You are on page 1of 4

7. Moody mempelajari efisiensi pemisahan GC 2- Butanone di kolom phthalate dinonyl.

Mengevaluasi
tinggi plate sebagai fungsi laju alir menghasilkan persamaan van Deemter di mana A adalah 1,65 mm, B
adalah 25,8 mm x mL min-1, dan C adalah 0,0236 mm x mL-1 menit.

(A) Siapkan grafik H vs u untuk Laju alir sekitar 5-120 mL / menit.

(B) Berapa Laju alir yang memiliki Efek terbesar pada setiap istilah dalam persamaan van Deemter?

(C) Berapakah laju alir optimum dan Tinggi pelat teoritis pada laju aliran itu?

(D) Pada Kolom tubular terbuka istilah A tidak lagi dibutuhkan. Jika pada B dan C Istilah tetap tidak
berubah, berapakah laju alir optimum dan Tinggi pelat teoritis pada laju alir itu?

(E) berapa banyak Pelat teoritis yang akan ada di Kolom tubular terbuka dibandingkan dengan kolom
yang dikemas?

(F) Persamaan 12.28 Ditulis dalam bentuk kecepatan linier (sentimeter per Kedua), namun kita telah
mengevalusiinya dalam masalah ini dengan menggunakan laju alir (mililiter per menit). Mengapa kita
bisa melakukan ini?
8. Hsieh dan Jorgenson menyiapkan kolom HPLC 12-33 mm yang dikemas dengan partikel fase diam
stasioner 5,44 mm. Untuk mengevaluasi kolom-kolom ini mereka mengukur tinggi plat yang dikurangi, h,

Sebagai fungsi laju alir yang berkurang, v,

Dimana dp adalah diameter partikel, dan Dm adalah zat terlarutnya Koefisien difusi dalam fase gerak.
Data itu Dianalisis menggunakan plot van Deemter, dengan sebagian dari hasil mereka diringkas dalam
tabel berikut untuk zat terlarut Norepinephrine.

(A) Pisahkan plot van Deemter menggunakan data di Baris pertama dan terakhir untuk laju alir pada
kisaran 0,7-15. Tentukan laju alir optimum dan tinggi pelat untuk masing-masing kasus, dengan
dp = 5,44 mm dan Dm = 6,23 '10-6 cm2 s-1.
(B) Istilah A dalam persamaan van Deemter terlihat Sangat berhubungan dengan diameter dalam
kolom, dengan diameter yang lebih kecil menunjukan nilai yang lebih kecil pula dari A. Jelaskan
mengapa efek ini terlihat (Petunjuk: Pertimbangkan berapa banyak Partikel bisa muat melintasi
kapiler masing-masing diameter).
12. Zhou dan rekannya menentukan % w/w H O dalam methanol dengan GC, menggunakan kolom
2

kapiler yang dilapisi dengan Fase diam nonpolar dan detektor konduktivitas termal. Sebuah rangkaian
standar kalibrasi memberikan hasil sebagai berikut.

A) Berapakah % w/w H2O dalam sampel yang memberikan tinggi puncak 8,63?
B) % w/w H2O dalam antibiotik Freeze-dried ditentukan dengan cara berikut. Sampel 0,175 g
ditempatkan di botol bersama dengan 4.489 g metanol. Air dalam vial di Ekstrak ke dalam
metanol. Analisis sampel memberikan tinggi puncak 13,66 Berapakah % w/w H 2O dalam
antibiotik?