You are on page 1of 17

wulan budiarti

Rabu, 23 September 2015

PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN TERTUSUK BINATANG DAN KARANG LAUT


(P3K PANTAI)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Serangan binatang laut berbahaya merupakan salah satu resiko yang dihadapi oleh
para wisatawan dan orang yang berada/bekerja diair laut. Disamping itu resiko
karena sifat alamiah laut seperti arus, pasang surut, ombak, suhu air laut, kondisi
didasar laut dan jenis pekerjaan/kegiatan yang dilaukan dilaut juga menimbulkan
resiko trauma diair laut. Salah satu trauma di laut yaitu tertusuk binatang laut atau
karang laut.

Untuk mencegah terjadinya serangan binatang laut berbahaya kita harus


mengetahui jenis binatang laut berbahaya diperairan tersebut, pola hidupnya, pola
perilakunya saat mau menyerang manusia, serta jenis alat pelindung diri yang
tepat.

Pertolongan pertama yang tepat serta terapi definitif sedini mungkin dan mengatasi
kedaruratan akibat trauma (perdarahaan, syok, reaksi antigen-antibody) dan
kecepatan evakuasi kefasilitas medis terdekat sangat menentukan kehidupan
korban

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pertolongsn pertama pada kecelakaan di pantai ?

2. Apa saja hewan berbahaya yang dapat menusuk manusia ketika berada di
pantai ?

3. Bagaimana pertolongan pertama saat tertusuk binatang laut atau karang laut ?
C. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Mampu menjelaskan makalah dan asuhan keperawatan pertolongan pertama pada


pasien tertusuk binatang dan karang laut

2. Tujuan Khusus

Menjelaskan konsep dasar ,dan menjelaskan asuhan keperawatan pertolongan


pertama pada pasien tertusuk binatang dan karang laut.

D. Manfaat Penulisan

1. Mendapatkan pengetahuan tentang penyakit gondok.

2. Mendapatkan pengetahuan tentang asuhan keperawatan pertolongan pertama


pada pasien tertusuk binatang dan karang laut

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Laut

Banyak sekali binatang laut yang memiliki bisa atau racun, dari racun yang tingkat
rendah atau tidak begitu berbahaya yang biasanya hanya berakibat sesaat maupun
racun golongan tingkat sangat berbahaya. Jenis-jenis binatang laut yang beraneka
ragam seperti halnya aneka ragam hewan yang hidup di darat mempunyai
perbedaan. Kontak dengan binatang laut dapat menyebabkan luka tertusuk
(biasanya pada tangan dan kaki) reaksinya dapat berupa racun.

Racun ini bervariasi tergantung pada sensitivitas dan ketahanan seseorang juga
keganasan serta jumlah racun yang terkontak.

B. Jenis-Jenis Binatang Darat Yang Berbahaya dan Pertolongan Pertamanya

1. Kelabang

Gigitan kelabang meninggalkan bekas berupa sepasang luka, dan menyebabkan


pembengkakan, rasa sakit dan kemerahan di sekitar tempat luka. Rasa terbakar,
pegal dan sakit biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam kemudian.
Kelabang

a. Pertolongan Pertama:

1) Kompres dingin dan dicuci dengan obat antisepti.

2) Kalau ada, cuci bekas gigitan dengan larutan pekat garam inggris

3) Berikan obat pelawan rasa sakit

4) Apabila penderita gelisah segera bawa ke dokter.

2. Kucing dan Anjing

Sebuah penelitian menyebutkan, kucing dapat menginjeksi bakteri lebih jauh ke


dalam sendi dan jaringan tubuh, yang merupakan tempat sempurna bagi potensi
berkembangnya infeksi. Tindakan cepat untuk segera melakukan pengobatan pasca
gigitan kucing pun menjadi hal yang sangat dianjurkan. Begitu pula jika tergigit
anjing.

a. Berikut ini adalah langkah-langkah pertolongan pertama jika tergigit kucing atau
anjing :

1) Bersihkan luka dengan sabun mandi sampai benar-benar dirasa bersih. Hal ini
bertujuan untuk membersihkan luka dari kuman dan bakteri yang mungkin saja
menempel pada luka

2) Selanjutnya bersihkan luka dengan Alkohol dengan cara diusap-usapkan dan


digosok-gosokan sambil ditekan-tekan. Agar lebih udah melakukannya, anda bisa
menggunakan media tisu atau kapas. Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman
dan bakteri yang ada pada luka.

