You are on page 1of 30

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sesuai dengan program pemerintah ( Depkes ) tentang Program
Pengembangan Imunisasi ( PPI ) maka bayi atau anak harus mendapat perlindungan
terhadap 7 jenis penyakit utama, yaitu : TBC, difteri, tetanus, batuk rejan,
poliomyelitis, campak dan hepatitis B.
Hal ini merupakan salah satu program pemerintah dalam mengurangi angka
kematian dan kesakitan yang salah satu penyebabnya adalah penyakit menular.
Dengan demikian sebagai petugas kesehatan dalam usaha untuk menurunkan angka
kematian dan kesakitan di atas sangat perlu mengetahui dan terampil dalam
pemberian imunisasi, dalam upaya mencegah suatu penyakit tertentu.
Upaya pembinaan kesehatan anak mencakup pemenuhan kebutuhan primer
anak sejak dalam kandungan sampai remaja dengan mengkaji pertumbuhan dan
perkembangan anak, pemberian makanan yang bergizi pada anak, penyuluhan
kesehatan.
Dengan adanya peningkatan kemampuan tenaga kesehatan khususnya bidan
yang berkualitas dan terampil yang merata di tanah air, maka hal tersebut di atas
dapat tercapai. Dalm bidang kesehatan ibu dan anak, bidan mempunyai peranan dan
tanggung jawab yang besar ( Depkes RI, 1993 ).

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa AKBID Griya Husada mampu memberikan asuhan
kebidanan kepada anak sehat dengan imunisasi campak secara tepat dan sesuai
dengan prosedur, dengan selalu memperhatikan tekhnik septik dan aseptik
sehingga keberhasilan dapat dicapai secara maksimal.
1.2.2 Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa AKBID Griya Husada dapat :
a. Melakukan pengkajian pada bayi sehat dengan imunisasi campak.
b. Menentukan identifikasi masalah atau diagnosa
c. Menentukan antisipasi masalah potensial
d. Menentukan identifikasi kebutuhan segera.
e. Menentukan rencana asuhan kebidanan.
f. Melaksanakan intervensi.
g. Mengevaluasi keefektifan dari asuhan kebidanan .
1.3. Batasan Masalah
Mengingat waktu dan kemampuan penulis yang terbatas maka penulis
membatasi penulisan makalah ini pada Asuhan Kebidanan pada bayi sehat dengan
imunisasi.

1.4 Lokasi dan Waktu


Pelaksanaan asuhan kebidanan ini dilakukan di Poli Anak RSU Zasem
Widoarko!pada tanggal 30-8-2007 pukul 10.00 WIB

1.5 Metode Penulysan


1.5.1 Studi Kepustakaan
Penelis membekali dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan
imunisasi.
1.5.2 Praktek Langsung
Penulis melakukao asuhqn kebidanan`serta0pendekatan pada klien dan
memberika pelayan im}nisasi campak.

1.6 Sistematika Penulisin


BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 3 TINJAUAN KASUS
BAB 4 PEMBAHASA^
BAB 5 PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1$Konsep Imunisasi
2.1.1 Qengertian
Imunisasi adanah suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak
terhadap penyakit terten4u ( Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga,
1993 : 47 ).
Ymunisasi adalah memasukkan antigen / kuman baktmri, virus, parasit, racun,
kuman ke dalam tubuh, sehingga tubuh membuat zat anti berubah anti bodi atau
anti toksin untuk mencegah penyakit tertentu ( FKUI, 1998 : 17 ).

2.2 Jenis Imunisasi


2.2.1 Imunisasi Aktif
Imunisasi aktif adalah kekebalan yang dibuat sendiri oleh tubuh untuk
menolak terhadap suatu penyakit tertentu dimana prosesnya lambit tetapi datat
bertahan lama. Imuni{asi aktif dapat dibagi 2 jeniw :
a. Imunisasi aktif alamiah, dimana tubuh anak membuat kekejalan sendiri
setelah mengalami / sembuh dari {uatu penyakit, misalnya anak yang telah
menderita campak setelah se}buh tidak akan terserang campak lagi, karena
tubuhnya telah membuat zat penolak terhadap penyakit tersebut.
b. Imunisasi aktif buatan, yaitu kekebalan yang(dibuat tubuh setelah mendapat
vaksin ( imunisasi ) misalnya anak diberi vaksinasi BCG, DXT ,polio dan
lainnya.
2.2.2 Imunisasi Pasif
Imunisasi!pasif yaitu tubuh anak vidak membuau zat qntibodi sendiri tetapi
kekebalan tersebut diperoleh dari luar setelah memperoleh zat penonak sehingga
proses cepat tidak bertahan lama. Imunisasi pasif dapat terjadi dengan 2 cara :
a. Imunisasi pasif alamiah atau imunisasi bawaan, yaitu kekebalan yang diperoleh
bayi sejak lahir dari ibunya. Kekebalan ini tidak berlangsung lama ( kira-kira
hanya sekitar 5 bulan setelah bayi lahir ), misalnya difteri, morbilli dan tetanus.
b. Imunisasi pasif buatan, dimana kekebalan diperoleh setelah mendapat suntikan zat
penolak, misalnya pemberian vaksinasi anti tetanus serum ( ATS ) ( Asuhan
Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga, 1993 : 47 ).

