You are on page 1of 10

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PADA TN.S DENGAN DIAGNOSA UTAMA ISOLASI SOSIAL

Ruang Rawat : Ruang Enggang


Tanggal Dirawat : 01 November 2016
Tanggal Pengkajian : 07 November 2016

A. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Tn. S
Umur : 29 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Petani
Status : Belum menikah
No. RM : 010xxx
Sumber informasi: Klien

B. ALASAN MASUK
Berperilaku aneh sejak 3 tahun yang lalu, putus obat 6 bulan, berdiam diri, menarik
diri, kontak verbal kurang, tidak ada riwayat bunuh diri, tidak ada berbicara sedih, tidak
ada riwayat kejang.

C. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu?
Ya Tidak
Penjelasan : klien mengatakan pernah masuk RSJ 1 kali kemudian pulang dan
setelah putus obat klien kembali ke RSJ. Klien tidak peduli ketika obatnya habis
sehingga klien putus obat
Masalah keperawatan : Ketidakefektifan koping keluarga : kompromi
2. Pengobatan sebelumnya :
Berhasil Kurang Berhasil Tidak Berhasil
Penjelasan : klien mengatakan keluarga klien membiarkan klien tidak minum obat
saat obat sudah habis sehingga klien kambuh lagi dan kembali ke RSJ. Klien putus
obat 6 bulan.
Masalah keperawatan : Ketidakefektifan koping keluarga : kompromi

3. Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia


Aniaya fisik
Aniaya seksual
Penolakan
Kekerasan dalam keluarga
Tindakan criminal
Penjelasan : Klien mengatakan tidak menjadi pelaku, korban atau saksi dalam aniaya
fisik dan aniaya seksual. Klien mengatakan tidak pernah mengalami
menjadi pelaku, korban atau saksi penolakan, kekerasan dalam keluarga
ataupun tindakan criminal.
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa :
Ya Tidak
Penjelasan : klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki sakit yang
sama seperti ia saat ini
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
Klien mengatakan saat pulang tubuhnya merasa lemah dan sendi-sendi terasa sakit,
sulit beraktivitas tetapi klien tidak mengetahui penyebabnya. Hal ini terjadi ketika
klien sempat pulang dari rumah sakit jiwa. Klien mengatakan sempat putus obat
sehingga klien dibawa ke rumah sakit jiwa kembali. Klien mengatakan pernah
dirawat di rumah sakit Pontianak akibat tertusuk linggis di kaki sebelah kiri.
Masalah keperawatan : - ketidakefektifan koping keluarga : kompromi
- Defisiensi pengetahuan

D. FISIK
1. Tanda-tanda vital
TD : 110/60 mmHg N : 70 x/menit RR : 20 x/menit
S : 36 oC
2. Ukur
TB : 162 cm BB: 46 kg
IMT : BB/(TB)2 = 46/(1,62)2 = 17,5
Nilai normal IMT : 18-25
Masalah keperawatan : nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

3. Keluhan Fisik
Ya Tidak
Penjelasan : Klien mengeluh gatal-gatal pada kulit terutama di area kaki dan tangan.
Klien mengatakan banyak koreng sejak masuk ke rumah sakit.
Sebelumnya dirumah tidak pernah sakit kulit. Klien mandi 2x sehari
menggunakan sabun. Klien mengatakan keramas setelah mandi. Klien
mengatakan kadang-kadang merasa lemah dan nyeri pada sendi-sendi.
Tidak ada pusing, tidak ada mual, tidak ada muntah. Klien mengatakan
BAB dan BAK lancar tetapi klien lupa kapan BAB dan BAK.
Masalah keperawatan : - kerusakan integritas kulit
- Defisit perawatan diri

