You are on page 1of 31

JENIS PROSES PENGECORAN DAN

CACAT PENGECORAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengecoran Logam

Disusun Oleh:

Retno Umbaran (NIM:153141911915)

JURUSAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG

2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-

Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah pengecoran logam dengan judul JENIS

PROSES PENGECORAN DAN CACAT PENGECORAN ini dengan lancar dan

tanpa ada kendala yang berarti. Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada

semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini baik secara langsung

maupun tidak langsung.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah pengecoran logam

semester empat. Penyusun berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka

menambah wawasan serta sebagai acuan dalam mempelajari ilmu teknik pengecoran

logam.

Penyusun sangat menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat

kekurangan-kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu,agar makalah ini lebih

berguna lagi di masa yang akan datang,maka penyusun berharap adanya kritik, saran

dan usulan dari saudara pembaca sekalian.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami dan diaplikasikan bagi siapapun

yang membacanya dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Penyusun

2
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

2.2 Proses Pengecoran (Centryfugal Casting)

2.3 Jenis Pengecoran Sentrifugal

2.4 Cacat Pada Pengecoran Centryfugal

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Pengecoran Centryfugal

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Coran dibuat dari logam yang dicairkan, dituang ke dalam cetakan,kemudian di


biarkan mendingin dan membeku. Oleh karena itu sejarah pengecoran dimulai ketika
orang mengetahui bagaimana mencairkan logam dan bagaimana membuat cetakan.Hal
itu terjadi kira-kira tahun 4.000 SM, sedangkan tahun yang lebih tepat tidak diketahui
orang. Awal penggunaan logam oleh orang ialah ketika orang membuat perhiasan dari
emas atau perak tempaan, dan kemudian membuat senjata atau matabajak dengan
menempa tembaga, hal itu di mungkinkan karena logam-logam ini terdapat di alam
dalam keadaan murni, sehingga dengan mudah orang dapat menempanya.

Kemudian secara kebetulan orang menemukan tembaga mencair, selanjutnya


mengetahui cara untuk menuang logam cair ke dalam cetakan, dengan demikian untuk
pertama kalinya orang dapat membuat coran yang berbentuk rumit, umpamanya
perabot rumah, perhiasan atau hiasan makan. Coran tersebut dibuat dari perunggu yaitu
suatu paduan tembaga, timah dan timbal yang titik cairnya lebih rendah dari titik cair
tembaga.

Pengecoran perunggu dilakukan pertama di Mesopotamia kira-kira 3.000 tahun


SM,teknik ini di teruskan ke Asia Tengah, India, China. Penerusan ke China kira-kira
2.000 tahun SM, dan dalam zaman China kuno semasa Yin, yaitu kira-kira 1.500-1.000
tahun SM. Pada masa itu tangki-tangki besar yang halus buatannya dibuat dengan jalan
pengecoran.Sementara itu teknik pengecoran Mesopotamia di teruskan juga ke Eropa,
dan dalam tahun 1.500-1.400 SM, barang-barang seperti mata bajak, pedang, mata
tombak, perhiasan, tangki, dan perhiasan makan di buat di Spanyol, Swiss, Jerman,
Ustria, Norwegia, Denmark, Swedia, Inggris dan Perancis.

Teknik pengecoran perunggu di India dan China diteruskan ke Jepang dan Asia
Tenggara, sehingga di Jepang banyak arca-arca Budha dibuat antara tahun 600 dan

4
800.Penggunaan besi di mulai dengan penempaan, sama halnya dengan tembaga.
Orang-orang Asiria dan Mesir mempergunakan perkakas besi dalam tahun 2.800-2.700
tahun SM. Kemudian di China dalam tahun 800-700 SM, ditemukan cara membuat
corandari besi kasar yang mempunyai titik cair rendah dan mengandung fosfor tinggi
dengan mempergunakan tanur beralas datar.

Teknik produksi ini kemudian diteruskan ke negara-negara disekitar Laut Tengah, di


Yunani, 600 tahun SM, arca-arca raksasa Epaminondas atau Hercules, berbagai
senjata, dan perkakas dibuat dengan jalan pengecoran. Di India di zaman itu,
pengecoran besi kasar dilakukan dan di eksporke Mesir dan Eropa. Walaupun demikian
baru pada abad ke 14 saja pengecoran besi kasar di lakukan secara besar-besaran yaitu
ketika Jerman dan Italia meningkatkan tanur beralas datar yang primitip itu menjadi
tanur tiup berbentuk silinder, di manapencairan dilakukan dengan jalan meletakkan
bijih besi dan arang batu berselang-seling. Produk-produk yang dihasilkan pada waktu
itu ialah : meriam, peluru meriam, tungku, pipa dan lain-lain. Cara pengecoran pada
zaman itu ialah menuangkan secara langsung logam cair yang didapat dari bijih besi,
ke dalam cetakan, jadi tidak dengan jalan mencairkan kembali besi kasar seperti cara
kita sekarang.

