You are on page 1of 3

Nama : Fita Ratnasari

NIM : H0714049
Kelas : AGT / Teknologi Hidroponik D

RANCANGAN USAHA BUDIDAYA CABAI


Berikut cara-cara menanam hidroponik tanaman cabai :
1. Persiapan Benih Cabai
Benih cabai bisa anda dapatkan juga dengan membeli di toko-toko
pertanian di sekitar tempat tinggal anda.
2. Penyemaian Benih Cabai
a. Rendam benih cabai yang akan disemai. Perendaman dilakukan bertujuan
untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Pastikan benih cabai yang
digunakan adalah biji cabai yang tenggelam, untuk yang terapung anda
dapat membuangnya.
b. Setelah perendaman, bungkus benih cabai dengan menggunakan kain
basah selama seharian. Ini dimaksudkan untuk mempercepat proses
berkecambahnya benih cabai. Setelah kecambah muncul kemudian kita
bisa lakukan penyemaian. Tempat untuk dijadikan tempat semai bisa anda
dapatkan di toko pertanian atau menggunakan wadah plastik yang telah
diberi media berupa sekam bakar atau sabut kelapa.
c. Tabur benih ke media semai yaitu sekam bakar atau sabut kelapa yang
anda gunakan tadi. Siram dengan air namun jangan sampai menggenang.
Pastikan bahwa biji benih tenggelam dan tertutupi oleh sekam bakar atau
sabut kelapa.
d. Letakkan persemaian benih cabai di tempat yang tidak terkena sinar
matahari langsung. Siram setiap pagi sampai benih tumbuh dan siap
ditanam.
3. Transplanting Tanaman Hidroponik Cabai
Proses transplanting merupakan proses memindahkan bibit dari media
semai ke media pertumbuhan. Benih cabai yang sudah disemai dan sudah
muncul daun semu beberapa pasang lalu berikutnya akan tumbuh daun
sejati. Jika daun sejati sudah tumbuh maka bibit cabai bisa dipindahkan ke
pot atau polybag.
Bibit yang dipindahkan bisa ditempatkan ke pot atau polybag atau tempat
lain yang memiliki fungsi sama dengan media hidroponik berupa sekam.
4. Perawatan Dan Pemberian Nutrisi Hidroponik
Nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik merupakan faktor terpenting
dalam cara menanam hidroponik. Nutrisi hidroponik sebagian besar berisi
campuran NPK yang terdiri dari nitrogen, fosfor, dan kalium. Anda dapat
membeli nutrisi hidroponik di toko pertanian atau mencari melalui
internet. Biasanya tersedia Nutrisi AB MIX.
Nutrisi hidroponik kini sudah tersedia khusus untuk cabai, yang perlu
diperhatikan adalah dosis penggunaan nutrisi tersebut. Lebih baiknya
membaca terlebih dulu penggunaannya sesuai dosis yang diperlukan di
tahap pertumbuhan tanaman cabai.
Dalam masa pertumbuhan tanaman cabai harus sering dicek agar
ketersediaan nutrisi tetap terjaga dan tanaman terbebas dari hama dan
penyakit. Ketersediaan larutan nutrisi jangan sampai habis atau mengering.
Jika larutan nutrisi mulai berkurang anda dapat menambahnya.
Tanaman cabai harus terbebas dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit
yang sering menyerang tanaman cabai adalah seperti tungau, kutu daun,
ulat, antraknosa, busuk buah, dan lain sebagainya. Jika belum terlalu
parah, pengendalian bisa dilakukan dengan membuang dan menghilangkan
bagian yang terinfeksi.
Guna memenuhi kebutuhan unsur hara mikro tanaman cabai, di saat masa
pertumbuhan vegetatif setiap seminggu sekali tanaman baiknya disemprot
dengan pupuk daun. Jika sudah memasuki fase generatif , semprot
tanaman cabai dengan pupuk buah. Dapat memakai gandasil A/B,
growmore, bayfolan, POC, Nasa atau supergrow.
5. Panen
Tanaman cabai akan mulai bisa berbuah dan dipanen di saat mulai
menginjak umur dua bulan hingga tiga bulan setelah tanam. Pastikan
semua tanaman terawat dengan baik untuk mendapatkan hasil yang
maksimal.
Analisis Usaha :
Lahan = 500 m
Populasi Tanaman = 1000 Tanaman
Harga Benih = 30 gram = Rp 150.000,-
Media Persemaian = Rp 50.000,-
Polibag = 1000 @200 = Rp 200.000-
Media Arang Sekam = 100 karung @100.000 = Rp 1.000.000,-
Nutrisi AB MIX = 2 paket x 3 bulan @600.000 = Rp.3.600.000,-
Tenaga Kerja = 2 HKP x 90 hari x @Rp. 25.000 = Rp. 4.500.000,-
Pestisida = 3 liter = Rp 300.000,-
Biaya Air 3 bulan = Rp 200.000,-
Total Biaya Produksi = Rp 10.000.000,-
Hasil Produksi
1 tanaman = 0,5 kg
1000 Tanaman = 0,5 x 1000 = 500 kg
Harga/kg = Rp 40.000 x 500 = Rp 20.000.000,-
Total Keuntungan = Pendapatan Biaya
= Rp 20.000.000 Rp 10.000.000
= Rp 10.000.000,-