You are on page 1of 27

MOTODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PENYEDIAAN SARANA AIR BERSIH DI KABUPATEN LANDAK

A. LINGKUP PEKERJAAN
Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa
dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari
dan memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk
treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan
biologis.
Pengertian Air Persih:
Secara Umum: Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia.
Secara Fisik : Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa.
Secara Kimia:
PH netral (bukan asam/basa)
Tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya
Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak
berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari
sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh
bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh
dengan memasak air hingga 100 C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat
dihilangkan dengan cara ini.
Dalam pelaksanaan pekerjaaan Penyediaan Sarana Air Bersih di Kabupaten Landak ini meliputi
pekerjaan pengadaan sekaligus pemasangan instalasi perpipaan serta pembuatan Broncaptering
dan pembuatan bak penampung atau reservoir.
Berikut akan di uraikan defenisi dan fungsi dari beberapa item pekerjaan tersebut yang di
laksanakan adalah sebagai berikut:

1. BRONCAPTERING
Broncaptering adalah bangunan untuk menangkap mata air yang keluar dari sumbernya.
Pembangunan Broncaptering harus memperhatikan karakter lingkungan alam yang ada
seperti struktur batuan yang membentuk lapisan aquifer, elevasi keluarnya sumber air,
pemanfaatan air yang telah berlangsung sebelumnya, dsb.
Pembangunan Broncaptering perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
Elevasi muka air tertinggi pada bak penampung harus jauh lebih rendah dari elevasi
keluarnya air dari sumber mata air secara alami
Bangunan Broncaptering harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat menangkap
aliran air dari sumber mata air yang keluar secara menyebar
Broncaptering harus dilengkapi dengan saluran pelimpah, sehingga apabila jumlah aliran
dari mata air lebih besar dari daya tampung bangunan penangkap, maka air dapat
mengalir dengan bebas
Pembangunan broncaptering harus memperhatikan aspek sosial masyarakat setempat yaitu
dengan menyediakan saluran outflow yang dapat digunakan untuk pemakaian air oleh
lingkungan dan masyarakat setempat sebagaimana yang telah berlangsung selama ini seperti
untuk keperluan sumber air bagi lahan disekitarnya sehingga dapat mempertahankan kondisi
lingkungan yang hijau, untuk keperluan mengairi ladang, kolam ikan dan keperluan lainnya
Bangunan Broncaptering setidaknya terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :
Bangunan penagkap
Bak pengumpul
Bangunan pelindung, baik terhadap pencemaran akibat aliran air dari luar, maupun
terhadap runtuhan dinding tebing disekitarnya, juga untuk melindungi gangguan dari
hewan

2. RESERVOIR
Reservoir merupakan bangunan penampungan air minum sebelum dilakukan pendistribusian
ke pelanggan atau masyarakat, yang dapat ditempatkan di bawah tanah atau di atas tanah
dalam bentuk menara atau tower.
Bangunan reservoir umumnya diletakan di dekat jaringan distribusi pada ketinggian yang
cukup untuk mengalirkan air secara baik dan merata ke seluruh daerah konsumen.
Fungsi keberadaan reservoir adalah :
Penampungan terakhir kali air yang telah diolah dan memenuhi syarat kualitas air minum.
Sebagai sarana vital penyaluran air ke masyarakat dan sebagai cadangan air.
Sebagai tempat penyimpanan kelebihan air agar dapat tercapai keseimbangan antara
kebutuhan dan suplai.
Keperluan instalasi, seperti pencucian.
Tempat penyimpanan air saat desifektan.
Sebagai pengaman untuk gelombang tekanan balik.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
Reservoir harus tertutup rapat tidak boleh berhubungan langsung dengan sinar
matahari, hal ini untuk mengurangi penguapan.
Lubang ventilasi dilengkapi dengan kawat kasa supaya binatang kecil tidak bersarang di
dalamnya.
Ada by pass dari pipa inlet langsung ke pipa outlet, sehingga apabila ada kerusakan
/pengurasan produksi air tidak terganggu.
Penempatan Reservoir :
Reservoir pelayanan ditempatkan sedekat mungkin dengan pusat daerah layanan, kecuali
jika keadaan tidak memungkinkan. Selain itu harus dipertimbangkan pemasangan pipa
parallel.
Tinggi reservoir pada sistem gravitasi ditentukan sedemikian rupa hingga tekanan
minimum sesuai hasil perhitungan hidrolis di jaringan pipa distribusi adalah 15 meter.
Muka air reservoir rencana diperhitungkan berdasarkan tinggi muka air minimum.
Jika elevasi muka air tanah wilayah pelayanan bervariasi, maka wilayah pelayanan dapat
dibagi menjadi beberapa zone wilayah pelayanan, yang dilayani masing-masing dengan
satu reservoir.
Meskipun fungsi reservoir menampung air yang sudah bersih, tetapi masih ada lumpur yang
mengendap di sini, jadi dalam hal ini masih memerlukan pengurasan hanya waktunya relative
lebih lama daripada pengurasan unit-unit yang lain. Permukaan dinding dan lantai harus
dibersihkan secara sempurna dengan menggunaka air yang bertekanan tinggi dan disikat.
Air dan kotoran sisa pembersihan harus dibuang dari tank reservoir. Saringan pembersihan
juga perlu diperiksa. Pengurasan dilakukan umumnya setahun sekali.
Kapasitas bangunan reservoir disesuaikan dengan kebutuhan daerah layanan dan proyeksi
kebutuhan pemakaian air dalam 10 tahun ke depan. Apabila kondisi tanki atau reservoir
tersebut sudah tidak mampu memenuhi layanan dalam suatu daerah maka perlu di buat lagi
tangki reservoir yang lain.

3. PIPA GALVANIS

Pipa galvanis sebenarnya adalah pipa yang dibuat dari bahan kombinasi antara baja dan seng,
yaitu dengan meletakkan pipa baja ke dalam wadah yang berisi seng yang dilelehkan. Proses
ini disebut sebagai galvanisasi hot dip yang bertujuan untuk mengikat kedua bahan logam
sehingga tidak bisa terlepas kembali. Dengan demikian pipa baja ini menjadi lebih kuat dan
tahan lama juga lebih tahan dari serangan karat.

Hingga tahun 1900-an pipa baja galvanis masih digunakan sebagai saluran gas walaupun
menimbulkan penumpukan skala kapur, hingga akhirnya digunakan pipa tembaga untuk
menggantikannya. Di masa sekarang pipa baja galvanis banyak diaplikasikan sebagai bagian
dari eksterior bangunan, misalnya pagar, karena lebih awet dan bisa bertahan sampai 35
tahun dari serangan korosi.

Kelebihan pipa baja galvanis

Pipa baja ini mempunyai beberapa kelebihan sehingga banyak diminati oleh masyarakat, yaitu
lebih menghemat biaya karena penggunaan pipa galvanis sebagai pencegah korosi lebih
ekonomis daripada bahan lain. Bahan baja ini lebih tahan lama dibandingkan bahan logam lain
sehingga kerusakan lebih jarang terjadi. Hal ini tentu akan lebih efektif terutama jika pipa
berada di daerah yang kurang terjangkau.

Pemeliharaan bahan pipa baja ini dapat lebih gampang dilakukan karena dapat langsung
dilihat tanpa membutuhkan peralatan khusus untuk mengecek kekuatan dan kestabilan
ketebalan dan pelapisnya. Pipa baja galvanis juga akan memungkinkan perlindungan
menyeluruh terhadap bahan baja yang disebut sacrificial protection. Artinya jika ada
kerusakan pada lapisan pelindung, baja akan tetap aman dari korosi. Penggunaan bahan baja
galvanis cocok untuk menjaga keawetan terutama pada bagian sudut pipa yang pada umumnya
sering bermasalah.

4. PIPA PVC
Pipa PVC (PolyVinyl Chloride) merupakan polier termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah
pemakaian di dunia, setelah polietilena dan polipropilena. Pipa PVC pada umumnya digunakan
sebagai saluran air dalam suatu proyek perumahan atau gedung atau jalan dll. Pipa PVC ini
sifatnya keras, ringan, dan kuat. Karena penginstalannya mudah, maka sangatlah ideal jika
digunakan untuk saluran dibawah zink dapur, kamar mandi, dll. Bahkan penggunaan pipa PVC
ini dapat bekerja lebih baik daripada menggunakan pipa besi yang perlu disolder, juga tahan
terhadap hampir semua alkalin atau zat beracun serta mudah dipasang.

Proses Produksi Pipa PVC


Pipa PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCl). Karena 57%
massanya adalah klor, PVC adalah polimer yang menggunakan bahan baku minyak bumi
terendah di antara polimer lainnya. Proses produksi yang dipakai pada umumnya adalah
polimerisasi suspensi. Pada proses ini, monomer vinil klorida dan air diintroduksi ke reaktor
polimerisasi dan inisiator polimerisasi, bersama bahan kimia tambahan untuk menginisiasi
reaksi. Kandungan pada wadah reaksi terus-menerus dicampur untuk mempertahankan
suspensi dan memastikan keseragaman ukuran partikel resin PVC. Reaksinya adalah
eksotermik, dan membutuhkan mekanisme pendinginan untuk mempertahankan reaktor pada
temperatur yang dibutuhkan. Karena volume berkontraksi selama reaksi (PVC lebih padat
dari pada monomer vinil klorida), air secara kontinu ditambah ke campuran untuk
mempertahankan suspensi. Ketika reaksi sudah selesai, hasilnya, cairan PVC, harus
dipisahkan dari kelebihan monomer vinil klorida yang akan dipakai lagi untuk reaksi
berikutnya. Lalu cairan PVC yang sudah jadi akan disentrifugasi untuk memisahkan kelebihan
air. Cairan lalu dikeringkan dengan udara panas dan dihasilkan butiran PVC. Pada operasi
normal, kelebihan monomer vinil klorida pada PVC hanya sebesar kurang dari 1PPM.
Proses produksi lainnya, seperti suspensi mikro dan polimerisasi emulsi, menghasilkan PVC
dengan butiran yang berukuran lebih kecil, dengan sedikit perbedaan sifat dan juga
perbedaan aplikasinya. Produk proses polimerisasi adalah PVC murni. Sebelum PVC menjadi
produk akhir, biasanya membutuhkan konversi dengan menambahkan heat stabilizer, UV
stabilizer, pelumas, plasticizer, bahan penolong proses, pengatur termal, pengisi, bahan
penahan api, biosida, bahan pengembang, dan pigmen pilihan.

