You are on page 1of 6

A.

Definisi
Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan
dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu
mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Normal tekanan darah seseorang
dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan
kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.
Dibawah ini table nilai tekanan darah normal (dalam mm Hg)
MASSA DIASTOLIK SISTOLIK
BAYI 50 70-90
ANAK-ANAK 60 80-100
REMAJA 60 90-110
DEWASA MUDA 60-70 110-125
UMUR LEBIH TUA 80-90 130-150

Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah


(tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka
tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga
hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu
terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan
memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan
berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat
(lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan
(abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi)
90/60 mmHg.

B. Etiologi
Terjadinya tekanan darah rendah di pengaruhi oleh 3 hal, apabila sesuatu
atau ketiganya mengalami gangguan penurunan maka tekanan darah akan
turun.
1. Struk volume, yakni kekuatan otot jantung untuk menguncup
mengeluarkan darah dari anggota otot jantung keseluruh tubuh
2. Tegangan periferatau tegangan kekuatan pembuluh darah. Makin kaku
pembuluh darah, makin tinggi tekanan darah. Demikian juga sebaliknya
makin lembek pembuluh darah maka tekanan darah semakin rendah.
3. Diare, hebat membuat kondisi seseorang kekurangan cairan sehingga
tidak bertenaga. Kondisi ini membuat otot jantung lemah dalam
memompakan darah dari jantung keseluruh tubuh. Akibatnya tekanan
menjadi menurun.
4. Berdiri terlalu lama terlebih dalam kondisi yang belum sarapan pagi atau
malam harinya yang kurang tidur dapat menyebabkan tekanan darah
rendah.
5. Pendarahan, terjadi karena seseorang mengalami pendarahan akibat luka
terbuka atau luka yang terlalu dalam, penyebab lainnya adalah kondisi
lemah jantung, serangan jantung dan alergi obat.

C. Manifestasi
Terdapat beberapa manifestasi dari beberapa hipotensi:
1. Hipotensi
Jantung berdebar kencang dan tidak beratur, pusing, lemas, mual, pinsan,
pandangan buram dan kehilangan keseimbangan.
2. Hipotensi interadialisis, asympomatik, hingga syok
Perasaan tidak nayman pada perut, mual, muntah, menguap, otot terasa
kram, gelisah, pusing kecemasan.
3. Hipotensi ortostatik
Pusing hingga pinsan

D. Klasifikasi
a) Hipotensi postural
Hipotensi postural adalah jenis hipotensi yang mendadak karna
perubahan posisi tubuh, biasanya pada saat sedang berdiri dari posisi
duduk atau dari posisi terbaring. Tekanan darah turun karena jantung
tidak dapat memompa cukup darah sehingga terjadinya kekurangan
oksigen di otrak, menyebabkan timbulnya gejala rasa pusing bahkan
pinsan. Menurut (Chirs Brooker,2005)
hipotensi postural adalah penurunan tekanan darah tiba-tiba saat
mengubah posisi dengan cepat dari berbaring atau duduk menjadi
berdiri. Kondisi ini paling umum terjadi pada lansia. Kondisi ini dapat
disebabkan oleh mekanisme fisiologis yang terlambat, yang normalnya
mengompensasi perubahan postur tubuh. Hipotensi postural juga
dapat terjadi jika pasien sedang menjalani pengobatan menggunakan
obat antihipertensi, terurama jika diberikan dosis yang paling tepat.
Perawat juga harus menganjurkan pasien untuk mengindari perubahan
posisi tiba-tiba jika pasien berbaring atau duduk selama beberapa
waktu, tenaga pelayanan kesehatan harus mengantisipasi potensi
penurunan tekanan darah tiba-tiba saat pasien berdiri dan memastikan
bahwa pasien berdiri perlahan dan aman.
Gejala lain dari gangguan otonom yang sering menyertai hipotensi
diantaranya: keluar keringat dingin, perubahan besar pupil, gangguan
gastrointestinal ( pencernaan) , disfungsi kandung kemih.

