You are on page 1of 18

ANALISA MASALAH

A. Identifikasi Masalah

No Upaya Target Pencapaian Masalah


Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial
1 Kesehatan Ibu dan Anak
a. Persalinan nakes di 100 % 87,3 % Persalinan nakes di
fasilitas pelayanan fasyankes, 12,7% belum
kesehatan tercapai
b. Persalinan oleh tenaga 100 % 87,3 % Persalinan oleh tenaga
kesehatan kesehatan, 12,7 % belum
tercapai.masih ada
persalinan dengan dukun
c. Ibu hamil mendapatkan 100 % 89,6 % Ibu hamil mendapat ANC
ANC (K1) lengkap K1, 10,4 % belim tercapai.
d. ibu hamil mendapat (K4) 100 % 85,6 % Ibu hamil mendapat ANC
lengkap K4, 14,4 % belum tercapai
e. Ibu hamil yang 74 % 74 % -
mendapatkan pelayanan
komplikasi kebidanan
f. Penjaringan ibu hamil 100 % 100 % -
resti
g. Jumlah ibu hamil yang 80 % 15,5 % Jumlah ibu hamil yang
melaksanakan kelas ibu mengikuti kelas ibuhamil
masih rendah, 64,5 % belum
tercapai
h. Jumlah ibu hamil yang 74 % 37,2 % Ibu hamil yang mendapat
mendapat stiker P4K stiker masih rendah, 41,8 %
masih belum tercapai
i. Jumlah ibu hamil yang 30 % 30 % -
memiliki Jaminan
persalinan (JKN)
j. Ibu nifas yang mendapat 92 % 91 % Ibu nifas yang mnedapat
pelayanan nifas (KF1) pelayanan KF 1, 1 % belum
tercapai
k. ibu nifas yang mendapat 92 % 59,1 % Ibu nifas yang mendapat
pelayan nifas (KF3) pelayanan nifas lengkap KF3
masih rendah, 32,9 % belum
tercapai
l. Cakupan peserta KB aktif 72 % 80 % -
m. Cakupan knjungan bayi 92 % 91 % Kunjungan bayi, 1 % belum
tercapai
n. Kunjungan neonatus 96 % 100 % -
pertama (KN1)
o. Kunjungan neonatus 92 % 68,3 % Kunjungan neonatus KN3
lengkap (KN3) masih rendah, 23,7 % belum
tercapai
p. Cakupan penanganan 63 % 63 % -
komplikasi pada neonatal
resti
q. Cakupan penjaringan 100 % 100 % -
kesehatan anak siswa SD
dan setingkat
r. penjaringan kelas 1 65 % 100 % -
s. penjaringa kelas 7 dan 10 65 % 100 % -
t. kegiatan kesehatan remaja 60 % 75 % -
(PKPR)
u. Tatalaksana KTA 60 % 60 % -
v. Pelayanan kesehatan 81 % 81 % -
lansia
w. DDTK Balita/Anpras 90 % 20,7 % DDTK Balita masih sangat
rendah, 69,3 % belum
tercapai

B. Penetapan Prioritas Masalah


(USG)
Urgency : seberapa mendesak dikaitkan dengan waktu
Seriousness : seberapa serius untuk dibahas dikaitkan dengan masalah lain yg timbul bila
tidak dipecahkan
Growth : kemungkinan isu itu berkembang atau memburuk jika dibiarkan
Menggunakan skala likert 1-5
5 = sangat besar, 4 = besar, 3 = sedang, 2 = kecil, 1 = sangat kecil
No Masalah U S G Total
1 Persalinan nakes di fasilitas pelayanan 5 5 5 15
kesehatan
2 Persalinan oleh tenaga kesehatan 5 4 5 14
3 Ibu hamil mendapatkan ANC (K1) 3 4 5 12
lengkap
4 ibu hamil mendapat (K4) lengkap 3 4 4 11
5 Jumlah ibu hamil yang melaksanakan 3 4 5 12
kelas ibu
6 Jumlah ibu hamil yang mendapat stiker 3 4 4 11
P4K
7 Ibu nifas yang mendapat pelayanan nifas 4 3 4 11
(KF1)
8 ibu nifas yang mendapat pelayan nifas 4 4 4 12
(KF3)
9 Cakupan knjungan bayi 3 4 4 11
10 Kunjungan neonatus lengkap (KN3) 4 4 4 12
11 DDTK Balita/Anpras 4 4 5 13
C. Akar Penyebab Masalah
1. Persalinan nakes dan fasilitas kesehatan belum tercapai

