You are on page 1of 8

ARTIKEL PENELITIAN

PERSEPSI PASIEN TERHADAP KOMPETENSI


PROFESIONAL PERAWAT
PATIENT PERCEPTION OF NURSES PROFESSIONAL COMPETENCIES

Meida Agnes Wijaya1*, Gilny Aileen Rantung2


Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia
*Email: meydawijaya@rocketmail.com

ABSTRAK

Pendahuluan: Keberadaan perawat sebagai pemberi pelayanan kesehatan


sangatlah penting, masyarakat modern saat ini menuntut profesionalisme perawat
dalam pelaksanaan tugasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa
persepsi pasien terhadap kompetensi profesional perawat di Rumah Sakit Advent
Bandung. Metode: Deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen.
Kuesioner berisi 22 jumlah butir pernyataan yang diadaptasi dari delapan kompetensi
perawat menurut Lenburg et al. (2009). Populasi yang digunakan adalah pasien
dewasa diruang rawat inap Rumah Sakit Advent Bandung dengan sampel berjumlah
57 pasien dipilih secara purposive sampling. Pengukuran dilakukan dengan
menghitung mean skor.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi pasien
terhadap kompetensi profesional perawat di Rumah Sakit Advent Bandung termasuk
dalam interpretasi baik (Mean 3,94). Butir yang dipersepsikan paling dominan adalah
butir pernyataan perawat menghargai budaya/agama yang dimiliki pasien yang
termasuk kedalam keterampilan kepedulian sosial dan relasi sosial dengan mean
4,39. Butir yang dipersepsikan kurang dominan adalah butir pernyataan Perawat
memiliki pengetahuan diluar bidang ilmunya (ilmu alam,sosial,politik) yang termasuk
dalam keterampilan mengintegrasikan pengetahuan dengan mean 3,33. Diskusi:
Kompetensi profesional perawat di Rumah Sakit Advent Bandung termasuk dalam
kategori yang tinggi dengan interpretasi baik.

Kata Kunci: Persepsi pasien, Kompetensi Profesional Perawat

ABSTRACT

Introduction: The existence of nurses as health care providers is essential, nowadays


modern society demands nurses professionalism in their duties performences. The
purpose of this study was to analyze the patient's perception of the professional
competence of nurses in Bandung Adventist Hospital. Method: Descriptive method
using a questionnaire as an instrument. The questionnaire contains 22 statements that
was adapted from the eight competencies of nurses according to Lenburg et al. (2009).
The population used was hospitalized adult patients admitted in Bandung Adventist
Hospital with a total of 57 patients selected by purposive sampling. Measurement was
done by calculating the mean score. Result: The results showed that patients
perception to the professional competencies of nurses in Bandung Adventist Hospital
is in a good interpretations (Mean 3,94). Item that is perceived most dominant is a
statement "nurses appreciate the culture/religion possessed patient" that was included
in the social care skills and social relations with the mean of 4.39. Item that is perceived JURNAL
less dominant is a statement "Nurses have knowledge beyond the field of science
(natural science, social, political)" which is included in integrate knowledge skill with SKOLASTIK
mean of 3.33. Discussion: Professional competencies of nurses in Bandung KEPERAWATAN
Adventist Hospital was included in the high category with a good interpretation. Vol. 1, No.1
Januari Juni 2015
Keywords: Patients perception, nurses professional competencies
ISSN: 2443 0935
E-ISSN: 2443 - 1699