b) Hipotensi postprandial
Hipotensi postprandial merupakan jenis hipotensi yang mendadak
setelah mengkonsumsi makanan. Setelah makan darah mengalir cepat
kesaluran pencernaan, dan untuk mengkompensasi penurunan
mendadak dalam pembuluh, laju detak jantung meningkat dan
beberapa pembuluh darah menyempit. Seseorang yang mengalami
hipotensi postprandial harus makan makanan dalam porsi yang sedikit
supaya tidak memicu terjadinya penurunan tekanan darah secara
mendadak.
c) Hipotensi karena saraf
Dalam kondisi normal, jika anda berdiri atau berjalan selama jangka
waktu tertentu, gaya gravitasi menarik darah ke ujung-ujung bagian
bawah tubuh anda, yang menyebabkan tekanan darah turun. Pada
sebagian orang suplai darah tidak dapat terpenuhi karena adanya
masalah komunikasi pada sistem syaraf yang menyampaikan perintah
dari otak kepada jantung, sehingga jantung tidak segera meningkatkan
laju detaknya danb terjadilah ketidakseimbangan sirkulasi darah dan
menyebabkan pusing bahkan pingsan.
d) Hipotensi akut
Hipotensi yang muncuknya tiba-tiba dengan faktor pencetusi. Hipotensi
jenis ini merupakan hipotensi yang berbahaya dibandingkan jenis
lainnya, karena disebabkan oleh menurunnya tekanan darah
seseorang secara tiba-tiba.

E. Patofisiologi
Pada perubahan posisi tubuh misalnya dari tidur ke berdiri maka tekanan
darah bagian atas tubuh akan menurun karena pengaruh gravitasi. Pada
orang dewasa normal, tekanan darah arteri rata-rata pada kaki adalah 180-
200 mmHg. Tekanan darah arteri setinggi kepala adalah 60-75 mmHg dan
tekanan venanya 0. Pada dasarnya, darah akan mengumpul pada pembuluh
kapasitas vena ekstremitas inferior 650 hingga 750 ml darah akan terlokalisir
pada satu tempat. Pengisian atrium kanan jantung akan berkurang, dengan
sendirinya curah jantung juga berkurang sehingga pada posisi berdiri akan
terjadi penurunan sementara tekanan darah sistolik hingga 25 mmHg, sedang
tekanan diastolik tidak berubah atau meningkat ringan hingga 10 mmHg.
Penurunan curah jantung akibat pengumpulan darah pada anggota tubuh
bagian bawah akan cenderung mengurangi darah ke otak. Tekanan arteri
kepala akan turun mencapai 20-30mmHg. Penurunan tekanan ini akan diikuti
kenaikan tekanan parsial CO2 (Pco2) dan penurunan tekanan parsial O2
(Pco2) serta pH jaringan otak.
Secara reflekstoris, hal ini akan merangsang baroreseptor yang terdapat di
dalam dinding dan hampir setiap arteri besar didaerah dada dan leher, namun
dalam jumlah banyak didapatkan dalam dinding arteri karotis interna, sedikit
diatas bifrucatio carotis, daerah yang dikenal sebagai sinus karotikus dan
dinding arkus aorta. Respon yang ditimbulkan baroreseptor berupa
peningkatan tahanan pembuluh darah perifer, peningkatan tekanan jaringan
pada otot kaki dan abdomen, peningkatan frekuensi respirasi, kenaikan
frekuensi denyut jantung serta sekresi zat-zat vasoaktif. Sekresi zat vasoaktif
berupa katekolamin, pengaktifan sistem Renin-Angiotensin Aldosteron,
pelepasan ADH dan neurohipofisis. Kegagalan fungsi reflex autonomy inilah
yang menjadi penyebab timbulnya hipotensi ortostatik, selainj oleh faktor
penurunan curah jantung akibat berbagai sebab atau kontrasi volume
intravaskular baik yang relatif maupun absolut. Tingginya kasus hipotensi
ortastatik pada usia lanjut berkaitan dengan:
a. Penurunan sensitivitas baroreseptor yang di akbibatkan oleh proses
atherosklerosis sekitar sinus karotikus dan arkus aorta. Hal ini akan
menyebabkan tak berfungsinya refleks vasokonstriksi dan peningkatan
frekuensi denyut jantung sehingga mengakibatkan kegagalan
pemeliharaan tekanan arteri sistemik saat berdiri.dan
b. Menurunnya daya elasitisitas serta kekuatan otot ekstermitas inferio.

F. Klasifikasi Hipotensi
a) Pingsan: hipotensi yang menyebabkan tidak cukupnya darah yang
mengalir ke otak, sel-sel otak tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi-
nutrisi. Sehingga mengakibatkan pening bahkan pingsan.
b) Stroke: hipotensi yang menyebabkan berkurangnya aliran darah dan
oksigen yang menuju otak sehingga mengakibatkan kerusakan otak.
Sehingga menimbulkan kematian pada jaringan otak karena arteri orak
tersumbat (infark serebral) atau arteri pecah (perdarahan)
c) Anemia: hipotensi pada tekanan darah 90/80 menyebabkan produksi sel
darah merah yang minimal atau produksi sel darah merah yang rendah
sehingga mengakibatkan anemia.
d) Serangan jantung: hipotensi yang mengakibatkan kurangnya tekanan
darah yang tidak cukup untuk menyerahkan darah ke arteri-arteri koroner
( arteri yang menyuplai darah keotot jantung) sehingga menyrbabkan nyeri
dada yang akan mengakibatkan serangan jantung.
e) Gangguan ginjal: ketika darah yang tidak cukup dialirka ke ginjal, ginjal
akan gagal untuk mengeliminasi pembuangan-pembuangn dari tubuh
yaitu urea, dan creatin dan peningkatan pada tingkat-tingat hasil eliminasi
di darah terjadi (contohnya: kenaikan dari blood urea nitrogen atau BUN,
dan serum karetin)
f) Shock: tekanan darah yang rendah mengacu jantung untuk memompa
darah lebih banyak, kondisi tersebut yang mengancam nyawa dimana
tekanan darah yang gigih menyebabkan organ-organ seperti ginjal, hati,
jantung, dan otak untuk gagal secara tepat.

