You are on page 1of 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KEHAMILAN PADA REMAJA

DIII KEPERAWATAN

KEMENTRIAN KESAHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TASIKMALAYA
PRODI KEPERAWATAN CIREBON
Jl. Pemuda No. 38 Telp. (0231) 245739, 200277 Kota Cirebon
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KEHAMILAN PADA REMAJA

Pokok pembahasan

: Kesehatan Reproduksi Remaja

Sub pokok pembahasan

: Kehamilan Pada Remaja

Sasaran

: Siswa Kelas X dan XI SMA NEGRI 1 CIWARU

Tempat

: Aula SMA NEGRI 1 CIWARU

Tanggal

: 21 Mei 2016

Waktu

: 30 menit

Penyuluh

: Zaenal ilyaas

A.

Tujuan :
1.

Tujuan Instruksional Umum :


Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan, diharapkan Siswa Kelas X dan XI SMA
NEGRI 1 CIWARU dapat memahami dampak bahaya pergaulan bebas yang
mengakibatkan kehamilan pra nikah di usia remaja.

2.

Tujuan Instruksional Khusus :


Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1 kali 30 menit, Siswa Kelas X dan XI
SMA NEGRI 1 CIWARU dapat :

B.

a.

Memahami pengertian masa remaja

b.

Memahami tahap dan karakteristik remaja

c.

Memahami tugas dari perkembangan pada masa remaja

d.

Memahami masalah reproduksi remaja

e.

Memahami pengertian kehamilan pada remaja

f.

Menyebutkan faktor penyebab kehamilan remaja

g.

Memahami dampak kehamilan remaja

h.

Menyebutkan pencegahan kehamilan remaja

Materi
1.

Pengertian masa remaja

2.

Tahap dan karakteristik remaja

3.

Tugas dari perkembangan pada masa remaja

4.

Masalah reproduksi remaja

5.

Pengertian kehamilan pada remaja

6.

Faktor penyebab kehamilan remaja

7.

Dampak dari kehamilan remaja

8.

Pencegahan kehamilan remaja

C.

F.

Metode
D.

Ceramah

E.

Tanya jawab

Setting tempat

keterangan :

: Moderator

: Fasilitator

Observer

Penyuluh

audiences

G.

H.

Media
1.

LCD dan Laptop

2.

video

Kegiatan Belajar Mengajar / KBM

No. Kegiatan
1. Pendahuluan

2.

Inti

Penyuluh
Sasaran
Waktu
1. Memberikan salam
1. Menjawab salam
pembuka
2. Mengenal penyuluh
2. Memperkenalkan diri
3. Mengetahui maksud &
5 menit
3. Menjelaskan maksud dan
tujuan penyuluhan
tujuan penyuluhan
4. Menyampaikan
4. Melakukan apersepsi
pendapat
1. Menjelaskan dengan
1. Memahami materi
metode ceramah dengan
media lembar balik tentang
20 menit
:
a. Pengertian masa remaja
b. Tahap dan
karakteristikremaja
c. Tugas dari
perkembangan pada
masa remaja
d. Masalah
reproduksi
remaja
e. Pengertian kehamilan
remaja
f. Faktor penyebab
kehamilan remaja
g. Dampak kehamilan
kehamilan remaja

h.

2.

Pencegahan kehamilan
remaja

Memberikan kesempatan
kepada sasaran untuk
2. Menanyakan hal-hal
menanyakan hal-hal yang
yang belum
belum dimengerti
dimengerti

Menjawab pertanyaan dari


sasaran
3. Mengerti tentang halhal yang ditanyakan
4. Melakukan evaluasi
4. Menjawab pertanyaan
dengan memberikan
penyuluh
pertanyaan-pertanyaan
kepada sasaran
3.

3.

I.

Penutup

Evaluasi :
1. Prosedur
2. Bentuk
3. Jenis
4. Butir Soal

Menyimpulkan materi
penyuluhan
2. Melakukan klarifikasi
1.

3.

Harapan penyuluh

4.

Memberikan salam
penutup

Menyimak
/
memperhatikan
2. Tidak ada hal-hal yang
belum dipahami
3. Menyimak
/5 menit
memperhatikan
4. Menjawab salam
1.

: Setelah penyuluhan
: Essay
: Lisan
:
a. Apa yang dimaksud dengan pengertian masa remaja?
b. Ada berapa tahap dan karakterisitik remaja? Sebutkan!
c. Sebutkan berapa tugas perkembangan pada masa remaja!
d. Jelaskan masalah reproduksi remaja!
e. Jelaskan pengertian kehamilan remaja!
f. Sebutkan dampak kehamilan remaja!
g. Sebutkan 3 faktor dari 5 faktor penyebab kehamilan remaja!
h. Sebutkan pencegahan kehamilan remaja!

