You are on page 1of 9

ANALISIS CACAT BUSANA

(ANALISIS MUTU TEKSTILE)

Naim Anggraini P 5401411014

Winda Vadilla 5401411024

Sheilla Majid f 5401411035

Erma Yuwanita 5401411100

Maya Purnamasari 5401411125

Hani Hamami 5401411087

TEKNOLOGI JASA DAN PRODUKSI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
CACAT BUSANA

Pengertian dari Cacat busana adalah kelainan yang tampak pada permukaan kain bagian baik
maupun bagian buruk secara visual yang dapat menurunkan mutu busana dan terjadi tanpa
direncanakan.

Mutu busana pakaian jadi dapat dilihat dari :

1. Mutu Desain

2. Mutu Pola

3. Mutu Jahitan

4. Mutu Garniture

Oleh Karena itu dapat menganalisis dan mengidentifikasi cacat busana dapat dilihat dari
karakter mutu busana pakaian jadi.

Di bawah ini tertadpat beberapa contoh cacat busana :

Gambar 1

terdapat cacat lubang pada busana mini


dress pada bagian belakang ,hal ini terjadi
akibat dari kesalahan pada saat proses
pembuatan kain. Cacat semacam ini dapat
di tutup i dengan melakukan penambalan
pada bagian yang lubang tersebut dari
dalam baju.

Gambar 2

obras tutup namun karena suatu hal ada


bagian lingkar kerung lengan yang tidak
terobras dengan baik sehingga bagian
tersebut masih tetap terbuka, sedangkan
jahitannya sendiri juga lemah atau
meloncat sehingga mudah robek dan
jadilah sedemikian rupa. Untuk mengatasi
hal tlersebut dapat di lakukan dengan cara
mengobras kembali bagian lingkar kerung
lengan itu kemudian di jahit dengan
Pada bagian lengan terdapat penyelesaian memastikan setikan nya tidak meloncat
kampuh dengan menggunakan kampuh lagi.
Gambar 3

busana berikut ini adalah sebuah sweeter


berwarna ungu , dari bahan sweeter
tersebut tidak mengalami cacat namun
kecacatan pada busana tersebut terdapat
pada benang yang di gunakan oleh si
penjahit tidak sewarna dengan warna kain
yang di jahit , mungkin kesalahan tersebut
terjadi karena pada saat akhir menjahit
kerung lengan benang ungu yang di
gunakan habis sehingga menggunakan
benang seadanya saja seperti pada gambar
tersebut

Gambar 4

merupakan sweeter yang hampir di


katakan sempurna namun terdapat sedikit
kesalahan atau cacat yakni pada bagian
lengan terdapat benang kuning yang
menyelip di antara benang sweeter dengan
warna biru , kesalahan tersebut terjadi
pada saat pemintalan benang pada mesin
rajut.

Gambar 5
terdapat sebuah cacat pada celana jeans yakni berupa menggumpalan kain sebingga
menyalahi lajur serat celana tersebut. Pada cacat tersebut seolah olah menggumpal dan
mengeras.

Gambar 6

cacat busana yang terletak pada celana


jenas yakni jahitan tidak mengena pada
satu sisi celana sehingga bagian depan dan
belakang tidak menyatu, hal tersebut dapat
di atasi dengan menjahit ulang lagian yang
melum menyatu tersebut.

Gambar 7

cacat busana yang terletak pada saku


celana jenas ini di akibatkan
olehpewarnaan yang tidak sempurna pada
saat proses pembuatan atau pewarnaan.
Terdapat bercak hitam pada saku tersebut.

Gambar 8

terdapat sebuah kesalahan pada saat


pembuatan busana wanita untuk usia
remaja ini . yakni si pemasang kancing
lupa atau kurang teliti sehingga kancing
untuk sebelah kanan tidak terpasang. Dan
hal tersebut membuat busana nampak
kurang indah karena tidak seimbang antara
kanan dan kiri
Gambar 9

saja yakni pada bagian kancing. Kancing


mengalami kerusakan atau pecah sehingga
kancing tersebut menjadi tidak sempurna
lagi .hal tersebut mempengaruhi keindahan
blazer wanita di atas .hal ini dapat di atasi
dengan mengganti kancing tersebut.
Terdapat dua alternatif yang pertama
mencari kancing dengan bentuk dan motif
yang sama persisi dengan kancing kancing
yang lain atau dapat juga dengan cara
mengganti semua jenis kancing tersebut
sejumlah yang di butuhkan misal nya
akibat belanja on line cacat yang sangat delapan buah kancing blazer.
kasat mata satu ini pun terlewatkan begitu

