You are on page 1of 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN MASASE HIPERTENSI

PADA Ny. S DENGAN HIPERTENSI

YOGYAKARTA

Di Susun Oleh :

EKO NURWANTO

3213013

PROGRAM PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

JENDERAL ACHMAD YANI

YOGYAKARTA

2013

LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Di Susun Oleh :

EKO NURWANTO

3213013

Telah disetujui pada

Hari :
Tanggal :

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

( D.N OHORELA, S.Kep.,Ns ) ( )

Mahasiswa

(EKO NURWANTO)

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN(SAP)

MASASE KAKI UNTUK PENDERITA HIPERTENSI

Pokok Bahasan : HIPERTENSI

Waktu Pertemuan : 30 menit

Sub Pokok bahasan : Masase Hipertensi

Tanggal : 16 Mei 2013

Tempat : Rumah Ny. J

Sasaran : Ny. J

1. Latar Belakang

Berdasarkan hasil pengkajian tanggal 2 Mei 2013 didapatkan data bahwa Ny. j menderita
Hipertensi, tekanan darah klien 240/100 mmhg.

Tujuan Instruksional Umum :

Setelah mengikuti proses penyuluhan kesehatanNy. j mampu memahami tentang penyakit


Hipertensi dan dapat melakukan masase kaki untuk menurunkan hipertensi.

2. Tujuan Instruksional khusus :

Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 30 menit keluarga Ny. jmampu menjelaskan:

a. Pengertian masase hipertensi


b. Fungsi masase hipertensi

c. Langkah-langkah masase untuk hipertensi

3. Materi (terlampir)

4. Metode

a. Ceramah

b. Demonstrasi

c. Diskusi

5. Bahan dan Alat

a. Baskom

b. Minyak zaitun atau oil olive

c. Handuk kecil

d. Tensimeter

e. Air hangat

6. Proses Penyuluhan

No Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Peserta


1. Pendahuluan 5 menit Menjawab salam
Mendengarkan
Memberi salam
Melakukan apersepsi
Menyampaikan pokok bahasan
Menyampaikan tujuan

2. Kegiatan inti 20 menit Menyimak


Bertanya
Memberikan penjelasan tentang Memperhatikan
masase hipertensi
Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
Mendemonstrasikan masase kaki
Menjawab pertanyaan
3. Penutup 5 menit Memperhatikan
Menjawab
Meyimpulkan materi Menjawab salam
Memberikan evaluasi secara
lisan
Memberikan salam penutup

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian

Hipertensi adalah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan
diastolic ( bawah) 90 atau lebih. Disebut Hipertensi apabila beberapa kali pengukuran tekanan
sistolik menetap 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolic 90 mmHg atau lebih

B. Penyebab

Penyebab Hipertensi antara lain

1. Keturunan

2. Lingkungan

3. Penyakit atau gangguan pembuluh darah

4. Penyakit ginjal

C. Tanda dan Gejala

1. Sakit kepala , pusing dan terasa berat pada tengkuk

2. Nggliyer

3. Sukar tidur

4. Mata berkunang-kunang

5. Telinga berdenging

6. Rasa mual dan muntah

7. Kadang mimisan

8. Mudah tersinggung
D. Komplikasi Hipertensi

1. Stroke

2. Gangguan Ginjal : banyak kencing

3. jantung : cepat lelah

E. Masase

Masase adalah sentuhan yang dilakukan dengan sadar dan digunakan untuk meningkatkan
kesehatan.

