You are on page 1of 4

1.

Mengapa mengambil judul PENDIDIKAN KARAKTER DI PANTI ASUHAN


AMALIYAH/LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) AMALIYAH
KELURAHAN RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI?

berdasarkan hasil obsevasi awal yang saya melihat bahwa di panti


asuhan tersebut pembinanya dalam memberikan pend. karakter
masih kurang, ini dapat dilihat dari masih adanya pelanggaran2
yang dilakukan anak2 panti tersebut.walaupu sebenarnya bukan
salah seutuhnya pembina panti dalam membina tetapi juga dari
tingkat kesadaran si anak panti itusendiri juga.

Karena pendidikan karakter sangat dibutuhkan oleh Anak2 yang


ada dipanti asuhan, mereka berada dipanti tersebut karena
berbagai alasan, mereka membutuhkan sosok yang mampu
mengelola mereka seperti orang tua dalam keluarga.

Karena belakangan ini marak terjadi pelanggaran2 tata tertib


maupun norma dsb/ yang dilakukan anak2 sebagai imbas dari
kurangnya pendidikan karakrter pada anak.

Pend. Karakter mengalami degradasi. Berbagai permasalahan


yang terjadi pada anak2 generasi muda penerus bangsa saat ini
sudah sangat mencerminkan hilangnya nilai-nilai karakter pada
generasi muda saat ini. Misalnya saja anak2 sekarang mulai
memanggil temannya dengan sebutan tidak pantas (mis. Anak
bule)

2. Mengapa harus DI PANTI ASUHAN AMALIYAH/LEMBAGA


KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) AMALIYAH KELURAHAN
RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI yang dijadikan
tempat penelitian?
Berdasarkan observasi awal, pembinaan karakter yang dilakukan
pihak pembina anak di panti asuhan tersebut dirasa masih kurang
dan pend. Karakter di panti asuhan tsb. monoton hanya berkutat
pada nilai pend. Karakter religius, jujur, dan disiplin saja,
seharusnya pihak pembina juga harus membina siswa/siswi
dengan nilai pend. Karakter kerja keras, kreatif misalnya dengan
mengajarkan keterampilan sehingga memiliki skill sehingga
mereka bisa mandiri dan bisa menghidupi dirinya sendiri
nantinyaketika sudah berada dimasyarakat .

Saya ingin mengetahui sejauh mana peranan pembina PANTI


ASUHAN AMALIYAH/LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK
(LKSA) AMALIYAH dalam mendidik karakter anak2 panti, karena
pada umumnya di panti asuhan pembinaan karakter yang
dilakukan pihak pembina anak di panti asuhan monoton hanya
berkutat pada nilai pend. Karakter religius, jujur, dan disiplin saja,
seharusnya pihak pembina juga harus membina siswa/siswi
dengan nilai pend. Karakter kerja keras, kreatif misalnya dengan
mengajarkan keterampilan sehingga memiliki skill sehingga
mereka bisa mandiri dan bisa menghidupi dirinya sendiri
nantinyaketika sudah berada dimasyarakat .

3. Kenapa informan anda hanya 10 orang dan responden anada hanya


hanya 14 orang?

Karena 10 orang informan dan 14 orang responden ini dianggap sudah


representatif untuk memberikan data untuk menjawab rumusan masalah yang ada
dalam penelitian ini. Sesuai dengan pendapat Koetjaraningrat (1997:89) bahwa dalam
penelitian kualitatif penentuan besarnya jumlah informan tidak ada ukuran yang
mutlak, melainkan selalu didasarkan pada kebutuhan data dan perkembangan di
lapangan, atau sudah mengalami kejenuhan data wawancara diakhiri.

4. Metode apa yang digunakan


Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan secara
deskriptif fenomena yang akan diteliti dengan menggunakan instrumen wawancara
secara mendalam yaitu mengumpulkan data dengan cara mengajukan pertanyaan-
pertanyaan kepada informan. observasi yaitu pengumpulan data dengan cara peneliti
melakukan pengamatan terhadap aktivitas dalam panti asuhan tsb.

peranan panti asuhan bukan hanya menyantuni akan tetapi juga


berfungsi sebagai pengganti orang tua yang tidak mampu melaksanakan
tugasnya sebagaimana mestinya. Selain itu panti asuhan juga
memberikan pelayanan dengan cara membantu dan membimbing mereka
ke arah pengembangan pribadi yang wajar dan kemampuan ketrampilan
kerja, sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang dapat hidup
layak dan penuh tanggung jawab terhadap dirinya, keluarga dan
masyarakat. Umumnya anak-anak yang tinggal di panti asuhan adalah:
1. Anak yatim, piatu dan yatim piatu terlantar
2. Anak terlantar yang keluarganya mengalami perpecahan, sehingga
tidak
memungkinkan anak dapat berkembang secara wajar baik jasmani, rohani
maupun sosial
3. Anak terlantar yang keluarganya dalam waktu relatif lama tidak mampu
melaksanakan fungsi dan peranan sosialnya secara wajar.

PANTI ASUHAN AMALIYAH/LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA)


AMALIYAH KELURAHAN RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDAR
Terdiri dari:
a. 10 orang pembina putra
b. 10 orang pembina putri
c. 110 anak penghuni panti yang terdiri dari:
57 orang putra
53 orang putri.

Dokumen adalah surat tertulis/tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti


keterangan/ catatan penting yang berisi informasi baik dari lembaga, atau
organisasi maupun dari perorangan.
Dokumentasi adalah pengumpulan data, pemilihan,prengolahan dan
penyimpanan dokumen-dokumen yang berbentuk tulisan, gambar dll oleh
peneliti dari sumber terpercaya yang menegetahui tentang narasumber.

Pengumpulan data dengan cara dokumentasi merupakan suatu hal


dilakukan oleh peneliti guna mengumpulkan data dari berbagai media
cetak membahas mengenai narasumber yang akan diteliti