You are on page 1of 16

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

E DENGAN RIWAYAT
HIPERTENSI DI RT 06 RW 11 KELURAHAN BABAKAN SARI

Disusun Oleh:

Huseino Ahmad

220112140530

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIX


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2015
I. Data Umum
1. Nama kepala keluarga : Tn. E
2. Alamat : RT 06 RW 11
3. Pekerjaan : Pensiunan
4. Pendidikan : SD
5. Komposisi keluarga :
Nama Anggota

Keterangan
Umur (thn)

Pendidikan
Hubungan

Kesehatan
Pekerjaan

Keadaan
keluarga

keluarga

Agama
N
L/P KB
O

1 Tn. E KK L 84 SD Pensiunan Islam Sehat -

2 Ny. R Istri P 70 SD IRT Islam Stroke -

3 An. L Anak P 32 SMA Pegawai Islam Sehat -


swasta

4 An. A Anak L 28 SMA Pegawai Islam Sehat -


swasta

5 An. E Anak P 23 SMA Pegawai Islam Sehat -


swasta

6. Tipe Keluarga : Keluarga Usila


7. Suku Bangsa : Sunda
8. Agama : Islam
9. Status Sosial Ekonomi : > UMR
10. Aktivitas Rekreasi : keluarga melakukan aktivitas rekreasi masing-masing,
kepala keluarga dan istri karena sudah berusia tua lebih sering di rumah.
II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
11. Tahap dan Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn. E saat ini berada pada tahapan perkembangan keluarga dengan usia anak
dewasa.
12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Tidak ada tahapan perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. Anak klien semua
sudah menikah, namun ada yang bercerai dan tinggal dengan klien.
13. Riwayat Keluarga Inti
Tn. E memiliki riwayat hipertensi sejak tahun 2012, sedangkan Ny. R selaku istri Tn. E
saat ini mengalami stroke. Anggota keluarga lain tidak terkaji secara detail, namun Tn. E
mengatakan bahwa anak-anaknya sehat.
14. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Keluarga mengatakan bahwa tidak ada riwayat DM dan hipertensi pada keluarga suami
maupun istri.

III. Pengkajian Lingkungan


15. Karakteristik Rumah
Klien memiliki rumah tipe permanen dengan ukuran (5 x 9) m2 dan rumah tersebut
merupakan milik klien. Klien memiliki ruangan tamu dan ruang keluarga tidak bersekat,
namun untuk ruang tidur dan ruang masak bersekat. Ada sebuah batasan di bagian
belakang rumah klien yang bertujuan untuk menjadi tempat tinggal keluarga dari anak
dan cucu Tn. E. Sumber air klien berasal sumur pompa, dan pencahayaan baik saat
siang.
16. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
Lingkungan fisik di komunitas RW cukup bersih dan teratur. Hubungan antar warga
terjalin dengan baik.
17. Mobilitas Geografis Keluarga
Suami dan istri merupakan asli sunda. Keduanya sudah lansia, sehingga aktivitas sehari-
hari tidak begitu melakukan mobilisasi yang tinggi.
18. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Suami merupakan pensiunan dan aktivitas banyak dihabiskan di rumah dan lingkungan
sekitar rumah. Klien rajin berinteraksi dengan masyarakat sekitar rumah melalui jalan-
jalan di sekitar rumah pada pagi hari, shalat berjamaah di masjid, dan mengikuti
pengajian.
19. Sistem Pendukung Keluarga
Istri klien mengalami stroke, sedangkan klien mengidap hipertensi. Klien memiliki
Askes dan menggunakan Askes untuk berobat.
20. Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga mengatakan semua anggota keluarga memiliki aktivitas masing-masing yang
menyebabkan jarangnya memiliki waktu luang bersama. Namun keluarga tetap mencoba
memaksimalkan waktu yang ada saat anggota keluarga sudah pulang ke rumah.
21. Struktur Kekuatan Keluarga
Pemegang kendali keluarga adalah kepala keluarga, namun kepala keluarga sejak
berusia semakin tua menjadi lebih menurut pada anak atau hasil musyawarah anggota
keluarga menyangkut pengambilan keputusan dan semacamnya.
22. Struktur Peran
Anak klien menjalankan peran masing-masing dengan tepat, sedangkan klien dan istri
sudah berkurang dalam menjalankan perannya dalam keluarga. Hal itu disebabkan usia
klien dan istri serta penyakit yang diderita klien dan istri.
23. Nilai atau Norma Keluarga
Keluarga ini cukup relijius dan menjalankan aktivitas secara agama Islam. Dan terkait
kesehatan, klien tidak menentang nilai dan norma agama.