1.2 Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalamtugas makalah ini adalah:

1. Apa definisi dari Centryfugal Casting?


2. Bagaimana proses pengecoran logam dengan menggunakan metode
Sentryfugal Casting?
3. Apa saja jenis-jenis pengecoran dari Centryfugal Casting?
4. Apa saja cacat yang dialami pada Centryfugal Casting?
5. Bagaimana kelebihan dan kekurangan pengecoran dengan metode Centryfugal
Casting?

5
1.3 Tujuan

Tujuuan Makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Memahami definisi tentang proses pengecoran logam dengan menggunakan


metode Sentryfugal Casting
2. Memahami proses pengecoran logam dengan metode Sentryfugal Casting.
3. Mengetahui ragam jenis pengecoran dari Centryfugal Casting.
4. Mengetahui ragam cacat pengecoran pada Centryfugal Casting.
5. Memahami kelebihan dan kekurangan Sentryfugal Casting.

6
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian

A. Definisi Pengecoran Logam

Pengecoran adalah proses pembuatan benda kerja dari logam, dengan cara
memanaskan logam hingga melebur atau meleleh yang kemudian dituangkan ke dalam
cetakan. Bahan bahan logam yang akan dilebur dipanaskan dalam dapur pemanas
dengan temperatur tertentu hingga mencair atau melebur.

Gambar 1. Proses Pengecoraan

Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan ciri dari proses pengecoran, yaitu:

1. Adanya aliran logam cair ke dalam rongga cetak.


2. Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam
dalam cetakan.
3. Pengaruh material cetakan.

7
4. Pembekuan logam dari kondisi cair

Proses pengecoran meliputi:

1. Pembuatan cetakan.
2. Persiapan dan peleburan logam.
3. Penuangan logam cair ke dalam cetakan.
4. Pembersihan coran dan proses daur ulang pasir cetakan.
5. Produk pengecoran disebut coran atau benda cor.

Berat coran itu sendiri berbeda, mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton
dengan komposisi yang berbeda dan hampir semua logam atau paduan dapat dilebur
dan dicor.

Menurut jenis cetakan yang digunakan proses pengecoran dapat diklasifikan


menjadi dua katagori :

1. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai.


2. Pengecoran dengan cetakan permanen.

Pada proses pengecoran dengan cetakan sekali pakai, untuk mengeluarkan


produk corannya cetakan harus dihancurkan. Jadi selalu dibutuhkan cetakan yang baru
untuk setiap pengecoran baru, sehingga laju proses pengecoran akan memakan waktu
yang relatif lama. Tetapi untuk beberapa bentuk geometri benda cor tersebut, cetakan
pasir dapat menghasilkan coran dengan laju 400 suku cadang perjam atau lebih.

Pada proses cetakan permanen, cetakan biasanya di buat dari bahan logam,
sehingga dapat digunakan berulang-ulang. Dengan demikian laju proses pengecoran
lebih cepat dibanding dengan menggunakan cetakan sekali pakai, tetapi logam coran
yang digunakan harus mempunyai titik lebur yang lebih rendah dari pada titik lebur
logam cetakan.

B. Definisi Pengecoran Sentrifugal

8
Pengecoran sentritugal dilakukan dengan menuangkan logam cair ke dalam
cetakan yang berputar. Akibat pengaruh gaya sentritugal logam cair akan terdistribusi
ke dinding rongga cetak dan kemudian membeku.

Proses pengecoran sentrifugal dilakukan dengan jalan menuangkan logam cair


ke dalam cetakan yang berputar, baik secara vertikal maupun horisontal, diharapkan
akibat pengaruh gaya sentrifugal tersebut dapat dihasilkan produk coran yang lebih
mampat daripada pengecoran dengan cetakan statis. Pengecoran sentrifugal ada dua
macam yaitu horisontal dan vertikal. Sentrifugal horisontal dengan putaran
menggunakan sumbu horisontal, sedangkan vertikal dengan menggunakan sumbu
vertikal.

Pada pembuatan produk cor dengan skala produksi kecil, maka pemakaian
cetakan permanen kurang menguntungkan karena biaya investasi cetakan mahal.
Pemakaian proses pengecoran sentrifugal selain untuk menghasilkan produk cor yang
lebih baik juga harus ekonomis.

Proses pengecoran umumnya dilakukan dalam mesin pengecoran sentrifugal


horisontal meskipun terdapat juga mesin pengecoran vertikal.

