You are on page 1of 11

Asuhan Keperawatan

dengan Kasus Osteokarsinoma

A. Pengkajian
I. IDENTITAS
Nama : Jenis Kelamin : -
Umur : Status Perkawinan :-
Suku/Bangsa : - Penanggung Jawab :-
Agama : -
Pekerjaan : -
Pendidikan : -
Alamat : -

II. RIWAYAT SAKIT DAN KESEHATAN


Keluhan Utama : Benjolan di paha belakang sebelah kiri
Riwayat Penyakit Sekarang : Klien datang dengan keluhan muncul benjolan di paha
belakang sebelah kiri. Benjolan di paha belakang sebelah kiri sudah muncul sejak 13
tahun yang lalu. Benjolan berukuran sebesar telur ayam, dan benjolan teraba keras.
Benjolan tersebut tidak terasa nyeri dan tidak terasa panas. Benjolan dirasakan hanya
muncul di paha bagian dalam sebelah kiri. Awalnya benjolan berukuran kecil sebesar
kelereng, namun, semakin lama benjolan terasa membesar. Pasien tidak mengalami
kesulitan ketika berjalan. Pasien tidak mengalami demam.
Riwayat Kesehatan Keluarga : Hanya klien yang memiliki keluhan benjolan di paha
bagian belakang sebelah kiri.
Riwayat Kesehatan Dahulu :
a. Tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya.
b. Tidak ada penyakit lain sebelum mengalami keluhan ini
Riwayat Pengobatan
Sudah pernah berobat ke dokter dan dilakukan rontgen kaki 4 tahun yang lalu
Riwayat Alergi
Klien mengaku tidak memiliki riwayat alergi
Riwayat Trauma dan Operasi
Klien mengaku tidak pernah mengalami kecelakaan ataupun operasi sebelumnya
PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang
b. Kesadaran : Kompos Mentis
c. Vital sign :
TD : 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 36,4 C
Kepala :
Mata: Konjungtiva Anemis -/-
Leher :
KGB : Tidak ada pembesaran
Thoraks:
Pulmo anterior:
Inspeksi :
Permukaan dada simetris +/+
Palpasi :
Massa -/-
Nyeri tekan -/-
Perkusi :
Sonor diseluruh lapang paru dextra/sinistra
Auskultasi :
Vesikular diseluruh lapang paru dextra/sinistra
Pulmo posterior :
Inspeksi :
Vertebrae normal

Palpasi
Nyeri tekan -/-
Massa -/-
Perkusi
Sonor dextra/sinistra
Auskultasi
Vesikuler dextra/sinistra
Cor :
Inspeksi :
Ictus cordis tidak terlihat
Auskultasi :
Bunyi jantung I-II murni regular
Abdomen
Inspeksi :
Perut tampak datar
Auskultasi
Bising usus tidak meningkat
Palpasi
Perut datar, lembut
Perkusi :
Tympani seluruh lapang perut
Ekstremitas :
Teraba benjolan sebesar telur ayam dipaha posterior sinistra , konsistensi keras,

Pemeriksaan Diagnostik
Lakukan pemeriksaan radiografi, pemindaian tulang, dan biopsi tulang.

ANALISA DATA
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DS : klien mengatakan nyeri Proses patologik dan Nyeri
pada bekas pembedahan pembedahan
DO :
Skala nyeri 8
Klien tampak
meringis
DS : Rasa takut tentang Koping tidak efektif
ketidak tahuan, persepsi
tentang proses penyakit,
dan sistem pendukung
tidak adekuat
DS : Status hipermetabolik Nutrisi kurang dari kebutuhan
berkenaan dengan tubuh
kanker.

Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri yang berhubungan dengan proses patologik dan pembedahan
b. Koping tidak efektif berhubungan dengan rasa takut tentang ketidak tahuan, persepsi tentang
proses penyakit, dan sistem pendukung tidak adekuat.
c. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipermetabolik berkenaan
dengan kanker.
NURSING CARE PLANNING
Diagnosa NOC NIC
Nyeri yang berhubungan dengan proses Pain Level Pain Management
patologik dan pembedahan Pain Control Lakukan pengkajian nyeri secara
Comfort Level
komprehensif termasuk lokasi,
Kriteria Hasil
karakteristik, durasi, frekuensi,
Mampu mengontrol nyeri (tahu
kualitas, dan faktor presipitasi
penyebab nyeri, mampu menggunakan Observasi reaksi nonverbal dari
teknik nonfarmakologi untuk ketidaknyamanan
mengurangi nyeri, mencari bantuan) Gunakan teknik komunikasi terapeutik
Melaporkan bahwa nyeri berkurang untuk mengetahui pengalaman nyeri
dengan menggunakan manajemen pasien
nyeri Kaji kultur yang mempengaruhi
Mampu mengenali nyeri (skala, respon nyeri
intensitas, frekuensi dan tanda nyeri) Evaluasi pengalaman nyeri masa
Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri lampau
berkurang Evaluasi bersama pasien dan tim
kesehatan lain tentang
ketidakefektifan control nyeri masa
lampau
Bantu pasien dan keluarga untuk
mencari dan menemukan dukungan
Kontrol lingkungan yang dapat
mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan dan kebisingan
Kurangi faktor presipitasi nyeri
Pilih dan lakukan penanganan nyeri
(farmakologi, non farmakologi dan
interpersonal)
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
menentukan intervensi
Ajarkan tentang teknik non
farmakologi
Berikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
Evaluasi keefektifan control nyeri
Tingkatkan istirahat
Kolaborasikan dengan dokter jika ada
keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
Monitor penerimaan pasien tentang
manajemen nyeri
Analgesic Administration
Tentukan lokasi, karakteristik,
kualitas, dan derajat nyeri sebelum
pemberian obat
Cek instruksi dokter tentang jenis
obat, dosis, dan frekuensi
Cek riwayat alergi
Pilih analgetik yang diperlukan atau
kombinasi dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu
Tentukan pilihan analgesik tergantung
tipe dan beratnya nyeri
Tentukan analgesik pilihan, rute
pemberian, dan dosis optimal
Pilih rute pemberian secara IV, IM
untuk pengoabatan nyeri secara teratur
Monitor vital sign sebelum dan
sesudah pemberian analgesik pertama
kali
Berikan analgesik tepat waktu
terutama saat nyeri hebat
Evaluasi efektifitas analgesik, tanda
dan gejala
Koping tidak efektif berhubungan dengan Decision making Dicision Making
rasa takut tentang ketidak tahuan, persepsi Role inhasmet Menginformasikan pasien alternatif
Sosial support
tentang proses penyakit, dan sistem Kriteria Hasil atau solusi lain penanganan
pendukung tidak adekuat. Mengidentifikasi pola koping yang Memfasilitasi pasien untuk membuat

efektif keputusan
Mengungkapkan secara verbal tentang Bantu pasien mengidentifikasi

koping yang efektif keuntungan, kerugian dari keadaan


Mengatakan penurunan stress Role Inhancemet
Klien mengatakan telah menerima
Bantu pasien untuk identifikasi
tentang keadaannya
Mampu mengidentifikasi strategi bermacam-macam nilai kehidupan
tentang koping Bantu pasien mengidentifikasi strategi
positif untuk mengatur pola nilai yang
dimiliki
Coping Enhancement
Anjurkan pasien untuk
mengidentifikasi gambaran perubahan
peran yang realitas
Gunakan pendekatan tenang dan
menyakinkan
Hindari penngambilan keputusan pada
saat pasien berada dalam stress berat
Berikan informasi actual yang terkait
dengan diagnosis, terapi dan prognosis
Anticipatory Guidance
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Nutritional Status Nutrition Management
berhubungan dengan status hipermetabolik Nutritional Status : food and fluid Kaji adanya alergi makanan
berkenaan dengan kanker. intake Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
Nutritional Status : nutrient intake
menentukan jumlah kalori dan nutrisi
Weight control
yang dibutuhkan pasien
Kriteria Hasil : Anjurkan pasien untuk meningkatkan
Adanya peningkatan berat badan intake Fe
sesuai dengan tujuan Anjurkan pasien untuk meningkatkan
Berat badan ideal sesuai dengan tinggi protein dam vitamin C
badan Berikan substansi gula
Mampu mengidentifikasi kebutuhan Yakinkan diet yang dimakan
nutrisi mengandung tinnggi serat untuk
Tidak ada tanda tanda malnutrisi
mencegah konstipasi
Menunjukkan peningkatan fungsi Berikan makanan yang terpilih (sudah
pengecapan dari menelan dikonsultasikan dengan ahli gizi)
Tidak terjadi penurunan berat badan Ajarkan pasien bagaimana membuat
yang berarti catatan makanan harian
Monitor jumlah nutrisi dan kandungan
kalori
Berikan informasi tentang kebutuhan
nutrisi
Kaji kemampuan pasien untuk
mendapatkan nutris yang dibutuhkan
Nutrition Monitoring
BB pasien dalam batas normal
Monitor adanya penurunan berat
badan
Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang
biasa dilakukan
Monitor interaksi anak atau orangtua
selama makan
Monitor lingkungan selama makan
Jadwalkan pengobatan dan tindakan
tidak selama jam makan
Monitor kulit kering dan perubahan
pigmentasi
Monitor turgor kulit
Monitor kekeringan, rambut kusam,
dan mudah patah
Monitor mual dan muntah
Monitor kadar albumin, total protein,
Hb, dan kadar Ht
Monitor pertumbuhan dan
perkembangan
Monitor pucat, kemerahan, dan
kekeringan konjungtiva
Monitor kalori dan intake nutrisi
Catat adanya edema, hiperemik,
hipertonik papilla lidah dan cavitas
oral
Catat jika lidah berwarna magenta,
scarlet