75
Meida Agnes Wijaya, Gilny Aileen Rantung

PENDAHULUAN masuk rumah sakit, pelayanan perawat


dan dokter.
Perawat merupakan tenaga kesehatan
yang selalu melakukan kontak langsung Hasil penelitian yang dilakukan oleh
dengan pasien. Perawat adalah sebuah Hendra dalam Ramlibidullah (2010) di
profesi yang tak akan mungkin luput dari Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk
pandangan masyarakat melalui media Kabupaten Banggai tahun 2008 tentang
massa yang ada. Citra, reputasi dan persepsi kepuasan pasien terhadap
kepedulian perawat merupakan salah satu pelayanan keperawatan menunjukkan dari
faktor yang memegang peranan penting 64 responden yang diteliti didapatkan
terhadap kepuasan klien. Dengan demikian 74,8% tingkat kepuasan belum sesuai
klien akan memandang dan memilih rumah harapan.
sakit mana yang akan dipilih untuk proses
penyembuhan (Hantiantoro, 2012). Penelitian yang dilakukan oleh Widyarini
Penelitian yang mendukung adalah (2005) dari Universitas Gunadarma
penelitian Peluw (2007) yang mengenai makna profesionalisme perawat
menggambarkan adanya persepsi yang dalam perspektif pasien melibatkan 6
negatif seperti tindakan yang kurang tepat, orang responden menyatakan bahwa
kurang terampil, kurang komunikasi beberapa partisipan mengaku bahwa
dengan pasien dan kurang cepat perawat pada umumnya memperhatikan
menanggapi keluhan pasien. pasien dengan baik, namun beberapa
orang lain belum mendapat perhatian yang
Hasil survei persepsi pengguna jasa tulus ikhlas dan tindakan yang tepat dari
pelayanan kesehatan di RS Sanglah perawat, bahkan masih ditemukan
Denpasar yang dilakukan oleh Muninjaya tindakan-tindakan yang tidak etis.
(2004), 84,96% menyatakan belum puas Partisipan menemukan makna bahwa
dengan kinerja pelayanan yang dirasakan. keberadaan perawat sangat penting dan
Responden terbanyak mengomentari mereka sangat membutuhkan perawat
perawat yang tidak ramah dan judes, profesional. Salah satu makna yang
ruangan perawatan yang kurang bersih, ditemukan dari partisipan adalah dengan
jadwal kunjungan dokter tidak tepat waktu adanya profesionalisme, perawat tidak
dan sarana parkir yang kurang memadai. akan melakukan kesalahan dalam tindakan
perawatan.
Berdasarkan penelitian Suryawati yang
dikutip dari Wulandari (2012) mengenai Mengingat pentingnya peran professional
kepuasan pasien terhadap loyalitas perawat dalam pelayanan kesehatan,
perawat di Rumah Sakit Umum Jawa maka perlu dilakukan penelitian tentang
Tengah menyimpulkan bahwa prioritas profesionalisme perawat dari kaca mata
pasien puas dengan pelayanan yg telah penerima layanan, yaitu pasien itu sendiri.
diterima dari rumah sakit dengan Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk
presentase terendah pada kondisi fisik menganalisa persepsi pasien terhadap
ruang perawatan pasien 68,62% dan kompetensi profesional perawat di Rumah
tertinggi pada pelayanan dokter 76,24% Sakit Advent Bandung.
tanpa mengecilkan perhatian pada
pelayanan yang lain, kondisi kebersihan,
keindahan, dan kenyamanan ruang BAHAN DAN METODE
perawatan pasien terdapat 24,73%
responden menyatakan kurang atau tidak Penelitian ini merupakan penelitian
memuaskan, maka berurutan yang paling kuantitatif dengan pendekatan metode
bermasalah yaitu kondisi fisik ruang deskriptif. Populasi pada penelitian ini
perawatan, sarana medis dan obat-obatan, adalah pasien di ruang rawat inap Rumah
pelayanan makan pasien, pelayanan Sakit Advent di Kota Bandung, yang
administrasi dan keuangan, pelayanan merupakan RS Swasta Tipe B dengan
jumlah tempat tidur sebanyak 290. Sampel

76 | Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015


Persepsi pasien terhadap kompetensi profesional perawat

yang digunakan sebanyak 57 orang pasien Berdasarkan dari data yang telah
yang dipilih dengan purposive sampling. dikumpulkan oeh peneliti rata-rata persepsi
Instrumen yang digunakan pada penelitian pasien terhadap keterampilan mengkaji
ini adalah kuesioner yang terdiri dari 22 dan intervensi adalah 3.97 dengan kategori
butir pernyataan dan diadaptasi dari tinggi dan interpretasi baik. Rata-
delapan kompetensi perawat menurut rata keterampilan komunikasi adalah 3.99
Lenburg et al. (2009). Instrumen telah dengan kategori tinggi dan interpretasi
melalui uji validasi menggunakan korelasi baik. Rata-rata keterampilan berpikir kritis
Pearson Product Moment dan uji reliabilitas adalah 3.77 dengan kategori tinggi dan
menggunakan cronbachs alpha (0.965). interpretasi baik. Rata-rata keterampilan
Setelah semua data terkumpul dan kepedulian sosial dan relasi sosial adalah
kuesioner telah diisi oleh responden 4.11 dengan kategori tinggi dan interpretasi
selanjutnya data dianalisis dan baik. Rata-rata keterampilan manajemen
diinterpretasikan untuk menjawab adalah 4.01 dengan kategori tinggi dan
kesepuluh identifikasi masalah yang ada interpretasi baik. Rata-rata keterampilan
dengan rumus mean. Nilai rata-rata atau kepemimpinan adalah 3.93, keterampilan
mean kemudian diurutkan dari nilai pengajaran, dan keterampilan
tertinggi ke nilai yang terendah dan di mengintegrasikan pengetahuan
interpretasikan ke dalam kategori persepsi kompetensi professional perawat di Rumah
pasien sesuai tabel 1. Sakit Advent Bandung adalah 3.94.

