You are on page 1of 40

A.

FORM PENGKAJIAN KOMUNITAS


1. Core, yaitu kelompok masyarakat yang dibina RT 01-06
Pengkajian Inti Komunitas Temuan
Riwayat:
1. Riwayat Wilayah 1. Dusun Iroyudan merupakan salah satu wilayah kelurahan Guwo Sari. Desa Guwo Sari terdiri dari 15 Dusun, diantaranya
2. Pembagian Dusun : Dusun Kembang Putihan, Dusun Kentolan Lor, Dusun Kentolan Kidul, Dusun Gandekan, Dusun Dukuh, Dusun
Iroyudan
Watugedug, Dusun Pringgading, Dusun Bungsing, Dusun Kadisono, Dusun Kembang Gede, Dusun Karang Ber, Dusun
3. Berapa usia penduduk
yang paling tua di Santan, Dusun Kalak Ijo, dan Dusun Kedung. Batas wilayah DusunWatugedug sebelah utara, Dusun Kentolan Lor.
wilayah tersebut 2. Dusun Iroyudan terbagi menjadi 6 RT, yaitu RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5 dan RT 6.
3. Usia penduduk paling tua terdapat di Dusun Iroyudan berumur 91 tahun.

Demografi :
1. Usia kelompok/ 1. Jumlah warga Dusun Iroyudan berdasarkan usia adalah sebagai berikut :
komunitas yang dibina Infant : 1,18% Usia Tua Infant
Anak-anak
Pre-school
Anak-anak: 2,76%
7% 1% 3% 5%
Sekolah USIA
10%
Pre-school : 5,13%
Sekolah : 9,88% Adolesen
11%
Adolsen : 11,46%
Dewasa awal : 11,85% Dewasa
51% Dewasa
Dewasa : 50,59% Awal
12%
Usia Tua : 7,11%
2. Jenis kelamin kelompok/ 2. Jumlah warga Iroyudan berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut :
komunitas yang dibina Laki-laki : 49,41%
Perempuan : 50,58%
Jenis Kelamin

0%
Laki-laki
Perempuan
51% 49%

3. Tingkat pendidikan 3. Jumlah warga Iroyudan berdasarkan tingkat pendidikan:


SD : 40,71%
SMP : 24,11% Tingkat Pendidikan
SMA : 12,64%
Perguruan Tinggi : 4,74%
SD
Tidak Sekolah : 17,78% 18%
SMP
5% 41%
SMA
12%
Perguruan Tinggi

24% Tidak sekolah


4. Status pekerjaan
4. Jumlah warga Watugedugberdasarkan Status
Pekerjaan
STATUS PEKERJAAN
Lain-lain
Tidak Bekerja 2%
Buruh : 26,48% lain-lain: 2,37% Buruh
17%
26%
Petani : 7,11%
IRT : 10,67%
PRT : 0,79%
PNS : 1,18% Petani
Pelajar
7%
25% PRT
Wirausaha: 9,88% 1%
PNS IRT Wirausaha
Tidak bekerja: 16,99% 10%
1% 11%
5. Tingkat penghasilan Pelajar : 16,99%
warga 5. Jumlah warga berdasarkan tingkat penghasilan
<1.000.000 : 41,50%
>1.000.000 : 58,49% Penghasilan

0%
<1000000
42% >1000000
58%

Statistik vital:
1. Angka prevalensi masalah 1. Temuan penyakit dalam dua tahun terakhir di Dusun Watugedug adalah DB, Hipertensi, Gangguan jiwa, magh dan
kesehatan warga Asma. Dengan masalah kesehatan terbanyak yang ditemukan adalah hipertensi pada kelompok lansia. Asam urat,
gangguan jiwa.

Status Kesehatan
Hipertensi
8% 7%
Asma
37%
11% Maag
Asam Urat
22%
15% Gangguan Jiwa
DB

2. Angka kesakitan dan 2. Angka kematian di Dusun Watugedug dalam setahun terakhir di Rt 1 sebanyak 2, Rt 3 sebanyak 1, dan Rt 4 sebanyak
kematian dalam tahun ini 3. Dengan total 5 orang yang terkaji dalam setahun ini.
Nilai dan kepercayaan :
1. Latar belakang yang 1. Warga Dusun Watugedug memiliki tingkat pendidikan yang cukup rendah. Mayoritas warga memiliki pendidikan
mempengaruhi perilaku terakhir SD, sehingga hal tersebut mempengaruhi perilaku kesehatan .
kesehatan
2. Bangunan tempat ibadah 2. Terdapat 2 Masjid di Dusun Watugedug yang terletak di RT 5 dan RT 3, dan mushola sebanyak 2