E. PSIKOSOSIAL
1. Genogram
Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Hubungan keluarga
: Klien

Penjelasan : klien mengatakan klien merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.
Anak pertama dan kedua berjenis kelamin laki-laki dan anak keempat berjenis
kelamin perempuan. Orang tua klien masih ada dan pengambil keputusan dalam
keluarga adalah ayahnya.
2. Konsep diri
a. Gambaran diri
Klien mengatakan tidak menyukai kakinya karena terdapat luka bekas tertusuk
linggis dan sekarang banyak koreng. Klien merasa terganggu dengan adanya
koreng ditubuhnya.
Masalah keperawatan : gangguan citra tubuh
b. Identitas diri
Klien mengatakan sebelumdi rawat di RS klien sempat malu kepada teman-teman
dan keluarga karena tidak memiliki pekerjaan. Klien mengatakan ingin bekerja
tetapi tidak ada yang meu mempekerjakannya. Klien memutuskan untuk tetap
dirumah tetapi semakin hari semakin bosan dan akhirnya klien mengurung diri di
kamar hingga keluarga membawanya kerumah sakit. Klien merasa kurang
dihargai dirumah dan dilingkungan tempat tinggalnya.
Masalah keperawatan : - Harga diri rendah situasional
- Isolasi sosial
c. Ideal diri
Klien merasa tidak nyaman dengan koreng ditubuhnya. Klien mengatakan sangat
berharap korengnya bisa hilang dan tidak gatal lagi. Klien berharap segera
dijemput orang tua atau kakaknya untuk pulang. Klien berharap ingin segera
keluar dari rumah sakit karena di rumah sakit terlalu membosankan.
Masalah keperawatan : ganguan citra tubuh
d. Harga diri
Klien mengatakan hubungan dengan keluarga baik-baiksaja, hubungan dengan
teman-temandan lingkungannya juga baik-baik saja tetapi klien jarang berbicara
dengan teman-teman disekitarnya. Klien mengatakan jarang bercerita pada
teman-temannya. Saat dirumah klien mengatakan dekat dengan ibunya dan
kadang bercerita dengan ibunya. Klien mengatakan pernah memiliki pacar dan
teman dekat saat masih sehat, tetapi klien mengatakan sejak ia sakit dirinya tidak
pernah berhubungan lagi dengan pacar dan teman dekatnya. Klien merasa tidak
memiliki siapa-siapa. Klien merasa tidak berarti.
Masalah keperawatan : - Harga diri rendah
- Isolasi sosial
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti
Klien mengatakan orang yang berarti bagi dirinya dalah ibunya yang biasa diajak
bercerita tentang masalahnya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Klien mengatakan saat dirumah klien klien jarang keluar rumah dan lebih
memilih untuk mengurung diri dikamar. Klien malu tidak memiliki pekerjaan
sedangkan teman-teman dan saudaranya sudah bekerja semua. Klien mengatakan
selama di rumah sakit klien jarang membantu temannya bersih-bersih, klien
memilih untuk diam dengan alasan teman-temannya sudah ramai yang bersih-
bersih. Klien tampak memisahkan diri dari teman-temannya.
Masalah keperawatannya : - isolasi sosial
- Kerusakan interaksi sosial
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien mengatakan sebenarnya klien ingin menegur temannya dan mengajak
bicara temannya tetapi klien malu dan mulut klien enggan terbuka, sehingga klien
malas untuk berinteraksi dengan teman-temannya.
Masalah keperawatan : harga diri rendah situasional
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan dirinya meyakini adanya Tuhan yakni Allah SWT. Klien
mengatakan tidak tahu dengan penyakit yang dialaminya dan tidak tau apakah
penyakitnya itu hukuman dari tuhan atau bukan.
Masalah keperawatan : defisit pengetahuan
b. Kegiatan ibadah
Klien mengatakan dirumah tidak pernah sholat. Klien mengatakan di rumah sakit
juga tidak pernah sholat. Klien mengatakan dirinya bandel dan tidak pernah mau
sholat, status agamanya islam tapi hanya di KTP saja. Klien tidak mau
menjalankan perintah agama.
Masalah keperawatan : distress spiritual

F. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Tidak Rapih
Penggunaan pakaian tidak sesuai

Cara berpakaian seperti biasanya


Penjelasan: Klien mengenakan kaos dan celana bersih secara mandiri
2. Pembicaraan :
Cepat Keras Gagap Inkoheren


Apatis Lambat Membisu Tidak mampu memulai pembicaraan
Penjelasan: Klien sulit memulai pembicaraan, cara bicara lambat, klien tampak
enggan mengajak seseorang berbicara, klien mempu menanggapi pertanyaan dengan
jawaban singkat tetapi kadang-kadang klien mau bercerita tentang pengalaman
hidupnya. Klien berbicara ketika ada stimulus atau ketika diajak berbicara. Klien
menaanggapi pertanyaan dengan jawaban singkat dan kadang klien bercerita tentang
pengalaman hidupnya. Klien hanya akan berbicara ketika ditanya oleh perawat.
Masalah keperawatan : isolasi sosial
3. Aktivitas Motorik :
Lesu TegangGelisah Agitasi

Tik Grimasen Tremor Kompulsif


Jelaskan: Klien tampak tegang dan takut saat di ajak keluar dari ruangan klien. Klien
tampak lesu ketika berjalan. Saat berbicara klien tidak menatap mata lawan bicara.
Masalah keperawatan : isolasi sosial
4. Alam perasaan :
Sedih Putus asa Gembira berlebihan

