You are on page 1of 35

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM PILOT PLANT

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017-2018

MODUL : FALLING FILM EVAPORATOR


PEMBIMBING : Rispiandi,S.T, M.T

PEMBUATAN : 10 Oktober 2017

PENYERAHAN : 17 Oktober 2017

OLEH

KELOMPOK : III

NAMA : 1. Echa Kaniasari (151411006)

2. Fatah Dwi P (151411007)

3. Fitri Gina Gunawan (151411008)

KELAS : 3A- D3 TEKNIK KIMIA

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2017
I. TUJUAN :
1. Menggunakan alat unit penguapan di lab. Pilot plant dengan aman dan benar
2. Memilih temperature dan tekanan yang sebaik mungkin untuk umpan tertentu
3. Menghitung koefisien keseluruhan perpindahan panas untuk FFE
4. Menerapkan effisiensi penggunaan steam sebagai catu kalor
5. Menjelaskan piranti pengendalian tekanan secara elektronis walau cukup sederhana

II. DASAR TEORI

Falling Film Evaporator adalah suatu jenis alat untuk meningkatkan konsentrasi suatu larutan
dengan mekanisme evaporasi. Alat ini telah lama digunakan misalnya pada produksi pupuk organik,
proses desalinasi, industri kertas, dan bubur kertas, industri bahan pangan dan bahan biologi, dan lain-
lain. Peningkatan konsentrasinya dilakukan dengan penguapan pelarutnya yang umumnya air. Proses ini
ini sering digunakan untuk penguapan larutan kental, larutan sensitif terhadap panas, larutan yang mudah
terdekomposisi, dan penguapan perbedaan temperatur rendah

Prinsip falling film evaporator adalah menguapkan pelarut pada umpan, proses penguapan terjadi
didalam tube dengan pemanasan dari luar baik secara langsung tau tidak langsung, umpan akan
dijatuhkan dari atas tube sehingga membentuk lapisan tipis disepanjang tube.

Proses penguapan di dalam FFE

Umpan dimasukkan melalui bagian atas kolom secara gravitasional, dan membasahi dinding bagian
dalam kolom dan dining-dinding bagian luar tabung-tabung penukar panas dan dalam kolom sebagian
lapisan tipis (film), maka panas yang diberikan oleh medium pemanas di dalam penukar panas akan
dipakai untuk memanaskan larutan mencapai titik didihnya. Penguapan pelarut membawa temperatur uap
dari titik temperatur di atasnya, sehinggga di dalam kolom evaporator akan terdapat campuran antara
larutan pada temperatur penguapan pelarut atau sedikit lebih tinggi atau rendah dari uap pelarut. Karena
temperatur pada tangki pemisah dan pendingin (kondensor) lebih rendah daripada temperatur pada bagian
bawah kolom maka sistem pada bagian kolom tersebut akan mengalami evakuasi yang dalam arti
sebenarnya terjadi penurunan tekanan sehingga kondisi seperti vakum terjadi oleh karena campuran
tersebut akan terhisap menuju tangki pemisah dimana bagian campuran yang berupa larutan produk yang
lebih berat dan pekat turun menuju tangki pengumpul produk, sehingga uap pelarut menuju kondensor
dikondensasikan dan turun menuju tangki destilat.

Pada sistem dimana kondisi vakum dioperasikan oleh pompa vakum proses akan berlangsung
serupa, tetapi titik didih yang dicapai akan lebih rendah dari pada kondisi atmosfer. Selain itu,
kemungkinan aliran balik karena pembentukan uap pelarut dan tekanan parsial yang dikandungnya lebih
kecil.

Alat ini diklasifikasikan dalam kelas long tube vertical evaporator (LTVE) bersama-sama dengan
Climbing film evaporator (CFE). Sedangkan berdasarkan tipe pemanasan dapat diklasifikasikan ke dalam
sistem pemanasan dipisahkan oleh dinding pertukaran panas, yaitu jenis kolom calandria shell and tube.
FFE memiliki effektivitas yang baik untuk :

1) Pengentalan larutan-larutan yang jernih


2) Pengentalan larutan-larutan yang korosif
3) Beban penguapan yang tinggi
4) Temperatur operasi yang rendah

Kinerja suatu suatu evaporator ditentukan oleh beberapa faktor lainnya :

1) Konsumsi uap
2) Steam ekonomi
3) Kadar kepekatan
4) Persentasi produk

Proses penguapan berlangsung pada kalandria shell and tube. Di dalam kalandria tersebut terdapat
tabung berjumlah tiga, umpan masuk didistribusi ke masing-masing tube kemudian membentuk lapisan
tipis pada selimut bagian dalam tube. Sementara pemanas berada di luar tube, bahan umpan yang turun
secara gravitasi menyerap panas maka terjadi penguapan pelarut sehingga keluar dari kalandria terdiri
dari dua fasa (fasa uap pelarut dan larutan pekat) kemudian dipisahakan di evaporator. Penguapan yang
terjadi akan berada di bawah titik didih air atau pelarut lain dalam kondisi curah. Penguapan akan
memerlukan kalor yang lebih sedikit untuk umpan yang memang sedikit karena umpan mengalir dalam
bentuk lapisan tipis (film). Berikut ini skematik falling film evaporator secara umum.
Gambar 1. FFE

Keuntungan yang lebih dari falling film evaporator ialah sangat terbatasnya waktu tinggal dari
liquid. Waktu tinggal di dalam tube terhitung dalam satuan detik, membuatnya ideal juga untuk produk-
produk yang sensitif akan poanas seperti susu, sari buah, obat-obatan dan lain sebagainya. Berrikut adalah
contoh aplikasi falling film evaporatorpada industri susu.