3. Keyakinan dan 3. Sebagian besar warga memilih untuk berobat ke Puskesmas, praktek dokter atau klinik terdekat terlebih dahulu
kepercayaan warga sebelum berobat ke Rumah Sakit. Warga Dusun Watugedug memiliki kesadaran tentang konsep sehat sakit yaitu sakit
tentang penyakit dan merupakan kondisi dimana adanya gangguan secara fisik maupun psikososial dan beberapa warga meyakini penyakit
kesehatan tersebut merupakan ujian/cobaan dari Tuhan.
2. Interaksi Sub Sistem
a. Lingkungan fisik
Pengkajian Sub Sistem
Temuan
Lingkungan
Inspeksi:
1. Peta RT rawan masalah a. Temuan penyakit dalam 2 tahun terahir di Dusun Watugedug: Demam berdarah, Hipertensi, Gangguan jiwa, Maag,
kesehatan di RT yang dan Asma, Asam urat, Gangguan jiwa.
dikelola b. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Dusun Watugedug didapatkan hasil bahwa terdapat jentik-jentik
nyamuk dilingkungan sekitar seperti botol, sampah-sampah plastik, dan patung pengrajinan.
c. Warga menguras bak mandi 1 x dalam seminggu.
2. Rumah dan Lingkungan a. Saat dilakukan observasi, pembungan kotoran yang memenuhi syarat hampir sekitar 80 % rumah warga memiliki kamar
mandi didalam rumah dan jenis kamar mandi tertutup sebanyak 86% , sedangkan lantai mengunakan semen sebanyak 90%
dan pembuangan kotoran 100% berada jauh dari sumber air minum, pembuangan sampah sebagian besar 95% membuat
lubang di perkarangan rumah dan di kubur untuk pembuangan limbah air 76% mengalir keselokan dan dialirkan ke sungai
b. Masyarakat Watugedug sebagian besarmenggunakan air sumur, ada juga yang menggunakan air PAM dan juga
yang memanfaatkan mata air pegunungan untuk memasak air dan keperluan rumah tangga lainnya. saat dilakukan
observasi jenis air yang digunakan termasuk kriteria air bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau,dan tidak berwarna
c. Hasil observasi masyarakat di dusun Watugedug memiliki setiap rumah memiliki kamar tidur dengan penerngan
dari jendela dan ventilasi sehingga rumah tidak terasa lembab. Sedangkan untuk lantairumah telah terpasang
keramik pada sebagian ruangan/ kamar.pada bagian atap mengunakan genteng/bahan seng , dan mayoritas ruangan
rumah menggunak langit-langit asbes.
3. Kesehatan ibu dan anak a. Rata-rata masyarakat Dusun Watugedug memilikiternak, dengan kandang ternaktidak berjarak jauh dari rumah.
b. Warga Watugedug yang memiliki balita,100% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatandan tidak ada ibu-ibu yang
mengalami masalah saat kehamilan.
c. Balita di Watugedug 100% telah imunisasi lengkap pada tingkaaat usiaanya, 65% asi eksklusif.Dan sekitar 35%
memberikan makanan tambahan. Warga Watugedug selalu makan pagi, dan kadang-kadang makan sayur dan buah
serta menggunakan garam beriodium dengan wadah tertutup sebayak 94%.
4. Surveilans d. Masalah kesehatan warga dusun watugedug dalam sebulan terakhiradalah penyakit flu, demam, dan nyeri.
Data windshield survey Untuk hasil windshield survey dapat dilihat dilampiran bagian bawah.
Tanda vital: 1. Dusun Watugedug terdapat dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.
1. Kondisi iklim/ cuaca 2. Dari hasil pengamatan, sepanjang jalan antar rumah ke rumah di Dusun Watugedug terlihat banyak sampah yang
2. Kondisi Lingkungan dan berserakan. Ada beberapa kolam yang tidak terpakai di sekitar kebun warga. Sebagian besar masyarakat Dusun
rumah Watugedug mempunyai jenis perumahan permanent.
Sistem Review:
1. Dukungan sosial dari 1. Di Dusun Watugedug terdapat kegiatan-kegiatan perkumpulan yang secara tidak langsung memberikan dukungan
keluarga, kelompok atau sosial kepada warga Dusun Watugedug. Perkumpulan-perkumpulan tersebut antara lain : perkumpulan ibu-ibu
masyarakat setempat dasawisma, pertemuan RT, ronda, pengajian ibu-ibu, pengajian bapak-bapak, karang taruna, serta perkumpulan anak-
2. Observasi sistem sosial anak TPA.
seperti perumahan, tempat 2. Tempat-tempat yang menfasilitasi warga untuk bersosialisasi antar warga antara lain masjid dan balai dusun.
ibadah, tempat bisnis
a. Pelayanan kesehatan dan sosial
Pengkajian Sub Sistem
Pelayanan kesehatan dan Temuan
Sosial
1. Tempat pelayanan 1. Tempat pelayanan kesehatan terdekat adalah Puskesmas Panjangan, Dokter praktik, dan klinik di Dusun Watugeduk.
kesehatan
2. Siapa pemberi pelayanan 2. Petugas Puskesmas, dokter praktik dan klinik.
kesehatan
3. Waktu Pelayanan 3. Puskesmas 24 jam.
4. Keadekuatan, aksesibilitas 4. Akses puskesmas panjagan dari dusun watugeduk sekitar 6-8 km. sehingga warga lebih sering mengunjungi klinik
dan penerimaan fasilitas yang lebih dekat.
oleh pengguna pelayanan
5. Kegiatan posyandu 5. Di Dusun Watugedug diadakan posyandu balita dan posyandu lansiasetiap satu bulan sekali.
(waktu, kegiatan dan
penyuluhan yang 6. Menurut hasil cek skrining dan wawancara didapatkan rata-rata lansia mengalami hipertensi dan sebagian masalah
diberikan di posyandu) kesehatan seperti asma, maag, dan gangguan kejiwaan, Asam urat.
6. Angka kesakitan
b. Ekonomi
Pengkajian Sub Sistem Temuan
Ekonomi
1. Pekerjaan penduduk 1. Warga di Dusun Watugedug pekerjaanya sebagai buruh pabrik, pengrajin, IRT, pegawai swasta, wirausaha.
2. Kategori pekerjaan 2. Kategori pekerjaan penduduk di Dusun Watugedug adalah buruh.
penduduk
3. Pendapatan keluarga per 3. Sebagian besar warga memiliki pendapatan rata-rata Rp 1.000.000
bulan
4. Pengeluaran keluarga 4. Pengeluaran keluarga perbulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pendidikan, rekreasi, kesehatan, dana sosial.
5. Kemampuan keluarga 5. Sebagian besar warga belum mampu menyediakan makanan bergizi.
menyediakan makanan
bergizi
c. Keamanan dan Transportasi
Pengkajian Sub Sistem Temuan
Keamanan dan
Transportasi
Keamanan:
1. Pelayanan polisi 1. Sistem pelayanan keamanan yang diberikan oleh polisi dapat di akses masyarakat di kantorPolsek Pajangan.

