You are on page 1of 9

F.

1 UPAYA PROMOSI KESEHATAN

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

A. LATAR BELAKANG

Perilaku merokok merupakan masalah yang berkaitan dengan kesehatan


masyarakat karena dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan dapat menyebabkan
kematian baik bagi perokok dan orang yang ada disekitarnya. Setiap orang telah
mengetahui bahwa merokok adalah berbahaya bagi kesehatan, namun pada kenyataannya
perilaku merokok masih sangat sulit dikendalikan. Merokok dapat juga menjadi awal
untuk mencoba berbagai zat adiktif lainnya (Wismanto, 2007). Pesan-pesan yang tertera
dalam bungkus rokok dan gambar-gambar peringatan bahaya rokok yang berupa gambar
penyakit akibat merokok dalam kemasan rokok sudah diterapkan di Indonesia. Namun
pada kenyataannya, perilaku merokok masyarakat masih sangat sulit dikendalikan.

Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengendalikan produk tembakau


salah satunya dengan mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) No. 109 tahun 2012
tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau
Bagi Kesehatan. Namun pada kenyataannya jumlah perokok di Indonesia masih
tergolong tinggi. Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang ketentuan untuk
mencantumkan label peringatan kesehatan pada produk rokok telah berlaku sejak tahun
1991. PP tersebut telah diperkuat dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan No.28
tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan pada
Kemasan Produk Tembakau Berbentuk Gambar dan Tulisan. Dengan adanya peraturan
tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perokok tentang bahaya yang
ditimbulkan akibat merokok.

Angka kematian akibat penyakit tidak menular yang berhubungan dengan rokok
diperkirakan terus meningkat. Sedikitnya 5 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat
penyakit yang disebabkan oleh tembakau setiap tahunnya. Jumlah ini dikhawatirkan akan
mencapai 10 juta pertahun pada tahun 2030 dimana 70% kematian terjadi di negara-
negara berkembang (WHO, 2012). Data tersebut juga menyebutkan bahwa penyakit yang
terkait merokok membunuh paling sedikit 200.000 orang setiap tahun di Indonesia.

1
2

Berdasarkan data WHO (2013), prevalensi penduduk usia dewasa yang merokok
setiap hari di Indonesia sebesar 29% sehingga Indonesia menempati urutan pertama se-
Asia Tenggara dalam hal jumlah perokok. Sedangkan di dunia, Indonesia menempati
urutan ketiga dalam hal jumlah perokok setelah Cina dan India dengan prevalensi
perokok sebesar 36,1% Global Adults Tobacco Survey (GATS, 2011). Berdasarkan data
WHO (2012), sebanyak 67% dari semua pria di Indonesia yang berusia lebih dari 15
tahun merupakan perokok aktif. Dua dari tiga pria di Indonesia memiliki kebiasaan
merokok.

Berdasarkan data Riskesdas (2013), perilaku merokok penduduk di Indonesia umur 15


tahun keatas masih belum terjadi penurunan dari 2007 sampai 2013, bahkan cenderung
meningkat dari 34,2% pada tahun 2007 menjadi 36,3% pada tahun 2013. Menurut kebiasaan
merokok umur 10 tahun keatas, data tersebut juga menunjukkan bahwa perokok setiap hari di
Provinsi Jawa Tengah sebesar 22,9% dan perokok kadang-kadang sebesar 5,3% . Data perilaku
merokok menurut kelompok umur dan kebiasaan merokok menyatakan bahwa perokok umur 10-
14 tahun sebesar 0,5% merokok setiap hari dan 0,9% perokok kadang-kadang. Pada kelompok
umur 15-19 tahun sebesar 11,2% perokok setiap hari dan 7,1% perokok kadangkadang,
sedangkan pada kelompok umur 20-24 tahun, sebesar 27,2% perokok setiap hari dan 6,9%
perokok kadang-kadang. Proporsi terbanyak perokok 4 aktif setiap hari pada umur 30-34 tahun
sebesar 33,4% dan umur 35-39 tahun sebesar 32,2% yang merupakan penduduk usia produktif.