Gambar 2. FFE di industri susu

Pada dasarnya evaporator adalah alat dimana pertukaran panas terjadi. Laju perpindahan panas
dinyatakan dalam persamaan umum :

Q = U A dT

dengan U = koefisien keseluruhan perpindahan panas dalam sistem.


Berikut ini ialah skematik dari falling film evaporator yang ada di Laboratorium Pilot Plant Jurusan
Teknik Kimia Polban.
T7
m1
Tangki
umpan
T1
ms
FFE
T6

T8 T14
kondensor
md
kondensat T10 m3
T12
T11 m2

tangki tangki
produk pengumpul
distilat

Gambar 3. FFE di Laboratorium Pilot Plant Jurusan Teknik Kimia Polban

Perhitungan Teoritikal pada Falling Film Evaporator

Kinerja suatu evaporator ditentukan oleh beberapa faktor antara lain :

o Konsumsi uap
o Ekonomi uap atau ratio penguapan
o Kadar kepekatan, konsentrasi produk, dan distilat atau kondensat dari umpan
o Persentase produk

Untuk tujuan teknik dan karakteristik evaporator yang perlu diperhatikan yaitu :

o Neraca massa dan neraca energi


o Koefisien perpindahan panas
o Effisiensi

Neraca Massa :
m1 = m2 + m3 m3 = m1 m2
m2 = laju feed (kg/jam dari hasil kalibrasi
m3 = uap pelarut (kg/jam)

1. Effisiensi panas di FFE


( ) + ( )
= =
( ) (.+)

2. Koefisien perpindahan panas total (U)



=

3. Steam Ekonomi

=

III. ALAT DAN BAHAN


Alat Bahan
1. Satu unit peralatan Falling Film 1. Air umpan berisi air keran
Evaporator 2. Pewarna
2. Ember plastic 3 buah
3. Gelas plastik 2000 ml 2 buah
4. Timbangan
5. Thermometer
6. Sarung tangan
7. Helm

IV. CARA KERJA


4.1 Kalibrasi Laju Alir

Menghidupkan peralatan dan


pompa

Skala yang digunakan :


Membuka aliran skala pompa
100; 150; 200; 250; dan 300 liter/jam
Menampung air yang keluar
dengan ember selama 1 menit

Menimbang air yang


tertampung

4.2 Prosedur Kondisi Operasi Pemanasan Langsung

Memeriksa valve yang harus terbuka dan


tertutup

Tertutup : V2, V4, V5, V6, V7, V8

Terbuka : V3, V10

Mengisi umpan dengan air dan


Menyalakan alat dengan memutar
saklar utama dan tombiol pompa

Memstikan umpan yang masuk telah


mengalir ke FFE dan suhu T11 >
90oC

Menentukan tekanan steam yang


Tekanan steam yang digunakan :
digunakan pada variasi laju alir
0.25; 0.5; 0.75; 1

Menampung larutan encer yang


keluar selama 1 menit
Menampung kondensat yang
keluar selama 1 menit

Mengukur temperatur operasi


(T7 dan T11)

Mematikan semua peralatan

4.3 Prosedur Kondisi Operasi Pemanasan Tak Langsung

Memeriksa valve yang harus terbuka dan


tertutup

Tertutup : V3, V10

Terbuka : V5, V6, V7, V8, V9

Mengisi umpan dengan air dan


Menyalakan alat dengan memutar
saklar utama dan tombiol pompa

Memstikan umpan yang masuk telah


mengalir ke FFE dan suhu T11 >
90oC
Menentukan tekanan steam yang
Tekanan steam yang digunakan :
digunakan pada variasi laju alir
0.25; 0.5; 0.75; 1

Menampung kondensat yang


keluar selama 1 menit

Mengukur temperatur operasi


(T4, T7, T8 dan T11)

Mematikan semua peralatan

V. DATA PENGAMATAN

A. Kalibrasi Laju Alir Umpan

Q (L/h) Q (kg/h)