2. Sanitasi 2. Warga sudah memiliki rumah dengan ventilasi. Sebagian besar warga memanfaatkan air minum dari sumur, PAM
dan Mata air. Semua air yang digunakan warga untuk memasak, mencuci dan mandi terlihat jernih, berasa dan ada
kendapan kapur.

3. Pengolahan Sampah 3. Pengelolaan sampah dilakukan oleh sebagian warga untuk mengumpulkan kemudian membakar sampah di kebun
dekat rumah warga (sampah anorganik), kemudian ada juga yang ditimbun (sampah organik), dan sampah daur
ulang dijual.
Transportasi:
1. Jenis transportasi yang 1. Jenis transportasi yang digunakan oleh masyarakat setempat adalah sepeda, sepeda motor.
digunakan oleh
masyarakat
2. Pelayanan transportasi, 2. Pelayanan transportasi warga Dusun Watugedug menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi jalan menuju desa sudah
kondisi jalan di aspal.
3. Jumlah penduduk yang 3. Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan warga setempat tidak di temukan penduduk yang mengalami
mengalami keterbatasan keterbatasan dalam hal transportasi.
dalam hal transportasi
d. Politik dan Pemerintahan
Pengkajian Sub Sistem
Temuan
Politik dan Pemerintahan
1. Kebijakan pemerintahan 1. Kebijakan pemerintah setempat dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat di Watugedug melibatkan berbagai
setempat dalam mengatasi instasi terkait, seperti pihak dari Puskesmas, klinik atau dokter praktik dan pengelolaan kader yang sudah terlatih.
masalah kesehatan yang Pelayanan kesehatan dapat diperoleh warga secara gratis dengan menggunakan kartu jaminan kesehatan dari
ada di masyarakat pemerintah seperti BPJS (baik BPJS PBI maupun non PBI) serta KIS. Saat ini pemerintah telah mewajibkan
perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan jaminan kesehatan BPJS kepada karyawannya.
2. Kegiatan yang telah 2. Kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat:
dilakukan oleh pemerintah a. Pemberian pelayanan kesehatan secara gratis bagi warga pemilik kartu BPJS dan KIS.
untuk meningkatkan b. Posyandu dan Posyandu lansia sudah berjalan di Dusun Watugedug
status kesehatan
masyarakat

e. Komunikasi
Pengkajian sub sistem Temuan
Komunikasi
1. Media komunikasi 1. Media komunikasi yang dimiliki oleh keluarga di Dusun Watugedug antara lain handphone, televisi, koran dan
elektronik yang dimiliki radio.
oleh keluarga.
2. Media komunikasi antar 2. Media komunikasi antar masyarakat di Dusun Watugedug dilakukan dengan menggunakan handphone. Kegiatan
masyarakat perkumpulan-perkumpulan seperti pengajian rutin ibu-ibu dan bapak-bapak, dasawisma tiap RT, siskamling dan
pertemuan muda-mudi juga menfasilitasi warga Dusun Watugedug dalam menjalin komunikasi antar masyarakat.
3. Konsultasi dengan tenaga 3. Sebagian besar masyarakat memilih berkonsultasi tentang masalah kesehatan yang dialami dengan tenaga-tenaga
kesehatan dalam kesehatan di pelayanan kesehatan terdekat.
mengatasi masalah

f. Pendidikan
Pengkajian pendidikan Temuan
1. Prosentase keluarga yang 1. Di Dusun Watugedug sebagian besar masih banyak yang buta huruf.
buta huruf 2. Terdapat fasilitas pendidikan antara lain TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) dan PAUD
2. Fasilitas pendidikan atau
informasi yang ada di
masyarakat.
B. WINSHIELD SURVEY
Lokasi pengamatan : Dusun Watugedug, Guwo Sari, Pajangan Bantul, Yogyakarta
Kelompok : 6 (enam)
Detail Temuan
Tipe Dusun Watugedug Desa guwosari Kecamatan Pajangan
Perkampungan/pedesaan Kabupaten Bantul, RT 01 - RT 05, memiliki tipe perkampungan
desa pedesaan.
1. Perumahan 1. Tipe perumahan warga merupakan rumah permanen.
2. Warga bekerja sebagai buruh, petani, wirausaha, dan IRT.
2. Semi usaha Usaha rumahan yang dimiliki warga seperti:
a. Penjual rumahan (warung)
b. Seni pengrajinan patung.
Lingkungan tempat tinggal
1. Rumah tinggal (terpisah 1. Jarak rumah satu dengan rumah yang lain saling terpisah.
antara rumah satu dengan 2. Tidak terdapat apartemen di Dusun Watugedug
lainnya)
2. Apartemen
Umur area perumahan
1. Bangunan baru 1. Berdasarkan hasil observasidi Dusun Watugedugterdapat
tipe perkampungan yaitu desa pedesaan, dan terdapat
bangunan baru.
2. Bangunan lama tetapi terlihat 2. Berdasarkan hasil observasidi Dusun Watugedug terdapat
bagus bangunan lama
3. Bangunan banyak yang rusak 3. Berdasarkan hasil observasi di Dusun Watugedug masih
terdapat bangunan yang rusak tetapi sudah tidak dihuni.

