You are on page 1of 16

ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny MG1P00000 Usia kehamilan 37 minggu


DENGAN PERSALINAN FISIOLOGIS FASE AKTIF DECELARASI
Di KLINIK BERSALIN MEDITA KEDUNGDUNG
SAMPANG

DI SUSUN OLEH :
NURMA PERMATASARI ARIF
NIM. P 27824306027

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SURABAYA JURUSAN KEBIDANAN
PRODI KEBIDANAN BANGKALAN
2008 - 2009
BAB I
LANDASAN TEORI
PERSALINAN NORMAL

I. Pengertian
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang
cukup bulan atau hampir cukup, diakhiri dengan pengeluaran plasenta
dan selaput janin dari tubuh ibu
( Obstetri fisiologi, UNPAD, 1983 )
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan uri / yang
dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan
lain
( Roestam Mochtar, 1998)
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin / uri ) yang telah cukup
bulan atau dapat hidup ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau
dengan jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan / kekuatan sendiri
( Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998 )

II. Tanda tanda persalinan


1. Kala I
a. Lightening
Adalah kepala masuk PAP terutama pada primigarvida. Pada multigravida
gambarannya tidak jelas karena kepala bayi masuk PAP menjelang persalinan.
Masuknya kepala di PAP dirasakan :
- Terasa ringan di bagian atas
- Sering miksi
b. Adanya his permulaan
Semakin tua kehamilan, pengeluaran estrogen dan progesteron makin
berkurang sehingga oksitosin dapat menimbulkan kontraksi yang lebih sering.
Sifat his palsu :
- Tidak teratur
- Waktu sebentar
- Tidak ada penipisan dan pendataran servik
c. His persalinan
Sifat :
- Rasa sakit yang bersifat fundal dominan
- Teratur interval pendek dan kekuatannya besar
- Terdapat penipisan dan pendatarn servik
- Frekuensi semkin sering
d. Pengeluaran lendir bercampur darah
Berupa sekret vagina dengan lendir dan darah. Menunjukkan obstruksi saluran
lendir yang menyumbat kanalis servikalis saat kehamilan
e. Perubahan bentuk uterus
His pemanjangan ovoid uterus ( 5 -10 cm ) dan berkurangnya diameter
horisontal, pengaruh :
- Berkurangnya diameter horisontal pelurusan kolumna
vertebralis janin menekan katub atas fundus dan mendorong katub bawah
panggul
- Pemanjangan uterus, serat longitudinal ditarik menjadi
renggang SBR dan serviks tertarik
- Pemanjangan uterus serat longitudinal menjadi renggang
SBR dan servik tertarik
- Ligamentum rotundum ikut kontraksi perubahan pada fundus
bersandar pada punggung ke depan mendesak perut sumbu rahim
searah sumbu jalan lahir
- Menghambat fundus tidak naik ke atas anak dapat didorong
ke bawah
f. Perubahan pada serviks
Kontraksi tekanan hid rostatik sel ketuban melalui servik SBR
- Pendatarn serviks
Pemendekan kanalis servikalis dari struktur dengan panjang 2cm
menjadi struktur yang seleruhnya diganti dengan lingkaran orifisium
dengan tepi hampir setipis kertas
- Pembukaan serviks
Pembesaran OUI yang semula berupa lubang dengan diameter beberapa
mm menjadi lubang yang dapat dilalui oleh kepala ( 10 cm)
g. Tekanan darah
- Meningkat selama kontraksi ( sistolik ) naik 15 (10-20) mmHg,
diastolik (5-10) mmHg
- Rasa takut dan cemas juga dapat meningkatkan pembuluh darah
h. Metabolisme
Metabolisme karbohidrat aerob dan anaerob akan meningkat secara berangsur
angsur disebabkan oleh kecemasan dan aktivitas otot
i. Suhu badan
Peningkatan metabolisme peningkatan suhu tubuh terutama selama dan
segera persalinan. Peningkatan tidak melebihi 0,5 1 C
j. Detak jantung
Peningkatan metabolisme detak jantung meningkat saat relaksasi sedikit
meningkat sebelum persalinan
k. Ginjal
Poliuri sering terjadi pada saat persalinan karena peningkatan CO. Fitrasi
glomelurus dan peningkatan aliran plasma ginjal, protein uri sedikit dianggap
