You are on page 1of 11

Hari Tuhan akan mengakhiri pemerintahan Antikristus yang singkat itu (2 Tesalonika 2:2).

Dalam
Perjanjian Baru Hari Tuhan ialah suatu ungkapan yang bersifat meraup pengertian semua peristiwa,
yang akan menyertai penggenapan purna. Ungkapan ini mempunyai berbagai bentuk: Hari Tuhan
(Kisah 2:20; 1 Tesalonika 5:2; 2 Tesalonika 2:2; 2 Petrus 3:10); Hari Tuhan Yesus (2 Korintus 1;14);
Hari Tuhan kita Yesus Kristus (1 Korintus 1:8 ); Hari Kristus Yesus (Filipi 1:6); Hari Kristus (Filipi 1:10;
2:16); Hari Allah (2 Petrus 3:12); hari itu atau hari terakhir (Matius 7:22; 24:36; 26:29; Lukas 10:12; 2
Tesalonika 1:10; 2 Timotius 1:18 dab); akhir zaman (Yohanes 6:39,40,44,54; 11:24; 12:48 ).

Kedatangan Kristus kelak, yang juga dapat disebut kedatangan-Nya sekali lagi (Ibrani 9:28 )
digambarkan dalam Perjanjian Baru dengan berbagai kata yang penting. Parousia, artinya kehadiran
atau ketibaan (1 Korintus 14:27; 2 Korintus 7:7), dalam percakapan Yunani dipakai untuk
mengartikan kunjungan seorang penguasa. Yesus Kristus yang sama, yang naik ke surga, akan datang
lagi ke bumi dalam kehadiran diri-Nya (Kisah 1:11) pada akhir zaman dalam kekuasaan dan
kemuliaan (Matius 24:27) untuk memusnahkan Antikristus dan kejahatan (2 Tesalonika 2:8 ), untuk
membangkitkan orang-orang mati (1 Korintus 15:23), untuk mengumpulkan orang-orang yang
ditebus (Matius 24:31; 2 Tesalonika 2:1; bandingkan dengan Matius 24:37, 39; 1 Tesalonika 2:19;
3:13; 4:15; 5:23; Yakobus 5:7-8; 2 Petrus 1:16; 1 Yohanes 2:28 ).

Kedatangan-Nya kelak akan merupakan juga suatu apokalipsis ( = pembukaan tabir) bilamana
kekuasaan dan kemuliaan yang sekarang sudah dimiliki-Nya berdasarkan peninggian-Nya di surga
(Filipi 2:9; Efesus 1:20-23; Ibrani 1:3; Ibrani 2:8) akan dinyatakan kepada dunia ini (1 Petrus 4:13).
Kristus memerintah sekarang sebagai Tuhan di sebelah kanan Allah, tapi pemerintahan-Nya tidak
kelihatan kepada dunia ini. Pemerintahan ini nanti akan dinyatakan melalui apokalipsis = penyataan-
Nya, 1 Korintus 1:7; 2 Tesalonika 1:7; 1 Petrus 1:7,13)). Jadi kedatangan Kristus yang kedua kali kelak
tidak dapat dipisahkan dari kenaikan-Nya ke surga dan kedudukan-Nya di sebelah kanan Allah Bapa
(Wahyu 3:21), sebab hal itu akan mengungkapkan ke-Ilahi-an-Nya yang sekarang kepada dunia ini.

KedatanganNya yang kedua ini merupakan pengungkapan (apokalipsis) dari kemuliannNya yang
sekarang disebelah kanan Allah Bapa (I Petr. 4:13 dan Ibr. 1:3). Dalam kedatanganNya kembali kelak
dalam kemuliaanNya (Mat. 24:27-31), maka kekuasaan Antikristus dan kejahatan (II Tes. 2:8) akan
dihancurkan. Kata ketika, yaitu epiphaneia (penampakan), berarti bahwa kedatangan-Nya itu akan
kelihatan (2 Tesalonika 2:8; 1 Timotius 6:14; 2 Timotius 4:1,8; Titus 2:13).

A. Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali

Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan kenaikan Yesus Kristus ke
Sorga, bahwa sebagaimana kamu melihat Dia terangkat ke Sorga maka dengan cara yang sama pula
kamu akan melihat Dia akan datang kembali (Kisah 1:11).

