You are on page 1of 5

LAPORAN RESMI KIMIA ANORGANIK I

Nama/NIM : Vera Puspita Anggraini / 652010017


Tanggal Praktikum : 31 Oktober 2011
Eksperimen : 62-86

No Percobaan Hasil Reaksi


62 a. HCl encer + serbuk Na2SO3 Warna kertas saring: kuning SO32- + 2 H+ SO2 + H2O
tutup tabung reaksi dengan pudar 3 SO2 + Cr2O72- + 8 H+ 2 Cr 3+ +
kertas saring yang telah ditetesi H2O + 3 SO42-
K2Cr2O7 asam

2-
b. HCl encer + serbuk Na2SO3 Warna kertas saring: ungu SO3 + 2 H
+
SO2 + H2O
tutup tabung reaksi dengan coklat 5 SO 2 + 2 MnO 4
-
+ 2 H 2O 2 Mn 2+
+ 2-
kertas saring yang telah ditetesi + 4 H + 5 SO4
KMnO4 asam

Pembahasan: Untuk percobaan a warna kertas saring menjadi pudar, karena ion Cr2O72- yang menyebabkan warna
kertas saring menjadi kuning bereaksi dengan gas SO 2 dan ion H+ dan menjadi ion Cr3+.
Untuk percobaan b warna kertas saring berubah menjadi coklat karena ion MnO 4- yang membuat kertas saring
berwarna ungu bereaksi dengan gas SO2 dan H2O menjadi ion Mn2+.

63 Akuades dialiri gas SO2 + IU Warna pink muda SO2 + H2O H2SO3
(pH= 4.5)

Pembahasan: Pada percobaan diatas dialirkan gas SO 2 ke dalam aquadest, setelah aquadest tersebut dialiri gas SO 2
diberi indikator universal, setelah penambahan IU warna larutan menjadi pink muda (pH=4.5) ini dikarenakan
reaksi antara gas SO2 dan aquadest menjadi H2SO3. Ini menyebabkan pH larutan menjadi 4.5 (pH asam).

64 Alirkan gas SO2 ke lar NaOH + lar putih SO2 + 2OH- H2O + SO32-
BaCl2 SO32- + Ba2+ BaSO3

Pembahasan: Pada percobaan diatas dialirkan gas SO 2 kedalam larutan NaOH, sehingga membentuk SO32-. Setelah
ditambahkan BaCl2 maka terlihat endapan putih pada tabung reaksi ini karena reaksi antara SO 32- + Ba2+
membentuk BaSO3. BaSO3 adalah serbuk putih yang larut dalam HCl, karena BaSO 3 larut dalam HCl dan tidak
larut dalam air maka muncul endapan putih pada larutan.

65 FeSO4 dipanaskan dan alirkan gas ke Larutan menjadi keruh 2 FeSO4. 7 H2O Fe2O3 + SO3 + 5
akuades + lar BaCl2 ( putih)
O2 + 7 H2O
SO3 + H2O 2 H+ + SO42-
SO42- + Ba2+ BaSO4
Pembahasan: Gas yang mengalir dalam akuadest adalah gas SO 3, saat aquadest dan gas SO3 bereaksi akan
membentuk ion SO42-. Saat ion SO42- penambahan BaCl2 larutan menjadi keruh, karena ion SO 42- bereaksi dengan
ion Ba2+ dan membentuk BaSO4. BaSO4 adalah garam berwarna putih yang tidak larut dalam air. Jadi endapan
putih yang menyebabkan larutan menjadi keruh adalah BaSO 4.

66 a. Lar Na2SO3 + lar I2 + lar BaCl2 putih +++ SO32- + I2 + H2O SO42- + 2 H++ 2 I-
SO42- + Ba2+ BaSO4

SO32- + Ba2+ BaSO3


b. Lar Na2SO3 + lar BaCl2 putih ++

Pembahasan: Dari hasil percobaan dapat dilihat bahwa kedua percobaan sama-sama menghasilkan endapan putih.
Yang membedakan kedua percobaan tersebut adalah hasil percobaan a menghasilkan endapan putih berupa
BaSO4, sedangkan pada percobaan b endapan putih yang muncul adalah BaSO 3. Yang membuat hasil percobaan a
dapat menghasilkan endapan BaSO4 adalah ion SO32- yang bereaksi terlebih dahulu dengan H 2O yang
menybabkan SO32- berubah menjadi SO42-, sehingga saat SO42- bereaksi dengan BaCl2 akan membentuk BaSO4.