Pengecoran sentrifugal pertama kali dipatenkan tahun 1809 di England. Ide


menggunakan gaya sentrifugal ini ditemukan oleh AG Eckhardt. Pengecoran
sentrifugal banyak digunakan untuk membuat pipa besi. Pengecoran sentrifugal sejati
(true centrifugal casting) atau yang seringkali disebut dengan rotocasting adalah
proses pengecoran logam yang menggunakan gaya sentrifugal untuk membentuk
bagian-bagian silinder. Ini berbeda dari proses pengecoran logam yang menggunakan
gaya gravitasi dan tekanan untuk mengisi cetakan.

Gaya sentrifugal juga memungkinkan produk yang dicor lebih tipis. Batas
ukuran silindris memiliki:

1. Diameter 25,4 mm - 3 m (1 120 inchi).


2. Ketebalan dinding sekitar 2,5 mm 125 mm (0,1- 5,0 inchi).

9
3. Toleransi sekitar + 0,01 inchi.
4. Penyelesaian permukaan 63-500 in.
5. Panjang lebih dari 15 meter (50 kaki).
6. Berat lebih dari 5 ton.
7. Material benda coran terbuat dari logam, besi paduan, besi karbon paduan, besi
cor, aluminium, nikel, dan tembaga.

2.2 Proses Pengecoran (Sentryfugal Casting)


2.2.1 Langkah-langkah pengecoran
1. Persiapan cetakan (Mold Preparation)

Gambar 2. Persiapan Cetakan

Dalam pengecoran sentrifugal, cetakan dilapisi oleh lapisan. Ada dua jenis
lapisan cetakan:
1. Dinding cetakan logam diberi lapisan bahan tahan api seperti keramik
yang dilakukan dengan beberapa langkah yaitu aplikasi, rotasi,
pengeringan, dan pembakaran. Cetakan dibentuk dari bahan tahan api
supaya terjadinya solidifikasi lebih cepat. Setelah disiapkan, cetakan

10
diputar pada sumbunya dengan kecepatan tinggi (300-3000 RPM),
biasanya sekitar 1000 RPM.
2. Pada cetakan jenis kedua digunakan lapisan pemisah tebal yang
mempunyai daya isolasi panas tinggi. Waktu logam cair dituangkan,
lapisan pemisah menghambat solidifikasi terarah, oleh karena itu logam
mulai membeku pada tepi lapisan dan permukaan dalam sekaligus. Hal
ini menyebabkan terjadinya lapisan tengah yang kurang padat dengan
inklusi yang terperangkap.

Dalam pengecoran sentrifugal, cetakan permanen biasanya terbuat dari baja,


besi cor, atau grafit. Namun juga memungkinkan digunakan cetakan pasir
dibuang. Cetakan permanen cukup berhasil untuk membuat coran magnesium.

2. Proses Penuangan (Pouring)


Logam cair dituangkan ke dalam cetakan yang berputar, tanpa menggunakan
riser atau saluran masuk. Gaya sentrifugal akan mengarahkan logam cair
menuju ke dinding cetakan dan mengisi cetakan tersebut. Cetakan akan terus
berputar sampai solidifikasi selesai. Ketebalan silinder/pipa diatur dengan
pengendali jumlah logam cair. Benda cor padat dan kotoran akan terhimpun
pada permukaan sebelah dalam. Hal ini disebabkan karena kotoran-kotoran
mempunyai berat jenis yang lebih rendah dibandingkan dengan logam.

11
Gambar 3. Penuangan Logam
3. Pendinginan (cooling)
Dalam proses pendinginan, cetakan bersama logam cair yang sudah terbentuk
akan tetap berputar. Proses pendinginan ini berlangsung cepat mulai dari
dinding cetakan sampai ke bagian dalam. Karena logam cair terdesak keluar,
antara rongga cetakan dan logam terdapat hubungan yang baik sehingga benda
cor menjadi dingin lebih cepat.

Gambar 4. Pendinginan

12
4. Penghentian proses pengecoran (casting removal)
Setelah pengecoran telah didinginkan dan terjadi solidifikasi, perputaran
dihentikan. Setelah perputaran dihentikan, benda coran dilepas dari cetakan.

Gambar 5. Casting Removal


5. Penyelesaian akhir (finishing)
Karena selama proses pengerjaan pengecoran sentrifugal terdapat kotoran atau
gelembung di permukaan bagian dalam coran, maka dilakukan proses
sekunder/ penyelesaian permukaan seperti dengan menggunakan mesin gerinda
yang digunakan untuk membersihkan dan menghaluskan bagian dalam juga
menyesuaikan dengan dimensi yang ditentukan.
Proses pengecoran sentrifugal digunakan untuk memproduksi bahan berbentuk
simetris seperti silinder, pipa, lapisan (liner) mesin, dan objek simetris lainnya
yang biasanya berongga. Benda coran bisa terbuat dari logam besi seperti baja
paduan, baja stainless dan besi atau dari non-ferrous paduan seperti aluminium,
perunggu, tembaga, magnesium, dan nikel. Pengecoran sentrifugal dilakukan
dalam berbagai industri termasuk di ruang angkasa, kelautan, dan transmisi
listrik.

