You are on page 1of 4

1. apa yg menyebabkan demam naik turun......

Demam: mekanisme tubuh dalam menghantarkan virus / infeksi bakteri. Demam


disebaban adanya zat di dlm tubuh yg membuat tubuh meningkatkan set
point/nilai analog batas suhu tubuh. Zat ini disebut dgn pirogen. Pirogen dpt
dihasilkan oleh virus, bakteri, toksin, obat, dll
Sehubungan dengan kasus pada skenario, salah satu kemungkinan penyebab
timbulnya demam pada Tn. anda adalah infeksi virus Epstein Barr. Hipotesis ini
diperkuat oleh fakta bahwa virus Epstein Barr merupakan salah satu penyebab
infeksi mononucleosis. Infeksi mononucleosis adalah penyakit yang memiliki
empat gejala utama, yaitu cepat lelah, demam, nyeri tenggorokan, dan
pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati). Tn. Anda mengalami tiga
dari empat gejala utama infeksi mononucleosis tersebut. Selain itu, hipotesis ini
juga dapat diperkuat oleh data pada skenario yang menyebutkan bahwa dokter
menganjurkan agar Tn. anda melakukan pemeriksaan virus Epstein Barr.
Mudah lelah: karna upaya tubuh tn.Anda , terutama sistem kekebalan tubuhnya
yang berusaha utk melawan antigen yg masuk. Upaya tsbt mmbuthkan lebih
bnyk energi daripada saat keadaan tubuh normal. Sehingga ia mudah lelah.
Selain itu, mgkin karna demam hilang nafsu makanketidakseimbangan
antara pasokan nutrisi dgn energi yg dikeluarkanmudah lelah
Nyeri: menandakan adanya proses inflamasi yang trjdi sebaga akibat dri infeksi
epstein barr
Beberapa pnyebab timbulnya benjolan pd kel.limfe:
-

Peningkatan jumlah limfosit makrofag jinak selama rx trhdp antigen


Infiltrasi olehh sel radang trhdp infeksi yg menyerang kel.limfe
Proliferasi insitu oleh limfosit/makrofag
Infiltrasi kel limfe oleh makrofag yg mengadung metabolit dlm penyakit
cadangan lipid

2.hubungan usia dan JK


Penyakit ini lebih sering pd anak dan dewasamuda. Dgn insiden puncak 1517thun. 50%pada pubertas dan anak2. Usia 35tahun: 90% dri org yg sudah
memiliki antibdi trhdp EBV, tpi gejaala pd dewasa lebih parah dibandingkan pd
anak
3. apakah adaa hubungan dgn kejadian ia yg menemui istrinya di jerman?
Iyaa bisa jd. EBVinfeksi mononukleosis. Penyakit ini ditularkan lewat oral, kdg
disebut penyakit kissing. Peny. Ini bnyk trjdi di amerika utara dan negara2 eropa
serta jerman. Kemungkinan ia tertular saat pergi ke jerman. Jdi, EBV salah 1 agen
biologi yg dpt mengakibatkan jejas pd jaringan/organ tubuh
4. apa interpretasi dri pf?
Suhudemam
Nyeri tekan bila disebabkan oleh infeksi bakteri.
Limfadenopati di regio colli dextramenandakan adanya sebuah proses
peradangan yg trjdi akibat EBV
5. px penunjang
- uji darah: utk mengetahui penyebab limfadenitis

-uji pencitraan: sinar x/CT scan dibagia tubuh yg terinfeksi utk mengetahui
sumber infeksi
-Biopsi KGB: nilai sensitifitas 98% dan spesifitas 95%, terutama dilakukan jika
gejala mengarahkan ke keganasan
-px mikrobiologi:
Usg: utk mengetahu ukuran, bentuk dan gmbaran mikronodular
Ct scan: dpt mengetahui pembesaran kgb servikalis
6. dx dan dd
Dx: limfadenitis bakterialis, dd: limfadenitis tb, KNFDiagnosis Banding
a. Mumps
b. Kista Duktus Tiroglosus
c. Kista Dermoid
d. Hemangioma
7. tx
Penatalaksanaan
a. Pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan badan bisa
membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi.
b. Untuk membantu mengurangi rasa sakit, kelenjar getah bening yang terkena
bisa dikompres hangat.
c. Tata laksana pembesaran KGB leher didasarkan kepada penyebabnya.
1. Penyebab oleh virus dapat sembuh sendiri dan tidak membutuhkan
pengobatan apa pun selain dari observasi.
2. Pengobatan pada infeksi KGB oleh bakteri (limfadenitis) adalah antibiotic
oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari pertama flucloxacillin 25 mg/kgBB
empat kali sehari. Bila ada reaksi alergi
terhadap antibiotic golongan penicillin dapat diberikan cephalexin 25 mg/kg
(sampai dengan 500 mg) tiga kali sehari atau erythromycin 15 mg/kg (sampai
500 mg) tiga kali sehari.
Kriteria rujukan:
a. Kegagalan untuk mengecil setelah 4-6 minggu dirujuk untuk mencari
penyebabnya (indikasi untuk dilaksanakan biopsi kelenjar getah bening).
b. Biopsi dilakukan bila terdapat tanda dan gejala yang mengarahkan kepada
keganasan, KGB yang menetap atau bertambah besar dengan pengobatan yang
tepat, atau diagnosis belum dapat ditegakkan.