2.3 Vaksin Campak ( Morbilli )


Imunisasi campak diberikan untuk mendapat kekebalan terhadap penyakit
campak secara aktif. Vaksin campak mengandung virus campak hidup yang
dilemahkan.

2.4 Penjelasan Penyakit


Istilah asing untuk penyakit campak adalah morbilli. Penyakit ini sangat
mudah menular. Kuman penyebabnya adalah sejenis virus yang termasuk ke dalam
golongan paramikso virus. Gejala yang khas yaitu timbul bercak-bercak merah di
kulit 3-5 hari setelah anak menderita demam, batuk dan pilek. Bercak merah timbul
pada pipi di bawah telinga kemudian menjalar coklat kehitaman dan akan menghilang
dalam waktu 7-10 hari kemudian. Pada penyakit campak sangat mudah menular
kepada anak lain.
Pada waktu timbul bercak merah di kulit anak tampak sakit berat, lesu dan
tidak nafsu makan. Penyakit campak merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri
tetapi sering diikuti oleh komplikasi yang cukup berat seperti radang otak
( encephalitis atau encephalopati ), radang paru, radang saluran kemih dan
menurunnya keadaan gizi anak, terutama pada anak yang kurang gizi sering terdapat
komplikasi radang paru.
Menurunnya berat badan pada anak dapat menyebabkan merendahnya daya
tahan tubuh sehingga mudah dihinggapi penyakit lain, maka terdapat lingkaran setan
antara menurunnya berat badan, merendahnya daya tahan tubuh dan kejadian infeksi.

2.5 Cara Imunisasi


Bayi baru lahir biasanya telah mendapat kekebalan pasif terhadap penyakit
campak ketika dalam kandungan, makin lanjut umur bayi makin berkurang kekebalan
pasifnya. Waktu bayi berumur 6 bulan biasanya bayi tidak mempunyai kekebalan
pasif lagi. Dengan adanya kekebalan pasif sangatlah jarang seorang bayi menderita
campak pada umur kurang dari 6 bulan.
Imunisasi campak cukup dilakukan dalam 1 kali suntikan setelah bayi
berumur 9 bulan. Lebih baik lagi setelah bayi berumur lebih dari 1 tahun karena
kekebalan yang diperoleh berlangsung seumur hidup, maka tidak diperlukan
revaksinasi (imunisasi ulang ).
Kejadian campak masih tinggi dan sering dijumpai pada bayi yang menderita
campak ketika ia berumur 6-9 bulan. Dengan memperhatikan kejadian ini imunisasi
campak dapat diberikan sebelum bayi berumur 9 bulan, misalnya pada umur antara 6-
7 bulan ketika kekebalan pasif yang diperoleh dari ibu mulai hilang, akan tetapi
kemudian ia harus mendapat 1 kali suntikan ulang setelah berumur 15 bulan.
Masalah yang sering timbul adalah perlukah vaksinasi campak diulang pada
anak yang telah menderita campak karena infeksi alamiah. Sebenarnya bila anak
tersebut benar-benar telah menderita campak maka tidak perlu diberikan vaksinasi
campak lagi. Biasanya seorang ibu menduga sakit anaknya karena adanya demam
yang disertai dengan timbulnya bercak merah di kulit. Gejala demam dengan bercak
merah di kulit tidak hanya terjadi pada penyakit campak tetapi dapat pula dijumpai
pada penyakit lain seperti demam 3 hari, demam berdarah, campak jerman.

2.6 Kekebalan dan Reaksi Imunisasi


Daya proteksi imunisasi campak sangat tinggi yaitu 96-99%, kekebalan yang
diperoleh seumur hidup.
Biasanya tidak terdapat reaksi akibat imunisasi, mungkin terjadi demam
ringan dan tampak sedikit bercak merah pada pipi di bawah telinga pada hari ke 7-8
setelah penyuntikan, mungkin pula terdapat pembengkakan pada tempat suntikan.

