You are on page 1of 20

BAB1

TINJAUAN TEORI

1.1 Tinjauan Medis Hipertensi


1.1.1 Pengertian
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan
darah diastolik 90 mmHg atau bila pasien memakai obat anti hipertensi
(Arif Mansjoer, 2001; 518).
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten
dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di
atas 90 rnmHg (Smeltzer, 2001; 896)
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan yang lebih tinggi dan
140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai
rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna (Marilyn
E. Doengoes, 1999 ; 39).
Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darah sama dengan atau
di atas 160/95 mmHg, sedangkan tekanan darah di antara normotensi dan
hipertensi disebut Bordeyline Hipertension (WHO, 1987).

1.1.2 Etiologi
Berdasarkan penyebabnya Hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1) Hipertensi esensial atau hipertensi primer yaitu hipertensi yang tidak
diketahui penyebabnya disebut juga hipertensi idiopatik. Banyak faktor
yang mempengaruhinya seperti : genetic, lingkungan hiperaktivitas
susunan.
2) Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. Penyebab spesifiknya
diketahui seperti penggunaan esterogen, penyakit ginjal, hipertensi
vaskuler renal dan hipertensi berhubungan dengan kehamilan
(ArifMansjoer, 2001; 158).
1.1.3 Fisiologi
Perubahan tekanan terjadi dalam kamar jantung selama siklus jantung
dimulai dengan diastolic saat ventrikel berelaksasi. Selama diastolic katub
arterioventrikularis terbuka dan darah mengalir ke atrium kemudian ke
ventrikel. Akhir periode diastolic otot atrium akan berkontraksi sebagai
respon dari nodus SA sehingga menimbulkan peningkatan tekanan di dalam
atrium dan mendorong darah ke vertrikel, sehingga tekanan darah di dalam
ventrikel bertambah 15 % - 25 %. Pada titik ini ventrikel dengan cepat
meningkat, mendorong katub AV menutup dan katub pulmonalis dan aorta
terbuka dan darah dipompa ke arteri pulmonalis dan ke aorta.
Keluar darah mula-mula cepat, ketika tekanan masing-masing
ventrikel dan arteri mendekati keseimbangan aliran darah secara bertahap
melambat. Pada saat berakhirnya sistolik, otot ventrike1 berelaksasi dan
tekanan dalam kamar menurun dengan cepat. Sehingga mengakibatkan darah
mengalir balik dan arteri ke ventrikel yang mendorong katub semiluner.
Untuk menutup secara bersamaanbegitu tekanan di dalam ventrikel menurun
drastis sampai di bawah tekanan atrium nodus AV akan membuka ventrikel
mulai terisi urutan terjadi berulang lagi (Smeltzer dan Bare, 2001).
1.1.5 Klasifikasi
1) Normotensi
Jika tekanan sistolik < 140 mmHg dan diastolic <90 mmHg
2) Hipertensi ringan
Jika tekanan darah sistolik 140-180 mmHg dan diastolic 90-105 mmHg
3) Hipertensi perbatasan
Jika tekanan darah sistolik 140-160 mmHg dan diastolic 90-95 mmHg
4) Hipertensi sedang dan berat
Jika TD sistolik > 180 mmHg dan diastolic > 105 mmHg
5) Hipertensi sistolik terisolasi
Jika tekanan darah > 140 mmHg dan diastolic < 90 mmHg
6) Hipertensi sistolik perbatasan
Jika tekanan darah sistolik 140-160 mmHg dan sistolik < 90 mmHg

1.1.6 Manifestasi Klinis


Menurut Arif Mansjoer (2001; 518), manifestasi Klinis hipertensi adalah
1) Peningkatan TD
2) Sakit kepala, rasa berat di tekuk
3) Marah
4) Epistaksis
5) Telinga berdengung
6) Sukar tidur
7) Mata berkunang-kunang
8) Pusing