13
2.2.2 Teknik Penuangan
Pada proses penuangan (pouring), logam cairdapat dituangkan melalui salah
satu ujung cetakan, kedua ujung cetakan atau sepanjang saluran yang memiliki
panjang yang tidak dapat ditentukan. Laju penuangan sangat bervariasi tergantung dari
ukuran benda coran yang akan dibuat dan jenis cairan logam yang digunakan. Laju
penuangan yang terlalu lambat akan menghasilkan formasi bertumpuk dan porositas
gas, dimana laju pembekuan yang sangat lambat merupakan salah satu penyebab
terjadinya keretakan ke arah longitudinal.

Pengaturan teknik penuangan proses pengecoran sentrifugal dapat dibagi


menjadi empatbagian :

1. Laju penuangan sangat bervariasi tergantung dari ukuran benda coran yang
akan dibuat dan jenis cairan logam yang digunakan.
2. Laju penuangan yang terlalu lambat akan menghasilkan formasi bertumpuk
dan porositas gas.
3. Pada pengecoran dengan temperatur yang tinggi memerlukan kecepatan putar
yang lebih tinggi untuk menghindari terjadinya sliding.
4. Temperatur pengecoran yang rendah akan menyebabkan permukaan coran
bertumpuk dan adanya porositas gas.

14
3. Pengaturan Putar

Pada pengecoran dengan temperatur yangtinggi memerlukan kecepatan putar


yang lebih tinggi untuk menghindari terjadinya sliding. Sedangkan untuk temperatur
pengecoran yang rendah akan menyebabkan permukaan coran bertumpuk dan adanya
porositas gas. Temperatur pengecoran juga mempengaruhi laju pembekuan dan
jumlah segregasi yang terjadi.

Gambar 6. Pengaturan Putar

Pengaturan kecepatan putar proses pengecoran centrifugal dapat dibagi menjadi


tiga bagian:

1. Pada saat proses penuangan, cetakan diputar pada kecepatan yang cukup untuk
melontarkan logam cair ke dinding cetakan.
2. Pada saat logam mencapai ujung cetakan yang lain, kecepatan putar
ditingkatkan.

15
3. Kecepatan putar dipertahankan konstan selama beberapa waktu setelah
penuangan.
4. Kecepatan putar yang konstan tersebut tergantung dari jenis cetakan, logam
yang akan dicor dan ketebalan dinding yang dibutuhkan.

Kecepatan putar yang ideal akan menghasilkan gaya adhesi yang cukup besar
antara logam cair dengan dinding cetakan dengan getaran yang minimal. Kondisi
seperti ini dapat menghasilkan sebuah benda coran dengan struktur yang lebih seragam.

Pada saat logam cair memasuki cetakan, gradien tekanan yang terbentuk
melintasi ketebalan lapisan dengan kecepatan centrifugal. Hal ini menyebabkan
partikel yang lebih ringan seperti slag dan impurities nonmetal berkumpulpada
diameter dalam benda coran. Ketebalanyang terbentuk dari sekelompok impurities ini
terbatas sekitar beberapa milimeter dan mudah dihilangkan dengan proses permesinan.

Kecepatan putar yang terlalu rendah dapat mengakibatkan sliding dan


menghasilkan permukaan akhir yang kurang baik. Sedangkan kecepatan putar yang
terlalu tinggi dapat menimbulkan getaran, dimana dapat menghasilkan segregasi
melingkar. Selain itu kecepatan putar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tegangan
melingkar yang cukup tinggi, sehingga dapat menyebabkan cacat cleavage secara
radial atau retakan secara melingkar ketika logam mengalami penyusutan selama
proses pembekuan.

Orientasi sumbu putar cetakan bisa dalam posisi horisontal maupun vertikal,
tetapi yang lebih umum adalah horisontal. Bila kita anggap orientasi sumbu putar
adalah horisontal, maka gaya dapat didefinisikan dengan persamaan berikut ini.

Gaya sentrifugal:

mv 2
F
R
dimana: F = gaya, lb (N)

16
m = massa, lbm (kg)

v = kecepatan, ft/sec (m/s)

R = radius dalam cetakan, ft (m)

Gaya gravitasi:

W = mg

dimana: W = gaya gravitasi, lb (N)

g = percepatan gravitasi (32,2 ft/sec2 atau 9,8 m/s2)

Rasio antara gaya sentrifugal dengan berat disebut faktorG (GF ) :

F mv 2 v 2
GF
W Rmg Rg

Kecepatan dapat dinyatakan dengan:

2RN RN
v
60 30

dimana: N = kecepatan putar, rev/min

2
RN D
2 2
30 R N 2 N
GF
Rg g 30 g 30

dimana : D = diameter dalam cetakan, ft (m)

30 2 gGF
N
D

Secara empiris nilai GF berkisar antara 60 s/d 80 untuk pengecoran sentrifugal


horisontal, tergantung pada logam yang akan dicor.

