You are on page 1of 13

MAKALAH

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

( LUKA BAKAR )

DI SUSUN OLEH

KELOMPOK IV

1. ESTER RUMLUS (KETUA KELOMPOK)


2. NETTY H. RENWER
3. WISNA S. HUSAEN
4. YULIANTI RIYOLY
5. LINUS DARISERA
6. ROSSIMALINA KUBELA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALUKU
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN TUAL
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Luka bakar. Adapun tujuan
dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Medikal
Bedah

Penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan
dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Semoga makalah ini menjadi lebih
bermanfaat untuk para mahasiswa dan pembaca .

Langgur, 12 September 2017

Kelompok IV
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................

KATA PENGANTAR ........................................................................................................

DAFTAR ISI .........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG ......................................................................................


B. TUJUAN PENULISAN .......................................................................................
C. RUMUSAN MASALAH .......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. LAPORAN PENDAHULUAN
1. PENGERTIAN ..........................................................
2. ETIOLOGI .........................................................
3. MANIFESTASI KLINIS ..........................................................
4. MASALAH YANG LAZIM MUNCUL ..........................................................
5. DISCHARGE PLANING ..........................................................
6. PATOFISIOLOGI .........................................................
B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN .............................................................
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN .............................................................
3. INTERVENSI KEPERAWATAN .............................................................
4. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN .............................................................
5. EVALUASI .............................................................

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN .......................................................................................................
B. SARAN .......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang di sebabkan kontak dengan sumber
panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. (smeltzer, suzanna,2002)

Klasfikasi luka bakar


Untuk membantu mempermudah penilaian dalam memberikan terapi dan perawatan, luka bakar
diklasifikasikan berdasarkan penyebab, kedalaman luka, keseriusan luka, yakni :
1. Berdasarkan penyebab
a. Luka bakar karna api
b. Luka bakar karna air panas
c. Luka bakar karna bahan kimia
d. Luka bakar karna listrik
e. Luka bakar karna radiasi
f. Luka bakar karna suhu rendah
2. Berdasarkan kedalaman luka bakar
a. Luka bakar derajat 1
Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis
Kulit kering, hiperemi berupa eritema
Tidak di jumpai bullae
Nyeri karna ujung-ujung syaraf sensorik teriritasi
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari

b. Luka bakar derajat 2


Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi inflamasi disertai
proses eksudasi
Dijumpa bullae
Nyeri karna ujung-ujung syaraf teriritasi
Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terletak lebih tinggi diatas kulit
normal.

Luka bakar derajat 2 ini di bedakan menjadi 2 bagian yaitu :

1. Derajat 2 dangkal atau (superficial)


Kerusakan mengenai bagian superficial dari dermis.
Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea masih
utuh.
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10- 14 hari
2. Derajat 2 dalam atau deep
Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis
Organ-organ kulit seperti volikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea sebagian
besar masih utuh.
Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung epitel tersisa, biasanya penyembuhan
terjadi lebih dari sebulan

c. Luka bakar derajat 3


Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam.
Organ-organ kulit seperti volikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea
mengalami kerusakan.
Tidak di jumpai bullae
Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat, karna kering letaknya lebih rendah
dibandingkan kulit sekitar.
Terjadi koagulasi, protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar
Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh karena ujung-ujung saraf sensorik
mengalami kerusakan atau kematian.
Penyembuhan terjadi lama karna tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar
luka.

