You are on page 1of 21

ANALISA DATA

Nama : Tn. M Ruang / Kelas : Gd.


Teratai Lt. VI Selatan

Umur : 56 tahun No. RM : 01307129

TANGGA N
DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH
L O
25-04- 1 Ds : - Klien mengatakan nyeri Nyeri akut Jaringan
2016 disekitar dada sebelah kiri sekunder
samapai ke tungkai belakang terhadap
sumbatan
Do : - kesadaran compos mentis arteri kororner
- Keadaan umum lemah
- Muka terlihat pucat
- Konjungtiva anemis
- Capilary refill 5 detik
- TTV : TD : 110/80 mmHg, N :
88 x/m, RR : 26 x/m, S : 36 o
c
- Kecepatan denyut apical
105 x/m
- Palpasi dada tidak ada
memar, kemerahan, dan
tidak ada massa
- Akral hangat
- Kulit terlihat pucat
- Adanya edema di ektremitas
bawah
P : nyeri bertambah saat
beraktivitas
Q : nyeri seperti tertimpa
benda
2. R : nyeri menyebar sampai
ke kepala dan ulu hati Frekuensi
S : sakala nyeri 3 jantung Penurunan
T : waktu 10 menit curah jantung

Ds : - Klien mengatakan sesak


napas,
- Klien mengatakan sering
keluar keringat dingin
- Klien mengatakan sakit
didaerah dada sebelah kiri
Do : - kesadaran compos mentis
- Keadaan umum lemah
- Klien terapasang oksigen 3
3. liter
- Klien diberikan posisis semi
flower Intoleransi Tirah
- Muka terlihat pucat aktivitas baring/imobillis
- Konjungtiva anemis asi
- TTV : TD : 110/80 mmHg, N :
88 x/m, RR : 25 x/m, S :
4. 36oC

Ds : - klien mengeluh cepat lelah Krisis


saat beraktivitas serta pusing Situasional / Ansietas
Do : - kesadaran compos mentis Perubahan
- Keadaan umum lemah Lingkungan
- Klien terlihat pucat
- Konjungtiva anemis

Ds : - klien mengatakan merasa


cemas dengan penyakitnya
- Klien mengatakan cemas
karena keluarganya tidak
bisa menjenguk ke RS

Do : - kesadaran compos mentis


- keadaan umum sakit sedang
- Klien terlihat pucat
- Klien tampak menyendiri
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama : Tn. M Ruang / Kelas : Gd.


Teratai Lt. VI Selatan

Umur : 56 tahun No. RM : 01307129

N Tanggal
DIAGNOSA KEPERAWATAN Paraf
O Ditemukan Teratasi
1. Nyeri Akut Berhubungan 25-04-2016
Dengan Iskemia Jaringan
Sekunder Terhadap
Sumbatan Arteri Koroner
2. Penurunan Curah Jantung 25-04-2016
Berhubungan Dengan
Frekuensi Jantung