Tabel 1. Interpretasi Persepsi Pasien Pada tabel 3, ditunjukan bahwa


kompetensi professional yang dimiliiki
Nilai Kategori Interpretasi perawat di Rumah Sakit Advent Bandung
1,00 1,49 Sangat Persepsi sangat tidak baik
rendah memiliki rata-rata
1,50 2,49 Rendah Persepsi kurang baik sebesar 3.94. Keterampilan yang paling
2,50 3,49 Sedang Persepsi cukup dominan adalah keterampilan
3,50 4,49 Tinggi Persepsi baik
4,50 5,00 Sangat Persepsi sangat baik terhadap kepedulian sosial dan relasi
tinggi sosial dengan rata-rata 4.11. Sedangkan
keterampilan yang kurang dominan adalah
keterampilan mengintegrasikan
pengetahuan dengan rata-rata 3.68.
HASIL Berdasarkan butir-butir pernyataan
tersebut diatas, maka secara keseluruhan
Setelah semua data terkumpul dan diolah persepsi pasien terhadap kompetensi
maka berikut adalah hasil data deskriptif profesional perawat berada dalam kategori
persepsi pasien terhadap kompetensi yang tinggi dengan interpretasi baik.
professional perawat.

Tabel 2. Rata-rata persepsi pasien PEMBAHASAN


berdasarkan Leinburg
Manahan (2008:63-64) menyatakan bahwa
No Kompetensi Mean persepsi adalah gambaran seseorang
1 Keterampilan mengkaji dan 3.97 tentang sesuatu objek yang menjadi fokus
intervensi permasalahan yang sedang terjadi. Dalam
2 Keterampilan komunikasi 3.99
3 Keterampilan berpikir kritis 3.77
Undang-undang No 44 Tahun 2009 salah
4 Keterampilan kepedulian sosial dan 4.11 satu hak pasien adalah Memperoleh
relasi sosial layanan kesehatan yang bermutu sesuai
5 Keterampilan manajemen 4.01 dengan standar profesi dan standar
6 Keterampilan kepemimpinan 3.93
prosedur operasional. Kusnanto (2004:91)
7 Keterampilan pengajaran 3.96
8 Keterampilan mengintegrasikan 3.68 menyebutkan bahwa keperawatan
pengetahuan profesional adalah tindakan mandiri
Mean 3.94

Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015 77


Meida Agnes Wijaya, Gilny Aileen Rantung

Tabel 3. Nilai rata-rata dan tingkatan sub-kompetensi


No. Pernyataan Jumlah Mean Rankin
Item Responden g
11 Perawat menghargai budaya/agama yang dimiliki 57 4.39 1
pasien
10 Perawat meminta persetujuan kepada pasien 57 4.26 2
sebelum melakukan tindakan
2 Perawat melakukan pemeriksaan dan memonitor 57 4.18 3
kondisi pasien
6 Perawat mampu berkomunikasi baik dengan tim 57 4.05 4
kerja (dokter,perawat lain, fisioterapi)
16 Perawat mampu bekerjasama dengan tim 57 4.05 4
kesehatan lainya
4 Perawat mampu berbicara dengan bahasa yang 57 4.02 5
mudah dimengerti oleh pasien dan keluarga pasien
13 Perawat bertanggungjawab terhadap pasien 57 4.02 5
14 Perawat melibatkan pasien dan keluarga pasien 57 4.02 5
dalam proses perawatan
19 Perawat memberika penjelasan terhadap prosedur 57 4.02 5
atau tindakan yang akan dilakukan
1 Perawat memberikan perlindungan dan keamanan 57 3.98 6
kepada pasien
15 Perawat menggunakan alat-alat/ material medis 57 3.98 6
secara hati-hati
18 Perawat mengajarkan kepada pasien dan relasi 57 3.98 6
pasien tentang pemulihan kesehatan pasien
5 Perawat mau mendengarkan 57 3.89 7
pernyataan/pertanyaan yang disampaikan oleh
pasien dan keluarga pasien
20 Perawat mampu menjelaskan dan memberikan 57 3.89 7
informasi yang dibutuhkan pasien
8 Perawat mampu menjawab pertanyaan yang 57 3.88 8
diberikan pasien/keluarga pasien
21 Perawat memiliki pengetahuan dalam bidang 57 3.86 9
ilmunya
17 Perawat melakukan perencanaan dengan pasien 57 3.81 10
dalam proses perawatan
3 Perawat melakukan tindakan dengan tidak ragu- 57 3.75 11
ragu
7 Perawat memberikan masukan terhadap masalah 57 3.74 12
kesehatan fisik, mental, sosial, spiritual
9 Perawat melakukan pengambilan keputusan sesuai 57 3.68 13
kebutuhan pasien
12 Perawat membela kepentingan pasien 57 3.68 13
22 Perawat memiliki pengetahuan diluar bidang 57 3.33 14
ilmunya
Nilai Rata-rata Total Pernyataan 3.94