3. Berdasarkan tingkat keseriusan luka


Menurut American burn association menggolongkan luka bakar menjadi 3 kategori yaitu :

a. Luka bakar mayor


Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari 20% pada
anak-anak
Luka bakar fullthickness lebih dari 20%
Terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki dan perineum
Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhatikan derajat dan
luasnya luka
Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi.

b. Luka bakar moderat


Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada anak-anak
Luka bakar pada fullthickness kurang dari 10%
Tidak terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki, dan perineum.

c. Luka bakar minor


Luka bakar minor seperti yang didefenisikan oleh trofino (1991) dan griglak 1992
adalah :
Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang dari 10%
pada anak-anak
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan
kita mengenai Luka Bakar dan sekaligus memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Keperawatan
Medikal Bedah

C. RUMUSAN MASALAH
Apa itu luka bakar
Apa penyebabnya
Apa saja tanda dan gejala nya
Apa masalah yang lasim muncul
BAB II

PEMBAHASAN

A. LAPORAN PENDAHULUAN

1. PENGERTIAN
Luka bakar adalah kerusakan jaringan tubuh terutama kulit akibat trauma panas, elektrik,
kimia dan radiasi (Smith, 1998).
Luka bakar adalah kerusakan pada kulit diakibatkan oleh panas, kimia atau radio aktif (Wong,
2003). Luka bakar disebabkan oleh perpindahan energi dari sumber panas ke tubuh. Panas
tersebut dapat dipindahkan melalui konduksi dan radiasi elektro magnetic. (Effendi. C, 1999).
Jadi luka bakar adalah kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh panas kimia, elektrik
maupun radiasi.

2. ETIOLOGI
1. Panas : basah (air panas, minyak) kering (uap, metal, api)
2. Kimia : Asam kuat seperti Asam Sulfat Basa kuat seperti Natrium Hidroksida
3. Listrik : Voltage tinggi, petir
4. Radiasi : termasuk X-ray

3. MANIFESTASI KLINIS
1. Berdasarkan kedalaman luka bakar
a. Luka bakar derajat 1
Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis
Kulit kering, hiperemi berupa eritema
Tidak di jumpai bullae
Nyeri karna ujung-ujung syaraf sensorik teriritasi
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari

b. Luka bakar derajat 2


Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi inflamasi
disertai proses eksudasi
Dijumpa bullae
Nyeri karna ujung-ujung syaraf teriritasi
Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terletak lebih tinggi diatas kulit
normal.
Luka bakar derajat 2 ini di bedakan menjadi 2 bagian yaitu :

1. Derajat 2 dangkal atau (superficial)


Kerusakan mengenai bagian superficial dari dermis.
Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar
sebasea masih utuh.
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10- 14 hari

2. Derajat 2 dalam atau deep


Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis
Organ-organ kulit seperti volikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar
sebasea sebagian besar masih utuh.
Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung epitel tersisa, biasanya
penyembuhan terjadi lebih dari sebulan
c. Luka bakar derajat 3
Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam.
Organ-organ kulit seperti volikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar
sebasea mengalami kerusakan.
Tidak di jumpai bullae
Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat, karna kering letaknya
lebih rendah dibandingkan kulit sekitar.
Terjadi koagulasi, protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai
eskar
Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh karena ujung-ujung
saraf sensorik mengalami kerusakan atau kematian.
Penyembuhan terjadi lama karna tidak terjadi proses epitelisasi spontan
dari dasar luka.

2. Berdasarkan tingkat keseriusan luka


Menurut American burn association menggolongkan luka bakar menjadi 3 kategori
yaitu :
a. Luka bakar mayor
Luka bakar dengan luas lebih dari 25% pada orang dewasa dan lebih dari
20% pada anak-anak
Luka bakar fullthickness lebih dari 20%
Terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki dan perineum
Terdapat trauma inhalasi dan multiple injuri tanpa memperhatikan derajat
dan luasnya luka
Terdapat luka bakar listrik bertegangan tinggi.
b. Luka bakar moderat
Luka bakar dengan luas 15-25% pada orang dewasa dan 10-20% pada
anak-anak
Luka bakar pada fullthickness kurang dari 10%
Tidak terdapat luka bakar pada tangan, muka, mata, telinga, kaki, dan
perineum.

c. Luka bakar minor


Luka bakar dengan luas kurang dari 15% pada orang dewasa dan kurang
dari 10% pada anak-anak
Luka bakar fullthickness kurang dari 2%
Tidak terdapat luka bakar di daerah wajah, tangan, dan kaki
Tidak terdapat trauma inhalasi, elektrik, fraktur