MANUSIA METODE

Kurangnya
kerjasama tenaga
kesehatan dengan
dukun
Masih banyaknya
keberadaan dukun Kekurangan tenaga
kesahatan (1 desa
belum ada bidan
desa)
Persalinan nakes di
fasilitas kesehatan
belum mencapai
Tidak ada mobil target atau masih
ambulan Biaya persalinan rendah
mahal dibandingkan
Akses jarak terlalu bersalin di dukun
jauh
Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/
Kuranaganya dukun masih tinggi
sulit dilalui
kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


2. Persalinan dengan tenaga kesehatan

MANUSIA METODE

Kurangnya
kerjasama tenaga
kesehatan dengan
dukun
Masih banyaknya
keberadaan dukun Kekurangan tenaga
kesahatan (1 desa
belum ada bidan
desa)

Persalinan dengan
tenaga kesehatan

Biaya persalinan
mahal dibandingkan
Akses jarak terlalu bersalin di dukun
jauh
Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/
Kuranaganya dukun masih tinggi
sulit dilalui
kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


3. Ibu hamil mendapat pelayanan ANC K1

MANUSIA
Kurangya METODE
pengetahuan
masyarakat tengtang
pentingnya Kurangnya
pemeriksaan kerjasama lintas
kehamilan sektor
Kurangya tingkat
kesadaran Kekurangan tenaga
masyarakat kesahatan (1 desa
belum ada bidan
desa)
Ibu hamil
mendapat
pelayanan ANC K1
masih rendah
Biaya pemeriksaan
ANC tergolong
Akses jarak terlalu mahal
jauh
Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/ mitos maih tinggi
sulit dilalui Kepemilikan JKN
masih rendah

SARANA DANA LINGKUNGAN


4. Ibu hamil mendapat pelayanan ANC K4

MANUSIA METODE

Kurangnya pengetahuan Kurangnya


Kurangnya tingkat masyarakat tentang kerjasama lintas
kesadaran pentingnya pemeriksaan sektor
masyarakat kehamilan

Kekurangan tenaga
kesahatan (1 desa
belum ada bidan
desa) Ibu hamil
mendapat
pelayanan ANC K4

Biaya pemeriksaan
kehamilan tergolong
Akses jarak terlalu mahal
jauh
Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/
Kuranaganya mitos masih tinggi
sulit dilalui
kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


5. Jumlah ibu hamil melaksanakan kelas ibu hamil rendah

MANUSIA METODE

Kurangnya minat ibu


hamil mengikuti kelas ibu Kurangnya
hamil kerjasama lintas
sektor
Kurangnya tingkat Cara
kesadaran penyampaian
materi kurang
Kekurangan menarik
tenaga kesahatan
(1 desa belum ada
bidan desa) Ibu hamil yang
melaksanakan
kelas ibu hamil
Tidak ada masih rendah
transportasi
Kurangnya
dukungan suami dan
Akses jarak terlalu keluarga
jauh
Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/
mitos masih tinggi
sulit dilalui

SARANA DANA LINGKUNGAN


6. Jumlah ibu hamil yang mendapat stiker P4K rendah

MANUSIA METODE

Kurangnya
Kekurangan kerjasama lintas
tenaga kesahatan sektor
Kurangnya tingkat (1 desa belum ada
kesadaran tentang bidan desa)
kegiatan P4K

Ibu hamil
mendapat stiker
Belum terbentuknya P4K masih rendah
ambulan desa
Kurangnya
dukungan suami dan
Akses jarak terlalu keluarga
jauh