perawat dalam bentuk pelayanan keterampilan mengkaji dan


profesional bersifat kolaboratif intervensi, keterampilan komunikasi,
dengan klien dan tenaga kesehatan keterampilan berpikir kritis,
lain dalam memberikan asuhan keterampilan kepedulian sosial dan
keperawatan sesuai lingkup relasi sosial, keterampilan
wewenang dan tanggung jawabnya. manajemen, keterampilan
Lenburg dalam Widyarini (2005) kepemimpinan, keterampilan
membagi keterampilan menjadi pengajaran, dan keterampilan
delapan sub keterampilan yaitu: mengintegrasikan pengetahuan.

78 | Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015


Persepsi pasien terhadap kompetensi profesional perawat

Persepsi pasien terhadap keterampilan Bandung memiliki kepedulian terhadap


mengkaji dan intervensi perawat termasuk sesama dan menjalin relasi yang baik
dalam interpretasi baik. Hal ini menunjukan ketika memberikan pelayanan kesehatan.
bahwa perawat di Rumah Sakit Advent Dalam Watsons theory of human caring
Bandung memiliki keterampilan dalam and subjective living e Advent periences
melakukan pengkajian dan memberikan (2007) kepedulian perawat adalah upaya
intervensi kepada pasien. Keterampilan untuk melindungi, meningkatkan dan
mengkaji dan intervensi dapat dilihat dari menjaga status kesehatan seseorang tetap
hasil pelayanan kesehatan yang dilakukan dalam kondisi sehat. Caring adalah
perawat dengan melihat kondisi pasien hubungan yang diperlukan antara pemberi
sebelum dan sesudah pemberian intervesi. dan penerima asuhan keperawatan untuk
Keterampilan mengkaji dan intervensi meningkatkan dan melindungi pasien, yang
mencakup beberapa contoh skills yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan
diungkapkan dalam The COPA Model- pasien untuk sembuh (Watson, 2007).
Lenburg, yaitu pengumpulan data dan Perry dan Potter (2005) menambahkan
memonitor, pengkajian fisik dan keberhasilan pelayanan kesehatan
therapeutic treatment keadaan pasien. dipengaruhi oleh peran perawat dalam
Dalam Undang-Undang No. 36 Tahun memberikan pelayanan keperawatan yang
2009 salah satu hak pasien adalah berkualitas pada pasien sehingga perawat
memperoleh informasi yang benar dan harus mengembangkan kemampuan
lengkap tentang keadaan dirinya. Dengan kognitif, sikap dan perilaku yang
keterampilan pengkajian dan intervensi pelaksanaannya mencerminkan perilaku
yang dimiliki perawat, hak pasien untuk caring (pedulian sosial).
memperoleh informasi tentang keadaan
dirinya akan terpenuhi. Persepsi pasien terhadap keterampilan
manajemen termasuk dalam interpretasi
Persepsi pasien terhadap keterampilan baik. Hal ini menunjukkan bahwa perawat
komunikasi perawat termasuk dalam di Rumah Sakit Advent Bandung memiliki
interpretasi baik. Hal ini menunjukkan keterampilan dalam manajemen/
bahwa perawat di Rumah Sakit Advent mengelola pekerjaan dengan baik. Ini
Bandung memiliki keterampilan dalam dapat dilihat dari pengelolaan tugas dan
berkomunikasi dengan pasien, keluarga tanggung jawab masing-masing perawat
dan tim kerja yang baik. Komunikasi yang sesuai dengan tingkatannya seperti head
dilakukan perawat tidak hanya secara nurse, medicine nurse, general nurse.
verbal namun juga respon perawat dalam Menurut Swansburg dalam Mayasari
mendengarkan apa yang menjadi keluhan (2009) secara operasional manajemen
pasien dan keluarga. Menurut Rahman, A., keperawatan merupakan bentuk
(2013) komunikasi dalam bidang kepemimpinan dan pengelolaan oleh
keperawatan merupakan proses untuk departemen/devisi/bidang/seksi
menciptakan hubungan antara tenaga keperawatan melalui tiga tingkatan
kesehatan dan pasien untuk mengenal manajerial yaitu manajemen puncak,
kebutuhan pasien dan menentukan manajemen menengah, dan manajemen
rencana tindakan serta kerjasama dalam bawah. Dalam pelaksanaannya manajer
memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh keperawatan harus memiliki beberapa
karena itu dengan keterampilan faktor yaitu: 1. Kemampuan menjalankan
komunikasi yang dimiliki perawat di Rumah peran sebagai pemimpin, 2. Kemampuan
Sakit Advent Bandung akan sangat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
membantu dalam proses kesembuhan (pengorganisasian dan pengawasan), dan
pasien. 3. Kemampuan menerapkan pengetahuan.