100 184.4311377
150 240.7185629

200 320.9580838
250 365.2694611

300 410.7784431
B. Pemanasan Langsung
Laju alir umpan T11 T7 W feed W kondensat W prod
P (bar)
(kg/h) (c) (c) (kg) (kg) pekat (kg)
0.25 94 36.4 3.08 0.56 2.2
0.5 91 28.3 3.08 0.48 3
184.4311377
0.75 26.8 26.8 3.08 0.58 3.02
1 92 26.8 3.08 0.48 3.05
0.25 89 27.2 4.02 0.5 3.1
240.7185629 0.5 91 27.3 4.02 0.48 3.85
0.75 26.8 26.8 4.02 0.5 4
1 91 26.8 4.02 0.48 3.98
0.25 86 36.3 5.36 0.56 5.12
320.9580838 0.5 81 27.2 5.36 0.5 4.95
0.75 26.9 26.9 5.36 0.58 5.56
1 84 26.9 5.36 0.5 5.23
0.25 82 37.2 6.1 0.44 6.03
0.5 78 32.5 6.1 0.56 5.42
365.2694611
0.75 76 26.8 6.1 0.54 6
1 78 26.8 6.1 0.58 6.03
0.25 69 35.3 6.86 0.4 6.7
0.5 65 27.1 6.86 0.54 6.8
410.7784431
0.75 70 26.8 6.86 0.54 6.82
1 68 26.7 6.86 0.45 6.85

C. Pemanasan Tidak Langsung


P (bar) Laju alir W feed W kondensat
T4 T7 T8
umpan T11 (c)
(c) (c) (c) (kg) (kg)
(kg/h)
184.8 75.2 35.1 87.3 60 3.08 0.58

241.2 88.2 45 101.3 67 4.02 0.54

321.6 98.8 47.1 110.9 74 5.36 0.58


0.1
366 104.2 42.7 117.1 76 6.1 0.36

411.6 106.8 41 118 71 6.86 0.4


184.8 106.5 63.5 110.8 80 3.08 0.44

241.2 108.7 46 121.4 83 4.02 0.32

321.6 108.9 47.7 123.6 82 5.36 0.38


0.2
366 108.5 48.6 122.9 81 6.1 0.42

411.6 107.6 43.4 124.8 74 6.86 0.36

184.8 108.7 46.8 124 46.8 3.08

241.2 110.7 50.6 123.8 50.6 4.02 0.62

321.6 112.3 52.1 125.4 52.1 5.36 0.2


0. 3
366 114.9 60.1 130 60.1 6.1 0.46

411.6 117.3 40.7 131.8 40.7 6.86 0.5

VI. PENGOLAHAN DATA

A. Kalibrasi Laju Alir Umpan

Kurva Kalibrasi Laju Alir Umpan


450
400
y = 1.1545x + 73.533
Q hasil kalibrasi (Kg/h)

350 R = 0.9875
300
250
200
150
100
50
0
0 50 100 150 200 250 300 350
Q pada Alat (L/h)

Gambar 4. Kurva Kalibrasi Laju Alir Umpan


B. Pemanasan Langsung

1. Tekanan 0,25 gauge


Laju Alir Q feed Q steam
(P+1) (T11) Eff T (P+1) T1 T2 Tm U SE
Umpan (KJ) (KJ)
184.4311377 2240.95 2272.842 2745.215 1254.932 2.18754 105.95 69.55 11.95 32.70285 182.7323 1.571429

240.7185629 2240.95 2285.135 3145.755 1120.475 2.807519 105.95 78.75 16.95 40.2341 132.6138 1.84

320.9580838 2240.95 2293.64 1669.320 1254.932 1.330208 105.95 69.65 19.95 39.75194 150.3289 0.428571

365.2694611 2240.95 2303.9 1309.049 986.018 1.327612 105.95 68.75 23.95 42.48425 110.5192 0.159091

410.7784431 2240.95 2335.559 1344.654 896.38 1.500094 105.95 70.65 36.95 51.99234 82.09818 0.4

2. Tekanan 0,5 gauge

Laju Alir Q feed Q steam


(P+1) (T11) Eff T (P+1) T1 T2 Tm U SE
Umpan (KJ) (KJ)
184.4311377 2226.2 2279.98 993.4856 1068.576 0.929729 111.4 83.1 20.4 44.64191 113.9839 0.166667

240.7185629 2226.2 2279.98 1463.1074 1068.576 1.369212 111.4 84.1 20.4 44.9709 113.15 0.354167

320.9580838 2226.2 2305.539 2156.41659 1113.1 1.937307 111.4 84.2 30.4 52.8097 100.3694 0.82

365.2694611 2226.2 2314.07 2739.2776 1246.672 2.197272 111.4 78.9 33.4 52.93004 112.1581 1.214286

410.7784431 2226.2 2345.432 1232.70072 1202.148 1.025415 111.4 84.3 46.4 63.47533 90.18487 0.111111
3. Tekanan 0,75 gauge
Laju Alir Q feed Q steam
(P+1) (T11) Eff T (P+1) T1 T2 Tm U SE
Umpan (kJ) (kJ)
184.4311377 2213.25 2264.366 1043.96916 1283.685 0.81326 116.05 89.25 19.05 45.4553 134.479 0.103448

240.7185629 2213.25 2272.842 1180.06164 1106.625 1.066361 116.05 89.25 22.05 48.06424 109.6375 0.04

320.9580838 2213.25 2295.38 848.8712 1283.685 0.661277 116.05 89.15 31.05 55.08563 110.9688 -0.34483

