You are on page 1of 14

KONSEP ETIKA & KEPRIBADIAN

Disusun Oleh : KELOMPOK 2

1. Fivi Yulika T (201502003)


2. Sefni Silvianana D (201502007)
3. Dian Tri Puji L (201502013)
4. Khafidoh Ulya (201502014)
5. Zendy Febrianti (201502020)
6. Ayu Masulah (201502039)

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

STIKES BINA SEHAT PPNI

TAHUN 2017/2018
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definsi Konsep Etika dan Kepribadian

2.1.1.Etika

A. Definisi Etika

Kata etika dalam bahasa Yunani adalah ethos (tunggal), yang berarti kebiasaan-kebiasaan
tingkah laku manusia, adab, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir serta ta etha
(jamak), yang berarti adab kebiasaan. Dalam bahasa inggris, ethics, berarti ukuran tingkah laku
atau perilaku manusia yang baik, tindakan yang tepat, yang harus dilaksanakan oleh manusia
sesuai dengan morang pada umumnya. Pada masa Aristoteles, istilah etika telah digunakan untuk
menunjukan filsafat moral dan berdasarkan asal-usul kata. Etika adalah ilmu tentang apa yang
biasa dilakukan atau ilmu tentang adab kebiasaan. Selain itu, etika dalam bahasa latin disebut
mos (tunggal) atau mores (jamak) artinya moral, yang berarti juga adab, kebiasaan sehingga
makna kata moral dan etika adalah sama, hanya bahasa asalnya yang berbeda.k. Bertens (2002)
merumuskan arti Kata etika dapat digunakan dalam arti nilai dan norma moral yang menjadi
pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Arti ini bisa
dirumuskan sebagai sistem nilai. Sistem nilai dapat berfungsi dalam hidup manusia baik secara
individu maupun sosial.Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral, yang dimaksud disini
adalah kode etik.Etika mempunyai arti ilmu tentang apa yang baik atau buruk.(Buku Etika
Kebidanan & Hukum Kesehatan )

B. Sistematika etika

Etika deskriptif yaitu memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingkah laku manusia
ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hal mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma
etik yang dianut masyarakat.Etika normatif, yang membahas dan mengkaji ukuran baik buruk
tindakan manusia, biasanya dikelompokkan menjadi etika umum dan etika khusus. Etika umum
membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam
mengambilkebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral. Sedangkan etika khusus
dikelompokkan menjadi etika sosial, etika individu, dan etika terapan. Etika sosial menekankan
tanggung jawab sosial dan hubungan antar sesame manusia dalam aktifitasnya. Etika individu
lebih menekankan pada kewajiban manusia sebagai pribadi, serta etika terapan adalah etika yang
diterapkan pada profesi.(Scribd)

C. Filosofi Etika

Filosofi etika adalah refleksi analis dan evaluasi dari kebaikan dan keburukan dari
tingkah laku manusia. Etik sendiri diartikan sebagai filosofi moral yaitu ilmu yang menilai
mengenai suatu hubungan yang berarti untuk suatu tujuan manusia: hal ini akan melibatkan
konflik, pilihan, dan suara hati saat ada konflik terdapat pilihan di alternatif alternatif konflik
yang ada; pilihan tersebut dipengaruhi oleh nilai- nilai dan nilai nilai tersebut dipelajari serta
dimodifikasi oleh sebuah asosiasi. Modifikasi dan penguatan nilai merupakan proses yang sangat
panjang. Pilihan-pilihan etika juga harus dipertimbangkan keinginan-keinginan, kebutuhan
kebutuhan dan hak-hak seseorang. (Buku Membudayakan Etika dalam Praktik Keperawatan)

C.

2.1.2 Kepribadian

A. Definisi Kepribadian (Buku Kepribadian & Etika Profesi)

Istilah kepribadian ( personality ) sesungguhnya memiliki banyak arti. Hal ini di


sebabkan oleh adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penilitan, dan pengukuran. Kiranya
patut diakui bahwa di antara para ahli psikologi belum ada kesepakatan tentang arti dan definisi
kepribadian itu. Boleh di katakan, jumlah arti dan definisi kepribadian adalah sebanyak ahli yang
mencoba menafsirkannya.Pembahasan kita tentang arti kepribadian akan di mulai denga
membahas pengertian kepribadian menurut orang awam atau pengertian kepribadian yang umum
di numpai dalam kehidupan sehari hari. Hal ini di lakukan dengan maksud mempermudah
pemahaman kita tentang arti kepribadian yang sesungguhnya menurut pengertian yang ilmiah (
psikologi ).

