You are on page 1of 2

TUGAS FARMAKOLOGI

1. Cari cara pemberian obat yang onset, durasi paling cepat!


Rute pemberian obat dengan onset dan durasi paling cepat adalah intravena. Sedangkan
rute pemberian obat dengan onset dan durasi paling lama adalam per oral. Pada pemberian
intravena obat langsung masuk ke pembuluh darah sehingga distribusi obat menjadi cepat
dan efeknya pun cepat. Pada pemberian per oral, obat akan mengalami rute yang panjang
untuk mencapai reseptor sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk berefek.
Semakin banyak fase yang dilalui maka kadar obat akan turun sehingga obat yang
berikatan dengan reseptor akan turun dan durasinya pendek. Pada pemberian intravena,
tidak melalui saluran pencernaan seperti pada per oral sehingga durasinya lebih cepat.

2. Terapi obat yang ditempelkan contohnya di dekat jantung termasuk cara apa?
Terapi obat yang ditempelkan di dekat jantung termasuk cara penggunaan obat
transdermal. Penggunaan obat transdermal merupakan suatu sistem dimana bahan obat
yang terdapat pada permukaan kulit menembus beberapa lapisan kulit dan masuk sirkulasi
sistemik.
Keuntungan bentuk sediaan trandermal adalah:
1. Dapat mengeliminasi ketidakteraturan absorbsi obat dan saluran cerna karena pengaruh
pH, makanan dan waktu transit usus
2. Obat bypass sirkulasi portal (tidak harus lewat hati)
3. Memungkinkan absorpsi obat secara konstan dan kontinyu
4. Pemakaian obat dapat dengan mudah dihentikan
5. Dapat memberikan input obat secara terkontrol ke dalam sistem sistemik dan dapat
mengeleminasi lonjakan obat dalam darah.
Kerugian bentuk sediaan trandermal adalah:
1. Tidak semua obat dapat digunakan, hanya untuk obat dengan botot molekul kurang dari
1000
2. Tidak semua bagian tubuh dapat digunakan untuk tempat aplikasi sediaan trandermaI
(terbatas pada bagian tertentu saja)
3. Dosisnva tertentu (tidak boleh teralu besar) harus obat-obat yang poten.
3. Pemberian obat dan makanan pada jam 7 pagi, 12 siang, dan 7 malam di rumah
sakit bagainamana efeknya? Apa hubungannya dengan half life?
Half life merupakan waktu yang dibutuhkan obat untuk mencapai penurunan konsentrasi
obat hingga 50 % (waktu eliminasi hingga 50 %). dan ditentukan oleh kecepatan
metabolisme obat dan ekskresi obat. Obat dibutuhkan untuk mencapai kondisi konsentrasi
obat yang stabil dan menjadi setimbang (equilibrium) antara kosentasi di jaringan dan
serum darah. Untuk memelihara kondisi yang setimbang, jumlah obat yang diberikan
harus sama dengan jumlah obat yang dieliminasi tubuh. Pemberian dosis secara berulang
digunakan agar kadar obat selalu berada di rentang terapi, tidak di atas kadar maksimum
yang menyebabkan toksik ataupun dibawah minimum yang berakibat tidak timbulnya efek
obat. Pada obat dengan half life 8 jam berarti dosis berulangnya diberikan sehari tiga kali
dengan interval 8 jam sehingga pemberian obat pada jam 7 pagi, 12 siang, dan 7 malam
tidak benar. Pemberian obat bersamaan dengan makanan juga tidak dianjurkan karena
beberapa obat mengalami interaksi dengan makanan sehingga dapat menaikkan atau
menurunkan kadar obat dalam darah. Pemberian obat yang dianjurkan adalah 1 jam
sebelum makan atau 2 jam setelah makan karena pada saat itu lambung dalam keadaan
kosong.

Sumber
Abrams, A.C. 2005. Clinical Drug Therapy. Philadelphia. Lippincott Williams & Wilkins.
http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/30421/99d3296f9be294ac4cbb7e1d1fdfc481