You are on page 1of 4

Abu Hurairah z mengisahkan:

Rasulullah n melewati setumpuk makanan. Beliau pun memasukkan tangannya ke


dalam tumpukan tersebut hingga jari-jemari beliau menyentuh bagian yang basah.
Apa yang basah ini, wahai pemilik makanan? tanya beliau. Penjualnya menjawab:
Makanan itu basah karena terkena hujan, wahai Rasulullah. Rasulullah n bersabda:
Mengapa engkau tidak meletakkan bagian yang basah ini di atas hingga manusia
dapat melihatnya? Siapa yang menipu maka ia bukan dariku.












Orang yg bertransaksi jual beli berhak khiyar (memilih) selama keduanya belum berpisah. Jika
keduanya jujur & terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi
jika keduanya berdusta & tak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang.
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Abdurrahman
bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hammam dari Abu At Tayyah dia berkata; Saya
mendengar Abdullah bin Al Harits telah menceritakan dari Hakim bin Hizam dari Nabi Shallallu
'alaihi wa sallam, seperti hadits di atas, Muslim bin Hajjaj berkata; Hakim bin Hizam dilahirkan
di dalam Ka'bah, & dia hidup selama seratus dua puluh tahun. [HR. Muslim No.2825].








( )
. - - , ,
Artinya : Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr
semuanya dari Ismail bin Ja'far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail dia
berkata, telah mengabarkan kepadaku al-Ala' dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya,
kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya: "Apa ini
wahai pemilik makanan?" sang pemiliknya menjawab, "Makanan tersebut terkena air hujan
wahai Rasulullah." Beliau bersabda: Mengapa engkau tidak meletakkan bagian yang basah
ini di atas hingga manusia dapat melihatnya? Siapa yang menipu maka ia bukan dariku. (HR.
Muslim).

Emas ditukar dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, kurma dengan
kurma, garam dengan garam, sama beratnya dan langsung diserahterimakan. Apabila berlainan
jenis, maka juallah sesuka kalian namun harus langsung diserahterimakan/secara kontan (HR.
Muslim: 2970)

Sumber: https://muslim.or.id/222-jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html

Janganlah engkau menjual barang yang bukan milikmu. (HR. Abu Dawud 3503, Tirmidzi
1232, An Nasaai VII/289, Ibnu Majah 2187, Ahmad III/402 dan 434; dishahihkan Syaikh Salim
bin Ied Al Hilaly)
Sumber: https://muslim.or.id/222-jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html



Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Tidak halal bagi seorang muslim
menjual barang dagangan yang memiliki cacat kepada saudaranya sesama muslim, melainkan
ia harus menjelaskan cacat itu kepadanya (HR. Ibnu Majah nomor 2246, Ahmad IV/158,
Hakim II/8, Baihaqi V/320; dishahihkan Syaikh Salim bin Ied Al Hilali)

Sumber: https://muslim.or.id/222-jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html

Barang siapa yang berlaku curang terhadap kami, maka ia bukan dari golongan kami.
Perbuatan makar dan tipu daya tempatnya di neraka (HR. Ibnu Hibban 567, Thabrani dalam
Mujamul Kabiir 10234, Abu Nuaim dalam Al Hilyah IV/189; dihasankan Syaikh Salim Al
Hilaly)

Sumber: https://muslim.or.id/222-jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html

Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu. [HR Tirmidzi].


Demikian ini menunjukkan adanya larangan yang tegas, bahwa seseorang tidak boleh menjual
sesuatu kecuali telah dimiliki sebelum akad, baik dijual cash ataupun tempo. Masalah ini tidak
boleh diremehkan. Pedagang yang hendak menjual sesuatu kepada seseorang, hendaknya dia
menjamin keberadaan barangnya di tempatnya atau di tokonya, gudangnya, show roomnya atau
di toko bukunya. Kemudian jika ada orang yang mau membelinya, dia bisa menjualnya cash atau
tempo.

Sumber: https://almanhaj.or.id/2979-jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam.html



Janganlah kalian melakukan jual beli najasy

Orang yang tidak berminat membeli dan tidak tertarik pada suatu barang, hendaknya tidak ikut
campur dan tidak menaikkan harga. Biarkan para pengunjung (pembeli) yang berminat untuk
saling tawar-menawar sesuai harga yang diinginkan.

Sumber: https://almanhaj.or.id/2979-jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam.html


Artinya: Hukum asal semua bentuk muamalah adalah mubah (boleh), kecuali ada dali yang
mengharamkannya (melarang)