17
Contoh soal:

Pengecoran sentrifugal sejati yang dioperasikan secara horisontal


digunakan untuk membuat tabung tembaga panjang 12 in dengan diameter luar
(OD) 10 in dan diameter dalam (ID) = 9 in. Tentukan kecepatan putaran (N ), bila
faktorG yang digunakan dalam pembuatan tabung tersebut adalah 65.

Jawab: diameter dalam cetakan D = OD = 10,0 in = 0,833 ft.

30 2x32,2x65
N 676,9 rev/min
0,833

Dalam pengecoran sentrifugal vertikal, pengaruh gravitasi dapat


menyebabkan ketebalan dinding coran bagian bawah lebih tebal dibandingkan
dengan bagian atasnya.

30 2 gL
N
Rt 2 - Rb 2

dimana: L = panjang vertikal coran, ft (m)

Rt = radius atas coran, ft (m)

Rb = radius bawah coran, ft (m)

Radius atas coran (Rt ) akan sama dengan radius bawah coran (Rb ), bila N = tak
berhingga.

18
2.3 Jenisjenis pengecoran sentritugal
2.3.1 Pengecoran sentritugal sejati
Dalam pengecoran sentrifugal sejati, logam cair dituangkan ke dalam cetakan
yang berputar untuk menghasilkan benda cor bentuk tabular, seperti pipa, tabung,
bushing, cincin, dan lain-lainnya.

True centrifugal casting merupakan salah satu proses pengecoran yang


menghasilkan produk cor berbentuk silinder dengan caramemutar cetakan pada
sumbunya. Proses pengecoran dapat dilakukan secara vertikal maupun horizontal
tanpa menggunakan inti (core). Produk cor yang dihasilkan dengan metode ini
mempunyai arah pembekuan yang terarah (directional solidification) dari bagian
diameter luar menuju ke diameter dalam, sehingga menghasilkan produk cor yang
terbebas dari cacat pengecoran terutama shrinkage yang paling sering dijumpai pada
proses sand casting.

Cetakan yang digunakan untuk pengecoran centrifugal terdiri dari 4 bagian


yaitu: dinding, saluran penuangan, roller tracks dan kepala penutup ujung (end plate).
Cetakan ditempatkanpada sebuah carrying roller yang dapatdiganti dan disetel.
Sehingga untuk diameter cetakan yang berbeda, hanya mengatur dan menyetel
carrying roller.

Berdasarkan bahannya, cetakan dapat dibagi menjadi dua, yaitu expendable


mold (cetakan yang bersifat sementara) dan permanent mold. Expendable Molds
merupakan sebuah cetakan yang relatif tipis dilapisi dengan pasir. Pada umumnya
cetakan ini digunakan pada proses pengecoran dengan jumlah produk yang relatif kecil.

Kelemahan cetakan pasir yaitu pada saat penuangan logam cair, sistem insulasi
yang alami dari pasir mencegah proses pembekuan terarah (directional solidification).
Oleh karenaitu pembekuan logam dari dinding cetakan dan dari bagian dalam silinder
terjadi secara bersamaan. Hal ini dapat menimbulkan bunga karang dan kepadatan
yang rendah pada bagian tengah produk coran.

19
Secara umum permanent molds terbuat dari material seperti baja, tembaga dan
grafit. Pelapisan cetakan juga penting dalam mengatur laju pembekuan dari beberapa
material coran. Pelapisan dengan menggunakan keramik sudah banyak diterapkan.

Copper mold seringkali digunakan untuk cetakan permanen karena sifatnya


yang memiliki konduktivitas termal yang tinggi. Cetakan tembaga ini memerlukan
biaya yang relatif tinggi dan terdapat kesulitan dalam mengkalkulasikan dimensi yang
akurat, oleh karena itu penggunaannya sangat terbatas.

Graphite mold umumnya digunakan karena biayanya yang relatif rendah.


Selain itu cetakan grafit dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan pasir
dengan jumlah produk yang kecil dan secara ekonomi masih memungkinkan. Grafit
mempunyai sifat konduktivitas termal yang sangat baik dan ketahanan terhadap
gradien suhu yang tinggi dan kemudahannya dalam proses permesinan. Kekurangan
dari cetakan jenis ini adalah mudah teroksidasi.