Dalam sejarah Gereja, pemimpin Gereja mula-mula bahkan sampai pada abad ketiga dengan penuh
semangat menanti kedatanganNya kedua kali sesuai dengan janjiNya. Mulai abad ke empat orang
percaya mulai melupakan akan janji kedatangan Tuhan kedua kali. Sejak abad ke empat sampai
abad-abad pertengahan yaitu sekitar abad 16 s/d 18, dalam ajaran Gereja sepertinya telah
melupakan sama sekali ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali.
Ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali mulai dihidupkan kembali ketika Gereja memasuki abad
ke 20. Sekarang ini bahwa ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali semakin menarik. Walaupun
ada orang-orang tidak percaya yang membangun doktrin tentang tidak adanya kedatangan Yesus
kedua kali juga terdapat di ajaran-ajaran Gereja dewasa ini. Namun, bahwa kedatangan Yesus kedua
kali adalah suatu fakta kebenaran yang tidak dapat dielakkan. Memang, doktrin tentang kedatangan
Yesus kedua kali hampir seluruhnya bertentangan dengan normatif akal budi yang cenderung
menolak hal-hal yang besifat adikodrati.

Kedatangan Yesus kedua kali adalah janji Allah yang harus ditanggapi dengan pola pikir rohani yang
kesemuanya bersifat supernatural. Hanya manusia rohanilah yang dapat memahami hal-hal yang
rohani. Manusia jasmani sudah pasti tidak dapat menerimanya, karena hal-hal itu harus ditanggapi
dengan rohani yaitu iman yang dikerjakan oleh Roh Kudus (1 Korintus 2:14-16). Kami mengutip doa
Yohanes di Pulau Patmos, "Amin, datanglah Yesus!" (Wahyu 22:20).

Doktrin tentang kedatangan Yesus kedua kali sangat penting dalam Gereja Tuhan karena beberapa
hal, yaitu:

1. Kedatangan Yesus Kedua Kali Merupakan Ajaran Khusus Alkitab.


Memang dalam Perjanjian Lama seringkali berita kedatangan Yesus yang pertama tidak dapat
dibedakan dengan kedatanganNya yang kedua kali. Kesemuanya masih merupakan nubuatan
tentang kedatangan Messias yang akan datang. Dalam Nubuatan 70 minggu Nabi Daniel, disanalah
kedua berita tersebut dinyatakan dalam nubuatan. Hanya memerlukan pemahaman yang cukup
untuk bisa memilah-milahnya (Daniel 9:24-27).

Tetapi ada beberapa nubuatan didalam Perjanjian Lama yang jelas menunjuk kepada kedatangan
Yesus kedua kali. Contoh: Daniel 7:13, Maleakhi 3:1-2, Zakharia 14:4.

Dalam Perjanjian Baru, doktrin kedatangan Yesus kedua kali mendapat tempat lebih khusus. Begitu
banyak fasal-fasal yang khusus memberitakan kedatangan Yesus kedua kali. Contoh: Matius 24-25,
Markus 13, Lukas 21, bahkan kitab-kitab seperti 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, dan kitab Wahyu
menekankan pentingnya doktrin kedatangan Yesus kedua kali. Kita harus menaruh tempat yang
utama tentang doktrin ini karena mengandung keyakinan iman tentang masa yang akan datang.

2. Beberapa Pokok Ajaran dengan Kunci Kedatangan Yesus Kedua Kali.


Banyak ajaran-ajaran, janji dan lambang dalam Alkitab dengan kunci ajaran kedatangan Yesus kedua
kali untuk dapat memahaminya. Ajaran-ajaran, lambang dan janji sebagai berikut:

- Tentang Keselamatan. Keselamatan adalah janji kepada Gereja terkait dengan kehidupan yang akan
datang. Janji Tuhan tentang kebangkitan tubuh pada waktu kedatanganNya kedua kali. Tuhan akan
membawa orang-orang percaya untuk selama-lamanya tinggal bersama-sama dengan Tuhan.
Kewargaan orang percaya bukan didalam dunia tetapi kewargaan sorgawi, semuanya merupakan
janji-janji yang hanya dapat hidup apabila adanya ajaran kedatangan Tuhan kedua kali (1 Tesalonika
4:13-18, Filipi 3:20-21, 1 Petrus 1:10).

- Jabatan Yesus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Tidak ada satu orangpun akan memahami jabatan
Yesus sebagai Raja yang akan datang, apabila tidak ada ajaran kedatangan Yesus kedua kali.
Bagaimana Yesus kelak akan memerintah bersama orang percaya. Hal tersebut baru menjadi
kenyataan setelah Dia datang kedua kali.