8. Prognosis dan komplikasi


Komplikasi
1. Pembentukan abses
Abses adalah suatu penimbunan nanah, biasanya terjadi akibat suatu infeksi
bakteri. Jika bakteri menyusup ke dalam jaringan yang sehat, maka akan terjadi
infeksi. Sebagian sel mati dan hancur, meninggalkan rongga yang berisi jaringan
dan sel-sel yang terinfeksi. Sel-sel darah putih yang merupakan pertahanan
tubuh dalam melawan infeksi, bergerak ke dalam rongga tersebut dan setelah
menelan bakteri, sel darah putih akan mati. Sel darah putih yang mati inilah
yang membentuk nanah, yang mengisi ronggatersebut.

Akibat penimbunan nanah ini, maka jaringan di sekitarnya akan terdorong.


Jaringan pada akhirnya tumbuh di sekeliling abses dan menjadi dinding
pembatas abses; hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah
penyebaran infeksi lebih lanjut. Jika suatu abses pecah di dalam, maka infeksi
bisa menyebar di dalam tubuh maupun dibawah permukaan kulit, tergantung
kepada lokasi abses.
2. Selulitis (infeksi kulit)
Selulitis adalah suatu penyebaran infeksi bakteri ke dalam kulit dan jaringan di
bawah kulit. Infeksi dapat segera menyebar dan dapat masuk ke dalam
pembuluh getah bening dan aliran darah. Jika hal ini terjadi, infeksi bisa
menyebar ke seluruh tubuh.
3. Sepsis (septikemia atau keracunan darah)
Sepsis adalah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengancam
nyawa, yang ditemukan dalam hubungan dengan infeksi yang diketahui atau
dicurigai (biasanya namun tidak terbatas pada bakteri-bakteri).
4. Fistula (terlihat dalam limfadenitis yang disebabkan oleh TBC)
Limfadenitis tuberkulosa ini ditandai oleh pembesaran kelenjar getah bening,
padat / keras, multiple dan dapat berkonglomerasi satu sama lain. Dapat pula
sudah terjadi perkijuan seluruh kelenjar, sehingga kelenjar itu melunak seperti
abses tetapi tidak nyeri. Apabila abses ini pecah ke kulit, lukanya sulit sembuh
oleh karena keluar secara terus menerus sehingga seperti fistula. Fistula
merupakan penyakit yang erat hubungannya dengan immune system / daya
tahan tubuh setiap individual.
Prognosis untuk pemulihan adalah baik jika segera diobati dengan antibiotik.
Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat dikendalikan dalam tiga atau empat hari.
Namun, dalam beberapa kasus mungkin diperlukan waktu beberapa minggu
atau bulan untuk pembengkakan menghilang, panjang pemulihan tergantung
pada penyebab infeksi. Penderita dengan limfadenitis yang tidak diobati dapat
mengembangkan abses, selulitis, atau keracunan darah (septikemia), yang
kadang-kadang fatal.
9. tx lain ut pak tono (limfadenitis tb)
Penatalaksanaan limfadenitis TB, prinsip dan regimen obatnya sama dengan
tuberkulosis paru. Sekitar 25% penderita kelenjarnya makin membesar selama
pengobatan, bahkan bisa timbul kelenjar baru dan sekitar 20% timbul abses dan
kadang-kadang membentuk sinus. Bila ini terjadi, jangan mengubah pengobatan,
karena kelenjar akan mengecil jika pengobatan masih kita lanjutkan. Hal yang
perlu dipertimbangkan adalah bahwa kesembuhan penderita dipengaruhi oleh
kepatuhan, dana, edukasi dan kesabaran dalam mengkonsumsi obat, serta
dengan pengobatan yang efektifpun respon penyakit ini lebih lambat daripada
TB paru.
Pedoman internasional dan nasional menurut WHO menggolongkan limfadenitis
TB dalam kategori III dan merekomendasikan pengobatan selama 6 bulan
dengan regimen 2HRZ/4RH atau 2HRZ/4H3R3 atau 2HRZ/6HE. American
Thoracic Society (ATS) merekomendasikan pengobatan selama 6 bulan sampai 9
bulan sedangkan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengklasifikasikan
limfadenitis TB ke dalam TB di luar paru dengan paduan obat 2RHZE/10RH.
10. komplikasi dan prognosis
Prognosis umumnya baik jika infeksi terbatas di paru, kecuali jika infeksi
disebabkan oleh strain resisten obat atau pasien berusia lanjut dengan debilitas
atau mengalami gangguan kekebalan yang beresiko tinggi menderita

tuberkulosis milier.