Gambar 7. Proses Pengecoran Sentrifugal Sejati

Dalam gambar ditunjukkan logam cair dituangkan ke dalam cetakan horisontal


yang sedang berputar melalui cawan tuang (pouring basin) yang terletak pada salah
satu ujung cetakan. Pada beberapa mesin, cetakan baru diputar setelah logam cair
dituangkan. Kecepatan putar yang sangat tinggi menghasilkan gaya sentrifugal
sehingga logam akan terbentuk sesuai dengan bentuk dinding cetakan. Jadi, bentuk luar

20
dari benda cor bisa bulat, oktagonal, heksagonal, atau bentuk-bentuk yang lain, tetapi
sebelah dalamnya akan berbentuk bulatan, karena adanya gaya radial yang simetri.

Karakteristik benda cor hasil pengecoran sentrifugal sejati:

1. Memiliki densitas (kepadatan) yang tinggi terutama pada bagian luar coran.
2. Tidak terjadi penyusutan pembekuan pada bagian luar benda cork arena adanya
gaya sentrifugal yang bekerja secara kontinu selama pembekuan.
3. Cenderung ada impuritas pada dinding sebelah dalam coran dan hal ini dapat
dihilangkan dengan permesinan.

2.3.2 Pengecoran semi sentritugal


Pada proses ini cetakan diisi penuh oleh logam cair dan biasanya diputar
pada sumbu vertikal. Bila diperlukan dapat digunakan inti untuk menghasilkan
produk cor yang berongga. Coran yang sulit dihasilkan melalui cara statis dapat
dilakukan dengan metode ini, karena gaya sentrifugal dapat mengalirkan logam
cair di bawah tekanan yang lebih tinggi jika dibandingkan pada pengecoran statis.
Hal ini meningkatkan hasil coran dan menghasilkan coran berkualitas tinggi, bebas
rongga dan porositas. Bagian coran yang lebih tipis dapat dibuat dengan metode
ini Aplikasi dari pengecoran semi sentrifugal adalah untuk membuat gear blanks,
pulley, roda, impelers dan rotor motor listrik.

Pada metode ini, gaya sentrifugal digunakan untuk menghasilkan benda cor
yang pejal bukan turbular. Cetakan dirancang dengan riser pada pusat untuk
pengisian logam cair.

21
Gambar 8. Semi Centrifugal casting

Densitas logam dalam akhir pengecoran lebih besar pada bagian luar
dibandingkan dengan bagian dalam coran yaitu bagian dekat dengan pusat rotasi.
Kondisi ini dimanfaatkan untuk membuat benda dengan lubang di tengah, seperti
roda, puli. Bagian tengah yang memiliki densitas rendah mudah dikerjakan dengan
pemesinan.

2.3.3 Pengecoran sentrifuge


Centrifug (pressure) memiliki aplikasi yang paling luas. Pada metode
ini, lubang pa d a coran disusun disekitar daerah pusat sumbu putaran seperti
jari-jari roda, sehingga memungkinkan produksi coran lebih dari satu. Gaya
sentrifugal memberikan tekanan pada logam cair seperti yang terdapat pada
pengecoran semi sentrifugal. Metode pengecoran ini khususnya digunakan untuk
memproduksi valve bodies, bonnet, plugs, yokes, brackets dan

22
2.4 Cacat Pada Pengecoran Sentrifugal

Cacat-cacat yang Terjadi Pada Pengecoran Sentrifugal

2.4.1 Cacat Ekor Tikus


Cacat ekor tikus merupakan cacat dibagian luar yang dapat dilihat dengan mata.
Bentuk cacat ini mirip seperti ekor tikus, yang diakibatkan dari pasir permukaan
cetakan yang mengembang dan logam masuk kepermukaan tersebut. Kekasaran
yang meluas merupakan cacat pada permukaan yang diakibatkan oleh pasir cetak
yang tererosi. Bentuk cacat ekor tikus dan kekasaran yang meluas dapat dilihat pada
gambar.

Gambar 9. Cacat Ekor Tikus dan Kekasaran Meluas

Penyebab cacat ekor tikus atau kekasaran yang meluas disebabkan oleh:

a) Kecepatan penuangan terlalu lambat.


b) Temperatur penuangan terlalu tinggi.
c) Ketahanan panas pasir cetak rendah.
d) Terjadi pemanasan setempat akibat letak saluran turun yang salah.
e) Pasir cetak banyak mengandung unsure kental atau lumpur.
f) Perbaikan cetakan yang tidak sempurna.
g) Pelapisan cetakan yang terlalu tebal.
h) Kepadatan cetakan pasir yang kurang.
i) Lubang angin pada cetakan kurang.