2.7 Efek Samping dan Kontra Indikasi


Sangat jarang, mungkin dapat terjadi kejang yang ringan dan tidak berbahaya
pada hari ke 10-12 setelah penyuntikan. Selain itu dapat terjadi radang otak dalam
waktu 30 hari setelah imunisasi, tetapi kejadiannya sangat jarang. Dapat disimpulkan
bahwa resiko terjadinya kelainan otak akibat imunisasi tidak perlu dirisaukan karena
kejadiannya sangat jarang. Selain itu, seandainya anak tersebut tidak mendapat
imunisasi dan kemudian terjangkit penyakit campak secara alamiah maka ia tetap
akan terjangkit kelainan otak serupa, bahkan dalam bentuk yang lebih parah.
Kontra indikasi hanya berlaku terhadap anak yang sakit parah yang menderita
TBC tanpa pengobatan atau yang menderita kurang gizi dalam derajat berat.
Vaksinasi campak sebaiknya juga tidak diberikan pada anak dengan gangguan
kekebalan dan tidak diberikan pada anak yang menderita penyakit keganasan atau
sedang dalam penyakit keganasan ( Keperawatan Anak untuk Siswa SPK, 1996 : 27-
30 ).

2.8 Jadwal Pemberian Imunisasi Wajib di Indonesia ( Program Pengembangan


Imunisasi Depkes )
Vaksin Pemberian Interval Umur Keterangan
BCG 1x - 0-11 bulan Minimal tidak ada
batasan maksimal
DPT 3x 4 minggu 2-11 bulan -
Polio 4x 4 minggu 0-11 bulan Lengkapi sebelum umur
1 tahun
Campak 1x - 9-11 bulan -
Hepatitis B 3x 1 dan 6 bulan dari 0-11 bulan -
suntikan pertama
2.9 Jadwal Pemberian Imunisasi Wajib pada Bayi yang dilahirkan di Rumah Sakit
atau Rumah Bersalin
Umur Vaksin
0 bulan Hepatitis B1, BCG, Polio1
2 bulan Hepatitis B2, DPT1, Polio2
3 bulan DPT2, Polio3
4 bulan DPT3, Polio4
7 bulan Hepatitis B3 ( dapat juga bersama campak
umur 9 bulan )
9 bulan Campak

( Perawatan Anak untuk Siswa SPK, 1996 ).

2.10 Konsep Dasar ASKEB


2.10.1 Pengertian
Asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai
metode untuk mengorganisir pikiran serta tindakan berdasarkan teori yang ilmiah,
penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian tahapan untuk mengambil
keputusan yang berfokus pada klien ( Varney, 1997 ).
Asuhan kebidanan pada bayi sehat dengan imunisasi campak adalah asuhan
yang diberikan pada bayi sehat yang berumur 9 bulan untuk diberikan imunisasi
campak.
2.10.2 Tujuan
Memberikan asuhan kebidanan pada bayi sehat dengan imunisasi campak
untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak yang diberikan pada
umur 9 bulan.
2.10.3 Hasil yang Diharapkan
Terlaksananya asuhan kebidanan pada bayi sehat dengan imunisasi campak,
termasuk melakukan pengkajian, membuat diagnosa, mengidentifikasi masalah
dan kebutuhan bayi, mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial, tindakan
segera serta merencanakan asuhan.
2.10.4 Manajemen Asuhan Kebidanan Terdiri dari 7 Langkah :
1. Pengumpulan Data
1.1 Data Subyektif :
a. Anamnesa
Biodata terdiri dari :
Nama : untuk dapat mengenal atau mencegah kekeliruan bila ada nama yang sama
( Christina I, 1984 ).
Umur : untuk mengetahui dan mengantisipasi masalah kesehatan dan tindakan yang
dilakukan
Agama : untuk kehidupan termasuk kesehatan dan mudah dalam mengatasi masalah
Alamat : untuk memudahkan menghubungi keluarga, untuk menjadi petunjuk saat
kunjungan rumah
Pekerjaan : untuk mengetahui taraf hidup dan sosial ekonomi agar nasehat kita sesuai
Pendidikan :makin rendah pendidikan ibu, kematian bayi makin tinggi sehingga perlu
diberi penyuluhan ( Depkes RI, 1993 : 30 ).

b. Keluhan Utama
Ibu mau mengimunisasikan anaknya yang berumur 9 bulan.

c. Riwayat Kesehatan
Ibu hamil dengan riwayat DM mempunyai pengaruh terhadap kehamilan,
kemungkinan terjadinya bayi besar, partus prematurus.
Ibu hamil dengan riwayat jantung yang berat akan terjadi gawat janin.