Akses jalan jelek/ Rendahnya


sulit dilalui kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


7. Jumlah kunjungan Nifas KF1 rendah

MANUSIA METODE

Kekurangan tenaga Kurangnya


kesahatan (1 desa kerjasama lintas
belum ada bidan desa) sektor
Kurangnya tingkat
kesadaran tentang
kesehatan pasca
melahirkan

Kunjungan Nifas
Kf 1 rendah

Kurangnya
dukungan suami dan
Akses jarak yang keluarga
jauh Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/ Rendahnya mitos masih tinggi
sulit dilalui kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


8. Ibu nifas mendapat pelayanan Nifas KF3 rendah

MANUSIA METODE

Kekurangan tenaga Kurangnya


kesahatan (1 desa kerjasama lintas
belum ada bidan desa) sektor
Kurangnya tingkat
kesadaran tentang
kesehatan pasca
melahirkan

Kunjungan Ibu
Nifas Kf 3 Rendah

Kurangnya
dukungan suami dan
Akses jarak yang keluarga
jauh Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/ Rendahnya mitos masih tinggi
sulit dilalui kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


9. Cakupan kunjungan bayi rendah

MANUSIA METODE

Pengetahuan ibu balita Kurangnya


tentang tumbuh kerjasama lintas
kembang bayi masih sektor
Kurangnya tingkat rendah
kesadan ibu balita untuk
membawa bayinya ke
tenaga kesehatan

Kunjungan bayi
rendah

Akses jarak yang Kurangnya


jauh dukungan keluarga

Akses jalan jelek/


sulit dilalui

SARANA DANA LINGKUNGAN


10. Kunjungan Neonatus Lengkap KN 3 rendah

MANUSIA METODE

Kurangnya
kerjasama lintas
sektor
Kurangnya tingkat
pengetahuan tentang
kesehatan bayi baru
lahir

Kunjungan
neonatus KN 3
Rendah

Kurangnya
dukungan suami dan
Akses jarak yang keluarga
jauh Kepercayaan
masyarakat terhadap
Akses jalan jelek/ Rendahnya mitos masih tinggi
sulit dilalui kepemilikan JKN

SARANA DANA LINGKUNGAN


11. DDTK Balita/Anpras

MANUSIA METODE

Pengetahuan ibu balita Kurangnya


tentang tumbuh kerjasama lintas
kembang bayi masih sektor
Kurangnya tingkat rendah
kesadan ibu balita untuk Kegiatan DDTK
membawa bayinya ke kurang menarik dan
tenaga kesehatan kurangnya kesediaan
alat

DDTK
balita/Anpras
masih rendah

Akses jarak yang Kurangnya


jauh dukungan keluarga

Akses jalan jelek/


sulit dilalui

SARANA DANA LINGKUNGAN


D. Cara Pemecahan Masalah
Alternatif Pemecahan
No Prioritas Masalah Penyebab Masalah Pemecahan Masalah Terpilih Keterangan
Masalah
1 Persalinan nakes di Masih banyaknya - Melakukan advokasi tingkat Kemitraan bidan dengan dukun.
fasilitas pelayanan keberadaan dukun, tingkat kecamatan tentang
kesehatan belum kercayaan masyarakat kemitraan bidan dengan
tercapai terhadap dukun masih dukun, untuk mendapat
tinggi, jauhnya akses jarak, dukungan kebijakan tentang
sulitnya jalan untuk dilalui persalinan di tenaga
kesehatan dan fasilitas
kesehatan
- Melakukan sosialisasi
terhadap kelompok
masyarakat tentang
persalinan di tenaga
kesehatan dan di fasilitas
kesehatan

