You are on page 1of 6

Buku Fiksi

SABTU BERSAMA BAPAK


Judul Buku : Sabtu Bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penyunting : Resita Wahyu Febiratin
Penerbit : GagasMedia
Kota Penerbit : Jakarta Selatan
Tahun Terbit : 2014
Cetakan : Cetakan pertama, 2014
Cetakan kedua puluh dua, 2016
Halaman : X + 278 Halaman

Novel yang bertemakan Kekeluargaan ini, yang menceritakan seorang pria yang belajar
mencari cinta, yang menceritakan seorang pria yang belajar menjadi Suami, yang menceritakan
seorang ibu yang membesarkan mereka, dan yang menceritakan seorang bapak yang
meninggalkan pesan untuk keluarganya.

Gunawan Garnida, seorang ayah dari dua orang anak Satya dan Cakra menyadari kalau
waktunya untuk mendampingi anak-anaknya tinggal sedikit karena penyakit yang dideritanya.
Namun, Gunawan masih ingin terus mendampingi anak-anaknya. Ingin anak-anaknya tumbuh di
sampingnya. Ingin tetap bercerita pada anak-anaknya dan mengajarkan anak-anaknya tentang
banyak hal. (Halaman 5).

Dengan bantuan sebuah handy cam, Gunawan merekam dirinya sendiri dan bercerita
tentang beragam hal. Setelah Gunawan wafat, video itu diputarkan oleh istrinya untuk dua
anaknya. Video akan diputar setiap hari sabtu sore, sesudah adzan ashar. Bagi Satya dan Cakra
itu adalah waktu terbaik mereka setiap minggu. (Halaman 6)

Video rekaman dari sang Bapak tidak diputar secara sekaligus. Gunawan sebagai Bapak
dari Satya dan Cakra sudah mempersiapkan video rekaman dirinya secara berkala. Ada yang
diputar saat usia sang anak 14 tahun, 17 tahun dan seterusnya hingga mereka menikah.

Satya dan Cakra kemudian tumbuh dewasa dan dihadapkan dengan konflik kehidupan
masing-masing. Satya bekerja sebagai geophysicist di sebuah kilang minyak di proyek lepas
pantai. Satya kemudian menjadi seorang bapak yang menakutkan bagi anak-anaknya. Satya
sering memprotes apa saja yang dirasa tidak sesuai dengan keinginannya. Istrinya bahkan
mengirimi Satya sebuah email agar ia tidak pulang saja dibandingkan harus melampiaskan
marahnya setiap kali pulang ke rumah. Inilah yang membuat Satya berubah dan mulai menonton
lagi video-video dari bapak yang dulu ia rajin tonton setiap Sabtu sore.

Sedangkan Cakra besar menjadi seorang Deputy Directur di sebuah bank asing. Sebuah
pencapaian karier yang tidak biasa jika melihat usianya yang masih muda. Namun,
kecemerlangan kariernya tidak sama dengan kisah cintanya. Di usianya yang matang dengan
kehidupan ekonomi yang mapan, Cakra masih bertahan dengan status single.

Cakra sudah punya rumah sendiri tapi belum ada nyonya rumah yang mengurusnya.
Terkait hal tersebut Cakra teringat pesan bapaknya tentang seorang suami yang harus siap
melindungi dan itu diwujud kesiapan dari siap melindungi adalah punya atap yang dapat
melindungi istri dan anak-anak dari panas, hujan dan bahaya. Tidak perlu megah. Tidak perlu
kaya. Yang jelas, ada atap untuk melindungin dan dibayar dari kantong sendiri. (Halaman 19)

Satya dan Cakra memang punya karier cemerlang di bidangnya masing-masing. Hal ini
juga berdasarkan nasehat dari bapaknya yang mereka dengarkan di hari sabtu. Sebuah video
tentang mengejar mimpi masing-masing. Mimpi hanya baik jika kita melakukan planning untuk
merealisasikan mimpi itu. Jika tidak hanya akan membuang waktu. Bapaknya meminta Satya
dan Cakra untuk bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, rajin dan tidak menyerah. Mimpi
tanpa rencana dan action hanya akan membuat anak istri kalian lapar. Kejar mimpi kalian.
Rencanakan. Kerjakan. Kasih deadline, kata si Bapak dalam video rekamannya. (Halaman 151)