IV. Fungsi Keluarga


24. Fungsi Afektif
Keluarga ini membudayakan perasaan memiliki dan dimiliki yang kuat dan saling
mendukung. Kepala keluarga tidak terlalu banyak bicara, namun terlihat bahwa kepala
keluarga selalu memosisikan diri sesuai peran yang bisa dilakukan. Walaupun sangat
jarang untuk memiliki waktu luang bersama, tapi masih tercipta kehangatan di antara
sesama anggota keluarga.
25. Fungsi Sosialisasi
Hubungan sesama anggota keluarga baik dan tidak berselisih. Anggota keluarga selalu
menyempatkan diri bergantian untuk merawat dan menemani orang tua yang mengidap
stroke dan hipertensi.
26. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga memiliki pengetahuan cukup baik terkait kesehatan, hal itu disebabkan
pengalaman klien yang sudah sering berobat. Keluarga juga memanfaatkan fasilitas
kesehatan seperti hadir dalam Posbindu. Keluarga tergolong patuh untuk hidup sehat,
perilaku hidup bersih dan sehat dijalani dengan cukup baik.
Penapisan masalah berdasarkan 5 tugas perawatan kesehatan:

1). Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan


- Hipertensi : Tn. E mengatakan +3 tahun yang lalu memiliki riwayat hipertensi.
Klien rutin untuk kontrol dan mengonsumsi obat hipertensi. Tn. E
dapat menyebutkan pengertian, tanda dan gejala dari hipertensi,
komplikasi dari hipertensi. Klien tidak terlalu mengetahui tentang
pencegahan dan perawatan hipertensi dan jenis makanan untuk
hipertensi.
2). Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang
tepat :
Tn. E mengambil keputusan bila sudah merasa sakit akan langsung berobat ke
dokter atau puskesmas. Klien lebih sering mendatangi layanan kesehatan sendiri.
3). Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Anggota keluarga selalu bergantian merawat Ny. R yang sedang stroke. Dari
perawatan di rumah, keluarga mengatakan Ny. R mengalami perkembangan yang
semakin baik dimana awalnya hanya berbaring di tempat tidur, namun akhirnya
sudah bisa beraktivitas
4). Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Keluarga Tn. E diurus oleh anak-anaknya, dan saat diobservasi lingkungan
rumahnya, terlihat dikondisikan dengan baik oleh anak-anak dari Tn. E dan Ny.
R.
5). Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
Ny. E mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada bila Tn. I, merasa sakit
saja, balai pengobatan dan puskesmas
27. Fungsi Reproduksi
Jumlah anak dalam keluarga ini adalah 3 orang. Kepala keluarga dan istri sudah lansia,
sehingga tidak ada permasalahan terkait fungsi reproduksi. Keluarga juga tidak punya
masalah terkait reproduksi.
28. Fungsi Ekonomi
Keluarga memiliki kondisi ekonomi yang baik dikarenakan semua anak sudah bekerja.
Kebutuhan sandang, pangan, dan papan keluarga terpenuhi dengan baik. Keluarga
memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat untuk kepentingan kesehatan
dengan baik.