normal dalam persalinan
l. Gastroentestinal
Motilitas lambung dan absorbsi makanan padat berkurang banyak sekali
selama persalinan, pengeluaran getah berkurang aktivitas pencernaan
hampir berhenti dan pengosongan lambung menjadi sangat lambat
m. Hematologi
Hb meningkat 1,2 gr% / 100 ml selam persalinan dan akan kembali pada
tingkat sebelum persalinan
III. Perubahan fisiologis kala II
Pada saat ini his tidak terkoordinir, kuat, cepat dan lebih lama kira kira 2 3
menit sekali. Kepala janin sudah turun, masuk ruang panggul sehingga tertekan pada
otot dasar panggul secara reflektoris sehingga vagina membuka dan anus meregang
IV. Perubahan fisiologis kala III
Setelah bayi lahir. Kontraksi rahim istirahat sebentar, uterus teraba keras dengan
fundus setinggi pusat. Beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan
pengeluaran uri dalam waktu 5 10 menit plasenta terlepas akan lahir spontan atau
sedikit dorongan dari atas sympisis atau fundus uteri. Seluruh prosesnya
berlangsung 5 30 menit setelah bayi lahir disertai dengan pengeluaran darah 100
200 cc
V. Perubahan fisiologis kala IV
Kala pengawasan setelah bayi lahir untuk mengawasi keadaan ibu terutama
bahaya perdarahan post partum. Hal yang harus diperhatikan :
1. Kontraksi uterus baik
2. Tidak ada perdarahan dari vagina atau perdarahan alat
genetalia
3. Plasenta dan selaput ketuban harus lengkap
4. Kandung kencing harus kosong
5. Luka pada perinium harus terawat dengan baik dan tidak
ada hematoma
6. Bayi dalam keadaan baik
7. Ibu dalam keadaan baik
VI. Penanganan
1. Nutrisi
Anjurkan ibu untuk makan atau minum selama proses persalinan, terutama
yang berbentuk zat cair seperti : the , kopi, air putih dll. Cairan tersebut akan
memberi tenaga dan mencegah ibu dari dehidrasi yang akan mempengaruhi his
2. Personal hygiene
Kebersihan ibu ketika memasuki persalinan kala II harus dijaga sesuai dengan
prinsip umum pencegahan infeksi terutama pada daerah genetalia
3. Eliminasi
BAB
Bila mungkin anjurkan ibu untuk BAB sebelum persalinan kala II. Rektum
yang penuh akan menyebabkan ketidaknyamanan ibu dalam proses persalinan
BAK
Dalam proses persalinan sebaiknya BAK setiap 2 jam atau lebih sering bila
mungkin. Kandung kemih yang penuh akan mengahambat penurunan kepala
dan membuat ibu tidak nyaman
4. Istirahat
Dalam proses persalinan istirahat sangat diperlukan karena keadaan tubuh ibu
dalam keadaan tidak stabil. Oleh karena itu bila kurang istirahat dengan mudah
daya tahan tubuh akan kurang dan betul betul jatuh sakit. Istirahat dan tidur
teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan
proses persalinan
5. Pendampingan
Kehadiran orang kedua sebagai pembanding atau penolong persalinan akan
memberikan kenyamanan pada saat persalinan. Seorang pendamping sangat
berharga bila dibutuhkan tenaga tambahan pada saat persalinan dan
memberikan kenyamanan pada ibu.
6. Pengurangan rasa sakit dan kenyamanan dalam pesalinan
Tehnik memberikan kenyamanan dan pengurangan rasa sakit
- Kehadiran pendamping keluarga
- Perubahan posisi dan penggerakan
- Sentuhan dan masase
- Lipatan paha pada panggul
- Panas dan dingin buatan
- Pengeluaran suara
- Vasodilatasi dan pengalihan perhatian
- Musik
7. Posisi
No Posisi Alasan
1 Duduk / setengah duduk Lebih mudah bagi bidan untuk
membimbing kelahiran kepala bayi dan
mengamati atau mendukung persalinan
2 Merangkak - Baik untuk persalinan yang punggungnya
sakit
- Membentu bayi melakukan rotasi
- Peregangan minimum pada perinium
3 Jongkok / berdiri - Mempercepat
penurunan kepala
- Memperbesar
dimensi panggul
- Memperbesar
dorongan meneran
4 Miring kiri - Mengurangi
keletihan
- Oksigenasi yang
baik bagi bayi
- Mencegah laserasi
BAB II
KONSEP MANAGEMEN ASUHAN KEBIDANAN
PERSALINAN NORMAL

Tempat :
Hari / Tanggal :
Jam :
Oleh :

