You are on page 1of 6

Apa penyebab BAB berwarna hitam?

Melena adalah keluarnya tinja yang lengket dan hitam seperti aspal dan
menimbulkan bau yang khas yang menunjukan pendarahan saluran cerna bagian atas serta di
cernanya darah pada usus halus. Warna merah gelap atau hitam berasal dari konversi
hemoglobin menjadi hematin oleh bakteri setelah 14 jam. Pada melena, dalam perjalannya
melalui usus, darah menjadi berwarna merah gelap bahkan hitam. Perubahan warna ini
disebabkan oleh HCL lambung, pepsin, dan warna hitam ini diduga karena adanya pigmen
porfirin.
Hematemesis melena merupakan suatu perdarahan yang terjadi pada saluran cerna.
Hematemesis adalah muntah darah, sedangkan melena adalah warna feses menjadi hitam
pekat. Perdarahan ini dapat disebabkan karena sirosis hepatis (dengan pecahnya varises
esofagus) dan gastritis. Walaupun perdarahan ini akan berhenti sendiri, tetapi hal ini dianggap
sebagai suatu yang serius yang setiap saat dapat membahayakan pasien. Perdarahan akibat
sirosis hati disebabkan oleh gangguan fungsi hati penderita, alkohol, obat-obatan, virus
hepatitis dan penyakit bilier.
Konsumsi alkohol dan adanya riwayat penyakit hepatitis B menyebabkan sel
Hepatosit meradang sehingga terjadi koligenasi pada sel Stellata pada keadaan lanjut
menyebabkan penderita mengalami Fibrosis hepar atau sirosis hepatis. Salah satu akibat dari
sirosis adalah terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi pada Vena porta hepatis.
Pada keadaan normal darah vena portae hepatis menyeberangi hepar dan mengalir ke dalam
vena cava inferior dari sirkulasi vena sistemik melalui vena hepatica dan disebut jalur
langsung. Tetapi ada hubungan yang lebih kecil antara sistem porta dan sistemik, dan
menjadi berperanan penting jika jalur langsung mengalami hambatan.
Hubungan ini dijumpai pada bawah oesophagus, r. oesophagealis v. gastrica
sinistra (cabang porta) beranastomosis dengan vv. oesophagealis yang mengalirkan darah dari
bagian tengah oesophagus ke v. azygos (cabang sistemik). Sehingga apabila terjadi
hipertensi pada vena porta hepatis akan menimbulkan tekanan darah pada pembuluh sistemik
ikut naik ,yang dapat mengakibatkan varises esofagus dan juga gastritis karena kerusakan
pada v. gastrica sinistra.
Apa kriteria BAB normal?

Karakteristik Normal Abnormal Kemungkinan


Penyebab
Warna Dewasa : kecoklatan Pekat / putih Adanya pigmen
Bayi : kekuningan empedu, pemeriksaan
diagnostik
menggunakan barium
Hitam Perdarahan bagian
atas GI
Merah Terjadi Hemoroid,
perdarahan bagian
bawah GI (spt.
Rektum)
Pucat dengan lemak Malabsorbsi lemak;
diet tinggi susu dan
produk susu dan
rendah daging
Orange atau hijau Infeksi usus
Lendir darah Darah pada feses dan
infeksi
Konsistensi Berbentuk, lunak, Keras, kering Dehidrasi, penurunan
agak cair/lembek, motilitas usus akibat
basah. kurangnya serat,
kurang latihan,
gangguan emosi dan
laksantif
abuse>>konstipasi
Cair Peningkatan motilitas
usus (mis. akibat
iritasi kolon oleh
bakteri)>>diare,
kekurangan absorpsi
Bentuk Silinder (bentuk Mengecil, bentuk Kondisi obstruksi
rektum) pensil atau seperti rectum
benang
Jumlah Tergantung diet (100
400 gr/hari)
Bau Aromatik : dipenga- Tajam, pedas Sumber bau tak enak
ruhi oleh makanan yang keras, berasal
yang dimakan dan dari senyawa indole,
flora bakteri. skatol, hydrogen
sulfide dan amine,
diproduksi oleh
pembusukan protein
oleh bakteri perusak
atau pembusuk. Bau
menusuk hidung
tanda terjadinya
peningkatan kegiatan
bacteria yang tidak
kita kehendaki.
Unsur Pokok Sejumlah kecil Pus Infeksi bakteri
bagian kasar
makanan yg tdk Mukus Kondisi peradangan
dicerna, potongan
bak-teri yang mati, Parasit Perdarahan
sel epitel, lemak, gastrointestinal
protein, unsur-unsur Darah Malabsorbsi
kering cairan
pencernaan (pigmen
Lemak dalam jumlah Salah makan
empedu dll)
besar
Benda asing Salah makan

Frekuensi 3 kali sehari hingga 3 Lebih dari 6X dalam Hipomotility


hari sekali sehari
Kurang dari sekali Hipermotility
semniggu

Mengapa BAK Tn. F warnanya gelap seperti teh?