Bapak dari Satya dan Cakra memang telah tiada sejak mereka masih kecil. Sang bapak
tidak bisa lagi menemani mereka bermain dan ada di samping mereka. Tapi kedua anak itu tidak
pernah kehilangan sosok bapaknya lewat video-video rekaman itu. Lewat video itu sang bapak
membantu anak-anaknya menjalani apapun yang mereka jalani. Meskipun disajikan dalam
bentuk novel, namun Sabtu bersama Bapak terdapat banyak pelajaran tentang menjalani
kehidupan juga ilmu tentang mendidik anak di dalamnya.

Konflik konflik yang dibuat penulis. Semua terasa mempunyai nyawa sendiri namun
saling berkaitan erat. Penulis berhasil menyambungkan setiap fase perkembangan cakra dan
satya dengan pesan-pesan yang sengaja dibuat pak gunawan dan bu itje sebagai sutradara yang
menentukan kapan dan pesan apa yang harus ditonton kedua anaknya.

Selain kisah perjuangan bapak membersamai kedua putranya dan istrinya selepas ia
meninggal, novel ini juga disisipi kisah konyol ala-ala cakra. Meski tidak semuanya layak dibaca
oleh anak remaja, karena mengandung lelucon 21+.

Novel yang menjadi salah satu BestSeller ini di kemas dengan sangat menarik, cover
depan yang berbackground keluarga Gunawan ini menjadi keunikan tersendiri, cover ini
sebenernya diambil dari film Sabtu Bersama Bapak yang akan di rilis tak lama setelah cetakan ke
dua puluh dua ini rilis. Meski warna pada cover berdominan Coklat, namun inilah yang membuat
novel Sabtu Bersama Bapak nampak menyimpan perasaan yang terdalam. Penggalan cerita pada
bagian belakang novelpun mampu menyentuh hati pembacanya.
Penataan tulisan pada novel ini sudah terbilang rapih, sayangnya ada beberapa kalimat
yang rusak karena pencetakan yang tidak bagus. Selain itu, gambar pada judul bab tidak lah
terlalu jelas, pencetakan warna pada novel ini sangat buruk, ada beberapa kalimat yang berada
didalam kotak warna untuk menandakan jika kalimat itu adalah kalimat yang dituliskan pada
email namun pencetakan warna pada novel ini menjadi hitam jadi tulisan yang berada di dalam
kotak tidak terlihat. ini dapat membuat ketidaknyamanan para pembaca. Kualitas kertas pun
tidak mendukung, novel ini menggunakan kertas buram yang memiliki kualitas rendah. Jika kita
membuka novel pada halaman tengah, penjilidannya rapih dan baik. Namun pada bagian depan
dan belakang, penjilidan ada yang rusak beberapa lembar. Bahasa yang digunakan sangat
bersahabat dengan pembaca, sangat mudah di pahami. Dan sudut pandang yang digunakan
adalah sudut pandang orang ke 3.
Alur maju pada novel ini membuat novel semakin menarik, ditambah Penokohan pada
novel ini yang sangatlah menarik. Tokoh Satya pada novel ini memiliki watak pemarah,
penyayang, perhatian, bertanggungjawab. Tokoh Cakra sedikit berbeda dari tokoh kakaknya, dia
cenderung pemalu, bertanggungjawab. Penulis memberikan watak pada tokoh ibu Itje yang
penyayang dan perhatian. Pak Gunawan memiliki watak yang sama dengan anaknya, ia seorang
yang bertanggungjawab dan penyayang.
Banyak amanat yang tersimpan didalam novel ini, diantaranya dari sikap Satya kepada
istri dan anak anaknya. Satya selalu memarahi mereka karena mereka tidak bisa menjadi apa
yang satya inginkan, pada adegan seperti ini mengajarkan kita agar tidak menyamakan orang lain
yang lebih rendah dari kita dan memaksakan agar orang itu bisa menyamai kita padahal dia tidak
bisa melakukannya. Selain itu satya juga mengajarkan kita agar tidak menyakiti orang yang
menyayangi kita. Sedangkan dari sang Adik, Cakra. Dia mengajarkan kita untuk menyiapkan
segala sesuatu dengan baik, Planning is Everyting. Ibu Itje adalah seorang tokoh di novel ini
yang banyak memberikan pesan pesan dari penulis untuk pembaca, diantaranya yaitu jangan
pernah menyerah dengan keadaan, kita harus berusaha selalu untuk mendapat hasil yang
gemilang, jangan pernah menyusahkan orang lain, selalu memberikan dorongan untuk orang kita
sayangi dalam segala hal, kita harus bisa berkorban untuk orang yang kita sayangi, selalu
menasehati orang lain. Dari tokoh sang ayah, bapak Gunawan. Penulis menyisipkan beberapa
pesan pada tokoh bapak Gunawan ini, diantaranya kita harus menjadi seorang yang bertanggung
jawab, selalu membahagiakan orang yang kita sayang, harus memberikan yang terbaik untuk
orang yang kita sayang.
Buku Non-Fiksi