I. PENGKAJIAN
Biodata
Nama : nama klien dan suaminya ditanyakan untuk mengenal dan memanggil
penderita agar tidak keliru dengan klien yang lain
( Christina, 1993)
Umur : menurut pendapat para ahli yang baik antara usia 19 35 tahun dimana
otot masih elastis dan mudah diregang
( Christina, 1993)
Agama : untuk mengetahui kebiasaan pasien atau klien, dengan diketahuinya
agama klien, maka akan memudahkan bidan dalam melakukan asuhan
kebidanan
( Depkes RI, 1995 )
Pendidikan : ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektual, tingkat pendidikan
mempengaruhi sikap perilaku seseorang
( Depkes RI, 1995 )
Pekerjaan : ditanyakan pekerjaan suami dan klien, untuk mengetahui bagaimana
taraf hidup dan sosial ekonomi agar nasihat yang diberikan sesuai
( Christina, 1993)
Alamat : untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada
ibu yang namanya sama ditanyakan alamatnya. Agar dapat dipastikan ibu
yang akan hendak ditolong. Alamat juga diperlukan untuk mengadakan
kunjungan pada klien
( Christina, 1993)
A. DATA SUBJEKTIF
1. Keluhan utama
Merupakan hal yang diungkapkan ibu yang berhubungan dengan keadaan
dan masalah yang timbul. Keluhan yang timbul biasanya lendir bercampur
darah, keluar cairan dari vagina, perut terasa mules dan semakin sakit
a. Kala I
1. Lightening
Adalah penurunan kepala memasuki PAP terutama pada primigravida
masuknya PAP dirasakan ibu hami; :
- Rasa ringan di bagian atas
- Rasa sesaknya berkurang
- Sering miksi
2. Terjadi his permulaan
Dengan makin tuanya kehamilan, pengeluaran estrogen dan progesteron
makin berkurang sehingga oksitosin dapat menimbulkan kontraksi yang
lebih sering. Sehingga terjadi his palsu ( permulaan ), sifat his permulaan
palsu :
- Kontraksi braxton hiks
- Tidak teratur tidak menjalar ke pinggang
- Lama his pendek tidak bertambah kuat
- Tidak ada pengaruh pada serviks
3. His persalinan
Sifat his persalinan :
- Dirasakan sakit oleh ibu yang menjalar sampai kepinggang
- Bersifat otonom / tidak dipengaruhi kehendak
- Makin lama, makin kuat dan sering
- Kontraksi simetris
- Kontraksi fundal dominan
4. Pengeluaran lendir dan darah
Berupa sekret vagina yaitu darah dan lendir. Menunjukkan ekstruksi
lendir yang menyumbat canalis servikalis saat kehamilan
5. Ketuban yang pecah dengan sendirinya
6. sakit kepala, mata berkunang kunang, bengkak pada kaki dan tangan
b. Kala II
1. Ibu mengatakan adanya dorongan ingin mengejan
2. Ibu mengatakan serasa ingin BAB
3. Ibu mengatakan perutnya terasa mules yang semakin kuat, semakin lama
dan semakin sering
c. Kalal III
Ibu mengatakan perutnya mules
d. Kala IV
1. ibu mengatakan bahagia dengan kelahiran anaknya
2. ibu merasakan lelah
2. Riwayat penyakit ibu
Untuk megetahui kemungkinan penyakit penyakit yang menyertai dan
mempengaruhi keadaan ibu yang lemah pada waktu melahirkan, seperti :
- Penyakit kronis : jantung, hypertensi, dll
- Penyakit menular : TBC, Hepatitis, HIV / AIDS
- Penyakit keturunan : DM, asma
3. Riwayat penyakit keluarga
Ditanyakan untuk melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu bersalin
serta mengupayakan pencegahan dan penanganannya, terutama pihak
keluarga yang tinggal bersama klien.
( Pusdiknakes, 1993 )
4. Riwayat meanstruasi
Untuk mengetahui tentang faal alat kandungan yang perlu diketahui adalah
menarche, siklus haid, lama haid, warna / jumlah darah, sifat darah ( cair /
beku ), dysminorhoe, flour albus, HPHT, HPL
( Obstetri Fisiologi, 1998)
5. Riwayat perkawinan
Yang dikaji yaitu kawin berapa kali, lama kawin dan usia saat kawin
( Hanifa, W, 133 )
6. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Untuk mengetahui riwayat tiap tiap kehamilannya, seperti : riwayat
kehamilan, persalinan dan nifas sebelumnya serta keadaan anaknya
( Hanifa W, 133 )
7. Riwayat kehamilan sekarang
G. . . .P . . . .A . . . . UK . . . . .minggu
ANC ( tempat, berap kali, imunisasi TT, terapi )
Keluhan hamil muda
Keluhan hamil tua
Gerakan anak dirasakan sejak usia kehamilan . . . .bulan
8. Riwayat KB
Perlu ditanyakan pada ibu apakah pernah / tidak megikuti KB jika ibu
pernah ikut KB maka yang ditanyakan adalah jenis kontrasepsi, efek
samping. Alasan pemberhentian kontrasepsi ( bila tidak memakai lagi ) serta
lamanya menggunakan kontrasepsi
( Depkes RI, 1994 : 16)
9. ADL
a.Nutrisi
Kekurangan / kelebihan nutrisi dapat menyebabkan kelainan. Pada
persalinan dikhawatirkan menjadi penyulit bagi ibu dan akan
membahayakan ibu dan bayi
b. Aktivitas
Untuk mengetahui aktivitas yang telah dilakukan ibu menjelang prosese
persalinan
c.Istirahat
Ditanyakan untuk persiapan tenaga mengejan ibu, istirahat yang cukup
menjelang persalinan akan mempermudah proses persalinan
d. Personal hygiene
Ditanyakan personal hygiene ibu terutama menjelang persalinan. Hal ini
perlu untuk mengurangi terjadinya infeksi
10. Riwayat psikososial spiritual dan kultural
Apakah kehamilan dikehendaki oleh ibu, suami dan keluarga, apakah ada