1.1.7 Pemeriksaan Penunjang


Menurut Arif Mansjoer (2001;518), pemeriksaan penunjang hipertensi
Adalah :
1) Pemeriksaan urinalisa (protein urine 24 jam)
2) Darah perifer Iengkap (kolestrol, LDL)
3) Pemeriksaan kimia darah meliputi fungsi ginjal dan elektrolit serum
4) Pemeriksaan klirens kreatinin
5) Pemeriksaan TSH
6) Echokardiografi

1.1.8 Penatalaksanaan
1) Pencegahan
(1) Mengatur TD secara teratur
(2) Jangan lupa mengkonsumsi obat sesuai aturan dokter
(3) Mengontrol BB
(4) Tidak mengkonsumsi garam berlebihan
(5) Makan makanan rendah lemak
(6) Berhenti merokok
(7) Latihan fisik sesuai anjuran dokter
(8) Mengatasi kehidupan secara normal dan sehat
2) Pengobatan
Non farmakologi
(1) Menurunkan BB, karena obesitas dapat meningaktkan tonus
simpatis sehingga menyebabkan peningkatan TD
(2) Pengurangan asupan garam, karena pengurangan natrium dapat
menurunkan TD
(3) Olah raga teratur dapat menurunkan BB sehingga dapat
menurunkan TD
(4) Mendiskusikan faktor-faktor resiko : merokok, alcohol dan stress
(5) Diet rendah lemak darah
Farmakologi
(1) Upaya penurunan TD dicapai dengan pengurangan obat anti
hipertensi
(2) Pengobatan hipertensi ditujukan untuk menurunkan TD dengan
harapan memperpanjang umur dan mengurangi komplikasi
(3) Obat anti hipertensi memberi kesempatan pada tubuh untuk
menyesuaikan dengan yang mungkin memerlukan waktu
mengendalikan TD

1.2 Tinjauan Asuhan Keperawatan


1.2.1 Pengkajian
1.2.1.1 Anamnesa
1) Aktivitas fisik
Gejala : Kelemahan, letih, napas pendek, gaya hidup monoton
2) Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi, aterosklerosis, PJK dan penyakit
serebrovaskuler
3) Integritas Ego
Gejala : Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi,
eufonia atau marah kronik, faktor-faktor stress multiple
4) Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal saat ini dan yang lalu
5) Makanan atau cairan
Gejala : Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan
yang tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol, mual muntah,
perubahan berat badan akhir-akhir ini, riwayat penggunaan
diuretic
6) Neurosensori
Gejala : Keluhan pusing atau pening, berdenyut, sakit kepala
suboksipital, episode bebas dan atau kelemahan, pada satu sisi
tubuh, gangguan penglihatan, espide epistaksis
7) Nyeri atau ketidaknyamanan
Gejala : Angina, nyeri hilang timbul pada tungkai atau
klausiokasi, sakit kepala oksipital berat seperti yang pemah
terjadi sebelumnya, nyeri abdomen atau massa (feokromasitoma)
8) Pernafasan
Gejala : Dispnea, berkaitan dengan aktivitas kerja, takipnea,
ortopnea, dispnea noktural, aproksimal, batuk dengan atau tanpa
sputum
9) Keamanan
Gejala : Episode parastesia unilateral transien hipotensi postural