Keuntungan Pipa PVC


PVC memiliki banyak keuntungan, yakni:
Penginstalannya mudah.
Tahan terhadap bahan kimia
Sangat kuat
Memiliki daya tahan korosi.
Daya konduksi panas yang rendah
Biaya instalasinya rendah
Hampir bebas pemeliharaan (virtually free maintenance)

B. KETENTUAN & SYARAT-SYARAT


Pembahasan Metode Pelaksanaan pekerjaan ini mengambil beberapa ketentuan antara lain :
1. Dalam Melaksanakan Kegiatan
Pekerjaan akan dimulai selambat lambatnya 7 (tujuh) hari dari tanggal penyerahan
lapangan, atau yang di awali dengan melakukan Pre Cost Meeting (PCM).
2. Lokasi
Dalam Melaksanakan Kegiatan pekerjaan yang akan dilaksanakan lokasinya harus sudah
diperiksa kondisi tanahnya dan pengukuran di lapangan untuk pembuatan gambar rencana
(shop drawing) yang disetujui oleh Direksi lapangan (Pihak Pengguna Jasa)
3. Peralatan
Kapasitas Peralatan yang digunakan seperti yang terlihat di dalam analisa teknis
yang merupakan bagian dari analisa harga satuan.
4. Bahan / Material
Bahan dan material yang digunakan semua telah memenuhi persyaratan teknis yang
tertera di dalam spesifikasi teknis berlaku.
5. Proses Pelaksanaan Pekerjaan
Adapun Proses Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagai berikut:
a. PEKERJAAN PERSIAPAN
b. PEKERJAAN PENGADAAN PIPA DAN AKSESORIES PIPA TRANSMISI JDU
c. PEKERJAAN PENGADAAN PIPA DAN AKSESORIES PIPA TRANSMISI JDL
d. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA DAN AKSESORIES PIPA TRANSMISI JDU
DAN JDL
e. PEKERJAAN PENGADAAN PIPA DAN AKSESORIES SAMBUNGAN RUMAH (SR)
f. PEKERJAAN INTAKE (BRONCAPTERING)
g. PEKERJAAN PEMBANGUNAN RESERVOIR 30 M

C. PEKERJAAN PERSIAPAN DAN MOBILISASI


Mobilisasi Ada Beberapa hal yang perlu diuraikan untuk menyusun Program yaitu:
o Mencari / Menyewa Lahan Atau Lokasi untuk base camp dan kantor lapangan
o Penyiapan Ruang laboraturium lapangan
o Menyusun Jadwal Mobilisasi Peralatan
o Menyusun Jadwal Mobilisasi tenaga kerja yang di sesuai dengan struktur organisasi
Perusahaan.

a) Plank Nama Proyek


Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan
Bahan yang dipakai : kayu kaso, baliho dan lain-lain.
Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.

b) Menyewa Lokasi untuk Base Camp.


Pada paket pekerjaan Penyediaan Sarana Air Bersih di Kabupaten Landak akan
menyewa Lokasi untuk keperluan Kegiatan :
Pembuatan Kantor Kegiatan, yaitu tempat menyelesaikan pekerjaan
pekerjaan yang menyangkut kegiatan di lapangan agar tertip administrasi.
Pembuatan Gudang atau gudang yang ada direnovasi, yaitu tempat menyimpan
peralatan pekerjaan dan Material On Site.
Lokasi Stockpile material, yaitu untuk penyimpanan sementara material pekerjaan.
Bengkel, yaitu tempat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti memotong dan
merangkai besi, mengelas dan lain-lain.
Laboraturium Lapangan, yaitu tempat meletakan peralatan laboraturium yang
setiap saat diperlukan di lapangan agar mutu terjamin, seperti alat Sand Cone,
timbangan dan alat lainnya.
c) Penyediaan Material
Menyediakan semua material seperti yang disebutkan dalam daftar kuantitas (daftar rencana
anggaran biaya) kecuali ditentukan lain di dalam dokumen kontrak.peralatan dan material
disuplai dengan urutan dan waktu sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelancaran
pelaksanaan pekerjaan dengan memperhitungkan jadwal untuk pekerjaan lainnya.Quarry
material terdekat penting untuk diketahui agar dalam pelaksanaan pekerjaan
dilapangan,mendapat dropping material yang memadai sesuai kendali mutu. Untuk itu sebelum
memutuskan dropping material dari quarry, diambil sample untuk diteliti di laboratorium
sehingga didapat derajat kualitas material sesuai spesifikasi yang diinginkan. Adapun
pengadaan material pada pelaksanaan pekerjaan ini akan di pesan langsung dari pulau jawa.

d) Produsen Material/Distributor Material


Untuk material yang sifatnya fabrikasi,agar mengetahui Produsen/Distributor Material
sehingga keabsahan dan keaslian material sesuai dengan spesifikasinya dapat dipertanggung
jawabkan.

e) Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas


Dalam melaksanakan pekerjaan Pembangunan Penyediaan Sarana Air Bersih di Kabupaten
Landak, daerah pekerjaan dalam Kabupaten Landak. Setiap tahapan pekerjaan yang akan
dilaksanakan mulai dari awal Pelaksanaan Pekerjaan sampai dengan akhir kegiatan di
lapangan diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas dan kegiatan lain yang ada di sekitar
lokasi pekerjaan. Aktifitas arus lalu lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek
akan merugikan pengguna jalan.
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan,
maka Manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara
tepat dan benar.
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu
lintas.
Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, tujuannya agar lalu
linatas tidak masuk atau terperosok ke dalam daerah galian. Rambu-rambu yang dipasang
haruslah mempunai cat dengan pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.

f) Analisa Dampak Lingkungan


o General
Rencana pelakasanaan pekerjaan Penyediaan Sarana Air Bersih di Kabupaten Landak
ini akan menimbulkan dampak Negatif terhadap aspek lingkungan, terutama pada
saat pelaksanaan pekerjaan galian dan pembongkaran.
o Dampak yang Akan Terjadi
Dampak yang terjadi dalam aspek lingkungan ini diperkirakan dalam tahapan sebelum
pekerjaan dimulai (Pra pelaksanaan) dan tahapan saat berjalannya pekerjaan.
Pra Pelaksanaan
Bahagian dari lingkungan pekerjaan yang diperkirakan terkena dampak pekerjaan
ini saat Pra Pelaksaan adalah : Pengguna Jalan.
Pelaksanaan
Bahagian dari ligkungan pekerjaan yang mengakibatkan terkena dampak
lingkungan pada tahap Pelaksanaan adalah :
o Akibat Utilitas, pemindahan milik PLN akan mengganggu aktifitas masyarakat
o Pembongkaran akibat terkena lintasan pipa
o Kegiatan pengangkutan material untuk pelaksanaan pekerjaan
o Meningkatnya volume lalu lintas alat pengangkutan dan alat berat
mengakibatkan polusi debu di sekitar lokasi pekerjaan.
o Meningkatnya volume lalu lintas alat pengangkutan dan alat berat yang
beroperasi di lokasi pekerjaan akibat buangan asap/gas dari alat angkut tersebut
mengakibatkan polusi udara.
Selain yang tersebut di atas dampak positif yang timbul pada sekitar daerah lokasi
pekerjaan antara lain :
o Terbukanya lapangan kerja
o Terbukanya kesempatan usaha baru untuk berjualan disekitar lokasi
Pelaksanaan Pekerjaan. Kedua hal tersebut di atas dapat meningkatkan
pendapatan ekonomi masyarakat sekitar proyek.

g) Sistim dan Cara Pengelolaan


Cara pengelolaan karena adanya dampak lingkungan yang timbul juga ada dua bahagian yaitu :
o Pra Pelaksanaan
Beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap dampak lingkungan yang mungkin
terjadi dalam tahap Pra pelaksanaan ini.
Memberi penyuluhan kepada masyarakat sekitar lokasi proyek yang melibatkan
penduduk dan perangkat desa disekitar wilayah pelaksanaan. Penyuluhan menjelaskan
mengenai rencana kegiatan pelaksanaan dan bagaimana hasil pelaksanaan setelah
penanganan selesai. Penyuluhan juga melibatkan pemuka-pemuka daerah setempat
seperti, Kepala Desa, Camat, dll. Disini pihak proyek juga harus dapat menerima
aspirasi masyarakat sekitar yang terkena dampak lingkungan pada saat pelaksanaan.
o Pelaksanaan
Sistim dan cara pengelolaan terhadap Dampak ligkungan yang mungkin terjadi
pada saat pelaksanaan adalah :
Dampak yang timbul karena adanya pekerjaan utilitas, seperti membongkar dan
memindahkan tiang listrik, maka harus dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Dampak yang timbul akibat pelaksanaan seperti pekerjaan tanah, sehingga adanya
debu yang mengganggu daerah sekitar hendaklah dilakukan penyiraman tanah dan
jalan yang sedang dikerjakan.
Dampak yang timbul akibat debu, maka semua armada Kegiatan yang keluar dan
masuk membawa material harus ditutup dengan penutup seperti terpal.
Dampak yang timbul akibat kelebihan volume air tanah akibat hujan dan lain-lain
perlu di siapkan saluran sementara untuk menghindari genangan air pada badan
jalan dan daerah pekerjaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan pekerjaan agar pengelolaan
kemungkinan terjadinya aspek dampak lingkungan maka perlu ditempatkan seorang Kepala
Keamanan Lapangan yang selalu memantau pelaksanaan di lapangan. Kepala Keamananan
Lapangan betugas memantau pelaksanaan secara rutin agar tidak terjadi gangguan terhadap
lingkungan pekerjaan.