365.2694611 2213.25 2319.13 1492.417 1195.155 1.248723 116.05 89.25 40.05 61.39925 92.69192 0.185185

410.7784431 2213.25 2334.18 1338.0456 1195.155 1.119558 116.05 89.25 46.05 65.28504 87.17487 0.074074

4. Tekanan 1 gauge

Laju Alir Q feed Q steam


(P+1) (T11) Eff T (P+1) T1 T2 Tm U SE
Umpan (kJ) (kJ)
184.4311377 2201.6 2278.08 911.7696 1056.768 0.862791 120.2 93.4 28.2 54.44361 92.4301 0.0625
240.7185629 2201.6 2279.98 1175.152 1056.768 1.112025 120.2 93.4 29.2 55.21523 91.13841 0.083333
320.9580838 2201.6 2298.78 1584.2766 1100.8 1.439205 120.2 93.3 36.2 60.31089 86.91473 0.26
365.2694611 2201.6 2314.07 1473.7289 1276.928 1.154121 120.2 93.4 42.2 64.44539 94.3529 0.12069
410.7784431 2201.6 2339.15 1213.3271 990.72 1.224692 120.2 93.5 52.2 70.85519 66.58248 0.022222
C. Pemanasan Tak Langsung

1. Tekanan 0,1 gauge

Laju alir W T1 T2 Tm Q
W feed W sirkulasi Q AIR (FFE) U (FFE)
umpan kondensat (FFE) (FFE) (FFE) STEAM
184.8 0.58 3.08 12.1 24.9 17.73683 8470.169 2016.71 15.9719 2387.735
166.666667
241.2 0.54 4.02 13.1 22 17.16721 9170.183 2183.38 17.01255 2670.843
166.666667
321.6 0.58 5.36 12.1 26.9 18.52499 8470.169 2016.71 30.0278 2286.147
166.666667
366 0.36 6.1 12.9 33.3 21.5115 9030.181 2150.04 39.68042 2098.92
166.666667
411.6 0.4 6.86 11.2 30 19.0808 7840.157 1866.7 46.30407 2054.462
166.666667

2. Tekanan 0,2 gauge

Laju alir W T1 T2 Tm Q
W feed W sirkulasi Q AIR (FFE) U (FFE)
umpan kondensat (FFE) (FFE) (FFE) STEAM
184.8 0.44 3.08 4.3 16.5 9.07235 3010.06 716.681 29.78229 1658.92
166.666667
241.2 0.32 4.02 12.7 37 22.72481 8890.178 2116.71 29.51317 1956.051
166.666667
321.6 0.38 5.36 14.7 34.3 23.13236 10290.21 2450.05 31.51617 2224.201
166.666667
366 0.42 6.1 14.4 32.4 22.19673 10080.2 2400.05 34.58631 2270.65
166.666667
411.6 0.36 6.86 17.2 30.6 23.26023 12040.24 2866.72 30.75452 2588.16
166.666667
3. Tekanan 0,3 gauge

Laju alir W T1 T2 Tm Q
W feed W sirkulasi Q AIR (FFE) U (FFE)
umpan kondensat (FFE) (FFE) (FFE) STEAM
184.8 0.42 3.08 15.3 35.2 23.88401 10710.21 2550.05 17.8564 2242.13
166.666667
241.2 0.62 4.02 13.1 33.4 21.68934 9170.183 2183.38 25.82814 2113.984
166.666667
321.6 0.2 5.36 13.1 32.9 21.50163 9170.183 2183.38 33.92198 2132.439
166.666667
366 0.46 6.1 15.1 26.9 20.43532 10570.21 2516.72 27.38401 2586.26
166.666667
411.6 0.5 6.86 14.5 35.3 23.37777 10150.2 2416.72 42.08455 2170.91
166.666667
GRAFIK
A. Pemanasan Langsung

Grafik Efisiensi FFE Vs Laju Alir Umpan


3

2.5

2
Efisiensi ()

P=0,25 bar
1.5 P=0,5 bar
P=0,75 bar
1
P=1 bar
0.5

0
0 100 200 300 400 500
Q (kg/h)

Gambar 5. Grafik Hubungan Efisiensi FFE dengan Laju Alir Umpan

Grafik Koef. Perpindahan Panas Vs Laju Alir


Umpan
200
Koef. Perpindahan Panas

150
(J/m2 oC)

P=0,25 bar
100
P=0,5 bar

50 P=0,75 bar
P=1 bar
0
0 100 200 300 400 500
Q(kg/h)

Gambar 6. Grafik Hubungan Koefisien Perpindahan panas FFE dengan Laju Alir Umpan
Grafik Steam Ekonomi Vs Laju Alir Umpan
2

1.5
Steam Ekonomi

1 P=0,25 bar
P=0,5 bar
0.5 P=0,75 bar
P=1 bar
0
0 100 200 300 400 500
-0.5
Q (kg/h)

Gambar 7. Grafik Hubungan Steam Ekonomi FFE dengan Laju Alir Umpan

B. Pemanasan Tak Langsung

Grafik Efisiensi FFE Vs Laju Alir Umpan


50
45
40
35
Efisiensi (%)