1.2.1.2 Pemeriksan Fisik


1) Aktivitas atau istirahat
Tanda : Sakit kepala, epistaktis, pusing, migren, gangguan
penglihatan, gangguan neurology, gagal jantung
2) Sirkulasi
Tanda : Peningkatan TD, hipotensi postural, nadi,
denyutan jelas pada karotis jugularis radialis,
perubahan denyutan, denyut apical ; PMI
kemungkinan bergeser dan atau sangat kuat atau
frekuensi atau irama
3) Integritas Ego
Tanda : Letupan suasana hati, gelisah, penyempitan
kontinu perhatian, tangisan yang mendadak
4) Makanan atau cairan
Tanda : BB normal atau obesitas, adanya edema
5) Neurosensori
Tanda : Status mental, perubahan ketajaman orientasi, pola
atau isi bicara, efek, proses pikir atau memori
Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman
turgor, perubahan ratiral optik ; dan sclerosis atau
penyempitan arteri ringan sampai berat
6) Keamanan
Tanda : Episode parastesi unilateral transien, hipotensi
postural
1.2.2 Rencana Asuhan Keperawatan
1.2.2.1 Diagnosa Keperawatan 1
Risiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan
peningkatan vasokonstriksi
1) Tujuan
Setelah dilakukan intervensi tidak terjadi penurunan curah
jantung dengan kriteia hasil : Tekanan darah dalam rentang
individu yang dapat diterima, suhu dalam batas normal,
memperlihatkan irama dan frekuensi jantung dalam rentang
normal pasien, pasien dapat menjalankan diet hipertensi, pasien
banyak rileks
2) Intervensi dan rasional:
(1) Pantau tekanan darah
R : Perbandingan daii tekanan memberikan gambaran
dengan lebih Iengkap lentang keterlibatan atau bidang
masalah vaskuler
(2) Catat keberadaan, kualitas denyut sentral dan perifer
R : Denyutan karotis, jugularis, radialis dan femoralis,
mungkin teramati
(3) Amati warna ku1it kelemahan, suhu dan masa pengisian
kapiler
R : Adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian
kapiler lambat mungkin perbaikan dengan vasokontriksi
(4) Catat edema umum
R : Dapat mengidentifikasi gagal jantung, kerusakan ginjal
atau vaskuler
(5) Berikan lingkungan terang, nyaman, kurangnya aktifitas
R : Membantu untuk menurunkan rangsang simpatis,
meningkatkan relaksasi
(6) Pertahankan pembatasan aktifitas seperti istirahat di tempat
tidur
R : Menurunkan stress dan bertegangan dengan
mempengaruhi TD dan perjalanan penyakit Hipertensi
(7) Lakukan tindakan-tindakan dengan nyaman, seperti pijatan
punggung dan otot
R : Mengurangi ketidaknyamanan dan dapat menurunkan
rangsang sirnpatis
(8) Anjurkan untuk teknik relaksasi
R : Dapat menurunkan rangsangan sehingga akan
menurunkan tekanan darah
(9) Berikan obat-obat sesuai indikasi dokter
Inhibitor simpatis, missal : V block
R : Secara umum menurunkan TD melalui efek kombinasi
penurunan tahanan total perifer
(10) Berikan pembatasan cairan dan diet sesuai indikasi
R : Pembatasan ini dapat menangani retensi cairan dan
respon hipertensi dan demikian menurunkan beban
kerja jantung

1.2.2.2 Diagnosa Keperawatan II


Nyeri (akut) sakit kepala berhubungan dengan peningkatan
tekanan vaskuler serebral dengan ditandai dengan melaporkan
tentang nyeri berdenyut dengan terletak pada region sub oksipital
terjadi pada saat tangan dan hilang secara spontan setelah beberapa
waktu berdiri, segan untuk menggerakkan kepala, menggaruk kepala,
menghindari sinar matahari atau lampu terang dan keributan,
mengkerutkan kening, menggenggam tangan, melaporkan tekanan
leher, pusing, penglihatan kabur, mual dan muntah
1) Tujuan :
Setelah dilakukan intervensi nyeri hilang atau berkurang dengan
kriteria hasil: melaporkan nyeri atau ketidaknyamanan hilang
atau terkontrol, mengungkapkan metode dengan memberikan
pengurangan, mengikuti farmakologi dengan diresepkan
2) Intervensi dan rasional:
(1) Mempertahankan tirah baring selama fase akut
R : Meminimalkan stimulus atau meningkatkan relaksasi
(2) Meminimalkan aktivitas yang dapat meningkatkan rasa sakit,
misal: mengejan saat BAB
R : Aktifitas yang meningkat menyebabkan sakit kepala
karena adanya peningkatan tekanan vaskuler
(3) Bantu pasien ambulasi sesuai kebutuhan
R : Pusing dan penglihatan kabur sering berhubungan
dengan sakit kepala
(4) Berikan cairan dan makanan dengan lunak
R : Meningkatkan kenyamanan umum
(5) Kolaborasi dengan dokter (analgesik)
R : Menurunkan atau mengontrol nyeri dan menurunkan
rangsangan saraf simpatik