Riwayat Kehamilan dan Persalinan


Prenatal
Jika selama hamil ibu rajin memeriksakan kehamilannya maka kondisi janin /
bayi selama masih dalam kandungan akan terkontrol dengan baik. Ibu yang
selama hamil sudah mendapatkan imunisasi TT maka anaknya bisa terhindar
dari penyakit tetanus neonaturum.
Natal
Jika selama persalinan tidak terjadi komplikasi, tidak terdapat cacat bawaan
pada bayi, berat badan lebih dari batas minimal dari nilai normal dan umur
kehamilan ibu yang cukup bulan maka tumbuh kembang bayi dapat maksimal.
Post Natal
Adanya masa nifas yang baik , tidak terjadi perdarahan pada saat nifas akan
membantu ibu untuk lebih mudah merawat dan memberikan asi eksklusif
kepada bayinya sampai usia 6 bulan.

1.2 Data Obyektif


a. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum baik
Kesadaran : composmentis.
Tanda tanda vital :
Suhu : Normal : 36 37,5 C
Apabila suhu < 36 C merupakan gejala awal hipothermi, apabila suhu >
37,5 C merupakan gejala hiperthermi ( Depkes RI, 1993 : 75-76 ).
Nadi : Normal : 120-140 x/menit ( Depkes RI, 1993 )
Nafas : Normal : 40 x/menit
Apabila < 30 x/menit atau > 60x/menit bayi sukar nafas
( Depkes RI, 1993 ).
Berat badan : Normal : 7000-9200 gram
Panjang badan : Normal : 66-72,3 cm ( Suryanah, 1996 : 18 ).
Lingkar kepala
Pertumbuhan lingkar kepala yang paling pesat adalah pada 6 bulan pertama
kehidupan, yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan.
Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm dan dewasa 54 cm. Oleh
karena itu manfaat pengukuran lingkar kepala terbatas pada 6 bulan pertama
sampai umur 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat, kecuali diperlikan
seperti pada kasus hidrocephalus ( Soetjiningsih, 1995 : 39 ).
Lingkar lengan atas
Lingkar lengan atas mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot
yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dengan
berat badan. Lila dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi / tumbuh kembang
pada kelompok umur pra sekolah. Laju tumbuh lambat dari 11 cm pada saat lahir
menjadi 16 cm pada umur 1 tahun. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3
tahun.

b.Pemeriksaan fisik
Inspeksi
Kepala dan rambut : Bersih, pertumbuhan rambut halus dan merata,
fontanel minor menutup, fontanel mayor belum menutup
(menutup pada bulan ke 16 18). (Suryanah,1996:20)
Muka : tidak pucat, tidak odema.
Mata : simetris, selaput lendir mata tidak pucat, sklera mata tidak kuning.
Hidung : bersih, tidak terdapat pernapasan cuping hidung.
Telinga : bersih, simetris
Mulut : bibir tidak kering, tidak pucat, mukosa mulut lembut tidak ada labio
skisis, tidak ada labio palato skisis.
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
Ketiak : bersih, tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
Dada : simetris.
Perut : membuncit, tali pusat masih basah, tidak ada sindaktil.
Ekstremitas bawah : simetris, tidak ada polidaktili, tidak ada sindaktili,
telapak kaki cembung.
Punggung : simetris tidak ada spina bifida.
Anus : bersih, tidak ada atresia ani
Genetalia : bersih, testis sudah turun kedalam scrotum atau labia mayora
sudah menutupi labia minora.
Turgor : baik, motorik bayi aktif.
Palpasi
Kepala : adakah benjolan ?
Leher : adakah pembesaran kelenjar limfe & vena jugularis
Dada : adakah massa
Perut : adakah hepar, tidak ada pembesaran lien
Pelipatan paha : adakah pembesaran kelenjar limfe, tidak ada hernia inguinalis
Ekstremitas atas : oedema / tidak
Ekstremitas bawah : oedem / tidak
Auskultasi
Dada : tidak ada wheezing, tidak ada ronchi.
Perut : bising usus ada
Perkusi
Perut : tidak kembung

PERKEMBANGAN (usia 9 s/d 12 bulan)


- dapat berdiri sendiri tanpa dibantu
- dapat berjalan dengan dituntun
- menirukan suara
- mengulang bunyi yang didengarnya
- belajar mengatakan satu atau dua kata
- mengerti perintah sederhana / larangan
- memperhatikan minat yang besar dalam mengeksprlorasi sekitarnya, ingin
menyentuh apa saja dan memasukkan benda benda ke mulutnya
- berpartisipasi dalam permainan