Menurut Ny.M. A. S Teko, kepribadian adalah Integrasi sikap / sifat warisan maupun yang di
dapatkan dari lingkungan sehingga menimbulkan kesan pada orang lain.

Kepribadian menurut pengertian sehari hari


Kata personality dalam bahasa inggris sedangkan dari bahasa kata latin : persona. Pada
mulanya kata persona ini menunjuk kepada topeng yang biasa di gunakan oleh para pemain
sandiwara di zaman romawi dalam memainkan peranannya masing masing sesuai dengan topeng
yang di kenakannya. Dari sini lambat laun kata persona ( personality ) berubah menjadi satu
istilah yang mengacu kepada gambaran sosial tertentu yang di terima oleh individu dari
kelompok atau masyarakatnya, dimana kemudian individu tersebut di harapkan bertinkah laku
berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial ( peran ) yang di terimanya itu. Dalam
kehidupan sehari hari kita bisa menjumpai pengertian kepribadian semacam ini melalui
ungkapan ungkapan seprti : Didi kepribadian pahlawan, atau Dewi memiliki kepribadian
kartini sejati .

Kepribadian menurut psikologi

Pengertian kepribadian menurut di siplin ilmu psikologi bisa di ambil dari rumusan
beberapa teoris kepribadian yang terkemuka. George kelly, misalnya, memandang kepribadian
sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman pengalaman hidupnya.
Teoritis yang lain, Gordon Allport, merumuskan kepribadian sebagai sesuatu yang terdapat
dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu
yang bersangkutan. kepribadian adalah suatu organisasi yang di namis dari sistem psikofisik
individu yang menetukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Allport
menggunakan istilah sistim psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan
raga manusia adalah suatu sistim yang terpadu dan tidak dapat di pisahkan satu sama lain,
seperti di antara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku istilah khas
dalam batasan kepribadian Allport memiliki arti bahwa setiap individu bertingkah laku dalam
caranya sendiri karena setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri.

B. 10 ASPEK KEPRIBADIAN

Kepribadian bisa di lihat dari berbagai aspek, manurut Melania H ada 10 aspek
kepribadian yang bisa di jadikan sebagai standar untuk mengetahui dan mengembangkan
kepribadian seseorang di antaranya :

1. Sikap / sifat individu


Mau mawas diri
Gunakan imajinasi untuk mengatasi kebiasaan dan ke cenderungan yang
tidak di inginkan
Citra diri berada dalam genggaman
2. Pengetahuan
Wawasan luas
Memiliki keinginan untuk belajar / membaca
Tidak puas mengerti persoalan secara dangkal
Ciri informasi dari ensiklopedi, perpustakaan, museum
Hadiri forum seminar dan sebagainya
3. Keterampilan
Menguasai keterampilan harian bersifat feminim / maskulin
Keterampilan profesional :
o Keterampilan berbicara
o Jangan bersungut, ngegundel, komat kamit. Tatawicara
o Gunakan kata yang tepat
4. Kecerdasan
Kecerdasan tidak tergantung pada tinggi rendahnya pendidikan
Secara mental semua orang ingin membebaskan diri dari keharusan
berfikir. Cambuk diri. Kita harus dapat bersikap tegas terhadap pikiran
kita tiap jam, tiap hari
Gunakan sistem sendiri waktu belajar
5. Kesehatan
Makan / tidur cukup dan olah raga
Pikiran tenang. Mekanisme tubuh yang pelik akan berfungsi mulus dalam
pikiran senang. Menikmati kesehatan emosional
Kesibukan / hobby
6. Penampilan
Busana baik, bersih, rapih, dan serasi, tidak over dressd
Bersikap wajar, tidak over acting, feminim / maskulin
Ekspresi mengundang persahabatan
Eye contact mantap
7. Sikap terhadap orang lain
Mengakui bahwa martabat manusia sama
Tenggang rasa, menghargai orang lain, tidak mementingkan diri sendiri
Sikap negatif yang di hindari, meremehkan / melanggar hak orang lain
Bersedia memberi pujian dan menegur serta minta maaf
Dapat di percaya / toleransi
8. Pengendalian diri / emosi
Tidak cepat terpengaruh
Menyingkirkan prasangka, kecurigaan, ketakutan, pessimisme, rendah
diri, iri hati. Lakukan sesuatu untuk mengatasinya.
Pengendalian diri fisik / psykis

9. Nilai / keyakinan
Menentukan arah hidup, cita cita. Hal ini akan mendorong keluar dari
kelesuan
Memiliki kebranian secara fisik / psykhis
Tidak takut menyongsong hari depan
10. Peranan / kedudukan
Makin banyak peran, makin tinggi kedudukan, makin di perhatikan,
dielukan
Berusaha secara sehat memperoleh peranan dan kedudukan
Formal / non formal

C. Pentingnya Kemampuan Interpersonal

Menurut Spitzberg & Cupach (dalam Muhamad) Lukman 2000:10)

Kemampuan seorang individu untuk melakukan komunikasi yang efektif.