- Yesus Kristus dilambangkan sebagai Mempelai Lelaki, dan GerejaNya dilambangkan sebagai
Mempelai Perempuan. Doktrin ini hanya mampu hidup dan ada kebenarannya apabila Yesus datang
kedua kali sebagai doktrin yang harus diajarkan. Itulah sebabnya Gereja diajarkan untuk mengasihi
Tuhan melebihi dari diri sendiri. Begitu pula begitu banyak janji-janji Alkitab lainnya dengan kunci
kedatangan Yesus kedua kali (Mazmur 2, 45, 110). Demikian juga orang-orang Kristen ditantang
untuk mempersiapkan diri menanti dan menyongsong kedatangan Tuhan yang kedua kali sehingga
semua yang masih merupakan rahasia dapat dinyatakan Tuhan (Matius 16:27, 1 Tesalonika 4:13-18,
Yohanes 14:3, Wahyu 1:7, 22:12).

- Janji-Janji dalam sakramen. Begitu pula dalam sakramen baptisan air bahwa kita telah dibangkitkan
bersama dengan Yesus oleh kebangkitanNya. Perwujudan janji Allah dalam peraturan baptisan
digenapkan pada waktu kedatanganNya kedua kali. Kita akan dibangkitkan dengan kemuliaan
sorgawi, dimana orang percaya mampu kalahkan maut. Pada waktu kedatanganNya, orang percaya
mendapat tubuh kebangkitan yaitu satu tubuh melimpah kemuliaan Allah. Satu tubuh dimana maut
tidak berkuasa atasnya. Tubuh inilah yang tidak akan pernah mengenal maut lagi (1 Korintus 15:50-
54). Demikian juga dalam sakramen Perjamuan Suci, Yesus berkata bahwa Dia tidak akan minum lagi
air anggur sampai meminumnya yang baru di KerajaanNya. Suatu perjanjian tentang tubuh yang
baru yang dikaruniakan bagi orang percaya yang menang. Yesus menjanjikan kita suatu kehidupan
yang penuh harapan dimana semuanya telah menjadi baru (Wahyu 21:4-5).

3. Doktrin Kedatangan Yesus Kedua Kali Merupakan Pengharapan Gereja.


Kedatangan Yesus kedua kali merupakan pengharapan yang besar bagi gereja Tuhan. Roh Kudus
turun dan memenuhi orang percaya supaya boleh bertumbuh kesasaran utama mempersiapkan diri
demi menyongsong kedatangan Yesus kedua kali (Filipi 1:9-10, Efesus 2:12-15).

Banyak penderitaan dialami oleh orang percaya dalam mengiring Dia. Seringkali harus mengalami
penganiayaan karena pemberitaan Injil. Tetapi orang percaya justru mendapat kekuatan dan tidak
akan menyerah kepada penderitaan yang dialami. Bahkan penderitaan dilihat sebagai wahana untuk
memperoleh iman yang murni, supaya mendatangkan pujian kemuliaan pada saat Yesus
menyatakan diriNya kelak pada waktu kedatangan kedua kali (1 Petrus 1:5-7).

Pengharapan kedatangan Kristus kedua kali yang akan memberi pahala bagi setiap orang percaya
sebagai balasan apa yang telah diperbuat sebagai perbuatan iman didunia sementara menanti Dia.
Pengharapan ini telah menjadi motivasi yang kokoh untuk dengan setia mengiring Dia sementara
mengikat diri dengan pengharapan yang dijanjikan Yesus Kristus kepada orang percaya. Belum lagi
pengharapan kemuliaan yang akan diperoleh gereja apabila berhasil bertumbuh menjadi sama
seperti Dia (1 Yohanes 3:2-3, Roma 8:18-19, 2 Timotius 4:8).

4. Doktrin Ini Mendorong Orang Percaya Untuk Hidup Kudus.


Kedatangan Yesus kedua kali mendorong orang percaya untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Yesus Kristus adalah sasaran pertumbuhan gereja. Gereja melimpah dengan janji Illahi yang
kesemuanya akan diperoleh apabila beribadah dengan kehendakNya. Kedatangan Kristus kedua kali
disertai dengan pelbagai pahala Allah kepada gerejaNya, hal ini telah menjadi satu kekuatan sebagai
motivasi untuk melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah antara lain:

- Orang percaya bertumbuh dalam kekudusan Allah. Tuhan telah memilih kita menjadi orang percaya
dan menerima berkat-berkat sorga supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat dihadapanNya
(Efesus 1:3-4). Menerima keselamatan dalam Yesus Kristus telah mendorong kita supaya dapat
hidup kudus sesuai dengan sifat Yesus Kristus (1 Petrus 1:13-16). Orang percaya harus menyucikan
diri apabila mengharap untuk masuk kedalam kemuliaanNya pada waktu kedatanganNya.