2. Interpretasi Data
- Dilakukan identifikasi terhadap masalah/diagnosa berdasarkan interpretasi data
yang telah dikumpulkan.
- Diagnosa kebidanan yaitu diagnosa yang ditegakkan oleh profesi (bidan) dalam
lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standart nomenklatur diagnosa
kebidanan.
- Standar nomenklatur diagnosa kebidanan
o Diakui dan telah disyahkan oleh profesi
o Berhubungan langsung dengan praktis kebidanan
o Memiliki ciri khas kebidanan
- Didukung oleh clinikal judgement dalam praktek kebidanan

3. Identifikasi Diagnosa / Masalah


Langkah ini bidan mengidentifikasi masalah masalah diagnosa potensial
berdasarkan diagnosa masalah yang sudah teridentifikasi.

4. Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera / Masalah


Potensial
Langkah ini sebagai cermin keseimbangan dari proses managemen kebidanan.
Kebutuhan yang segera diberikan adalah KIE.

5. Menyusun Rencana Asuhan Yang Menyeluruh


Langkah ini ditentukan oleh hasil kajian pada langkah sebelumnya. Pada langkah ini
jika ada informasi atau data yang tidak lengkap bisa dilengkapi, juga bisa
mencerminkan rasional yang benar atau valid.
Perencanaan :
Diagnosa : bayi sehat usia bulan pro imunisasi campak
Tujuan :
Jangka pendek : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 45 menit ibu
mengerti tentang pentingnya imunisasi bagi anaknya.
Jangka panjang : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan tidak terjadi
komplikasi.
Kriteria :
- Bayi dalam keadaan sehat
- Imunisasi campak dapat diberikan
- Ibu mau datang lagi untuk kontrol saat posyandu.

INTERVENSI
1. Pendekatan terapeutik pada ibu.
R/ dengan melakukan pendekatan terapeutik yang baik terjalin hubungan saling
percaya sehingga ibu dapat lebih kooperatif dengan petugas.
2. Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan.
R/ dengan menjelaskan pada ibu diharapkan ibu mengerti tentang keadaan anaknya
saat ini.
3. Berikan penjelasan tentang manfaat dan efek samping imunisasi campak.
R/ dengan menjelaskan tentang manfaat dan efek samping imunisasi campak
diharapkan ibu mengerti dan mau mengimunisasikan anaknya serta dpat lebih
tenang dalam menangani efek samping yang timbul.
4. Lakukan inform content.
R/ dengan melakukan inform content dapat menjadi tanggung jawab & tanggung
gugat.
5. Berikan imunisasi campak.
R/ pemberian imunisasi yang tepat dan memberikan hasil yang optimal untuk
kekebalan tubuh terhadap penyakit campak.
6. Anjurkan ibu untuk kontrol.
R/ dengan menganjurkan ibu untuk kontrol diharapkan anak sehat.

6. MELAKSANAKAN PERENCANAAN
Adalah lengkap pelaksanaan rencana asuhan menyeluruh seperti pada langkah ke -5.
langkah ini dapat dilakukan oleh seluruh bidan.
7. EVALUASI
Langkah ini sebagai pengecekan apakah rencana asuhan tersebut efektif jika memang
benar efektif dalam pelaksanaannya. Didalam pendokumentasian atau catatan asuhan
dapat diterapkan dalam bentuk SOAP :
S : Data Subyektif
- Ibu mengatakan memahami penjelasan petugas
- Ibu merasa lega karena anaknya sudah di imunisasi campak
O : Data Obyektif
- Ibu dapat mengulang kembali penjelasan petugas
- keadaan umum baik
- Nadi : 120 x/m
- Suhu : 36,5 0C
- Bayi sudah diberi imunisasi campak

A : Bayi sehat usia 9 bulan dengan imunisasi campak


P : Anjurkan untuk kontrol 1 bulan lagi

BAB 3
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI SEHAT U
DENGAN IMUNISASI CAMPAK DI RSU JASEM
3.1 PENGKAJIAN
Tanggal : 30 8 07 Jam : 10.00 wib
A. Data Subyektif
1 Biodata
Nama : Bayi U
Umur : 9 bln
Tanggal lahir : Sidoarjo, 29 11 06
Jenis kelamin : Perempuan
Status anak : Anak kandung
Anak ke : II (Dua)