G. Treatmen
Perawatan untuk penderita hipotensi tergantung penyebabnya. Hipotensin
kronik jarang terdeteksi dari gejala. Hipotensi yang tak bergejala pada orang-
orang sehat biasanya tak memerlukan perawatan. Dalam mengatasi hipotensi
berdasarkan penyebabnya yaitu dengan mengurangi atau menghilangkan
gejalanya.
- Jika keluhan dirasakan klien saat keadaan diare terjadi, maka klien
dianjurkan untuk pemulihan kepada kebutuhan cairannya, yang
mempengaruhi atau mengurangi volume darah, mengakibatkan
menurunnya tekanan darah.
- Kecelakaan/luka yang menyebabkan perdarahan, akan mengakibatkan
kurangnya volime darah menurunkan aliran darah, untuk itu yang
dibutuhkan oleh penderita adalah transfusi darah sesuai yang dibutuhkan.
- Adanya kelainan jantung bawaan seperti kelainan katup, maka penderita
harus mengalami operasi jantung sesuai indikasi dokter, ataupun
menjalani pengobatan yang intensif untuk tidak memperburk keadaan
penderitanya.

Cara lain untuk mengatasi hipotensi, yaitu:


- Minum kopi, dosis kafein di pagi hari dapat memberikan efek karena
kafein dapat memacu jantung untuk bekerja lebih cepat.
- Klien yang sedang mengalami hipotensi harus membiasakan diri untuk
mempunyai pola makan yang teratur dan mempunyai makana pelengkap
seperti susu untuk meningkatkan stamina. Karena pada umumnya
penderita hipotensi cukup lemah dan mudah lelah.
- Penderita hipotensi dianjurkan untuk rajin berolahraga ringan, misalnya
joging untuk melatih kerja jantung secara teratur, dan melancarkan aliran
darah keseluruh tubuh.
- Jika di perluka misalnya pada klien anemia, maka klien harus
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi ataupun
suplemen zat besi untuk meningkatkan sel-sel darah merah darah yang
menambah volume darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah
penderita.

Penanganan hipotensi yang di lakukan sendiri


- Perbanyak asupan cairan terutama air minum
- Tambahkan lebih banyak garam dalam makanan, kecuali
sudah kondisi lain yang tidak membolehkannya
- Teratur berolahraga untuk membuat kondisi jantung dan
pembuluh darah menjauh lebih sehat.
- Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.

Penanganan yang di lakukan oleh dokter


- Dokter akan mencari penyebab dari hipotensi yang sampai
menimbulkan gejala tewrsebut, berdasarkan dari gejala yang
ada, dengan mengatasi kondisi medis yang menjadi
penyebabnya
- Bila kondisi dapat menjadi bahaya, dokter dapat meminta
untuk dipasang infus dengan tujuan rehidrasi, untuk
menaikan tekanan darah. Sehingga ada kemungkinan untuk
dirawat inap.

H. Pencegahan
Yang dapat di lakukan untuk mengatasi tekanan darah rendah adalah
sebagai berikut:
a. Makanlah yang bergizi tinggi (empat sehat lima sempurna)
b. Sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas
c. Hindari tidak tidur hingga larut malam
d. Konsumsi garam cukup
e. Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10
gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup
jantung sehingga tekanan darah akan meningkat
f. Konsumsi vitamin
g. Konsumsi makanan yang seimbang protein dan lemaknya
h. Berolah raga seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu
dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.

I. Pengobatan
1. Akinor.
Isi: cafedine 100mg+Theodrenaline 5mg
Indikasi: hipotensi
Dosis perhari: 1-2x1-2 tablet

2. Glycery Trimitrat DBL


Isi : Glyceryl Trimitrat
Indikasi: mengontrol hipotensi gagal jantung kongesif dengan infark
miokard
Dosis perhari: harus dilarutkan dengan NaCI 5% / Glukosa 5% maksimum
400 mg/ml titrasi awal mg/ menit.