You are on page 1of 8

LAPORAN RESMI KIMIA ANORGANIK I

Nama/NIM : Rode Sukma Lewidharti/ 652011006


Tanggal Praktikum : 29 Oktober 2012
Eksperimen : 76- 90

76. 1 tetes lar Na2S2O3 + 1 tetes lar kuning coklat S2O32- + 2Ag+ Ag2S2O3
AgNO3 lewat dinding tabung hitam Ag2S2O3 + 3S2O32- 2Ag(S2O3)23-
Ag(S2O3)23- Ag2S + SO42-
Ag2S2O3 + H2O Ag2S + 2H+ + SO42-
77. Lar KI + lar AgNO3 Terbentuk kuning I- + Ag+ AgI
muda
+ lar Na2S2O3 Endapan melarut AgI + 2S2O32- [Ag(S2O3)23-] + I-

78. FeSO4 + lar K2S2O8 Terbentuk orange S2O82- + 2Fe2+ 2SO42- + 2Fe3+
dipanaskan+ didinginkan + Perubahan warna dari
NaOH kuning jernih menjadi Fe3+ + 3OH- Fe(OH)3
orange
79. Lar KI + lar K2S2O8 Larutan dari kuning S2O82- + 2I- 2SO42- + I2
(Dipanaskan) menjadi merah bata

80. Cu(s) + lar K2S2O8 + 1 tetes lar Cu berubah warna Cu + S2O8 2- 2SO42- + Cu2+
AgNO3 (Panaskan beberapa menjadi hitam.
detik) Setelah dipanaskan
larutan menjadi warna
kuning, setelah itu
kembali lagi.
81. Lar MnSO4 + lar H2SO4encer + Perubahan warna dari 2Mn2+ + 5S2O82- + 8H2O 2MnO4- + 16H+
1 tetes lar AgNO3 + lar K2S2O8 tidak berwarna +10SO42-
(Panaskan beberapa detik) menjadi ungu (+)

82 NaCl padat + MnO2 + H2SO4(p) Gas tidak berwarna 2Cl- + MnO2+4H+Mn2+ + Cl2+ 2H2O
a. (Dipanaskan) + tampung gas ke
dalam aquades
b. KBr padat + MnO2 + H2SO4(p) Warna gas orange 2Br- +MnO2 +4H+Mn2+ + Br2+ 2H2O
(Dipanaskan) + tampung gas ke
dalam aquades
c. KI + MnO2 + H2SO4 (p) Warna gas merah 2I- + MnO2 + 4H+ Mn2+ + I2 + 2H2O
(Dipanaskan) + + tampung gas kecoklatan
ke dalam aquades
83. Logam Al dipanaskan Tidak ada perubahan 2Al + 3Br2 + 3H2OAl2O3 + 6H++ 6Br-
kemudian dicelupkan dalam
larutan brom
84. Serbuk I2 + logam Al + ditetesi Air kran menjadi Al + 3 I2 2 Al2+ + 6 I-
air kran berwarna kuning
85a NaCl padat + MnO2 + H2SO4 T1 = 28 C ; T2 = 30 2 Cl- + MnO2 + OH- Mn2+ + 2 H2O +
pekat dipanaskan dialirkan C warna endapan Cl2
dlm NaOH putih

b. KBr padat + MnO2 + H2SO4 2 Br- + MnO2 + OH- Mn2+ + 2 H2O +


pekat dipanaskan dialirkan dlm T1 = 28 C ; T2 = 31 Br2
NaOH C
warna endapan hitam
c. KI padat + MnO2 + H2SO4 2 I- + MnO2 + OH- Mn2+ + 2 H2O + I2
pekat dipanaskan dialirkan dlm
NaOH T1 = 28 C ; T2 = 30
C
warna endapan merah
86a. NaCl padat + MnO2 + H2SO4 Warna lapisan bagian Cl2 + 2 Br- 2 Cl- + Br2
dipanaskan bawah kuning Cl2 + 2 I- 2 Cl- + I2
Semua gas tampung ke NaCl +
CH2Cl2

KBr padat + MnO2 + H2SO4


dipanaskan
Semua gas tampung ke NaCl + Warna lapisan bagian Br2 + Cl2 2 Cl- + Br2
CH2Cl2 bawah kuning Br2 + 2 I- I2 + 2 Br-