30
25 P=0.1 gauge
20 P=0.2 gauge
15
10 p=0.3 gauge
5
0
0 100 200 300 400 500
Laju alir umpan (kg/h)

Gambar 8. Grafik Hubungan Efisiensi FFE dengan Laju Alir Umpan


Grafik Koefisien Perpindahan Panas dalam FFE
vs Laju Alir Umpan

Koefisien Perpindahan Panas dalam FFE (U)


3000
2500
2000
(J/m2 oC)

1500 P=0.1 gauge


1000 P=0.2 gauge

500 P=0.3 gauge

0
0 100 200 300 400 500
Laju alir umpan (kg/h)

Gambar 9. Grafik Hubungan Efisiensi FFE dengan Laju Alir Umpan


V. PEMBAHASAN

VI. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

Geankoplis, Christi J. Transport Processes and Unit Operations : third edition. 1993, 1983,
1978. Prentice-Hall,Inc.
Tim penyusun jobsheet praktikum Pilot Plant. 2013. Falling Film Evaporator. Bandung: Jurusan
Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung.
Tim Pengajar Jurusan Teknik Kimia.1996. Panduan Praktikum Operasi Teknik Kimia
II.Bandung:Pusat pengembangan Pendidikan Politeknik
LAMPIRAN

Menghitung Berat Feed


3 13 1000
Berat feed (kg) = ( ) (10003) ( 3
) (1 60)
a. Laju alir umpan 184.4311377 l/jam
3 13 1000 1
Berat feed (kg) = (184.4311377 ) (10003) ( ) (60)
3
Berat feed = 3.08 kg

b. Laju alir umpan 240.7185629 l/jam


3 13 1000 1
Berat feed (kg) = (240.7185629 ) (10003) ( ) (60)
3
Berat feed = 4.02 kg

c. Laju alir umpan 320.9580838 l/jam


3 13 1000 1
Berat feed (kg) = (320.9580838 ) (10003) ( ) (60)
3
Berat feed = 5.36 kg

d. Laju alir umpan 365.2694611 l/jam


3 13 1000 1
Berat feed (kg) = (365.2694611 ) (10003) ( ) (60)
3
Berat feed = 6.1 kg

e. Laju alir umpan 410.7784431 l/jam


3 13 1000 1
Berat feed (kg) = (410.7784431 ) (1000 3) ( ) (60)
3
Berat feed = 6.86 kg

A. Pemanasan Langsung

Menghitung Effisiensi () Pada Falling Film Evaporator


Cp = 4.2 J/kgoC

() ( ) (117)()+(( )11

Effisiensi = ()(+1)

Pada Tekanan 0.25 gauge (1.25 absolut)


a. Laju alir umpan 184.4311377 Kg/jam
T7 = 36.4 oC
T11 = 94 oC

3.08 4.2 ( ) (9436.4)()+(3.082.2)2272.842

Effisiensi = 0.56 2240.95
Effisiensi = 2.18754

b. Laju alir umpan 240.719 Kg/jam


T7 = 27.2 oC
T11 = 89 oC

4.02 4.2 ( ) (8927.2)()+(4.023.1)2285.135

Effisiensi = 0.5 2240.95
Effisiensi = 2.807519

c. Laju alir umpan 320.958 Kg/jam


T7 = 36.3 oC
T11 = 86 oC

5.36 4.2 ( ) (8636.3)()+(5.365.12)2293.64

Effisiensi = 0.56 2240.95
Effisiensi = 1.330208

d. Laju alir umpan 365.269 Kg/jam


T7 = 37.2 oC
T11 = 82 oC

6.1 4.2 ( ) (8237.2)()+(6.16.03)2303.9

Effisiensi = 0.44 2240.95
Effisiensi = 1.327612

e. Laju alir umpan 410.778 Kg/jam


T7 = 35.3 oC
T11 = 69 oC

6.86 4.2 ( ) (6935.3)()+(6.686.7)2335.559

Effisiensi = 0.4 2240.95
Effisiensi = 1.500094

Pada Tekanan 0.5 gauge (1.5 absolut)

a. Laju alir umpan 184.431 Kg/jam


T7 = 28.3 oC
T11 = 91 oC

3.08 4.2 ( ) (9128.3)()+(3.083)2779.98

Effisiensi = 0.48 2226.2
Effisiensi = 0.929729
b. Laju alir umpan 240.719 Kg/jam
T7 = 27.3 oC
T11 = 91 oC