67 Lar FeCl3 + HCl encer + lar Na 2SO3 Warna kuning SO32- + 2 Fe3+ + H2O SO42- + 2 H+
dipanaskan
+ 2 Fe2+
Dinginkan + lar NaOH
2 Fe2+ + SO42- FeSO4

Cr2O72- + 3 SO32- + 8 H+ 2 Cr 3+ +
a. Lar Na2SO3 + K2Cr2O7 asam Warna menjadi hijau
4 H2O + 3 SO42-

2 MnO4- + 5 SO32- + 6 H+ 2 Mn 2+
b. Lar Na2SO3 + KMnO4 Warna ungu luntur
+ 3 H2O + 5 SO42-

Pembahasan: Pada percobaan pertama saat Lar FeCl3 + HCl encer + lar Na2SO3 dipanaskan kemudian didinginkan
dan + lar NaOH muncul endapan berwarna kuning. Endapan ini berasal dari FeSO 4.
Untuk percobaan a warna larutan berubah menjadi hijau, karena ion Cr 6+ tereduksi menjadi Cr3+.
Untuk percobaan b warna larutan menjadi tidak berwrana karena ion MnO 4- yang membuat larutan menjadi
berwarna ungu bereaksi dan berubah menjadi ion Mn2+.

68 NaCl padat + lar H2SO4 pekat ditutup Warna gas putih Cl- + H+ HCl
dengan kertas yang dibasahi ammonia HCl + NH3 NH4Cl
dipanaskan

Pembahasan: Pada percobaan diatas saat NaCl ditambahkan dengan H2SO4 pekat ion Cl- dari NaCl akan berekasi
dengan ion H+ dari H2SO4 pekat dan membentuk HCl. Saat HCl bereaksi dengan ammonia pada kertas saring akan
terbentuk gas NH4Cl yang berwarna putih.

69 50 ml air ukur suhu + 10 ml H 2SO4 Suhu awal = 27C Q = m. c. t


pekat (ukur suhu akhir) Suhu akhir = 30C Q = 60. 4, 2. 3
T = 3C = 756 J

Pembahasan: Dari hasil percobaan diatas dapat dilihat bahwa pengenceran H2SO4 merupakan reaksi eksoterm,
karena pada saat H2SO4 diencerkan suhu akhir meningkat. Kalor yang dilepaskan pada reaksi ini sebesar 756 J.
69 CuSO4 + beberapa tetes H2SO4 pekat Muncul bintik-bintik putih CuSO4. 5 H2O CuSO4 + 5 H2O
pada butiran CuSO4

Pembahasan: Pada percobaan diatas ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat pada CuSO4, penambahan H2SO4
menyebabkan warna biru pada CuSO4 luntur karena H2O yang tadinya berikatan dengan CuSO4 melepaskan
ikatannya. Warna bitru pada CuSO4 akan kembali jika CuSO4 berikatan dengan H2O lagi.

70 5 butir KBr padat + beberapa tetes Mengeluarkan gas 2 Br- + 4 H+ + SO42- Br 2 + 2


H2SO4 pekat tutup mulut tabung reaksi berwarna kuning H2O + SO2
dengan kertas saring yang dibasahi Kertas saring: kuning
dengan K2Cr2O7 asam menjadi hijau 3SO2(g) + 2H+ + Cr2O72- 2Cr3+ +
3SO42- + H2O

Pembahasan: Pada percobaan diatas muncul gas berwarna kuning. Gas berwarna kuning tersebut adalah gas SO 2.
Yang menyebabkan kertas saring berubah warna menjadi hijau adalah ion Cr2O72- pada kertas saring yang
menyebabkan kertas saring berwarna kuning bereaksi dengan gas Br 2 dan Cr6+ tereduksi menjadi Cr3+.