Lampiran
Materi Kehamilan pada Remaja
A.

Definisi Remaja
Remaja dalam arti adolescence (bahasa inggris) berasal dari kata latin
adolescence yang artinya tumbuh ke arah kematangan. Kematangan dalam hal ini tidak
hanya berarti kematangan fisik, tetapi terutama kematangan sosial psikologis (Sarwono,
2010). WHO menetapkan batas usia 10-20 tahun sebagai batas usia remaja (Sarwono,
2010). Masa remaja adalah merupakan peralihan setiap individu dari masa anak-anak
menjadi dewasa yang meliputi semua perkembangan yang diamati sebagai persiapan
memasuki masa kedewasaan.

B.

Tahap dan Karakteristik Remaja


Ada 3 tahap perkembangan remaja dalam proses penyesuaian diri menuju
kedewasaan, yaitu:
1.

Remaja awal usia 10-14 tahun (early adolescence)


Pada tahap ini remaja masih terheran-heran akan perubahan-perubahan
yang terjadi pada tubuhnya sendiridan dorongan-dorongan yang menyertai
perubahan pada pubertas. Remaja mengembangkan pikiran-pikiran baru
mudah tertarik dengan lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis.
Kepekaan secara berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya
kendali terhadap ego menyebabkan para remaja awal ini sulit dimengerti
dan dimengerti orang dewasa.

2.

Remaja madya usia 15-16 tahun (middle adolescene)


Pada tahapan ini remaja sangat membutuhkan teman. Ada kecendurungan
narastic yaitu mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman

yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan dirinya. Selain itu remaja
berada dalam kondisi kebingungan dalam memilih yang mana peka atau
tidak peduli ramai-ramai atau sendiri, optimis atau pesimis, idialis atau
materialis, dan sebagainya.
3.

Remaja akhir usia 17-21 tahun (late adolescene)


Tahapa ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai
dengan 5 hal yaitu :
1.

Minat yang makin mantap terhadap intelek

2.

Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang


lain dan dalam pengalaman-pengalaman baru

3.

Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi

4.

Egosetrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri)


diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri
dengan orang lain

5.

Tumbuhnya rasa malu tinggi yang memisahkan diri pribadinya


(private self) dan masyarakat umum (the public)

C.

Tugas perkembangan pada masa remaja


Anak-anak harus melakukan tugas perkembangan pada masa remaja sebelum
menjadi individu dewasa yang matang. Tugas-tugas ini bervariasi sesuai dengan budaya,
individu itu sendiri, dan tujuan hidup mereka. Tugas-tugas perkembangan ini terdiri dari :
1.

Mampu menerima keadaan fisiknya

2.

Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa

3.

Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang


berlainan jenis

4.

Mencapai kemandrian emosional

5.

Mencapai kemandirian ekonomi

6.

Memahami dan mengamalkan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua

7.

Mengembangkan prilaku tanggung jawab social yang diperlukan untuk


memasuki kedewasaan

8.

Merencanakan dan mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan di


usia yang dianggap tepat bagi dirinya

9.

Memahami dan mempersiapkan berbaga tanggung jawab kehidupan


keluarga

D.

Masalah Reproduksi Remaja


Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian
terutama di kalangan remaja. Remaja yang kelak akan menikah dan menjadi orang tua
sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang prima, sehingga dapat menurunkan
generasi sehat. Di kalangan remaja telah terjadi perubahan hubungan seksual yang
menjurus ke arah liberalisasi, dapat berakibat timbulnya berbagai penyakit hubungan seks

yang merugikan alat reproduksi. Dengan demikian dianjurkan untuk melakukan


pemeriksaan kesehatannya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk hamil dalam
keadaan optimal.
a.

Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan periodik yang dimulai sekitar 14 hari setelah
pelepasan sel telur matang dari ovarium. Menstruasi adalah proses keluarnya
darah dari dinding Rahim yang terjadi karena luruhnya lapisan dinding Rahim
bagian dalam yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel telur yang
tidak dibuahi.

b.

Kehamilan
Kehamilan adalah masa di mana seorang perempuan membawa janin di dalam
tubuhnya.

E.