Karakteristik sosial kultural


1. Variasi umur penduduk 1. Berdasarkan survey di Dusun Watugedug variasi umur
penduduk dari balita sampai lansia.
2. Ras dan etnik grup 2. Berdasarkan survey di Watugedug ras dan etniknya
beragam, tetapi mayoritas termasuk suku jawa
3. Berdasarkan survey di Dusun Watugedugpenduduk tidak
3. Pekerja/pengangguran bekerja/ pengangguran.
4. Rata-rata tingkat pendidikaan penduduk watugedug adalah
4. Siswa sekolah/drop out SD
5. Tanda adanya kurang punya 5. Terdapat 3 orang yang mengalami gangguan jiwa.
harapan
Lingkungan
1. Tampak umum
a) Halaman, jalan,pekarangan a) Halaman :28,92% warga memiliki halaman di sekitar rumah
dan dimanfaatkan. 28,93% warga memanfaatkan halaman
sebagai kebun, 0,35% sebagai kolam, 30,62% sebagai
kandang.
b) Tanaman b) Jalan : jalan masuk dusun merupakan jalan aspal. Warga yang
memanfaatkan halaman sebagai kebun sebanyak 28,93%.
Pekarangan ditanami bunga dan pohon buah seperti pisang,
umbi-umbian dan pepaya.
c) Patung, tanda-tanda seni c) Tidak terdapat paatung/tanda-tanda seni, namun terdapat
banyak pengrajin di dusun watugedug.

2. Bahaya lingkungan
a) Polusi udara a) Udara tidak tercemar karena tidak dekat dengan jalan raya
besar sehingga tidak banyak asap kendaraan bermotor.

b) Sampah b) Pengelolaan sampah di Dusun Watugedug dengan


caradibakar dan ditimbun.
c) Area bermain yang c) Area bermain yang berbahaya adalah di jalan dan di kebun
berbahaya kosong.

d) Penerangan jalan d) Di depan setiap rumah diberi penerangan dan di jalan-jalan


diberi lampu. Akan tetapi jalan-jalan yang masuk ke rumah
warga masih remang-remang dan masih memerlukan
penerangan jalan.
e) Alat pemadam kebakaran e) Tidak ada alat pemadam kebakaran
f) Lalu lintas f) Di jalan raya masih jarang ada kendaraan yang berlalu
g) Polisi /anggota pengaman lalang
/penyeberangan jalan untuk g) Di setiap RT ada poskamling dan dilaksanakan ronda setiap
anak sekolah malam.
3. Stessor lingkungan
a) Kegaduhan / ramai / a) Lingkungan tidak ramai, tidak ada kemacetan.
kemacetan
b) Tanda-tanda yang b) Tidak ada, belum ada angka kriminal/ penduduk yang
menyebabkan banyak angka kemalingan, karena setiap malam dilakukan ronda.
kriminal
c) Tanda-tanda adanya c) Tidak ada penyalahgunaan NAPZA di Dusun Banjarwaru
penyalahgunaan bahan-bahan dan Karang Anom.
terlarang (NAPZA)
d) Tanda-tanda adanya d) Ada beberapa warga yang terlihat kesusahan dalam
kemiskinan mendapatkan makanan, terutama lansia.
Sumber-sumber (yang ada dan
yang tidak ada)
1. Tempat belanja/ daerah 1. Belanja sehari-hari ke pasar tradisional dan warung-warung
belanja di sekitar Dusun Watugedug.
2. Transportasi 2. Transportasi umum yang masuk dusun tidak ada.
Transportasi sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi
sepeda motor.
3. Rekreasi 3. Di Dusun Watugedug terdapat tempat rekreasi, yaitu goa
selarong.

4. Pendidikan 4. Di Dusun Watugedug terdapat tempat pendidikan yaitu


paud.
5. Pusat agama/ kepercayaan
(masjid, gereja dll) 5. Kepercayaan masyarakat Dusun Watugedug 90% Islam dan
6. Pelayanan keamanan 10% kristiani. Terdapat masjid sebanyak 2 masjid dan 2
musola
7. Farmasi 6. Di Dusun Watugedug terdapat 3 Poskamling.
7. Di Dusun Watugedug tidak terdapat apotek.
8. Kegawatdaruratan 8. Di Dusun Watugedug tidak terdapat pelayanan
(kebakaran, dll) kegawatdaruratan.
9. Pelayanan umum (kantor pos, 9. Di Dusun Watugedug tidak terdapat kantor pos maupun
bank, dll) bank.
10. Pengambil sampah 10. Tidak terdapat pengambil sampah di Dusun Watugedug
Pelayanan kesehatan
1. Fasilitas kesehatan (ada / 1. Fasilitas kesehatan terdekat di Dusun Watugedug adalah
tidak ada) dokter dan praktek swasta. Jarak Puskesmas 6 km
2. Jarak rumah sakit terdekat (RS PKU Muhamamdiyah
2. Rumah sakit Bantul) 4 km.