Persalinan oleh tenaga Masih banyaknya - Melakukan advokasi tingkat Melakukan kemitraan bidan dan dukun.
kesehatan belum keberadaan dukun, tingkat kecamatan tentang
tercapai kercayaan masyarakat kemitraan bidan dengan
terhadap dukun masih dukun, untuk mendapat
tinggi, jauhnya akses jarak, dukungan kebijakan tentang
sulitnya jalan untuk dilalui persalinan di tenaga
kesehatan dan fasilitas
kesehatan
- Melakukan sosialisasi
terhadap kelompok
masyarakat tentang
persalinan di tenaga
kesehatan dan di fasilitas
kesehatan
Ibu hamil Kurangnya pengetahuan - Melkaukan sosialisasi Melakukan sosialisasi terhadap
mendapatkan ANC tentang pemeriksaan terhadap kelompok kelompok masyarakat tentang buku
(K1) lengkap rendah kehamilan dan tanda masyarakt tentang KIA dan P4K dan meningkatkan
bahaya kehamilan kehamilan, buku KIA pelayanan ANC 10 T
dan P4K
- Meningkatkan pelayanan
ANC 10 T

ibu hamil mendapat Kurangnya pengetahuan - Melakaukan sosialisasi Melakukan sosialisasi terhadap
(K4) lengkap masih tentang pemeriksaan terhadap kelompok kelompok masyarakat tentang buku
rendah kehamilan dan tanda masyarakt tentang KIA dan P4K dan meningkatkan
bahaya kehamilan kehamilan, buku KIA pelayanan ANC 10 T
dan P4K
- Meningkatkan pelayanan
ANC 10 T

Jumlah ibu hamil Kurangnya pengetahuan - Melakukan advokasi Melakukan advokasi tingkat kecamatan
yang melaksanakan ibu hamil tentang kegiatan tingkat kecamatan untuk untuk mendapat dukungan kebijakan
kelas ibu masih kelas ibu hamil, minat ibu mendapat dukungan bahwa semua ibu hamil wajib
rendah hamil yang rendah, kebijakan bahwa semua mengikuti kelas ibu hamil.
kurangnya dukungan dari ibu hamil wajib
lintas sektor akses jalan mengikuti kelas ibu
yang jauh dan sulit di lalui. hamil
- Sosialisasi tentang kelas
ibu hamil
- Meningkatkan kualitas
fasilitator kelas ibu
hamil
Jumlah ibu hamil Kurangnya pengetahuan - Berintegrasi dengan Integrasi program dalam pembentukan
yang mendapat stiker ibu tentang persalinan program Promkes dalam FKMD
P4K masih rendah yang aman dan selamat, pembentukan bank darah
beberapa desa belum desa, ambulan desa dan
terbentuknya bank darah tabulin yang berkaitan
desa, ambulan desa, dengan FKMD
tabulin
Ibu nifas yang Kurangnya pengetahuan - Melakukan sweeping Sweeping ibu nifas
mendapat pelayanan ibu tentang kesehatan ibu nifas
nifas (KF1) masih pasca melahirkan, akses - Sosialisasi kelompok
rendah jarak yang jauh dan sulit masyarakat tentang
pentingnya kesehatan
pasca melahirkan
ibu nifas yang Kurangnya pengetahuan - Melakukan sweeping Sweeping ibu nifas
mendapat pelayan ibu tentang kesehatan ibu nifas
nifas (KF3) belum pasca melahirkan, akses - Sosialisasi kelompok
tercapai jarak yang jauh dan sulit masyarakat tentang
pentingnya kesehatan
pasca melahirkan
Cakupan knjungan Kurangnya kesadaran ibu - Melakukan sweeping Mengoptimalkan kelas ibu balita
bayi masih rendah balita, kurangnya - Meningkatkan
pengetahuan ibu balita pelayanan kesehatan
tentang pentingnya anak
tumbuh kembang anak. - Mengoptimalkan
kelas ibu balita

Kunjungan neonatus Kurangnya pengetahuan - Penyuluhan tentang Sweeping bayi KN3


lengkap (KN3) masih ibu tentang kesehatan bayi kesehatan bayi baru
rendah baru lahir, tingkat lahir dan perawatan
kepercayaan masyarakat bayi baru lahir
terhadap mitos masih - Sweeping KN3
tinggi
DDTK Balita/Anpras Kurangnya pengetahuan - Membuat TIM DDTK Membuat TIM DDTK
masih rendah ibu balita tentang untuk pelaksanaan
pentingnya tumbuh DDTK
kembang anak, tenaga - Penyuluhan kelompok
kesehatan yg kurang, masyarakat tentang
peralatan DDTK yang tumbuh kembang
kurang memadai anak