4. MASALAH YANG LAZIM MUNCUL

1. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan deformitas dinding dada, keletihan otot-otot
pernafasan, hiperventilasi
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif (evaporasi akibat luka
bakar)
3. Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan volume sekuncup jantung,
kontraktilitas dan frekuensi jantung
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
hipermetabolisme dan kebutuhan bagi kesembuhan luka
5. Kerusakan intergritas kulit berhubungan dengan luka bakar terbuka
6. Nyeri akut berhubungan dengan saraf yang terbuka, kesembuhan luka dan penanganan luka
bakar
7. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan pada penampilan tubuh (trauma)
8. Resiko ketidakefektifan perfusi ginjal
9. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak
10. Resiko infeksi
11. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan proses penanganan luka bakar
12. Ansietas berhubungan dengan perubahan pada status kesehatan dan pola interaksi

5. DISHARGE PLANING

1. Jangan menaruh es batu, margarin atau air es langsung pada bagian kulit yang mengalami luka
bakar karena bisa mengakibatkan kerusakan lebih lanjut
2. Mempertahankan status nutrisi yang normal
3. Oleskan krim antibiotika atau salep khusus luka bakar sesuai anjurang dokter
4. Tututpi luka bakar dengan kasa steril
5. Cucilah tangan denga sabun dan air sebelum mengganti kasa pembalut
6. Jangan memecahkan dan menggaruk lepuhan luka bakar agar luka tidak terinfeksi
7. Bersihkan luka bakar dengan kasa steril secara berkala
B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Menurut Wijaya (2013, hal. 118) adapun pengkajian keperawatan pada klien dengan luka bakar
adalah adalah sebagai berikut :

2. Identitas pasien: Nama, umur, jenis kelamin, TTL, alamat, Tgl MRS, Tgl pengkajian, No
Register Resiko luka bakar setiap umur berbeda : anak dibawah 2 tahun dan diatas 60 tahun
mempunyai angka kematian lebih tinggi, pada umur 2 tahun lebih rentan terkena infeksi.
3. Riwayat kesehatan sekarang meliputi : sumber kecelakaan, sumber panas atau penyebab
yang berbahaya, gambaran yang mendalam bagaimana luka bakar terjadi, faktor yang
mungkin berpengaruh seperti alkohol, oabt-obatan. Keadaan luka fisik disekitar luka bakar,
peristiwa yang terjadi saat luka sampai ke rumah sakit. Beberapa keadaan lain yang
memperberat luka bakar.
4. Riwayat kesehatan dahulu : penting untuk menentukan apakah pasien mempunyai penyaktit
yang merubah kemampuan untuk memenuhi keseimbangan cairan dan daya pertahanan
terhadap infeksi (seperti DM, gagal jantung, sirosis hepatis, gangguan pernapasan).
5. Pemeriksaan fisik dan psikososial
6. Aktivitas/istirahat : Tanda: Penurunan kekuatan, tahanan; keterbatasan rentang gerak pada
area yang sakit; gangguan massa otot, perubahan tonus.
7. Sirkulasi: Tanda (dengan cedera luka bakar lebih dari 20% APTT): hipotensi (syok);
penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera; vasokontriksi perifer umum
dengan kehilangan nadi, kulit putih dan dingin (syok listrik); takikardia
(syok/ansietas/nyeri); disritmia (syok listrik); pembentukan oedema jaringan (semua luka
bakar).
8. Integritas ego: Gejala: masalah tentang keluarga, pekerjaan, keuangan, kecacatan. Tanda:
ansietas, menangis, ketergantungan, menyangkal, menarik diri, marah.
9. Eliminasi: Tanda: haluaran urine menurun/tak ada selama fase darurat; warna mungkin hitam
kemerahan bila terjadi mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot dalam; diuresis (setelah
kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan ke dalam sirkulasi); penurunan bising usus/tak ada;
khususnya pada luka bakar kutaneus lebih besar dari 20% sebagai stres penurunan
motilitas/peristaltik gastrik.
10. Makanan/cairan: Tanda: oedema jaringan umum; anoreksia; mual/muntah
11. Neurosensori: Gejala: area batas; kesemutan. Tanda: perubahan orientasi; afek, perilaku;
penurunan refleks tendon dalam (RTD) pada cedera ekstremitas; aktifitas kejang (syok
listrik); laserasi korneal; kerusakan retinal; penurunan ketajaman penglihatan (syok listrik);
ruptur membran timpanik (syok listrik); paralisis (cedera listrik pada aliran saraf).
12. Nyeri/kenyamanan: Gejala: Berbagai nyeri; contoh luka bakar derajat pertama secara
eksteren sensitif untuk disentuh; ditekan; gerakan udara dan perubahan suhu; luka bakar
ketebalan sedang derajat kedua sangat nyeri; smentara respon pada luka bakar ketebalan
derajat kedua tergantung pada keutuhan ujung saraf; luka bakar derajat tiga tidak nyeri.
13. Pernafasan: Gejala: terkurung dalam ruang tertutup; terpajan lama (kemungkinan cedera
inhalasi). Tanda: serak; batuk mengii; partikel karbon dalam sputum; ketidakmampuan
menelan sekresi oral dan sianosis; indikasi cedera inhalasi. Pengembangan torak mungkin
terbatas pada adanya luka bakar lingkar dada; jalan nafas atau stridor/mengii (obstruksi
sehubungan dengan laringospasme, oedema laringeal); bunyi nafas: gemericik (oedema
paru); stridor (oedema laringeal); sekret jalan nafas dalam (ronkhi).