3. Intoleran Akitivitas 25-04-2016


Berhubungan Dengan
Tirah Baring / Imobilisasi

4. Ansietas Berhubungan 26-04-2016


Dengan Krisis Situasional /
Perubahan Lingkungan

RENCANA KEPERAWATAN
Nama : Tn. M Ruang / Kelas : Gd.
Teratai Lt. VI Selatan

Umur : 56 tahun No. RM : 01307129

No Tujuan
Tangg Rencana
. & Rasional Paraf
al Tindakan
DX Kinerja Hasil
25- 1. Tujuan : Mandiri :
04- Dalam waktu
2016 3x24 jam 1. Pantau/catat 1. Variasi penampilan
Senin terdapat karakteristik dan perilaku
penurunan nyeri, catat pasien karena
respons nyeri laporan nyeri terjadi
dada. verbal, sebagai temuan
Kriteria Hasil : petunjuk pengkajian.
1. Secara nonverbal, Kebanyakan pasien
subjektif, dan respons dengan IM akut
klien hemodinamik tampak sakit,
menyatakan (contoh, distraksi, dan
penurunan meringis, berfokus pada
rasa nyeri mengangis, nyeri. Riwayat
dada. gelisah, verbal dan
2. Secara berkeringat, penyelidikan lebih
objektif mencengkera dalam terhadap
didapatkan m dada, faktor pencentus
tanda vital napas cepet, harus ditunda
dalam batas TD/frekuensi sampai nyeri
normal, jantung hilang. Pernapasan
wajah rileks, berubah). mungkin
tidak terjadi meningkat sebagai
penurunan akibat nyeri dan
pefusi berhubungan
perifer. dengan cemas,
sementara
hilangnya stres
2. Ambil menimbulkan
gambaran katekolamin akan
lengkap meningkatkan
terhdap nyeri kecep atan
dari pasien jantung dan TD.
termasuk
lokasi;
intensitas (0- 2. Nyeri sebagai
10); lamanya; pengalaman
kualitas subjektif dan harus
(dangkal/ digambarkan oleh
menyebar) pasien. Bantu
dan pasien untuk
penyebaran. menilai nyeri
dengan
3. Kaji ulang membandingkan
riwayat dengan
angina pengalaman yang
sebelumnya, lain.
nyeri
menyerupai
angina, atau 3. Dapat
nyeri IM. membandingkan
Diskusikan nyeri yang ada dari
riwayat pola sebelumnya,
keluarga. sesuai dengan
indentifikasi
4. Anjurkan komplikasi seperti
pasien untuk meluasnya infak,
melaporakan emboli paru, atau
nyeri dengan perikarditis.
segera.

4. Penundaan
pelaporan nyeri
menghambat
peredaan
nyeri/memerlukan
peningkatan dosis
obat. Selain itu
nyeri berat
dapatmenyebabka
5. Atur posisi n syok dengan
fisiologis merangsang
sistem saraf
simpatis,
mengakibatkan
kerusakan lanjut
dan menggangu
diagnostik dan
6. Istirahatkan hilangnya nyeri.
klien
5. Posisi fisiologis
akan
maningkatkan
asupan oksigen ke
jaringan yang
mengalami
iskemia.

6. Istirahat akan
menurunkan
7. Berikan kebutuhan oksigen
oksigen jaringan perifer
tambahan
sehingga akan
dengan
kanula nasal menurunkan
atau masker kebutuhan
sesuai miokardium yang
indikasi. membutuhkan
oksigen
untukmenurunkan
iskemia.
8. Berikan
lingkungan 7. meningkatkan
yang tenang,
jumlah sediaan
aktivitas
perlahan, dan oksigen untuk
tindakan kebutuhan
nyaman miokard,
(contoh sprei menurunkan
yang iskemia dan
kering/tak disritmia lanjut.
terlipat,
gosokan
punggung).
Pendekatan
pasien 8. Menurunkan
dengan rangsangan
tenang dan eksternal dimana
dengan ansietas dan
percaya. regangan jantung
serta keterbatasan
9. Ajarkan kemampuan
teknik koping dan
relaksasi keputusan
pernapasan terhadap situasi
dalam pada saat ini.
saat nyeri

10.Ajarkan
teknik
distraksi 9. Meningkatkan
pada saat asupan oksigen
nyeri sehingga akan
menurunkan nyeri
sekunder dari
iskemia jaringan.

10.Distraksi
(pengalihan
perhatian) dapat
menurunkan
stimulasi internal
melalui mekanisme
peningkatan
11.Lakukan produksi endorfin
manajemen dan enkefalin yang
sentuhan dapat memblok
reseptor nyeri
2. sehingga nyeri
26- tidak dikirimkan ke
04- korteks serebri dan
2016 selanjutnya akan
Selas menurunkan
a persepsi nyeri.
Tujuan :
Setelah 11.Manajemen
dilakukan sentuhan pada
tindakan saat nyeri berupa
keperawatan sentuhan,
selama 3x24 Kolaborasi dukungan
jam curah 12.Terapi obat psikologis dapat
jantung kembali jantung membantu
normal. Kriteria Plavix menurunkan nyeri.
Hasil : 1x75mg, Masase ringan
1.Hemodinamik Aspilet dapat
a stabil 1x80mg, meningkatkan
Tekanan sesuai aliran darah dan
darah dalam indikasi. dengan otomatis
batas normal, membantu suplai
curah jantung darah dan oksigen
kembali Mandiri : ke arah nyeri dan
meningkat, 1. Mengukur TTV menurunkan
asupan dan sensasi nyeri.
keluaran
sesuai, irama 2. Auskultasi
jantung tidak bunyi napas. Kolaborasi
menunjukan 12.Menghambat
tanda-tanda impuls saraf
disritmia. sehingga
mengurangi rasa
nyeri
3. Pantau
frekuensi
jantung dan
irama. Catat
disritmia 1. Mengetahui
melalui keadaan umum
telemetri. klien