D. PEKERJAAN PENGADAAN PIPA DAN AKSESORIES PIPA TRANSMISI JDU


1. Pengadaan dan Ongkos Angkut
a. Pipa GIP 150 mm, 75 mm dan Pipa PVC SNI 75 mm
Pengadaan Pipa GIP 150 mm, 75 mm dan Pipa PVC SNI 75 mm disertai dengan
Sertifikat Jaminan Barang dari Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut
sesuai dengan kebutuhan yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa GIP dan
PVC kelokasi proyek harus dalam keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas
proyek.

2. Pengadaan Aksesories Pipa


a. All Flange Spigot 75 mm
adalah fitting pipa / alat bantu pipa bisa disambung ke gate valve atau juga ke ujung pipa
yang bentuk / jenis sambungan flange cara pasangnya sangat mudah yaitu rapat kan kedua
ujung flange yang sebelumnya telah dipasang packing karet lalu pasang baut baut nya
kemudian kencang sesuai standart pipa
b. Flange Lass 75 mm dan 150 mm
Flange Lass adalah salah satu Aksesoris Sambungan Pipa PDAM yang berfungsi sebagai
Ring untuk penyambungan Pipa Saluran Air Bersih dan di perkuat dengan lass.
c. Packing Karet 75 mm dan 150 mm
Packing Karet adalah salah satu aksesories yang berfungsi sebagai penyambung tiap
pertemuan sambungan pipa dan pemasangannya jangan sampai terlipat atau robek
d. Reducer GIP 150 x 75 mm
Reducer berfungsi untuk menggabungkan pipa-pipa dengan diameter yang berbeda, bisa
dari pipa yang berdiameter besar ke pipa yang berdiameter kecil atau bias juga sebaliknya.
e. Baut Flange 5/8 x 3
Aksesories ini berfungsi sebagai penguat pertemuan antara flange atau penguat setiap
sambungan setelah di pasang packing karet agar tidak terjadi kebocoran.
Pengadaan aksesories Pipa disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari Pabrik pembuat
yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci dalam
spesifikasi teknis. Pengangkutan aksesories Pipa kelokasi proyek harus dalam keadaan baik
dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.

E. PEKERJAAN PENGADAAN PIPA DAN AKSESORIES PIPA TRANSMISI JDL


1. Pengadaan dan Ongkos Angkut
a. Pipa GIP 50 mm
b. Pipa PVC SNI 50 mm
Pengadaan Pipa GIP 50 mm dan Pipa PVC SNI 50 mm ini disertai dengan Sertifikat
Jaminan Barang dari Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan
kebutuhan yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa GIP dan PVC kelokasi
proyek harus dalam keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.
2. Pengadaan dan Aksesories Pipa
a. All Flange Spigot 50 mm
Adalah fitting pipa / alat bantu pipa bisa disambung ke gate valve atau juga ke ujung pipa
yang bentuk / jenis sambungan flange cara pasangnya sangat mudah yaitu rapat kan kedua
ujung flange yang sebelumnya telah dipasang packing karet lalu pasang baut baut nya
kemudian kencang sesuai standart pipa
b. Flange Lass 50 mm
Flange Lass adalah salah satu Aksesoris Sambungan Pipa PDAM yang berfungsi sebagai
Ring untuk penyambungan Pipa Saluran Air Bersih dan di perkuat dengan lass.

c. Packing Karet 50 mm
Packing Karet adalah salah satu aksesories yang berfungsi sebagai penyambung tiap
pertemuan sambungan pipa dan pemasangannya jangan sampai terlipat atau robek
d. All Socket Tee PVC 50 x 50 mm
Tee adalah aksesoris penyambungan pipa berbentuk huruf T dengan fungsi untuk
sambungan pipa dipercabangan atau sebagai Pemecah Saluran Air Bersih
e. Dop/End Cup 50 mm
Dop berfungsi untuk menutup ujung pipa atau sebagai penutup saluran
f. All Flange Gate Valve 50 mm
Gate valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran dan tidak digunakan untuk tekanan
tinggi serta memberikan pressure drop yg lebih rendah. Selain itu Gate valves juga dapat
difungsikan untuk mengontrol tekanan dan debit aliran. Sedangkan all flange gate valve
adalah semua keperluan aksesories sambungan untuk gate valve.
g. Baut Flange 5/8 x 2
Aksesories ini berfungsi sebagai penguat pertemuan antara flange atau penguat setiap
sambungan setelah di pasang packing karet agar tidak terjadi kebocoran.
Pengadaan aksesories Pipa disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari Pabrik pembuat
yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci dalam
spesifikasi teknis. Pengangkutan aksesories Pipa kelokasi proyek harus dalam keadaan baik
dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.

F. PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA DAN AKSESORIES PIPA TRANSMISI JDU DAN JDL
1. Pemasangan Pipa
Sebelum Pemasangan Dimulai Semua pipa dan sambungan-sambungan harus diperiksa dengan
teliti terhadap retak-retak dan kerusakan-kerusakan lainnya ketika pipa berada di atas
galian.Ujung pipa harus diperiksa secara seksama karena bagian ini yang paling mudah rusak
pada waktu pengangkutan. Pipa atau peralatan yang rusak harus diletakkan dekat galian untuk
diperiksa oleh Direksi Lapangan/Teknis yang akan menentukan perbaikan atau dibuang. Pipa
harus diletakkan agar diperoleh perletakan/tumpuan yang seragam dan menerus sesuai jalur
dan gradien yang diperlihatkan dalam gambar dan sesuai dengan jadwal perletakan yang
ditentukan bagi pemasangan. Sebelum menempatkan pipa ke posisinya gradien akhir harus
dicek dengan peralatan survey. Tindakan pencegahan harus diambil untuk mencegah benda
asing masuk kedalam pipa saat ditempatkan pada jalur pemasangannya. Selama pemasangan,
tidak boleh ada sampah, perkakas, kain, atau benda lainnya yang diletakkan/ditinggalkan
kedalam pipa. Setiap batang pipa yang diletakkan dalam bagian ujung spigot harus diletakkan
ditengah bell, pipa didorong masuk dan ditempatkan pada jalur dan gradien yang benar. Pipa
harus dimantapkan ditempatnya dengan bahan urugan yang dipadatkan merata, kecuali pada
bagian bellnya.
Tindakan pencegahan harus diambil untuk mencegah tanah atau kotoran lainnya masuk ke
dalam sambungan. Pada saat tidak dilakukan pekerjaan penyambungan ujung terbuka pipa harus
ditutup dengan cara yang memadai yang disetujui oleh Direksi Lapangan/Teknis. Penyedia
barang/jasa harus melakukan tindakan untuk mencegah air hujan/atau sampah dan benda
lainnya yang tidak perlu masuk ke pipa yang telah dipasang.

I. Pemotongan Pipa
Pemotongan pipa dapat dilakukan dengan alat yang sesuai/khusus untuk jenis atau bahan
pipa yang akan dipasang, supaya benar-benar terjamin pemotongannya atau sesuai dengan
syarat-syarat teknis/petunjuk dari pabrik pipa yang bersangkutan.

II. Penyambungan Pipa


Sambungan PVC dengan TS-Joint (dengan lem)
Bersihkan socket dan spigot dengan bahan pembersih (cleaner) kemudian oleskan
satu lem secara merata dengan menggunakan kuas bersih pada permukaan socket dan
spigot.
Oleskan bahan perekat yang pada permukaan pipa secara membujur dan jangan
secara melintang.
Masukkan spigot sejajar ke dalam socket, tahan posisi itu selama waktu 2-3 menit,
kemudian bersihkan mulut socket dari sisa bahan perekat, Uji coba tekanan, baru
dapat dilakukan setelah 24 jam kemudian.
Defleksi yang diijinkan untuk sambungan lem ini, besarnya ditentukan sesuai dengan
petunjuk pabrik dan atau petunjuk-petunjuk langsung dari Direksi Teknis.
Sambungan Pipa Luar
Bersihkan bagian luar dari ujung pipa dan bagian ulir dalam dari socket dengan sikat
baja.
Balut bagian luar tersebut dengan mempergunakan sale tape yang sudah disetujui
sebelumnya oleh Direksi Teknis.
Masukkan pipa tersebut secara hati-hati ke dalam socket dengan cara memutar
pipa/socket tersebut tersebut,proses pemasukan pipa dengan socket tersebut
dilakukan setelah posisi pipa-pipa dan socket benar-benar sejajar.
Dipleksi pipa maksimum yang diperbolehkan disesuaikan dengan ketentuan pabrik
pembuatnya atau sesuai dengan petunjuk Direksi Teknis.
Sambungan Las Untuk Pipa GIP
Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut
penilaian Direksi Lapangan
Sambungan Flenge dan Pipa GIP dengan cara dilas, dimana pipa gip masuk setengah
dari lobang flens kemudian dilas rapi luar dan dalam.
Setelah flennge pipa sudah bersih permukaannya, kemudian dipasang diberi packing
karet untuk menghindari kebocoran dan dibaut dengan putaran secukupnya.
Baut-baut harus diputar dengan kunci sehingga dapat menjamin kesamarataan baut-
baut pipa dengan kedudukan flennge pipa, sehingga terdapat tekanan yang sama pada
seluruh permukaan dari flennge.
Sebelum baut dipasang semua baut dan mur harus diberi gemuk/pelumas dengan
sempurna.