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Berdasarkan tinjauan teoritis masalah keperawatan yang sering muncul pada pasien dengan
gangguan sistem integumen : combustion (Doengoes ; 2000, dikutip oleh Ns. Andra SW.,
Kep.,Ns., Yessie MP., S.kep., KMB 2 (Keperawatan Medikal Bedah) ,2013) adalah :

a. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan cidera panas


b. Resiko perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan luka bakar sirkumferensial
c. Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan dan syaraf serta dampak emosional cedera
d. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat; kerusakan
perlindungan kulit; jaringan traumatik dan pertahanan sekunder tidak adekuat; penurunan
Hb, penekanan respon infamasi
e. Resiko ketidak efektipan termoregulasi berhubungan dengan kehilangan panas dan
gangguan pada mekanisa pertahanan kuit untuk mempertahankan suhu tubuh
f. Kurang volume cairn berhubungan dengan penigkatan pemeabilitas kehilangan akibat
evaporasi dari luka
g. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penigkatan
metabolisme dan katabolisme , kehilangan selera makan

intervensi
DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, Marlyn. E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. EGC : Jakarta.

Hetharia, Rospa. 2012. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen.Trans Info Media: Jakarta.

Muttaqin, Alif dan Kumala Sari. 2010. Asuhan Keperapatan Gangguan Sistem Integumen. Salemba Medika:

Jakarta.

Ns. Wijaya, Andra Saferi, S. Kep dan Ns. Yessie Mariza Putri, S. Kep. 2013.Keperawatan Medikal Bedah

2(Keperawatan Dewasa). Nuha Medika: Yogyakarta.

Nugroho, Taufan. 2012. Mengungkap Tentang Luka Bakar dan Artristis Reumatoid. Nuha Medika: Yogyakarta.

Smeltzer, suzanna, 2002, dikutip oleh Amin Hudanurarif, Hardhi Kusuma.2013.Asuhan Keperawatan

Kerdasarkan Diagnosa Medis & NANDA. Media


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Luka bakar merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kerusakan intergitas pada
kulit yang disebabkan oleh perpindahan energi dari sumber panas ke tubuh. Panas tersebut
dapat dipindahkan melalui konduksi dan radiasi elektro magnetic.