2. Krekels
menunjukan
kongesti paru
mungkin terjadi
kerena
penurungan fungsi
miokardia.

4. Catat respons 3. Frekuensi dan


terhadap irama jantung
aktivitas dan berespons
peningkatan terhadap obat dan
istirahat aktivitas sesuai
dengan dengan terjadinya
tepat . komplikasi/disritma
(khususnya
5. Berikan pispot kontraksi ventrikel
disamping prematur atau blok
tempat tidur jantung berlanjut),
bila tak yang
mampu ke mempengaruhi
kamar mandi. fungsi jantung atau
mengingkatkan
kerusakan iskemik.

4. Kelebihan latihan
meningkatkan
Kolaborasi : konsumsi/kebutuha
n oksigen dan
6. Berikan mempengaruhi
oksigen fungsi miokardia.
tambahan,
sesuai 5. Mengupayakan
indikasi. penggunaan
bedpan dapat
melelahkan dan
secara fisiologis
7. Terapi obat penuh stres, juga
jantung meningkatkan
Plavix kebutuhan oksigen
1x75mg, dan kerja jantung.
Aspilet
1x80mg,
sesuai
indikasi.

6. jumlah sediaan
8. Kaji ulang seri oksigen untuk
EKG. kebutuhan
miokard,
menurunkan
iskemia dan
disritmia lanjut.
3.
7. Jalur yang paten
27- penting untuk
04- memberian obat
2016 9. Kaji foto dada. darurat pada
Rabu adanya disritmia
atau nyeri dada.

Tujuan :
Setelah 10.Pantau data 8. Memberikan
dilakukan laboratorium: informasi
asuhan contoh enzim sehubungan
keperawatan jantung, GDA, dengan
selama 3x24 elektrolit . kemajuan
jam kelemahan /perbaikan infak,
berkurang, dan status fungsi
dapat ventrikel,
mempertahank keseimbangan
an kemampuan elektrolit, dan efek
aktivitas terapi obat.
seoptimal
mungkin.
Kriteria Hasil : 9. Dapat menunjukan
1. Klien edema paru
mengata sehubungan
kan dengan disfungsi
keletihan vertikel.
berkuran
g 10.Enzim memantau
2. Klien perbaikan/perluasa
dapat n infak. Adanya
melakuka Mandiri : hipoksia
n menujukkan
aktivitas 1. Catat/dokume kebutuhan
sesuai ntasi tambahan oksigen.
kemamp frekuensi Keseimbangan
uannya jantung, elektrolit, contoh
secara irama, dan hipokalemia/hiperk
bertahap. perubahan TD alemia sangat
sebelum, besar berpengaruh
selama, irama jantung/
sesudah kontraktilitas.
aktivitas
sesuai
indikasi.
Hubungan
dengan
laporan nyeri
dada/napas
pendek.

2. Tingkatkan
istirahat
(tempat
tidur/kursi). 1. Kecenderungan
Batasi menentukan
aktivitas pada respons pasien
dasar terhadap aktivitas
nyeri/respons dan dapat
hemodinamik. mengidikasikan
Berikan penurunan oksigen
aktivitas miokardia yang
senggang memerlukan
yang tidak penurunan tingkat
berat. aktivitas/kembali
tirah baring,
perubahan
3. Batasi program obat,
pengunjung penggunaan
dan/atau oksigen tambahan.
kunjungan
oleh pasien. 2. Menurunkan kerja
miokardia/konsums
i oksigen,
menurunkan resiko
4. Anjurkan komplikasi
pasien (contoh , perluasan
menghindari IM.)
4. peningkatan
28- tekanan
04- abdomen,
2016 contoh
Kamis mengejan
saat defekasi.