- Membangun kewaspadaan. Orang percaya harus selalu mawas diri untuk tetap membangun iman
didalam Dia. Kita tidak boleh tidur dan lengah supaya tidak terperangkap pada waktu
kedatanganNya. Kita diibaratkan seperti orang yang hidup pada siang hari dan sebagai anak-anak
terang dan bukan anak-anak kegelapan yang hidup pada malam hari. (1 Tesalonika 5:1-10).

- Membangun ketekunan. Orang percaya bukan hanya waspada tetapi senantiasa hidup dalam
ketekunan. Pengertian ketekunan yaitu tetap setia dan selalu melakukan kehendakNya. Ketekunan
dalam beribadah (Ibrani 10:25), ketekunan didalam berdoa, dan melakukan yang baik (2 Petrus 1:4-
6). Firman Allah memberi nasehat supaya orang percaya bertekun sampai ke akhir (Matius 24:12, 44,
1 Yohanes 2:28).

- Mendorong yang telah undur untuk kuat kembali dalam iman. Orang yang telah mundur iman
dapat dibangun kembali bila mendengar berita kedatangan Tuhan yang kedua kali menjadi sadar
akan kekeliruan mereka selama ini. Iman mereka dihidupkan kembali dan mendapat pembaharuan
melalui berita kedatanganNya. Berita kedatangan Tuhan bisa menyadarkan bahwa ternyata hidup
didunia hanya sementara saja (1 Petrus 1:24).

- Doktrin ini menjadi peringatan bagi orang tidak percaya. Injil kerajaan itu harus mencapai seluruh
manusia barulah tiba kesudahannya. Semua orang harus mendengar berita keselamatan dan
kedatangan Tuhan untuk mengakhiri dunia ini, mereka bebas untuk mengambil keputusan, mau
percaya atau tidak tentang keselamatan didalam Dia. Apabila mereka percaya maka akan menerima
keselamatan. Namun, apabila tidak percaya berarti menolak kasih karunia itu. Berita tentang
kefanaan dan pehukuman akan menimpa dunia pada kedatangan Yesus yang kedua kali, menjadi
berita yang paling mendorong untuk membawa orang bertobat. Doktrin kedatangan Yesus kedua
kali merupakan doktrin peringatan bagi orang yang tidak percaya (2 Tesalonika 1:7-10).

- Mendorong kegiatan pelayanan gereja. Doktrin kedatangan Yesus kedua kali mendorong gereja
Tuhan untuk tidak berdiam diri tetapi semakin giat memberitakan Injil keselamatan. Yesus Kristus
belum dapat datang kedua kali sampai segala sesuatu dipulihkan (Kisah 3:21). Gereja terdorong oleh
panggilan Kristus sebagai pertanggung-jawaban gereja melaksanakan amanat agungNya
memberitakan berita pertobatan.

Gereja terpanggil untuk segera memberitakan kedatangan Yesus kedua kali, karena Firman Allah
mengungkapkan rencana Illahinya bagi gereja. Demikian pula Tuhan meminta supaya semua orang
percaya melayani untuk memakai talenta kasih karunia untuk melayani Dia. Tuhan telah
melengkapkan orang percaya dengan karunia melayani sebagai anggota tubuh Kristus (Roma 12:4-6,
1 Korintus 12:13-28, Efesus 4:13-16, Matius 28:19-20).

Menanti Kedatangan Kristus dengan


Hidup di Dalam Pengudusan
Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh
Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga
kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2 Timotius 4:8)

Pendahuluan

Kekristenan, seperti telah terjadi dalam sejarah, sering kali dipraktekkan hanya sebagai
agama atau tradisi religius yang hampa. Banyak upacara dan kebiasaan keagamaan yang
kering dan dilakukan tanpa gairah. Karena itu, ketika kehidupan duniawi lebih menarik dan
menggairahkan, gereja menjadi sepi. Di negara Barat, beberapa gereja hanya dihadiri orang-
orang yang sudah tua. Akan tetapi, sejak gerekan Pentakosta muncul pada tahun 1900,
kegairahan rohani bangkit kembali. Pertama, Kerena orang percaya mengalami sendiri apa
yang ditulis dalam Alkitab. Pencurahan dan karunia Roh Kudus (kharismata), terbukti tidak
hanya berlaku pada zaman gereja pertama dulu. Sejak Agnes Ozman, mahasiswa di Seminari
Stones Folly berbahasa lidah, pencurahan Roh Kudus terus terjadi. Gereja mengalami
pengalaman serupa yang dulu ditulis di Alkitab. Kedua, kegairahan rohani booming
(meledak) sejalan dengan tumbuhnya keyakinan bahwa nubuat Alkitab akan digenapi pada
masa sekarang dana masa yang akan datang (future). Bangkitnya gerakan nubuatan Alkitab
ini di pelopori oleh Dispensasionalisme. Kekristenan yang hanya menyakini bahwa nubuat
Alkitab telah digenapi pada masa lalu (past) menjadi tidak bersemangat dan suam. Namun
gerakan Pentakosta, Gerakan Kharismatik, dan Injili Dispensasional bertumbuh dalam
pengharapan akan masa depan ini. Ekspekstasi tentang kedatangan Kristus kedua kali telah
menjadi sumber pengharapan yang benar-benar membakar iman.

