You are on page 1of 2

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan

Al Khawarizmi ( hidup sekitar abad ke-9) sebagaimana tercantum pada terjemahan


karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 Algoritma de numero Indorum. Pada
awalnya kata algoritma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis
untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab
(sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini
berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah
yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Untuk
pemrograman dimulai pada tahun 1822, ketika Charles Babbage seorang mahasiswa
di Universitas Cambridge Inggris mengembangkan sebuah mesin untuk mengelola
data-data agar mudah digunakan, mesin tersebut diberi nama Difference Enggine.
Setelah bekerja selama 10 tahun pada mesinnya, Charles Babbage menyadari bahwa
mesin yang dia ciptakan ini merupakan sebutan mesin yang bersifat single-purpose
machine yang artinya hanya bias menghasilkan satu jenis keluaran (output).
Selanjutnya ia mengembangkan mesin lain yang bersifat multi-purpose. Mesin ini
diberi nama Analytical Engine. Pekerjaan untuk membuat Analytical Engine ini
ia lakukan sampai tahun 1842. Pada tahun 1847, Charles Babbage kembali
menyempurnakan Difference Engine hingga pada tahun 1849 ia berhasil membuat
versi keduanya. Pekerjaan menyempurnakan hasil-hasil karyanya terus ia lakuakn,
bahkan dilanjutkan oleh anaknya. Henry Prevost. Charles Babbage sendiri meninggal
pada tahun 1871. Untuk melindungi karya-karya ayahnya, Henry Prevost membuat
beberapa kopian unit perhitungan aritmatika sederhana dari mesin yang dihasilkan
ayahnya dan mengirimkannya ke beberapa institusi di dunia, termasuk ke Universitas
Harvard. Perkembangan dunia komputasi berlanjut pada tahun 1854, ketika seseorang
bernama Charles Boole berhasil menciptakan sebuah system logika simbolik yang
bernama Logika Boole. Sistem ini mencakup pula logika untuk menyatakan
hubungan lebih besar, lebih kecil, sama dengan dan tidak sama dengan. Pada tahun
1925, MIT ( Massachusette Institute of Technology) mengembangkan sebuah mesin
yang mampu menganalisis perhitungan differensiasi dan integrasi. Pada tahun 1935,
seorang ilmuwan Jerman bernama Konrad Zuse mengembangkan computer Z-1,
computer inilah yang menjadi awal mula diterapkannya system biner dalam
kinerjanya. Selain itu, ia juga menciptakan bahasa pemrograman computer pertama
Plankalkun. Pada tahun 1954, IBM (International Busisnes Machine) mulai
mengembangkan bahasa pemrograman FORTRAN ( FORmula TRANslator). Bahasa
FORTRAN merupakan bahasa pemrograman level tinggi maksudnya adalah perintah
atau kodenya mudah dibaca dan dipahami oleh manusia. Pada tahun 1959, bahasa
pemrograman COBOL juga diluncurkan, Tahun 1970, bahasa PASCAL mulai

dipublikasikan. Selain itu, terdapat juga bahasa SMALLTALK dan B-Language. Pada
tahun 1975, Dr. Wong merilis bahasa pemrograman hasil ciptaannya bernama
TinyBASIC. TinyBASIC merupakan bahasa pemrograman pertama yang bersifat free
alias tidak membayar dalam penggunaannya. Pada tahun yang sama, Bill Gates dan
Paul Allen juga membuat bahasa pemrograman yang diberi nama BASIC. Bahasa
pemrograman terus berkembang dengan pesat hingga saat ini. Hal ini di tandai
dengan banyaknya bahasa pemrograman yang bermunculan.