Kemampuan ini ditandai oleh adanya karakteristik-karakteristik psikologis tertentu yang


sangat mendukung dalam menciptakan dan membina hubungan antar pribadi yang baik
dan memuaskan. suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang sehingga ia mampu
berinteraksi sosial dengan sesamanya. Kecakapan atau keterampilan yang dimiliki oleh
seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, baik dalam berkomunikasi verbal
maupun non verbal dengan tujuan untuk mengembangkan kerja secara optimal. Jadi
kemampuan interpersonal adalah Kemampuan atau kecakapan yang dimiliki seseorang
dimana ia mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain dan mengerti apa
yang diinginkan orang lain dari dirinya, entah itu dari sikap, tingkah laku atau
perasaannya.

Interpersonal skill seseorang tercermin dari :

Kemampuan berkomunikasi
Membangun hubungan baik
Kemampuan memotivasi
Kemampuan kepemimpinan
Kemampuan memasarkan diri seniri
Kemampuan bernegosiasi
Kemampuan berpresentasi
Kemampuan berkomunikasi di depan public

D. Cara meningkatkan interpersonal skill, dengan cara sbb :

1. Tersenyum
Dengan tersenyum energi positif yang kita pancarkan akan menarik yang lain
kepada kita
2. Jadilah Apresiatif
Ucapkan terima kasih ketika orang lain menolong kita. Jika kita membiarkan
orang lain mengetahui bahwa mereka dihargai, mereka akan mau memberikan
yang terbaik untuk kita.
3. Perhatikanlah orang lain
Tunjukkan perhatian dan simpati pada situasi situasi sulit seperti waktu sakit
atau kematian.
4. Latihlah mendengarkan dengan aktif
Mendengarkan dengan aktif adalah dengan mendemonstrasikan bahwa kita
memang mau untuk mendengar dan mengerti akan pandangan orang lain.

5. Bawalah kebersamaan
Perlakukan setiap orang dengan sama dan jangan bermain siapa yang favorit. Jika
teman teman kita melihat kita sebagai seseorang yang solid dan fair, mereka
akan mempercayai kita.
6. Tangani konflik konflik
Pelajari bagaimana menjadi mediator yang efektif, dengan mengambil peranan
pemimpin, kita akan mendapatkan respek dan kekaguman dari orang sekitar kita.
7. Berkomunikasi dengan jelas
Seorang komunikator yang jelas dan efektif menghindari salah pengertian dengan
rekan rekan kerja, kolega kolega dan rekan sejawat kita. Kelancaran verbal
kita memproyeksikan gambaran akan intelijensi dan kedewasaan, tidak peduli
berapapun usia kita.
8. Hiburlah orang lain
Gunakan rasa humor kita sebagai alat efektif untuk menurunkan batas dan
menghimpun perhatian orang.
9. Lihatlah dari sisi orang lain
Empati berarti menjadi mampu untuk mengerti apa yang orang lain rasakan, orang
orang yang menghindari perasaan mereka sendiri terkadang menjadi sulit untuk
ber-empati dengan orang lain.
10. Hindari mengeluh
Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan seorang pengeluh yang kronis ataupun
perengek. Jika memang harus mengungkapkan dengan kata kata tentang
keluhan keluhan kita, ungkapkan kepada teman terdekat dan keluarga saja.
Ada beberapa manfaat Interpersonal Skill dalam dunia kerja, antara lain :