3. Pembicaraan yang
panjang sangat
memperngaruhi
5. Jelaskan pola pasien; namun
pengkatan periode kunjungan
terhdap dari yang tenang
Tujuan : tingkat bersifat terapeutik.
Dalam waktu akitivitas,
3x24 jam Klien contoh
dapat bangun dari 4. Aktivitas yang
menurunkan kursi bila tak memerlukan
kecemasan ada nyeri, menahan napas
Kriteria Hasil : ambulasi dan dan menunduk
1. Klien istirahat (manuver Valsalva)
dapat selama 1 jam dapat
mendem setelah mengakibatkan
onstrasik makan. bradikardi, juga
an cara menurunkan curah
penuruna jantung, dan
n takiradi dengan
kecemas Kolaborasi: peningkatan TD.
an
2. Tanda 6. Memberikan
vital rujukan ke 5. Aktivitas yang
dalam program maju memberikan
batas rehabilitasi kontrol jantung,
normal jantung. meningkatkan
regangan dan
7. Terapi obat mencegah
Flumicy aktivitas
2x100mg berlebihan.
Mandiri :

1. Indentifikasi
dan ketahui 6. Memberikan
persepsi dukungan/pengaw
pasien asan tambahan
terhadap lanjutan dan
ancaman/sit partisipasi proses
uasi. Dorong penyembuhan dan
mengekspre kesejateraan .
sikan dan 7. Memabantu
jangan mengencerkan
menolak dahak dan
perasaan melegakkan
marah, saluran
kehilangan, pernapasan
takut, dll.

1. Koping
2. Mempertaha terhadap nyeri
nkan gaya dan trauma
percaya emosi IM sulit.
(tanpa Pasien dapat
keyakinan takut mati
yang salah). dan/atau cemas
tentang
lingkungan.
Cemas
berkelanjutan
(sehubungan
dengan
masalah
tentang
3. Berikan dampak
privasi untuk serangan
pasien dan jantung pada
orang pola hidup
terdekat . selanjutnya,
masih tak
teratasi, dan
efek penyakit
pada keluarga).

2. Pasien dan
Kolaborasi orang terdekat
: dapat
dipengaruhi
4. Berikan anti oleh
cemas/hipno cemas/ketidakt
tik sesuai enangan
indikasi anggota tim
alprazolam kesehatan.
0,25mgx2 Penjelasan
yang jujur
dapet
menghilangkan
kecemasan.

3. Memungkinkan
waktu untuk
mengekspresik
an perasaan,
menghilangkan
cemas, dan
perilaku
adaptasi.

4. Meningkatkan
relaksasi/istirah
at dan
menurunkan
rasa cemas.
CATATAN KEPERAWATAN

Nama : Tn. M Ruang / Kelas : Gd.


Teratai Lt. VI Selatan

Umur : 56 tahun No. RM : 01307129

No
TANG
JAM . CATATAN KEPERAWATAN paraf
GAL
DX
20-03- Pagi 1,2 - Membantu menganti alat tenun klien
2016 09.30 ,3, R/ klien terlihat lebh nyaman, dan bersih
Senin 4
10.00 - Memantau karakteristik nyeri
R/ P : nyeri bertambah saat melakukan
2 aktivitas
Q : nyeri seperti terimpa beban berat
R : nyeri menyebar sampai ke kepala
dan ulu hati
S : sakala nyeri 3
T : waktu 10 menit
10.15
2 - Mengajarkan teknik managemen nyeri
dengan melakukan teknik napas dalam
R/ klien lebih tenang
10.25
1,2 - Mengukur TTV
,3, R/ TD : 110, N : 88 x/m, RR : 22 x/m, S :
10.30 4 36oC