a. Pembersihan Lapangan/Pengukuran/Pematokan
Pekerjaan ini dilaksanakan untuk membersihkan dan membebaskan daerah rencana
pelaksanaan pekerjaan dari segala bentuk halangan didaerah operasional yang mana
pembersihannya dilaksanakan sebersih mungkin agar tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan.

b. Galian Pipa PVC


Pekerjaan tanah meliputi galian tanah untuk pemasangan pipa. Pada pekerjaan galian yang
harus diperhatikan yaitu kemampuan perolehan volume galian yang mampu dikerjakan dalam
waktu satu hari, maka dapat kita hitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan volume
galian pekerjaan tersebut. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Pekerjaan penggalian untuk jalur pipa dilaksanakan sedemikian rupa sehingga
memungkinkan pipa dapat dipasang dengan posisi yang yang baik dan aman.
Lebar,dan kedalaman parit galian untuk pemasangan pipa agar disesuaikan dengan
jenis,diameter pipa yang akan dipasang dan Semua penggalian telah XB
mendapat
persetujuan disetujui Direksi/ Pengawas.
Karena sifat galian berbeda,ada kemungkinan terjadi perubahan perancangan pada
pelaksanaan pekerjaan untuk galian tanah Perubahan tersebut dilakukan dengan
persetujuan Direksi/Pengawas.
Penggalian yang direncanakan untuk alur pipa pada bagian-bagian gundukan/tanah yang
lebih tinggi dari elevasi tanah dan hasil galian diangkut HI ketempat-tempat dimana
H
diperlukan pengurugan atau ketempat lain yang disetujui Direksi/Pengawas. URUGAN TANAH

Lebar parit galian disesuaikan dengan diameter pipa yang akan dipasang dan lebar galian
tersebut telah menjamin pekerjaan penyambungan pipa dengan baik sehingga kebocoran-
kebocoran pipa dapat dihindarkan. Dan jika dianggap perlu lebar galian diperbesar untuk
memudahkan penempatan alat-alat penyangga dan sebagainya.
Galian pada tanah jelek, apabila ternyata dalam pelaksanaan penggalian terjadi
kelongsoran-kelongsoran dan keruntuhan-keruntuhan terus menerus yang mengganggu,
X1 d X2
diadakan konstruksi penguat (dari turap kayu atau lainnya) agar terjamin keselamatan
dan keamanan pekerjaan, effisien kerja, struktur dan fasilitas lain yang ada. XA

Setiap galian dijaga tetap kering sampai konstruksi yang dibangun atau pipa yang
X1 / X2 LEBAR GALIAN ( cm ) DALAM GALIAN ( cm )
dipasang selesai dilaksanakan.Apabila didalam galian( mm ) terdapat air yangXC /mengganggu
Dia PIPA VOLUME
( cm ) XA / XB XD HI H ( m3 / m' )
pengeringan dilkukan dengan membuat saluran pembuang 110
atau dengan
09,00
memompa
30,00
air atau
64,00 75,00 0,225
peralatan lain untuk pengeringan.
160 14,00 45,00 64,00 80,00 0,360

c. Timbunan Tanah Bekas Galian 200 17,50 55,00 70,00 90,00 0,495

Bahan urugan tidak boleh ada benda-benda organis seperti


250 rumput-rumputan,
20,00 65,00 akar pohon,
70,00 95,00 0,618
tidak termasuk bahan yang melar (non expansive),serta tidak mengandung benda yang
keras/batu dengan diameter lebih besar dari 2 cm.Setelah pemasangan pipa sisa-sisa
tanah/material bekas galian/urugan diangkut dan dibuang ketempat yang disetujui oleh
Direksi sehingga bersih/rapi,sehingga tidak mengganggu bagi pejalan kaki maupun
kendaraan yang lewat.
d. Pipa GIP 150 mm
Pemasangan pipa GIP untuk yang 150 mm dipasang untuk perlintasan pada saluran utama
pipa. Intinya bahwa pipa GIP untuk yang 150 mm di pasang untuk saluran pipa di atas
tanah dari intake ke reservoir.

e. Pipa GIP 75 mm
Pemasangan pipa GIP untuk yang 75 mm dipasang di tiap-tiap perlintasan pada saluran
langsung perlintasan pipa seperti jembatan, saluran dan lain-lain yang berfungsi sebagai
penyambung atau penghubung antara pipa PVC 75 mm yang sudah terpasang sebelumnya.
Intinya bahwa pipa GIP untuk yang 75 mm di pasang untuk saluran pipa di atas tanah dan
menjadi penghubung dari reservoir untuk JDL.

f. Pipa GIP 50 mm
Pemasangan pipa GIP untuk yang 50 mm dipasang di tiap-tiap perlintasan pada Jaringan
Distribusi Langsung ke rumah-rumah, perlintasan pipa seperti saluran dan lain-lain yang
berfungsi sebagai penyambung atau penghubung antara pipa PVC 50 mm yang sudah
terpasang sebelumnya. Intinya bahwa pipa GIP untuk yang 50 mm di pasang untuk saluran
pipa di atas/di luar tanah dan menjadi penghubung dari Pipa Langsung ke
konsumsi/kerumah-rumah.

g. Pipa PVC SNI 75 mm


Pemasangan pipa PVC SNI untuk yang 75 mm dipasang di tiap-tiap perlintasan pada
Jaringan Distribusi Langsung yang berfungsi sebagai penyambung atau penghubung Ke
Reservoir. pipaPVC SNI 75 mm ini dipasang di dalam tanah.

h. Pipa PVC SNI 50 mm


Pemasangan pipa PVC SNI untuk yang 50 mm dipasang di tiap-tiap perlintasan pada
Jaringan Konsumsi yang berfungsi sebagai penyambung atau penghubung dari Jaringan
Distribusi Langsung. pipaPVC SNI 50 mm ini dipasang di dalam tanah.

i. Pengecatan Pipa GIP


Pengecatan di laksanakan setelah semua pipa GIP terpasang dan sudah di uji atau di tes,
pengecatan di lakukan untuk pipa GIP yang ada di luar untuk menghindari atau mengurangi
pengeroposan atau kerat yang cepat.

j. Perbaikan Rabat Beton K-175


Perbaikan jalan atau halaman rumah penduduk akibat proses pekerjaan galian harus di
kembalikan sebagaimana sebelum pekerjaan galian di mulai, dan sekaligus sebagai bahan
pelindung untuk pipa agar tidak terjadi tekanan terlalu besar dari atas yang dapat membuat
pergeseran dan bisa juga menimbulkan kebocoran karna pergerakan atau tekanan dari atas.

2. Pemasangan Aksesories Pipa


Untuk Semua Jenis pipa baik PVC/GIP dan Accessories yang akan dipasang atau disambung
harus bebas dari segala macam jenis kotoran terutama pada ujung dari kedua pipa yang akan
disambung harus bersih dan bebas dari minyak/oli/gemuk supaya diperoleh sambungan pipa
yang stabil dan tidak kotor.Pada pipa-pipa yang sudah dipasang harus dicegah jangan sampai
kemasukan segala macam/jenis kotoran seperti: bekas puing-puing,Bekas pakaian dan kotoran
lainnya,yang dapat mengganggu kebersihan dan kelancaranaliran didalam pipa. Perubahan arah
peletakan pipa(belokan/tikungan),harus disambungkan dengan elbow atau bend yang
sesuai,begitu pula untuk percabangan harus dengan Tee atau Tee cros. Accessories
sertabahan bahan lainnya yang bersifat pabrikasi yang akan digunakan dalam suatu pekerjaan
harus sesuai dengan standar kwalitas yang sudah ditentukan.Ada pun jenis jenis
Accessoriespipa adalah sebagai berikut:
a. All Flange Spigot 75 mm
b. All Flange Spigot 50 mm
c. Reducer GIP 150 x 75 mm
d. All Socket Tee PVC 50 x 50 mm
e. Dop/End Cup 50 mm
f. All Flange Gate Valve 50 mm
g. Box Gate Valve
Untuk istilah dan fungsi aksesories ini sudah di uraikan diatas.