1. Beberapa ciri utama yakni orang yang mudah merebut peluang

2. Punya ketajaman intuisi karena sering melihat kedalam dirinya ( intuitif )


3. Punya skill berkomunikasi dengan orang lain untuk memperluas jaringan kerja
(komunikatif)

4. Punya motivasi dan gairah yang kuat untuk maju

5. Punya kecakapan menggunakan bakat yang dimiliki ( talented )

6. Bisa mengolah apa yang lama menjadi baru atau menemukan sesuatu yang baru

7. Inisiatif, kaya prakasa tentang kemajuan

8. Punya kesadaran bertanggung jawab yang lebih besar untuk memperbaiki


dirinya

2.3 Peran Kecerdasan Emosional (repository.usu.ac.id)


A. Pengertian Kecerdasan Emosional
Kecerdasan adalah kecakapan untuk menemui situasi-situasi baru atau belajar melakukan
dengan tanggapan menyesuaikan diri yang baru. Gardner dalam bukunya yang berjudul
Frame Of Mind (Golmen, 2000 : 50-53) mengatakan bahwa bukan hanya satu jenis
kecerdasan yang penting untuk meraih sukses dalam kehidupan, melainkan ada
kecerdasan dengan varietas utama yaitu interpersonal dan intrapersonal yang dinamakan
sebagai kecerdasan pribadi. Emosi secara bahasa berasal dari kata movere, kata latin yang
berarti bergerak atau menggerakkan, ditambah awalan e untuk memberi arti bergerak
menjauh sehingga kecenderungan bertindak adalah hal yang mutlak dalam emosi.
Menurut Daniel Goleman (2003) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang
khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk
bertindak.Istilah kecerdasan emosional diperkenalkan pada tahun 1990 oleh Peter Salovey
dari Harvard University dan Jack Mayer dari University of New Hampshire untuk
menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.
Salovey dan Meyer mendefinisikan kecerdasan emosional (EQ) sebagai himpunan
bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial
yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan
menggunakan informasi ini untuk membimbimng pikiran dan tindakan (Shapiro, 1998: 8).
Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat
berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa
anak-anak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional. Definisi
yang tidak jauh berbeda dengan definisi yang dikemukakan Salovey dan Meyer diatas,
dikemukakan pula oleh Daniel Golman.
Kecerdasan emosional menurut Daniel Golman (2003:45) adalah kemampuan mengenali
perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan
kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan
orang lain. Sedangkan rumusan definisi yang berbeda dan kelihatan lebih sederhana dan
aplikatif dari definisi diatas adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Steven J. Stein
dan Howard E. Book yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai mengetahui
perasaan-perasaan yang baik dan buruk, dan bagaimana untuk mendapatkan dari yang
buruk itu menjadi baik. Kecerdasan emosional telah diterima dan diakui kegunaannya.
Studi-studi menunjukkan bahwa seseorang profesional yang unggul dan memiliki EQ
yang tinggi adalah orang-orang yang mampu mengatasi konflik.
Kecerdasan emosional tidak hanya berfungsi untuk mengendalikan diri, tetapi lebih dari
itu juga, mencerminkan dalam mengelola ide, konsep, karya atau produk sehingga hal itu
menjadi minat bagi orang banyak (Suharsono, 2004:120). Kecerdasan emosional bekerja
secara senergis dengan keterampilan kognitif. Tanpa kecerdasan emosional, orang tidak
akan bisa menggunakan kemampuan-kemampuan kognitif mereka sesuai dengan potensi
maksimum. Dalam Al- Quran kecerdasan emosi adalah suatu usaha seseorang untuk
dapat mengelola emosi dan menahan hawa nafsunya dengan cara mengendalikan perasaan
diri, mengatur diri, mampu melakukan interaksi sosial pada situasi dan kondisi tertentu.
Hal ini sesuai dengan ajaran islam bahwa Allah SWT. Memerintahkan kita untuk bisa
menguasai emosi, mengkontrol, dan mengendalikannya.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah
kemampuan untuk mengenali diri sendiri dan orang lain, kemampuan mengendalikan dan
mengatur diri,menempatkan motivasi dan empati, dan mampu melakukan interaksi sosial
pada situasi dan kondisi tertentu serta mampu beradaptasi terhadap reaksi serta perilaku.
Diantara hal yang paling sulit tetapi baikk adalah tiap individu memahami hakikat dirinya
dan orang lain. Namun, banyak individu yang belum mampu untuk memahami dirinya
sendiri apalagi memahami orang lain sehingga menimbulkan kesalah pahaman diantara
individu.
B. Ciri- Ciri Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah serangkaian kecakapan yang memungkinkan seseorang


melapangkan jalan di dunia yang rumit yang mencakup aspek pribadi, sosial dan
pertahanan dari seluruh kecerdasan, akal sehat yang penuh misteri dan kepekaan yang
berfungsi secara efektif pada setiap harinya (Stein dan Book, 2002:30). Ciri-ciri kecerdasan
emosional meliputi kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadapi frustasi,
mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati
dan menjaga agar bebanstres tidak melumpuhkan kemampuan berfikir, berempati dan berdoa
(Goleman, 2003 : 45). Menurut teori Goleman (2002:513-514), ciri ciri kecerdasan
emosional kedalam 5 (lima) komponen sebagai berikut :