23
Untuk mencegah timbulnya cacat di atas dapat dilakukan dengan
merencanakan pembuatan cetakan, peleburan dan penuangan yang baik. Langkah-
langkah yang dapat dilakukan adalah:

a) Menggunakan pasir cetak yang berkualitas, tahan panas dan tidak benyak
mengandung unsur lumpur.
b) Pembuatan cetakan yang teliti baik pemadatan yang cukup, lubang angin yang
cukup dan pelapisan tipis yang merata.
c) Membuat saluran turun yang tepat, sesuai bentuk coran.
d) Mengecek temperatur logam sebelum penuangan, tempertur tuang harus
sesuai yang disyaratkan.
e) Melakukan penuangan dengan kecepatan yang cukup dan kontinyu.

2.4.2 Cacat Lubang-lubang


Cacat lubang-lubang memiliki bentuk dan akibat yang beragam. Bentuk
cacat lubang-lubang dapat dibedakan menjadi : a. Rongga udara, b. Lubang
jarum, c. Rongga gas oleh cil, d. Penyusutan dalam, e. Penyusutan luar dan f.
Rongga penyusutan.

Bentuk , penyebab dan pencegahan cacat lubang-lubang dapat dilihat pada


tabel berikut.

24
2.4.3 Cacat Permukaan Kasar
Cacat permukaan kasar menghasilkan coran yang permukaannya kasar.
Cacat ini dikarenakan oleh beberapa factor seperti : cetakan rontok, kup terdorong
ke atas, pelekat, penyinteran dan penetrasi logam. Bentuk, penyebab dan
pencegahan cacat permukaan kasar dapat dilihat pada tabel.

25
3. Cacat Salah Alir

Cacat salah alir dikarenakan logam cair tidak cukup mengisi rongga
cetakan. Umumnya terjadi penyumbatan akibat logam cair terburu membeku
sebelum mengisi rongga cetak secara keseluruhan. Bentuk cacat salah alir dapat
dilihat pada gambar.

Gambar 10. Cacat Salah Alir

Penyebab cacat salah alir yaitu:

a) Coran terlalu tipis.


b) Temperatur penuangan terlalu rendah.
c) Laju penuangan terlalu lambat.
d) Aliran logam cair tidak seragam akibat sistim saluran yang jelek.
e) Lubang angin pada cetakan kurang.
f) Sistem penambah yang tidak sempurna.

Pencegahannya adalah sebagai berikut:

a) Temperatur tuang harus cukup tinggi.


b) Kecepatan penuangan harus cukup tinggi.
c) Perencanaan sistim saluran yang baik.
d) Lubang angin harus ditambah.
e) Menyempurnakan sistim penambah.

26
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Pengecoran Sentrifugal

2.5.1 Kelebihan Pengecoran Sentrifugal


Kelebihan pengecoran sentrifugal diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pengecoran sentrifugal digunakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan


seperti cacat bentuk, kekuatan tidak merata, juga terutama bentuk yang
mempunyai dimensi rotasi seperti puli, roda gigi. Karena itulah pengecoran
statis dianggap kurang maksimal untuk membuat produk-produk di atas.
2. Kesulitan yang dialami jika menggunakan cetakan logam ialah pemuaian
cetakan (akibat kenaikan suhunya) dan penyusutan logam yang membeku. Hal
ini dapat diatasi pada pengecoran sentrifugal.
3. Dapat digunakan untuk benda cor yang sangat besar.
4. Menghasilkan sifat mekanik yang baik. Karena kekuatan sentrifugal yang
tinggi, pengecoran ini menghasilkan benda coran dengan butiran halus pada
permukaan luar dan memiliki sifat mekanik seperti kekuatan tarik, struktur
mikro sekitar 30% lebih besar daripada bagian yang dibentuk dengan metode
pengecoran logam biasa.
5. Permukaan memiliki dimensi dengan akurasi yang baik.
6. Biaya tenaga kerja relatif rendah.
7. Mengurangi pembuangan sisa logam cair dari benda cor karena tidak adanya
saluran masuk, inti, dan saluran turun, ataupun riser.
8. Kotoran-kotoran terkumpul di permukaan sebelah dalam sehingga lebih mudah
dibuang.
9. Tingkat produksi tinggi
10. Dapat digunakan untuk memproduksi pipa bimetal dengan bahan murah. Proses
pengecoran logam bimetal diawali dengan logam luar dituangkan dalam
cetakan yang berputar, diikuti dengan menuangkan logam kedua setelah
beberapa lama. Logam kedua harus dituangkan dalam cetakan setelah logam

27
pertama kehilangan fluiditas. Jika logam kedua dituangkan sebelumnya maka
komposisi dan ketebalan logam kedua akan berubah. Begitu juga jika logam
kedua dituangkan terlambar maka tidak akan ada ikatan yang baik antara kedua
logam.

2.5.2 Kelemahan Pengecoran Sentrifugal


1. Terbatas pada benda coran yang berbentuk silindris dengan rongga.
2. Beberapa paduan sulit dicor secara sentrifugal karena unsur yang lebih berat
cenderung terpisah dari logam besar. Gejala ini disebut segregasi gravitasi.
3. Mesin sekunder (untuk penyelesaian permukaan) seringkali diperlukan untuk
diameter bagian dalam.
4. Lead time (waktu yang dibutuhkan untuk membuat benda produksi) lebih
lama.