3. Pengetesan Pipa
Pengetesan pipa dilaksanakan harus sepengetahuan dan disaksikan oleh Direksi Teknis.
Pengetesan ulang harus dilaksanakan kembali bila hasil pengetesan belum mendapat
persetujuan Direksi Teknis. Bila tidak ditentukan lain, maka semua biaya akibat pekerjaan
pengetesan ini menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
Pada waktu pengetesan, semua sambungan pipa, fittings maupun perlengkapan lainnya harus
diteliti pada galian parit yang terbuka (belum diurug), bila ada kebocoran-kebocoran dan
kerusakan atau retak, maka sambungan tersebut harus diperbaiki atau diganti dengan yang
baru dan pengetesan pipa harus diulang kembali.
Pada prinsipnya pengetesan dilaksanakan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa,
dengan panjang pipa untuk tiap kali pengetesan tidak lebih dari 400 meter.
Setelah pipa dipasang dan sebagian telah diurug, pada pipa tersebut harus dilakukan pengujian
tekanan hidrostatis (Hydrostatic Pressure Test).Semua peralatan yang diperlukan untuk
pengujian ini disediakan oleh Penyedia Jasa cara-cara pelaksanaan pengujian harus mendapat
persetujuan Direksi Teknis.
Sebelum dilaksanakan pengujian, semua uadara harus dikeluarkan dari dalam pipa dengan air
sampai penuh. Bila pada jalur pipa yang di uji tidak terdapat valve pembuangan udara (air valve)
Penyedia Jasa dapat memasang kran pembuangan udara pada tempat yang disetujui Direksi
Teknis. Setelah udara habis terbuang dari dalam pipa, kran pembuangan udara dan kran lainnya
ditutup rapat-rapat dan kemudian pengujian dapat dilakukan. Lama pengujian dilaksanakan
minimum 60 menit.
Pada waktu pengujian, semua sambungan pipa, fitting maupun perlengkapan lainnya harus
diteliti pada galian parit yang terbuka (belum diurug), bila ada kebocoran-kebocoran dan
kerusakan/retak, maka sambungan tersebut harus diperbaiki atau diganti dengan yang baru
dan pengetesan pipa harus diulang kembali adapun yang akan di tes di sini adalah pipa
distribusi langsung dan pipa distribusi untuk komsumsi seperti item di bawah ini:
a. Pipa PVC SNI 75 mm
b. Pipa PVC SNI 50 mm
G. PEKERJAAN PENGADAAN PIPA DAN AKSESORIES SAMBUNGAN RUMAH (SR) 58 SR
1. Pengadaan Pipa
a. Pipa PVC SNI Type A/W, 4 m
Pengadaan Pipa PVC SNI Type A/W, 4 m ini disertai dengan Sertifikat Jaminan
Barang dari Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan
kebutuhan yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa PVC SNI Type A/W, 4
m kelokasi proyek harus dalam keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas
proyek.

2. Pengadaan Aksesories Pipa


a. Clamp Saddle 2 x
Clamp Saddle merupakan aksesoris sambungan pipa air yang berfungsi untuk mengambil
saluran pipa dari pipa besar ke pipa kecil rumah tangga. Clamp Saddle juga biasa digunakan
untuk sambungan air rumah tangga. Terbuat dari bahan dasar cor besi tuang atau biasa
disebut cast iron (CI).
b. Reducer PVC 20 x 16 mm x
Reducer berfungsi untuk menggabungkan pipa-pipa dengan diameter yang berbeda, bisa
dari pipa yang berdiameter besar ke pipa yang berdiameter kecil atau bias juga sebaliknya.
c. Stop Kran Kuningan
Fungsi dari stop kran adalah untuk menghentikan aliran air pada titik tertentu.
d. Knee PVC Type A/W mm
Sesuai namanya maka Knee / Elbow / L adalah shock berbentuk L yang berfungsi untuk
menyambung pipa PVC dengan Pipa PVC lain atau dengan asesori di tempat yang
membutuhkan belokan
e. Tee PVC x
Tee adalah aksesoris penyambungan pipa berbentuk huruf T dengan fungsi untuk
sambungan pipa dipercabangan atau sebagai Pemecah Saluran Air Bersih
f. Faucet Elbow PVC
Sesuai namanya maka Faucet Elbow adalah shock berbentuk L dan berdrat di ujung
dalamnya yang berfungsi untuk menyambung pipa PVC dengan asesori lain di tempat yang
membutuhkan belokan
g. Fix Coupling
Fix Coupling ada fitting yang menghubungkan antara pipa dengan meteran air
h. Water Mater
adalah alat yang digunakan untuk mengetahui adanya suatu aliran air dalam suatu jalur
aliran, dengan segala aspek aliran itu sendiri yaitu kecepatan aliran atau flow rate dan total
massa atau volume dari matrial yang mengalair dalam jangka waktu tertentu atau sering
disebut dengan istilah totalizer
i. Double Nipple
fungsi dari Double Nipple adalah dua alur drat yang berfungsi untuk mengabungkan dua alur
mur dan memiliki kunci untuk memutar mengencangkan dan menendorkannya. Fungsi dari
double Nipple ini untuk adaptor agar dapat menyambung housing dengan peralatan/fitting
lain
j. Kran Air
Fungsi dari stop kran adalah untuk menghentikan aliran air pada titik tertentu.
k. Seal Tipe
Seal tape atau biasa disebut selotip kerap dianggap komponen yang tidak penting. Tidak
jarang pemasangan kran ke pipa dan sambungan pipa yang memiliki ulir (drat) dilakukan
semaunya. Padahal jenis seal tape memiliki perbedaan pemakaian. agar air tidak rembes dan
merusak keran.
l. Box Meteran
Adapun Fungsi dari Meter Box antara lain :
Melindungi meteran air ketika cuaca panas ataupun hujan
Membuat meteran air lebih awet
Melindungi dari gangguan anak-anak
Melindungi Meteran Air (Water Meter) dari pencurian

3. Pemasangan Sambungan Rumah (SR)


Sebagian besar item pekerjaan ini sudah di jelaskan diatas seperti galian pipa, timbunan tanah,
dan pemasangan pipa serta pemasangan aksesories sambungan rumah juga sudah di jelaskan
diatas hanya ada penambahan pada pemasangan meteran air, fix coupling dan pemasangan kran.
a. Galian Pipa PVC
b. Timbunan Tanah Bekas Galian
c. Pemasangan Pipa PVC SNI
d. Pemasangan Aksesories Sambungan Rumah (SR)

H. PEKERJAAN INTEK (BRONKAPTERING)


1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Pembersihan Lokasi
Membersihkan halaman lokasi dari segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran
pelaksanaan pekerjaan, termasuk pohon-pohon dan semak-semak yang terdapat pada areal
harus ditebang dan dibersihkan sampai keakar-akarnya, kemudian disingkirkan dari
lapangan pekerjaan.

b. Pembongkaran Batuan (Lantai dan Tebing)


Penggalian Tanah berbatu dikerjakan dengan menggunakan alat manual yakni
dikerjakan dengan menggali sesuai dengan patok yang ditentukan dilapangan.
Proses pengggalian membuat bentuk galian sesuai dengan lebar, panjang, dalam dan
kemiringan yang ditunjukkan pada gambar

2. PEKERJAAN BETON
a) Bekisting
Bekisting dibuat dengan dimensi sesuai bentuk dan ukuran gambar design. Pembuatan
bekisting harus dibuat kaku, kuat sehingga mampu menahan beban pada saat pengecoran
dan bekisting menggunakan papan bekisting (Plywood) dan perancah.
Supaya beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat bekisting, jarak
sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
Plywood cetakan disusun secara rapi berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
Plywood cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus
tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
Plywood cetakan tidak boleh bocor
Plywood disambung dengan klem / penguat / penjepit
Paku diantara Plywood secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi
retak.
b) Pembesian
Sebelum melaksanakan pekerjaan pembesian, maka terlebih dahulu dibuatkan gambar
kerja. Gambar kerja harus menampakan bagian-bagian pekerjaan secara detai, terutama
bentuk dan posisi pembesian serta nomor atau kode untuk tiap-tiap tulangan. Dari gambar
kerja kemudian dibuatkan daftar pembesian yang memberikan informasi tulangan secara
detail, daftar pembesian tersebut menjadi acuan untuk melakukan pekerjaan potong,
bengkok, dan penyetelan. Besi untuk penulangan beton adalah baja tulangan yang
mempunyai mutu baja tulangan, pemotongan untuk diameter besi sampai dengan 16 mm
dilakukan dengan menggunakan alat potong manual, sedang untuk diameter besi diatas 16
mm digunakan alat potong/alat bengkok electric (Bar Bender & Bar Cutter). Setelah
pekerjaan potong, bengkok tulangan selesai, maka dilanjutkan dengan perakitan tulangan
berdasarkan gambar kerja, terutama jarak antara tulangan pokok dan jarak antara
tulangan bagi, apabila diperlukan sambungan maka sambungan minimal 40 kali diameter
besi tulangan.
Perakitan tulangan
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari ukuran
setempat.
Mendesain bentuk atau dimensi dari tulangan setempat, dengan memperhitungkan
bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada gambar.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat pengikat agar kokoh dan
tulangan tidak terlepas
Untuk penggambaran perakitan penulangan dapat dilihat pada gambar rencana
Pemasangan Tulangan
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam bekisting dan diletakkan tegak turus
permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah, jarak
antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal yang
di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak antara
tulangan dan permukaan dasar tanah untuk melindungi/melapisi tulangan dengan beton
(selimut beton) dan tulangan tidak menjadi karat.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.
c) Pengecoran (Beton K-225)
Pekerjaan Beton ini terdiri dari komposisi campuran yaitu, Semen, pasir, batu kerikil/
agregat dan air dan diaduk dengan menggunakan Molen dan sebelum pencampuran
dilaksanakan terlebih dahulu mengirimkan rancangan campuran (mix design) untuk masing-
masing mutu beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran beton dimulai,
lengkap dengan hasil pengujian bahan seperti semen, pasir dan agregat yang akan di
gunakan nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan beton dan hasil pengujian percobaan
campuran beton di laboratorium yang disetujui berdasarkan kuat tekan beton untuk umur
7 dan 28 hari, kecuali ditentukan untuk umur-umur yang lain oleh Direksi Pekerjaan.
Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi kriteria teknis
utama, yaitu kelecakan (workability), kekuatan (strength), dan keawetan (durability)
Lama pengadukan dilakukan hingga campuran beton tersebut benar benar homogeny
hingga menghasilkan adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata / seragam,
beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan;
Sebelum pengecoran beton dilaksanakan memeriksa bekisting harus bersih dan memeriksa
penempatan tulangan-tulangan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:
Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari kayu atau
seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm x 100 cm x 160 cm
dapat juga dibuat dari pelat baja dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm.
Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen, pasir,
split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan perbandingan volume
1:2:3 yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume pasir berbanding 3 volune split serta
air secukupnya.
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama masukan pasir,
kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering dahulu dan baru
kemudian ditambahkan air secukupnya
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit
tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.
Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah yang sudah
diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/ dan
dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang kosong
dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah-celah
tulangan.
Adapun pekerjaan ini meliputi pelaksanaan pekerjaan lantai intake dan dinding intek
dengan proses pelaksanaan pekerjaan lantai intek dulu dilaksanakan dengan ukuran sesuai
dengan gambar rencana.
d) Pekerjaan Plesteran Dinding 1 Pc ; 3 PP, Tebal 15 mm
Pekerjaan yang di plesteran meliputi dinding (luar dan dalam), dan bagian permukaan lain
yang harus di plester. Perbandingan spesi yang digunakan 1pc : 3ps dengan ketebalan 1,5
cm.
Adapun Tahapan Pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Menyiapkan material yang akan di pakai pada lokasi yang terdekat atau strategis dari
dinding yang akan di plester.
Menyiram permukaan bata/bataco dengan air sampai basah secara merata
(curing)
Membuat adukan untuk kamprotan dengan perbandingan tertentu (misalkan 1pc :
2 ps)
Melakukan kamprotan pada bidang yang telah dicuring dengan jarak lemparan
50cm dari permukaan yang dikamprot dengan ketebalan 15~20 mm. Setelah
bidang yang dikamprot kering, lakukan penyiraman (curing) selama 3 hari; pagi,
siang & sore.
Setelah itu mulailah membuat caplakan dengan adukan 1 pc : 3 ps.
Membuat kepalaan dengan ketebalan 15 mm.
Melanjutkan dengan penyiraman jika kepalaan telah mengering.
Memastikan bidang yang akan diplester telah dicuring.
Membuat adukan 1 pc : 3 ps, gunakan pasir yang diayak ( halus )
Memasang plesteran pada bidang yang telah ada kepalaannya sampai selesai
seluruh permukaan pada setiap bagian dengan cara dilempar dari jarak 50 cm
Mengunakan jidar untuk meratakan permukaan sesuai dengan kepalaan.
Saat plesteran setengah kering, gunakan roskam untuk mengosok permukaan dinding
sampai halus & rata.
Dilanjutkan dengan curing selama 7 hari sampai permukaan plesteran benar benar
basah seluruhnya.