3) Langkah berikutnya silahkan anda konsumsi antibiotik. Saya kira tidak sulit
mencari antibiotik karena sudah banyak tersedia di apotik-apotik terdekat. Hal ini
bertujuan untuk membasmi virus rabies yang mungkin saja ditularkan oleh kucing
dan anjing peliharaan kita melalui gigitan yang kita alami.

4) Langkah terakhir adalah memberi obat luka pada luka bekas gigitan kucing dan
anjing yang kita alami. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan
luka bekas gigitan tersebut
.

C. Jenis-Jenis Binatang Laut Yang Berbahaya dan Pertolongan Pertamanya

1. Bulu babi

Bulu babi termasuk filum Echinodermata, bentuk dasar tubuhnya segilima.


Mempunyai lima pasang garis kaki tabung dan duri panjang yang dapat digerakkan.
Kaki tabung dan duri memungkinkan binatang ini merangkak di permukaan karang
dan juga dapat digunakan untuk berjalan di pasir. Cangkang luarnya tipis dan
tersusun dari lempengan-lempengan yang berhubungan satu sama lain.

Tubuhnya umumnya berbentuk seperti bola cangkang yang keras berkapur dan
dipenuhi dengan duri-duri (Nantji, 2005). Durinya amat panjang, lancip seperti
jarum dan sangat rapuh. Duri-durinya terletak berderet dalam garis-garis membujur
dan dapat digerak-gerakkan, panjangnya dapat mencapai ukuran 10 cm dan lebih.
Bulu babi berbahaya jika terinjak karena durinya sangat rapuh/ mudah patah dan
durinya mengandung racun.

a. Gejala-gejala tertusuk duri bulu babi :

1) Rasa sakit pada bagian tubuh yang tertusuk

2) Agak sedikit demam atau demam derajat ringan

b. Langkahlangkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tertusuk bulu
babi, yang perlu dilakukan adalah :

1) Jangan panik

2) Biasanya pada korban tertusuk bulu babi tidak perlu dilakukan tindakan ABCD
apabila tidak ada tanda-tanda sesak napas atau henti napas dan gangguan sirkulasi

3) Racunnya sendiri dapat dinetralisir dengan amonia, perlakuan asam ringan (jeruk
lemon atau cuka) dengan cara menyiramkan pada daerah tubuh yang tertusuk.

4) Keluarkan durinya dan beri antiseptik

5) Pertolongan selanjutnya bawalah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan


secara medis.
Bulu babi

2. Ubur-ubur

Sengatan ubur-ubur adalah gangguan umum untuk perenang dan penyelam.


Dengan tentakel yang berisi ribuan sengatan berduri kecil, ubur-ubur yang
ditemukan di semua samudra dunia berpotensi menyerang manusia. Sengatan
ubur-ubur berkisar dari ringan sampai parah.

Beberapa ubur-ubur yang sangat beracun dan bahkan sengatan kecil dapat
menyebabkan sakit parah dan iritasi, sedangkan ubur-ubur lainnya tidak berbahaya
bagi manusia. Kebanyakan sengatan ubur-ubur dapat dirawat dengan pertolongan
pertama, tapi beberapa jenis sengatan ubur-ubur dapat lebih parah dan
memerlukan perawatan medis. Dalam kasus yang jarang, sengatan ubur-ubur yang
luas atau dari spesies tertentu ubur-ubur dapat mengancam jiwa.

Ubur-ubur

a. Gejala sengatan ubur yang ringan

Sengatan ubur-ubur dapat menyebabkan:

1) Sensasi terbakar

2) Menyakitkan tanda atau garis merah yang berkembang setelah beberapa menit
sampai beberapa jam

3) Gatal

4) Kesemutan dan mati rasa

5) Lepuh
Iritasi ringan hingga sedang di kulit biasanya membaik dalam waktu satu hingga
dua minggu. Dalam beberapa kasus, tanda-tanda pada kulit mungkin makan waktu
satu sampai dua bulan.

Sengatan ubur-ubur yang parah dapat mempengaruhi seluruh tubuh (reaksi


sistemik).

b. Tanda dan gejala sengatan ubur-ubur yang parah

1) Mual

2) Muntah

3) Sakit kepala

4) Kejang otot

5) Kelemahan

6) Kesulitan mengendalikan gerakan otot

7) Pusing

8) Demam

c. Langkah-langkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tersengat ubur-
ubur yang perlu dilakukan adalah :

1) Setelah merasakan tersengat ubur-ubur segeralah tentakel dibersihkan dengan


cara dicuci dengan air laut di pantai saat itu juga. Pada saat membersihkan area
yang terkena sengatan ubur-ubur jangan menggosok dengan menggunakan tangan
telanjang, karena terkadang ubur-ubur meninggalkan sisa tentakel pada permukaan
kulit.