Penjelasan: Klien merasa sedih karena di bwa keluarga ke rumah sakit. Klien
mengatakan ia merasa putus asa dalam mencari pekerjaan sehingga ia lama
menganggur. Klien mengatakan dirinya berbeda dengan orang lain dan klien merasa
tidak berharga.
Masalah keperawatan : isolasi sosial, kerusakan interaksi sosial, resiko bunuh diri,
harga diri rendah situasional
5. Afek
Datar Tumpul Labil Tidak stabil
Penjelasan: Klien hanya bereaksi bila ada stimulus, yakni klien tertawa apabila ada
pembicaraan yang menurutnya lucu, klien tersenyum ketika merasa malu dan klien
biasa saja jika tidak ada stimulus, hanya diam dan tidak berusaha untuk memulai
pembicaraan.
Masalah keperawatan : isolasi sosial, kerusakan interaksi sosial
6. Interaksi Selama Wawancara :
Bermusuhan Tidak Kooperatif Mudah tersinggung
Kontak mata (-) Defensif Curiga
Penjelasan: Klien tidak menatap mata lawan bicara ketika sedang berbicara. Klien
sering menunduk ketika diajak bicara.
Masalah keperawatan : isolasi sosial
7. Persepsi :
Pendengaran Penglihatan Peraba
Pengecapan Penghidu
Penjelasan :Klien mengalami halusinasi pendengaran, klien kadang-kadang
mendengar bisikan-bisikan tetapi klien tidak pernah menghiraukannya. Klien tidak
memperdulikan bisikan yang muncul.
Masalah keperawatan : perubahan persepsi sensori : halusinasi
8. Proses Pikir :
Sirkumtansial Tangensial Kehilangan asosiasi
Flight of idea Blocking Persevarasi
Penjelasan: Pembicaraan klien sering berhenti tiba-tiba tanpa gangguan eksternal

kemudian dilanjutkan kembali. Klien mengulang pembicaraan berkali-kali dan klien
menjawab pertanyaan dengan baik.
Masalah keperawatan : isolasi sosial, kerusakan interaksi sosial
9. Isi Pikir :
Obsesi Fobia Hipokondria
Depersonalisasi Ide yang terkait Pikiran Magis
Waham
Agama Somatik Kebesaran
Curiga Nihilstik
Penjelasan : Tidak ada obsesi, fobia, hipokondria, depersonalisasi, ide yang terkait,
pikiran magis. Klien merasa curiga terhadap sesuatu yang ditanyakan oleh perawat.
Klien selalu bertanya ada apa dan kenapa ketika ditanya tentang kondisinya.
Masalah keperawatan : Gangguan isi pikir :waham curiga
10. Tingkat Kesadaran :
Bingung Sedasi Stupor
Disorientasi
Waktu Tempat Orang
Penjelasan: Klien tampak bingung setiap kali ditanya namun klien selalu menjawab
pertanyaan dengan sesuai. Klien tidak mengenali jam, hari dan tanggal.
Masalah keperawatan : Perubahan proses piker

11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang Gangguan daya ingat jangka pendek
Gangguan daya ingat saat ini Konfabulasi
Penjelasan: Klien dapat mengingat kejadian yang sudah lama 6 bulan terakhir tetapi
klien tidak mampu mengingat kejadian-kejadian yang terjadi dalam waktu dekat.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir
12. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung:
Mudah beralih Tidak Mampu Konsentrasi Tidak Mampu berhitung
sederhana
Penjelasan: klien mudah beralih pembahasan ketika berbicara, klien tidak fokus.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir
13. Kemampuan Penilaian
Gangguan Ringan Gangguan Bermakna
Penjelasan: Klien tidak mampu mengambil keputusan walaupun dibantu oleh orang

lain.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir
14. Kemampuan Penilaian
Mengingkari penyakit yang diderita Menyalahkan hal-hal diluar dirinya
Penjelasan: Klien tidak mengingkari penyakit yang diderita dan tidak menyalahkan
hal yang diluar dirinya. Namun klien tidak mengetahui tentang penyakitnya.
Masalah keperawatan : Defisiensi pengetahuan

G. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Bantuan Minimal Bantuan total
Penjelasan : Klien makan secara mandiri. Tidak ada bantuan.
2. BAB/BAK
Bantuan Minimal Bantuan total
Penjelasan: Klien BAB/BAK secara mandiri. Tidak ada bantuan.
3. Mandi
Bantuan Minimal Bantuan total
Penjelasan : Klien mandi secara mandiri. Tidak ada bantuan.