4.02 4.2 ( ) (9127.3)()+(4.023.85)2779.98

Effisiensi = 0.48 2226.2
Effisiensi = 1.369212

c. Laju alir umpan 320.958 Kg/jam


T7 = 27.2 oC
T11 = 81 oC

5.36 4.2 ( ) (8127.2)()+(5.364.95)2305.539

Effisiensi = 0.5 2226.2
Effisiensi = 1.937307

d. Laju alir umpan 365.269 Kg/jam


T7 = 32.5 oC
T11 = 78 oC

6.1 4.2 ( ) (7832.5)()+(6.15.42)2314.07

Effisiensi = 0.56 2226.2
Effisiensi = 2.197272

e. Laju alir umpan 410.778 Kg/jam


T7 = 27.1 oC
T11 = 65 oC

6.86 4.2 ( ) (6527.1)()+(6.866.8)2345.432

Effisiensi = 0.54 2226.2
Effisiensi = 1.025415

Pada Tekanan 0.75 gauge (1.75 absolut)


a. Laju alir umpan 184.43 Kg/jam
T7 = 26.8 oC
T11 = 97 oC

3.08 4.2 ( ) (9726.8)()+(3.083.02)2264.366

Effisiensi = 0.58 2213.25
Effisiensi = 0.81326

b. Laju alir umpan 240.719 Kg/jam


T7 = 26.8 oC
T11 = 94 oC

4.02 4.2 ( ) (9426.8)()+(4.024)2272.842

Effisiensi = 0.5 2213.25
Effisiensi = 1.066361
c. Laju alir umpan 320.958 Kg/jam
T7 = 26.9 oC
T11 = 85 oC

5.36 4.2 ( ) (8526.9)()+(5.365.56)2295.38

Effisiensi = 0.58 2213.25
Effisiensi = 0.661277

d. Laju alir umpan 365.269 Kg/jam


T7 = 26.8 oC
T11 = 76 oC

6.1 4.2 ( ) (7626.8)()+(6.16)2319.13

Effisiensi = 0.54 2213.25
Effisiensi = 1.248723

e. Laju alir umpan 410.778 Kg/jam


T7 = 26.8 oC
T11 = 70 oC

6.86 4.2 ( ) (7026.8)()+(6.866.82)2334.18

Effisiensi = 0.54 2213.25
Effisiensi = 1.119558

Pada Tekanan 1 gauge (2 absolut)


a. Laju alir umpan 184.43 Kg/jam
T7 = 26.8 oC
T11 = 92 oC

3.08 4.2 ( ) (9226.8)()+(3.083.05)2278.08

Effisiensi = 0.48 2201.6
Effisiensi = 0.862791

b. Laju alir umpan 240.719 Kg/jam


T7 = 26.8 oC
T11 = 91oC

4.02 4.2 ( ) (9126.8)()+(4.023.98)2279.98

Effisiensi = 0.48 2201.6
Effisiensi = 1.112025

c. Laju alir umpan 320.958 Kg/jam


T7 = 26.9 oC
T11 = 84 oC

5.36 4.2 ( ) (8426.9)()+(5.365.23)2298.78

Effisiensi = 0.5 2201.6
Effisiensi = 1.439205

d. Laju alir umpan 365.269 Kg/jam


T7 = 26.8 oC
T11 = 78 oC

6.1 4.2 ( ) (7826.8)()+(6.16.03)2314.07

Effisiensi = 058 2201.6
Effisiensi = 1.154121

e. Laju alir umpan 410.778 Kg/jam


T7 = 26.7 oC
T11 = 68 oC

6.86 4.2 ( ) (6826.7)()+(6.866.85)2339.15

Effisiensi = 0.45 2201.6
Effisiensi = 1.224692

Menghitung Koefisien Perpindahan Panas dalam FFE (U)

Cp = 4,2 J/kgoC

A = 0,2 m2

T1 = T(p+1) T7

T2 = T(p+1) T11
T1 T2
TM = T1
ln( )
T2

Qsteam = ()( + 1)

U = Tm

Pada Tekanan 0.25 gauge (1,25 absolut)


a. Laju alir umpan 184.43 Kg/jam
T7 = 36.4 oC
T11 = 94 oC
T(p+1) = 105.95 oC

T1 = 105.95 oC 36.4 oC
T1 = 69.55 oC
T2 = 105.95 oC 94 oC
T2 = 11.95 oC

69.55 oC11.95 oC
TM = 69.55 oC
ln( )
11.95 oC
TM = 32.70285oC
Qsteam = 0.56 2240.95
Qsteam = 1254.932 J
1254.932 J
U = 0,2 2 32.70285Oc
U = 182.7323 J/m2 oC
b. Laju alir umpan 240.719 Kg/jam
T7 = 27.2 oC
T11 = 89 oC
T(p+1) = 105.95 oC

T1 = 105.95 oC 27.2 oC
T1 = 78.75 oC
T2 = 105.95 oC 89 oC
T2 = 16.95 oC

78.75 oC16.95 oC
TM = 78.755 oC
ln( )
16.95 oC
TM = 40.2341oC

Qsteam = 0.5 2240.95


Qsteam = 1120.475 J
1120.475 J
U = 0,2 2 40.2341Oc
U = 132.6138 J/m2 oC

Perhitungan Steam Ekonomi


Wfeed W produk pekat
SE =

Pada tekanan 0.25 bar


1. Q =184.43 kg/h
3.08 2.2
SE =
0.56
SE = 1.571429

2. Q= 240.719 kg/h
4.02 3.1
SE =
0.5
SE = 1.84
3. Q =320.958 kg/h
5.36 5.12
SE =
0.56
SE = 0.428571
4. Q =365.269
6.1 6.03
SE =
0.44
SE = 0.159091
5. Q =410.778
6.86 6.7
SE =
0.4
SE = 0.4
Pada tekanan 0.5 bar
1. Q =184.43 kg/h
3.08 3
SE =
0.48
SE = 0.166667