3 - Memberikan posisi semi fowler


10.35 R/ klien lebih terasa nyaman

1,2 - Memasang oksigen nasal kanul 4


12.00 ,3 liter/menit
R/ klien lebih nyaman, sesak klien
3 berkurang

13.00 - Memberikan klien makan


R/ klien menghabiskan porsi makanan
1,2 yang disediakan
14.00 ,3,
4 - Menganjurkan klien untuk beristrirahat
R/ klien beristirahat tidur
Siang 1
17.00 - Memberikan managemen sentuhan
R/ klien merasa lebih tenang
1,2
19.00 ,3, - Mengukur TTV
4 R/ TD : 100/70 mmHg, N : 120 x/m,
RR : 25 x/m, S : 36o C
21.00
1,2 - Mengatur posisi klien semifowler
,3 R/ klien sudah tidak merasa sesak
26-04- Malam
2016 06.00 1,2 - Menganjurkan klien untuk istirahat
Selasa ,3, R/ klien istirahat
4
07.00 - Mengukur TTV
1,2 R/ TD : 100/70 mmHg, N : 80 x/m, RR :
,3, 20 x/m, S : 36oC
07.30 4
- Membantu klien mandi
R/ klien mandi mandiri tampak bersih
Pagi 3
09.00 - Membantu merapikan tempat tidur klien
R/ tempat tidur rapi dan bersih
3
10.00 - Mengukur TTV
R/ TD : 110/70 mmHg, N : 80 x/m, RR :
20 x/m, S : 36o C
2
10.30 - Mengkaji bunyi dan frekuensi
pernapasan klien
2 R/ bunyi vesikuler terdapat rhonki basah
10.40 bilateral, frekuensi pernapasan 22 x/m

- Melakukan pemeriksaan rekam jantung


12.00 2 klien
R/ sinusritem (irama teratur)

2 - memantau frekuensi jantung dan irama


12.15 R/ frekuensi 105 x/m, irama teratur

3 - membantu memberi klien makan


13.20 R/ klien menghabiskan 1 porsi makanan
yang telah disediakan

3 - menganjurkan klien untuk istirahat


14.00 R/ klien tidur

1,2 - mengukur TTV klien


14.10 ,3, R/ TD : 100/80 mmHg , N : 80 x/m,
4 RR : 24 x/m, S : 35,5oC

- memberikan posisi
Siang 1,2 R/ semi fowler klien lebih nyaman
18.00 ,3
- Mengukur TTV
R/ 150/100 mmHg, N : 80 x/m, RR : 20
x/m, S : 36oC
19.00
- membantu merapikan tempat tidur klien
R/ tempat tidur rapi dan bersih
19.15
- mengukur TTV
- R/ TD : 110/80 mmHg, N : 84 x/m, RR :
Malam 20 x/m, S : 36o C
21.00
- Memberikan obat insulin
R/ humolog 3x6 unit IM
06.00

- Membantu memberi makan klien


06.20 R/ klien menghabiskan 1 porsi makanan
yang telah disediakan

Pagi - Memberikan obat isosorbide


10.00 R/ isosorbide 3x5 mg oral

- membantu klien BAB


11.00 R/ BAB setengah padat warna kuning
kecoklatan

27-04- - menganjurkan klien untuk istirahat


2016 11.30 R/ klien tidur
Rabu

- mengukur TTV
12.30 R/ 90/60 mmHg, N : 90 x/m, RR : 20 x/m,
S : 36oC

- mengatur posisi klien


13.00 R/ posisi semi fowler

- memotivasi klien untuk lebih semangat


13.30 dan ikhlas
R/ klien lebih bersemangat dan
menerima penyakitnya
14.00
- memberikan selimut
R/ klien tampak lebih hangat
Siang
18.00 - mengukur TTV
R/ 100/70 mmHg, N : 90 x/m, RR :
28x/m, S : 36oC
20.00
- memotivasi klien untuk mobilisasi
R/ klien latihan jalan pelan-pelan
20.10
- menganti alat tenun klien
R/ tempat tidur rapi dan bersih