1.2.2.3 Diagnosa Keperawatan 3


Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan
antara suplai dan keluhan oksigen yang ditandai dengan laporan
verbal tentang ke1etihan atau kelemahan, frekuensi jantung atau
respons TD terhadap aktivitas abnormal, rasa ketidaknyamanan saat
bergerak atau dispnea, perubahan-perubahan EKO mencerminkan
iskemia disritmia
1) Tujuan :
Setelah dilakukan intervensi pasien dapat berpartisipasi
dalam aktivitas yang diinginkan dan kriteria hasil melaporkan
peningkatan dalam toleransi aktifitas yang dapat diukur,
menunjukkan penurunan dalam tanda-tanda intoleransi fisiologi
2) Intervensi dan Rasional
(1) Kaji respons pasien terhadap aktifitas
R : Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji
respon fisiologis terhadap stress aktifitas dan bila ada
merupakan indikator dan kelebihan kerja dengan
berkaitan dengan tingkat aktititas
(2) Instruksikan pasien tentang teknik penghematan energi,
misal : melakukan aktifltas dengan perlahan
R : Teknik menghemat energi mengurangi penggurangan
energi, juga membantu keseimbangan antara suplai dan
kebutuhan O2
3) Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas atau perawatan
diri bertahap jika dapat ditoleransi. Berikan bantuan sesuai
kbutuhan
R : Kemajuan aktifitas bertahap mencegah peningkatan
kerja jantung tiba-tiba, memberi bantuan hanya sebatas
kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam
melakukan aktiviias

1.2.2.4 Diagnosa Keperawatan 4


Perubahan nutnisi lebih dan kebutuhan tubuh berhubungan den
gan kebutuhan metabolic yang ditandal dengan berat badan 10% -
20% lebih dan ideal untuk tinggi dan bentuk tubuh, lipatan kulit
trisep lebih besar dan 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita
1) Tujuan :
Setelah diberikan intervensi pasien dapat rnenunjukkan
perubahan pola makan dengan kriteria hasil : mengidentifikasi
hubungan antara hipertensi dan kegemukan, pertahankan berat
badan yang diinginkan dengan pemeliharaan kasus optimal,
melakukan program olah raga dengan tepat
2) Intervensi dan Rasional
(1) Kaji pemahaman pasien tentang hubungan langsung antara
hipertensi dan kegemukan
R : Kegemukan adalah risiko tarnbahan pada tekanan darah
tinggi
(2) Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi
masukan lemak dan garam, gula sesuai indikasi
R : Kesalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya
aterosklerosis dan kegemukan
(3) Tetapkan keinginan pasien penurunan berat badan
R : Mengidentifikasi kekuatan atau kelemahan program diet
terakhir
(4) Dorong pasien untuk mempertahankan masukan makanan
harian
R : Memberikan data dasar tentang keadekuatan nutrisi
dengan dimakan dan kondisi emosi saat makan
(5) Instruksikan data bantu memilih makanan yang tepat, hindari
makanan dengan kedarutan lemak tinggi kolesterol
R : Menghindari makanan lemak darah kolesterol penting
dan mencegah perkembangan aterogenis
(6) Kolaborasi dengan ahli gizi sesuai indikasi

1.2.3 Evaluasi
1) Tidak terjadi penurunan curah jantung
2) Nyeri hilang atau berkurang
3) Menunjukkan penurunan tanda-tanda intoleransi
4) Nutrisi terpenuhi secara adekuat
BAB II
TINJAUAN KASUS

A. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas Pasien
Nama : Ny. S
Umur : 57 Tahun
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Marital :-
Pendidikan : AUB ( Akademi Uang dan Bank )
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Asuransi : Pensiunan BRI
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Dsn. Banaran, Kec. Pesantren, Kediri
Tanggal Masuk : 05 Pebruari 2009
Tanggal Pengkajian : 06 Pebruari 2009
No. Register : 0901091
Diagnosa Medis : Hipertensi

b. Identitas Penanggung Jawab


Nama Penanggung : Ny. S
Hubungan dengan Pasien : Pasien
Alamat : Dsn. Banaran, Kec. Pesantren, Kediri
No. Telp : 0354 687634
Nomor Kartu Identitas :-
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama : Pasien mengeluh pusing cekot-cekot dirasakan sejak 3 4
hari yang lalu, skala nyeri 8, pusing dirasakan waktu
beraktivitas dan berkurang jika digunakan untuk tidur.

b. Riwayat Penyakit Sekarang :


Sejak tanggal 04 Pebruari 2009, pasien mengeluh pusing, pusing berkurang
jika dibuat tidur atau istirahat. Tanggal 05 Pebruari 2009 pagi pasien
mengeluh kepala pusing semakin hebat, mual, muntah, badan terasa lemah,
akhirnya tanggal 05 Pebruari 2009 dibawa ke UGD RS Baptis Kediri, pasien
rawat inap dengan diagnosa HT.

c. Riwayat Kesehatan Dahulu :


Pasien memiliki riwayat DM

d. Riwayat Kesehatan Keluarga :


Keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat hipertensi.

Genogram :

Keterangan : 5
6
= Perempuan 6
6
= Laki-laki 6
6
6
= Pasien 6
5 6
7 = Hubungan Perkawinan 6
6
6
= Hubungan Keturunan
7
= Meninggal

= Tinggal serumah
4. Data Penunjang (Pemeriksaan Diagnostik) :
o Pemeriksaan kimia darah tanggal 06 Pebruari
o Darah lengkap tanggal 06 Pebruari 2009
2009
BUN 15, 10 23 mg / dl WBC 8,1 K / ML 4,1 10,9 k/L
GDS 154 76 110 mg / dl LYM 3,0 36,8% t 0,6 - 41
Creatinine 1,00 0,5 1:1 mg / dl MID 0,6 7,6% G 0,0 1.8
+
Sodium (Na ) 138,2 136 146 mg / dl GRAN 4,5 55,6% G 2.0 7,8
Postassium (K+) 3,52 3,6 5.0 mg / dl RBC 5,82 m/ul 4,20 6,30 m/L
HGB 15,3 g/dl 12,0 18,0 g/dl
o Urine Lengkap tanggal 06 Pebruari 2009 HCT 45,0 % 37,0 51,0 %
Macroscopis Microscopis
MCV 77,4 Fl 80,0 97,0 Fl
- Warna : kuning - Eritrosit : 2 4
MCH 26,3 Pg 26,0 32,0 Pg
- Kejernihan : keruh - Lekosit : 25 35
MCHC 34,0 g/dl 31,0 36,0 g/dl
- Epithcells sedikit
RDW 14,6 % 11,5 14,5 %
PLT 286 k/L 140 440 k/L

5. Data Tambahan (Penatalaksanaan)


- Mastinon tab PO QID
- Prednison 7,5 mg PO BID
- Vometa I PO TID PRN
- Fluoxetin (Nopres) 20 mg PO Q H
- Nartinon I TID
- Aspilet 160 mg Q H
- HCT 12,5 mg PO Q H
- Tensivask 10 mg PO Q H
- Paracetamol II Pil PO Tid
- Angioten 50 mg PO Q H