Merindukan kedatangan Kristus kedua kali adalah sikap yang sesuai dengan anjuran Alkitab.
Rasul Paulus mendukung kerinduan umat akan kedatangan Kristus, dan ia sendiri pun sangat
mendambakannya (2 Timotius 4:8). Begitu juga rasul Yohanes, tentang kerinduan itu ia
menuliskan Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi
belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan
diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-
Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan
diri sama seperti Dia yang adalah suci (1 Yohanes 3:2-3). Karena itu, rasul Yohanes
mengingatkan bahwa konsekuensi merindukan kedatangan Kristus kedua kali adalah
mengupayakan kehidupan yang suci. Istilah soteriologi untuk proses penyucian ini adalah
pengudusan (sanctification) yang progresif.

Pengudusan orang percaya terjadi pada saat ia dilahirkan kembali oleh Roh Kudus di dalam
Kristus. Selanjutnya, orang-orang percaya terus menerus mengalami proses pegudusan yang
mencakup pengudusan pikiran, kehendak, emosi, hati nurani, perkataan dan perbuatan-
perbuatan. Orang percaya dikuduskan oleh darah Kristus (1 Yohanes 1:7), firman (Yohanes
17:17), oleh Roh Kudus yang mendiami dan memenuhi (Efesus 5:18), dan dengan iman
(Kisah 26:18). Di dalam teologi Kristen, khususnya soteriologi, dikenal tiga macam
pengudusan (sanctification), yaitu, yaitu pengudusan judikal, pengudusan progresif, dan
pengudusan sempurna.

Pengudusan Judikal (Positional Sanctification)

Pengudusan judikal disebut juga pengudusan posisional atau pengudusan awal. Proses
pengudusan dimulai ketika seseorang berdosa dilahirkan baru (regeneration) dalam Kristus
oleh Roh Kudus. Pada saat regenerasi, terjadi suatu perubahan radikal dari kematian rohani
menjadi kehidupan rohani yang dikerjakan oleh Roh Kudus yang memampukan manusia
yang telah jatuh ke dalam dosa untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut
pandangan Tuhan. Paulus mengatakan, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan
Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita - oleh kasih karunia kamu
diselamatkan - (Efesus 2:5). Disini, kata kerja yang diterjemahkan menghidupkan adalah
synezoopoiesen, memakai bentuk aorist tense yang berarti tindakan yang seketika atau
sekejap.

Regenerasi ini memampukan seseorang untuk bertobat dari dosa-dosanya dan percaya kepada
Kristus bagi keselamatannya. Seseorang dapat memberi respon di dalam pertobatan dan iman
hanya setelah Tuhan memberikan kehidupan yang baru kepadanya. Bertobat dan percaya
disebut dengan istilah perpalingan (convertion). Bertobat merupakan suatu keputusan sadar
untuk berpaling dari dosa-dosa dan iman berarti berpaling kepada Kristus untuk mengampuni
dosa-dosa. Jenis iman ini mengakui bahwa seseorang tidak dapat menyelamatkan dirinya
sendiri dan pada saat yang sama mengakui hanya Kristus yang dapat melakukannya (Yohanes
6:44).

Jadi, setelah lahir baru, saat di mana orang perceya menerima Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamatnya secara pribadi, posisi orang percaya disebut sebagai orang kudus. Itulah
sebabnya sekalipun jemaat di Korintus masih jatuh bangun dalam dosa, bahkan banyak
melakukan dosa yang parah, Paulus tetap menyebut mereka sebagai orang Kudus (1 Korintus
1:1-2).