1. Kesadaran diri, yaitu mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat dan
menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri, memiliki
tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.
2. Pengaturan diri, yaitu menangani emosi sehingga berdampak positifterhadap
pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan
sebelum tercapainya suatu sasaran dan mampu pulih kembalidari tekanan emosi.
3. Motivasi, yaitu menggunakan hasrat yang paling dalam untukmenggerakkan dan
menuntun kita menuju sasaran, membantu kitamengambil inisiatif, bertindak
efektif dan untuk bertahan
4. Empati, yaitu merasakan apa yang di rasakan oleh orang lain, mampu memahami
perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya,dan menyelaraskan
diri dengan bermacam-macam orang.
5. Keterampilan sosial, yaitu menangani emosi dengan baik ketika berhubungan
dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial,
berinteraksi dengan lancar.
C. Aspek- Aspek Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional terbagi dalam beberapa aspek kemampuan yang membentuknya. Aspek-
aspek kemampuan yang membentuk kecerdasan emosional tidak seragam untuk setiap ahli,
tergantung dari sudut pandang dan pemahaman. Menurut Salovey (Golman, 2007: 58-59) ada
lima aspek utama yang terdapat dalam kecerdasan emosional, yaitu :

1) Mengenali emosi sendiri, yaitu : Mengenali emosi sendiri merupakan suatu kemampuan
untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi.
2) Mengelola emosi, yaitu : Mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam
menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat, sehingga tercapai keseimbangan
dalam diri individu.
3) Memotivasi diri sendiri, yaitu : Kendali diri emosional menahan diri terhadap kepuasan
dan mengendalikan dorongan hati adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.
4) Mengenali emosi orang lain, yaitu : Mengenali emosi orang lain disebut juga empati.
Orang yang empatik lebih mampu menangkap sinyal- sinyal sosial yang tersembunyi
yang mengisyaratkan apa yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain.
5) Membina hubungan, yaitu : Kemampuan dalam membina hubungan merupakan
keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi.

Komponen dasar kecerdasan emosional menurut Reuven Bar-on (Stein & Book : 2002 : 39)
dibagi menjadi lima bagian, yaitu :

1) Intrapersonal
Kemampuan menyadari diri, memahami emosi diri, dan mengungkapkan perasaan serta
gagasan.
2) Interpersonal
Kemampuan menyadari dan memahami perasaan orang lain, peduli kepada orang lain
secara umum, dan menjalin hubungan dari hati ke hati yang akrab.
3) Adaptabilitas
Kemampuan menguji perasaan diri, kemampuan mengukur situasi sesaat secara teliti,
dengan luwes mengubah perasaan dan pikiran diri, lalu menggunakannya untuk
memecahkan masalah.
4) Strategi pengolaan stress
Kemampuan mengatasi stress dan mengendalikan luapan emosi.
5) Memotivasi dan suasana hati
Kemampuan bersikap optimis, menikmati diri sendiri, menikmati kebersamaan dengan
orang lain, dan merasakan serta mengekspresikan kebahagiaan.
D. Faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional

Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal
(Golman, 2004: 21) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan
emosional, yaitu :

1) Faktor otak
Mengungkapkan bagaimana otak memberikan tempat istimewa bagi amigdala
sebagai penjaga emosi, penjaga yang mampu membanjak otak. Amigdala
berfungsi sebagai semacam gudang ingatan emosional dan demikian makna
emosional itu sendiri hidup tanpa amigdala merupakan kehidupan tanpa makna
pribadi sama sekali.
2) Faktor keluarga
Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama dalam mempelajari emosi yaitu
belajar bagaimana merasakan dan menaggapi perasaan diri sendiri, berpikir
tentang perasaan tersebut. Khususnya orang tua memegang peranan penting
dalam mengembangkan terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak.
Goleman berpendapat bahwa lingkungan keluarga merupakan sekolah pertama
untuk mempelajari emosi.
3) Faktor Lingkungan
Guru memegang peranan yang sangat penting dalam mengembangkan potensi
anak didiknya melalui gaya dan kepemimpinan dalam pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

https://books.google.com/books?isbn=9794489379
https://books.google.co.id/books?isbn=979225837X
www.academia.edu/23477960/Makalah_Interpersonal_Skill
https://www.scribd.com/doc/58228593/Tugas-Makalah-Interpersonal-Skill
https://www.scribd.com/doc/295050063/Makalah-Interpersonal-Skill
https://www.scribd.com/doc/295050063/Kecerdasan-Emosional