KI + MnO2 + H2SO4
dipanaskan
Semua gas tampung ke NaCl +
CH2Cl2
Warna lapisan bagian I2 + Cl2 2 Cl- + I2
b NaCl padat + MnO2 + H2SO4 bawah kuning I2+ 2 Br Br2 + 2 I-
panaskan
Semua gas tampung ke KBr +
CH2Cl2

KBr padat + MnO2 + H2SO4


panaskan
Semua gas tampung ke KBr +
CH2Cl2

KI + MnO2 + H2SO4
dipanaskan
Semua gas tampung ke KBr +
CH2Cl2
c. NaCl padat + MnO2 + H2SO4
panaskan
Semua gas tampung ke KI +
CH2Cl2
KBr padat + MnO2 + H2SO4
panaskan
Semua gas tampung ke KI +
CH2Cl2

KI + MnO2 + H2SO4
dipanaskan
Semua gas tampung ke KI +
CH2Cl2

Cl2 Br2 I2
Cl Kuning (+) Kuning (+)
Br Orange (+) Orange (+)
I Pink (+) Pink (+)
87a NaCl padat + MnO2 + H2SO4 Terbentuk putih 2 Cl- + MnO2 + 4 H+ Mn2+ + 2 H2O +
pekat panaskan gas + Cl2
Na2SO3 + BaCl2 Cl2+ Na2SO3+BaCl2 NaCl+BaSO3

2 Br- + MnO2 + 4 H+ Mn2+ + 2 H2O +


b. KBr padat+ MnO2 + H2SO4 Terbentuk putih Br2
pekat panaskan gas + Br2+ Na2SO3+BaCl2
Na2SO3 + BaCl2 NaBr+Na2Cl+BaSO3

2 I- + MnO2 + 4 H+ Mn2+ + 2 H2O + I2


c. KI padat + MnO2 + H2SO4 Terbentuk putih
pekat panaskan gas + I2+ Na2SO3+BaCl2 NaI+Na2Cl+BaSO3
Na2SO3 + BaCl2

88. NaCl (p) + 5 tetes H2SO4 Warna gas yang keluar NaCl+H2SO4 HCl+NaHSO4
pekat + dipanaskan + tabung tidak berwarna dan
ditutup kertas saring yg kertas saring tidak
dibasahi NH3 berubah warna

89. KBr (p) + 5 tetes H2SO4 Muncul gas warna ungu Br- + H+ HBr
pekat + dipanaskan +tabung dan warna kertas saring 6 HBr + Cr2O72- + 8 H+ 3 Br2 + 2 Cr3+
ditutup kertas saring yg berubah dari tidak + 7 H2O
dibasahi K2Cr2O7 + asam) berwarna menjadi
kuning
Pembahasan Seharusnya kertas saring berubah warna menjadi biru. Kertas saring menjadi
biru disebabkan karena ion Cr2O72- yang menyebabkan kertas saring berwarna
kuning tereduksi menjadi Cr3+, sehingga warna kuning pada kertas saring
hilang/luntur.
90a 1 tetes lar NaCl + 1 tetes lar Terbentuk warna putih Cl- + Ag+ AgCl
AgNO3
+ NH3 tidak larut AgCl + 2 NH3

b. 1 tetes lar KBr + 1 tetes lar Terbentuk warna kuning Br- + Ag+ AgBr
AgNO3
+NH3 tidak larut AgBr + 2 NH3