3. PEKERJAAN PERPIPAAN
a. Pengadaan
Pipa GIP 150 mm
Pengadaan Pipa GIP 150 mm ini disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari
Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang
dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa GIP kelokasi proyek harus dalam
keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.
Flange Lass 150 mm
Flange Lass adalah salah satu Aksesoris Sambungan Pipa PDAM yang berfungsi sebagai
Ring untuk penyambungan Pipa Saluran Air Bersih dan di perkuat dengan lass.
All Flange Gate Valve 150 mm
Gate valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran dan tidak digunakan untuk
tekanan tinggi serta memberikan pressure drop yg lebih rendah. Selain itu Gate valves
juga dapat difungsikan untuk mengontrol tekanan dan debit aliran. Sedangkan all flange
gate valve adalah semua keperluan aksesories sambungan untuk gate valve.
Baut Flange 5/8 x 3
Aksesories ini berfungsi sebagai penguat pertemuan antara flange atau penguat setiap
sambungan setelah di pasang packing karet agar tidak terjadi kebocoran.
Blank Flange 150 mm
adalah jenis flange yang berfungsi untuk menutup aliran, seperti halnya cap dalam
fitting. Jenis flange ini rata, tidak ada apapanya karena memang berfungsi untuk
menutup
Packing Flange 150 mm
Fungsi dari packing adalah untuk mengontrol kebocoran, bukan untuk mencegah seluruh
kebocoran, karena packing harus selalu terlumasi dan kebocoran yang dianjurkan untuk
menjaga adanya pelumasan adalah sekitar 40 sampai 60 tetes per menit.

b. Pemasangan
Pipa GIP 150 mm
Berfungsi untuk menyalurkan air dari intake ke reservoir adapun pemasangan yaitu di
atas tanah dan tidak di anjurkan untuk di pasang di dalam tanah.
Gate Valve 150 mm
Gate valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran air dari intake ke reservoir
Selain itu Gate valves juga dapat difungsikan untuk mengontrol tekanan dan debit aliran
dari intake ke reservoir.

4. PEKERJAAN PINTU AIR DAN SCREEN/SARINGAN


a. Pekerjaan Screen Baja
Screen baja ialah saringan dari baja yang berfungsi untuk menahan sampah agar tidak
masuk dan menyumbat saluran pipa pada bangunan intake
b. Saringan Pipa GIP 150 mm
Saringan pipa ialah saringan yang berfungsi untuk menahan kotoran agar tidak masuk ke
dalam pipa dan di pasang di dalam bak
c. Kunci Gembok
Kunci gembok di pasang pada pintu di atas saringan baja

I. PEKERJAAN PEMBANGUNAN RESERVOIR 30 M


1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Pemasangan Bouwplank
Pemasangan patok dan papan bouwplank menggunakan kayu/papan kls.III yang diketam rata
pada sisi kerjanya. Tinggi bouwplank sama dengan titik nol atau apabila dikehendaki lain
harus dibicarakan dan mendapat persetujuan dengan Direksi. Setelah pemasangan
bouwplank harus dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan sebelum
pekerjaan selanjutnya dilaksanakan
b. Galian Tanah
Melakukan pekerjaan Galian Tanah untuk pondasi sesuai kedalaman yang disyaratkan dalam
spesifikasi dan gambar adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Gali tanah sesuai lebar pondasi bagian bawah dan kedalaman rencana
Gali sisi-sisi miringnya sehinga dicapai sudut kemiringan yang tepat
Tanah hasil galian diletakkan di pinggir galian diluar bouwplank, yang nantinya untuk
pekerjaan pengurugan kembali.
Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya, sesuai dengan rencana
c. Urugan dan Pemadatan Tanah Bekas Galian
Penimbunan hasil galian dilakukan apabila pekerjaan tapak pondasi telah selesai maka
perlu dilakukan pengurukan kembali eks galian tersebut sampai pada batas yang telah
ditentukan oleh gambar kerja
d. Urugan dan Pemadatan Pasir Bawah Lantai
Urugan pasir bawah pondasi dengan ketebalan yang di syaratkan. Urugan pasir diratakan
dan di siram air sampai kondisi urugan pasir jenuh air
Pengurugan untuk bekas galian pondasi, atau yang lainnya yang akan ditimbun tidak boleh
dilaksanakan sebelum diperiksa / disetujui Direksi pekerjaan.
Semua pekerjaan urugan yang tidak memakai pasir urug, harus diapaki tanah yang bersih,
bebas dari segala kotoran yang akan merugikan konstruksi.
Ketebalan urugan sesuai dengan yang tertera pada gambar kerja
e. Buangan Tanah Bekas Galian Tanah
Kelebihan tanah sisa galian harus diangkut keluar dari lokasi Proyek,dan tempat
pembuangan tanah sisa galian harus melui persetujuan Direksi Proyek. Tanah sisa galian
diangkut menggunakan Damtruck kelokasi yang telah ditentukan.

2. PEKERJAAN PASANGAN DAN BETON


a. Lantai Kerja 1 ; 3 ; 5 (Mutu Beton K-125)
Sebelum pengerjaan pondasi beton, terlebih dahulu dibuat lantai rabat untuk dudukan
pondasi beton dengan spesifikasi mutu beton K.125. Campuran dicampur rata dan
dihamaparkan ke area rencana lantai kerja dan diratakan. Dimensi lantai rabat mengacu
pada gambar kerja.

b. Beton Bertulang 1 ; 1,5 ; 2,5 (Mutu Beton K-225) untuk:


Adapun uraian dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut:
Bekisting
Bekisting dibuat dengan dimensi sesuai bentuk dan ukuran gambar design. Pembuatan
bekisting harus dibuat kaku, kuat sehingga mampu menahan beban pada saat pengecoran
dan bekisting menggunakan papan bekisting (kayu kelas III) dan plywood.
Pembesian
Sebelum melaksanakan pekerjaan pembesian, maka terlebih dahulu dibuatkan gambar
kerja. Gambar kerja harus menampakan bagian-bagian pekerjaan secara detai, terutama
bentuk dan posisi pembesian serta nomor atau kode untuk tiap-tiap tulangan. Dari
gambar kerja kemudian dibuatkan daftar pembesian yang memberikan informasi
tulangan secara detail, daftar pembesian tersebut menjadi acuan untuk melakukan
pekerjaan potong, bengkok, dan penyetelan. Besi untuk penulangan beton adalah baja
tulangan yang mempunyai mutu baja tulangan, pemotongan untuk diameter besi sampai
dengan 16 mm dilakukan dengan menggunakan alat potong manual, sedang untuk
diameter besi diatas 16 mm digunakan alat potong/alat bengkok electric (Bar Bender &
Bar Cutter). Setelah pekerjaan potong, bengkok tulangan selesai, maka dilanjutkan
dengan perakitan tulangan berdasarkan gambar kerja, terutama jarak antara tulangan
pokok dan jarak antara tulangan bagi, apabila diperlukan sambungan maka sambungan
minimal 40 kali diameter besi tulangan.
Beton K-225
Pekerjaan Beton ini terdiri dari komposisi campuran yaitu, Semen, pasir, batu kerikil/
agregat dan air dan diaduk dengan menggunakan Molen dan sebelum pencampuran
dilaksanakan terlebih dahulu mengirimkan rancangan campuran (mix design) untuk
masing-masing mutu beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran beton
dimulai, lengkap dengan hasil pengujian bahan seperti semen, pasir dan agregat yang
akan di gunakan nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan beton dan hasil pengujian
percobaan campuran beton di laboratorium yang disetujui berdasarkan kuat tekan beton
untuk umur 7 dan 28 hari, kecuali ditentukan untuk umur-umur yang lain oleh Direksi
Pekerjaan. Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi
kriteria teknis utama, yaitu kelecakan (workability), kekuatan (strength), dan keawetan
(durability)
Urutan-urutan memasukkan material-material kedalam mesin pengaduk/ Concrete Mixer
mengikuti urut-urutan yaitu
Air
Pasir & batu kerikil/ agregat
Semen dan 4 air.
Bagian dalam dari drum pengaduk harus bersih, dan adukan pertama tidak digunakan
untuk penecoran. Lama pengadukan dilakukan hingga campuran beton tersebut benar
benar homogeny hingga menghasilkan adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang
merata / seragam, beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan
keadukan; Slump test dilaksanakan untuk pengadukan, dan apabila hasilnya tidak
mencapai nilai yang ditentukan dari tinggi slump, volume air harus disesuaikan sehingga
mencapai nilai slump yang ditentukan dalam spesifikasi teknis. Sebelum pengecoran
beton dilaksanakan memeriksa bekisting harus bersih dan memeriksa penempatan
tulangan-tulangan.
Syarat pelaksanaan pekerjaan beton dari bahan yang digunakan, penyimpanan,
pencampuran pengadukan, pengangkutan, pengecoran beton sampai dengan perawatan
beton sesuai dengan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis. Beton harus sudah di cor
segera dan tidak boleh ditunda. Beton dipadatkan dengan mesin penggetar/ Concerete
Vibrator apabila diperlukan dan disetujui. Maximum selang waktu (interval time)
pengecoran beton pada sambungan adalah 2 jam, dan permukaan dari beton sebelumnya
harus bebas dari air beton yang berlebihan.
Adapun pekerjaan pembetonan ini meliputi pekerjaan Tapak pondasi terlebih dahulu
dengan ukuran yang di syaratkan dalam kontrak setelah itu pembuatan balok lantai yang
di kerjakan bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan plat lantai, setelah itu pekerjaan
plat dinding, setelah itu baru pelaksanaan balok atap yang dilaksanakan bersamaan
dengan plat atap.

3. PEKERJAAN PERPIPAAN
a. Pipa Inlet
Pengadaan Material
Pipa GIP 75 mm
Pengadaan Pipa GIP 75 mm ini disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari
Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan
yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa GIP kelokasi proyek harus
dalam keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.
Bend GIP 75 mm / 90
Bend berfungsi untuk membelokkan jalur pipa atau untuk sambungan belokan dengan
tujuan mengikuti elevasi permukaan tanah, sedangkan elbo adalah jenis bend yang
dipakai pada saluran air buangan.
Gate Valve 75 mm
Gate valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran dan tidak digunakan untuk
tekanan tinggi serta memberikan pressure drop yg lebih rendah. Selain itu Gate
valves juga dapat difungsikan untuk mengontrol tekanan dan debit aliran. Relative
lebih murah daripada Globe valve. Disebut gate karena ada kayak gerbang yg naik
turun.
Flange Lass 75 mm
Flange Lass adalah salah satu Aksesoris Sambungan Pipa PDAM yang berfungsi
sebagai Ring untuk penyambungan Pipa Saluran Air Bersih dan di perkuat dengan lass.
Packing 75 mm
Fungsi dari packing adalah untuk mengontrol kebocoran, bukan untuk mencegah
seluruh kebocoran, karena packing harus selalu terlumasi dan kebocoran yang
dianjurkan untuk menjaga adanya pelumasan adalah sekitar 40 sampai 60 tetes per
menit.
Baut 5/8 x 3
Aksesories ini berfungsi sebagai penguat pertemuan antara flange atau penguat
setiap sambungan setelah di pasang packing karet agar tidak terjadi kebocoran.
Wall Pipe Single Flange DN 75 mm
Wall pipe digunakan untuk sambungan pipayang menembus konstruksi beton. Pada
konstruksi yang berhubungan atau penampung dengan penampang air, wall pipe
dipasang bersama-sama pada saat pengecoran
Flange Spigot DN 75 mm
adalah fitting pipa / alat bantu pipa bisa disambung ke gate valve atau juga ke ujung
pipa yang bentuk / jenis sambungan flange cara pasangnya sangat mudah yaitu rapat
kan kedua ujung flange yang sebelumnya telah dipasang packing karet lalu pasang
baut baut nya kemudian kencang sesuai standart pipa
Bak Gate Valve 75 mm
Pembuatan bak gate valve yaitu dengan di cor dengan ukuran di sesuaikan dengan
dokumen kontrak
Pabrikasi dan Pemasangan
Adapun pelaksanaan pekerjaan pipa inlet ini meliputi pabrikasi yaitu pengadaan barang
pabrikan dan pelaksanaan pemasangannya pada bagian saluran dari intake ke reservoir
dengan pedoman pelaksanaan sebagaiman yang tertera pada gambar rencana.

b. Pipa Outlet
Pengadaan Material
Pipa GIP 50 mm
Pengadaan Pipa GIP 75 mm ini disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari
Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan
yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa GIP kelokasi proyek harus
dalam keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.
Blank Flange 50 mm
adalah jenis flange yang berfungsi untuk menutup aliran, seperti halnya cap dalam
fitting. Jenis flange ini rata, tidak ada apapanya karena memang berfungsi untuk
menutup
Tee GIP 50 x 50 mm
Tee adalah aksesoris penyambungan pipa berbentuk huruf T dengan fungsi untuk
sambungan pipa dipercabangan atau sebagai Pemecah Saluran Air Bersih
Gate Valve 50 mm
Gate valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran dan tidak digunakan untuk
tekanan tinggi serta memberikan pressure drop yg lebih rendah. Selain itu Gate
valves juga dapat difungsikan untuk mengontrol tekanan dan debit aliran. Relative
lebih murah daripada Globe valve. Disebut gate karena ada kayak gerbang yg naik
turun.
Flange Lass 50 mm
Flange Lass adalah salah satu Aksesoris Sambungan Pipa PDAM yang berfungsi
sebagai Ring untuk penyambungan Pipa Saluran Air Bersih dan di perkuat dengan lass.
Packing 50 mm
Fungsi dari packing adalah untuk mengontrol kebocoran, bukan untuk mencegah
seluruh kebocoran, karena packing harus selalu terlumasi dan kebocoran yang
dianjurkan untuk menjaga adanya pelumasan adalah sekitar 40 sampai 60 tetes per
menit.
Baut 5/8 x 3
Aksesories ini berfungsi sebagai penguat pertemuan antara flange atau penguat
setiap sambungan setelah di pasang packing karet agar tidak terjadi kebocoran.
Foot Valve 50 mm
FOOT VALVE sama dengan fungsinya seperti chek valve tapi bedanya pada Foot valve
ada saringan sampah,
Flange Spigot 50 mm
adalah fitting pipa / alat bantu pipa bisa disambung ke gate valve atau juga ke ujung
pipa yang bentuk / jenis sambungan flange cara pasangnya sangat mudah yaitu rapat
kan kedua ujung flange yang sebelumnya telah dipasang packing karet lalu pasang
baut baut nya kemudian kencang sesuai standart pipa

Pabrikasi dan Pemasangan


Adapun pelaksanaan pekerjaan pipa inlet ini meliputi pabrikasi yaitu pengadaan barang
pabrikan dan pelaksanaan pemasangannya pada bagian saluran dari reservoir ke saluran
distribusi dengan pedoman pelaksanaan sebagaiman yang tertera pada gambar rencana.

c. Pipa Drain & Over Flow


Pipa GIP 75 mm, 50 mm dan PVC 50 mm
Pengadaan Pipa GIP dan Pipa PVC ini disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari
Pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang
dirinci dalam spesifikasi teknis. Pengangkutan Pipa GIP dan PVC kelokasi proyek harus
dalam keadaan baik dan diterima oleh direksi atau pengawas proyek.
Bend GIP 50/90
Bend berfungsi untuk membelokkan jalur pipa atau untuk sambungan belokan dengan
tujuan mengikuti elevasi permukaan tanah, sedangkan elbo adalah jenis bend yang
dipakai pada saluran air buangan.
Gate Valve 75 mm
Gate valve digunakan untuk membuka dan menutup aliran dan tidak digunakan untuk
tekanan tinggi serta memberikan pressure drop yg lebih rendah. Selain itu Gate valves
juga dapat difungsikan untuk mengontrol tekanan dan debit aliran. Relative lebih murah
daripada Globe valve. Disebut gate karena ada kayak gerbang yg naik turun.
Flange Lass 75 mm dan 50 mm
Flange Lass adalah salah satu Aksesoris Sambungan Pipa PDAM yang berfungsi sebagai
Ring untuk penyambungan Pipa Saluran Air Bersih dan di perkuat dengan lass.
Packing 75 mm dan 50 mm
Fungsi dari packing adalah untuk mengontrol kebocoran, bukan untuk mencegah seluruh
kebocoran, karena packing harus selalu terlumasi dan kebocoran yang dianjurkan untuk
menjaga adanya pelumasan adalah sekitar 40 sampai 60 tetes per menit.
Baut 5/8 x 3
Aksesories ini berfungsi sebagai penguat pertemuan antara flange atau penguat setiap
sambungan setelah di pasang packing karet agar tidak terjadi kebocoran.
Pabrikasi dan Pemasangan
Adapun pelaksanaan pekerjaan pipa Drain dan Over Flow ini meliputi pabrikasi yaitu
pengadaan barang pabrikan dan pelaksanaan pemasangannya pada bagian saluran dari
reservoir dengan pedoman pelaksanaan sebagaiman yang tertera pada gambar rencana.
Pipa Drain yaitu pipa yang posisinya di dasar tangki yang memungkinkan semua air
beserta kotorannya bisa keluar, pipa ini digunakan untuk menguras dan membersihkan
tangki sedangkan Over Flow yaitu pipa yang kudu dibuat karena alasan keawetan
konstrukti, yaitu pipa yang diletakkan sedemiian rupa di bagian atas tangki/bak, agar
jika dalam kasus bak itu penuh, maka air tidak akam meluber kemana-mana. Pipa ini
memastikan tinggi air maksimal dalam tangki/bak, sehingga air tidak akan terbuang lewat
jalan yang tidak semestinya.