Kecamatan Simo disebut kota pelajar karena terlihat banyaknya sekolah sekolah
negeri maupun swasta sehingga banyak sekali siswa siswa yang belajar di kecamatan
Simo. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara penulis terhadap masyarakat
tentang pengetahuan rokok yang masih banyak belum mengerti lebih dalam tentang
bahayanya bagi kesehatan dan melihat banyaknya siswa tersebut di lingkungan
kecamatan Simo dengan melihat di luar jam sekolah bagaimana mereka berkumpul
dengan teman sebayanya tampak sedang menghisap rokok, sungguh sangat disayangkan
bagaimana generasi muda sudah mengkonsumsi rokok. Dampak yang ditimbulkan bagi
kesehatan generasi muda dan kurangnya pengetahuan terhadap rokok inilah yang menjadi
pokok latar belakang promosi kesehatan di lingkungan Kecamatan Simo terutama pada
tingkat pelajar yang sedang duduk di bangku sekolah guna untuk mencegah perilaku dan
dampak dari merokok.
3

B. PERMASALAHAN
1. Kurangnya pemahaman pengetahuan tentang rokok pada masyarakat khususnya
remaja.
2. Kurangnya kesadaran masyarakat khususnya remaja terhadap bahaya merokok
bagi kesehatan.
3. Kurangnya poster poster kampanye pencegahan merokok dilingkungan sekolah
maupun masyarakat.

C. PERENCANAAN DAN INTERVENSI


No Prioritas Rencana Kegiatan Metode Pendekatan
Masalah (Intervensi)
1. Kurangnya - Memberikan penyuluhan - Berkoordinasi dengan
pemahaman tentang pengetahuan rokok, pemegang program
pengetahuan bahaya merokok bagi promosi kesehatan,
tentang rokok kesehatan dan bagaimana bidan desa, kepala
pada masyarakat cara mencegahnya pada sekolah, guru Pembina
khususnya siswa-siswa SMP, SMA OSIS, guru olahraga
remaja. atau SMK. dan pengurus OSIS di
- Memberikan penyuluhan sekolah. Penyuluhan
terhadap remaja Karang dilakukan dengan
Taruna di desa desa. menggunakan materi
presentasi yang
dipaparkan berupa
tulisan dan gambar
yang menarik.
- Berkoordinasi dengan
pemegang program
promosi kesehatan,
bidan desa.
2. Kurangnya - Memberikan penyuluhan - Berkoordinasi dengan
kesadaran untuk menyadarkan bahwa pemegang program
4

masyarakat bahaya merokok terhadap promosi kesehatan,


khususnya remaja kesehatan pada siswa-siswa bidan desa, kepala
terhadap bahaya SMP, SMA atau SMK. sekolah, guru Pembina
merokok bagi - Memberikan penyuluhan OSIS, guru olahraga
kesehatan untuk menyadarkan bahwa dan pengurus OSIS di
terdapat bahaya merokok sekolah. Penyuluhan
terhadap kesehatan pada dilakukan dengan
remaja Karang Taruna di menggunakan materi
desa desa. presentasi yang
dipaparkan berupa
tulisan dan gambar
yang menarik.
- Berkoordinasi dengan
pemegang program
promosi kesehatan,
bidan desa.
3. Kurangnya poster Pembuatan poster Berkoordinasi dengan
poster kampanye pemegang program
pencegahan Promkes, Kepala
merokok Puskesmas, Kepala Tata
dilingkungan Usaha, Bagian Keuangan.
sekolah maupun
masyarakat.

D. PELAKSANAAN DAN INTERVENSI


No. Jenis Kegiatan Waktu Lokasi Pelaksana
1. - Memberikan - Selasa, 18 Juli - SMA/SMK dr. Sonia
penyuluhan 2017 Muhammadiyah dr.Indira
tentang Simo
pengetahuan
5

rokok, bahaya - Sabtu, 23 Sept - Balai Desa Teter dr. Sonia


merokok bagi 2017 Simo
kesehatan dan
bagaimana cara
mencegahnya
pada siswa-
siswa SMK
- Memberikan
penyuluhan
terhadap remaja
Karang Taruna
di desa desa.
2. - Memberikan - Selasa, 18 Juli - SMA/SMK dr. Sonia
penyuluhan 2017 Muhammadiyah dr.Indira
untuk - Sabtu, 23 Sept Simo
menyadarkan 2017 - Balai Desa Teter dr. Sonia
bahwa bahaya Simo
merokok
terhadap
kesehatan pada
siswa-siswa
SMK.
- Memberikan
penyuluhan
untuk
menyadarkan
bahwa terdapat
bahaya
merokok
terhadap
kesehatan pada
6

remaja Karang
Taruna di desa
desa.
3. Berkoordinasi Insidental Puskesmas Simo dr. Sonia dan
dengan pemegang Berkoordinasi
program Promkes, dengan
Kepala Puskesmas pemegang
dan Dokter program
Puskesmas untuk Promkes,
pembuatan poster Kepala
kampaye Puskesmas,
pencegahan Kepala Tata
merokok. Usaha, Bagian
Keuangan