3. Klinik, lainnya 3. Tidak ada poskesdes


C. ANALISA DATA

No Data Masalah keperawatan yang


muncul
1 DS : Defisiensi kesehatan komunitas
(00215)
- Warga mengatakan kadang-kadang membersihkan
bak mandi 1x seminggu
- Warga mengatakan kadang-kadang cuci tangan
apabila tidak menggunakan sendok
- Warga mengatakan jarang melakukan PSN
- Warga mengatakan dalam 2 tahun terakhir warga
terkena DBD sebanyak 2 orang.

DO :

- Terdapat jentik-jentik nyamuk pada lingkungan


sekitar rumah seperti pada botol, sampah plastik,
dan patung sisa pengrajinan.
2 DS : Ketidakefektifan pemeliharaan
kesehatan
- Masih banyak warga yang mengatakan sampah
dibakardan dibuang disembarang tempat.
- Kader mengatakan bahwa kurangnya kesadaran
masyarakat khususnya Ibu-ibu muda tentang
pentingnya Asi Esklusif.

DO :

- Terlihat tumpukan sampah di kebun dan di sekitar


rumah (sekitar kandang ternak)
- Warga membuang sampah sembarangan
- Sebagian besar warga laki-laki dewasa di Dusun
Watugedug merupakan perokok aktif.
3 DS : Potensial penurunan status kesehatan
- Berdasarkan hasil survey yang dilakukan kepada pada lansia di Dusun Watugedug.
beberapa KK didapatkan bahwa terdapat banyak
dewasa lansia di dusun Watugedug (30-65).
- Berdasarkan hasil survey yang dilakukan kepada
beberapa KK didapatkan bahwa sudah terdapat
posyandu lansia.

DO :
- Berdasarkan hasil pengkajian terdapat lansia
dengan keluhan hipertensi, dan asam urat.
- Berdasarkan hasil survey yang dilakukan masih
terdapat lansia yang ditelantarkan dan hidup
sendiri.

4 DS : Ketidak efektifan koping


berhubungan dengan
- Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
ketidakadekutan kesempatan untuk
kepada beberapa KK bahwa ada warga yang
bersiap terhadap stresor
mengalami gangguan jiwa sebanyak 2 orang.
- Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan
terdapat 2 warga yang terkena gangguan jiwa
diantaranya suka marah-marah dan tidak bisa
diajak ngobrol.

DO :

- Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di


Dusun Watugedug 2 warga yang mengalami
gangguan jiwa.
- Terdapat salah satu warga yang nampak menarik
diri dan mempunyai riwayat resiko perilaku
kekerasan.
- Serta kurang kooperatif dalam berkomunikasi.
- Serta kurangnya dukungan keluarga, masyarakat
sekitar dalam menyikapi dan memandirikan.
ANALISA DATA

DATA MASALAH NOC NIC AKTIVITAS BENTUK


KEPERAWATA KEGIATAN
N KOMUNITAS LAPANGAN

DS: Defisiensi Setelah dilakukan Community 1. Identifikasi fokus 1. Memberikan


kesehatan tindakan keperawatan Helath kesehatan, penyuluan
- Warga
komunitas selama diharapkan Developmen kekuatan dan tentang DBD
mengatakan
berhubungan kesehatan komunitas t prioritas 2. Pemberian
kadang-kadang
dengan ketidak meningkat dengan kesehatan. penyuluhan
membersihkan
cukupan sumber kriteria hasil: 2. Bantu anggota tentang
bak mandi 1
daya. masyakarat untuk pemberantasan
minggu sekali Community helath
meningkatkan sarang nyamuk
- Warga status kesadaran (PSN)
mengatakan
1. Masyarakat terhadap masalah
kadang-kadang
berpartisipasi kesehatan.
cuci tangan
dalam upaya 3. Bantu anggota
apabila tidak
pencegahan masyarakat
menggunakan
penyakit dengan
sendok
2. Sesuai dengan mengembangkan
- Warga
standar sumber-sumber
mengatakan
kesehatan yang ada di
dalam 2 tahun
masyarakat.
ini terdapat 2 lingkungan.
warga terkena 3. Angka
DBD morbiditas
DO: menurun. 1. Inisiasi tindakan
skrining terhadap
- Saat dilakukan
resiko masalah
observasi
kesehatan
terhadap
lingkungan.
jentiknyamuk Enviromenta
2. Monitor status
di lingkungan l
kesehatan
sekitar seperti Managemen
masyarakat
pada botol, t
3. Lakukan penkes
sampah plastik Community pada kelompok-
sebanyak 30 %
kelompok di
masyarakat.