2) Segeralah ke bibir pantai untuk mencari pertolongan.

3) lalu bilas daerah sengatan dengan cuka (cairan asam) untuk menetralkan
sengatan di kulit.

4) Kompres daerah yang terkena sengatan ubur-ubur tersebut dengan air panas.

5) Istirahatlah, dan tahanlah rasa sakit yang Anda rasakan.

6) Paling tidak rasa sakit yang berlebihan akan turun setelah kira-kira 1 jam.

7) Untuk meminimalisir, berjemurlah di paparan sinar matahari dan oleskan minyak


yang panas. Misalnya Gandapura atau minyak Cap Kapak.
3. Ular laut

Ular laut adalah salah satu binatang paling berbahaya dan beracun di laut. ular laut
terkadang dapat kita jumpai di pantai yang ada banyak karangnya. Ular laut
bersembunyi di sana untuk mencari mangsa berupa ikan-ikan kecil, namun jika
merasa terancam maka ia akan menggigit kita.

Ular Laut

a. Tanda dan Gejala

Gejala utama dari envenomisasi (keracunan akibat patukan ular) bisa muncul dalam
hitungan menit sampai berjam-jam setelah terkena gigitan. Gejala yang timbul
dapat berupa :

1) Kekakuan anggota tubuh

2) Rasa sakit dan kontraksi otot yang disertai kelemahan.

3) Kelumpuhan otot bisa menjalar ke badan dan

4) mengakibatkan kesukaran bernafas akibatnya korban sering panik dan bertindak


kurang wajar.

b. Langkah-langkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita digigit ular laut,
yang perlu dilakukan adalah :

1) Menenangkan korban yang cemas;

2) Nilai kondisi pasien, lakukan ABC (Airway, breathing, Circulation)

3) imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara
mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot, karena
pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam
aliran darah dan getah bening; pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan
hindari gangguan terhadap luka gigitan karena dapat meningkatkan penyerapan
bisa dan menimbulkan pendarahan lokal.

4) Berikan ABU (bila ada)

5) Segera bawa ke Rumah Sakit


4. Ikan Pari

Ikan Pari memiliki duri berbisa di ekornya. Jika tanpa sengaja menginjak ikan pari,
itu akan merespon dengan menyodorkan ekornya ke kaki. Venom dan tulang
belakang fragmen dapat menyebabkan luka menjadi terinfeksi. Daerah yang cedera
tersebut menjadi biru dan hitam. Kerusakan itu terjadi karena adanya injeksi racun
dan kerusakan jaringan, yang mungkin juga terkena infeksi.

Ikan Pari

a. Tanda dan gejala

Gejala yang ditmbulkan akibat sengatan ikan pari biasanya menyebabkan rasa
sakit, mual, kelemahan, dan pingsan. Dalam kasus yang jarang terjadi, korban
mungkin akan kesulitan bernapas atau bahkan mati.

b. Tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi kasus seperti ini adalah sebagai
berikut :

1) Cuci luka hingga bersih dengan air laut.

2) Ikat kaki yang tersengat dengan pembalut kira-kira 5 cm di atas luka, seperti
merawat luka gigitan ular. Lakukan hal ini sesegera mungkin. Ikat tersebut harus
cukup kencang untuk mencegah penyebaran racun pada jaringan kulit, tetapi
jangan sampai menghalangi aliran darah dalam jaringan di bawah kulit. Untuk
mengujinya, selipkan jari-jari Anda di bawah tali pengikat. Apabila jari-jari tidak
dapat masuk, berarti ikatan tersebut terlalu kencang.

3) Keluarkan sisa-sisa sengat dari dalam luka.

4) Sediakan air hangat untuk meredam bagian kaki yang luka, kemudian rendam
sampai 10 jam. Tambahlah air panas untuk mempertahankan suhu air agar tetap
sama. Kondisi ini akan melumpuhkan racun tersebut.

5) Tidak ada obat antiracun untuk luka sengat ini. Jadi segera lah bawa ke Rumah
Sakit

5. Moluska Kerang Kerucut

Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas tubuh. tubuh mollusca adalah
tripoblastik, bilateral simetri, dan memiliki mantel yang dapat menghasilkan bahan
cangkok berupa kalsium karbonat. Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah
(rangka luar) yang terbuat dari zat kapur misalnya kerang, tiram, siput sawah, dan
bekicot. Namun, ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkok seperti cumi-cumi,
sotong gurita dan siput telanjang.