E. MONITORING DAN EVALUASI


No. Jenis Kegiatan Target Hasil
1. - Memberikan penyuluhan Siswa Baru SMA/SMK Penyuluhan disambut
tentang pengetahuan rokok, Muhammadiyah Simo sangat baik oleh
bahaya merokok bagi Pengurus OSIS SMK siswa baru
kesehatan dan bagaimana Muhammadiyah Simo SMA/SMK
cara mencegahnya pada memahami materi yang Muhammadiyah
siswa-siswa SMK diberikan Simo.
Para siswa
mendengarkan
dengan baik dan aktif
Tanya jawab. Siswa
menanggapi
pertayaan yang
diberikan oleh
presentan setelah
7

selesai memaparkan
materi penyuluhan
- Mengadakan Penyuluhan Remaja Karang Taruna Belum terlaksana
tentang Bahaya Merokok Bagi Desa Teter, Simo
Kesehatan Remaja di memahami materi
Pertemuan Karang Taruna penyuluhan
2. - Memberikan penyuluhan Komitmen dari siswa- Para siswa SMK
untuk menyadarkan siswa SMK yang berjanji dan
bahwa bahaya merokok diberikan penyuluhan berkomitmen penuh
terhadap kesehatan pada tentang bahaya untuk tidak merokok
siswa-siswa SMK. merokok bagi karena merokok
kesehatan bahaya bagi
kesehatan
- Mengadakan Penyuluhan Remaja Karang Taruna Belum terlaksana
tentang Bahaya Merokok Bagi Desa Teter, Simo
Kesehatan Remaja di memahami materi
Pertemuan Karang Taruna penyuluhan
3. Berkoordinasi dengan Warga Masyarakat Belum terlaksana
pemegang program Promkes, khususnya Bapak dikarenakan
Kepala Puskesmas dan Dokter bapak dan Remaja keterbatasan SDM,
Puskesmas untuk pembuatan dapat sadar dengan dana dan waktu.
poster kampaye pencegahan adanya poster
merokok. kampanye pencegahan
merokok karena
dampak yang
ditimbulkan
8

F. KESIMPULAN DAN SARAN


a. Simpulan

Masyarakat terutama remaja sebenarnya sudah sedikit banyak tahu tentang rokok,
kandungan rokok dan dampak yang ditimbulkan bila mengkonsumsi rokok bagi
kesehatannya, tetapi yang masih sulit adalah bagaimana komitmen dan cara berhenti
merokok.

b. Saran

Memperbanyak penyuluhan-penyuluhan dengan berbagai macam cara misal


media cetak atau dengan media audio visual seperti menonton film yang berkaitan
dengan merokok dan dampak yang ditimbulkan agar lebih menarik. Memberikan
pendekatan dan dukungan jika ada masyarakat atau remaja yang ingin berhenti
merokok dan memfasilitasi kegiatan kegiatan yang bermanfaat.
9

DAFTAR PUSTAKA

Balitbangkes. Laporan RISKESDAS Tahun 2013

Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia. World Health Organization. 2011.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2013. Tentang Pencantuman Peringatan


Kesehatan Dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau.

Republik Indonesia. 2012. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang
Pengamanan Tembakau. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 278.
Sekretariat Negara. Jakarta.

Wismanto B.Y, Sarwo B.Y,. 2007. STRATEGI PENGHENTIAN


PERILAKU MEROKOK. Semarang: Unika Soegijapranata.

World Health Organization (WHO). Angka Kematian Penyakit Tidak Menular. Amerika:
WHO; 2012

World Health Organization. 2012. Indonesians Tobacco Profile (Tobacco free Initiative).
Geneva : WHO

World Health Organization. 2013. WHO Report On The Global Tobacco Epidemic 2013.
Geneva : WHO