V. Stres dan Koping Keluarga


29. Stressor Jangka Pendek dan Panjang
Stressor jangka pendek; Tn. E punya riwayat hipertensi yang sudah cukup lama, di
samping itu juga saat ini istri Tn. E juga tengah menderita stroke.
Stressor jangka panjang; Tn. E dan istri sudah berusia lanjut. Anak-anaknya sudah
tumbuh dewasa dan menikah. Ada 2 anak Tn. E yang bercerai, dan ini yang menjadi
pikiran ke depan dari Tn. E terkait anaknya tersebut.
30. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap Situasi/Stressor
Tn. E cukup tenang dalam menyikapi stressor. Tn. E cukup taat dalam beragama,
sehingga setiap stressor selalu disikapi dengan mengaitkan pada agama
31. Strategi Koping Yang Digunakan
Keluarga berupaya untuk melakukan yang terbaik dalam setiap kesempatan dan kondisi,
dan menjaga komunikasi yang baik antar sesama anggota keluarga.
32. Strategi Adaptasi Disfungsional
Keluarga tidak memiliki strategi adaptasi disfungsional secara khusus.
VI. Pemeriksaan Fisik
No Pemeriksaan Tn. E Ny. R
1 Penampilan Bersih Bersih
2 Keluhan utama Sering merasa pusing Kekakuan pada
dan kesemutan beberapa anggota
gerak
3 Kesadaran Compos Mentis Compos Mentis
4 Tanda-tanda Vital
Tekanan darah 170/90 mmHg 150/80 mmHg
Nadi 80 x/menit 84 x/menit
Respirasi 24 x/menit 22 x/menit
Suhu afebris afebris
5 Kepala
Bentuk Simetris Simetris
Rambut Distribusi merata, Distribusi merata,
warna putih warna putih
Kulit kepala Tidak ada luka, Tidak ada luka,
tampak bersih tampak bersih
6 Mata
Bentuk Simetris Simetris
Konjungtiva Tidak anemis Tidak anemis
Sclera Tidak ikterik Tidak ikterik
Fungsi penglihatan Rabun dekat Rabun dekat

7 Hidung
Bentuk hidung Simetris Simetris
Fungsi penciuman Fungsi Penciuman Fungsi Penciuman
baik kurang baik
8 Telinga
Bentuk Simetris Simetris
Fungsi pendengaran Fungsi pendengaran Fungsi pendengaran
baik baik
9 Mulut
No Pemeriksaan Tn. E Ny. R
Bentuk Simetris Simetris
Bibir Mukosa lembab Mukosa lembab
Gigi Gigi baik Gigi kurang baik

10 Leher
Bentuk Simetris Simetris
JVP Tidak meninggi Tidak meninggi
KGB Tidak membesar Tidak membesar
Pergerakan Bebas Terbatas dan kaku
11 Dada
Pergerakan Simetris Simetris
Bunyi nafas Vesikuler Vesikuler
Bunyi jantung Regular Regular
12 Abdomen
Bentuk Cembung lemas Datar
Bising usus - -
Ekstremitas
13 Atas
Pergerakan Pergerakan bebas Pergerakan kaku
Bawah
Pergerakan
Kekuatan otot Pergerakan bebas Pergerakan kaku

5 5 2 5
5 5 2 5

VII. Harapan Keluarga


Tn. E berharap tenaga kesehatan datang ke rumahnya dengan memberikan obat yang
mampu menyembuhkan penyakit yang tengah diderita Tn. E dan Ny. R.
VIII. Analisa Data
No. Data Masalah
1. DS: Risiko terjadinya komplikasi
Tn. E mengatakan memiliki riwayat hipertensi
penyakit hipertensi.
Tn. E mengatakan rutin
mengonsumsi obat anti hipertensi,
namun masih memiliki darah tinggi.
Tn. E mengatakan sering mengalami
kekambuhan seperti pusing yang
tidak bisa ditahan, dan kesemutan.
Tn. E mengatakan bahwa istrinya
saat ini mengidap stroke
Tn. E mengatakan anak-anaknya
selalu bekerja dari pagi sampe sore
Tn. E mengatakan selalu menjalani
aktivitasnya sehari-hari secara
mandiri dan sendirian, serta lebih
banyak menghabiskan waktu di
rumah.
DO:
Usia Tn. E = 84 tahun
TD Tn. E = 170/90 mmHg