kecemasn pada proses persalinan yang akan dihadapi, ketidak sanggupan dan
keputus asaan sehingga akan meningkatkan rasa sakit dan gagal dalam
mengahdapi persalinannya
( Depkes RI, 1995 )
B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan umum
a.keadaan umum : baik, cukup, lemah
Untuk mengetahui keadaan ibu, apakah ibu dapat mengahdapi proses
persalinan dengan baik
b. Kesadaran : composmentis, samnolen, delirium, koma
c.TTV :
- Tekanan darah
Batas tekanan darah yang memerlukan kewaspadaan yaitu lebih dari
130/90 mmHg karena dicurigai adanya eklampsi
( Sarwono Prawirahardjo,1999)
- Nadi
Nadi yang normal adalah sekitar 80 x/mnt. Bila nadi lebih dari 120 x/mnt
maka hal ini menunjukkan adanya kelainan
( Depkes RI, 1994 : 11)
- Suhu
Suhu tubuh normal adalah sekitar 37C atau 98,6F
( Depkes RI, 1994 : 11)
- Pernafasan
Pernafasan normal adalah 16 24x/mnt. Bila pernafasan lebih dari
24x/mnt menandakan adanya kelainan.
( Depkes RI, 1994 : 11)
d. Antropometri
- Berat badan
Total penambahan berat badan pada akhir persalinan adalah 9 12 kg.
Bila kenaikan berat badan > 12 kg perlu diperhatikan resiko bengkak,
gemuk, hydramnion, gemeli
( Depkes RI, 1994 : 11)
- Tinggi badan
Ibu hamil dengna tinggi badan < 145 cm dicurigai panggul sempit
( Depkes RI, 1994 : 11)
- Lila
Lingkar lengan < 23,5 cm merupakan indikator untuk status gizi ibu
kurang / buruk sehingga ia berisiko melahirkan BBLR
( Depkes RI, 1994 : 11)
2. Pemeriksaan khusus
a.Inspeksi
Muka : pucat / tidak, adakah cloasma gravidarum
Mata : palpebra oedema / tidak, conjungtiva pucat / tidak, sklera icterus /
tidak
Mamae : papila mamae normal / tidak
Abdomen : adakah bekas operasi / tidak, adakah strie lividae / tidak,
apakah membesar sesuai usia kehamilan
Genetalia : adakah pengeluaran pervaginam berupa lendir bercampur
darah, adakah pembesaran kelenjar bartholini / tidak, adakah
varices, adakah oedema / tidak
Ekstremitas atas : kuku pucat / tidak, oedema / tidak
Bawah : oedema / tidak, varices / tidak
b. Palpasi
Leher : adakah pembesaran kelenjar limpe / tidak,adakah pembesaran
kelenjar thyroid / tidak, adakah bendungan vena jugularis / tidak
Mamae : adakah nyeri tekan / tidak, colostrum (+) / (-)
Axila : adakah pembeasaran kelenjar limfe
Abdomen :
Leopold I : untuk mengetahui TFU dan menentukan usia kehamilan serta
untuk mengetahui bagian janin yang berada di fundus
Leopold II : untuk mengetahui punggung dan bagian kecil janin
Leopold III : untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah ini
sudah atau belum terpegang oleh PAP
Leopold IV : untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan
berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul
Ekstremitas : oedema, adakah varices / tidak
c.Auskultasi
Yang dicari yaitu punctum proximum dan DJJ ( frekuensi teratur / tidak )
yaitu : 120 160 x/mnt. Dari pemeriksaan ini dapat diketahui bagaimana
keadaan janin
d. Pemeriksaan laboraturium
Hb : untuk mengetahui kadar Hb ibu, Hb < 10 gr% berarti ibu dalam
keadaan anemia. Jika ibu dalam keadaan anemia berarti ibu berisiko
mengalami perdarahan waktu persalinan
Golongan darah : diperlukan apabila ibu memerlukan tranfusi darah
apabila ibu mengalami perdarahan pada saat
persalinan
e.Pemeriksaan dalam ( VT )
Indikasi : ketuban pecah, evaluasi pembukaan, indikasi menyelesaikan
persalinan / rencana rujukan
Kontraindikasi : perdarrahan
Hal hal yang harus diperhatikan :
Vagina : tumor, parut, kehangatan
Serviks : arah, pelunakan, pembukaan, pendataran
Glatis membran amnion : utuh / tidak, ada his ketuban / tdk, menonjol /
tdk, mekonium
Presentasi : bokong, kepala, bahu
Posisi : hubungan denominator bagian kiri kanan depan belakang jalan
lahir
Penurunan : Bidang hodge, stationer ( perlimaan / pertigaan ) merata
bagian bagian kecil
UPD :
- Linea inomunata teraba 2/3
- Jika promontorium teraba maka ukur conjugata vera. Jika < 8 cm
janin tidak bisa lahir
- Sakrum cekung / lurus, jika cekung berarti luas
- Spina isciadika teraba
- Site wall ( dinding samping ) lurus / cekung, bila lurus baik
- Arcus pubis ( apabila bisa dimasuki 2 jari dianggap luas )
- Distantia intertuberum luas bila kepalan tangan orang dewasa
masuk
Kala I, hal hal yang harus diperiksa :
Pembukaan : dari pemeriksaan ini dapat diperkirakan waktu persalinan
Efficemen : efficemen 100% merupakan waktu persalinan
Keadaan selaput ketuban : utuh atau sudah pecah
Presentasi : bagian terendah janin apakah kepala, bokong atau bagian
bagian janin yang lain
Denominator : apakah UUK, UUB, dahi, dagu
Penurunan bagian terendah pada bidang hodge ( I,II,III,IV )
Adakah bagian terkecil janin yang menumbung ( terkemuka )
Kala II
Persalinan kala II dengan ditegakkan dengna melakukan pemeriksaan
dalam untuk memastikan pembukaan sudah lengkap atau kepala janin
sudah nampak di vulva dengan diameter 5 6 cm
- adanya dorongan mengejan
- ada tekanan dari anus
- Perinium menonjol
- Vulva membuka
f. His
- Berapa lamnya
- Berapa kali
- Kuat atau tidak