Kehamilan pada Remaja


Kehamian remaja adalah kehamilan yang terjadi pada remaja, umumnya berumur
dibawah 17 tahun, Tanpa adanya pengetahuan yang cukup tinggi bagi remaja, maka
remaja dapat terjun ke hal-hal yang tidak semestinya seperti seks bebas, dapat
mengakibatkan terjadi kehamilan di usia pranikah. Kehamilan di usia remaja bisa terjadi
karena disengaja mau karena tidak disengaja, hal yang disengaja mungkin saja
dikarenakan kedua remaja tersebut tidak mempunyai pemikiran panjang tentang resiko
yang akan mereka hadapi jika mereka melakukanya di usia muda (pranikah), adapun
kehamilan yang tidak disengaja di usia remaja yang bisa di akibatkan oleh pemerkosaan.

F.

Dampak kehamilan Remaja


1.

2.

Pengguguran kandungan yang dipengaruhi oleh:

Status ekonomi sebuah keluarga.

Keadaan emosional

Pasangan yang tidak bertanggung jawab.

Resiko kehamilan yang terjadi seperti pre-eklampsi, anemia, bayi prematur,


BBLR, peningkatan kematian ibu melahirkan ataupun angka kematian bayi itu
sendiri pada masa usia 16 tahun.

G.

3.

Penceraian pasangan muda

4.

Hubungan seks diusia muda mudah beresiko kanker

Faktor/Penyebab Kehamilan Remaja


Banyak faktor yang menyebabkan seseorang remaja hamil di luar nikah, namun,
beberapa faktor berikut ini bisa dijadikan acuan sebagai penyebab terjadinya kehamilan
remaja, yakni :
1.

Hubungan seksual pada masa subur


Faktor pertama dan utama yang menyebabkan seorang remaja hamil
adalah hubungan seksual pada masa subur. Kehamilan tidak ada kaitanya
dengan frekuensi hubungan atau faktor organsme. Secara garis besar dapat

ikatakan bahwa setiap remaja perempuan yang sehat berpotensi hamil jika
ia melakukan hubungan seksual pada masa subur.
2.

Renggangnya hubungan orang tua dengan remaja


Renggangnya hubungan emosional antara anak remaja dengan kedua
orang tuanya sangat berpotensi menyebabkan anak remaja mereka hamil
di luar nikah. Adanya jarak emosional dengan orang tua menyebabkan
banyak remaja tidak berani mendiskusikan masalah seksual mereka
dengan orang tua. Sebaiknya, mereka justru sering kali diam-diam
mencari informasinya di luar rumah yang kebenaranya belum tentu dapat
dipertanggung jawabkan.

3.

Rendahnya interaksi di tengah-tengah keluaraga


Rendahnya interaksi antara orang tua dengan anak remajanya dapat pula
menyebabkan remaja hamil di luar nikah. Dapat dibayangkan jika orang
tua jarang bertemu dan berbicara dari hati ke hati dengan putri remajanya,
pasti banyak masalah yang berkaitan dengan seks dan seksualitas mereka
yang sembunyikan.

4.

Keluarga tertutup pada informasi seks dan seksualitas


Keluarga yang menutupi diri terhadap sesuatu yang berkaitan dengan seks
dan

seksualitas

sebenarnya

rawan

terhadap

berbagai

tindak

penyelewengan dan penyalahgunaan seksual. Banyak kasus pelecehan


seksual atau pemerkosaan justru terjadi di tengah-temgah keluarga yang
tertutup atau menutup diri terhadap informasi seks dan seksualitas.
Ketertutupan menyebabkan pelecehan berjalan dengan mulus dan aman
karena korban pelecehan tersebut biasanya menyimpan rapat kasus
tersebut sehingga pelaku merasa aman untuk melangsungkan dan
mengulangi perbuatanya. Itulah sebabnya, di dalam keluarga yang tertutup
terdapat seks dan seksualitas sering kali justru oleh adanya putri mereka
yang hamil di luar nikah.
5.

Menabukan masalah seks dan seksualitas


Banyak keluarga yang menabukan seks dan seksualitas seakan-akan
masalah tersebut sakral sehingga tabu untuk didiskusikan sebagai
pembelajaran sekalipun.

H.

Pencegahan kehamilan remaja


1.

Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah

2.

Perbanyak dengan kegiatan positif

3.

Hindari perbuatan yang memberi dorongan negative misalnya perilaku


seks.

4.

Jangan terjebak pada rayuan gombal

5.

Hindari pergi dengan seseorang yang tidak dikenal

6.

Mendekatkan diri dengan tuhan

7.

Penyuluhan meliputi Kesehatan Reproduksi Remaja, Keluarga Berencana


(alat kontrasepsi, kegagalan dan solusinya), kegiatan rohani dengan tokoh
agama

8.

Bagi pasangan yang menikah muda sebaiknya menggunakan alat


kontrasepsi yang tingkat kegagalanya rendah, misalnya steril, AKBK,
AKDR, dan suntik.