You are on page 1of 8

Satuan Acara Penyuluhan

CEDERA KEPALA

Oleh :

Dea Adella febrianita


15701020001

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2016

1
PEMERINTAH KOTA TARAKAN
AKADEMI KEPERAWATAN
JL. P. IRIAN KOMPLEK RSU TARAKAN TELP/FAX (0551)51422

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Topik : Cedera Kepala


Hari / Tanggal : kamis,12 mei 2016
Waktu : 09.00- selesai
Tempat : Ruang 3B2, Dahlia
Sasaran : Ny. R dan keluarga

A. Latar Belakang
Cedera kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang
tengkorak atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak
langsung pada kepala (Suriadi & Rita Yuliani, 2001).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta memahami tentang penyakit
Cedera Kepala.
2. Tujuan Khusus
Pada Akhir Penyuluhan diharapkan masyarakat mampu :
a. Menyebutkan pengertian dari cedera kepala dengan bahasa sendiri
b. Menyebutkan penyebab cedera kepala
c. Menjelaskan tanda-tanda dari cedera kepal
e. Menyebutkan penatalaksanaan dari cedera kepala

C. Materi
1. Pengertian Cedera Kepala
2. Penyebab Cedera Kepala
3. Klasifikasi Cedera Kepala

2
4. Tanda & gejala Cedera Kepala
5. Penanganan pada Cedera Kepala

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab / Diskusi

E. Media
1. Leaflet
2. Lembar Balik

F. Pengorganisasian

3
Keterangan :

= pemateri

= peserta

G. Kegiatan Penyuluhan

No Fase Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Alokasi


. Waktu
1 Pra Interaksi 1. Salam Terapeutik 1. Menjawab salam
2. Perkenalan 2. Memperhatikan 5
3. Menjelaskan topik & tujuan penyuluhan 3. Memperhatikan Menit
4. Membuat kontrak waktu 4. Menyepakati waktu

4
2 Kerja 5. Menjelaskan pengertian dari Cedera Kepala 5. Memperhatikan
6. Menyampaikan Reinforcement positif dan
6. Memperhatikan 15
melakukan justifikasi
Menit
7. Menjelaskan pengertian Cedera Kepala
8. Menjelaskan penyebab Cedera Kepala
7. Memperhatikan
9. Mendiskusikan tanda & gejala penyakit
8. Memperhatikan
Cedera Kepala 9. Memperhatikan
10. Menjelaskan cara penanganan pada Cedera 10. Memperhatikan
11. Memperhatikan
Kepala
12. Memperhatikan
11. Memberi kesempatan bertanya
13. Bertanya dan
12. Menjawab pertanyaan bila ada
memperhatikan
14. Menjawab pertanyaan
3 Terminasi 13. Mengevaluasi pemahaman masyarakat 15. Menjawab pertanyaan
14. Menyampaikan anjuran dan harapan 16. Memperhatikan
15. Mengucapkan terima kasih dan salam 17. Menjawab salam 5
Menit
penutup.

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kesesuaian pelaksanaan peran dan tugas
b. Ketepatan setting lokasi dengan situasi dan kondisi tempat
c. Jumlah peserta terhadap target sasaran
d. Kelangkapan dan ketepatan media dan alat bantu lainnya
2. Evaluasi Proses
a. Ketepatan waktu ( mulai, lamanya dan berakhirnya )
b. Kelancaran acara dan kemampuan panitia mengeliminasi hambatan
c. Sikap tubuh dan penggunaan bahasa oleh pemateri
d. Respon peserta ( adakah feedback? )
e. Ketepatan penggunaan metode dan media
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta mampu menyebutkan pengertian Cedera Kepala menggunakan bahasanya
sendiri dengan benar
b. Peserta dapat menyebutkan penyebab Cedera Kepala (minimal 2)
c. Peserta mampu menyebutkan tanda dan gejala Cedera Kepala
d. Peserta mampu menjelaskan cara penanganan pada Cedera Kepala

5
I. Daftar Pustaka

Dr. Soenarso, Keperawatan Medikan Bedah. DEPKES RI. 2000-2003.

Kuncara, H.Y,dkk,2002, Buku Ajar KeperawanMedikal Bedah Brunner & Suddart,


EGC, Jakarta

Boughman D.C Hockley J.C. 2000. Keperawatan Medikal Bedah Volume 3.EGC.
JAKARTA

CEDERA KEPALA

A. Pengertian

Cedera kepala merupakan adaya pukulan/benturan mendadak pada kepala tulang


tengkorak atau otak yang terjadi akibat cidera baik secara langsung maupun tidak langsung yang
dapat mengakibatkan kerusakan otak akibat perdarahan dan pembengkakan otak sebagai respon
terhadap cedera dengan atau tanpa kehilangan kesadaran.

B. Klasifikasi

Glascow coma scale ( GCS) digunakan untuk menilai secara kuantitatif


kelainan neurologis dan dipakai secara umum dalam deskripsi beratnya penderita
cedera kepala.

a.Cedera Kepala Ringan (CKR).

GCS 13 15, dapat terjadi kehilangan kesadaran ( pingsan ) kurang dari 30


menit atau mengalami amnesia retrograde. Tidak ada fraktur tengkorak, tidak ada
kontusio cerebral maupun hematoma.

6
b.Cedera Kepala Sedang ( CKS)

GCS 9 12, kehilangan kesadaran atau amnesia retrograd lebih dari 30 menit
tetapi kurang dari 24 jam. Dapat mengalami fraktur tengkorak.

c.Cedera Kepala Berat (CKB)

GCS lebih kecil atau sama dengan 8, kehilangan kesadaran dan atau terjadi
amnesia lebih dari 24 jam. Dapat mengalami kontusio cerebral, laserasi atau
hematoma intracranial.

C. Penyebab

Dari beberapa sumber didapatkan bahwa penyebab dari cedera kepala, antara lain :

1. Kecelakaan, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor / sepeda/ mobil

2. Kecelakaan pada saat berolah raga,

3. Proses kelahiran, seperti vakum, forsep

4. Cedera akibat kekerasan

D. Tanda Dan Gejala


1. Gangguan kesadaran
2. Perubahan TTV
3. Gangguan pergerakan
4. Gangguan penglihatan dan pendengaran
5. Kejang otot
6. Sakit kepala
7. Pusing
8. Kejang
9. pucat
10. Mual, muntah
11. Sukar dibangunkan
12. Kadang adanya cairan serebrospinal yang keluar dari hidung dan telinga bila
fraktur tulang temporal.

E. Penanganan
Beristirahat. Ini merupakan penanganan utama untuk cedera kepala ringan.
Batasi jumlah orang yang datang menjenguk agar pasien bisa beristirahat.

7
Hindari aktivitas fisik seperti olahraga.
Memantau kondisi pasien selama setidaknya dua hari setelah cedera.
Tempelkan kompres dingin di kepala guna meringankan gejala.
Hindari konsumsi obat tidur serta obat penenang, kecuali atas anjuran dokter.
Jangan mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang.
Batasi aktivitas yang menuntut penggunaan kemampuan berpikir dan konsentrasi,
contohnya menonton televisi, membaca, menggunakan komputer, atau bermain game.
Jangan mengemudi atau mengoperasikan alat berat sampai Anda benar-benar
pulih.