c. 1 tetes lar KI + 1 tetes lar Terbentuk warna kuning I- + Ag+ AgI


AgNO3
+NH3 tidak larut AgI + NH3
PEMBAHASAN
Percobaan Pembahasan
Percobaan 62 Pada percobaan 62a kertas saring yang mulanya berwarna kuning menjadi pudar,
karena ion Cr2O72- yang membuat warna kertas saring menjadi kuning bereaksi
dengan gas SO2 dan ion H+ dan menjadi ion Cr3+ yang menyebabkan warna kertas
saring menjadi biru.
Pada percobaan 62b warna kertas saring menjadi pudar. Karena ion MnO4- yang
membuat kertas saring berwarna ungu bereaksi dengan gas SO 2 dan H2O menjadi
ion Mn2+.
Percobaan 63 Pada percobaan ini gas SO2 yang dialirkan ke dalam aquades ditetesi sebanyak 1
tetes indikator universal. Penambahan IU ini membuat warna larutan menjadi pink
muda (pH=4.5) dikarenakan adanya reaksi antara gas SO2 dan aquadest menjadi
H2SO3 yang menyebabkan pH larutan menjadi 4.5 (pH asam).
Percobaan 64 Pada percobaan ini gas SO2 dialirkan kedalam larutan NaOH, sehingga membentuk
SO32-. Setelah ditambahkan BaCl2 maka terbentuk endapan putih pada tabung reaksi.
Endapan tersebut dapat terbentuk karena adanya reaksi antara SO32- + Ba2+
membentuk BaSO3. BaSO3 merupakan serbuk putih yang larut dalam HCl. Karena
BaSO3 larut dalam HCl dan tidak larut dalam air maka muncul endapan putih pada
larutan.
Percobaan 65 Pada percobaan ini gas yang mengalir dalam akuadest adalah gas SO 3 yang
dihasilkan dari pemanasan FeSO4. Saat aquadest dan gas SO3 tersebut bereaksi akan
membentuk ion SO42- dan dengan penambahan BaCl2 larutan menjadi keruh. Ini
disebabkan karena ion SO42- bereaksi dengan ion Ba2+ dan membentuk BaSO4.
BaSO4 merupakan garam berwarna putih yang tidak larut dalam air. Jadi endapan
putih yang dihasilkan menyebabkan larutan menjadi keruh merupakan BaSO4.
Percobaan 66 Pada percobaan ini hasil percobaan dapat dilihat bahwa kedua percobaan ini sama-
sama menghasilkan endapan putih keruh tetapi banyaknya endapan yang terbentuk
berbeda.Hasil percobaan a menghasilkan endapan putih keruh berupa BaSO4 yang
tidak terlalu banyak (+) sedangkan pada percobaan b endapan putih keruh yang
dihasilkan adalah BaSO3 yang lebih banyak dibandingkan pada percobaan yang a (+
+). Pada percobaan a yang dapat menghasilkan endapan BaSO4 adalah ion SO32-
yang bereaksi terlebih dahulu dengan H 2O dan menyebabkan SO32- berubah menjadi
SO42-, sehingga saat SO42- bereaksi dengan BaCl2 akan membentuk BaSO4.
Percobaan 67 Pada percobaan ini saat Lar FeCl3 + HCl encer + lar Na 2SO3 dipanaskan dan setalah
dingin + lar NaOH akan terbentuk endapan berwarna hijau. Endapan tersebut
terbentuk dari FeSO4. Sebenarnya percobaan a dan b tidak ada hubungan nya
dengan percobaan 67 ini. Tetapi pembahasan untuk percobaan-percobaan tersebut
akan sekalian dibahas pada percobaan 67 ini.
Untuk percobaan a terjadi perubahan warna larutan dari warna oranye menjadi hijau
tua, karena ion Cr6+ tereduksi menjadi Cr3+.
Untuk percobaan b juga terjadi perubahan warna larutan dari ungu menjadi coklat
atau dapat dikatakan warna ungu pudar. Hail ini terjadi karena ion MnO4- yang
membuat larutan menjadi berwarna ungu bereaksi dan berubah menjadi ion Mn 2+.
Percobaan 68 Pada percobaan ini pada saat NaCl ditambahkan dengan H2SO4 pekat maka ion Cl-
dari NaCl akan berekasi dengan ion H + dari H2SO4 pekat dan membentuk HCl. Saat
HCl bereaksi dengan ammonia pada kertas saring akan terbentuk gas NH 4Cl yang
berwarna putih.
Percobaan 69 Dari hasil percobaan ini dapat dilihat bahwa pengenceran H2SO4 merupakan reaksi
eksoterm, karena pada saat H2SO4 diencerkan suhu akhir meningkat. Kalor yang
dilepaskan pada reaksi ini sebesar 756 J.
Percobaan 70 Pada percobaan ini muncul gas berwarna kuning. Gas berwarna kuning tersebut
adalah gas SO2. Yang menyebabkan kertas saring berubah warna menjadi hijau
adalah ion Cr2O72- pada kertas saring yang menyebabkan kertas saring berwarna
kuning bereaksi dengan gas Br2 dan Cr6+ tereduksi menjadi Cr3+.
Percobaan 71 Pada percobaan ini gas yang dihasilkan berwarna ungu, gas tersebut merupakan gas