Warna urin Tn. F menjadi kecoklatan seperti teh disebabkan tidak berfungsinya saluran
bilirubin hati, sehingga bilirubin tidak tersalurkan dan menumpuk dalam darah. Pada sirosis
hati, saluran bilirubin akan tersumbat oleh sel-sel hati yang telah rusak. Biasanya sel rusak ini
terjadi akibat pertempuran antara virus hepatitis dan sistem kekebalan tubuh yang
menyebabkan sel-sel hati rusak. Meningkatnya kadar bilirubin yang tinggi akan di
ekskresikan dalam bentuk urin yang berwarna seperti teh.
Histologi Hepar
Secara mikroskopik terdiri dari Capsula Glisson dan lobulus hepar. Lobulus hepar dibagi-
bagi menjadi:

Lobulus klasik
Lobulus portal
Asinus hepar

Lobulus-lobulus itu terdiri dari Sel hepatosit dan sinusoid. Sinusoid memiliki sel endotelial
yang terdiri dari sel endotelial, sel kupffer, dan sel fat storing.

1. Lobulus klasik:
Berbentuk prisma dengan 6 sudut
Mengalirkan darah dari vena porta dan A. Hepatika ke vena hepatika atau vena
sentral
Dibentuk oleh sel hepar yang tersusun radier disertai sinusoid.
Pusat lobulus ini adalah v.Sentralis
Sudut lobulus ini adalah portal area (segitiga kiernann), yang pada segitiga/
trigonum kiernan ini ditemukan:
Cabang a. hepatica
Cabang v. porta
Cabang duktus biliaris
Kapiler lymphe
2. Lobulus portal:
Diusulkan oleh Mall cs (lobulus ini disebut juga lobulus Mall cs)
Mengalirkan empedu dari hepatosit ke duktus biliaris
Berbentuk segitiga
Pusat lobulus ini adalah trigonum Kiernann
Sudut lobulus ini adalah v. Sentralis
3. Asinus hepar:
Diusulkan oleh Rappaport cs (lobulus ini disebut juga lobulus rappaport cs)
Menyediakan darah teroksigenisasi ke hepatosit
Berbentuk rhomboid
Terbagi menjadi 3 area
Pusat lobulus ini adalah sepanjang portal area

Sudut lobulus ini adalah v. Sentralis

4. Sel Hepatosit
Berbentuk kuboid
Tersusun radier
Inti sel bulat dan letaknya sentral
Sitoplasma:
Mengandung eosinofil
Mitokondria banyak
Retikulum Endoplasma kasar dan banyak
Apparatus Golgi bertumpuk-tumpuk
Batas sel hepatosit :
Berbatasan dengan kanalikuli bilaris
Berbatasan dengan ruang sinusoid
Berbatasan antara sel hepatosit lainnya
5. Mikroskopis Sinusoid
Ruangan yang berbentuk irregular
Ukurannya lebih besar dari kapiler
Mempunyai dinding seluler yaitu kapiler yang diskontinu
Dinding sinusoid dibentuk oleh sel hepatosit dan sel endotelial
Ruang Disse (perivascular space) merupakan ruangan antara dinding sinusoid
dengan sel parenkim hati, yang fungsinya sebagai tempat aliran lymphe

Sel endothelial pada sinusoid:

1. Sel endothelial:
Berbentuk gepeng
Paling banyak
Sifat fagositosisnya tidak jelas
Letaknya tersebar
2. Sel Kupffer:
Berbentuk bintang (sel stellata)
Inti sel lebih menonjol
Terletak pada bagian dalam sinusoid
Bersifat makrofag
Tergolong pada RES (reticuloendothelial system)
Sitoplasma Lisozim banyak dan apparatus golgi berkembang baik
3. Sel Fat Storing:
Disebut juga Sel Intertitiel oleh Satsuki
Disebut juga Liposit oleh Bronfenmeyer
Disebut juga Sel Stelata oleh Wake
Terletak perisinusoid
Mampu menyimpan lemak
Fungsinya tidak diketahui