Nama Ibu : Ny. L Nama ayah : Tn B


Umur : 28 th Umur : 32 th
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Pekerjaan :- Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : SLTA Pendidikan : SI
Penghasilan : - Alamat : Mega asri no 67
Alamat : Mega asri no 67. Candi
Candi

2 Status Kesehatan
a. Alasan Utama
Ibu mengatakan bahwa anaknya berumur 9 bulan waktunya diberikan
imunisasi campak.
b. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan anaknya berusia 9 bulan, sudah diberikan imunisasi
lengkap:
- Hepatitis unijec, BCG, Polio usia 6 hari
- DPT Combo1, Polio2 usia 2 bulan
- DPT Combo2, Polio3 usia 3 bulan
- DPT Combo3, Polio4 usia 4 bulan

b. Riwayat Penyakit Keluarga


Ibu mengatakan keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular
(TBC, Hepatitis) dan tidak ada yang menderita penyakit menurut (DM,
Jantung)

c. Riwayat Kehamilan Dan Kelahiran


1. Trimester I
- Ibu mengatakan pada awal kehamilan, ibu memeriksakan diri
sebanyak 2 x di BPS.
- Ibu mengatakan mual, muntah saat makan, kepala pusing, nafsu
makan berkurang.
- Terapi : - vitamin, dan obat anti mual
- Penyuluhan :
Makan yang bergizi dengan menu seimbang
Makan sedikit tapi sering
Banyak minum air putih & hindari minum jamu
Jaga kebersihan diri
- Kebiasaan : ibu tidak punya kebiasaan merokok dan minum jamu
2. Trimester II
Ibu mengatakan periksa hamil sebanyak 3x di BPS dan pada usia 4
bulan ibu sudah mendapatkan suntikan TT . dan usia kehamilan 5 bulan
mendapatkan TT2 untuk ibu hamil.
- Ibu mengatakan sudah tidak merasa mual, muntah, pusing dan nafsu
makan biasa.
- Ibu merasakan gerakan janin sejak usia kehamilan 5 bulan
- Terapi : - tablet tambah darah dan Vitamin
- Penyuluhan :
Makan makanan bergizi
Banyak istirahat
Jaga kebersihan diri
Minum air putih & susu ibu hamil

3. Trimester III
- Ibu mengatakan memeriksakan kehamilannya sebanyak 5 x di BPS
- Terapi : tablet tambah darah
- Penyuluhan :
Istirahat cukup
Jelaskan tanda tanda persalinan : keluar lendir campur darah,
perut kenceng kenceng sering & teratur, keluar air ketuban.
Makan makanan yang bergizi
Minum air putih dan susu
Jaga kebersihan diri
Rencana penggunaan KB

NATAL : Ibu mengatakan tanggal 29 11 06 melahirkan jam 05.00 secara


normal, letak kepala ditolong bidan dengan usia kehamilan 9
bulan, jenis kelamin perempuan, BBL 3000 gram, PBL 49 cm,
langsung menangis & tidak ada cacat.
POST NATAL :
- Ibu mengatakan dalam waktu 1 x 24 jam bayi dapat kencing dan berak.
- Nifas baik, perdarahan sedang 100 cc
- Ibu mengatakan bahwa ASI belum keluar sehingga diberi minum PASI.

d. Pola Kebiasaan Sehari Hari


Pola Nutrisi
Anak minum ASI sampai sekarang dan PASI bila bayi menangis dan
saat akan tidur dan MP ASI bubur susu saat pagi dan sore.
Pola Aktivitas
Anak sudah mulai duduk tanpa dibantu & mengambil benda benda
kecil.
Pola Tidur
Anak tidur 16 18 jam/hari (sebagian waktu untuk tidur dan
bermain)
Pola Eliminasi
Anak BAK 4 5 x/hr dan BAB 1 2 x/hr, warna kuning,
konsistensi lembek.
Pola Hubungan dan Peran
Hubungan antara ayah, ibu dan anak baik, keluarganya menyayangi
anaknya.
Pola Kepercayaan dan Tata Nilai
Ibu dan ayah menganut agama islam dan tata budaya adat jawa.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : Baik
Suhu : 36,5 0C
Nadi : 120 x/mnt
Nafas : 36 x/mnt
Berat badan : 10,5 kg
Panjang badan : 68 cm
Lingkar kepala :
Circum ferentio fronto occipitalis : 48 cm
Circum ferentio sub occipito bregmatika : 49 cm
Circum ferentio mento occipitalis : 50 cm
2. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Kepala dan rambut : Bersih, pertumbuhan rambut halus dan merata,
fontanel minor menutup, fontanel mayor belum menutup
(menutup pada bulan ke 16 18). (Suryanah,1996:20)
Muka : tidak pucat, tidak odema.
Mata : simetris, selaput lendir mata tidak pucat, sklera mata tidak kuning.
Hidung : bersih, tidak terdapat pernapasan cuping hidung.
Telinga : bersih, simetris
Mulut : bibir tidak kering, tidak pucat, mukosa mulut lembut tidak ada labio
skisis, tidak ada labio palato skisis.
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
Ketiak : bersih, tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
Dada : simetris.
Perut : membuncit, tali pusat masih basah, tidak ada sindaktil.
Ekstremitas bawah : simetris, tidak ada polidaktili, tidak ada sindaktili,
telapak kaki cembung.
Punggung : simetris tidak ada spina bifida.
Anus : bersih, tidak ada atresia ani
Genetalia : bersih, testis sudah turun kedalam scrotum atau labia mayora
sudah menutupi labia minora.
Turgor : baik, motorik bayi aktif.
Palpasi
Kepala : tidak ada benjolan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe & vena jugularis
Dada : tidak ada massa
Perut : tidak ada hepar, tidak ada pembesaran lien
Pelipatan paha : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada hernia
inguinalis
Ekstremitas atas : tidak oedema
Ekstremitas bawah : tidak oedem
Auskultasi
Dada : tidak ada wheezing, tidak ada ronchi.
Perut : bising usus ada
Perkusi
Perut : tidak kembung