2. Q= 240.719 kg/h
4.02 3.85
SE =
0.48
SE = 0.354167
3. Q =320.958 kg/h
5.36 4.95
SE =
0.5
SE = 0.82
4. Q =365.269
6.1 5.42
SE =
0.56
SE = 1.214286
5. Q =410.778
6.86 6.8
SE =
0.54
SE = 0.111111

Pada tekanan 0.75 bar


1. Q =184.43 kg/h
3.08 3.02
SE =
0.58
SE = 0.103448

2. Q= 240.719 kg/h
4.02 4
SE =
0.5
SE = 0.04
3. Q =320.958 kg/h
5.36 5.56
SE =
0.58
SE = -0.34483
4. Q =365.269
6.1 6
SE =
0.54
SE = 0.185185
5. Q =410.778
6.86 6.82
SE =
0.54
SE = 0.074074

Pada tekanan 1 bar


1. Q =184.43 kg/h
3.08 3.05
SE =
0.48
SE = 0.0625

2. Q= 240.719 kg/h
4.02 3.98
SE =
0.48
SE = 0.083333
3. Q =320.958 kg/h
5.36 5.23
SE =
0.5
SE = 0.26
4. Q =365.269
6.1 6.03
SE =
0.58
SE = 0.12069
5. Q =410.778
6.86 6.85
SE =
0.45
SE = 0.022222

B. Pemanasan Tidak Langsung


Menghitung Effisiensi () Pada Falling Film Evaporator
Berat sirkulasi = 166,67 kg
Cp = 4,2 J/kgoC

() ( ) (117)()

Effisiensi =
() ( )(84)

Pada Tekanan 0,1 gauge (1,1 absolut)
a. Laju alir umpan 184,8 l/jam

3.08 4,2 ( ) (24.9)()

Effisiensi = 166,67 (12.1)()
Effisiensi = 15.9719 %

b. Laju alir umpan 241.2 l/jam



4.02 4,2 ( ) (22)()

Effisiensi = 166,67 (13.1)()
Effisiensi = 17.02125 %
c. Laju alir umpan 321.6 l/jam


5.36 4,2 ( ) (26.9)()

Effisiensi = 166,67 (12.1)()
Effisiensi = 30.0278 %

d. Laju alir umpan 366 l/jam


6.1 4,2 ( ) (33.3)()

Effisiensi = 166,67 (12.9)()
Effisiensi = 39.6804 %

e. Laju alir umpan 402, 395 l/jam



6.86 4,2 ( ) (30)()

Effisiensi = 166,67 (11.2)()
Effisiensi = 46. 3040 %

Pada Tekanan 0,2 gauge (1,2 absolut)


a. Laju alir umpan 184.8 l/jam

3.08 4,2 ( ) (16.5)()

Effisiensi = 166,67 (4.3)()
Effisiensi = 29.7822 %

b. Laju alir umpan 241.2 l/jam



4.02 k 4,2 ( ) (37)()

Effisiensi = 166,67 (12.7)()
Effisiensi =29.5131 %

c. Laju alir umpan 321.6 l/jam


5.36 4,2 ( ) (34.3)()

Effisiensi = 166,67 (14.7)()
Effisiensi = 31.5161 %

d. Laju alir umpan 366 l/jam


6.1 4,2 ( ) (32.4)()

Effisiensi = 166,67 (14.4)()
Effisiensi =34.5863 %

e. Laju alir umpan 411.6 l/jam



6.86 4,2 ( ) (30.6)()

Effisiensi = 166,67 (17.2)()
Effisiensi = 30.7545 %

Pada Tekanan 0,3 gauge (1,3 absolut)


a. Laju alir umpan 184.8 l/jam


3,98 4,2 ( ) (35.2)()

Effisiensi = 166,67 (15.3)()
Effisiensi = 17.8564 %

b. Laju alir umpan 241,2l/jam


4,02 4,2 ( ) (33.4)()

Effisiensi = 166,67 (13.1)()
Effisiensi = 25.8281 %

c. Laju alir umpan 321.6 l/jam


5,36 4,2 ( ) (32.9)()

Effisiensi = 166,67 (13.1)()
Effisiensi = 33.9219 %

d. Laju alir umpan 366 l/jam


6.1 4,2 ( ) (26.9)()

Effisiensi = 166,67 (15.1)()
Effisiensi = 27. 3840 %

e. Laju alir umpan 411.6 l/jam


6,86 4,2 ( ) (35.3)()

Effisiensi = 166,67 (14.5)()
Effisiensi = 42.0845%

Menghitung Koefisien Perpindahan Panas dalam FFE (U)


Massa sirkulasi air = 166,67 kg
Cp = 4,2 J/kgoC
A = 0,2 m2

T1 = T8 T4
T2 = T11 T7
T1 T2
TM = T1
ln( )
T2
Qair = massa sirkulasi air (kg) x Cp (J/kgoC) x (T8-T4)(oC)