IX. Diagnosa Keperawatan


Resiko terjadinya komplikasi hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga dalam merawat klien yang menderita hipertensi
X. Rencana Tindakan Keperawatan Keluarga
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
DP Keperawatan Kriteria Standar
1. Resiko Setelah Respon Verbal Pengertian 1. Kaji pengetahuan
terjadinya dilakukan Hipertensi klien dan keluarga
tindakan Menyebutkan tentang hipertensi
komplikasi pengertian Hipertensi adalah
keperawatan
hipertensi keluarga selama Hipertensi kenaikan tekanan 2. Diskusikan dengan
5 x 30 menit Menyebutkan 5 darah melebihi 140/ klien mengenai
berhubungan
keluarga dari 10 tanda dan 90 mmHg pengertian
dengan gejala hipertensi hipertensi
mampu
ketidakmampu merawat Menyebutkan 4
dari 8 penyebab 3. Berikan penjelasan
an keluarga anggota mengenai tanda
keluarga yang hipertensi
dalam merawat Menyebutkan 2 dan gejala
memiliki hipertensi
klien yang masalah dari 3 komplikasi
Hipertensi hipertensi
menderita
Tanda Dan Gejala
hipertensi dengan kriteria:
Hipertensi 1. Diskusikan dengan
1.Keluarga klien mengenai,
1. Sakit kepala, tanda dan gejala
dapat
pusing hipertensi.
mengenal dan
2. Lemas
mengetahui
3. Sesak napas 2. Berikan penjelasan
tentang
4. Kelelahan mengenai tanda
penyakit
5. Mimisan dan gejala
Hipertensi
6. Sukar tidur hipertensi.
2.Keluarga 7. Mata
dapat berkunang-
mengambil kunang
keputusan 8. Mual dan
dalam upaya muntah
penyembuhan 9. Mudah
penyakit tersinggung
Hipertensi 10. Cepat marah

3. Keluarga
mampu
merawat
anggota
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
DP Keperawatan Kriteria Standar
keluarga yang Penyebab
mengalami Hipertensi
masalah 1. Berikan penjelasan
hipertensi 1. Stress pada klien tentang
2. Minum penyebab/faktor
minuman resiko hipertensi
beralkohol
4.Keluarga secara
dapat berlebihan
memodifikasi 3. Usia
lingkungan 4. Keturunan
tentang 5. Obesitas (berat
hipertensi badan berlebih)
6. Kurang aktivitas
fisik
7. Penyakit lain
(ginjal, syaraf)
8. Keracunan
kehamilan

Komplikasi
hipertensi

1. Gagal ginjal 1. Berikan penjelasan


2. Penyakit jantung klien mengenai
5. Keluarga komplikasi
koroner
dapat hipertensi
3. Pecah pembuluh
memanfaat
darah otak
kan
(stroke)
pelayanan
kesehatan
yang
tersedia
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
DP Keperawatan Kriteria Standar
Respon Verbal

Menyebutkan 4 dari Pencegahan Dan 1.Berikan penjelasan


6 cara pencegahan Perawatan pada klien tentang
dan perawatan Hipertensi pencegahan dan
hipetensi perawatan
- Pengobatan hipertensi
dengan obat-
obatan penurun 2. Berikan
darah tinggi kesempatan pada
sesuai anjuran klien untuk
dokter bertanya tentang
- Merubah pola hal yang belum di
hidup : mengerti tentang
1. Berhenti hipertensi
merokok
2. Mengurangi
berat badan
bagi
penderita
yang gemuk
3. Menghindari
konsumsi
garam
berlebih
(mengurangi
makanan
yang
mengandung
lemak dan
garam)
4. Menghindari
makanan/
minuman
yang
mengandung
alkohol
5. Istirahat
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
DP Keperawatan Kriteria Standar
yang cukup
6. Olahraga
teratur :
1. Aerobik
2. Jalan kaki
3. Bersepeda
4. Berenang