71 3 tetes H2SO4 pekat + 4 butir KI tutup Warna gas ungu H2SO4 + KI I2 + SO2 + K+ +
mulut tabung dengan kertas saring yang Warna kertas ungu H2O
dibasahi larutan pati

Pembahasan: Pada percobaan diatas muncul gas berwarna ungu, gas berwarna ungu tersebut adalah gas I 2.
Sedangkan yang membuat warna kertas saring menjadi ungu adalah adanya kandungan iodium dalam gas I 2 yang
bereaksi dengan larutan pati.

75 a. H2SO4 encer + lar BaCl2 amati putih Ba2+ + SO42- BaSO4


+ akuades putih tak larut
BaSO4 + H2O Ba2+ + SO42-

b. H2SO4 encer + lar putih


Pb2+ + SO42- PbSO4
Pb(CH3COOH)2 amati
+ akuades putih larut PbSO4 + H2O Pb2+ + SO42-

Pembahasan: Dari hasil percobaan diatas dapat dilihat bahwa pada percobaan a reaksi menghasilkan BaSO 4.
BaSO4 adalah kristal berwarna putih yang tidak larut dalam air. Jadi endapan yang terdapat dalah percobaan a
adalah BaSO4, karena dari hasil percobaan endapan tersebut tidak larut oleh penambahan aquadest.
Sedangkan pada percobaan b terbentuk endapan PbSO4. PbSO 4 adalah kristal berwarna putih yang dapat larut
dalam aquadest panas.

76 a. Panaskan beberapa butir CuSO4 Serbuk CuSO4 menjadi CuSO4. 5 H2O CuSO4 + 5 H2O
putih
b. Panaskan serbuk FeSO4 Warna hijau pudar menjadi FeSO4. 7 H2O FeSO4 + 7 H2O
kuning orange

Pembahasan: Dari hasil percobaan diatas dapat dilihat bahwa CuSO 4 dan FeSO4 saat dipanaskan warnanya akan
berubah. CuSO4 akan berubah menjadi putih dan FeSO4 akan berubah menjadi kuning orange. Ini disebabkan
karena H2O yang ada memutuskan ikatannya dengan CuSO4 dan FeSO4, sehingga warnanya berubah. Warna dari
CuSO4 dan FeSO4 akan kembali saat berikatan kembali dengan H 2O.
77 Lar I2 0,05 M + tetes demi tetes Na2S2O3 Butuh 16 tetes 2 S2O32- + I2 S4O62- + 2 I-
V1 . M1 = V2 . M2
1 . 0, 05 = (0,05.16) . M2
M2 = 0, 0625 M

Pembahasan: Dari hasil percobaan diatas dapat dilihat bahwa untuk menghilangkan warna 1 pipet (1ml) I 2
dibutuhkan 16 tetes (0.8ml) Na2S2O3. Setelah mengetahui volume I 2 yang dibutuhkan dapat dihitung konsentrasi
Na2S2O3. Dari hasil perhitungan didapatkan hasil bahwa konsentrasi Na 2S2O3 adalah 0,0625 M.
*1 pipet = 1ml = 20 tetes
1 tetes = 0.05ml

78 Lar Na2S2O3 + HCl encer tutup dengan Warna kertas saring SO32- + 2 H+ SO2 + H2O
kertas yang dibasahi larutan K2Cr2O7 berubah dari kuning 3 SO2 + Cr2O72- + 8 H+ 2 Cr 3+ +
asam menjadi biru H2O + 3 SO4 2-

Pembahasan: Pada percobaan diatas warna kertas saring berubah dari kuning menjadi biru, karena ion Cr2O72-
yang membuat kertas saring menjadi kuning tereduksi menjadi Cr 3+, sehingga warna kertas saring tidak kuning
lagi.

