Biologi: Perhatian terhadap faktor resiko biologis (jenis kelamin, riwayat keluarga),
efek aspirin.
d. Pelayanan kesehatan: Health Education dan pemeriksaan tensi.
2. Pencegahan Sekunder
a. Gaya hidup: Manajemen stres, makanan rendah garam, stop smoking, penyesuaian
gaya hidup.
b. Lingkungan: Penggantian kerja jika diperlukan, family counseling.
c. Biologi: Pengobatan yang patuh dan cegah efek samping.
d. Pelayanan kesehatan: Pendidikan pasien dan evaluasi penyebab sekunder.
3. Pencegahan Tersier
a. Gaya hidup: Reduksi stres, exercise sedang, stop smoking.
b. Lingkungan: Jaga keamanan dan keselamatan (rumah lantai pertama, pakai wheelchair) dan familiy support.
c. Biologi: Kepatuhan berobat, terapi fisik dan speech therapy.
d. Pelayanan kesehatan: Emergency medical technic, asuransi.
G. Penanggulangan
Stroke dapat diobati dengan konsep terapi stroke mutakhir. Penderita stroke
akan dapat diselamatkan dari kematian dan cacat apabila dilakukan pengobatan
yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan, khususnya stroke yang
bukan pendarahan.
Ada beberapa tahapan terapi stroke, khususnya stroke akut.Tahapan tersebut
meliputi pengenalan gejala dan tanda-tanda stroke oleh penderita, keluarga atau
orang di sekitar penderita, sistem komunikasi yang baik antara masyarakat dan
rumah sakit dan fasilitas pengiriman penderita ke rumah sakit.Berdasarkan hasil
penelitian dinyatakan bahwa pelayanan ambulans darurat merupakan komponen
paling signifikan yang berhubungan dengan kecepatan penderita stroke tiba di
rumah sakit.

Yang tidak kalah pentingnya adalah bagian triage dari instalasi gawat darurat,
yang harus segera melakukan evaluasi penderita, termasuk pemeriksaan CT Scan
kepala, penentuan diagnosis dan rencana penanganan, dan pengobatan umum
termasuk tindakan bedah bila diperlukan (Fadilah, 2004).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau
pecahnya pembuluh darah otak.
2. Stroke merupakan satu masalah kesehatan paling serius dalam kehidupan modern
saat ini.
3. Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahunnya, bukan hanya menyerang
mereka yang berusia tua, tetapi juga orang-orang muda pada usia produktif.
4. Data penelitian mengenai pengobatan stroke hingga kini masih belum memuaskan
walaupun telah banyak yang dicapai, hasil akhir pengobatan kalau tidak meninggal
hampir selalu meninggalkan kecacatan.
5.

Pengobatan awal/dini seperti pencegahan sangat bermanfaat, akan tetapi harus


disertai dengan pengenalan dan pemahaman stroke pada semua lapisan dan
komjunitas dalam masyarakat.

B. Saran
Mencegah lebih baik daripada mengobati.Istilah ini sudah sangat lumrah di
kalangan kita.Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya stroke, maka yang harus
kita ubah mulai sekarang adalah pola hidup dan pola makan yang sehat dan teratur,
dengan memperhatikan gizi yang seimbang. Jika kita membiasakan hidup sehat,
maka kita tidak akan mudah terserang penyakit.

DAFTAR PUSTAKA
Anonym.2008. Sepuluh Langkah Cegah Stroke. (online).
(http://www.kompas.com/read/php. Diakses 26 october 2013).
Anonym. 2007. Stroke Mengancam Usia Produktif. (online).
(http://medicastore.com/stoke. Diakses 26 october 2013).
Bintariadi, B., 2007. Penderita Stroke di RSSA Malang Terus Meningkat. (online).
(http://www.tempointeraktif.com. Diakses 26 october 2013).
Bustan, M. N., 2007. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta : Rineka Cipta.
Fadilah, H., 2004. 7 Tahapan Terapi Stroke Akut. (online).
(http://www.redaksibi@gemari.or.id. (Diakses 26 october 2013).
Utama, S., 2003.Resiko Stroke dan Penyakit Jantung Perempuan Menopause.
(online). (http://www.pdpersi.co.id. Diakses 26 october 2013).