You are on page 1of 4

Standar Akuntansi Keuangan, aturan akuntansi yang berlaku di tanah air, mewajibkan aset agar disajikan

dalam laporan keuangan (neraca). SAK mengatur secara sistematis dalam penyajian aset perusahaan di
neraca agar lebih mudah dipahami sebagai dasar pengambilan keputusan pengguna neraca. Pengaturan
yang dimaksudkan untuk memudahkan itu ialah dengan penggolongan aset dalam 2 jenis kategori
utama: lancar dan tidak lancar.
Definisi aset lancar ialah aset cair atau likuid yang di dalam berjalannya bisnis dicairkan menjadi kas
paling lama satu tahun. Aset lancar misalnya adalah kas, piutang dagang, barang dagang, dan
sebagainya. Piutang dagang adalah aset lancar karena dalam praktik bisnis yang wajar dilunasi kurang
dari 1 tahun. Barang dagang dimaksudkan untuk dijual guna menghasilkan kas. Barang dagang dengan
demikian adalah aset lancar atau likuid.
Aset lancar diperlukan sebagai aset operasi yang berguna untuk mengerakkan usaha. Ia berperan
sebagai modal kerja sebuah usaha. Aset jenis ini siap digunakan kapan saja. Bila aset lancar habis,
kegiatan sehari-hari sebuah perusahaan bisa terhambat. Bahan baku bisa tidak terbeli karena tiadanya
uang tunai untuk mendapatkannya.
Sementara itu, aset tak lancar adalah aset yang umur ekonomisnya lebih dari satu tahun. Contoh aset
tak lancar ialah tanah, bangunan mesin dan sejenisnya. Usia kegunaan ekonomis aset tak lancar
biasanya melampaui jangka satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual.
Aset tak lancar memiliki kekuatan ekonomi yang lebih baik untuk tidak hanya sekarang tetapi juga masa
datang, sehingga perusahaan bisa bertahan lebih baik. Wujud aset tak lancar biasanya adalah pabrik,
bangunan, produk properti, dan sebagainya. Aset ini tidak mudah dijual tetapi nilainya sangat tinggi, bila
dibandingkan dengan aset lancar.
Mengapa pengelompokan aset menjadi dua seperti ini diperlukan? Itu agar kondisi bisnis Anda yang
sebenarnya bisa diketahui. Dengan mengetahui kondisi keuangan bisnis seakurat mungkin, langkah yang
akan diambil selanjutnya dalam menggerakkan bisnis juga bisa ditempuh dan pada saat yang sama akan
mengurangi risiko salah langkah. (berbagai sumber/*Akhlis)
Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar
Posted by' Admin onSeptember 8, 2012

Musim penghujan, rumah anda belum ada kanopinya? Lihat => Harga Kanopi

Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar


Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva lancar dan
aktiva tidak lancar. Sebelum lebih jauh kita bicara tentang Aktiva Lancar dan Aktiva tidak
Lancar alangkah baiknya kita lihat dulu pengertian aktiva. Aktiva adalah sumber daya yang
dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomis di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan.

1. Pengertian Aktiva Lancar


Pengertian Aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber-sumber yang
diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus usaha
perusahaan yang normal atau dalam waktu satu tahun, mana yang lebih lama.

Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah:

1. Kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan.
2. Investasi jangka pendek (surat berharga atau marketable securities) adalah investasi yang
sifatnya sementara dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang untuk sementara
belum dibutuhkan dalam operasi
3. Piutang wesel, adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang dinyatakan dalam suatu
wesel atau perjanjian yang diatur dalam undang-undang, karena itu, wesel mempunyai
kekuatan hukum dan lebih terjamin perluasannya dan dapat diperjualbelikan atau
didiskontokan.
4. Piutang dagang, adalah tagihan kepada pihak lain (kepada kreditur atau langganan)
sebagai akibat dari adanya penjualan dagang secara kredit.
5. Persediaan, adalah semua barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca
masih di gudang atau belum laku di jual.
6. Piutang penghasilan atau penghasilan yang masih harus diterima adalah penghasilan yang
sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa atau prestasinya
tetapi belum diterima pembayarannya.
7. Persekot atau biaya dibayar di muka, adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa atau
prestasi dari pihak lain tetapi pengeluaran itu belum jadi biaya atau jasa/prestasi pihak
lain belum dinikmati oleh perusahaan pada periode ini melainkan pada periode
berikutnya.

Baca Pengertian Sistem Pengendalian Intern


2. Pengertian Aktiva Tidak Lancar
Pengertian Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen
atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak habis dalam
satu kali perputaran operasi perusahaan).

Yang termasuk kelompok aktiva tidak lancar adalah:

1. Investasi jangka panjang, bagi perusahaan yang cukup besar dalam arti mempunyai
kekayaan atau modal yang cukup atau sering melebihi dari yang dibutuhkan, maka
perusahaan ini dapat menanamkan modalnya dalam investasi jangka panjangnya di luar
usaha pokoknya. Investasi ini dapat berupa saham dari perusahaan, aktiva tetap yang
tidak ada hubungannya dengan perusahaan. Tujuannya adalah:
o Untuk dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan atau kegiatan
perusahaan ini.
o Untuk memperoleh pendapatan yang tetap secara terus menerus
o Untuk membina hubungan baik dengan perusahaan lain
o Dan lain-lain.
2. Aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisiknya merupakan syarat
lain untuk dapat diklasifikasikan sebagai aktiva tetap selain aktiva itu dimiliki
perusahaan, juga harus digunakan dalam operasi yang bersifat permanen (aktiva tersebut
mempunyai umur kegunaan jangka panjang atau tidak akan habis dalam satu periode
kegiatan perusahaan.
3. Aktiva tetap tidak berwujud adalah kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak
tampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan
untuk digunakan dalam perusahaan.

Read more: Aktiva Lancar dan Aktiva Tidak Lancar | Ilmu Akuntansi
http://ilmuakuntansi.web.id/aktiva-lancar-dan-aktiva-tidak-lancar/