Pengudusan Progresif (Progressive Sanctification)

Pengudusan progresif disebut juga pengudusan yang dinamis. Pengudusan dapat dilihat
sebagai seketika dan juga sebagai proses. Itulah sebabnya orang percaya, setelah dikuduskan
harus hidup dalam kehidupan yang kudus setiap hari (1 Tesalonika 5:23; Ibrani 10:14; 2
Petrus 3:18). Rasul Paulus meminta kepada jemaat di Roma supaya mereka demi kemurahan
Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai
persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu
yang sejati (Roma 12:1). Regenerasi merupakan pemberian hidup yang baru, maka artinya
regenerasi merupakan awal dari proses pembaharuan hidup. Dengan demikian, orang yang
lahir baru telah mengalami langkah pertama dari pembaharuan hidup. Selanjutnya, orang
percaya wajib mengusahakan hidup suci, mengejar kekudusan secara terus menerus. Alkitab
menyebutnya dengan istilah pengudusan, yang bersifat dinamis bukan statis, yang progresif
bukan seketika; yang memerlukan pembaharuan, pertumbuhan dan transformasi terus
menerus.
Selanjutnya, rasul Paulus mengingatkan ..karena kamu telah menanggalkan
(apekdysamenoi) manusia lama (palaion anthropos) serta kelakuannya, dan telah mengenakan
(endysamneoi) manusia baru (kainon anhtropos) yang terus-menerus diperbaharui untuk
memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (Kolose 3:9-10). Paulus
dalam ayat ini bukan bermaksud memberitahukan bahwa orang-orang percaya di Kolose,
sekarang atau setiap hari harus menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru
berulang-ulang kali, tetapi Paulus menegaskan bahwa mereka telah mengalaminya pada saat
regenerasi dan telah melakukannya perubahan ini ketika mereka pada saat konversi menerima
dengan iman apa yang telah dikerjakan Kristus bagi mereka. Kata Yunani menanggalkan
(apekdysamenoi) dan mengenakan (endysamneoi) menggunakan bentuk aorist tense yang
mendeskripsikan kejadian seketika; Jadi Paulus sedang merujuk kepada apa yang telah
dilakukan orang percaya di Kolose ini di masa yang lalu. Lalu apakah yang dimaksud Paulus
dengan frase terus menerus diperbaharui? Walaupun orang-orang percaya adalah pribadi-
pribadi baru, akan tetapi mereka belumlah mencapai kesempurnaan yang tanpa dosa; mereka
masih harus bergumul melawan dosa. Pembaharuan ini merupakan proses seumur hidup.
frase ini menjelaskan kepada kita bahwa setelah lahir baru kita harus terus menerus
mengalami proses pengudusan mencakup pengudusan pikiran, kehendak, emosi, dan hati
nurani.

Paulus juga mengingatkan orang percaya supaya kamu dibaharui (ananeousthai) di dalam
roh dan pikiranmu (Efesus 4:23). Bentuk infinitif ananeousthai yang diterjemahkan dengan
dibaharui adalah bentuk present tense yang menunjuk kepada suatu proses yang
berkelanjutan. Jadi, orang-orang percaya yang telah lahir baru dan menjadi ciptaan baru di
dalam Kristus masih diperintahkan untuk mematikan perbuatan-perbuatan daging dan segala
sesuatu yang berdosa di dalam diri mereka beruapa keinginan-keinginan daging (Roma 8:13;
Kolose 3:5), serta menyucikan diri dari segala sesuatu yang mencemari tubuh dan roh (2
Korintus 7:1). Rasul Paulus mendorong Timotius untuk agar selalu menyucikan dirinya terus
menerus, sebab Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi
perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai
tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. Sebab itu jauhilah nafsu orang
muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang
berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2 Timotius 2:21-22).

Pengudusan Sempurna (perfected sanctification)

Pengudusan yang sempurna disebut juga pengudusan akhir atau lengkap. Ini merupakan
pemuliaan (glorification) dan penyempurnaan yang terjadi pada saat Yesus Kristus datang
kembali untuk menjemput GerejaNya. Pada akhir zaman ketika nafiri terakhir dibunyikan,
semua orang percaya akan diubahkan dalam sekejab mata menjadi tubuh kemuliaan. Paulus
menyatakan Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih
tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah
meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan
sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati
dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal,
akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.
Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (1 Tesalonika 4:15-
17). Disini, Paulus menghubungkan kedatangan Kristus dengan kebangkitan orang percaya
dan pengubahan tubuh orang percaya yang masih hidup. Kata pengangkatan
(Inggris=repture) berasal dari kata Latin rapturo dan merupakan terjemahan kata Yunani
harpazo yang berarti mengambil atau diangkat. Kata ini muncul dalam 1 Tesalonika 4:17.
Mendahului pengangkatan ini ada dua peristiwa yang terjadi secara konstan atau bersamaan
yaitu kebangkitan orang mati dan pengubahan tubuh.