Makan yang
dihindari

1. Roti biskuit dan


makanan yg
dimasak dg
garam dapur

1. Ikan asin, keju,


kornet, telur
asin, pindang
dendeng, udang,
daging kambing,
sosis sapi
2. Kacang tanah
dan semua
kacang yg
dimasak dg
garam dapur
3. Sayuran yg
diawetkan dg
garam seperti :
sayuran kaleng,
asinan
4. Durian dan
buah-buahan yg
diwetkan dg
garam dan soda
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
DP Keperawatan Kriteria Standar
5. Margarin dan
mentega biasa
6. Garam dapur,
soda, vetsin dan
bumbu yg
mengandung
garam dapur,
kecap asin,
tersai, tauco,
bersantan tinggi
7. Kopi, minuman
kaleng dan
coklat

Respon Keluarga dapat


Psikomotor: memodifikasi
sumber-sumber
Keluarga mampu yang ada di
memodifikasi lingkungan seperti
lingkungan yang ada melakukan olah
di rumah yang raga rutin,
berhubungan dengan mengindari tekanan
hipertensi emosi dan lelah
yang tidak perlu,,
tetap tenang dan
jangan
mengungkapkan
perasaan berlebihan

Respon
Fasilitas
Psikomotor:
Kesehatan:
Keluarga mampu 1. Berikan motivasi
Keluarga mampu
menggunakan pada klien untuk
menggunakan
kontrol secara
fasilitas pelayanan fasilitas kesehatan:
teratur ke
kesehatan yang Posbindu,
puskesmas dan pelayanan
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
DP Keperawatan Kriteria Standar
ada Rumah Sakit kesehatan.
Rujukan dengan
menggunkan
sumber kesehatan
yang ada yaitu
Askes.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Hari/ No Implementasi Evaluasi Paraf


Tanggal DK
Selasa, 1 1 Mengukur TD klien TD klien 170/90 mmHg Huseino
Desember Mengkaji pengetahuan Klien dapat menjawab Ahmad
2015 klien tentang pengertian hampir semua pertanyaan
hipertensi, tanda dan tentang hipertensi dengan
gejala, upaya pencegahan tepat
dan menurunkan tekanan
darah, dan komplikasi
yang terjadi pada pasien
hipertensi
Mendiskusikan tentang Klien terlihat antusias dan
pengertian hipertensi, cara sering bertanya.

pencegahan, dan kiat-kiat


agar tidak terjadi
komplikasi hipertensi
Klien mengatakan
Menanyakan rencana dan
aktivitas sehari-hari yang
upaya klien ke depannya biasa dilakukannya baik
setelah diskusi terkait untuk menurunkan
hipertensi hipertensinya, jadi klien
merasa hanya perlu
melanjutkan aktivitas
yang biasa dilakukannya
sehari-hari

Senin, 8 2 Menanyakan kondisi klien Klien mengatakan sehat Huseino


Desember setelah seminggu tidak dan tidak ada perubahan Ahmad
dibandingkan pertemuan
2015 bertemu
sebelumnya

Mengukur tekanan darah TD klien 170/100 mmHg


klien
Menanyakan aktivitas
Klien mengatakan
yang dilakukan klien kegiatan yang
seminggu terakhir dilakukannya sesuai
dengan rencana dan
perbincangan minggu
sebelumnya
Menanyakan rencana Klien menolak untuk
bertemu lagi dengan
klien seminggu ke depan
terapis karena merasa
untuk mencegah tidak perlu penjelasan
terjadinya kondisi terkait peningkatan
semakin buruk pengetahuan penyakit
hipertensi, akan tetapi
lebih menginginkan obat
anti hipertensi