Bedasarkan simetri, kaki, cangkang, mantel, insang dan sistem sarafnya terbagi
atas 5 kelas yaitu:

a. Kelas Amphineura, contohnya Chiton,tubuhnya bilaterla simetris, cangkang terdiri


dari 8 kepingan kapur yang mempunnyai banyak-banyak serabut insang yang
berlapis-lapis.

b. Kelas Gastropoda, contohnya siput, bekicot dll.

c. Kelas Scaphopoda, cangkang seperti kerucut atau tanduk. Ujung cabang


berlubang dan bermantel.

d. Kelas Chephalopoda, contoh cumi-cumi, gurita, nautilus dan sebagainya.


Tubuhnya bilateral, kakinya berubah menjadi lengan yang beralat penghisap.
Sistem saraf berkembang dipusatkan di kepala.

e. Kelas Pelecypoda, contoh kerang, tiram kepah, remis dan sebagainya.

Biota laut yang satu ini tidak kalah mematikan bagi penyelam jika tersengat olenya,
beberapa hewan ini menyengat dengan menembakkan tombak yang berukuran 25
mm yang dialiri racun mematikan. Hewan ini memiliki motif yang menarik dengan
corak yang bermacam-macam. Oleh karena itu dianjurkan untuk tidak menyentuh
dan mengganggunya dan gunakan sarung tangan jika menyelam. Efek yang muncul
selain kematian bisa terkena lumpuh dan gangguan pernapasan.
Kerang kerucut

Tanda dan gejala yang ditimbulkan yaitu ; edema, iskemia, mati rasa, parastesia di
sekitar luka. Pasrastesia dapat menjalar sampai ke daerah bibir,mulut. Paralisis
muscular lokalisata dapat berkembang menjadi kelemahan atau paralisis
generalisata dan berakhir dengan gagal napas dan kardiopulmonal.

a. Langkah-langkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tertusuk kerang
kerucut, yang perlu dilakukan adalah :

1) Jangan panik

2) Perhatikan pernapasan korban

a) Baringkan penderita dengan posisi terlentang

b) Lakukan langkah A (Airway) yaitu bebaskan jalan napas.

c) Jika terjadi henti napas lakukan langkah B (Breathing) yaitu lakukan bantuan
pernapasan denga cara Mouth to Mouth (dari mulut ke mulut).

d) Jika terjadi henti jantung lakukan langkah C (Circulation) yaitu pijat jantung luar
bergantian dengan bantuan pernapasan dengan frekuensi 15 kalikompresi jantung :
2 kali hembusan.

3) Lakukan pengisapan lokal dengan menggunakan alat penghisap, seperti pompa


vakum ekstaktor.

4) Pertolongan selanjutnya bawalah ke Rumah Sakit untukmendapatkan perawatan


secara medis. Usahakan pemulihan sirkulasi spontan dengan jalan D (Drug fluids),
penggunaan obat-obatan sebagai berikut:

a) Pemberian cairan infus sesuai dengan indikasi.

b) Adrenalin diberikan 0,5-1 mg/IV dapat dihitung 3-5 menit

c) Sulfas atropin, untuk bradikardi dengan dosis 0,04 mg/kg BB atau langsung
diberikan 0,5 mg/IV dapat diulang seperlunya,dosis maksimal 2mg.

d) Pemberian meylon untuk menetralisir asam yang terbentuk dijaringan yang


iskemia akibat henti sirkulasi denga dosis 1mg/kg BB, dilanjutkan 0,5 mg/kgBB 10-
15 menit kemudian. Padahenti napas yang baru terjadi 1-2 menti tidak perlu
diberikan meylon.
e) Pemberian Xylocard 50mg IV bolus untuk disritmia, VES (Ventrikel Ekstra Systole)
dan untuk mencegah fibrilasi ventrikel.

5) Pemberian kalsium untuk meningkatkan kontraktilitas myocard digunakan Ca


Glukonas 10 cc larutan 10% bila perlu dapat diulang setiap 10menit.