- Up infus klien
R/ infus bengkak

Malam - Mengukur TTV


21.00 R/ TD : 110/70 mmHg, N 105 x/m, RR :
18 x/m, S : 36oC

06.00 - Membantu memberi makan klien


R/ klien menghabiskan 1 porsi makanan
yang telah disediakan

- Memotivasi klien untuk ikhlas terhadap


penyakit yang dideritanya
R/ klien tampak menerima, dan mengerti
07.00
- Melakukan teknik napas dalam untuk
meredakan cemasnya
Pagi R/ klien dapat melakukan dengan baik
10.00 dan mengulanginya

- Motivasi klien untuk cepat sembuh


11.00 R/ klien bersemangat untuk sembuh

- Menganjurkan klien untuk banyak


11.10 istirahat
R/ klien istirahat
28-04-
2016
Kamis 11.30 - Mengukur TTV
R/ TD : 100/70 mmHg, N : 90 x/m, RR :
28 x/m, S : 36oC

- Memotivasi klien untuk lebih banyak


berdoa
R/ klien lebih mengerti dan
mengkihlaskakn

- Menganjurkan klien untuk isirahat


R/klien istirahat tidur

- Mengukur TTV
R/ TD : 110/70 mmHg, N ; 90 x/m, RR :
36 x/m, S : 36o C
EVALUASI KEPERAWATAN

Nama : Tn. M Ruang / Kelas : Gd.


Teratai Lt. VI Selatan

Umur : 56 tahun No. RM : 01307129

TANGG No.
JAM EVALUASI KEPERAWATAN (SOAP) Paraf
AL DX
26-04- 19.0 I S: klien mengatakan nyeri dada berkurang
2016 0 Klien mengatakan badan terasa lemas
dan
berkeringat
O: keadaan umum lemah
Kesadaran compos mentis
TD: 132/77 mmhg N:96x/menit
RR: 24X/menit S: 36c
Terpasang O2 3 liter/menit
Terpasang venplon
Akral hangat
Konjungtiva anemis
Skala nyeri 2
A: Masalah Nyeri Akut belum teratasi
P: -Monitor TTV
-Kolaborasi Hasil konsul IPD:
Berikan: Ranitidin 2x5 mg
Lantus 1x6 unit sc
Simustatin 1x20 g
Humolog 3x6 unit
KSR 3x60 mg
- Klien bedrest
- Bantu ADL klien

II
19.0 S: Klien masih merasa sesak
0
O: keadaan umum lemah
Kesadaran kompos mentis
TD: 130/80 N: 86x/menit
RR: 20 x/menit S: 36c
IVL terpasang
Tidak ada tanda-tanda infeksi
O2 nasal kanul 3 L/menit
Klien bedrest
A: Masalah Penurunan curah jantung belum
teratasi
P: - Ajarkan teknik napas dalam
- Observasi TTV
- Bantu ADL klien
- Berikan posisi semifowler
- Kaji status pernapasan
- Pertahankan jalan napas
- Berikan posisi semi fowler
III

S: klien mengeluh mudah lelah, lemas dan


berkeringat
O: Keadaan umum lemah
Kesadaran Compos mentis
TD: 110/80 N: 84
RR: 24x/ menit s: 36c
IVL terpasang
Tidak ada tanda-tanda infeksi
O2 nasal kanul 3 L/menit
Klien bedrest
Konjungtiva anemis
Akral hangat
A: Masalah intoleransi aktivitas belum
teratasi
IV P: Observasi TTV
Ajarkan teknik napas dalam
Berikan posisi semi fowler

S: Klien mengatakan merasa takut dengan


Penyakitnya
Klien mengatakan cemas karena
keluarganya tidak
bisa menjenguk ke RS

O: keadaan umum lemah


Kesadaran kompos mentis
TD: 110/80 N: 86x/menit
RR: 20 x/menit S: 36c
Klien terlihat pucat
27-04- I Klien tampak menyendiri
2016 A: Masalah ansietas belum teratasi
19.0 P: Mengajarkan teknik relaksasi
0 Membina hubungan saling percaya