U = Tm

Pada Tekanan 0,1 gauge (1,1 absolut)


a. Laju alir umpan 184,8l/jam
12.1oC 24.9 oC
TM = 12.1 oC
ln( )
24.9oC
TM = 17.73683oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (87. 3 oC 75.2oC)


Qair = 8470 J
8470 J
U = 0,2 2 17.73683Oc
U = 2387.735 J/m2 oC
b. Laju alir umpan 241,2 l/jam
13.1oC22oC
TM = 13.1 oC
ln( )
22oC
TM = 17.16721oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (101, 3 oC 88.2oC)


Qair = 9170.18 3J

9170,183 J
U = 0,2 2 17.16721Oc
U = 2670.843 J/m2 oC

c. Laju alir umpan 321,6 l/jam

12.1 oC26.9oC
TM = 12.1 oC
ln( )
16.9 oC
TM =18.52oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (12.1)


Qair = 8470.169 J
8470.169 J
U = 0,2 2 18.52oC
U = 2286.147 J/m2 oC

d. Laju alir umpan 366 l/jam


12.9 oC33.3 oC
TM = 12.9oC
ln( )
33.3oC
TM = 21.5115oC
Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (12.9oC)
Qair = 9030.181 J
10920 J
U = 0,2 2 9030.181 oC
U = 2098,92 J/m2 oC

e. Laju alir umpan 411.6 l/jam


11.2 oC30 oC
TM = 11.2oC
ln( )
30oC
TM = 19.0808oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (11.2oC)


Qair = 7840.157 J
7840.157 J
U = 0,2 2 19.0808oC
U = 2054.462 J/m2 oC

Pada Tekanan 0,2 gauge (1,2 absolut)


a. Laju alir umpan 184,8 l/jam

4.3 oC16.5 oC
TM = 4.oC
ln( )
16.5 oC
TM = 9.07235oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (4. 3 oC)


Qair = 3010.06 J

J3010.06
U = 0,2 2 9.07235oC
U = 1658.92 J/m2 oC

b. Laju alir umpan 241.2 l/jam


12.7 oC37 oC
TM = 12.7 oC
ln( )
37 oC
TM = 22.72oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (12.7 oC)


Qair = 8890.178 J

8890.178 J
U = 0,2 2 9.07235oC
U = 1956.051 J/m2 oC

c. Laju alir umpan 321.6 l/jam


14,7 oC34.3 oC
TM = 14.7
ln( )
3.43 oC
TM = 23.13oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (14.7 oC)


Qair = 10290.21J

10290.21 J
U = 0,2 2 23.13oC
U = 2224.201 J/m2 oC

d. Laju alir umpan 366 l/jam


14.4 oC32.45oC
TM = 14,4 oC
ln( )
32,4 oC
TM = 22.19673oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (14.4 oC)


Qair = 10080.2 J

10080.2 J
U = 0,2 2 22.19673oC
U = 2270.65 J/m2 oC

e. Laju alir umpan 411.6 l/jam


17.2 oC30.6oC
TM = 17.2 oC
ln( )
30,6 oC
TM = 23.26023oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (17.2 oC)


Qair = 12040.24J

12040.24 J
U = 0,2 2 23.26023oC
U = 2588.16 J/m2 oC

Pada Tekanan 0,3 gauge (1,3 absolut)


a. Laju alir umpan 184.8 l/jam
15.3oC35.2oC
TM = 15.3 oC
ln( )
35.2 oC
TM = 23.88401 oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (15. 3oC)


Qair = 10710.21 J

10710.21 J
U = 0,2 2 23.88401oC
U = 2242.13 J/m2 oC
b. Laju alir umpan 241.2 l/jam
13.1oC33.4oC
TM = 13.1 oC
ln( )
33.4 oC
TM = 21.68939 oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (13.1oC)


Qair = 9170.183 J

9170.183 J
U = 0,2 2 21.68939oC
U = 2113.984 J/m2 oC

c. Laju alir umpan 321.6 l/jam


13.1oC32.9oC
TM = 13.1 oC
ln( )
32.9 oC
TM = 21.50163 oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (13.1 oC)


Qair = 9170.183 J

9170.183 J
U = 0,2 2 21.50163oC
U = 2132.439 J/m2 oC

d. Laju alir umpan 366 l/jam


15.1oC26.9 oC
TM = 15.1 oC
ln( )
26.9 oC
TM = 20.43532 oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (15.1 oC)


Qair = 10570.21 J

10570.21 J
U = 0,2 2 20.43532oC
U = 2586.26 J/m2 oC

e. Laju alir umpan 411.6 l/jam

14.5oC35.3 oC
TM = 14.5oC
ln( )
35.3 oC
TM = 23. 37777 oC

Qair = 166,67 kg x 4,2 J/kgoC x (14.5 oC)


Qair = 10150.2 J

10150.2 J
U = 0,2 2 23.3777oC
U = 2170.91J/m2 oC