6) Pemberian kortikosteroid untuk anti inflamasi (oedem), retensi Na, ketahanan


kapiler, dengan dosis 10-20 mg IV

7) Pemberian dopamin untuk vasokonstriksi, dengan dosis dopamin 6-15


meg/kgBB/menit IV (200 mg dopamin dalam 200-500cc D5% dengan kecepatan
tetesan maksimal 20 tpm). Pakailah Dobutamin (Dobuject) sebagai pengganti
dopamin jika heart rate tinggi/cepat.

6. Gurita Cincin Biru ( Blue ringed Octopus )

Binatang kecil ini terdapat dicelah celah karang, dan jika ia merasa terganggu akan
mengeluarkan cincin berwarnba biru pada permukaan badannya. Luka gigitan
biasanya tidak sakit dan kecil. Namun jika dibiarkan akan menyebabkan bisa ( racun
) akan menyebar ke dalam tubuh dan mengakibatkan kelumpuhan yang bisa
berujung pada berhentinya bernafasan.

Gurita Cincin Biru ( Blue ringed Octopus )

a. Tanda dan Gejala

1) Kegagalan nafas secara progresif selama 10-15 menit

2) Luka bekas gigitan kecil, tidak terasa nyeri

3) Mungkin berwarna merah & benjolan (tampak seperti melepuh berisi darah)

4) Kehilangan rasa raba (disekitar mulut & leher)

5) Kesulitan menelan, kelumpuhan otot, gangguan penglihatan, inkoordinasi

6) Mual & muntah, pernapasan & denyut nadi berhenti kematian

b. Tindakan yang harus dilakukan saat pasien terkena gigitan gurita cincin biru ini
adalah :

1) Nilai Airway, Breathing, Circulation

2) Pertolongan dengan nafas buatan selama 6 12 jam


3) Pemasangan turniket lebar dan sayatan diatas luka harus segera dilakukan
setelah tempat gigitan ditemukan

4) Sebaiknya korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang terdekat.

7. Scorpionfish and Lionfish (Scorpaena sp dan Pterois antennata)

Scorpionfish dan Lionfish

Scorpionfish dan lionfish memiliki bentuk tubuh yang elegan dengan sirip
memanjang.namun. Pada bagian ujung dari Sirip-sirip keras tersebut terdapat
kelenjar racun, apabila terkena tubuh manusia dapat menyebabkan sakit yang
berlangsung selama 6 jam.

a. Langkahlangkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tertusuk


Scorpionfish and Lionfish, yang perlu dilakukan adalah :

1) Jangan panik

2) Siram dengan air panas dicampur cuka atau irisan lemon dapat dijadikan sebagai
obat untuk mengurangi rasa sakit.

3) Bawa ke Rumah Sakit segera, untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

D. Terumbu Karang

Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan


daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang yang sampai
sekarang masih secara luas dipergunakan. Ketiga tipe tersebut adalah :

1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)


Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai
dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter
dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses
perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya
bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada
pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh:
Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)

Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52
km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75
meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya
mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau
sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-
putus. Contoh: Great Barrier Reef (Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan),
Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah).

3. Terumbu karang cincin (atolls)

Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulaupulau
vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan.
Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu
karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate
(Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua)

Gambar 2. Tipe-tipe terumbu karang, yaitu terumbu karang tepi (kiri), terumbu
karang penghalang (tengah), dan terumbu karang cincin (kanan).

Namun demikian, tidak semua terumbu karang yang ada di Indonesia bisa
digolongkan ke dalam salah satu dari ketiga tipe di atas. Dengan demikian, ada satu
tipe terumbu karang lagi yaitu:

4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)

Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat
island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam
kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini
akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal.
Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu (Aceh).

a. Bahaya Karang Laut

Karang laut dapat menimbulkan bahaya jika tertusuk ke dalam tubuh manusia. Di
antaranya
1. Jika tusukan karang laut menimbulkan luka, maka dapat menimbulkan resiko
infeksi.

2. Tusukan karang laut yang masih tertinggal di dalam tubuh manusia jika tidak bisa
keluar, maka dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan
kelumpuhan.

3. Jika yang tertusuk itu karang yang memiliki racun, maka racun tersebut dapat
menyebabkan kelumpuhan hingga kematian

b. Penanganan Pertama pada Pasien Tertusuk Karang Laut

Pertolongan pertama luka tertusuk bisa di atasi dengan mengangkat potongan yang
tertinggal dengan sarung tangan atau pingset, lalu rendam bagian terluka dalam air
panas (45 derajat celcius) selama 30-90 menit.Kebanyakan racun adalah protein
yang akan hancur dan melunak oleh panas dan untuk menetralkan racun dapat
digunakan ammonia, tapi jika sulit untuk menemukan amonia, dapat dinetralisir
dengan urine yang juga mengandung ammonia.