2.2 ANALISA DATA


1. Analisa Data
Masalah Kolaboratif /
Data Etiologi
Keperawatan
DS : Pasien Mengatakan Peningkatan tekanan Nyeri akut b/d peningkatan
kepala pusing cekot- Vaskuler tekanan vascular serebral
cekot. ditandai dengan pasien
DO : - Pasien tampak mengatakan kepala pusing
memegangi cekot-cekot, pasien tampak
kepalanya memegangi kepalanya,
- Pasien tampak lemah pasien tampak lemah skala 8.
- Skala 8 TD = 160/100
- TD = 160/100

DS : Pasien mengalami Ketidak seimbangan Intoleransi aktivitas


pusing jika dibuat Antara suplai dan berhubungan dengan
beraktivitas Kebutuhan oksigen ketidakseimbangan antara
DO : - Pasien tampak suplai dan keluhan oksigen
lemah di ekstremitas ditandai dengan pasien
kanan pusing jika dibuat
- Pasien berbaring di beraktivitas, pasien tampak
tempat tidur lemah di ekstremitas kanan,
- Setiap pasien pasien berbaring ditempat
mengangkat kepala tidur setiap pasien
pasien menyeringai mengangkat kepala pasien
menahan pusing menyeringai menahan
pusing.

2.3 DIAGNOSA KEPERAWATAN


2. Daftar Masalah Kolaboratif / Diagnosa Keperawatan
Tanggal /
Tanggal /
Jam
No Jam Diagnosa Keperawatan
Teratasi
ditemukan

1. 06-02-2009 Nyeri akut b/d peningkatan tekanan vascular


serebral ditandai dengan pasien mengatakan kepala
pusing cekot-cekot, pasien tampak memegangi
kepalanya pasien tampak lemah, skala 8, TD =
160/100

2. 06-02-2009 Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara


suplai dan kebutuhan oksigen ditandai dengan
pasien pusing, jika dibuat beraktivitas, pasien
tampak lemah diekstremitas kanan, pasien
berbaring ditempat tidur, setiap pasien mengangkat
kepala pasien menyeringai menahan pusing.
C. PERENCANAAN
2.4 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN ( NCP / NURSING CARE PLANS )
MASALAH
TGL/JAM TGL/JAM/
KOLABORATIF / TUJUAN & KRITERIA
NO RENCANA RASIONAL /PARAF PARAF
DIAGNOSA HASIL DIMULAI DIHENTIKAN
KEPERAWATAN
1. Nyeri akut Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi TD 1.Sebagai parameter untuk
berhubungan pasien dapat 2.Mempertahankan tirah membantu dalam mengontrol
Dengan peningkatan mendemontrasikan baring selama vase akut tanda- tanda vital.
tekanan vaskuler perubahan nyeri dalam 3. Memberikan tindakan non 2. Meminimalkan stimulasi atau
serebral ditandai waktu 2 x 24 jam dengan farmakologi untuk peningkatan relaksi
dengan : pasien kriteria hasil : menghilangkan pusing misal 3. Tindakan dilakukan untuk
mengatakan kepala - Pasien mengatakan pusing pijatan kepala menurunkan tekanan vaskuler
pusing cekot-cekot, berkurang 4. Meminimalkan aktivitas serebral dan yang
skala 8, - Pasien dapat beristirahat yang dapat meningkatkan mempertahankan respon.
TD 160/100 dengan tepat rasa sakit, misal : Mengejan 4. Aktifitas yang meningkat
- Pasien dapat mengatakan saat BAB menyebabkan sakit kepala
nyeri dan 5. Kolaborasi dengan dokter : karena adanya peningkatan
ketidaknyamanan hilang - Angioten 50 mg PO QH tekanan vaskuler.
- Tensivask 10 mg PO QH 5.-Menghambat produksi
- V-Block 25 mg PO QH angiotensi I dan II pada ginjal
- ISDN 2 mg PO sehingga
2. Intoleransi Aktivitas Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi respons pasien 1. Menyebutkan parameter
berhubungan dengan pasien mampu melakukan terhadap aktifitas membantu dalam mengobservasi
ketidakseimbangan aktivitas sendiri secara 2. Instruksi pasien tentang respon Fisiologis terhadap stress
antara suplai dan optimal dalam waktu 2 x 24 teknik penghematan energi, aktifitas dan bila ada merupakan
kebutuhan oksigen jam dengan kriteria hasil : missal : melakukan aktifitas indicator dari kelebihan kerja yang
ditandai dengan : - Pasien dapat dengan perlahan berkaitan dengan tingkat aktifitas
pasien pusing jika berpartisipasi dalam 3. Berikan dorongan untuk 2. Mengurangi pengurangan
dibuat beraktivitas, aktivitas melakukan aktifitas atau energi, juga membantu
pasien tampak lemah - Pasien mengatakan perawatan diri terhadap jika keseimbangan antara suplai dan
di ekstremitas adanya peningkatan dapat kebutuhan O2
kanan,pasien dalam toleransi aktifitas 4. Kolaborasi dengan dokter 3. Mencegah peningkatan kerja
berbaring di tempat yang dapat di ukur dalam pemberian obat Mastion jantung tiba-tiba, memberikan
tidur, setiap pasien - Pasien menunjukkan tab PO QID bantuan hanya sebatas kebutuhan
mengangkat kepala penurunan dalam tanda- akan mendorong kemandirian
pasien menyeringai tanda intoleransi fisiologi dalam melakukan aktivitas.
menahan pusing. 4. Mastinon sebagai penghambat
asetil kolinesterase yang
meningkatkan kekuatan otot.
2.5 TINDAKAN KEPERAWATAN
TGL,
DIAGNOSA IMPLEMENTASI
JAM
06-02-2009 Nyeri Akut
08.00 am 1. Mengukur TD
09.00 am 2. Mempertahankan tirah baring sesuai dengan
kondisi pasien

