You are on page 1of 1

Pada praktikum kali ini, mempraktikan titrasi konduktometri untuk menentukan titik

ekivalen dan menentukan konsentrasi suatu larutan dengan menggunakan konduktometer.


Juga melakukan standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat. . Saat mempersiapkan
konduktometer suhu ruangan pada saat praktikum adalah 24,5oC maka praktikan dalam
pelaksanaan praktikum konduktivitas diset pada 12,88 mS/cm kemudian terbaca pada
konduktometer tetapan sel sebesar 0,97 cm-1. Pertama konduktemeter dikalibrasi agar
nilai tetapan sel sesuai dengan nilai yang telah ditentukan. Kalibrasi dilakukan dengan cara
menyalakan konduktometer, kemudian pasang nilai tetapan sel, sesuai dengan yang
tercantum pada elektroda lalu atur konduktometer dan ubah nilai cell constant sampai
tampilan cond sesuai dengan nilai yang diinginkan.

Setelah nilai sesuai siapkan larutan yang akan dihitung konduktivitasnya, larutan yang
kami gunakan HCL dan CH3COOH. dari percobaan kami didapat konduktivitas larutan
HCl 3,42 mS/cm ; 3 COOH 0,55 mS/cm. konduktivitas tersebut berbeda dikarenakan
adanya larutan elektrolit kuat (HCl) dan elektrolit lemah (CH3COOH), sehingga
mempengaruhi konduktivitasnya, lalu konsentrasi yang digunakan pada setiap larutan pun
berbeda, kemurnian yang digunakan pada setiap larutan pun berbeda.

Setelah menentukan konduktivitas pada setiap larutan dilanjutkan dengan mentitrasi


larutan HCl dan larutan 3 COOH untuk menentukan titik ekivalen dengan dilihat dari
grafik. Yang pertama dilakukan yaitu masukan larutan HCl pada gelas kimia, masukan
magnet stirrer untuk mengaduk larutan, siapkan larutan NaOH pada buret. Kemudian
masukan elektroda ke larutan tersebut dan mulai nyalakan konduktometer. Catat setiap
perubahan NaOH 1ml dan konduktivitasnya, kemudian lakukan hal yang sama untuk
larutan 3 COOH. Pada data tersebut dapat kita buat grafik volume terhadap konduktivitas
untuk menentukan titik ekivalen. Pada grafik konduktivitas menurun ketika belum
mencapai titik ekivalen dikarenakan adanya ion yang berkurang namun ketika sudah
mencapai titik ekivalen konduktivitas naik dikarenakan adanya ion yang suda berlebih.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, didapat titik ekivalen larutan pada 14 ml
dan 3 COOH pada 7 ml.