I2. Warna kertas saring pada percobaan ini menjadi berwarna ungu karena adanya
kandungan iodium dalam gas I2 yang bereaksi dengan larutan pati.
Percobaan 75 Padal percobaan ini dapat dilihat bahwa hasil yang didapat pada percobaan a adalah
BaSO4. BaSO4 adalah kristal berwarna putih yang tidak larut dalam air. Jadi endapan
dalam percobaan a adalah BaSO4, karena dari hasil percobaan ini endapan tersebut
tidak larut oleh penambahan aquadest.
Sedangkan pada percobaan b hasil yang didapat merupakan endapan PbSO4. PbSO4
adalah kristal berwarna putih yang dapat larut dalam aquadest panas.
Percobaan 76 Pada percobaan diatas dapat dilihat bahwa CuSO4 dan FeSO4 akan berbah warna
saaat dipanaskan. CuSO4 akan mengalami perubahan warna menjadi putih dan
FeSO4 akan mengalami perubahan warna menjadi abu-abu. Hal ini disebabkan
karena H2O memutuskan ikatannya dengan CuSO4 dan FeSO4, sehingga
menyebabkan warnanya berubah. Warna dari CuSO4 dan FeSO4 akan kembali
seperti semula saat berikatan kembali dengan H2O.
Percobaan 77 Pada hasil percobaan ini dapat dilihat bahwa warna 1 pipet (1ml) I 2 akan tepat
hilang jika diteteskan sebanyak 16 tetes Na 2SO3 atau sekitar 0,8 ml. Setelah
didapatkan volume I2 yang dibutuhkan dapat juga dihitung konsentrasi Na2S2O3.
Dari hasil perhitungan didapatkan hasil bahwa konsentrasi Na 2S2O3 adalah 0,025 M.
*1 pipet = 1ml = 20 tetes
1 tetes = 0.05ml
Percobaan 78 Pada percobaan ini terjadi perubahan warna pada kertas saring yaitu dari warna
kuning berubah menjadi hijau. Hal ini disebabkan karena ion Cr2O72- yang membuat
kertas saring menjadi kuning tereduksi menjadi Cr 3+, sehingga warna kertas saring
berubah dan tidak berwarna kuning lagi.
Percobaan 79
Percobaan 80 Pada percobaan ini terbentuk endapan berwarna kuning keputihan, endapan tersebut
merupakan endapan AgI, saat endapan AgI ditambahkan dengan Na2S2O3, masih
terbentuk endapan berwarna putih, endapan AgI tidak dapat larut dalam air, namun
dapat larut dalam sodium tiosulfat. Selain itu endapan AgI juga dapat larut dalam
potasium iodida, sodium klorida, dan amonium hidroksida.
Percobaan 81 Pada percobaan ini terbentuk endapan berwarna merah bata dan warna filtrat yang
dihasilkan berwarna bening. Endapan tersebut berasal dari Fe3+ + 3 OH- yang
membentuk endapan Fe(OH)3. Fe(OH)3 adalah bubuk berwarna coklat yang tidak
dapat larut dalam air, sehingga membentuk endapan dalam air.
Percobaan 82 Pada percobaan ini dapat dilihat bahwa terjadi perubahan warna pada larutan dari
wana bening menjadi warna merah bata. Ini disebabakan karena awalnya dalam
larutan tidak mengandung I2 hanya ada ion I- dan setelah dipanaskan ion I- berubah
menjdai I2 dan larutan berubah warna menjadi merah bata seperti warna I2.
Percobaan 83 Warna biru yang dihasilkan pada larutan berasal dari ion Cu 2+ yang muncul sebagai
hasil dari reaksi antara S2O82- + Cu. Sedangkan Cu dalam reaksi ini menggumpal
Percobaan 84 Warna ungu pada larutan ini muncul karena adanya ion MnO4-, warna ungu luntur
saat dilakukan pemanasan karena ion MnO4- yang memberikan warna ungu pada
larutan berikatan kembali karena pemanasan.
Percobaan 85 Pada percobaan a gas yang dihasilkan berwarna putih, gas berwarna putih tersebut
merupakan gas Cl2. Cl2 adalah gas berwarna putih yang beracun.
Pada percobaan b gas yang dihasilkan berwarna orange, gas berwarna orange
tersebut merupakan gas Br2. Gas Br2 adalah gas yang berwujud cair pada suhu dan
tekanan standar (pada saat cair berwarna coklat kemerahan), namun dapat dengan
mudah menguap dan menimbulkan asap berwarna orange.
Pada percobaan c gas yang dihasilkan berwarna ungu. Gas tersebut merupakan gas
I2, gas I2 berwarna ungu dan baunya menyengat.
Karena ketiga gas ini berbahaya dan harus dilakukan di lemari asam.

Percobaan 86 Pada percobaan ini tidak ada perubahan yang terjadi. Seharusnya warna Al berubah
menjadi putih karena Al berubah menjadi Al2O3 yangberwarna putih.