You are on page 1of 2

Nama : SRI AYU FARDANI

Kelas : C3
No. Stambuk : 040 20150499
Mata Kuliah : Hukum Laut

Zona Laut
1) Laut Teritorial adalah laut yang terletak pada sisi luar dari garis pangkal dan tidak
melebihi dari 12 mil laut.
2) Zona Tambahan adalah laut yang terletak pada sisi luar dari garis pangkal dan tidak
melebihi 24 mil laut dari garis pangkal.
3) ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) adalah suatu zona selebar tidak lebih dari 200 mil
laut dari garis pangkal.
4) Laut Bebas adalah wilayah laut yang tidak dikuasai oleh hukum suatu negara.

Garis Pangkal
1) Garis pangkal biasa, yaitu garis air rendah di sepanjang pantai.
2) Garis pangkal lurus, yaitu garis lurus yang ditarik untuk menutup pantai-
pantai yang terlalu melekuk, delta, low-tide elevations, mulut sungai,
teluk, bangunan-bangunan pelabuhan.
3) Garis pangkal lurus kepulauan merupakan garis pangkal yang digunakan
untuk menentukan batas-batas wilayah dari suatu negara kepulauan.

Hukum Internasional
1) Hukum Internasional Regional adalah hukum Internasional yang berlaku/terbatas
daerah lingkungan berlakunya.
2) Hukum Internasional Khusus adalah hukum Internasional dalam bentuk kaedah
yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai
HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat
integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan.

Deklarasi Djuanda
Deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum
laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS
1982). Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang
pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

HAK LINTAS
1) Lintas Damai
Lintas adalah damai sepanjang tidak merugikan bagi kedamaian, ketertiban atau
keamanan Negara pantai.
2) Lintas Transit
Lintas transit berarti pelaksanaan kebebasan pelayaran dan penerbangan
berdasarkan Bab ini semata-mata untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung
dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau zona ekonomi eksklusif dan
bagian laut lepas atau zona ekonomi eksklusif lainnya.
3) Lintas Alur-alur Laut Kepulauan
Lintas alur laut kepulauan berarti pelaksanaan hak pelayaran dan penerbangan
sesuai dengan ketentuan-ketentuan konvensi ini dalam cara normal semata-mata
untuk melakukan transit yang terus menerus, langsung dan secepat mungkin serta
tidak terhalang antara satu bagian laut lepas atau zona ekonomi eksklusif dan bagian
laut lepas atau zona ekonomi eksklusif lainya.