Pernyataan tentang persepsi pasien Persepsi pasien terhadap keterampilan


terhadap keterampilan kepedulian sosial kepemimpinan termasuk dalam interpretasi
dan relasi sosial termasuk dalam baik. Hal ini menujukkan bahwa perawat di
interpretasi baik. Hal ini menunjukkan Rumah Sakit Advent Bandung memiliki
bahwa perawat di Rumah Sakit Advent keterampilan dalam memimpin atau

Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015 79


Meida Agnes Wijaya, Gilny Aileen Rantung

menjadi leader antar sesama tim kerja, dalam memberikan pelayanan kesehatan
pasien atau relasi pasien. Menurut kepada pasien sudah memiliki delapan
Nurahmah (2005) kepemimpinan dalam kompetensi profesional yang seharusnya
keperawatan merupakan kemampuan dan dimiliki perawat. Persepsi pasien terhadap
keterampilan seorang manajer kompetensi profesional perawat masuk ke
keperawatan dalam mempengaruhi dalam interpretasi baik yang artinya
perawat lain dibawah pengawasannya perawat dalam memberikan pelayanan
untuk melaksanakan tugas dan kesehatan kepada pasien sudah memiliki
tanggungjawab dalam memberikan delapan kompetensi profesional yang
pelayanan keperawatan sehingga tujuan seharusnya dimiliki perawat. Strandar
keperawatan tercapai. Pemberian Kompetensi Perawat Indonesia (2005) oleh
pelayanan keperawatan merupakan suatu PPNI (Persatuan Perawat Nasional
kegiatan yang komplek dan melibatkan Indonesia) mendefinisikan perawat
berbagai individu. Agar tujuan keperawatan profesional adalah tenaga yang profesional
tercapai diperlukan kegiatan dalam yang mandiri, bekerja secara otonom dan
menerapkan keterampilan kepemimpinan. berkolaborasi dengan yang lain. Dalam
mencapai perawat yang profesional
Persepsi pasien diatas keterampilan dibutuhkan kompetensi-kompetensi yang
pengajaran termasuk dalam interpretasi diharapkan dimiliki oleh individu yang
baik. Hal ini menunjukkan bahwa perawat bekerja di bidang pelayanan kesehatan.
di Rumah Sakit Advent Bandung memiliki Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 salah
keterampilan dalam memberikan satu hak pasien adalah memperoleh
pengajaran kesehatan atau tindakan dalam layanan kesehatan yang bermutu sesuai
proses penyembuhan kepada pasien atau dengan standar profesi dan standar
relasi pasien. Dalam Simamora (2009) prosedur operasional. Hak tersebut
Peran perawat sebagai edukator yaitu menuntut perawat untuk memiliki
memberikan informasi, pengajaran, kompetensi dalam memberikan pelayanan
pelatihan, arahan dan bimbingan kepada kesehatan yang bermutu.
pasien maupun keluarga pasien dalam
mengatasi masalah kesehatan. Perawat Berdasarkan hasil analisis data persepsi
yang tidak menyampaikan pengajaran pasien, ditemukan bahwa butir yang paling
kepada pasien akan menyebabkan pasien dominan adalah perawat menghargai
merasa tidak aman (Sukesi, 2011). budaya atau agama yang dimiliki pasien.
Butir ini termasuk dalam keterampilan
Persepsi pasien terhadap keterampilan kepedulian sosial dan relasi sosial. Hal ini
mengintegrasikan pengetahuan termasuk menunjukkan bahwa perawat memiliki
dalam interpretasi baik. Hal ini menujukkan keterampilan kepedulian sosial dan relasi
bahwa perawat di Rumah Sakit Advent sosial terhadap pasien yang sangat tinggi.
Bandung memiliki keterampilan Ini sesuai dengan pernyataan Lenburg
mengintegrasikan pengetahuan yang dalam Widyarini (2005) bahwa sub
dimilikinya kepada pasien dan relasi keterampilan dari kepedulian sosial salah
dengan baik. Menurut The COPA Model satunya adalah penghargaan terhadap
(Lenburg et al., 2009) keterampilan budaya. Dengan adanya keterampilan
mengintegrasikan pengetahuan adalah kepedulian sosial (menghargai budaya/
perawatan yang berdasar pada agama) hak pasien (Undang-Undang No.
pengetahuan dan standar perawatan 44 Tahun 2009) untuk memperoleh
dalam pengambilan keputusan tindakan. layanan tanpa diskriminasi akan terpenuhi.
Dengan kemampuan perawat dalam
mengintegrasikan pengetahuannya, Sedangkan butir yang kurang dominan
pasien akan dengan mudah mendapatkan adalah Perawat memiliki pengetahuan
informasi yang dibutuhkannya. diluar bidang ilmunya (ilmu sosial, politik).
Butir ini termasuk dalam keterampilan
Persepsi pasien terhadap kompetensi mengintegrasikan pengetahuan. Hal ini
profesional perawat masuk ke dalam menunjukkan bahwa perawat belum
interpretasi baik yang artinya perawat sepenuhnya terpapar dengan

