You are on page 1of 4

Fee Kontinjen

Guna membantu akuntan public mempertahankan objektivitas dalam melaksanakan audit


atau jasa atensi lainnya, dilarang mendasarkan fee pada hasil penugasanan . persyaratan
Peraturan 302 yang berhubungan dengan kontijensi .

Kantor akuntan public diperkenalkan untuk memberi fee kontinjen atas jasa nonatestasi,
kecuali kantor akuntan public tersebut juga melaksanakan jasa atestasi pada clien yang sama.
Melarang fee kontijensi untuk jasa atestasi dan penyiapan SPT pajak sangat dianjurkan karena
pentingnya indenpendensi dan objektivitas. Ketika menyediakan jasa lain, akuntan public
bersaing dengan profesi lain yang tidak mempunyai pembantan fee kontijensi, maka tidak adil
melarang akuntan public memberikan jasa-jasa ini atas dasar yang sama.

Tindakan yang Dapat Didiskreditkan

Karena kebutuhan khusus bagi kantor akuntan berprilaku dengan cara yang profesioanal,
Kode Etika mempunyai aturan khusus yang melarang tindakan yang dapat didiskreditkan bagi
profesi. Meskipun tindakan yang dapar di didiskreditkan belum didefinisikan dengan baik dalam
peraturan atau interpretasi

Tindakan yang Bisa Didiskreditkan


Retensi dari catatan klien
Diskriminasi dan gangguan dalam praktek karyawan
Standar atas audit pemerintah dan persyaratan badan dan agensi pemerintah
Kelalaian dalam persiapan laporan atau catatan keuangan
Kegagalan mengikuti persyaratan dari badan pemerintah, komisi atau agen regulasi lainnya
Permohonan atau pengungkapan dan jawaban ujian akuntan publik
Kegagalan memasukkan pajak penghasilan atau pembayaran kewajiban pajak
Perkiraan dan Permohonan
Peraturan 502 Periklanan dan Bentuk Permohonan Lainnya. Seorang anggota dalam prkatek
publik tidak boleh berusaha memperoleh klien dengan iklan atau per-mohonan bentuk lain dalam
cara yang salah, menyesatkan, atau menipu. Permohonan dengan penggunaan kekerasan,
melampaui batas, atau mengganggu itu terlarang.

Komisi dan Fee Penyerahan


Komisis adalah kompensasi yang dibayarkan untuk merekomendasikan atau menghu-bungi
produk atau jasa pihak ketiga untuk klien atau merekomendasikan atau menghubungi produk
atau jasa klien kepada pihak ketiga. Pembatasan atas komisi adalah serupa dengan peraturan fee
kontinjen. Akuntan publik umumnya dilarang menerima komisi untuk seorang klien yang
menerima jasa atestasi dari perusahaan akuntan publik.

Peraturan 503 Komisi dan Fee Penyerahan


A. Komisi yang dilarang. Seorang anggota dalam praktek tidak boleh merekomendasikan atau
menghubungkan klien dengan suatu produk atau jasa demi sebuah komisi, atau
merekomendasikan atau menguhubungkan suatu produk atau jasa diberikan oleh klien demi
sebuah komisi, saat anggota atau firma anggota juga melakukan untuk klien tersebut:
a) Audit atau telaah laporan keuangan, atau;
b) Pemenuhan laporan keuangan saat anggota menduga, atau dengan wajar men-duga, bahwa
pihak ketiga akan menggunakan laporan keuangan itu dan laporan pemenuhan anggota tidak
mengungkapkankurangnya independensi;
c) Sebuah ujian dari informasi keuangan prospektif.
Larangan ini diterapkan selama periode dimana anggota berhubungan untuk
melakukan suatu jasa yang disebutkan di atas dan periode tercakup oleh lapor-
an keuangan historis yang terlibat dalam jasa yang disebutkan di atas.