1. Identifikasi tujuan
prosedur dan
laporakan
mekanisme
dengan sistem
pelaporan data.
Surveillance 2. Kumpulkan data
Community status kesehatan
masyarakat.
3. Tindak lanjut dan
laporan keinstasi
terkait.
DS: Ketidakefektifan Setelah dilakukan Risk 1. Review masalah 1. Melakukan
pemeliharaan tindakan keperawatan Identificatio kesehatan yang penyuluhan
- Masih banyak
kesehatan selama 5 x pertemuan n muncul cuci tangan.
warga yang
diharapkan kesadaran sebelumnya. 2. Melakukan
mengatakan
pemeliharaan 2. Identifikasi faktor penyuluhan
sampah
kesehatan meningkat lingkungan biologi gosok gigi
dibakar dan
dengan kriteria hasil: dan perilaku 3. Melakukan
dibuang
beresiko. kerja bakti
disembarang Health Promotion 4. Melakukan
tempat Behavior penyuluhan
- Kader
1. Masyarakat bahaya asap
mengatakan
dapat rokok.
bahwa
memonitor
kurangnya
lingkungan yang
kesadaran
beresiko.
masyarakat
2. Masyarakat 1. Targetkan
khususnya ibu-
kelompok resiko
ibu muda dapat tinggi dan rentang
tentang memonitor umur sebagai
pentingnya Asi perilaku yang sasaran yang tepat
Esklusif. beresiko untuk diberikan
DO: 3. Pemeliharaan edukasi.
Health
hubungan 2. Mengidentifikasi
- Terlihat Promotion
sosial. faktor yang dapat
tumpukan
mempengaruhi
sampah di
motivasi perilaku
kebun dan di Setelah dilakukan
kesehatan
sekitar rumah tindakan keperawatan
masyarakat
- Warga selama 5 x pertemuan
3. Melakukan
membuang diharapkan kesadaran
Promosi kesehatan
sampah pemeliharaan
sembarangan. kesehatan meningkat
- Sebagian besar dengan kriteria hasil:
warga laki-laki
dewasa di
Adherence Behavior

Dusun 1. Tanggung jawab


watugedug untuk
merupakan pengambilan
perokok aktif. keputusan
- Banyak anak- kesehatan
anak dengan 2. Meminta untuk
karies gigi. terlibat dalam
- Kebiasaan keputusan
mencuci kesehatan
tangan saat 3. Usaha untuk
sebelum mengumpulkan
makan kurang. informasi
DS: Potensian Setelah dilakukan Helath 1. Targetkan 1. Melakukan
penurunan status tindakan keperawatan Education kelompok resiko pelatiahn dan
- Berdasarkan
kesehatan pada selama 6 x pertemuan dan usia lanjut penyegaran
hasil survey
lansia diharapkan status sebagai peserta kader: Tekanan
yang
kesehatan meningkat promosi Darah dan
dilaksanakan
dengan kriteria hasil: kesehatan. kebutuhan
kepada
2. Buat program Dasar Lansia.
beberapa KK Risk Control
untuk penkes. 2. Melakukan
didapatkan
1. Dapat 3. Gunakan sistem skrinning: GDS
bahwa
mengidentifikasi grup untuk dan Asam Urat.
terdapat
faktor resiko mengimplementasi 3. Melakukan
banyak
2. Mengetahui kan program. senam lansia.
dewasa lansia
faktor resiko
di Dusun
pada diri.
Watugedug
3. Partipasi
- Berdasarkan
hasil survey masyarakat
yang dilakukan dengan
kepada skrinning
beberapa KK kesehatan
didapatkan
bahwa sudah
terdapat
posyandu
lansia.
DO:

- Berdasarkan
hasil
pengkajian
terdapat lansia
dengan
keluhan
hipertensi dan
asam urat.
- Berdasarkan
hasil survey
yang dilakukan
masih terdapat
lansia yang
ditelantarkan
dan hidup
sendiri.
DS: Ketidakefektifan Setelah dilakukan Coping 1. Gunakan 1. Melalukan
koping tindakan keperawatan Enhancemen pendekatan yang strategi
- Berdasarkan
behubungan selama 3 x pertemuan t tenang dan pelaksanaan
hasil
dengan diharapkan koping an memberikan 2. Memfasilitasi
wawancara
ketidakadekuatan kesadaran masyrakat jaminan warga dengan
yang dilalukan
kesempatan meningkat dengan 2. Berikan suasana gangguan jiwa
kepada
untuk bersikap kriteria hasil: penerimaan untuk rujuk
bebrapa KK
terhadap stresor. 3. Dukung sikap atau dibawa ke
bahwa ada Coping terkait dengan pelayanan
warga yang
1. Dapat harapan yang kesehatan lebih
mengalami
engidentifikasi realistis sebgai lanjut.
gangguan jiwa
koping yang upaya untuk
sebanyak 2
efektif. mengatasi
orang.
2. Dapat perasaan
- Berdasarkan
menyatakan ketidaberdayaan
hasil survey
penerimaan kepada keluarga.
yang telah
terhadap 4. Kolaborasi dengan
dilakukan
situasi. petugas kesehatan
terhadap 2
terkain tentang
warga yang 3. Sistem support rujuk pasien.
terkena membaik.
gangguan jiwa
diantaranya
suka marah-
marah dan
tidak bisa
diajak
komunikasih.
DO:

- Berdasarkan
hasil observasi
yang dilakukan
di Dusun
Watugedug 2
warga yang
mengalami
gangguan jiwa.
- Terdapat salah
satu warga
yang nampak
menarik diri
dan
mempunyai
riwayat resiko
perilaku
kekerasan,
kurang
kooperatif
dalam
berkomunikasi
, kurangnya
dukungan
keluarga dan
masyarakat
sekitar dalam
menyikapi dan
memandirikan.
FORMAT RENCANA KERJA (POA) ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