80 | Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015


Persepsi pasien terhadap kompetensi profesional perawat

pengetahuan-pengetahuan umum atau Bandung termasuk dalam interpretasi


diluar bidang ilmunya. Menurut Lenburg baik.
dalam Widyarini (2005) keterampilan
mengintegrasikan pengetahuan memiliki 9. Persepsi pasien terhadap kompetensi
sub keterampilan salah satunya adalah profesional perawat di Rumah Sakit
mengintegrasikan pengetahuan ke seni Advent Bandung termasuk dalam
liberal, ilmu-ilmu alam, sosial dan politik. interpretasi baik.
Dengan pengetahuan diluar bidang
ilmunya, perawat dapat dengan mudah 10. Butir yang dipersepsikan paling
melakukan pendekatan dan memberikan dominan adalah butir pernyataan
informasi yang luas kepada pasien. perawat menghargai budaya/agama
yang dimiliki pasien. Butir tersebut
termasuk kedalam keterampilan
KESIMPULAN kepedulian sosial dan relasi sosial.
Sedangkan butir yang dipersepsikan
1. Persepsi pasien terhadap keterampilan kurang dominan adalah butir
mengkaji dan intervensi perawat di pernyataan perawat memiliki
Rumah Sakit Advent Bandung pengetahuan di luar bidang ilmunya.
termasuk dalam interpretasi baik. Butir tersebut termasuk dalam
keterampilan mengintegrasikan
2. Persepsi pasien terhadap keterampilan pengetahuan.
komunikasi perawat di Rumah Sakit
Advent Bandung termasuk dalam
interpretasi baik. DAFTAR PUSTAKA