II. INTERPRETASI DATA DASAR


a. Data Subjektif : data yang diperoleh dari anamnese klien
1. Kala I :
- ibu mengatakan perutnya terasa sakit ( mules ) yang
semakin lama semakin kuat dan semakin sering
- ibu mengatakan telah mengeluarkan lendir bercampur darah
- Ibu mengatakan sudah / belum mengeluarkan air ketuban
2. Kala II :
- Ibu mengatakan adanya dorongan
- Ibu mengatakan serasa ingin BAB
- Ibu mengatakan perutnya terasa mules yang semakin kuat, semakin
lama dan semakin sering
3. Kala III :
Ibu mengatakan perutnya mules
4. Kala IV :
- ibu mengatakan bahagia dengan kelahiran anaknya
- ibu merasakan lelah
b. Data Objektif
Data yang diperoleh dari pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan. Meliputi
pemeriksan umum ( keadaan umum, keadaan TTV ), pemeriksaan fisik
(inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi ) pemeriksaan penunjang ( VT,
laboraturium ) yang dapat mendukung penegakan diagnosa sesuai dengan
standar nomenklatur kebidanan
c. Diagnosa
Dx : Ibu . . . G. . . .P. . . . dengan persalinan fisiologis
d. Masalah : digunakan untuk mengidentifikasi jika ada data tambahan
yang menggunakan kajian
e. Kebutuhan
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
V. INTERVENSI
VI. IMPLEMENTASI
VII. EVALUASI