F. Manfaat Masase

1. Menimbulkanrelaksasi yang dalam sehingga meringankan kelelahan jasmani dan rohani


dikarenakan sistem saraf simpatis mengalami penurunan aktivitas yang akhirnya
mengakibatkan turunnya tekanan darah (Kaplan,2006).
2. Memperbaiki sirkulasi darah pada otot sehingga mengurangi nyeri dan inflamasi,
dikarenakan masase meningkatkan sirkulasi baik darah maupun getah bening (Price,
2007).
3. Memperbaiki secara langsung maupun tidak langsung fungsi setiap organ internal
berdasarkan filosofi aliran energi meridian masase mampu memperbaiki aliran peredaran
energi (meridian) didalam tubuh menjadi positif sehingga memperbaiki energi tubuh
yang sudah lemah (Thie, 2007; Dalimartha, 2008).
4. Mendorong kepada postur tubuh yang benar dan membantu memperbaiki mobilitas
(Price, 2007). Menurut George Goodheart (2008), otot yang tegang menyebabkan nyeri
dan bergesernya tulang belakang keluar dari posisi normal sehingga postur tubuh
mengalami perubahan, masase berfungsi untuk menstimulasi saraf otonom yang dapat
mengendurkan ketegangan otot (Perry&Potter,2005).
5. Sebagai bentuk dari suatu latihan pasif yang sebagian akan mengimbangi kurangnya
latihan yang aktif karena masase meningkatkan sirkulasi darah yang mampu membantu
tubuh meningkatkan energi pada titik vital yang telah melemah (Price, 1997; Dalimartha,
2008).

G. Langkah langkah masase untuk penderita Hipertensi

1. Hal yang harus diperhatikan

a. Kondisi klien jika terlalu lapar, terlalu kenyang.

b. Kondisi ruangan yang nyaman, suhu tidak terlau panas, tidak terlalu dingin, pencahayaan yang
cukup tidak remang-remang.

c. Posisi klien dalam keadaan berbaring yang mana bagian pinggang sampai telapak kaki ditutup
oleh handuk dan posisi pemijat dibelakang klien.
2. Alat

a. Tensimeter

b. Stetoskop

c. Minyak lavender yang telah diencerkan dengan minyak kelapa

d. Lembar observasi tekanan darah

e. Handuk

3. Prosedur tindakan

a. Persiapan

1) Peneliti menyediakan alat

2) Peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan

3) Peneliti mengukur tekanan darah penderita hipertensi (ringan dan sedang) sebelum melakukan
masase kaki dan di catat dalam lembar observasi.

4) Peneliti mempersiapkan posisi klien untuk dimasase dan mempersiapkan pemijat untuk
memijat.

b. Pelaksanaan Masase Kaki

1) Effleurage, gerakan mengusap yang ringan dan menenangkan pada bagian awal yang
bertujuan untuk meratakan minyak esensial lavender dan menghangatkan otot agar lebih rileks.

2) Masase pada bagian kaki belakang, kaki depan lalu telapak kaki. Masase dilakukan selama 20
menit.

3) Effleurage, gerakan mengusap dengan ringan yang bertujuan untuk mengakhiri masase dan
membersihkan sisa minyak esensial lavender.

c. Kriteria hasil:

1) Penderita hipertensi setelah masase kaki menjadi nyaman, segar dan rileks.

2) Tekanan darah penderita hipertensi menjadi turun setelah masase kaki.

LAMPIRAN MASASE
GERAKAN PEMIJATAN KAKI

1. Gerakan pertama ini disebut denga eflurage yaitu memijat dari pergelangan kaki ditarik
sampai ke jari-jari. Gerakan ini dapat dilakukan beberapa kali sekitar 3 4 kali.

2. Gerakan kedua ini sama dengan gerakan pertama yaitu menarik dari pergelangan kaki hingga
sampai ujung jari melewati perselangan jari diakhiri dengan tarikan kecil pada jari. Gerakan ini
dilakukan pada semua jari kaki, dari kelingking hingga jempol.
3. Setelah itu, dilakukan seperti gerakan pertama tetapi dengan menungkupkan semua telapak
tangan pada atas dan bawah telapak kaki, ditarik lembut dari pergelangan kaki hingga ke jari
kaki. Gerakan ini dilakukan 3 4 kali.

4. Pegang kaki seperti gambar di atas, lakukan pemijatan pada daerah tumit dengan gerakan
melingkar. Penekanan pemijatan dipuasatkan pada jempol tangan yang dilakukan seperti
gerakan-gerakan memutar kecil searah jarum jam. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 3 4
kali.

5. Lakukan pemijatan dengan memfokuskan penekanan pada jempol, jari telunjuk, dan jari
tengah dengan membuat gerakan tarikan dari mata kaki kearah tumit. Gerakan ini dilakukan
sebanyak 3 4 kali.
6. Lakukan pemijatan penekanan yang berfokus pada jempol, mengusap dari telapak kaki bagian
atas hingga ke bawah. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 3 4 kali.

