You are on page 1of 7

CASE REPORT

HEMOROID

Disusun oleh :

Dodi Hidayat Mohammad Sidqi Aulia

Rr. Annisa Wahyuni Annisa Meivira B.

Faizah Rofi Fyani Ramadanthy

Yani Medina Lestari Fairuz Primagita

PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN
BANDUNG
2017
Identitas Pasien
Nama lengkap : Alif Nurhamzah
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 18 Oktober 1991
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat lengkap : Nagrog II Jl. Bbk. Teureup RT 003/RW 006
Kelurahan/desa : Pasir Jati
Kecamatan : Ujungberung
Kota/kabupaten : Bandung
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam
Suku : Sunda
Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum kawin
Masuk Gawat darurat
Tanggal : 27 Februari 2017
Jam : Jam 11.00
No Rekam medis : 231212

Laporan Awal
Keluhan Utama: BAB berdarah
Anamnesis:
Pasien sudah mengeluhkan BAB berdarah disertai sakit (darah menetes
mengikuti keluarnya feses, darah tidak bercampur dengan feses) sejak 7
tahun yang lalu. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pasien mengonsumsi
makanan pedas. Saat BAB, pasien juga harus mengedan kuat. Di akhir
BAB, muncul benjolan dari anus yang masih bisa masuk dengan
sendirinya setelah pasien duduk 12 jam. Pasien mempunyai riwayat
sering menahan BAB, intensitas BAB 2x seminggu, serta tidak suka
mengonsumsi buah dan sayur. Kemudian pasien menggonsumsi tanaman
obat, daun handeuleum, untuk mengatasi keluhannya tersebut.
Sejak 19 jam SMRS, pasien kembali mengeluhkan BAB berdarah disertai
sakit, dan anus yang terasa. Demam (-), pusing (+), mual (-), muntah (-)

Pemeriksaan Awal
Survey Primer
A: Bebas, tidak ada tanda obstruksi
B: RR: 22x; SpO2: 95%
C: Tekanan darah; 140/70; nadi: 74
D: GCS: 15
Survey Sekunder
a/r kepala: conjunctiva anemic (-)
a/r thorax:
Inspeksi : B/G simetris; deformitas (-)
Palpasi : krepitasi (-) , nyeri (-)
Perkusi : tactile fremitus (+)
Auskultasi : VBS ka=ki, Rh -/-, Wh -/-
a/r abdomen:
Inspeksi : distensi (-)
Auskultasi : bising usus (+)
Palpasi : nyeri (-)
Perkusi : normal
DRE: tonus sfingter eksternal utuh; massa(-); nyeri tekan (+)
Diagnosis Kerja
Suspek hemoroid interna
Pemeriksaan selanjutnya
Sysmex
Gula darah sewaktu

Diagnosis dan Rencana Tata Laksana


Diagnosis Kerja
Hemoroid interna
Tata Laksana
Ardium 2.d.d 1 tab
Ranitidin 2.d.d 1 tab
PEMBAHASAN

Definisi
Jaringan hemorrhoid adalah bagian dari anatomi normal rektum distal dan
anal-canal
Hemorroid anatomis menjadi bengkak secara kronis atau jaringan
prolaps ke anal canal

Anatomi Hemorrhoid

Klasifikasi Hemorrhoid
Hemorrhoid externa: dapat trombosis, onset akut nyeri perianal hebat
Sembuh, bengkak hilang, skin tag
Hemorrhoid interna
Mengedan kronik sehingga pembuluh darah bengkak
Peningkatan tekanan pd wkt istirahat, venous return menurun, vena
bengkak

Gradasi Hemorrhoid Interna


Hemorrhoid tk 1: berdarah
Hemorrhoid tk 2: berdarah & prolaps
Hemorrhoid tk 3: berdarah, prolaps, perlu reduksi manual
Hemorrhoid tk 4: berdarah, incarcerata, tidak dapat direduksi

Gejala Klinik
HI: umumnya tidak nyeri, tetapi perdarahan per rectum, discharge mukosa,
rasa tidak nyaman
Prolaps hemorrhoid: incarcerata thrombosis nekrosis
Hemorrhoid Prolapse

HE: dapat menjadi trombus nyeri hebat


Perdarahan kronis HI: dapat menyebabkan anemia
(singkirkan anemia karena sebab lain)

Pemeriksaan Fisik
Anemia?
Colok dubur
Barium enema atau colonoscopy
Defecography

Diagnosis Banding
Keganasan kolorektal
Inflammatory bowel disease
Diverticular disease
Adenomatous polyp
Prolaps recti
Komplikasi
Perdarahan
Nyeri
Nekrosis,
Mucous discharge
Perianal sepsis

Terapi
Tk 1 & 2: Respon terhadap pengobatan biasa
Pilihan terapi:
Elastic band ligation
Sklerosis
Photocoagulasi
Cryosurgery
Pembedahan biasa laser - stapler

Terapi Bedah
Terapi Bedah Stapler

Pasca Bedah

Prognosis rekurensi tergantung perubahan gaya hidup pasien


Tingkatkan diet tinggi serat
Kurangi makanan penyebab konstipasi
Olah raga
Kurangi waktu b.a.b & mengedan