N MASALAH TUJUAN RENCANA SASARAN WAKTU TEMPAT DANA PJ


O KEGIATAN

1 Defisiensi 1. Masyarakat 1. Memberikan Warga di Dusun Saat Pertemuan Rumah warga Rp. Hamza
kesehatan berpartisipa penyuluan Watugedug RT ibu-ibu 85.000 h
komunits si dalam tentang DBD. 04 dan 05 dasawisma
upaya 2. Pemberian
pencegahan penyuluhan
penyakit tentang
2. Sesuai pemberantas
dengan an sarang
standar nyamuk
kesehatan (PSN)
lingkungan.
3. Angka
morbiditas
menurun.

2 Ketidakefektif 1. Masyarakat 1. Melakukan - Anak-anak - Belajar- - Gedung Rp. Heni


an dapat Penyuluhan di Dusun mengajar paud. 341.000 Yulian
memonitor Cuci tangan Watugedu di paud. - Rumah
pemeliharaan lingkungan 2. Melakukan g usia pra - Pertemua Warga i
kesehatan yang penyuluhan sekolah n bapak- - Slingkun
beresiko. gosok gigi. dan bapak gan
2. Masyarakat 3. Melakukan sekolah dan sekitar
dapat penyuluhan - Bapak- pertemua Dusun
memonitor bahaya asap bapak n ibu-ibu Watuge
perilaku merokok. perokok dasawism dug
yang 4. Melakukan aktif. a.
beresiko. kerja bakti. - Ibu-ibu - Setiap
3. Pemelihara dengan hari
an keluarga minggu
hubungan perokok untuk
sosial aktif. kerjabakti
- Seluruh .
masyaraka
t Dusun
Watugedu
g.
3 Potensial 1. Dapat 1. Melakukan - Kader - Minggu,2 - Posko Rp. Partesi
penurunan mengidentif pelatiahn posyandu 6 Februari KKN 250.500 a
status ikasi faktor dan lansia di 2017. - Gedung Susant
kesehatan resiko penyegaran Dusun - Setiap paud i
2. Mengetahui kader: Watugedu hari
pada lansia. faktor Tekanan g minggu
resiko pada Darah dan - Lansia di
diri. kebutuhan Dusun
3. Partipasi Dasar Lansia. Watugedu
masyarakat 2. Melakukan g
dengan skrinning:
skrinning GDS dan
kesehatan Asam Urat.
3. Melakukan
senam lansia.

4 Ketidakefektif 1. Dapat 1. Melalukan Warga dengan Menyesuaikan Rumah pasien - Arip


an koping engidentifik strategi gangguan jiwa di dengan kondisi dan fasilitas Hidaya
asi koping pelaksanaan Dusun pasien pelayanan lebih t
yang 2. Memfasilitasi Watugedug. lanjut.
efektif. warga
2. Dapat dengan
menyataka gangguan
n jiwa untuk
penerimaan rujuk atau
terhadap dibawa ke
situasi. pelayanan
3. Sistem kesehatan
support lebih lanjut
membaik.
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO.DX HARI,TGL, JAM IMPLEMENTASI PARAF EVALUASI


PERAWAT

1. 26 Februari 2017 Melakukan pendidikan kesehatan S : tidak ada respon dari warga.
Pemberantasan Sarang Nyamuk
18.30 O: tidak ada fedback masyarakat ketika
(PSN) di Rt 04
sedang dilakukan penyuluhan.

A: defisensi kesehatan komunitas

P: melakukan PSN keliling

27 Februari 2017 Melakukan pendidikan kesehatan S: warga mengatakan masih belum


tentang Demam Berdaarah di Rt 03 sepenuhnya paham mengenai
19.30
pencegahan DBD.

O: fedback masyarakat kurang ketika di


adakan penyuluhan.

A: defisiensi kesehatan komunitas

P: pendidikan kesehatan secara personal

28 Februari 2017 Melaksanakan Pemberantasan S: warga merasa senang dilakukan PSN


sarang nyamuk di Dusun Watugedug dan senang mengetahui rumahnya bebas
08.00 15.00 jentik.

O: masih ada jentik di sekitar rumah.

Warga sudah mengerti 3M hanya saja


sukar untuk pengaplikasiannya.

A: defisiensi kesehatan komunitas

P: pendididkan kesehatan secara


personal.

2. 12 Februari 2017 Melakukan kerja bakti di Rt 02 S: warga mengatakan kerja bakti


dilakukan hanya dimusim kemarau atau
08.00
hanya 1 bulan sekali.

O:mahasiswa di bantu pemuda


melakukan kerja bakti di sekitar mushola.

A: ketidakefektifan pemeliharaan
kesehatan

P: melakukan kerja bakti di hari minggu

19 Februari 2017 S: warga mengatakan kerja bakti akan


08.00 dilakukan diakhir bulan

O: terlihat tumpukan sampah


dilingkungan sekitar tempat tinggal

A: masalaah ketidakefektifan
pemeliharaan kesehatan tidak teratasi

P: lanjutkanintervensi

21 Febriaaari 2017 melakukkan pendidikan kesehatan S: warga mengatakan sudah terbiasa


tentang bahaya asap rokok bagi merokok
18.30
keluarga dan tempat-tempat yang
O: peserta terlihat kurang antusias
dilarang untuk merokok
A: ketidakefektifan pemeliharaan
keehatan tidak teratasi

P:lnjutkan intervensi, dengan mengubah


sasaran peserta menjadi ibu-ibu

25 Februari 2017 S: warga mengatakan cukup terganggu


dengan adaya asap rokok
18.30
O: peserta terlihat antusias

A: ketidakefektifan pemeliharaan
kesehatan teratasi.

