You are on page 1of 6

ANALISIS CAPAIAN KINERJA UKM

JULI SEPTEMBER 2016

1. KIA
Target 9 bulan
K4 = 71,3 %
Komplikasi kebidanan yang ditangani = 60 %
Pertolongan Nakes = 67,5 %
Pelayanan Nifas = 67,5 %
Kunjungan Bayi = 67,5 %
Pelayanan Anak Balita = 67,5 %
Peserta KB Aktif = 67,5 %

Pencapaian
K4 = 72 %
Komlikasi Kebidanan yang ditangani = 92 %
Pertolongan Nakes = 78 %
Pelayanan Nifas = 78 %
Kunjungan Bayi = 71,14 %
Pelayanan Anak Balita = 19 %
Peserta KB Aktif = 94 %

Dari hasil pencapaian kegiatan ANC, ternyata cakupan K4, Komplikasi kebidanana yang ditangani,
pertolongan nakes, pelayanan nifas, capaian kunjungan bayi sudah mencapai target, tetapi
pelayanan anak Balita belum mencapaitarget yang ditetapkan.

Kunjungan Balita
Target : 67, 5 %
Capaian : 19 %
Tidak tercapainya target kunjungan Balita disebabkan karena :

Manusia Metode

Sosialisasi
Orang tua Pengetahuan Masih rendah
bekerja Ibu masih
rendah Laporan di BPM
Kompetensi bidan
Masih kurang Target
Kunjungan
Balita Masih
Media informasi Rendah
Masih kurang

Jumlah posyandu
Masih kurang

Sarana Dana Lingkungan


Prioritas Masalah

No Masalah U S G Total

1 Orang tua sibuk bekerja 2 1 2 4

2 Kompetensi bidan masih kurang 3 3 3 27 I

3 Pengetahuan ibu masih rendah 3 3 2 18 II

4 Media informasi masih kurang 3 2 1 6

5 Sosialisasi masih kurang 2 1 2 4

6 Laporan dari BPM 3 2 2 12 III

7 Masih kurangnya jumlah posyandu 2 2 2 8

Prioritas Masalah :
1. Kompetensi bidan masih kurang
2. Pengetahuan ibu masih rendah
3. Laporan dari BPM belum lengkap
Oleh karena itu perlu ditindak lanjuti dengan :
1. Pelatihan bidan tentang SDIDTK dan penyegaran imunisasi booster bagi BPM
2. Meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya posyandu bagi anak usia balita dengan melakukan
penyuluhan dalam dan luar gedung
3. Koordinasi dengan BPM yang melakukan pemeriksaan balita

2. P2P
Target 9 bulan
Kelurahan UCI = 75 %
AFP = 75 %
Penemuan Penderita Pneumonia Balita = 75 %
Penemuan DBD yang ditangani = 75 %
Penemuan pasien baru TB BTA Positif = 75 %
Penemuan Penderita Diare = 75 %
Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi = 100 %

Pencapaian
Target 9 bulan
Kelurahan UCI = 60 % ( Belum termasuk data RS )
AFP = - ( tidak ditemukan AFP )
Penemuan penderita Pneumonia Balita = 11,5 %
Penemuan Penderita Diare = 27,3 %
Penderita DBD yang ditangani = 100%
Penemuan pasien baru TB BTA Positif = 18 %
Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi = - (tidak ada kasus KLB)

Dari hasil pencapaian kegiatan P2P, penderita DBD yang ditangani sudah sesuai dengan target
yang ditetapkan, tetapi capaian penemuan penderita pneumonia balita, penemuan pasien baru
BTA positif, penemuan penderita diare belum mencapai target yang ditetapkan.
Penemuan Penderita Pneumonia Balita
Target = 75 %
Capaian = 11,5 %
Tidak tercapainya target Penemuan penderita pneumonia balita disebabkan karena,

Manusia Metode

Pengetahuan Sosialisasi ttg pneumonia


Orang tua Tidak melakukan PHBS Masih rendah
Masih rendah
Pencatatan dan
Pelaporan di pustu
Kompetensi petugas Masih kurang Target
Kesehatan masih kurang
Penemuan
Penderita
Pneumonia
Media informasi Polusi dan Masih Rendah
Masih kurang Pencemaran asap rokok
Masih tinggi

Sarana Dana Lingkungan

Prioritas Masalah

No Masalah U S G Total

1 Pengetahuan masyarakat yang kurang 3 2 3 18 II

2 Tidak melakukan PHBS 2 2 2 8

3 Kompetensi petugas masih kurang 3 3 3 27 I

4 Sosialisasi tentang pneumonia masih kurang 2 2 3 12 III

5 Pencatatan pelaporan masih kurang lengkap 2 2 2 8

6 Pencemaran asap rokok masih tinggi 2 2 2 8

7 Media informasi masih kurang 2 2 2 8

Urutan Prioritas :
1. Kompetensi petugas masih kurang
2. Pengetahuan masyarakat masih rendah
3. Sosialisasi tentang pneumonia masih kurang
Oleh karena itu perlu ditindak lanjuti dengan :

1. Meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dalam penatalaksanaan pneumonia dan mengikuti


pelatihan MTBS
2. Meningkatkan penyuluhan pneumonia dan PHBS baik didalam dan luar gedung Puskesmas Bulang
3. Mencetak brosur tentang pneumonia dan penyakit ISPA lainnya
4. Melakukan pelatihan / penyegaran tentang penatalaksanaan pneumonia bagi petugas Pustu
Penemuan kasus TB Paru BTA Positif
Target = 75 %
Capaian = 18 %
Tidak tercapainya target penemuan kasus TB Paru BTA Positif disebabkan karena :

Manusia Metode

Sosialisasi
Kurangnya Masih rendah
pengetahuan
pasien
Pencatatan dan
Kompetensi petugas Pelaporan RS masih
Masih kurang dalam rendah Target
Penemuan kasus TB Penemuan
Pasien Baru
BTA positif
Media informasi Masih Rendah
Masih kurang

Sarana Dana Lingkungan

Prioritas Masalah

No Masalah U S G Total

1 Pengetahuan pasien masih rendah 3 2 2 12 III

2 Kompetensi petugas masih kurang 2 3 3 18 II

3 Sosialisasi masih rendah 2 2 2 8

4 Jumlah PMO masih kurang 3 3 3 27 I

5 Pencatatan pelaporan RS masih rendah 2 2 1 4

Urutan Prioritas masalah :

1. Jumlah PMO masih kurang


2. Kompetensi petugas masih kurang
3. Pengetahuan pasien masih rendah

Oleh karena itu perlu ditindak lanjuti dengan :


1. Meningkatkan penyuluhan TB Paru didalam dan luar gedung Puskesmas agar pengetahuan
masyarakat terhadap penyakit TB Paru menjadi lebih baik.
2. Meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dalam penanganan TB Paru dengan melakukan
penyegaran dan pelatihan TB Paru
3. Melakukan pelatihan kader PMO dalam mengawasi pasien menelan obat koordinasi dengan
Rumah Sakit dalam pencatatan dan pelaporan TB Paru di Wilayah kerja Puskesmas Bulang
4. Membina kader PMO yang sudah dilatih
Penemuan Penderita Diare :

Target : 75 %
Capaian : 27,3 %

Tidak terciptanya target penemuan penderita diare disebabkan karena :

Manusia Metode

Data dari RS tidak masuk


Kurangnya ke puskesmas
pengetahuan masyarakat
membawa Pasien berobat Pencatatan dan
ke puskesmas Pelaporan pustu dan
Puskesmas masih
Kurang lengkap Target
Penemuan
Penderita
Diare Masih
Media informasi Rendah
Masih kurang

Sarana Dana Lingkungan

Urutan Prioritas Masalah :

No Masalah U S G Total

1 Pengetahuan masyarakat masih rendah 3 2 2 12 III

2 Pencatatan Pelaporan kurang lengkap 3 3 3 27 I

3 Media Informasi masih kurang 2 2 2 8

4 Data RS tidak masuk ke Puskesmas 3 2 3 18 II

Urutan Permasalahan :
1. Pencatatan pelaporan masih kurang lengkap
2. Data Rumah Sakit tidak masuk ke Puskesmas
3. Pengetahuan masyarakat masih rendah
Oleh karena itu perlu ditindak lanjuti dengan :
1. Meningkatkan penyuluhan Penyakit Diare di dalam dan luar gedung Puskesmas agar pengetahuan
masyarakat terhadap penanganan diare menjadi lebih baik
2. Memantau pencatatan pelaporan pustu ( W2 )
3. Koordinasi dengan Rumah Sakit dalam pencatatan dan pelaporan Diare di Wilayah Kerja
Puskesmas Bulang
4. Melakukan kunjungan rumah dan pendataan 12 indicator keluarga sehat

3. GIZI
Target 9 bulan

1. Balita Gizi Buruk mendapat perawatan = 75 %


2. Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak usia 6 24 bulan Keluarga Miskin = 50 %

Pencapaian

1. Balita Gizi Buruk mendapat perawatan = tidak ada penderita gizi buruk
2. Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak Usia 6 24 bulan Keluarga Miskin = 0 %

Dari hasil pencapaian kegiatan Gizi, pemberian makanan pendamping ASI pada Anak usia 6 24
bulan Keluarga Miskin tidak tercapai karena Distribusi PMT dari pusat tiba di Puskesmas di akhir
tahun.

4. PROMKES
Target
Desa siaga aktif = 75 %

Pencapaian
Desa siaga Aktif = 100 %

Dari hasil pencapaian kegiatan Promkes ternyata desa aktif telah memenuhi target

5. UKS / UKGS
Target
Penjaringan Kesehatan siswa SD dan setingkat = 75 %

Pencapaian
Penjaringan Kesehatan siswa SD dan setingkat = 75 %

Dari hasil pencapaian kegiatan UKS / UKGS telah memenuhi target.