Java Programing : Kumpulan Aplikasi Sederhana berbasis


Desktop
Judul Buku : Kumpulan Aplikasi Sederhana berbasis Desktop
Pengarang : Aullya Rachmawati
Penerbit : Skripta
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2013
Halaman : vi + 106 halaman
Cetakan : pertama, 2013

Java merupakan salah satu bahasa pemprograman yang menjanjikan bagi pembaca yang
hendak mempelajari Java. Buku ini bisa menjadi bahan belajar bagi pembaca, karena buku ini
berisi tutorial tutorial membuat aplikasi menggunakan bahasa pemprograman java. Pembaca
yang ingin mengenal java pun bisa membacanya.
Tutorial di buku ini meliputi membuat program pemprograman kata, yang jika kita
mengisi pada input 1 dan 2 maka pada label output akan keluar 2 inputan tersebut. Selain itu ada
tutorial membuat program konversi nilai angka ke huruf, program ini berguna bagi para guru
untuk mengetahui nilai siswa. Selanjutnya ada tutorial membuat program penyimpan data siswa
atau biasa disebut database data siswa. Ada juga tutorial membuat program menghitung, berbeda
dengan kalkulator, program yang di buat hanya untuk menghitang luas dan keliling bangun datar.
Dan tutorial yang terakhir adalah membuat program buku telepon. Selain tutorial sudah pasti ada
penjelasan dan sejarah bahasa pemprograman java.
Buku ini sangat bermanfaat, terutama untuk pemula. Cover buku sudah terbilang
menarik, namun warna cover buku ini kurang enak dipandang. Pada bagian dalam buku
(halaman) ini tampak sangat polos karena jarak antar baris berjauhan, sedikit membantu
pembaca merasa nyaman dalam membaca. gambar gambar pada buku mendukung langkah
tutorial yang kurang jelas, gambarpun dicetak dengan baik, tampak jelas dan sama ketika
dipraktikan. Bahasa yang cukup mudah dipahami membuat kualitas buku semakin bagus.
Pada tampilan memang sudah terbilang baik, penjilidan pun rapih dan baik. Pada buku ini
jika ada kata kata penting selalu tebalkan untuk memudahkan pembaca memahami suatu kalimat.
Meski buku ini memiliki banyak keunggulan namun tak lepas dari kekurangan. NetBeans V.7
adalah aplikasi yang di gunakan pada buku ini, namun V.7 ini sudah termasuk versi yang jadul
sehingga terkadang ada beberapa interface aplikasi yang tidak jelas.