3. Persepsi pasien terhadap keterampilan Hantiantoro. 2012. Perawat Dimata Media.


berpikir kritis perawat di Rumah Sakit [ONLINE]. Available:
Advent Bandung termasuk dalam http://kesehatan.kompasiana.com/alter
interpretasi baik. natif/2012/09/22/perawat-di-mata-
media-489180.html. [08 Oktober 2014].
4. Persepsi pasien terhadap keterampilan
kepedulian sosial dan relasi sosial Kusnanto. 2004. Pengantar Profesi dan
perawat di Rumah Sakit Advent Praktik Keperawatan Profesional.
Bandung termasuk dalam interpretasi Jakarta:ECG.
baik.
Lenburg, C.B, Klein, C., Abdur-Rahman,
5. Persepsi pasien terhadap keterampilan V., Spencer, T., Boyer, S. 2009. The
manajemen perawat di Rumah Sakit Copa Model: A Comprehensive
Advent Bandung termasuk interpretasi Framework Designed to Promote
baik. Quality Care and Competence for
Patient Safety. Nursing Education
6. Persepsi pasien terhadap keterampilan Perspective. 30:5.
kepemimpinan perawat di Rumah Sakit
Advent Bandung termasuk interpretasi Manahan, S.E. 2008. Environmental
baik. Chemistry. 5th Ed. Lewis Publisher.
Michigan.
7. Persepsi pasien terhadap keterampilan
pengajaran perawat di Rumah Sakit Mayasari, A, 2009. Analisis Pengaruh
Advent Bandung termasuk dalam Persepsi Faktor Manajemen
interpretasi baik. Keperawatan Terhadap Tingkat
Kepuasan Kerja Perawat Di Ruang
8. Persepsi pasien terhadap keterampilan Rawat Inap RSUD Kota Semarang
mengintergrasikan pengetahuan [JURNAL]. Universitas Diponegoro:
perawat di Rumah Sakit Advent Semarang.

Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015 81


Meida Agnes Wijaya, Gilny Aileen Rantung

Muninjaya, A.A., 2004. Survey Kepuasan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009


Pengguna Jasa Pelayanan Kesehatan Tentang Hak Pasien.
Perjan RS Sanglah Denpasar. Jurnal
Manajemen Pelayanan Kesehatan 07 Watson, J. 2007. Watsons Theory of
(03). Human Caring and Subjective Living
Experience. University of Colorado
Nurahma, E. 2005. Leadership dalam Denver and Health Sciences Center.
Keperawatan. Artikel FK UI, Tidak (http://www.scielo.br/pdf/tce/v16n1/a16
diterbitkan. v16n1.)

Peluw, Zulfikar. 2007. Hubungan Tingkat Widyarini, N. 2005. Makna Profesionalisme


Kepentingan dan Persepsi Masyarakat Perawat Dalam Perspektif Pasien
Terhadap Pelayanan Kesehatan (Pendekatan Kualitatif). [JURNAL].
Dengan Minat Pemanfaatan Rumah Fakultas Psikologi. Universitas
Sakit Umum Al-fattah Kota Ambon. Gunadarma: Jakarta.
[TESIS]. Magister. Fakultas Ilmu
Keperawatan. Tidak Dipublikasikan. Wulandari, Elisabeth P. 2012. Hubungan
http://mirror1.poltekkes- Kepuasan Pasien Rawat Jalan dan
malang.ac.id/jurnal/20090306.pdf. [15 Tingkat Loyalitas Pasien di Poli
Oktober 2014] Kebidanan Siloam Hospital. [SKRIPSI].
Program Studi Kesehatan Masyarakat.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Universitas Esa Unggul: Jakarta.
2005. Standar Kompetensi Perawat
Indonesia. Bidang Organisasi PP-
PPNI: Jakarta.

Potter, P.A., & Perry, A.G., 2005. Buku Ajar


Fundamental Keperawatan: konsep,
proses dan praktik (YasminAsih, dkk,
Penerjemah). Edisi 4, Jakarta: EGC.

Rahman, A. 2013. Komunikasi Terapeutik


Perawat Dalam Memotivasi
Penyembuhan Pecandu Narkoba Dan
Zat Adiktif. [JURNAL]. Universitas
Komputer: Bandung.

Ramlibidullah. 2010. Menejemen Mutu


Pelayanan Kesehatan. Jakarta:
Airlangga: Rineka Cipta.

Simamora, R.A. 2009. Buku Ajar


Pendidikan dalam Keperawatan.
Jakarta: EGC.

Sukesi, N. 2011. Hubungan Caring


Perawat dengan Pemenuhan Rasa
Aman Pasien di Ruang Rawat Inap Rs
Islam Sultang AGung Semarang tesis.
Jakarta: Universitas Indonesia.

Undang-Undang No. 36 Tahun 2009


Tentang Kesehatan

82 | Jurnal Skolastik Keperawatan Vol.1, No. 1 Jan Jun 2015