4. Berpakaian/berhias
Bantuan Minimal Bantuan total
Penjelasan : Klien mandi secara mandiri. Tidak ada bantuan.
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang lama: Klien mengatakan tidursiang sebentar-sebentar saja.
Tidur malam lama: Klien mengatakan tidur malamtidaknyenyak karena sering
terjaga dan sulit untuk tidur.
Kegiatan sebelum/sesudah tidur
Penjelasan : klien mengatakan sulit tidur jika tidur sering terjaga. Tidur siang klien
hanya sebentar. Klien mengatakan tidur malam sering terjaga dan gelisah.
Masalah keperawatan : Gangguan pola tidur
6. Penggunaan obat
Bantuan Minimal Bantuan total
Penjelasan : Klien meminum obat secara mandiri namun harus diingatkan.
7. Pemeliharaan kesehatan
Perawatan lanjutan Ya Tidak
Perawatan pendukung Ya Tidak
Penjelasan : dilakukan perawatan lanjutan pada klien dengan terapi obat dan
dilakukan perawatan pendukung dengan asuhan keperawatan
8. Kegiatan didalam rumah
Mempersiapkan makan Ya Tidak
Menjaga kerapian rumah Ya Tidak
Mencuci Pakaian nYa Tidak
Pengaturan Keuangan Ya Tidak
Penjelasan : klien banyak mengurung diri di kamar. Klien mengatakan tidak
dipercaya mengurus rumah. Klien mengatakan tidak melakukan pekerjaan rumah
karena sudah ada yang mengerjakan. Klien tampak sering menyendiri.
Masalah keperawatan : isolasi sosial
9. Kegiatan diluar rumah
Belanja Ya Tidak
Transportasi Ya Tidak
Lain-lain Ya Tidak
Penjelasan: Klien mengatakan tidak pernah belanja dan mengantarkan anggota
keluarganya keluar. Klien mengatakan jarang keluar rumah.
Masalah keperawatan : isolasi sosial

H. MEKANISME KOPING
Adatif Maladatif
Bicara dengan orang lain Minum alkohol
Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat/berlebihan
Teknik Relokasi Bekerja berlebihan
Aktivitas konstruksi Menghindar
Olah raga Mencederai diri
Lainnya: ___________ Lainnya: ___________
Penjelasan : klien berbicara dengan orang lain jika diberi stimulus tetapi reaksinya
lambat dan kadang cenderung menghindari pembicaraan.
Masalah keperawatan : isolasi sosial , ketidakefektifan koping individu

I. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik : klien merasa disalahkan karena
tidak memiliki pekerjaan. Keluarga terus menanyakan tentang pekerjaannya.
Masalah berhubungan dengan lingkungan,spesifik : klien sulit berinteraksi dengan
orang-orang disekelilingnya. Klien merasa malu untuk memulai percakapan
Masalah dengan pendidikan, spesifik: klien mengatakan hanya sekolah sampai SMP.
Klien ingin melanjutkan sekolahnya tapi tidak ada biayanya
Masalah dengan pekerjaan, spesifik: klien sering berpindah-pindah tempat kerja,
klien sering merasa bosan karena tidak ada teman.
Masalah dengan perumahan, spesifik: tidak ada masalah dengan perumahan
Masalah dengan ekonomi, spesifik : klien tidak bekerja sehingga tidak punya uang,
klien selalu meminta uang dengan orangtuanya dan saudaranya yang bekerja
Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik : klien pernah dirawat di RSJ
provinsi sebelumnya, klien sempat sembuh namun karena putus obat sehingga
kembali lagi ke RSJ untuk kedua kalinya. Klien putus obat karena keluarga tidak
peduli.
Masalah lainnya, spesifik :
Masalah keperawatan : isolasi sosial, koping keluarga tidak efektif

J. PENGETAHUAN KURANG TENTANG


Penyakit jiwa Sistem pendukung
Faktor presipitasi Penyakit fisik
Koping Obat-obatan
Lainnya : _______________
Masalah keperawatan : defisiensi pengetahuan
K. ASPEK MEDIK
- Resperidol 2 x 1
- Stelosi 2 x 1
- CPZ 2 x 1
Diagnosa medis
- Diagnosa pertama : F. 20.0 Skizofrenia Paranoid
- Diagnosa kedua : F. 20.3 Skizofrenia Tak Terinci

DAFTAR MASALAH
1. Isolasi sosial
2. Halusinasi
3. Waham curiga
4. Ketidakefektifan koping keluarga : kompromi
5. Perubahan proses pikir
6. Gangguan integritas kulit
7. Nutrisi kurang dati kebutuhan tubuh
8. Defisit perawatan diri
9. Gangguan pola tidur
10. Resiko bunuh diri
11. Harga diri rendah situasional
12. Distress spiritual
13. Gangguan citra tubuh
14. Ketidakefektifan koping individu
15. Kerusakan in teraksi sosial

L. PRIORITAS MASALAH
- Isolasi sosial
- Harga diri rendah