You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap tiga menit, di Indonesia, satu anak balita meninggal dunia. Selain
itu, setiap jam, satu perempuan meninggal dunia ketika melahirkan atau karena
sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan. Peningkatan kesehatan ibu di
Indonesia, merupakan Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) kelima. Kesehatan
ibu sering didiskusikan bersamaan dengan kesehatan anak, karena dua hal ini
tidak dapat dipisahkan, dimana penurunan angka kematian bayi (AKB)
merupakan target utama dari bulir BDGs keempat. Keberhasilan sistem kesehatan
terletak pada ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas baik sarana dan prasarana
yang mudah diakses, terjangkau, dapat diterima, mempunyai kualitas yang bagus
serta tidak ada diskriminasi dalam memberi layanan.
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak (AKB) di Indonesia dalam beberapa
dekade terakhir telah mengalami penurunan, namaun relatif lambat. Hal tersebut
tercermin dari masih tinggi AKI yaitu, 307 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB
35/1000 kelahiran hidup. Walapun sudah adanya penurunan AKI akan tetapi
angka ini masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia
Tenggara seperti Malaysia (31/100.000 kelahiran hidup), Thailand (48/100.000
kelahiran hidup), Vietnam (56/100.000 kelahiran hidup) serta Singapura
(9/100.000 kelahiran hidup). Belum lagi bila dibandingkan dengan negara-negara
maju, angkanya sangat jauh berbeda seperti Australia (8/100.000 kelahiran hidup),
Inggris (12/100.000 kelahiran hidup) dan Jerman (7/100.000 kelahiran hidup)
(WHO, 2008).
Tiga faktor utama penyebab langsung kematian ibu melahirkan yakni
pendarahan (28%), eklampsia (24%) dan infeksi (11%). Sedangkan penyebab
tidak langsung antara lain adalah ibu hamil menderita Kurang Energi Kronis
(KEK) 37% dan anemia 40% (Kementrian Kesehatan RI, 2010).
Sejatinya hal tersebut dapat dicegah apabila pelayanan kesehatan pada saat
kehamilan (Ante Natal Care = ANC) dapat dilakukan dengan baik. Komponen

1
penting dalam kesehatan ibu adalah akses terhadap informasi tentang kesehatan
reproduksi dan pelayanan kesehatan yang universal. Hasil pelayanan antenatal
dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Beberapa hal yang
mempengaruhi cakupan pelayanan antenatal, adalah kelengkapan sarana
puskesmas, tenaga kesehatan serta pengetahuan dan sikap ibu hamil. Di Indonesia
sebagian besar (72 %) perempuan hamil hanya melakukan kunjungan pertama,
tetapi putus sebelum empat kunjungan yang direkomendasikan oleh Kementerian
Kesehatan. Kurang lebih 16% perempuan tidak pernah mendapatkan pelayanan
antenatal selama kehamilan terakhir mereka (UNICEF Indonesia, 2012). Hal
tersebut perlu di kaji lebih mendalam guna memperoleh solusi yang tepat sebagai
upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Problem solving cycle (PSC) merupakan proses pemikiran yang melibatkan
penemuan masalah, analisis dan pemecahan masalah. Tujuan utama dari
pemecahan masalah adalah untuk mengatasi kendala dan mencari solusi yang
terbaik dalam menyelesaikan masalah (Reed, 2000).
Bentuk PSC dalam dunia kesehatan sebagai salah satu metode dalam
manajemen masalah kesehatan. Menurut pengertiannya manajemen masalah
kesehatan didefinisikan sebagai suatu proses dan upaya untuk mengoptimalkan
sumber daya melalui pelaksanaan fungsi fungsi manajemen yaitu, perencanaan
(P1), penggerakan dan pelaksanaan (P2), serta pengawasan, pengendalian, dan
penilaian (P3) untuk mengatasi kesenjangan antara apa yang diharapkan dan
dengan apa yang menjadi kenyataan di bidang kesehatan dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan kepuasan pelanggan/klien dalam rangka mencapai tujuan
organisasi layanan kesehatan (Sulaeman, 2015).
Siklus manajemen masalah kesehatan terdiri dari berbagai tahap siklus
yang meliputi analisis situasi, identifikasi masalah dan penyebabnya, penentuan
prioritas masalah, penetapan tujuan, alternatif pemecahan masalah dan prioritas
pemecahan masalah, pembuatan rencana operasional, penggerakan dan
pelaksanaan (aktuasi), serta pemantauan, pengendalian dan penilaian (Sulaeman,
2015).

2
3

Analisis situasi pelaksanaan program kerja di Puskesmas Kedawung 1 pada


tahun 2016, menunjukkan masih terdapat permasalahan yang belum mencapai
target penyelesaian, yaitu cakupan kunjungan ibu hamil (K4). Target Cakupan
Kunjungan Ibu Hamil (K4) tahun 2016 sebesar 95 % dan hasil yang tercapai

sebesar 85,3%.

Dengan menganalisis masalah Kunjungan Ibu Hamil (K4) yang belum


memenuhi target, diharapkan dapat ditemukan solusi dan pemecahan terbaik yang
dapat digunakan untuk meningkatkan Kunjungan Ibu Hamil (K4) di masyarakat
sehingga mencapai target program Kunjungan Ibu Hamil (K4) yang ditetapkan
Pemerintah Kota Sragen.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah masalah rendahnya Kunjungan Ibu Hamil (K4) yang terpenting di
wilayah Puskesmas Kedawung 1?
2. Apakah intervensi dan solusi terbaik dalam menangani masalah rendahnya
Kunjungan Ibu Hamil (K4) tersebut?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi masalah prioritas dalam memilih alternatif
intervensi dan membuat perencanaan untuk mengatasi masalah kesehatan
masyarakat Kedawung 1.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui masalah kesehatan mengenai Kunjungan Ibu Hamil (K4)
yang menjadi prioritas di wilayah kerja Puskesmas Kedawung 1.
b. Mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya Kunjungan Ibu Hamil
(K4) di wilayah kerja Puskesmas Kedawung 1.
c. Mengetahui alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi masalah
prioritas tersebut.
d. Menentukan alternatif pemecahan masalah yang paling sesuai untuk
dipilih.
4

e. Mengetahui kekuatan, kelemahan internal, ancaman, dan peluang


(SWOT) di lingkungan kerja Puskesmas untuk mengatasi masalah
Kunjungan Ibu Hamil (K4).
f. Mengetahui cara implementasi rencana intervensi peningkatan
Kunjungan Ibu Hamil (K4)
g. Mengetahui sistem pengawasan dan evaluasi terhadap program
intervensi yang direncanakan.

D. Manfaat
1. Diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah mengenai masalah-masalah
yang ada di Puskesmas Kedawung 1, Kabupaten Sragen.
2. Diharapkan dapat menjadi informasi ilmiah mengenai metode penanganan
masalah-masalah yang ada di Puskesmas Kedawung 1, Kabupaten Sragen.
3. Diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas Kedawung 1 dalam
menangani masalah kesehatan yang ada di Puskesmas Kedawung 1,
Kabupaten Sragen.