B. Pengungkapan komisi yang diijinkan. Anggota dalam praktek publik yang tidak dilarang oleh
peraturan ini untuk melakukan pelayanan untuk atau menerima sebuah komisi dan yang dibayar
atau berharap untuk dibayarkan komisi akan mengungkap-kan fakta tersebut kepada orang atau
entitas dimana anggota itu merekomendasikan atau menghubungkan sebuah produk atau jasa
dimana komisis tersebut berhubungan.
C. Fee Penyerahan. Anggota yang menerima fee penyerahan untuk merekomendasi-kan atau
menghubungkan suatu jasa seorang akuntan publik kepada orang atau entitas atau yang
membayar fee penyerahan untuk memperoleh seorang klien akan mengung-kapkan penerimaan
atau pembayaran demikian untuk klien.

Bentuk dan Nama Organisasi


Kepemilikan perusahaan akuntan publik oleh non-akuntan publik sekarang diijinkan di bawah
kondisi berikut:
Akuntan publik harus memiliki mayoritas kepentingan keuangan perusahaan dan hak
pengambilan suara;
Akuntan publik harus memiliki tanggung jawab akhir untuk semua atestasi laporan keuangan,
kompilasi dan jasa lain yang diberikan oleh perusahaan yang diatur oleh Laporan Standar Audit
atau Standar Jasa Akuntansi dan Review;
Pemilik harus selalu memiliki modal mereka dalam hak mereka sendiri;
Peraturan berikut diterapkan kepada pemilik non-akuntan publik:
1. Mereka harus secara aktif memberikan jasa kepada klien perusahaan sebagai pekerjaan prinsip
mereka;
2. Mereka tidak bisa menyebut diri mereka akuntan publik tetapi bisa menggunakan suatu gelar
yang diijinkan oleh hukum negara bagian seperti prinsip-prinsip, pemilik, pejabat, anggota, atau
pemegang saham;
3. Mereka tidak bisa mengasumsikan tanggung jawab akhir untuk atestasi laporan keuangan atau
penugasan kompilasi;
4. Mereka tidak memenuhi syarat untuk keanggotaan AICPA tetapi harus memenuhi Kode Etika
Profesional AICPA;
5. Pemilik baru non-akuntan publik harus memiliki gelar kesarjanaan. Sejak tahun 2010, mereka
juga harus memenuhi persyaratan pendidik-an 150 jam AICPA.
6. Mereka harus memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang terus berlanjut sebagai
anggota AICPA.
Tindakan oleh Divisi Etika Profesional AICPA

Bertanggung jawab untuk menyelidiki pelanggaran atas kode dan menentukan tindakan
disipliner. Penyelidikan oleh divisi initimbul akibat informasi yang diperoleh terutama dari
keluhan praktisi atau orang lain, perkumpulan akuntan public Negara bagian, atau agen
pemerintahan. Seseorang anggota dapat secara otomatis dikenai sanksi tanpa penyelidikan jika
anggota itu mendapat tindakan disiplin atau hukuman dari instasi pemerintah atauoerganisasi lain
yang mempunyai wewenang untuk mengatur akuntan , seperti SEC dan PCAOB.

Tindakan oleh Dewan Akuntansi Negara Bagian

Hal yang bahkan lebih jauh penting ketimbang dikeluarkan dari AICPA adalah peraturan
prilaku, yang serupa dengan AICPA, yang telah diberlakukan uleh Dewan Akuntasi seluruh 50
negara bagian di Amerika Serikat. Karena setiap Negara bagian memberikan lisensi kepada para
praktisi untuk berpraktik sebagian akuntansi public, pelanggaran serius atas kode prilaku Dewan
Akuntansi Negara bagian dapat mengakibatkan hilangnya sertifikat akuntan public dan lisesnsi
praktiknya.

Tindakan Pemberlakuan oleh PCAOB

Selain tindakan pemberlakuan ileh AICPA dan dewan akuntansi Negara bagian, auditor
perusahaan public juga menjadi subjek saksi PCAOB. PCAOB memiliki kewenangan untuk
menyelidiki dan mendisiplinkankantor akuntan publikyang terdaftar serta orang orang yang
terkait dengan kantor akuntan karena ketidaktaatan denagan Sarbanes-Oxley Act tahun 2002,
termasuk peraturan PCAOB dan Securities and Exchange Commission yang mengatur audit
perusahaan public.