You are on page 1of 2

Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen

yang ditandai dengan keletihan dan dispnea setelah beraktivitas.

DS:

Klien mengatakan mudah lelah saat beraktivitas.

DO:

Tekanan darah 140/100 mmHg.

Irama jantung teratur dengan frekuensi 110x/menit.

Rencana keperawatan

Manajemen energi

a. Kaji status fisiologis yang menyebabkan kelelahan sesuai dengan konteks usia dan
perkembangan.
b. Monitor system kardiorespirasi pasien selama kegiatan (misal, takikardi, disritmia yang
lain, dypsnea, dyaphoresis, pucat, tekanan hemodinamik, frekuensi pernapasan).
c. Monitor lokasi dan sumber ketidaknyamanan yang dialami pasien.
d. Bantu pasien identifikasi pilihan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.
e. Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari yang teratur sesuai kebutuhan (ambulasi,
berpindah, bergerak, dan perawatan diri).
f. Evaluasi secara bertahap kenaikan level aktivitas pasien.
g. Monitor respon oksigen pasien (misalnya, tekanan nadi, tekanan darah, respirasi) saat
perawatan maupun saat melakukan perawatan diri secara mandiri.
h. Anjurkan pasien untuk menghubungi tenaga kesehatan jika tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang.

Rasional yang hambatan mobil

Untuk menunjang kontinuitas dan menjaga tingkat kemandirian yang teridentifikasi.


Untuk mempertahankan tonus otot dan mencegah komplikasi imobilitas.