Gambar 10

payet payet yang terdapat dalam blus luar


ini di pasang secara sembarangan tanpa di
tata sehingga nampak kurang cantik

Gambar 11

Termasuk dalam cacat bahan tenun dan rajutan.Rok yang tampak seperti jahitan-jahitan
perca ini adalah sebuah kain yang satu.Jika diamati terdapat cacat pada bagian renda-renda
yang terpasang.Renda-renda tersebut l epas dari jahitannya dapat diperbaiki dengan menjahit
ulang bagian tersebut
Gambar 12

sehingga mengurangi grade pakaian


tersebut yang mungkin disebabkan oleh
kualitas benang buruk atau penjahitan
kampuh yang taksempurna.Pada gambar
ketiga terdapat benang yang meloncat
yang dapat disebabkan oleh pengaturan
jarak stikan yang tidak sesuai dengan
konstruksi kain atau dapat juga terjadi
karena kain yang lentur. Cacat jahitan
seperti ini dapat diperbaiki dengan
gambar diatas termasuk ke dalam cacat menjahit kembali bagian yang cacat.
kain jahitan dimana jahitan terbuka

Gambar 13

Kecacatan yang terdapat pada jilbab paris


diatas adalah tentang cacat tenunan. Yang
renggang. Mungkin dalam proses
pembuatan kain terjadi kesalahan sehingga
mengakibat kancacatan bahan tersebut.
Dapat diperbaiki dengan member aplikasi
pada bagian tersebut.

Gambar 14

Pada kemeja ini terdapat sebuah cacat pada krah kemeja yakni berupa lepasnya jahitan
sehingga lapisan kain vislin terlihat dari luar. Pada cacat tersebut termasuk kategori cacat
berat,

Gambar 15
Pada busana buatan konveksi seringkali
terdapat kelalaian pada proses
penyelesaian akhir,semisal pada
pembuatan jas lab diatas,kancing bagian
bawah tidak ada,sehingga membuat jas lab
tidak bisa di kenakan dengan nyaman

Gambar 16

merupakan sweeter yang dipesan melalui


online,sehingga konsumen tidak bisa
memeriksa kualitas jahitan secara
langsung,sehingga terdapat kesalahan atau
cacat yakni pada bagian lengan terdapat
benang setikan yang lepas yang
mengakibatkan bolong pada lengan,
kesalahan tersebut terjadi pada saa

t proses penjahitan benang pada kain rajut

Gambar 17

Merupakan sweter lengan panjang


terdapat sedikit kesalahan atau cacat yakni
pada bagian lengan terdapat kerutan serat
yang, kesalahan tersebut terjadi pada saat
pemintalan benang pada mesin rajut.

Gambar 18

Gambar tersebut yaitu sebuah rok pendek


yang bagian pinggangnya ada karetnya.
Semakin lama rok tersebut digunakan
karet pada rok semakin mengendur dan
terdapat lubang pada jahitan penjambung
karet tersebut. Warna kain pada rok juga
semakin memudar karena kualitas kain
yang kurang baik.
Gambar 19

Gambar berikut ini adalah penampang


muka daster yang karet pada talinya
terlihat. Hal ini disebabkan karena kampuh
yang digunakan sedikit dan jenis kain yang
digunakan pada daster tersebut kurang
baik kualitasnya

Dari 4 macam mutu busana yaitu mutu desain, mutu pola, mutu jahitan dan mutugarniture,
kami menemukan kebanyakan contoh dari cacat busana yaitu mutu desain, mutu garniture
dan mutu jahitan.

Mutu desain yang kami temukan antara lain :

1. Warna yang memudar pada cacat busana yang sudah jadi


2. Kampuh yang kurang
3. Mutu jahitan yang kami temukan antara lain :
4. Jahitan terputus / terbuka
5. Jahitan Kendur
6. Lubang pada busana
7. Mutu Garniture yang kami temukan antara lain :
8. Kancing yang patah
9. Ritsliting rusak.