P: hentikan intervensi.

22 Febriari 2017 Melakukan pendidikan kesehatan S: tim pengarajar paud mengatakan


dan pelatihan cuci tangan di gedung belum pernah mengenalkan cuci tagan
15.30
Paud Rt 03 yang benar

O: peserta terlihat mengikuti kegiatan


dengan baik

A: ketidakefektifan pemelihaaraan
kesehatan teratasi

P: menyarankan bagi para guru agar lebih


sering dikenalkan cara cuci tangan yang
baik dan benar

Melakukan pendidikan kesehatan S: tim pengajar mengatakan belum


dan pelatihan gosok gigi di Gedung permah melakukan pengenalan tentang
Paud Rt 03 gosok gigi

O: peserta terlihat antusias


memperhatikan cara melakukan gosok
gigi
Peserta mampu melakukan gosok gigi
dengan bimbingan

A: masalah tidak teratasi

P: lanjutkan intervensi, meyarankan agar


lebih sering dikenalkan gosok gigi yang
benar

3. 19 Februari 2017 Melakukan senam lansia dan S: peserta mengetakan ingin mengetahui
pemeriksaan dan skrining kesehatan keadaanya dan bagaimana cara
15.30
(GDS dan Asam Urat) di gedung pencegahannya
paud Rt 03
O: pasien terlihat cemas

A: masalah tidak teratasi

P: lanjutkan intervensi, menyarankan


melakukan pemeriksaan dipelayanan
kesehatan terdekat

26 Februari 2017 S: pasien mengatakan ingin mengetahui


kadar gula dan asam urat
15.30
O: pasien terlihat cemas, dan didapatkan
pasien dengan kadar gula darah yang
tinggi

A: maslah potensial penurunan status


kesehatan tidak teratassi

P: lanjutkan intervensi

26 Februari 2017 Melakukan pelatihan tensi manual S: kader mengatakan tidak mengetahu
cara menggunakan tensi manuaal dan alat
13.00
tensi selalu eror

O: peserta terlihat mengikuti pelaatihan


dan mncoba menggunakan tensi

A: potensial enurunan status kesehatan


tidak teratasi

P: lanjtakan intervensi

Melakukan pendidikan kesehatan S: kader mengatakan ada kegiatan


kebutuhan dasar lansia kunjungan ke rumah, lansia dan
membawa PMT

O; mempersiapkan PMT bagi lansia

A; masalah potensial penurunan status


kesehatan tidak teratasi

P; lanjutkan intervensi

Melakukan pelatihan pengisian kartu S: kader mengatakan tidak mengetahui


menuju sehat (KMS) lansia cara mengisi kms yang benar

O: peserta mmeengikuti pelatihan yang


baik dan benar

A: potensial penurunan status kesehatan


tidak teratasi

P: lanjutkan intervensi, membagikan kms


bagi lansia

4. 25 Februari 2017 Melakukan Strategi Pelaksanaan S: pasien megatakan dirinya sudah baik-
pasien dengan gangguan jiwa bai saja. Keluarga bersedia untuk di rujuk

O: terlihat kebingungan, putus minum


obat dan tidak ingin makan

A: potensial penurunan status kesehatan


teratasi sebagian

Telah bersedia untuk dirujuk


kepelayanan kesehatan

P: lanjutkan intervensi

Merujuk ke pelayanan kesehatan

27 Februari 2017 Memfasilitasi rujukan ke pelayanan S: pasien mengatakan tidak ingi di bawa
kesehatan (Rumah sakit jiwa Grasia) ke rumah sakit
pasien dengan gangguan jiwa
O: psien menolak untuk dibawa ke rumah
sakit. Tidak mau makan, dan marah-
marah

A: potensial penurunan status kesehatan


teratasi

P: lanjtkan intervensi

Merujuk laagi 1 orang pasien dengan


gangguan jiwa
PERENCANAAN KEPERAWATAN
1. Prioritas Masalah
No Dx Kep Kom A B C D E F G H I J K Total Prioritas

1 Defisiensi kesehatan komunitas


3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 38 2

2 Ketidakefektifan pemeliharaan
kesehatan 4 4 2 2 2 4 4 3 3 4 3 35 3

3 Potensi penurunan status kesehatan pada


lansia 4 4 4 2 4 3 4 3 3 4 4 39 1

4 Ketidak efektifan koping berhubungan


dengan ketidakadekutan kesempatan 3 2 3 2 4 2 2 1 1 4 1 25 4
untuk bersiap terhadap stresor
Keterangan pembobotan: F: Sesuai dengan Program Pemerintah
1. Sangat rendah A: Risiko terjadi G: Tempat
2. Rendah B: Risiko keparahan H: Waktu
3. Cukup C: Potensial untuk penkes I: Dana
4. Tinggi D: Minat masyarakat J: Fasilitas kesehatan
5. Sangat tinggi E: Kemungkinan diatasi K: Sumber daya