10.00 am 1. Mengkaji keluhan nyeri kepala (pusing)


12.00 am yang dirasakan
2. Memberi obat Antihipertensi secara PO
(Angioten 50 mg, V-Block 25 mg, ISDN 5
mg)
3. Mengukur TD
4. Memberikan obat antihipertensi dan
analgesic PO
07-02-2009 Nyeri Akut
08.00 am 1. Mengukur TD
09.00 am 2. Mengobservasi keluhan pusing dan
kelemahan otot pada ekstremitas kanan
3. Menganjurkan klien untuk menghindari
makanan yang asin-asin
4. Menjelaskan pada pasien dampak dari
terlalu banyak mengkonsumsi makanan
yang asin
5. Mengukur TD
06-02-2009 Intoleransi Aktifitas
10.00 am 1. Membantu dalam perawatan diri atau
12.00 am kebersihan lingkungan pasien
2. Mengukur TD

2.6 EVALUASI
TANGGAL, DIAGNOSA EVALUASI
JAM
06-02-2009 Nyeri Akut S : Pasien mengatakan kepala masih pusing
12.00 am O : - Pasien tampak menyeringai menahan
pusing
- Pasien sering memegangi kepalanya
A : Tujuan belum tercapai
P : Intervensi 1 5 dilanjutkan
07-02-2009 Nyeri Akut
12.00 am S : Pasien mengatakan sudah tidak pusing
O : - Pasien tampak rileks
- TD : 140 / 90 mm Hg
A : Tujuan sudah tercapai sebagian
P : Interverensi di lanjutkan 4 - 5
06-02-2009 Intoleransi Aktifitas
12.00 am S : Pasien mengatakan masih sulit bergerak
dan melakukan aktifitas.
O : - Pasien hanya berbaring di tempat tidur
- Keadaan umum lemah
N : 15 x /mnt
TD : 90 / 60 mm Hg
- MMT 2 5
4 5
A : Tujuan belum tercapai
P : Interverensi 1 3 dilanjutkan

07-02-2009 Intoleransi Aktifitas S : Pasien mengatakan masih sulit bergerak


12.00 am dan melakukan aktifitas