79 Teteskan 1 tetes lar Na 2S2O3 + 1 tetes Warna waktu ditetes AgNO3 S2O32- + 2 Ag+ Ag2 S2O3
AgNO3 menjadi putih menjadi
Ag2 S2O3 + H2O Ag 2 S + 2 H+ +
kuning menjadi oranye
SO42-
menjadi coklat menjadi
hitam

Pembahasan:
80 Lar KI + lar AgNO3 kuning I- + Ag+ AgI
+ lar Na2S2O3 kuning larut AgI + 2S2O32- [Ag(S2O3)23-] + I-

Pembahasan: Pada percobaan diatas muncul endapan berwarna kuning, endapan tersebut adalah AgI, saat endapan
AgI ditambahkan dengan Na2S2O3, endapan tersebut larut, endapan AgI tidak dapat larut dalam air, namun dapat
larut dalam sodium tiosulfat. Selain itu endapan AgI juga dapat larut dalam potasium iodida, sodium klorida, dan
amonium hidroksida.

81 K2S2O8 + FeSO4 setelah dingin + oranye kecoklatan S2O82- + 2 Fe2+ 2 SO42- + Fe3+
NaOH
Fe3+ + 3 OH- Fe(OH)3

Pembahasan: Pada percobaan diatas muncul endapan berwarna kecoklatan, endapan tersebut berasal dari Fe3+ + 3
OH- yang membentuk endapan Fe(OH)3. Fe(OH)3 adalah bubuk berwarna coklat yang tidak dapat larut dalam air,
sehingga membentuk endapan dalam air.

82 KI + K2S2O8 dipanaskan Kuning bening menjadi S2O82- + 2 I- 2 SO42- + I2


coklat

Pembahasan: pada percobaan dapat dilihat bahwa warna larutan berubah dari kuning bening menjadi coklat. Ini
karena awalnya dalam larutan tidak ada I 2 hanya ada ion I- dan setelah dipanaskan ion I - berubah menjdai I2 dan
larutan berubah warna menjadi coklat seperti warna I 2.
83 Serbuk Cu + K2S2O8 + 1 tetes AgNO3 Hitam biru S2O82- + Cu 2 SO42- + Cu2+
menggumpal

Pembahasan: Warna biru yang muncul pada larutan berasal dari ion Cu 2+ yang muncul sebagai hasil dari reaksi
antara S2O82- + Cu.

84 MnSO4 + H2SO4 encer + 1 tetes AgNO3 Warna larutan KMnO4 2 Mn2+ + 5 S2O82- + 8 H2O 2 MnO4- +
+ lar. K2S2O8 ungu 10 SO42- + 16 H+
Dipanaskan beberapa detik warna larutan luntur

Pembahasan: Warna ungu pada larutan muncul karena adanya ion MnO 4-, warna ungu luntur saat dilakukan
pemanasan karena ion MnO4- yang memberikan warna ungu pada larutan berikatan kembali karena pemanasan.

85 a. NaCl + MnO2 + H2SO4 pekat Warna gas kuning 2 Cl- + MnO2 + 4 H+ Mn2+ + 2 H2O +
dipanaskan dialirkan dlm Cl2
akuades
b. KBr + MnO2 + H2SO4 pekat Warna gas orange 2 Br- + MnO2 + 4 H+ Mn2+ + 2 H2O +
dipanaskan dialirkan dlm Br2
akuades
c. KI + MnO2 + H2SO4 pekat Warna gas ungu 2 I- + MnO2 + 4 H+ Mn2+ + 2 H2O + I2
dipanaskan dialirkan dlm air

Pembahasan: Pada percobaan a muncul gas berwarna kuning, gas berwarna kuning tersebut adalah gas Cl 2. Cl2
adalah gas berwarna kuning yang beracun.
Pada percobaan b muncul gas berwarna orange, gas berwarna orange ini adalah gas Br 2. Gas Br2 adalah gas yang
berwujud cair pada suhu dan tekanan standar (pada saat cair berwarna coklat kemerahan), namun dapat dengan
mudah menguap dan menimbulkan asap berwarna orange.
Pada percobaan c muncul gas berwarna ungu. Gas ini adalah gas I 2, gas I2 berwarna ungu dan baunya menyengat.
Karena ketiga gas ini berbahaya, maka percobaan harus dilakukan di lemari asam.

86 Logam Al dipanaskan celupkan ke Warna permukaan Al 2 Al + 3 Br2 + 3 H2O Al2O3 + 6 H+ + 6


larutan brom menjadi putih Br-

Pembahasan: Warna Al berubah menjadi putih karena Al berubah menjadi Al 2O3 yangberwarna putih.