You are on page 1of 3

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah. 2005. Daun Beluntas Sebagai Bahan Antibakteri dan


Antioksidan.http://www.beritaiptek.com. [17 November 2015]

Basset, J., Denney, R.C., Jeffrey, G. H., dan Mendham, J. (1994). Buku Ajar
Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Halaman 165.

Cowan, M. (1999). Plant Product as Antimicrobial Agent. Clinical Microbiology


Reviews, 12(4): 564-582.

Dalimartha, S. (1999). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid I. Jakarta: Permata


Bunda. Halaman 19.

Depkes RI. (1979). Materia Medika Indonesia. Jilid III. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI. Halaman 321-326.

Depkes RI. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta:Departemen


Kesehatan RI. Halaman 321-326.

Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI. Halaman. 1, 10-11.

Dirjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen


Kesehatan RI. Halaman 33 34, 696.

Dirjen POM. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen


Kesehatan RI. Halaman891-898, 925.

Djauhariya, E. dan Hermani. (2004). Gulma Berkhasiat Obat. Jakarta: Swadaya.


Halaman 1-4.

Dwidjoseputro, D. (1987). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.


Halaman 104-106.

Fardiaz, S. (1992). Mikrobiologi Pangan I. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia


Pustaka Utama. Halaman 143

Farnsworth, N.R. (1996). Biological and Phytochemical Screening of Plants.


Journal of Pharmaceutical Science. 55(3): 257-259, 263.

38
Universitas Sumatera Utara
Ferawaty, A.S., Agus, S.,dan Delianis, P. (2012). Potensi Antibakteri Rumput
Laut Terhadap Bakteri Penyakit Kulit Pseudomonas aeruginosa,
Staphylococcus epidermidis dan Micrococcus luteus. Jornal of Marine
Research. 1(2): 152-160.
FKUI. (1993). Mikrobiologi Kedokteran. Bogor: Penerbit Binrupa Aksara.
Halaman 125.

Ganiswara, S. (1995). Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta: Penerbit


Universitas Indonesia. Halaman 571-573

Handa, S., Suman, P.S.K., Gennaro, L., dan Dev, D.R.. (2008). Extraction
Technologies For Medicinal And Aromatic Plants. Italy: International
Centre For Science and High Technology. Halaman: 22.

Harborne, J.B. (1984). Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisa


Tumbuhan.Terjemahan K. Padmawinata. Edisi II. Bandung: ITB Press.
Halaman: 76.

Hariana, A. (2006). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Seri 1. Jakarta: Penebar


Swadaya.

Horvath, P. J. (1981). The Nutritional and Eculogical Significance of Acer


Tannins and Related Polyphenols. [Thesis]. New York: Cornell
University.

Irianto, K. (2006). Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme. Jilid Satu.


Bandung: Penerbit Yrama Widya. Halaman 35, 75-78, 159-161,170-172.

Jawetz, E. (2001). Mikrobiologi Kedokteran. Penerjemah: Eddy Mudihardi,


Kuntaman dan Lindawati Alimsardjono. Jakarta: Penerbit Salemba
Medika. Halaman 317-318, 352-360.

Madigan, M. (2005). Brock Biology of Microorganisms (11th ed).San Francisco:


Prentice Hall

Manu, R.R.S. (2013). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas


(Pluchea indicaL.) Terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan
Pseudomonas aeruginosa.Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya.
2 (1): 8.

Oxoid. (1982). The Oxoid Manual of Culture Media, Ingredients and Other
Laboratory Services. Fifth Edition. Hampsshire: Oxoid Limited. Halaman
223, 224.

Pelezar, M.J. (1988). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerjemah: Ratna Siri


Hadioetomo, Teja Imas, Sutarmi Tjitrosomo dan Sri Lestari Angka.
Jakarta: UI-Press. Halaman 138-140, 145.

39
Universitas Sumatera Utara
Pratiwi, S.T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Halaman
6,22-24, 105-117, 154-160.

Pujowati, P. (2006). Pengenalan Ragam Tanaman Lanskap Asteraceae


(Compositae). Tesis. Bogor: Departemen ArsitekturLanskap Fakultas
Pertanian ITB.

Robinson, T. (1995). Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Edisi VI.


Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB.
Halaman 154.

Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Halaman 46-47.

Sirait, M. (2007). Penuntun Fitokimia Dalam Farmasi. Bandung: Penerbit ITB.


Halaman 129-130.

Suryanto, D., dan Erman, M. (2006). Mikrobiologi. Medan: Departemen Biologi


FMIPA Universitas Sumatera Utara. Halaman 10-11

WHO. (1998). Quality Control Methods for Medical Plant Materials.


Switzerland: Geneva Press. Halaman 31-33.

40
Universitas Sumatera Utara