S: klien mengatakan nyeri dada berkurang


Klien mengatakan badan terasa lemas
dan
berkeringat
O: keadaan umum lemah
Kesadaran compos mentis
TD: 132/77 mmhg N:96x/menit
RR: 24X/menit S: 36c
Terpasang O2 3 liter/menit
AVL terpasang
Akral hangat
Konjungtiva anemis
Skala nyeri 1
A: Masalah Nyeri Akut belum teratasi
P: -Monitor TTV dan skala nyeri klien
II - Klien bedrest
- Bantu ADL klien
- Ajarkan teknik relaksasi napas dalam
dan distraksi

S: Klien mengatakan sesak berkurang


O: keadaan umum lemah
Kesadaran kompos mentis
TD: 130/80 N: 86x/menit
RR: 20 x/menit S: 36c
IVL terpasang
Tidak ada tanda-tanda infeksi
O2 nasal kanul 3 L/menit
A: Masalah Penurunan curah jantung belum
teratasi
P: - Ajarkan teknik napas dalam
III - Observasi TTV
- Bantu ADL klien
- Berikan posisi semifowler
- Kaji status pernapasan
- Pertahankan jalan napas
- Berikan posisi semi fowler

S: klien mengeluh mudah lelah dan


berkeringat
Klien mengatakan sudah tidak pusing
O: Keadaan umum lemah
Kesadaran Compos mentis
TD: 110/80 N: 84
RR: 24x/ menit s: 36c
IV IVL terpasang
Tidak ada tanda-tanda infeksi
O2 nasal kanul 3 L/menit
Konjungtiva anemis
Akral hangat
A: Masalah intoleransi aktivitas belum
teratasi
P: Observasi TTV
Berikan posisi semi fowler

S: Klien mengatakan merasa takut dengan


Penyakitnya
Klien merasa cemas karena keluarganya
tidak
bisa menjenguk ke RS
O: keadaan umum lemah
Kesadaran kompos mentis
TD: 110/80 N: 86x/menit
28-04- I RR: 20 x/menit S: 36c
2016 Klien terlihat pucat
Klien tampak menyendiri
19.0 Klien tampak gelisah
0 A: Masalah ansietas belum teratasi
P: Mengajarkan teknik distraksi
Membina hubungan saling percaya

II S: klien mengatakan sudah tidak merasa


nyeri
O: keadaan umum baik
Kesadaran compos mentis
TD: 132/77 mmhg N:96x/menit
RR: 24X/menit S: 36c
Terpasang veplon
Akral hangat
A: Masalah Nyeri Akut teratasi
P: Monitor TTV

S: Klien mengatakan sudah tidak sesak


O: keadaan umum baik
Kesadaran kompos mentis
TD: 130/80 N: 86x/menit
RR: 20 x/menit S: 36c
IVL terpasang
Tidak ada tanda-tanda infeksi
O2 nasal kanul 3 L/menit
A: Masalah Penurunan curah jantung
teratasi
P:
- Observasi TTV
- Pertahankan jalan napas

S: Klien mengatakan nyeri dada berkurang


Klien mengatakan sesak napas sudah
Berkurang
O: keadaan umum sedang
Kesadaran kompos mentis
TD: 120/70 N: 80x/menit
RR: 20 x/menit S: 36c
IVL terpasang
Tidak ada tanda-tanda infeksi
O2 nasal kanul 3 L/menit
A: Masalah nyeri akut dan Penurunan curah
jantung teratasi
P: Observasi TTV dan keadaan umum klien
Rencana pulang

S: Klien mengatakan dada sudah tidak


nyeri
Klien mengatakan sudah tidak sesak
napas
O: keadaan umum sedang
Kesadaran kompos mentis
TD: 110/70 N: 80x/menit
RR: 20 x/menit S: 36c
Tidak terpasang IVL
A: Masalah nyeri akut dan Penurunan curah
jantung teratasi

P: Observasi TTV dan keadaan umum klien


Memberikan penjelasan pemakaian obat
dan
perawatan diri di rumah
Memeberikan edukasi untuk rencana
kotrol