Pada peristiwa pengangkatan ini, hanya orang-orang mati dalam Kristus yang dibangkitkan
(Lukas 14:13,14; 1 Tesalonika 4:16: 1 Korintus 15:52). Keadaan tubuh orang-orang percaya
yang telah dibangkitkan tidak lagi dalam wujud yang dapat binasa, tetapi dengan tubuh yang
indah, mulia dan tubuh seperti dimiliki oleh Tuhan Yesus. Peristiwa kebangkitan ini disebut
kebangkitan pertama. Bersamaan dengan kebangkitan orang percaya yang mati dalam Kristus
maka orang-orang percaya yang masih hidup tubuhnya akan diubah. Kebangkitan dan
pengubahan tubuh orang percaya terjadi secara bersamaan dengan sekejap atau seketika.
Tubuh orang-orang percaya akan diubah menjadi tubuh yang mulia seperti tubuh Tuhan
Yesus. Paulus menghibur jemaat di Korintus dengan berkata Sesungguhnya aku menyatakan
kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan
orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua
akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan
yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati (1 Korintus 15:51). Pada saat
itu segala ketidaksempurnaan kita dan akar dosa dihapuskan dari tubuh orang percaya (1
Tesalonika 3:13; 5:23,24; Ibrani 6:1,2).

Penutup

Alkitab menyebutkan lima macam mahkota, yaitu: (1) Mahkota kebenaran, diberikan bagi
mereka yang mencintai dan menantikan kedatangan Kristus kembali (2 Timotius 4:8); (2)
Mahkota abadi, diberikan kepada orang-orang yang dapat menguasai diri dalam kehidupan
sehari-hari (1 Korintus 9:25); (3) Mahkota sukacita, diberikan kepada mereka yang giat
bersaksi dan memenangkan jiwa-jiwa (1 Tesalonika 2:19); (4) Mahkota kemuliaan,
diberikan kepada mereka yang setia memelihara kawanan domba/jemaat (1 Petrus 5:4). (5)
Mahkota kehidupan, diberikan kepada orang yang tahan dan setia mengikut Kristus sampai
mati (Wahyu 2:10b). Dari lima macam mahkota itu, mahkota kebenaran akan diberikan
kepada mereka yang mencintai dan menanti kedatangan Kristus kembali dengan setia. Kata
mahkota yang digunakan Paulus dalam bahasa Yunani adalah stephanos yang mengandung
pengertian penyerahan hadiah atau tropi bagi pemenang dalam suatu pertandingan.

Kerinduan akan kedatangan Kristus kembali yang sungguh-sungguh akan mewarnai


pandangan hidup orang percaya. Apapun pekerjaan dan profesi yang dijalani dalam dunia ini
adalah dalam rangka memuliakan Kristus tanpa perlu bersikap fanatik emosional yang
sempit. Orang Kristen yang cinta dan rindu kepada Kristus pasti memberikan waktu untuk
berdoa, bersaat teduh, bersekutu, merenungkan firman, menyembah dan melayani Tuhan, dan
melakukan pekerjaanNya. Bahkan, semuanya itu menjadi prioritas. Pengharapan akan
kedatangan Kristus merupakan salah satu ciri pertumbuhan rohani. Jika orang Kristen benar-
benar mencintai Kristus, seharusnya ia merindukan kedatangan Kristus kembali. Karinduan
ini harus diwujudkan dengan cara yang benar, yaitu menjalani hidup kudus dan berkenan
kepada Kristus, sebagai mempelai wanita Kristus.

Pada saat ini sudahkah kita siap sedia menanti kedatangan Kristus, mempelai laki-laki itu
menjemput kita? Kita harus menjadi bijaksana seperti lima gadis yang bijaksana dalam
perumpamaan Kristus (Matius 25:1-13) dengan menyambut Roh Kudus dan menjadikan
Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat dan Raja di dalam hidup kita, supaya pada waktu
kedatanganNya kita semua ikut terangkat dan masuk dalam pesta perkawinan Anak Domba
(Wahyu 19:7-9). Pesta Perkawin Anak Domba adalah suatu perjamuan yang dipersiapkan
oleh Allah Bapa, suatu puncak pesta yang paling meriah dan sukacita bagi AnakNya yang
telah menyelesaikan pekerjaan penebusan dengan sempurna. Pada saat itu jemaat dihadapkan
kepada Allah Bapa oleh Yesus Kristus dalam segala kemuliaan surgawi.