d. Pekerjaan Lain-lain
Manhole uk. 80 x 80 cm (Lengkap dengan engsel dan gembok)
Manhole dibuat dari besi plat baja dan besi siku yang dipabrikasi menurut
Gambar kerja. Manhole berfungsi sebagai Tempat untuk memeriksa atau memperbaiki
saluran dari kotoran yang terbawa aliran. Lubang pada bagian atas diberi tutup dan
dapat dibuka untuk keperluan pemeliharaan. Manhole yang telah terpasang dicet
supaya tidak karatan dan diberi gembok agar aman dari sesuatu yang tidak dinginkan.

Tangga Turun didalam Reservoir Besi 16 mm


Tangga turun dibuat dari rakitan Besi beton yang di bentuk berdasarkan
gambar kerja. Pemasangan Tangga turun dipasang pada dinding bangunan dengan jarak
trap 30 cm. Tangga monyet harus memakai besi beton ulir supaya permukaan tidak
licin.

e. Pekerjaan Finishing
Pengecatan bagian Besi yang terbuka dengan cat besi
Sebelum memulai pengecatan semua permukaan besi yang akan dicat dibersihkan dan di
amplas. Pada bidang permukaan besi baru, pengecatan dilakukan 2 Lapis Cat besi dengan
kuas sampai permukaan cat rapi dan baik. Penggunaan warna dan jenis cat terlebih
dahulu diajukan contohnya untuk mendapatkan persetujuan direksi atau konsultan
pengawas.
Pekerjaan dinding dalam menggunakan cat bermtu baik semi kilat, pada dinding luar
dengan cat weather shield

Pengecatan bagian dinding yang terbuka


Sebelum memulai pengecatan semua permukaan dinding yang akan dicat dibersihkan.
Pada bidang permukaan baru, pengecatan dasar dilakukan 1 Lapis Plamir, 1 Lapis Cat
Dasar, 2 Lapis Cat Penutup dengan kuas sampai permukaan cat rapi dan baik. Penggunaan
warna dan jenis cat terlebih dahulu diajukan contohnya untuk mendapatkan persetujuan
direksi atau konsultan pengawas.
Pekerjaan dinding dalam menggunakan cat bermtu baik semi kilat, pada dinding luar
dengan cat weather shield
Adapun cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Bersihkan permukaan dinding dari debu , kotoran dan bekas percikan plesteran
dengan kain lap.
Lindungi bahan bahan / pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan
dicat dengan kertas semen / koran dan lakban.
Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian bagian dinding yang retak & kurang
rata dengan plamir, kemudian tunggu sampai kering.
Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata.
Cek kerataan permukaan dinding.
Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada
bidang yang luas & dengan kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua /
terakhir ( jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi ).
Cek kerataan pengecatan yang terakhir.
Apabila sudah rata, bersihkan cat yang mengotori bahan/pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.

1m Plesteran 1 SP ; 3 PP, tebal 15 mm


Pekerjaan yang di plesteran meliputi dinding (luar dan dalam), dan bagian permukaan lain
yang harus di plester. Perbandingan spesi yang digunakan 1pc : 3ps dengan ketebalan 1,5
cm.
Adapun Tahapan Pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Menyiapkan material yang akan di pakai pada lokasi yang terdekat atau strategis dari
dinding yang akan di plester.
Menyiram permukaan bata/bataco dengan air sampai basah secara merata
(curing)
Membuat adukan untuk kamprotan dengan perbandingan tertentu (misalkan 1pc
: 2 ps)
Melakukan kamprotan pada bidang yang telah dicuring dengan jarak lemparan
50cm dari permukaan yang dikamprot dengan ketebalan 15~20 mm. Setelah
bidang yang dikamprot kering, lakukan penyiraman (curing) selama 3 hari; pagi,
siang & sore.
Setelah itu mulailah membuat caplakan dengan adukan 1 pc : 3 ps.
Membuat kepalaan dengan ketebalan 15 mm.
Melanjutkan dengan penyiraman jika kepalaan telah mengering.
Memastikan bidang yang akan diplester telah dicuring.
Membuat adukan 1 pc : 3 ps, gunakan pasir yang diayak ( halus )
Memasang plesteran pada bidang yang telah ada kepalaannya sampai selesai
seluruh permukaan pada setiap bagian dengan cara dilempar dari jarak 50
cm
Mengunakan jidar untuk meratakan permukaan sesuai dengan kepalaan.
Saat plesteran setengah kering, gunakan roskam untuk mengosok permukaan dinding
sampai halus & rata.
Dilanjutkan dengan curing selama 7 hari sampai permukaan plesteran benar benar
basah seluruhnya.
J. PEKERJAAN PENUTUP.
1. Administrasi /dokumentasi dan lain-lianya
Pekerjaan pengukuran kembali untuk mendapatkan gambar MC-100 (Gambar Purna
Pelaksanaan), dilakukan 2 (dua) minggu menjelang berakhirnya pekerjaan atau pada saat
prestasi pekerjaan mencapai 90% s/d 95% dengan tujuan gambar Pelaksanaan akan
dihasilkan bersamaan dengan pekerjaan kontruksi selesai. Dalam hal photo progress, pada
kondisi 0% , 50%, 100%, dan kondisis setelah pemeliharaan akan di record dan disajikan
dalam album. Photo photo juga akan ditampilkan dalam laporan bulanan sesuai dengan
kondisi pada saat bulan pelaporan. Pengambilan photo diambil searah pada posisi yang sama
dan tempat-tempat tertentu, sehingga Album photo dapat dijadikan sebagai rekaman
kegiatan pekerjaan ini. Mengakhiri seluruh rangkaian pekerjaan demobilisasi alat dan
tenaga kerja dilakukan secara bertah ap. Untuk kebutuhan pemeliharaan sebagian alat dan
tenaga tetap berada dilokasi sampai berakhirnya masa pemeliharaan. Dalam demobilisasi
alat berat akan memperhatikan keadaan lingkungan, artinya apabila terjadi kerusakan saran
dan prasarana desa akibat adanya pekerjaan ini akan diperbaiki/ dikembalikan seperti
semula oleh kontraktor sehingga akan tercipta pelaksanaan pekerjaan yang ramah
lingkungan.
Demikian methode pelaksanaan ini kami buat sebagai gambaran pelaksanaan yang akan
kami kerjakan dalam mengelola pekerjaan ini. gambaran yang dimaksud adalah untuk
memperjelas proses pelaksanaan pekerjaan dan strategi pelaksanaan dan untuk tercapainya
mutu, waktu pelaksanaannya kami tidak tertutup tangan untuk meminta saran dari direksi.

2. Bentuk-bentuk Laporan
Bentuk laporan pada pelaksanaan pekerjaan ini dalam bentuk laporan harian, mingguan dan
bulanan dimana dalam pelaksanaannya adalah dari uraian kegiatan harian baik itu meliputi
pekerja alat cuaca bahan dan lain-lain akan di laporkan dalam bentuk laporan harian, setelah
itu dari rekapan laporan harian akan di rekap lagi menjadi laporan mingguan, dan dari rekap
mengguan akan menjadi laporan bulanan.

3. Pekerjaan pemeliharaan
Sebagai pengelola jaringan air bersih untuk masyarakat, kami mempunyai suatu pedoman
umum dalam melakukan perawatan instalasi air. Pemeliharaan instalasi air yang dilakukan
terdiri dari perawatan rutin dan perbaikan atau rehab. Bedanya, perawatan rutin dilakukan
secara rutin dan berkala agar tetap berfungsi normal, sedangkan perbaikan atau rehab
dilakukan bila ada instalasi air yang rusak selama dalam masa pemeliharaan.
Pada dasarnya, perbedaan keduanya adalah pada ruang lingkup kegiatan. Adapun ruang lingkup
kedua kegiatan pemeliharaan tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Perawatan rutin atau berkala, meliputi :
Pengurasan pada bak intake, dan bak penampungan air ;
Pengecatan anti karat pada pipa produksi serta pipa distribusi terbuka;
Perbaikan atau penggantian kran-kran air, stop kran dan berbagai sambungannya;
2. Perbaikan atau rehab atau pengadaan, meliputi :
Perbaikan pipa produksi dan distribusi instalasi air;
Perbaikan bak inteka dan bak penampung dan instalasinya;
Pengadaan pipa air, kran air, stop kran, dan lain-lain dalam jumlah yang cukup (sekaligus
untuk persediaan)
Adapun perawatan ini akan di laksanakan atau akan di cek pada minggu ke IV di setiap
bulannya selama masa pemeliharaan yaitu selama 180 hari kalender.