7. Gerakan ke tujuh hampir sama dengan gerakan ke-6, tetapi gerakan ini dilakukan dengan
posisi agak ke tengah dari telapak kaki. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 3 4 kali.

8. Gerakan selanjutnya yaitu dengan membuat gerakan kecil memutar dengan memberikan
sedikit penekanan yang berfokus pada jempol,gerakan ini dilakukan dari bagian atas telapak kaki
(bawah jempol) hingga di bagian tumit tetapi telapak bagian tepi. Gerakan ini tidak dilakukan
perulangan, cukup satu kali saja.
9. Gerakan selanjutnya hampir sama dengan gerakan ke-8, hanya bedanya gerakan ke-9 ini lebih
di area telapak kaki bagian tengah. Gerakan ini juga tidak dilakukan perulangan, cukup satu kali
saja.

10. Gerakan ke-10 adalah dengan melakukan penekanan pada bawah jari, seperti yang dilakukan
gambar di atas. Gerakan ini dilakukan pada semua jari kaki. Gerakan ini dilakukan dengan
menekan dan memberikan putaran-putaran kecil searah jarum jam. Setiap jari kaki diberikan
pijatan 3 4 kali.

11. Gerakan selanjutnya yaitu memberikan penekanan dan gerakan memutar kecil pada area
tersebut (seperti pada gambar). Gerakan yang dilakukan dapat sebanyak 4 5 kali pada titik ini
saja.
12. Gerakan selanjutnya dapat dilakukan dengan memutar pergelangan kaki, posisi tangan dapat
dilakukan seperti pada gambar. Pemutaran pergelangan kaki dapat dilakukan sebanyak 4 5 kali.

13. Setelah itu regangkan kaki, yaitu dengan memegang daerah pergelangan kaki dan
memberikan sedikit dorongan ke luar pada telapak kaki bagian atas. Gerakan ini dapat dilakukan
3 4 kali.

14. Gerakan terakhir yaitu memberi usapan lembut dengan sedikit diberikan penekanan dari
pergelangan kaki hingga semua ujung kaki. Gerakan ini dilakukan 3 -4 kali, dan ditutup dengan
mengusap satu kali dengan lembut dari atas pergelangan kaki hingga ujung kaki tanpa diberikan
penekanan.
DAFTAR PUSTAKA

Budistio, M. (2008). Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi pada Pasien Usia


Dewasa.Jurnalkedokteran trisakti, 2 (20).

Cassar, M.P. (2004). Hand book of clinical massage .(2nded). London: Elsevier Churchill
livingstone.

Cha,J.H.,Lee,S.H.,Yoo,Y.S.(2010). Effect of aromatherapy on changes in the autonomic nervous


system,aortic pulse wave velocity and aortic augmentation index in patients with essential
hypertention.Journalof Korean Academy Nursing, 40 (5):705.

Dalimartha, et.al. (2008). Care yourself hipertensi. Jakarta: Penebar Plus.

Hutasoit, Aini. (2006). Panduan praktis aromatherapy untuk pemula. Jakarta: Gramediapustaka
utama.

Infokes.(2007).Menyokong Penuh Penanggulangan Hipertensi. diakses dari


http://www.depkes.go.id,diperoleh 22 September 2012.

Martin, Inggrid. (2007). Aromatherapy for massage practitioners. Philadelpia: Lippincott


Williams &Wilkins. Diakses dari www.ebooksgoogle.com, diperoleh 22 September 2012.

Moyer, Rounds & Hannum.(2004). A Meta-Analysis of Massage Therapy


Research.Psychological Bulletin, 130(1),3-18.

Mulyati, L. Pengaruh Masase Kaki Secara Manual terhadap Sensasi Proteksi, Nyeri, & ABI
Responden

DM Tipe 2 di RSUD Curup Bengkulu (Tesis Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia,Jakarta: 2009)

Price,S.,Price,L. (2007). Aromatherapy for health profesionals. (3rded). USA: Elsevier. diakses
dariwww.ebooksgoogle.com, diperoleh 22 September 2012.

Safitri, P.(2009). Efektivitas masase kaki dengan minyak esensial lavender terhadap penurunan
tekanandarah pada penderita hipertensi di Dusun XI Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung
MorawaKabupaten Deli Serdang. Medan: USU, diakses dari
http://www.repositoryusu.abstract.ac.id, diperoleh 22 September 2012.