28
BAB III

PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Makalah ini memiliki kesimpulan sebagai berikut:
1. Centrifugal Casting atau roto casting adalah teknik pengecoran yang biasanya
digunakan untuk melemparkan silinder berdinding tipis. Perlu dicatat untuk
kualitas tinggi hasil dicapai, terutama untuk kontrol yang tepat dari metalurgi dan
struktur kristal. Tidak seperti kebanyakan teknik casting lain, Centrifugal Casting
yang terutama digunakan untuk memproduksi bahan saham dalam ukuran standar
untuk mesin lebih lanjut, daripada bagian berbentuk disesuaikan dengan
penggunaan-akhir tertentu.
2. Dalam casting sentrifugal, sebuah cetakan tetap diputar terus menerus terhadap
sumbunya dengan kecepatan tinggi (300 sampai 3000 rpm) sebagai logam cair
dituang. Cairan logam sentrifugal dilemparkan ke arah dinding cetakan dalam,
dimana ia membeku setelah pendinginan. pengecoran biasanya casting halus
dengan diameter luar yang sangat halus, karena dingin terhadap permukaan
cetakan. Kotoran dan inklusi dibuang ke permukaan diameter dalam, yang dapat
mesin jauh.
3. Silinder dan bentuk dengan simetri rotasi yang paling sering dilemparkan oleh
teknik ini. Tall tuang (dalam arah gaya menetap akting, biasanya gravitasi) selalu
lebih sulit daripada coran pendek. Dalam teknik casting sentrifugal jari-jari rotasi,
sepanjang yang bertindak gaya sentrifugal, menggantikan sumbu vertikal. Mesin
pengecoran dapat diputar ke tempat ini dalam orientasi yang nyaman, relatif
terhadap gravitasi vertikal. Horisontal dan vertikal sumbu mesin keduanya
digunakan, cukup untuk menempatkan dimensi casting terpanjang nyaman
horisontal. silinder berdinding tipis sulit untuk dilemparkan dengan cara lain, tetapi
Centrifugal Casting terutama cocok untuk mereka. Untuk jari-jari rotasi, ini adalah
efektif dangkal coran datar dan dengan demikian sederhana. Centrifugal casting
juga diterapkan pada pengecoran disk dan benda-benda berbentuk silinder seperti

29
roda kereta rel kereta api atau alat kelengkapan mesin mana gandum, aliran, dan
keseimbangan yang penting untuk daya tahan dan utilitas dari produk jadi.
Memberikan yang membentuk relatif konstan di jari-jari, bentuk lingkaran yang
tidak mungkin juga cor.
4. Bahan khas yang dapat cor dengan proses ini adalah besi, baja, baja tahan karat,
kaca, dan paduan dari aluminium, tembaga dan nikel. Dua bahan ini dapat dicetak
bersama dengan memperkenalkan bahan kedua selama proses tersebut.
5. Bagian-bagian khas yang dibuat oleh proses ini adalah pipa, boiler, bejana tekan
(lihat autofrettage), roda gaya, liner silinder dan bagian lain yang axi-simetris. Hal
ini terutama digunakan untuk membuang liner silinder dan katup lengan untuk
mesin piston, bagian-bagian yang tidak bisa diandalkan diproduksi sebaliknya.

1.2 Saran
Makalah ini memiliki saran berikut:
1. Mahasiswa diharapkan mampu memberi saran guna menyempurnakan makalah ini.
2. Mahasiswa diharapkan mamp mengeri dan memahami tentang apa yang berkaian
dengan pengecoran centrifugal casting baik dari proses, peralatan, bahan, dll
3. Dosen di harapkan mampu member kritik yang membangun, dan menilai apa yang
masih kurang dari makalah ini.

30
DAFTAR PUSTAKA

Darmawan A.S.,2003, Teknik Pengecoran

Hiroski Kubo, Hiroaki, Susan Forjami, Tadakatsu Meruyama. Characteristics of Fe-


Mn-Si-Cr shape memory alloys in centrifugal casting. Tokyo, 2006.

Nathan Janco, Centrifugal Casting. USA, 1992.

schey,A.John.: Proses Manufaktur.Departmen of Mechanical Engineering University


of Waterloo, Ontario, 1999.

Surdia, T.; Chijiwa, K., 1976, Teknik Pengecoran Logam, Edisi ke-2, Cetakan ke-7,
PT. Pradnya. Pararnita, Jakarta.

Surdia, T.; Kenji, C., 2000, Teknik Pengecoran Logam, , PT. Pradnya Paramita,
Jakarta.

31