BAB III

PENUTUP

Banyak sekali binatang laut yang memiliki bisa atau racun, dari racun yang tingkat
rendah atau tidak begitu berbahaya yang biasanya hanya berakibat sesaat maupun
racun golongan tingkat sangat berbahaya.

Jenis-jenis hewan berbahaya tersebut adalah bulu babi, kerang kerucut, scorpinfish
dan lionfish, serta stonefish.

1. Bulu Babi

Langkahlangkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tertusuk bulu babi,
yang perlu dilakukan adalah :

a. Jangan panik

b. Biasanya pada korban tertusuk bulu babi tidak perlu dilakukan tindakan ABCD
apabila tidak ada tanda-tanda sesak napas atau henti napas dan gangguan sirkulasi

c. Racunnya sendiri dapat dinetralisir dengan amonia, perlakuan asam ringan (jeruk
lemon atau cuka) dengan cara menyiramkan pada daerah tubuh yang tertusuk.
d. Keluarkan durinya dan beri antiseptik

e. Pertolongan selanjutnya bawalah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan


secara medis.

2. Mollusca Kerang Kerucut

Langkah-langkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tertusuk kerang
kerucut, yang perlu dilakukan adalah :

a. Jangan panik

b. Perhatikan pernapasan korban

1) Baringkan penderita dengan posisi terlentang

2) Lakukan langkah A (Airway) yaitu bebaskan jalan napas.

3) Jika terjadi henti napas lakukan langkah B (Breathing) yaitu lakukan bantuan
pernapasan denga cara Mouth to Mouth (dari mulut ke mulut).

4) Jika terjadi henti jantung lakukan langkah C (Circulation) yaitu pijat jantung luar
bergantian dengan bantuan pernapasan dengan frekuensi 15 kalikompresi jantung :
2 kali hembusan.

c. Lakukan pengisapan lokal dengan menggunakan alat penghisap, seperti pompa


vakum ekstaktor.

d. Pertolongan selanjutnya bawalah ke Rumah Sakit

3. Scorpionfish and Lionfish (Scorpaena sp dan Pterois antennata)

Langkahlangkah penanganan bila kita atau orang disekitar kita tertusuk


Scorpionfish and Lionfish, yang perlu dilakukan adalah :

a. Jangan panik

b. Siram dengan air panas dicampur cuka atau irisan lemon dapat dijadikan sebagai
obat untuk mengurangi rasa sakit.

c. Bawa ke Rumah Sakit segera, untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan


daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang yang sampai
sekarang masih secara luas dipergunakan. Ketiga tipe tersebut adalah :
1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)

3. Terumbu karang cincin (atolls)

4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)

Pertolongan pertama luka tertusuk bisa di atasi dengan mengangkat potongan yang
tertinggal dengan sarung tangan atau pingset, lalu rendam bagian terluka dalam air
panas (45 derajat celcius) selama 30-90 menit.

DAFTAR PUSTAKA

Alkvied, ovick. 2012. Tugas P3K di laut. https://www.scribd.com/doc/178324125/


Tugas-p3k-Di-Laut (diakses tanggal 25 Maret 2015)

http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/09/ancaman-bahaya-di-balik-pasir-putih-
dan-air-yang-jernih-470060.html (diakses tanggal 25 Maret 2015)

rahrdini, fitria. 2007. https://www.scribd.com/doc/178324125/hewan-berbahya-di-


laut. (diakses tanggal 25 Maret 2015)

https://klinikpengobatanalami.wordpress.com/2014/01/29/cara-alami-mengatasi-
sengatan-ubur-ubur/ (diakses tanggal 24 April 2015)

http://sehatnesia.com/469/pertolongan-pertama-sengatan-binatang-laut/ (diakses
tanggal 24 April 2015)
http://dunialaut.com/2008/11/01/sengatan-biota-laut.html (diakses tanggal 24 April
2015)

http://www.touristpolicebali.info/3/profile/161/pertolongan-pentama-saat-cedera-
dilaut/ (diakses tanggal 24 April 2015)

http://intisari-online.com/read/gigitan-kucing-lebih-berbahaya-dari-gigitan-anjing
(diakses tanggal 24 April 2015)

wulan budiarti di 05.26

Berbagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beranda

Lihat versi web

Mengenai Saya

Foto saya

wulan budiarti

Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.