PERKEMBANGAN (usia 9 s/d 12 bulan)


Perkembangan saat ini anak sudah bisa :
- Belajar bertepuk tangan
- Belajar merembet / mendaki sesuatu
- Memahami beberapa kata kata, walaupun tidak bisa
mengucapkannya
- Lebih memahami ketinggian dan kadang kadang takut akan hal
itu
- Ingin bermain dekat dengan ibunya tetapi dalam prosesnya
sementara ingin mengesplorasi mainannya sendiri secara
independen
- Stapping reflek : ada
- Babinsky reflek : ada

KESIMPULAN
Bayi sehat dengan berat badan 10,5 kg, panjang badan 68 cm, pertumbuhan dan
perkembangan baik dengan imunisasi campak.

3.2 IDENTIFIKASI MASALAH

Tanggal Diagnosa Data Dasar


30-8-2007 Bayi sehat usia 9 bulan dengan S : Ibu mengatakan bahwa
pro imunisasi campak bayinya berumur 9 bulan dan
belum diimunisasi campak.
O : Hasil pemeriksaan
KU : baik
Suhu : 36,5 0C
Nadi : 120 x/menit
Rr : 40 x/menit
Berat badan : 10,5
kg
Panjang badan : 68
cm

3.3 ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


Potensial terjadinya drop out imunisasi
Potensial terjadinya infeksi

3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Memberikan KIE

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan asuhan kebidanan pada bayi sehat U
dengan imunisasi campak di RSU Jasem.
Penulisan asuhan kebidanan merupakan salah satu tugas terstruktur dan sebagai
salah satu syarat untuk mengikuti ujian program. Dalam membuat asuhan kebidanan ini,
penulis mendapat bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan
ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. dr. Asmari Asnan, selaku Direktur RSU Jasem Sidoarjo
2. Hermina Humune, SKp, selaku Direktur AKBID Griya Husada Surabaya
3. Tri Martini, Amd. Kep, selaku Kepala Ruangan Poli Anak RSU Jasem
Sidoarjo
4. Damarati, SKM, selaku Pembimbing AKBID Griya Husada Surabaya
5. Keluarga dan teman-teman yang telah membantu dan memberikan
dukungan moril dan materiil dalam penulisan asuhan kebidanan ini.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penulisan asuhan
kebidanan ini. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi meningkatkan asuhan kebidanan yang akan datang.

Surabaya, Agustus 2007

Penulis

ii

ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI SEHAT U DENGAN IMUNISASI CAMPAK
DI RSU JASEM SIDOARJO
DISUSUN OLEH
ZAHROH
05040

AKADEMI KEBIDANAN GRIYA HUSADA SURABAYA


TAHUN AKADEMIK
2005 2008

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1993. Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga, Jakarta : Depkes RI
Markum, A.N. 1997. Imunisasi, Jakarta : FKUI

Soetjiningsih, 1998. Tumbuh Kembang, Jakarta : EGC

Suryanah, 1996. Perawatan Anak untuk Siswa SPK, Jakarta : EGC

LEMBAR PENGESAHAN

AsuhaKebidanan

RSUD IBNU SINA GRESIK


Hari :
Tanggal :

Mahasiawa

( )

Mengetahui :

Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik

( ) ( Bety Mayasari S.ST )

Kepala Ruangan

( )
BAB 4
PEMBAHASAN

Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap
penyakit tertentu atau memasukkan antigen / kuman bakteri, virus, parasit, racun kuman
ke dalam tubuh, sehingga tubuh membuat zat anti, berubah antibody atau antitoksin
mencegah penyakit tertentu.
Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi sehat U dengan pro
imunisasi campak yang dilakukan tanggal 30-8-2007 dengan membandingkan antara
teori yang ada dengan praktek maka tidak didapatkan adanya suatu kesenjangan.
Untuk identifikasi masalah sudah disesuaikan dengan pengkajian yang telah
dilakukan. Sedangkan antisipasi masalah potensial telah disesuaikan masalah aktual yang
muncul, yaitu potensial terjadinya drop out imunisasi dan terjadi potensial infeksi.
Evaluasi dilakukan berdasarkan tujuan, dari masalah aktual yang ada kami lakukan
evaluasi yang hasilnya ibu mengerti dengan semua penjelasan petugas, masalah potensial
belum terjadi dan masalah aktual teratasi. Ternyata dalam melakukan asuhan kebidanan
pada bayi sehat dengan pemberian imunisasi campak diperlukan kemampuan, keahlian,
kesabaran dan wawasan yang luas dalam memberikan asuhan.

BAB 5
PENUTUP
5.1 Simpulan
Setelah dilakukanpengkajian pada bayi U pada tanggal 30-8-2007
didapatkan diagnosa bayi sehat usia 9 bulan dengan pro imunisasi campak.
Berdasarkan diagnosa kebidanan maka penulis menyusun intervensi dan
implementasi antara lain :
Melakukan pendekatan therapeutik pada ibu
Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
Berikan penjelasan tentang manfaat dan efek samping imunisasi campak
Lakukan informed consent
Berikan imunisasi campak
Anjurkan ibu untuk memeriksakan kembali ( kontrol ) anaknya
Dalam pemberian imunisasi perlu banyak hal yang diperhatikan antara lain
jenis imunisasi, usia bayi, jadwal, efek samping, dosis dan cara pemberian harus
sesuai. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usianya perlu juga
diperhatikan karena akan berpengaruh pada keberhasilan asuhan pada bayi sehat.

5.2 Saran
Saran yang diperlukan bagi petugas maupun keluarga demi kelancaran dan
keberhasilan imunisasi antara lain :
Petugas diharapkan :
1. memperhatikan keadaan klien dalam setiap pemberian pelayanan
kesehatan
2. menggunakan komunikasi theraupetik dalam memnberikan informasi
yang tepat tentang imunisasi
3. memberikan kesempatan bertanya pada pasien dan jawaban yang tepat.
Klien diharapkan :
1. selalu kooperatif dengan petugas dalam proses pelayanan kesehatan
2. mematuhi ketentuan yang ada dan memberikan jadwal kunjungan
berikutnya
3. melaksanakan saran dan petunjuk petugas dengan baik.
DAFTAR ISI
Halaman

LEMBAR PENGESAHAN i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI.. iii

BAB 1 PENDAHULUAN.. 1

1.1 Latar Belakang.. 1

1.2 Tujuan Penulisan... 1

1.3 Batasan Masalah.... 2

1.4 Metode Penulisan.. 2

1.5 Sistematika Penulisan 2

BAB 2 LANDASAN TEORI.. 4

2.1 Konsep Persalinan. 4

2.1.1 Definisi. 4

2.1.2 Sebab-sebab yang Menimbulkan Persalinan 4

2.1.3 Faktor-faktor Penting dalam Persalinan... 5

2.1.4 Tanda dan Gejala Inpartu. 4

2.1.5 Kala Persalinan. 6

2.1.6 Pimpinan Persalinan. 7

2.2 Konsep Asuhan Kebidanan 11

2.2.1 Definisi. 11

2.2.2 Tujuan.. 11

2.2.3 Hasil yang Diharapkan 11


2.2.4 Langkah-langkah. 11

BAB 3 TINJAUAN KASUS.. 21

3.1 Pengkajian 21

3.2 Identifikasi Masalah / Diagnosa... 25

3.3 Antisipasi Masalah Potensial 25

3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera. 25

BAB 4 PEMBAHASAN 48

BAB 5 PENUTUP. 50

5.1 SIMPULAN. 50

5.2 SARAN 50

LEMBAR OBSERVASI INPARTU. 44

CATATAN PERKEMBANGAN.. 45

RENCANA PULANG... 47

DAFTAR PUSTAKA