Referensi

Chamblin, J. Knox., 2006. Paul and The Self: Apostolic Teaching For Personal Wholeness.
Terjemahan, Penerbit Momentum : Jakarta.
Enns, Paul., 2004.The Moody Handbook of Theology, jilid 2. Terjemahan, Penerbit Literatur
SAAT : Malang
Erickson J. Millard., 2003. Christian theology. Jilid 2 & 3. Terjemahan, Penerbit Gandum
Mas : Malang.
Grudem, Wayne., 1994. Systematic Theology: A Introduction to a Biblical Doctrine.
Zodervan Publising House : Grand Rapids, Michigan.
Gutrie, Donald., 1991 New Testamant Theology, Jilid 1, diterjemahkan, Penerbit BPK
Gunung Mulia: Jakarta.
Hoekema, Anthony A., 2010. Saved By Grace. Terjemahan, Penerbit Momentum : Jakarta.
Ladd, George Eldon., 1999. A Theology of the New Tastament, Jilid 1 & 2, Terjemahkan,
Penerbit Kalam Hidup: Bandung.
Morris, Leon., 2006. New Testamant Theology. Terjemahan, Penerbit Gandum Mas :
Malang.
Sproul, R.C., 1997. Essential Truths of the Christian Faith. Terjemahan, Penerbit Literatur
SAAT : Malang.
Ridderbos, Herman., 2004. Paul: An Outline of His Theology. Terjemahan, Penerbit
Momentum : Jakarta.

* Pdt. Samuel T. Gunawan adalah seorang Protestan-Kharismatik, Pendeta dan Gembala di


GBAP Jemaat El Shaddai; Pengajar di STT IKAT dan STT Lainnya.

Kedatangan Tuhan Yesus Yang Kedua Kali


Yesus berjanji kepada pengikutNya bahwa Ia akan datang kembali. Ada dalam Alkitab,
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah
Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke
situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke
tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:1-3)

Malaikat-malaikat berjanji bahwa Yesus akan datang kembali. Ada dalam Alkitab, Ketika
mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang
berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea,
mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga
meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia
naik ke sorga." (Kisah Rasul 1:10-11)

Bagaimanakah cara Yesus datang kembali? Ada dalam Alkitab, Pada waktu itu orang akan
melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
(Lukas 21:27)
Berapa banyak orangkah yang akan melihat kedatangan Yesus? Ada dalam Alkitab,
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang
telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. (Wahyu 1:7)

Apakah yang akan kita lihat dan dengar ketika Ia datang? Ada dalam Alkitab, Sebab pada
waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah
berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus
akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat
bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah
kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1 Tesalonika 4:16-17)

Seberapa dapat dilihatkan kedatanganNya? Ada dalam Alkitab, Sebab sama seperti kilat
memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah
kelak kedatangan Anak Manusia. (Matius 24:27, 27)

Peringatan apakah yang diberikan oleh Kristus sehingga kita tidak akan terperdaya mengenai
kedatanganNya yang kedua? Ada dalam Alkitab, Pada waktu itu jika orang berkata kepada
kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab
Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-
tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan
orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi
ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya (Matius 24:23-26)

Apakah ada orang yang mengetahui waktu yang tepat akan kedatangan Yesus? Ada dalam
Alkitab, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di
sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)

Mengetahui bahwa manusia masih suka menunda, apakah yang dikatakan oleh Kristus? Ada
dalam Alkitab, Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu
datang. (Matius 24:42)

Peringatan apakah yang diberikan oleh Kristus sehingga kita tidak merasa terkejut saat
kejadian besar ini? Ada dalam Alkitab, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh
pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan
jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa
semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh
kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di
hadapan Anak Manusia." (Lukas 21:34-36)

Mengapa kedatangan Yesus yang kedua kali mengambil waktu begitu lama? Ada dalam
Alkitab, , Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu
lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun
sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang
menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki
supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (II
Petrus 3:8-9)

Di saat menunggu kedatangan Yesus, bagaimanakah kita harus hidup? Ada dalam Alkitab,
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik
kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita
hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan
penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang
Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita
untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu
umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. (Titus 2:11-14)

Bagaimanakah dunia ini nanti jadinya ketika Yesus datang? Ada dalam Alkitab, "Sebab
sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak
Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum,
kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak
tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian
pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (Matius 24 : 37-39)

Akankah kedatangan Yesus menjadi waktu untuk pemberian upah? Ada dalam Alkitab,
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-
Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27)

Mengapakah Yesus datang kembali? Ada dalam Alkitab, demikian pula Kristus hanya satu
kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan
menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan
keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Ibrani 9:28)

Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, kita akan sepenuhnya mengalami realitas dari
kebangkitan. Ada dalam Alkitab, Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu
karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan
meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari
Tuhan kita Yesus Kristus. (1 Korintus 1:7-8,)